Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya punya saya.

Summary : Kumpulan cerita seputar Uchiha. Dengan ciri khas kata "TIIIDDDAAAAAKKK" pada setiap chapnya.

By : Filladelfia

Sasuke Malang

Pagi.

"Bangun…"

"Bangun…!"

"BANGUN!!!" Sasuke terlonjak kaget. Sasuke membuka kedua matanya. Terlihat Sakura sedang senyum-senyum menahan tawa melihat Sasuke kaget seperti ini. Sasuke menatapnya sebal karena tidurnya terganggu. Mungkin karena melihat Sasuke yang bermuka masam Sakura langsung meminta maaf dan kemudian duduk di sofa. Sasuke semalam memang tidur di sofa gara-gara kelelahan sehabis bekerja merapikan arsip-arsip kantor di ruang tamu.

"Lebih baik kau pindah ke kamar saja, Sasuke!" kata Sakura sambil merapikan rambut Sasuke yang berantakan. Sasuke tetap diam. Rupanya masih mengantuk. Matanya setengah terbuka. Sakura menggeleng gemas.

"Ayo, kau tidak mau tidurmu nanti terganggu, kan?" kata Sakura yang kesal karena tidak digubris Sasuke.

"Sasuke,"

"Sasuke??"

"Uuh, Sasuke," Sakura mencubit pipi Sasuke pelan. Sasuke meletakkan tangannya diatas tangan Sakura yang ada dipipinya kemudian meletakkan tangan Sakura menjauh dari pipinya dengan mata yang masih tertutup.

"Ugh… Sudahlah, Sasuke, aku sudah memperingatkanmu," kata Sakura kemudian berlalu menuju dapur. Terlihat disana Mikoto sedang memasak di dapur.

"Eh, Sakura. Bagaimana? Apa Sasuke sudah mau pindah?" kata Mikoto kepada Sakura, menantunya. Ya… Sakura memang istrinya Sasuke. Sakura menggeleng lemah kemudian mengangkat bahunya,"Sasuke terlalu keras kepala, ibu,"

"YA sudah, kau bisa membantu ibu, kan?" kata Mikoto sambil menyerahkan pisau dan sayuran kepada Sakura.

***

"HEEEEEIII, Orang gila!!!!" teriak Itachi histeris saat memasuki rumahnya. Ia mendekati ke sofa kemudian tertawa terbahak-bahak. Sakura dan Mikoto yang sudah selesai menyiapkan makanan terkejut kemudian mendekat ingin tahu.

"Ada apa, Itachi?" kata Mikoto keheranan mendengar Itachi yang tertawa seperti itu. Itachi tak menjawab. Sebagai gantinya, ia menunjuk ke arah sofa sambil salah satu tangannya memegangi perutnya yang terlalu sakit karena terus tertawa. Satu gerakan kompak, Mikoto dan Sakura melihat Sasuke tertidur di sana. Mereka terkejut karena di sana ada Sasuke yang sudah tidak berwujud Sasuke lagi. Mereka berdua menahan tawanya karena tidak tega. Konan yang terkejut dengan suara tawa Itachi turun ke bawah dan mendapati Sasuke yang seperti itu. Ia ikut tertawa kecil. Sasuke yang merasa terganggu dengan suara tawa dari sekitarnya terbangun. Ia menatap semua orang tertawa kepadanya, kecuali Mikoto dan Sakura yang tersenyum geli menatapnya. Sasuke mengerutkan kening, memasang wajah bingung.

"Kalian ini kenapa sih?" tanyanya tak mengerti. Semua orang yang ditanyai tak menjawab malah semakin tertawa.

"HOI!!! Sakura, ada apa?" Tanya Sasuke keheranan. Melihat wajah Sasuke yang patut dikasihani, Sakura mendekat.

"Tuh kan, Sasuke sih, kan sudah kubilang ke kamar saja. Sekarang liat deh karena gak nurut!" kata Sakura pelan kemudian menyuruh Sasuke pergi ke kamar mandi. Semua orang memandang mengikuti langkahnya. Sasuke masuk ke kamar mandi. Semua orang di rumah itu berpandangan penuh arti. Dan tanpa ditunggu waktu lai, mereka langsung mendengar teriakan histeris dari seorang Sasuke," TIIIDDDAAAAAKKK!!!!"

Sakura tersenyum saat Sasuke keluar dari kamar mandi. Wajahnya sudah bersih dari 'sesuatu' itu.

"Sakura, kenapa wajahku seperti ini? Jangan-jangan kamu ya?" Tanya Sasuke kepada Sakura. Sakura menggeleng. "Iya kan? Kamu marah gara-gara aku gak nurut sama kamu?" lanjutnya.

"Ugh. Apaan sih? Seenaknya saja main tuduh!" kata Sakura ketus sambil berlalu menuju ke lantai atas. Sasuke mengerutkan keningnya melihat reaksi Sakura, kemudian mengikutinya ke atas. Itachi, Konan, dan Mikoto yang melihatnya hanya mengangkat bahu kemudian berlalu.

"Hei, kau kenapa? Ditanya malah seperti itu!" kata Sasuke sambil mengejarnya. Sakura tetap berlalu kemudian mengunci kamarnya.

"Hei!" kata Sasuke yang langsung menggedor mencoba membuka pintu kamarnya bersama Sakura.

"Ugh, Sasuke jahat," kata Sakura dibalik pintu.

"Gak kok! Aku kan cuma Tanya,"

"Tapi kok nada-nya nuduh!"

"Bukan. Aku cuma Tanya,"

"Bohong. Pasti Sasuke nuduh aku yang gituin wajahnya Sasuke, kan?"

"Bukan. Ya udah. Aku gak nuduh kamu yang giniin wajahku. Tapi, buka pintunya, Sakura!"

"Uh," walaupun malas, Sakura membukanya juga. Ia melihat Sasuke yang berwajah kesal.

"Tuh, kan. Masih marah. Pasti nyangka kalau yang membuat wajahmu begitu itu aku. Iya kan? Ih, Sasuke jahat banget sih!"

"Iya. Eh. Maksudku gak! Aku gak nuduh kamu. Iya deh. Maaf!" kata Sasuke pelan. Sakura menahan tawa melihat ekspresi wajah Sasuke yang memelas.

"Kenapa?" Tanya Sasuke bingung.

"Eng… tidak ada," kata Sakura sambil tersenyum manis.

"Hanya saja…." Lanjut Sakura.

"Apa?"

"Wajahmu lucu sekali tadi,"

"Ukh, dasar!" kata Sasuke kemudian mengelus lembut rambut Sakura dan menciumnya.

"IIIHHH, DASARRR!" sebuah suara yang sudah sangat familiar terdengar di telinga mereka. Mereka menoleh cepat.

"TAKO!" kata Sasuke sambil berteriak marah. Tako hanya tertawa-tawa. Wajahnya yang tampan dan imut terlihat bertambah imut. Sakura yang tak tahan melihat wajah imut Tako kemudian mencubit pipinya. Eng… Tako di sini kan anaknya Itachi. Makanya, dia wajahnya mirip sekali dengan Itachi, rambutnya juga diikat seperti ayahnya. Cuman bedanya, di wajah gak ada garis yang ada di deket hidung itu loh.

"Ih, Tako lucu, deh!"

"Ih, Bibi! Apaan sih?" kata Tako sambil mengelus pipinya. (A/N :Perlu dicatat (halah gak usah!), hubungan Tako dengan Sakura menjadi dekat sejak kejadian di chap 1 itu.)

"EH, apaan tuh?" Tanya Sasuke ketika melihat pipi Tako yang kehitam-hitaman. Sasuke segera mengambil tangan Tako dan membuka telapak tangannya, memperlihatkan sebatang crayon berwarna hitam.

"TAAKOOOO!!!! Jadi kamu ya?" teriak Sasuke marah. Ia kemudian mengejar Tako yang berlari ke lantai bawah sambil tertawa-tawa penuh kemenangan.

"Anak usil. Anak bandel. Anak se-" Sasuke menghentikan teriakannya, menoleh ke arah Itachi yang sedang duduk di sofa mengerutkan wajahnya bingung.

"Anak apa maksudmu?" kata Itachi menatap Sasuke curiga.

"A… Anak sekecil gitu kok nakal sekali!! iya! Iya, seperti itu, kok! Bukan apa-apa!" kata Sasuke yang gugup. Sebenarnya alasannya salah, karena huruf 'e' yang diucapkan berbeda bunyinya. Tapi… jujur saja, dia takut dihajar kakaknya jika memanggil Tako dengan anak Setan. Ketika sudah berhasil menangkap Tako, "Jadi, kamu tadi yang mencoret wajah paman, kan?" tanyanya marah sambil badannya berjongkok supaya sama tingginya dengan Tako, supaya ia bisa berhadap-hadapan dengan Tako, untuk melotot kepada anak itu.

"Eng bukan!"

"Iya kan?" kata Sasuke memaksa.

"BUKAN! KOK MAKSA SIH??"

"Iya kan? Kalau kamu bohong nanti hidungmu panjang," kata Sasuke mengancam sambil menunjuk hidung Tako, memencet hidungnya sebentar.

"Wakakaka… Ih, paman masih percaya aja yang kayak begituan. Dasar!!!" kata Tako tertawa terbahak-bahak. Sakura yang sudah turun ke bawah, Mikoto, dan Konan tertawa kecil.

"O.K deh. Kau kan yang mencoret wajahnya paman? Kalau kamu jujur mau ngaku, dan nyritain cerita yang sebenarnya, nanti kamu dapet es krim, gimana?" kata Sasuke yang tahu kelemahan Tako. Sejenak Tako tampak berfikir keras.

"Eng… Tapi bener es krimnya kan? Iya, aku yang nyoret wajahnya paman. Jadi gini….

Flashback

"Ih… Hiko nakal deh, ini kan punyaku," kata Tako kemudian merebut crayon yang dipegang Hiko.

"Eng… A… Uwaaaa…aaaaa," Rupanya, Hiko tidak terima dengan perlakuan kakaknya yang semena-mena merebut crayon dari tangan Hiko. Mendengar tangisan adiknya, Tako bukannya menenangkan adiknya malah berlari ke lantai bawah. Tako bersembunyi di bawah tangga. Dari atas terdengar teriakan Konan yang menyiratkan kekesalannya pada Tako. Tako menggeleng-geleng. Mulutnya komat-kamit menirukan kalimat yang diucapkan ibunya. Tangannya bergerak seperti sedang menggurui, bergerak ke kanan dan ke kiri. Tako berdiri. Ibunya sudah tidak mengomel lagi, adiknya juga sudah tidak menangis. Ia berjalan menuju ke pintu depan, hendak bermain ke luar. Dan saat melewati ruang tamu, ia melihat pamannya yang sedang tertidur dengan pulas di sofa. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar paman pemalas,"

Tiba-tiba, sebuah ide gila melintas di kepalanya. Ia mendekati pamannya yang suka digodanya, siapa lagi kalau bukan Sasuke Uchiha, orang yang selama ini selalu mengalah –tepatnya kalah- darinya. Tako mendekati Sasuke yang masih tertidur dengan nyenyak. Tako tertawa kecil. ia kemudian 'menghadiahi' pamannya sebuah mahakarya berlabel 'made by Tako'. Tako tertawa-tawa saat melakukan itu kepada Sasuke. Berlagak seperti sang seniman yang ahli, dia menggoreskan crayon itu ke wajah pamannya.

"Hmm… ke kiri. Oh oke! Ini matanya dikasi kaca mata, trus alisnya dipertebal supaya mirip ama paman Lee, Hmm, dikasi taring ah. Eh, ini tompelnya hampir ketinggalan! Hmmm… apa lagi ya? Bawah hidung udah dikasih kumis, bawah bibir udah dikasih jenggot. Oh, iya! Gambar! Hmmm… terus…. Dipipinya kasihin gambar aja, gambar kepalanya shinchan aja!" Tako berbisik pelan sambil tertawa-tawa riang tapi dengan suara yang pelan. Dia memandang puas 'hasil karyanya'. Walaupun dia sendiri mengakui, karyanya kali ini jelek sekali. Wajah Sasuke mirip orang gila. Yang seharusnya mirip dengan kepala shinchan tergambar mirip kotoran kerbau besar di pipi pamannya. Tako mengerutkan keningnya. "Ah, jelek ah, yang jadi modelnya paman Sasuke sih!!! Pergi dulu ah!" katanya kemudian berlalu, menuju keluar rumah.

End Of Flashback.

"Dasar anak nakal!" kata Sasuke gemas melihat keponakannya itu.

"Kak Itachi, punya anak kok bandel gini sih?" lanjut Sasuke kesal. Itachi hanya tersenyum kecil.

"Ala… tungguin aja. Aku sumpahin anak kamu nantinya bandel melebihi anakku!" kata Itachi. Sakura tersenyum melihat pertengkaran kedua kakak beradik itu.

"Gak akan! Iya kan, Sakura?" Tanya Sasuke sambil memandang istrinya mengharapkan pembelaan. Sakura menunduk blushing.

"O, jadi Tako gitu ya kalau dibilangin mama!" kata Konan sambil menggendong anak barunya, Uchiha Sirai (cewek, haduh, gak bakat buat nama). Tako menunduk "Maaf Ma!" katanya kemudian memeluk ibunya. Ia kemudian menoleh kepada pamannya,"Paman, jadi kan beli es krimnya?" katanya dengan mata yang berbinar-binar.

"Ogah!" kata Sasuke sambil berlalu ke lantai atas.

"Uh, paman jahat banget. Pembohong, ntar hidungnya panjang," kata Tako beteriak kencang.

"Ih, Tako masih percaya aja yang kayak begituan. Dasar!!!" kata Sasuke menirukan ucapan Tako sambil menjulurkan lidahnya. Tako, si anak yang imut tapi bandel (biasala anak kecil) hanya memajukan bibirnya kesal. Baru kali ini ia kalah dari pamannya.

Filladelfia : Sasuke sangat OOC. Eng… sebenarnya aku ini suka sekali anak kecil karena imutnya itu. Tapi… mereka kadang berisik dan mau menang sendiri sih (Tako : Ala… kayak kamu dulu enggak aja!!!)