Pairing:KrisTao
Rating:T+/M
Genre:Romance/supernatural
Warning:Typo/masih pemula/masih butuh bimbingan/BL/Yaoi/
.
.
.
.
.
.
.
Satu kata dalam kebahagiaan. Satu kata dalam senyuman. Satu kata dalam air mataku. Untukmu. Yang terkasih.. Saranghae...
.
.
.
.
.
Black Pearl
ch-16-
.
.
.
.
.
Finally
.
.
.
.
.
.
.
"Disini dingin, ayo masuk"Kris mengusap rambut Tao berulang kali. Meminta sang namja panda untuk masuk kedalam. Merasakan udara cukup dingin malam ini. Ah.. Mengingat sang namja jauh lebih menyukai udara hangat.
Tao menoleh kearah Kris. Mengedipkan matnya beberapa kali sebelum mengangguk mengiyakan ajakan Kris. Malam ini Tao memilih menginap. Ya.. Dengan sedikit paksaan kepada Sehun beberapa kali karena namja berwajah pucat itu tidak mengijinkannya untuk menginap.
.
"Dia menginap?"Kris menolehkan pandangannya kearah belakang. Mendapati Siwon yang tengah berjalan kearahnya.
"Ya, ku harap tidak ada larangan"Kris berucap. Menatap datar kearah sang paman.
"Dia tunanganmu, bukankah begitu?"Siwon tersenyum kemudian melangkah menghampiri Kris untuk berhadapan dengan Tao yang sedikit mendongakan kepalanya kearah Siwon. Terlihat namja panda itu cukup pintar dari kata idiot yang selama ini selalu orang katakan. Mana mungkin seorang idiot memiliki insting yang sekuat ini?
Siwon menatap kearah Tao. Mengusap rambut namja berambut kelam itu dengan pelan. Mengingat bagaimana masalalu namja bermata panda itu kembali mengingatkannya kepada sosok sng raja. Ya.. Ketegasan seorang Jung Yunho dan bagaimana perawakan kelembutan sosok Kim Jaejoong. Cukup mengingat bagaimana senyuman dengan ikatan benang merah dari dua namja bangsawan yang menjadi tangisan kecil untuk sang namja panda.
"Jaga dia"Siwon berucap kembali. Menjauhkan tangannya dari pucuk kepala Tao kemudian berlalu meninggalakan dua namja disana.
"Tanpa di mintapun, akan ku lakukan"Kris bersuara. Bukan hanya sekedar ucapan tapi itu sudah menjadi janjinya. Janji yang selalu terucap sejak dulu tanpa dia sadari.
.
.
.
Kris berjalan pelan. Masih menuntun Tao di sebelahnya dengan genggaman sang namja panda pada telapak tangan besarnya. Melangkahkan kaki jenjangnya pada pijakan tangga terbuat dari kayu bewarna kecoklatan menuju kamar Kris.
"Ka... Nghh... Ahh.. Jan...ahh "Sedikit terkejut. Kris sedikit tersentak dengan suara tiba-tiba yang terdengar cukup jelas dari kamar yang mereka lewati.
Sedikit kalangkabut Kris mengarahkan kedua tangannya untuk menutupi kedua telinga Tao. Membuat namja panda yang awalnya mengedipkan kelopak matanya beberapa kali dengan kernyitan alis di wajahnya mendongakan sedikit kepalanya saat Kris menutup kedua telinganya.
"G.. Ge.. hng.. "Tao menggoyangkan kepalanya beberapa kali. Terlihat namja itu masih penasaran dengan suara-suara yang menurutnya asing disana.
"Jangan di dengar.. Ayo"Kris bersuara tepat di telinga Tao kemudian kembali menuntun Tao berjalan menuju kamarnya yang berselang satu kamar dengan kamar Kai sang pemilik sumber suara 'asing' dalam kamus Tao.
.
.
.
Helaan nafas mulai terdengar dari kedua belah bibir Kris. Merasa sedikit selamat setelah melewati kamar Kai. Sedikit kesal saat seharusnya namja berkulit eksotis itu berjaga malam ini dia malah ah.. Entahlah, Kris tidak mau memikirkannya lagi. Benar-benar ingin membersihkan otaknya ya.. Membersihkan otaknya sebelum matanya kembali terbelalak, menoleh kearah Tao secara tiba-tiba.
"Ka.. Ng.. A.. Ahh "Hampir saja mata Kris ingin terlepas dari tempatnya. Sungguh, apa yang sedang di lakukan Tao saat ini? Menirukan suara desahan seorang Kyungsoo yang sempat di dengarnya dengan kepala dimiringkan dan berwajah tidak berdosa. Ck
"Tao.. Berhenti"Kris bersuara.
"Ng,, ka.. Ahh hihihi nghh nghh "Bukannya berhenti Tao malah terus mengulanginya beberapa kali. Tidak menghiraukan bagaimana Kris terus bersuara menyuruhnya berhenti.
Oh ayolah Tao. Apa kau tidak mengerti sebagimana namja di depanmu itu sudah sedari tadi ah.. Atau sudah lama menahan hasratnya yang ingin segera melahapmu bulat-bulat?
Berbeda dengan Tao yang masih bersuara menirukan apa yang di dengarnya. Entah apa yang menarik dari suara itu sampai namja itu senang menirukannya , Kris malah menatap tajam kearah Tao. Tidak, bukan tajam dalam artian ingin memotong tubuh Tao dlam bentuk kecil-kecil. Tatapan datar ini jauh berbeda, seperti menahan sesuatu sedari tadi hingga namja itu memilih angkat tangan dan segera melepaskan setiap kancing kemeja putihnya.
"Dari pada menirukan, lebih baik kau buat saja suara baru... Peach"Kris berucap.
Tao tidak tahu apa yang terjadi selain suaranya tidak dpat keluar akibat bungkaman benda aneh dengan gerakan tubuh seseorang yang dia ketahui Kris membuat tubuhnya terdorong dengan kasar kearah kursi kayu lebar yang dia duduki, ah.. Ayolah, disini kastil werewolf, tidak akan ada sofa empuk disini selain kayu-kayu mahal dengan benturan sakit jika tubuh kita terpaksa tergeletak dengan tanpa persiapan. Dan jangan salahkan Tao jika dia ingin segera berteriak untuk mewakili kesakitan di punggungnya.
Tao terus berusaha mendorong tubuh Kris yang kini menindihnya. Namja itu sangat tidak suka rasa sakit di bagian punggungnya. Segera mungkin ingin berteriak sekeras mungkin saat tiba-tiba mulutnya terbungkam sesuatu benda aneh. Tao tidak tahu apa itu. Rasanya aneh. Menggelengkan kepalanya untuk beberapa kali. Mungkin kalian masih ingat bagimana tentang pelihatan Tao. Namja itu belum bisa menggunakan kedua matanya dan hal itu cukup membuat namja panda itu takut dan marah secara bersamaan saat tidak tahu siapa yang melakukan semua ini. Hanya mendengar suara Kris, orang yang di kenalnya beberapa saat lalu sebelum suara namja itu seperti tertelan dan tidak ada lagi kelembutan.
Kris terus melumat bibir namja di bawahnya. Tidak memperdulikan bagaimana keadaan Tao yang terus saja melakukan penolakan dengan mendorong pundaknya sedari tadi.
Dengan gerakan kasar Kris merobek pakaian yang di kenakan Tao. Membiarkan potongan kain dengan cakaran kecil tampak di kuit bewarna sawo matang sang namja panda. Seperti di butakan batu sebesar berkilo-kilo bahkan Kris tidak menyadari bagaimana tubuh namja itu bergetar takut. Sama sekali tidak menyukai apapun yang terjadi kepadanya.
"G.. Ge.. Ge.. "Seperti aingan anjing kecil. Tao bersuara. Meminta pada sosok yang selalu menjadi kehangatannya selama ini pertolongan. Tak menyadari jika namja yang kini telah membuatnya bergetar takut adalah sosok itu sendiri. Namja itu mengepalkan tangannya. Dia benar-benar ingin gege nya.
Tersentak. Kris membulatkan matanya. Kesadaran yang sempat hilang terasa kembali. Namja itu menatap kearah bawah. Melihat Tao yang kini tubuhnya bergetar hebat. Tak ada tangisan kecuali kedua bola mata sang namja itu kini bergulir cepat. Menyebutkan kata 'gege' berulangkali dengan patahan kalimat tak begitu jelas.
"Tao.. Maafkan gege.. "Kris mengusap kedua pipi Tao dengan gerakan gusar. Menyadari perebuatannya membuat sang terkasih tersakiti.
Tubuh Tao mulai berhenti bergetar. Membuat Kris dapat bernafas lega dengan senyuman tipis dibibirnya. Dengan pelan namja itu merengkuh tubuh Tao kedalam dekapannya. Membuat tubuh Tao setengah terbaring.
"Maaf.. "Kris mengulang kalimatnya kembali. Merasa sangat menyesal. Sungguh, dia akan berkata jujur jika dia cukup menginginkan namja yang kini berada dalam rengkuhannya apa lagi setelah tangannya sembuh total. Tapi walaupun dia menginginkannya dia tidak mungkin memaksa Tao melakukannya. Membuat namja itu nyaman di dekatnya jauh lebih penting daripada melakukan hal itu yang mungkin bisa di lakukan berulang kali.
"Ge.. Ge.. "Tao bersuara.
"Ne?"
"Sa.. Kit.. "Tao bersuara kembali, menggerakan tangan kanannya pada bagian bibirnya yang terlihat sedikit terkoyak. Ah.. Kris, sebenarnya seberapa buas dirimu saat kehilangan kendali?
Kris dengan pelan mengarahkan jari telunjuknya pada bibir Tao. Mengusap pelan bibir itu sebelum sinar biru kehijauan keluar dari telunjuknya.
Tao memejamkan pandangannya dengan berlahan saat merasakan kehangatan pada bibirnya. Tanpa sadar namja itu merengkuh erat tubuh Kris di depannya sat merasakan tubuhnya mulai dingin akibat tiupan angin dari jendela yang terbuka lebar di ruangan itu. Entah kemana rasa takutnya tadi. Yang sekarang namja panda pikirkan hanya kemana kehangatan pakaian hangatnya tadi?
Kris menghela nafas. Tidak memikirkan hal apapun saat ini. Cukup sudah membuat namja di depannya ketakutan tadi. Dia tidak ingin mengulanginya.
Dengan berlahan Kris merengkuh tubuh Tao lebih erat. Membuat dalam posisi berdiri sebelum memposisikan tubuh Tao digendong seperti bayi. Melangkah pelan menuju ketempat tidur untuk bersiap membaringkan panda besar ketempat tidur. Setelah membaringkan Tao, Kris yang berniat untuk beranjak sedikit terkejut saat Tao tidak mau melepaskan pelukannya pada lehernya. Namja itu masih betah menyembunyikan wajah pada perpotongan lehernya.
Kris mengusap rambut Tao dengan berlahan kemudian membaringkan tubuhnya di samping sang namja panda tanpa mengusik posisi Tao yang masih betah dengan posisinya sedari tadi.
"Di.. Ngin"Tao berucap pelan dengan masih wajah menempel pada dada bidang Kris yang tak tertutup pakaian.
"Lepas dulu, gege ambilkan selimut ne?"Kris berucap dengan tangannya berusaha melepaskan pelukan Tao di lehernya tetapi namja itu semakin mempererat pelukannya.
"G.. Gak bo.. Leh"Tao kembali mempererat pelukannya. Semakin membenamkan wajahnya pada dada Kris kemudian merambat ke perpotongan leher namja itu.
Sedikit terkejut tapi dia cukup tahu apa yang terjadi setelah Tao menempel pada lehernya terus. Namja panda itu lapar dan sekarang Kris dapat merasakan sengatan semut yang menancap pada perpotongan lehernya dengan hisapan berlahan.
Kris mengusap punggung Tao berlahan. Membiarkan namja itu meminum darahnya sebanyak mungkin toh dia sudah mempersiapkan obat-obat penambah darah di laci dekat tempat tidurnya untuk berjaga-jaga jika kejadian seperti ini terjadi.
"Ng.. Ngh.. "Jujur, untuk pertama kalinya Kris mengedipkan matanya dengan cepat sesat setelah pendengarannya menangkap suara desahan yang lolos begitu saja dari Tao. Namja itu sedikit menunduk untuk mendapati kini Tao sedang sedikit membusungkan dadanya akibat usapan pada punggungnya, membuat gesekan kecil pada nipple Kris sendiri dan jujur Kris berani bersumpah hasrat yang sempat hilang tadi sekarang kembali muncul. Tahan atau tidak?
"N.. Nhh.. Nghh"Itu jawaban bagus Tao. Desahanmu cukup membuat Kris menyalakan sinyal hijau pada atas kepalanya.
Kris semakin gencar mengusap punggung Tao sedikit lembut daripada perlakuannya yang sebelumnya. Masih ingat dia tidak ingin menyakiti sang namja. Usapan yang berawal dari punggung kini turun mencapai pinggul Tao. Mengusap dengan gerakan sangat lembut.
Suara erangan Tao terdengar jelas. Namja panda itu cukup merasakan bagaimana tangan seseorang tengah memasuki daerah privasinya. Merasakan bagaimana bongkahan besar di belakang tubuhnya di remas dengan begitu kuat hingga membuatnya tanpa sadar memajukan pinggulnya yang otomatis mempertemukan dua benda yang masih tertutup kain saling bergesekan. Tao tidak mengetahui apa yang sekarang dia rasakan. Sangat asing tetapi di lain tempat dia menginginkan semua ini.
Xxxxxx
.
Desahan masih menderu seiring tubuh berkulit sawo matang itu terbaring di ranjang empuk. Hentakan demi hentakan benda panjang di bawah tubuhnya terasa tidak ingin menghentikan semuanya. Lesakan tajam yang berasil membuat sang namja nengeluarkan desahan tanpa henti dari bibir merah bengkaknya. Entah berapa kali bibir itu mendesah, sepuluh? Seratus? Atau mungkin ribuan?
Mungkin malam ini tidak akan menjadi malam yang berakhir begitu cepat untuk kedua namja ya, setidaknya kecuali namja panda itu memilih untuk pingsan supaya namja pendominasi berhenti menghentakan miliknya.
"Saranghae.. Wu Zi Tao"
.
.
.
.
End
haloooo, ketemuu lagii dengan shiroooo 'o'/
keliaatannya sudah sampai akhir neee, shiro tidak tau mau ngomong apa lagi huehehe, bingung nee,
tapi shiro ucapin trimakasih untuk yang review, baca, mampir ff shirooo,
buat teman-teman yang dukung ff shiroo, yang nunggu ff shirooo, trimakasiiih banyaaaaaaaaaaaaaaaaak
TKsit, re-panda68, unique fire, shinjiwoo920202, niarhyunbin, aldiz. Ksh, flowarraa23, bangminki, junie is a vampire hybrid, kritaopanda01, lvenge, xyln, khafid, amechan95, hyemi park, luwinaa, junghyema, kirei thelittlehieves, baekhyunniewife, wulandari. apple, guest, dxm, dandelionaTao.
Trimakasiiiih banyaaaaaaaaaaak 'o'/
