Kumpulan Drabble Absurb Anak KnB
Kuroko no Basket (c) Fujimaki Tadatoshi
Rated : T
Genre : Humor, Drama
Warning : OOC, AU, typo(s), bahasa abal, beserta kelainan jiwa lainnya, humor garing
.
.
Happy Reading
.
Tak Mau Lagi
"Aku tak mau lagi menjadi bayanganmu lagi Aomine-kun!" Kuroko menangis
"Aku bisa melakukan ini semua sendiri, Aomine-kun bodoh!"
Kuroko menangis dan semakin menjadi-jadi.
"Kumohon bangunlah Aomine-kun." Kuroko memeluk peti kayu yang di dalamnya terbaring seseorang bernama 'Aomine Daiki'.
E-mail Terakhir
"Satsuki, kenapa kau menangis?" Aomine mendekati Momoi yang berada di pojokan gym sekolah Too.
"Tetsu-kun.. hiks... Tetsu-kun."
"Ada apa dengan Tetsu?" Aomine menaikkan sebelah matanya.
Momoi pun memberikan ponselnya pada Aomine.
"A-apa? Ti-tidak mungkin..."
Aomine menemukan isi e-mail itu adalah, 'Selamat tinggal Momoi-san, Aomine-kun. Doakan aku tenang di alam sana.'
"Te-tetsu..."
(Kuroko bunuh diri dikarenakan depresi dengan kehancuran keluarganya.)
Di Kereta Api
Takao selalu memperhatikan lelaki berambut hijau berkaca mata dengan benda aneh yang dibawanya selalu menaiki kereta api dengan waktu yang sama dengannya. Asumsikan Takao menyukai seseorang yang tidak dia ketahui namanya itu.
Setiap hari dia selalu memperhatikan lelaki itu dari kejauhan. Ingin dia mendekati lelaki itu dan berkenalan, namun tekadnya terlalu kecil.
Pada suatu hari Takao membulatkan niatnya untuk berkenalan dengan lelaki itu, namun pada saat menaiki kereta api dia tidak menemukan lelaki berambut hijau berkaca mata yang dia cari. Namun sayup-sayup dia mendengar percakapan.
"Kau tahu Midorima Shintaro kemarin pindah."
"Ha? Midorima Shintaro yang mana?"
"Yang punya rambut hijau berkaca mata itu. Suka bawa Lucky Item Oha Asa itu."
"Oh dia? SUNGGUH?"
"Iya, baru kemarin dia meninggalkan kota ini."
Takao pun putus harapan.
Tanpa Berkata Apapun
Kuroko terus menunggu kabar Akashi (kekasihnya) yang ada di Rakuzan. Setiap hari dia menunggu sampai dia bosan. Dan besoknya dia diajak jalan-jalan oleh Momoi hanya untuk menghilangkan rasa bosan.
Pada saat jalan-jalan Momoi angkat bicara, "Ne Tetsu-kun, apa kau tahu pacar barunya Akashi-kun."
"Pacar baru Akashi-kun?"
Momoi mengangguk, "Iya, kalau tidak salah namanya Hirasawa Koneko. Padahal seingatku dia masih punya pacar lamanya."
Kuroko berpura-pura tidak mengerti, "Pacar lama?"
"Iya, dia belum memutuskan pacar lamanya dan sudah jadian dengan pacar barunya. Kejam sekali."
Perasaan Kuroko pada Akashi seketika hancur dan sedetik kemudian dia membeci (calon) mantan kekasihnya.
Bersumpah
Aomine bersumpah dengan dirinya yang menjadi polisi, dia akan mencari pembunuh yang membunuh semua temannya di Kiseki no Sedai dan memenjarakannya selamanya.
Berbanding Perasaan
"Aku sangatlah Iri dengan Taiga." gumam Himuro. "Aku membencinya."
"Aku ingin seperti Tatsuya." gumam Kagami. "Aku menyayanginya."
Tetap Tersenyum
Riko tetap tersenyum pada saat seseorang yang dia cintai menikah dengan orang lain yang menjadi impiannya. Dia juga ikut membantu menjodohkan mereka. Hyuuga Junpei tersenyum pada calon pengantinnya.
"Riko, terima kasih karena telah membantu." ujar Hyuuga setelah berhasil melamar gadis impiannya.
Riko mengangguk, "Sama-sama Hyuuga-kun. Aku harap kalian hidup bahagia selamanya."
Hyuuga tersenyum lima jari, "Aku bersyukur memiliki teman sepertimu Riko."
"Aku juga bersyukur pernah mencintai seseorang sepertimu, Hyuuga-kun."
Kapan-kapan
"Oi Kise, sebentar lagi Inter-High akan dimulai. Apa kau akan ikut?"
Tidak ada jawaban.
"Hoi kuning, jangan diam saja jawab."
Tidak ada jawaban.
"Hah, kapan-kapan kita bermain basket bersama lagi ya?" Aomine menaruh Bunga Lily pada batu nisan yang bertuliskan 'Kise Ryota' sambil menangis.
"Tapi... Kapan?" Aomine memeluk dirinya sendiri.
Roh Kise memeluk dari belakang tubuh Aomine sambil berkata...
"Suatu saat nanti, Aominecchi."
Senyuman
Kuroko dan Ogiwara akan bermain Street Basket. Ogiwara yang membawa. Dia memainkan bolanya sementara Kuroko di sampingnya.
"Ops!" Bola yang dimainkan Ogiwara terjatuh dan menuju ke jalanan.
"Ogiwara-kun?" Kuroko memperhatikan temannya yang mau mengambil bolanya yang terjatuh.
Saat Ogiwara akan mengambil bolanya tiba-tiba ada sebuah truk yang melaju dengan kencang. Ogiwra shock, namun dengan cepat Kuroko mendorong temannya sampai ke tepi jalan. Sempat Ogiwara melihat senyuman teman masa kecilnya penuh ketulusan.
BRAAKK!
Kecelakaan tak terhindari. Kuroko terkapar di jalanan dalam keadaan sekarat.
"KUROOKOOOOOO!"
Menikah
Karena terlalu mencitai Momoi, Kuroko menikahi Momoi tercintanya yang sudah menjadi mayat.
Mind to Review, Please?
