Chara:KrisTao
Rating:M
Genre:Romance/Supernatural
Tanpa ku sadari aku mencintaimu. Tanpa ku ungkapkan kau adalah milikku. Tanpa melihat kau ada dihadapanku. Apa ini sebuah ikatan benang merah?
Black Pearl
Chapter 15
"Tao.. Kau baik-baik saja?"Kris mendudukan tubuh Tao berlahan. Terlihat namja bermata panda itu masih belum begitu sadar dari alam bawah sadarnya. Tubuh melemah yang dapat Kris rasakan dari namja terkasih tampak membuatnya sedikit khawatir. Apa kejadian tadi memberikan efek tersendiri untuk sang namja?
Lay yang berada di samping Luhan untuk memulihkan pusing pada namja itu nampak beranjak dari posisinya untuk menghampiri Tao setelah meyakinkan namja berwajah diatas rata-rata yeoja rupawan itu mengatakan rasa pusing di kepalanya mulai membaik.
"Apa dia baik-baik saja?"Lay menoleh kearah Xiumin yang menyamankan duduknya tak begitu jauh dari posisi Tao duduk setengah berbaring dengan tangan kiri Kris sebagai penyanggah.
"Hanya sedikit linglung, mungkin.. coba kau rilekskan urat-urat di kepalanya, mungkin dia sedikit pusing"Xiumin memberi tahu. Tangan namja itu terlihat meremas perutnya dan hal itu mampu membuat Lay mengernyitkan alisnya.
"Kenapa denga-
kruuuyuuuuk~
Belum sempat Lay menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara mengintruksinya dan Lay menjamin sekarang wajah namja berpipi gempil si pemilik sumber suara sedang memerah menahan malu. Ah.. Aku menjamin kalian tahu suara apa itu.
"Kau lapar?"Ucap Lay yang kini bukan hanya dirinyalah mencoba menahan senyum geli di bibirnya, melainkan wajah-wajah bersosok tembok es seperti Kris dan Sehun juga melakukannya. Sungguh.. Mereka tidak membayangkan seorang Xiumin yang sedari tadi selalu memperlakukan mereka seperti bocah-bocah berumur belasan tahun sekarang tengah melakukan lelucon tanpa sengaja. Oke, itu memang memalukan tapi jujur, hal itu membuat semua jauh lebih nyaman dan Lay akan berjanji menyodorkan lehernya dengan tumpukan bergalon-galon kepada sang namja setelah urusannya dengan Tao selesai. Bahkan dia baru menyadari jika vampire bisa mengeluarkan suara lapar seperti manusia.
Kris sedikit menggeserkan posisi kepalanya yang tengah menatap sosok wajah namja panda. Memberi ruang untuk Lay menyembuhkan namja itu.
"Jika aku boleh berpikir janggal, kemana para prajurit?"Ucap Luhan. Mengeluarkan suara pertamanya untuk beberapa waktu lalu yang dihabiskannya hanya terdiam dengan posisi bersandar pada sosok pangeran vampire di sampingnya. Aku menjamin dia tidak menyadari posisinya sedari tadi.
"Aku melihat para vampire sudah mengepung para werewolf lemah, ya.. Dan untuk werewolf kuat, aku juga sedikit bingung"Xiumin berucap. Namja itu terlihat masih malu dengan suara perutnya tadi. Di wajahnya masih ada setitik rona merah jambu.
"Aku juga tidak melihat yesung hyung"Luhan menyahut. Mengingat sosok namja yang mereka tinggalkan untuk bertarung melawan Ren.
"Itu urusan nanti, kita selesaikan dulu stamina kita, menjaga-jaga jika ada kemungkinan serangan lanjut"Sehun berucap. Wajahnya menoleh kearah balokan es yang masih megunci sosok Chanyeol di dalamnya. "Apa dia tidak akan mati?"Lanjutnya.
"Kau mengasihaninya?"Xiumin mencibir.
"Tidak, tapi kalau dia bisa tunduk, tidak buruk jika menjadikannya sekutu, dia kuat"Sehun menyahut.
"Cukup kuat untuk mematahkan lehermu"Xiumin berucap. Kelihatannya namja itu sangat suka bertarung argumen.
.
.
.
Changmin menghela nafas untuk beberapa saat. Terlihat peluh membanjiri tubuh sang namja bertubuh tinggi itu. Sedikit sulit untuk menyembuhkan sosok adik tersayangnya yang kini tengah terbaring berbantalan pahanya. Ini bukan adegan romantis dan kedua namja lain cukup tahu akan hal itu.
Kyungsoo masih menyembuhkan setitik luka kecil di beberapa bagian tubuh Baekhyun sambil menunggu namja itu sadar dari pingsannya. Dia menyadari semua ini berawal dari permainan Mihno dan tidak ada yang salah disini tapi jujur ada rasa senang saat seorang Kai yang pernah dihianatinya menyelamatkannya walaupun pada kenyataannya hal itu membuat salah seorang diatara mereka hampir merenggut nyawa. Kyungsoo cukup tahu Changmin akan menyerang Baekhyun walaupun dia adalah adik kandungnya tapi jika untuk melukainya sampai seperti ini, mungkin namja itu akan berpikir ribuan kali. Walaupun namja yang memiliki eyeliner sebagai pencatik kedua matanya itu telah dicuci otaknya untuk menjadi salah satu bidak werewolf. Kyungsoo menjamin ingatan akan seorang kaka bernama Changmin akan kembali diingatnya walaupun itu membutuhkan waktu lama jika mengingat bagaimana para werewolf yang tidak tanggung-tanggung menggunakan cara apapun untuk mencuci otak seseorang. Apalagi seorang Baekhyun yang memiliki kemampuan tergolong istimewa.
"Apa dia baik-baik saja?"Ucap Kai. Sedikit terdengar bersalah. Bagaimanapun dia cukup mengingat siapa penyebab namja itu seperti sekarang ini.
"Mungkin"Changmin menjawab tanpa menoleh sedikitpun kearah Kai. Rasa kesalnya yang beberapa saat lalu menguap bagai kembali lagi saat mendengar suara namja itu terngiang di telinganya. Tapi sekuat mungkin Changmin tidak akn mempersalahkannya. untuk sekarang keselamatan Baekhyun jauh lebih penting.
.
.
.
"Aku masih bingung, bukankah masalah ini berawal dari terlukanya Suho, sekarang.. Dimana Suho? Aku tidak melihat namja itu semenjak aku disini"Xiumin bertanya. Tangannya yang mungil masih memijat lehernya yang sedikit terasa kaku sedari tadi.
"Ku dengar dia masih di tempat penyembuh, lukanya cukup parah. Itu yang dikatakan para penjaga penjara"Ucap Luhan.
"Penyembuh? Jujur, apa namja itu sangat penting? Ku lihat Minho sangat berlebihan dengan namja itu, dia hanya ilmuan gila"Untuk kali ini Sehun ikut dalam percakapan itu.
"Dia termasuk dalang utama pencucian otak para werewolf baru, tidak aneh jika dia sangat penting"Kris menjawab. Jangan salahkan Kris jika namja itu cukup tahu dengan hal berbau rahasia para bangsawan itu. Jika ada kata pencucian, tentu di balik semua itu akan ada seseorang yang melakukannya sebagai aktor dalam penyebab pemikiran dan kebengisan pada bidak baru dalam peperangan. Termasuk Suho. Namja yang terkenal akan otak cerdas untuk kalangan werewolf itu mampu memainkan kata sedemikian rupa untuk mengotak atik sel sarap pada otak korbannya. Mental akan di pertaruhkan dalam pencucian otak dan namja itu cukup bisa di katakan gila jika di perintah untuk melakukannya. Dia ilmuan. jika ilmuan pada manusia dia melakukan campur mencampur cairan warna warni, maka Suho berbeda, dia sangat suka mencampurkan beberapa sel ataupun urat sarap pada otak manusia. Jika kalian ingin tahu caranya, ku harap kalian tidak akan mutah saat ini juga, membayangkan bagaimana urat di otakmu yang ditarik paksa sampai putus kemudian dikeluarkan melalui lubang mulutmu ataupun telingamu. Dia bisa menggerakan air sebebas membalikan telapak tangan jadi.. Tidak akan sulit melakuknnya jika kau masih memiliki darah dalam tubuhmu. Simple tapi cukup menakutkan.
"Wajahnya cukup ramah jika hanya untuk sekedar hal mengerikan itu"Lay berucap masih dengan mengingat sosok Suho di ingatannya. Dia tidak begitu mengenal sosok Suho karena dia hanya terfokus pada Tao yang dijadikan pekerjaan utamanya.
"Wajah namja di sebelahmu itu juga cukup menggemaskan jika hanya untuk dikatakan mantan kaki kanan seorang raja"Kris berucap dengan nada sedatar mungkin. Matanya sedikit melirik kearah Xiumin yang kini menatap tajam kearahnya.
"Ah ya.. Aku lupa dengan hal itu hahaha"Lay tertawa pelan dan hal itu membuatnya merasakan pukulan di kepalanya.
"Hng.. G... "Suara dengungan kecil terdengar jelas di setiap pasang telinga disana. Membuat sang sumber suara menjadi objek perhatian dari beberapa orang yang memang sedari tadi menanti kesadaran sang namja panda.
"Dia bangun"Suara Lay tercekat. Jujur, dia ingin berteriak senang sekarang tapi dia masih cukup mengingat untuk tenang sekarang. Dia bukan yeoja yang akan berteriak disaat seperti ini. Akan terlihat aneh jika di melakukannya.
Kris menggerakan tangannya untuk membuat Tao terduduk sempurna dengan bersandar pada dadanya. Wajah tampannya sama sekali tidak menolak senyum kebahagiaan saat sang terkasih kini membuka kedua kelopak matanya yang nampak mengabur sudah lama. Menolehkan pandangannya dengan kepala sedikit membungkuk untuk meliht lebih dekat wajah Tao. Mungkin ini waktu yang tepat untuk tindakan mesum, Kris menjamin bibir merah merona itu akan menjadi santapan pertamanya sekarang tapi.. dia masih punya akal sehat untuk semua hal itu. Waktu mereka masih lama.
"Aku berharap ada air sekarang"Ucap Kris dan tanpa dia sadari seseorang menyodorkan gelas bersuhu dingin bewarna biru padat kepadanya dengan kumpulan air memenuhi isi gelas berukuran sedang itu. "Air apa ini?"Ucap Kris kepada sang pelaku, Xiumin.
"Pakai saja, aku menjamin itu terhindar dari kuman"Xiumin berucap dengan nada cibiran disana. Kris mengernyitkan alisnya sebelum mengarahkan gelas berisikan air itu untuk di minum Tao. Hal biasa dilakukan untuk seseorang yang baru saja terbangun dari tidur sebentarnya.
"dari mana ku mendapatkan air?"Sehun bertanya.
Xiumin tidak menjawab pertanyaan Sehun tapi melainkan namja itu menggerakkan tangannya membuat kepalan sambil terarah kepada balokan es yang mengurung tubuh Chanyeol disana kemudian menggerakan tangannya kembali dengan gerakan aneh menciptakan gelas kecil dengan tumpukan es lain yang mulai mencair dengan sendirinya.
"Aku menjamin air itu berbau keringat"Luhan memandang horror dengan semua itu. Sempat terpikir jika Xiumin mengambil air di dalam tanah atau dimanapun itu selain balokan es bekas pertarungan.
"Daripada dia mati kehausan?"Xiumin menjawab datar. Kembali merebahkan tubuhnya di lantai.
Kris meletakan gelas yang telah kosong di sampingnya. Pandangannya masih terpaku dengan sosok wajah Tao yang kini meringkuk di perpotongan lehernya. Sedikit geli tapi Kris cukup senang dengan hal itu.
"Apa dia benar vampire?"Luhan menoleh kearah Sehun dan seketika namja itu langsung meringsut sedikit menjauh saat menyadari posisinya begitu dengan sosok namja berwajah datar di belakangnya.
Sehun mengernyitkan dahinya tapi tidk begitu peduli dengan perbuatan Luhan "Tao masih memiliki drah werewolf.. Tidak sepenuhnya dia vampire"
Luhan menganggukkan kepalanya pelan kemudian menoleh kearah Tao. Namja bermata panda itu jauh lebih menggemaskan daripada apa yang sudh dilihatnya dialam bawah sadarnya.
"Lapar.. "Tunggu.. Suara siapa itu? Semua pasang mata disana tampak terbelalak disaat bersamaan setelah pendengaran mereka menangkap suara asing yang mereka menjamin berasal dari namja panda yang kini bersandar pada dada bidang tak berlengan kiri milik Kris.
"Apa itu suara Tao?"Lay menatap kearah Kris. Menyatakan pertanyaan yang ditujukan untuk sang namja tinggi dan hal yang didapatinya namja itu mengangguk pelan. "Ini.. Sulit dipercaya"
"Tao? "Kris mengusap pipi Tao pelan. Meminta sang namja sedikit mendongakan wajahnya. Apa benar namja itu berbicara? Atau pendengarannya sudah rusak? Mustahil.
"Lapar.. "Ucapan lapar kembali terucap dan itu sudah cukup memastikan seorang Tao memang berbicara. Lantunan suara kecil dengan sedikit kepolosan yang begitu kentara untuk seseorang memastikan suara siapa itu.
Tao merambatkan kepalanya pelan menuju kearah leher Kris. Desiran pergerakan kecil dapat namja panda itu rasakan pada perpotongan yang menyimpan darah sebegitu menggiurkan untuk dicicipi.
"Akh.. "Kris merintih pelan. Lamunan dalam pikirannya menguap seketika saat kulitnya merasakan koyakan kecil dari taring panjang Tao di lehernya. Tidak ada pelumas semacam jilatan atau semacamnya. Namja itu terlihat sangat lapar dengan suara tegukan terdengar jelas tertangkap indra pendengaran beberapa kali.
"Tung.. Tunggu, apa dia tidak akan menjadi vampire?"Luhan menunjuk kearah Tao dengan pertanyaan yang ditujukan kepada semua orang disana. Dia tidak begitu mengerti dengan aturan semcam itu. Dia tidak pernah mempelajari hal berbau mistis karena sejak awal dia tidak menerima keadaannya jadi wajar namja itu bertanya sekarang. Bahkan dengan hal yang dipastikan semua mahluk bertaring itu tau.
"Dia tidak akan berubah kecuali Kris yang dihisap darahnya meminum darah Tao juga secara bersamaan"Xiumin menjelaskan"Tapi.. Bukannya Tao dua jenis? Lalu.. Ah.. Aku pusing"Lanjut Xiumin sesaat setelah tahu sosok namja disana adalah tidak sepenuhnya vampire jadi? Ah baiklah.. Semua membingungkan.
Jujur, Kris dapat merasakan tubuhnya mulai melemah sekarang. Seberapa banyak Tao meminum darahnya?
"Cukup hyung"Sehun berucap dengan tangan mencoba menjauhkan bibir Tao dari leher Kris. Namja itu tengah berjongkok tepat di di depan Kris yang tengah duduk bersila memangku Tao.
Tao mendengung pelan kemudian menolehkan kepalanya kearah sehun dengan bibir berlepotan darah disana. Bibir itu terlihat jauh lebih menggoda.. Oke, dia memang terlihat seperti menggunakan lipstik sekarang tapi ini jauh lebih mengagumkan. Walaupun lemas, Kris mengakui hal itu.
Sehun tersenyum tipis. Namja panda di depannya memang tidak melihatnya tepatnya tidak bis melihatnya tapi.. Dia tahu namja itu cukup memiliki insting seorang pemangsa yng sudah cukup mengetahui segalanya. Tidak terlalu sulit. Walaupun Sehun masih bingung kenapa namja itu bisa berbicara. Apa itu efek dari kejadian selama ini? Atau hal lain?
"Aku masih lapar"Ucap Tao pelan. Kembali mengarahkan kedua taringnya pada perpotongan leher Kris di sana. Tapi sebelum taring itu kembali tertancap, Sehun menangkup kedua pipi Tao. Mengarahkan wajah itu pada perpotongan leher miliknya dan tidak begitu lama Sehun merasakan sengatan tancapan taring muda di lehernya.
"Sementara, biar aku saja yang memangkunya, kau pulihkan badanmu, kelihatannya ku kehbisan darah"Ucap Sehun kepada Kris. Jarak antara wajah mereka begitu dekat. Dengan posisi Kris masih duduk bersila memangku Tao dan Sehun yang duduk sedikit berjongkok dihadapan Kris dengan kepala Tao yang kini berada diperpotongan leher sang pangern untuk menghisap makanan kesukaannya.
"Ya.. "Ucap Kris mengijinkan Sehun membawa Tao sebentar. Memang benar tubuhnya benar-benar terasa lemas sekarang.
Luhan memperhatikan bagaimana Sehun menggendong Tao pelan untuk membawanya kedalam pangkuannya. Rasanya sedikit membuatnya.. Marah? Ah tidak 'Apa yang ku pikirkan' Luhan menggelengkan kepalanya untuk mengusir pemikiran bodohnya sebelum menoleh kearah lain selin pandangan menimang bayi ala Sehun dan Tao.
"Mereka benar-benar membuat bangunan runtuh ini menjadi drama romatis berakhir sad ending"Xiumin menyeringai kearah Kris yang kini sedang disembuhkan Lay. Namja itu sedang menggoda namja tinggi.
"Kau suka drama? Aku baru tahu"Kali ini Lay. Ah.. Xiumin memang selalu kalah bermain kata dengan namja berlesung pipit itu. Ck hiburannya gagal.
"Ku lihat kalian baik-baik saja"Terdengar suara dari pintu hancur dibelakang mereka membuat Kris menoleh keasal suara. Ah.. Suara yang cukup dikenalnya beberapa waktu yang lalu.
"Yesung hyung"Luhan berucap dengan volume sedikit keras.
"Siwon.. hyung"Kali ini Kris.
"Ku pikir kau pamannya, kau kakanya?"Ucap Yesung kepada namja tinggi berlesung pipit di belakangnya, Siwon.
"Aku tidak mau dipanggil ajushi, itu terlalu tua"Ucap Siwon dengan senyum tipis yang bertengger manis dibibirnya.
"Kau memang tua"Yesung mencibir.. Ah.. Benar-benar cocok. Mereka menunggu Yesung bergulat dengan Xiumin suatu saat nanti. Mereka terlihat memiliki hobi yang sama.
"Kenapa kalian.. "Ucap Luhan. Tak melajutkan kalimatnya.
"Teman lama"Oh.. Tidak, untuk kalimat itu membuat Semua orang disana tampak berpose siaga. Ya.. Mereka tidak menyangka menyelamatkan musuh mereka, ini gila. Yesung satu komplotan dengan Siwon dan itu sama artinya dengan mendukung Minho.
"Tenanglah.. Aku tidak bermaksud melakukan pertarungan bodoh dengan kalian"Ucap Siwon. Kelihatannya dia harus menjelaskan sesuatu.
"Kau sama saja dengan Minho"Kris bersuara. Menahan sedikit rasa nyeri disetiap persendian di tubuhnya. Dia benar-benar tidak ingin membayangkan seberapa liter Tao meminum darahnya sampai bisa membuatnya sebegitu tidak bertenaganya dengan ditambah wajah pucat kentara yang sangat mengambarkan keadaannya kini sangat lemah.
"Aku tidak pernah memihak kepada Minho, kau harus tahu itu"Ucap Siwon. Menelaah setiap orang yang tengah berdiri dengan menatapnya. Para mahluk yang berumur jauh lebih muda dengannya memasang tingat waspada.
"Lalu.. Apa kau bisa menjelaskan tentang persekutuan kalian hah?"
"Jujur, kami memang menginginkan akan kekuasaan bangsawan tapi.. Bukankah dengan kematian Minho, itu sudah cukup untuk membuat kekuasaan itu mudah di ambil alih.. "Kris mencerna setiap kata yang terungkap dari ucapan namja berstatus pamannya itu. Kekuasaan, bangsawan, ya.. Itu adalah niat awal para tetua di kawanan werewolf terbuang masuk kembali dalam ruang lingkup kebangsawan yang sudah lama mereka tinggalkan. Hal yang wajar jika kematian Minho tak menanamkan efek pemberontakan dari kubu terselubung itu. Malah.. Mungkin hal itulah yang mereka inginkan. Licik tapi mengesankan.
"Lalu.. Yesung.. Kau.. "Kris mengalihkan pandangannya kearah namja berambut hitam pekat yang kini berada di samping bebatuan beku tak jauh di sampingnya. Kelihatannya dia tengah mengaguminya.
"Jika kau ingin tau siapa yang membuat werewolf terbuang sekuat ini.. Yesung hyung.. Dialah yang mengajari kita akan semua itu"Bukan Yesung yang menjawab melainkan Siwon. Pernyataan yng membuat banyak sepasang mata disana terbelalak. Merka memang tidak begitu tahu dengan sosok Yesung disana tapi mereka cukup tahu namja yang kini tengah menatap bosan kepada mereka terlihat.. Ah.. Apa kita bisa menjabarkannya secara frontal pemikiran mahluk bertaring muda ini? Lemah? Ya.. Mereka memikirkan kemampuan Yesung yang mungkin dibawah standar mereka. Bahkan mereka cukup khawatir saat meninggalkan Yesung bertarung dengan Ren yang terkenal cukup kuat untuk ukuran penjaga bawah tanah. Tapi.. Kenyataannya kekuatan yang selalu diagungkan para werewolf terbuang itu berasal dari sosok yang sempat diremehkan mereka, menakjubkan.
"Jangan melihatku seperti aku penampakan"Yesung menatap bosan semua orang yang berada disana. Oke, dia memang terkesan sangat lemah dan hal itu juga yang membuatnya banyak di remehkan.
"Kalau kau kuat, kenapa kau tidak kabur saja dari penjara itu?"Luhan berucap.
"Kau tentu tidak asing dengan batu memuakan itu.. "Jawab Yesung. Ah.. mungkin namja itu juga cerdas.
"Yesung hyung memang tidak kuat dalam kemampuan anehnya, tapi dia cukup kuat untuk mematahkan leher kalian dalam kemampuan bela diri"Siwon menjelaskan.
"Apa maksudmu dengan kemampuan anehku?"Yesung protes. Ah.. ini mengingatkan mereka tentang Lay dan Xiumin.
"Melihat semua ini.. Apa vampire dan werewolf akan berdamai?"Luhan berucap. Dia tahu betul perdamaian yang selama ini terjadi sama sekali tidak berlaku. Terbukti dari serangan-serang tak terduga oleh dua belah pihak. Tapi melihat Yesung yang termasuk vampire dan juga Siwon yang seorang werewolf.. Mereka terlihat begitu akrab jika diukur untuk menjadi musuh selama ini.
"Mungkin.. tapi semua tergantung bagaimana raja selanjutnya bisa membuat rakyat mereka berdamai"Siwon berucap.
"Kalau seperti itu.. Siapa yang akan menjadi raja bangsawan werewolf selanjutnya?"Ucap Lay, tangannya sudah berhenti mengalirkan cahaya biru untuk menyembuhkan Kris.
"Mungkin Kris"
.
.
.
TWO WEEKS LATER
"Tao.. Tao... "Teriakan Sehun berhenti disaat pandangannya mendapati Lay tengah melintas di depannya. Melihat namja berlesung pipit itu tengah membawa nampan berukuran sedang dengan secangkir mangkuk berisikan air yang terlihat mengepulkan uap, air panas. "Hyung.. Kau melihat Tao ge?"Ucap Sehun setelah langkah kakinya membawa dirinya berada di samping sang namja berlesung pipit.
"Tidak, bukankah dia bersamamu tadi?"Lay mengernyitkan alisnya bingung.
"Aku tahu.. Tapi dia menghilang saat aku berganti pakaian"Sehun mendengus. Ck.. Padahal namja panda itu baru ditinggal beberapa detik saja dan dia langsung menghilang ah.. Terkadang Sehun melupakan fakta jika namja itu sekarang jauh lebih pintar dari sebelumnya. "Sudahlah.. Aku akan mencarinya"Lanjutnya kemudian melangkah menjauh meninggalkan Lay. Tunggu.. Melangkah? Ah ya.. Lay baru ingat jika namja berwajah datar itu sekarang lebih memilih tidak membuang-buang tenaganya. Mungkin dulu disaat seperti ini Sehun akan langsung menghilang dengan kepulan angin di depannya karena ingin secepatnya menemukan namja pandanya itu. Takut jikalau namja itu terluka. Tapi untuk sekarang, disaat dua kubu mahluk berbeda jenis itu mulai sedikit demi sedikit berdamai. Semuanya jauh lebih nyaman. Tak ada lagi keraguan saling menyapa ataupun tatapan sengatan listrik antara mereka. Menyenangkan.
.
.
Berbeda dengan Sehun yang tengah mencari sosok namja panda kesayangannya. Sosok yang dicari malah sedang melangkah kecil keluar kastil besar di belakangnya. Mungkin jika kalian mengingat salah satu hobi sang namja bernama Huang Zi Tao ini. Kalian tidak akan asing dengan istilah jalan-jalan ala Tao. Ahaha ya.. Keluar dari kastil bersuhu dingin untuk berjalan menuju kastil yang jauh lebih hangat. Oh ayolah.. Kalian tentu tahu kastil siapa satunya. Ya.. Werewolf. Kastil bernuansa minimalis dengan bangunan berdasarkan kayu terbaik. Sangat berciri khas seorang werewolf.
"a.. "Tao mengedipkan pandangannya beberapa kali disaat hamparan telapak tangannya bersentuhan dengan benda empuk di depannya. Tunggu.. Bukankah dia harusnya bersentuhan dengan kayu ataupun rerumputan? Kenapa ada benda empuk di sana?
"um.. Kaihh... "Suara apa itu?
"Hentikan perbuatan kalian, Kai.. Kyungsoo"
"Eh.. Kris hyung.. Wae?"Kai mengeluarkan cengiran lebarnya setelah ciuman panas yang baru saja dilakukannya terlepas. Sedikit mendongakan wajahnya untuk melihat sosok Kris yang kini tengah berdiri disalah satu dahan pohon besar tak begitu jauh dari sana. Tapi Kai kembali menolehkan pandangannya kearah lain tepat dibelakangnya kini tampak namja bermata panda tengah mengernyitkan alis bingung sambil menekan-nekan tepak tangannya pada punggung Kai.
"Tao.. Sejak kapan kau"Kai berucap. Sedikit terkejut dengan keberadaan Tao.
"Dia sudah ada disana daritadi, kan sudah ku bilang untuk berhenti dari tadi"Kyungsoo mendorong tubuh Kai yang masih menghimpitnya di pohon. Membuat namja itu terjungkal kesamping disusul dengan rintihan kecil.
Tao memiringkan kepalanya kemudian Sepasang mata berkabutnya tampak bergulir kesana kemari. Namja itu sangat bingung dengan apa yang terjadi disekitarnya. Suara Kai, Kyungsoo kemudian Kris.
"Lebih baik kalian pergi, cari tempat yang lebih privasi"Ucap Kris. Melompat dari dahan pohon kearah Tao yang masih diam.
"Ada apa tadi?"Ucap Tao pelan. Namja itu masih sangat sulit mengeluarkan kosakata.
"Bukan apa-apa.. Kenapa sendirian, dimana Sehun?"
"Sehun? Dia... ''
"Aku disini".
.
.
.
"Ini makananmu"Dengan sedikit engan Baekhyun menyodorkan potongan makanan pada sosok namja bertubuh tinggi yang kini tengah duduk bersandar pada dinding di dalam sel penjara bawah tanah. Namja yang sempat menjadi kaki kanan Minho itu tampak tak memperdulikan nampan berisikan daging lezat di hadapannya. Tangan sang namja masih sibuk memutar-mutarkan telunjuknya pada lantai berbahan tanah dibawahnya.
"Kau harus makan, Chanyeol.. Jangan menyusahkanku"Baekhyun menggerutu. Ah ayolah, apa seperti ini rasanya menjadi baby sister seorang idiot? Oh, baiklah, Chanyeol memang tidak bisa dikatakan idiot, melainkan kerusakan sel sarapnya, hanya itu dan itu hanya untuk sesaat jika mengingat bagaimana Xiumin membekukan tubuh sang namja dengan jarak waktu berjam-jam sampai membuat namja itu kehilangan kesadarannya walaupun namja dengan elemen api di tubuhnya dapat berfungsi menghangatkannya. Bahkan setelah namja itu dikeluarkan dari balokan air beku pun ketidak sadaran sang namja membuat semua yang berada di dekatnya bingung. Sebenarnya seberapa kuat seorang Xiumin?.
Selisih empat haripun Chanyeol baru sadarkan diri tapi hal aneh terjadi saat namja itu terbangun dengan jeritan membengkakan telinga setiap orang disana. Selain itu namja itu langsung menatap tajam kearah orang-orang disana. Membuatnya terlihat seperti werewolf gila. Maka dari itu semua untuk sementara Chanyeol di tempatkan pada penjara khusus dengan diperintahkannya Baekhyun untuk menjaganya jika melihat kemampuan Baekhyun yang sangat berfungsi jika namja itu tiba-tiba mengamuk.
Baekhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya harus berhadapan dengan sosok namja di depannya "Kau harus makan, bocah.. Kau ini merepotkan"Dan ucapan itu berakhir dengan kesunyian dari sosok Chanyeol. Ini benar-benar memuakan.
.
.
.
"Kenapa kau tidak menerima ajakan Siwon hyung untuk menjadi raja?"Sehun berucap dengan tangan berkulit putih pucatnya mengusap rambut Tao yang masih betah menancapkan taringnya pada leher Kris sedari tadi. Dengan posisi Tao duduk dipangkuan Kris dan Sehun sendiri duduk disamping Kris. Mereka merasa kembali kemasa dimana mereka hanya sekedar penjaga untuk Tao sendiri.
"Aku tidak mau diatur, bukankah itu terlihat menyusahkan?"Kris menatap tangannya yang kini digenggam Tao begitu erat. Sempat terbesit dipikirannya dimana sekarang Tao suka sekali menempel kepadanya, berbeda saat dulu dimana dirinyalah yang selalu ingin menempel kepada Tao sampai harus melakukan segala hal hanya untuk bertemu sang namja panda "Siwon lebih cocok menjadi raja"lanjut namja itu.
"Aku masih tidak mengerti jalan pikiranmu"
"Aku juga.. Ah.. Bagaimana keadaan Suho, aku belum melihatnya"
"Lay hyung merawatnya, kelihatannya Suho sangat senang saat dirawat Lay hyung"
"Benarkah?.. Itu bagus"
"Keluarlah Luhan"Sehun menolehkan kepalanya kearah samping. Menghentikan usapan pada kepala Tao.
Luhan yang sedari tadi hanya berdiri di balik batang pohon besar tersentak pelan mendengar namanya dipanggil kemudian namja itu keluar dari persembunyiannya untuk melangkah kearah Sehun.
"Kau berjanji akan melatih kemampuanku"Ucap Luhan sambi menggaruk lehernya yang tidak terasa gatal. Namja itu sedikit tidak enak saat menganggu acara ketiga namja di depannya.
"Ah.. Aku melupakannya, baiklah.. "Tanpa sadar Sehun tersenyum tipis melihat kecanggungan namja bertubuh mungil di depannya. Sungguh.. Bahkan mereka sudah mengenal cukup lama tapi namja dengan ciri khas rusa dinamanya itu tetap saja merasa canggung.
Luhan bertambah canggung saat Sehun melangkah kearahnya kemudian rengkuhan di lehernyapun terasa. Sehun tengah merangkul pundaknya untuk mengajaknya beranjak pergi dari tempat itu.
"Sehun.. menyukai.. Lu.. han"Kris menatap sosok Tao yang baru saja mengucapkan kalimat sedikit gagap itu. Namja panda dengan belepotan darah di bibirnya itu tengah menatap kesegala arah. Tao memang masih belum bisa melihat tapi namja itu memiliki pendengaran cukup tajam.
"Darimana kau tahu?"Kris mengusap bibir Tao untu membersihkan ceceran darah segar di sana walaupun pada dasarnya namja panda itu tetap membersihkan belepotannya itu menggunakan lidahnya yang otomatis tidak sengaja menjilat telunjuk Kris yang masih membersihkan bibirnya.
Kris tersenyum melihat itu sebelum ide jahil terbesit di otaknya. Dengan gerakan cepat Kris menarik telunjuknya kemudian menggigitnya sampai terluka mengeluarkan darah, membuat Tao yang memang lebih memiliki insting vampire itu menyambar telunjuk Kris untuk memasukan telunjuk itu kedalam mulutnya. Mengulumnya dengan pelan untuk menyedot darah yang keluar dari sana. Sedangkan Kris hanya melihat itu dengan senyuman jahil sambil memaju mundurkan telunjuknya membuat Tao sedikit menggeram kesal. Ah.. terkadang memainkan sosok vampire memang menyenangkan.
"Aku tidak menyangka harus bertahan beberapa waktu hanya karena penyembuhan ini"Kris mengeluh. Ya.. Penyembuhan untuk regenerasi tangannya yang sempat terpotong itu membuatnya tidak diperbolehkan bergerak terlalu berat. Tangannya memang sudah kembali utuh tapi masih sangat kaku saat digerakan.
"Tunggu beberapa hari sebelum khayalanku terkabul"Kris berucap dengan tatapan memelas melihat bagaimana Tao mengulum telunjuknya. Ck..
Tbc
trimakasih untuk yang sudah review dan baca dan mampir di ff shiro, trimakasih banyak neeee 'o'/
BangMinki, Re-panda68, wulandari. Apple, aldiz. Ksh, juniel is a vampire hybrid, khafid, Ryanryanforeveryaoi, Lvenge, Kristao panda01, xyln, uniqve fire, sycarp, meyy-chaan, shinjiwo920202, niashyunbin, Tksit, Luwinaa, peach petals, junghyema.
Jujur, shiro juga bingung untuk chap sebelumnya .-. Bingung bagaimana jelasinnya. huehehehe '-'v untuk prajuris dan lain'', di jelaskna di sini. Untuk akhir tao, shiro masih rahasiakan. Trus apa lagi ya.. Aaa.. Bingung.
Pokoknya trimakasih banyak buat semuanya dari reader lama sampai reader baru, gomawooo, black pearl tinggal satu chapter lagi, semoga para reader gak bosen'' ne.. Gomawooooooooo,
