Title : Element Bracelets

.

Author : Ayugai Risa

.

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member

.

Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple

.

Rated : T

.

Genre : Fantasy, Romance, Angst, Hurt/Comfort

.

Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD

.

Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa

.

"…" = Talking

'…' = Thinking

.

^^DON'T LIKE DON'T READ^^

.

^^ENJOY READING^^

.

.

Keputusan Donghae untuk menutup penampilannya dengan lagu First Love memang tepat. Seluruh pengunjung Alto Café bertepuk tangan untuknya, bahkan tidak sedikit yang melakukan standing ovation.

Donghae bangkit dari kursi piano dan membungkuk hormat kepada pengunjung café yang telah memujinya. Begitu dia mengangkat kepala, dia terkejut. Dia melihat seorang namja tengah memberikan standing ovation untuknya dari meja yang berada persis di depan panggung tempatnya berdiri sekarang.

Dia adalah Lee Hyukjae, teman sekelas Donghae, ketua kelas 11-B di SM High School, ketua klub dance, sekaligus namja yang dibuat marah olehnya tadi pagi.

Dilihat dari ekspresinya, nampaknya Eunhyuk juga terkejut melihat siapa sebenarnya sang pianis. Ternyata mereka berdua baru menyadari keberadaan satu sama lain di café ini. Keduanya kini terpaku saling menatap, masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, ekspresi kaget terpancar jelas dari wajah mereka.

Setelah berhasil menguasai diri, Donghae turun dari panggung dan duduk di kursi kosong di hadapan Eunhyuk. Di kursi yang tadi diduduki oleh Hankyung.

"Annyeong, Eunhyuk-ah," sapa Donghae.

Eunhyuk tersentak, akhirnya dia kembali memperoleh kesadarannya. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya membalas, "A… annyeong."

"Kau sedang berkunjung ke café ini?"

"Ne, ini pertama kalinya aku berada di sini. Tadi aku ada janji dengan Hankyung hyung, tapi dia sudah pulang duluan."

"Hankyung hyung?"

"Dia sunbae kita, kelas 12-C. Dia juga baru pindah ke SM hari ini, sama sepertimu."

Donghae mengangguk-angguk paham. "Tapi kenapa aku tidak melihat kalian? Padahal kalian duduk persis di depan panggung."

"Mungkin karena kau terlalu serius bermain piano," gurau Eunhyuk. "Oh ya, tadi penampilanmu bagus sekali. Kau berhasil membuat aku dan seluruh pengunjung café terpukau."

"Jinjja? Gomawo, Eunhyuk-ah." Donghae tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Eunhyuk mengamati penampilan lawan bicaranya. Donghae mengenakan kemeja putih panjang, rompi hitam, celana panjang yang sewarna dengan kemejanya, dan sepatu berwarna coklat tua yang senada dengan surai brunettenya. Penampilan Donghae sangat resmi, seakan-akan dia seorang pianis sungguhan.

"Apa kau sudah sering tampil di sini?"

"Ini pertama kalinya aku tampil di café ini, kau lupa kalau aku belum lama pindah dari Mokpo?"

Eunhyuk menepuk dahinya. "Aigoo, aku benar-benar lupa."

Donghae tertawa.

"Kau baru mulai bekerja paruh waktu di sini? Bagaimana bisa?"

"Seminggu yang lalu, aku iseng memainkan piano itu setelah makan di sini. Ternyata pemilik café melihatku dan menawarkanku untuk bekerja paruh waktu dengan menyuguhkan live music. Setelah dirundingkan, akhirnya aku tampil tiap seminggu sekali mulai jam setengah tujuh hingga jam setengah sembilan malam."

"Berarti aku beruntung bisa melihat penampilan pertamamu, Donghae-ya."

Keduanya tertawa bersamaan, tapi tidak berlangsung lama. Setelah tawa mereda, suasana hening menyelimuti mereka. Tidak ada satupun kata yang terucap dari bibir keduanya, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

'Aku harus meminta maaf padanya, tapi bagaimana caranya?' batin Donghae.

Kemudian Donghae mendapat ide. Dia berkata pada Eunhyuk, "Boleh aku permisi sebentar? Aku harus menemui pemilik café ini untuk meminta honorku, nanti aku kembali lagi."

"Oke."

Donghae bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu khusus pegawai café. Eunhyuk mengamati Donghae, dia selalu menyapa seluruh pegawai yang dia temui di sepanjang jalan. Walaupun baru sehari bekerja paruh waktu di sini, kelihatannya dia bisa langsung mengakrabkan diri dengan pegawai lain.

Setelah punggung Donghae menghilang di balik pintu khusus pegawai, Eunhyuk mengaduk-aduk jus jeruk pesanannya sambil menyenandungkan lagu First Love.

~Author POV End~

.

.

~Eunhyuk POV~

Ini sudah kesekian kalinya aku mengecek arloji milikku, arloji digital ini menampilkan angka 21:12. Kemana Donghae? Sudah hampir dua puluh menit aku menunggunya, tapi dia belum muncul-muncul juga. Apa dia sedang dimarahi oleh bosnya?

Aku sudah berjanji pada eomma supaya tidak pulang terlalu larut, tapi aku tidak mungkin pulang meninggalkan Donghae begitu saja kan? Aish, eotteoke?

Aku mengacak rambutku frustasi, lalu ku putuskan untuk menghabiskan jus jerukku perlahan-lahan untuk mengulur waktu. Kalau sampai Donghae belum juga datang saat jus jerukku sudah habis, aku akan pulang.

Ku lempar pandanganku ke arah panggung, kini seseorang tengah memainkan piano menggantikan Donghae. Dia mengenakan baju resmi seperti Donghae, kelihatannya orang itu juga bekerja paruh waktu di sini.

Pianis itu memainkan sebuah lagu ballad, membuat suasana café kembali menjadi romantis. Permainannya cukup bagus, walaupun belum sebagus Donghae tadi.

Ah, itu dia! Akhirnya Donghae keluar dari pintu khusus pegawai, untung saja jus jerukku baru habis setengahnya. Dia berjalan ke arahku dengan senyum sumringah, mungkin dia senang karena menerima gaji pertamanya.

Pakaiannya sudah berganti, kini dia memakai kaus merah dibalut dengan jaket hitam, celana denim hitam, dan sepasang sepatu sneakers merah-hitam. Dia memanggul sebuah tas ransel biru tua.

"Mianhae, apa aku membuat menunggu? Aku harus berganti pakaian dulu," ujar Donghae sambil duduk. Tasnya dia letakkan di sebelah kakinya.

"Gwenchana. Apa baju yang kau pakai tadi adalah seragam café ini? Ku lihat pianis itu juga memakai pakaian yang sama denganmu."

"Sebenarnya café ini menyediakan seragam untuk para pegawainya, tapi aku tidak mau mengenakan berbagi pakaian dengan orang lain. Aku takut tertular penyakit kulit." Donghae bergidik. "Jadi aku membeli pakaianku sendiri sesuai dengan seragam café ini."

Donghae membungkuk lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, tapi dia buru-buru menyembunyikan benda itu di belakang punggungnya. Apa itu? Kenapa aku tidak boleh melihatnya?

"Kenapa kau menaruh tanganmu di belakang? Kau menyembunyikan gaji pertamamu dariku? Kenapa kau tidak taruh saja di atas meja? Aku tidak akan mencurinya darimu," cerocosku.

Kemudian dia menarik tangannya dan mengulurkan sebuah benda padaku, yaitu setangkai mawar merah.

"Donghae-ya…? Apa maksudnya?" tanyaku. Aish, kenapa jantungku berdegup kencang? Aku ini kan namja straight.

"Hari ini aku melakukan banyak kesalahan padamu. Aku telah membuatmu dimarahi Han seongsaengnim, membuatmu mengamuk di kelas, dan aku juga tengah membuatmu menunggu. Terimalah bunga ini sebagai perwujudan maafku," ucap Donghae menyesal.

Perlahan, ku ambil mawar merah itu dengan tangan yang gemetar. Aku tidak menyangka kalau Donghae bisa seromantis ini, walaupun sedikit tidak wajar karena dia melakukannya padaku yang merupakan seorang namja sepertinya.

"Aku… memaafkanmu," gumamku.

Lagi-lagi hal yang tak terduga terjadi. Tangan kanannya meraih tangan kiriku yang berada di atas meja, lalu mengecup punggung tanganku.

"Gomawo, Hyukkie," jawab Donghae sambil mengelus punggung tanganku dan tersenyum.

DEG!

Jantungku berdebar semakin keras saat melihat senyum Donghae, sampai-sampai aku takut dia akan mendengarnya. Aish, apa ini efek dari lagu romantis yang sedang dimainkan? Kenapa perasaanku jadi mellow begini? Aku tidak boleh menyukainya, dia itu namja!

~Eunhyuk POV End~

.

.

~Donghae POV~

"Aku… memaafkanmu."

Setelah Eunhyuk mengatakan itu, aku bisa bernafas lega. Ku raih tangan kirinya dan ku kecup punggung tangannya.

"Gomawo, Hyukkie," jawabku sambil mengelus tangannya yang halus dan lebih mungil dariku, lalu aku tersenyum.

Ku lihat wajahnya memerah sekarang, namun dia tidak membalas ucapanku. Kini sebuah pertanyaan besar terlintas di kepalaku.

Kenapa aku memberinya mawar merah hanya untuk meminta maaf? Memang sih aku merasa amat sangat bersalah padanya, apalagi saat dia mengacuhkanku di sekolah. Tapi aku kan tinggal meminta maaf saja padanya, tidak perlu bersikap sok romantis seakan-akan dia ini yeojachinguku.

Apa aku menyukai Eunhyuk? Tapi dia juga namja, dan selama ini pun statusku adalah straight. Apa ini semua akibat dari lagu romantis yang sedang dimainkan? Aish, sekarang hatiku juga ikut terenyuh dan jantungku berdebar lebih cepat.

Tapi tiba-tiba Eunhyuk menarik tangannya dari genggamanku dan bangkit dari kursinya. Dia berkata, "Mianhae, aku harus pulang sekarang. Aku sudah berjanji pada eomma supaya tidak pulang terlalu larut. Terima kasih untuk bunganya, aku permisi."

Lalu dia pergi meninggalkan meja kami, meninggalkan Alto Café, meninggalkan aku yang hanya bisa terpaku menatap punggungnya tanpa berusaha menahannya.

Kalian tahu apa yang ku rasakan sekarang? Aku sulit bernafas, jantungku seakan berhenti berdetak, dan rasanya sesak. Sudah lama aku tidak merasa seperti ini, terakhir kali aku merasakannya saat aku diputuskan oleh yeojachinguku dan saat appaku meninggal dunia.

Aigoo, kelihatannya aku mulai menyukai seorang Lee Hyukjae. Eotteoke?

~Donghae POV End~

.

*SKIP TIME*

.

~Author POV~

Keesokan harinya di sekolah, kepala Eunhyuk masih saja dipenuhi dengan kejadian semalam. Bahkan sepulangnya dari Alto Café tadi malam, Eunhyuk nyaris tidak bisa tidur karena terus memikirkan itu. Lihat, kini dia terlihat seperti orang yang tengah jatuh cinta bukan?

Tapi Eunhyuk masih saja berpegang teguh pada status straightnya. Di dunia ini wanita lebih banyak daripada pria, jadi kenapa dia harus menyukai Donghae? Kasihan wanita-wanita di luar sana yang tidak mendapatkan pasangan hidup pria.

Eunhyuk yang masih mengantuk memilih untuk tidur di meja dan menjadikan tasnya sebagai bantal. Tapi baru beberapa menit terlelap, seseorang menepuk pundaknya dan membuatnya terbangun.

"Siapa sih yang berani mengganggu tidurku?" gerutu Eunhyuk sambil mengangkat wajahnya.

Seorang namja berdiri di hadapan meja Eunhyuk sambil tersenyum ramah pada si pemilik meja, ternyata dia adalah…

"Hankyung hyung?!" pekik Eunhyuk, kantuknya langsung menghilang. "Mianhae, aku tidak bermaksud untuk mengomeli hyung…"

"Hahaha, gwenchana. Aku yang harusnya minta maaf karena sudah mengganggu acara tidurmu," kata Hankyung. "Tapi bisakah kita keluar sebentar? Ada suatu hal yang ingin ku bicarakan, lanjutan dari pembicaraan kita semalam."

"Baiklah."

Mereka berdua melangkah keluar dari 11-B, untung saja baru ada segelintir murid di kelas itu. Kalau tidak, bisa saja Eunhyuk jadi bahan perbincangan karena akrab dengan sunbae yang baru pindah kemarin. Dan bisa saja dia digosipkan menyukai sesama jenis! Eunhyuk buru-buru menepis pemikiran itu dari benaknya.

"Apa yang mau hyung katakan? Kenapa tidak melalui SMS saja?" tanya Eunhyuk begitu mereka berdiri di tembok seberang kelas Eunhyuk.

"Mianhae, pulsaku sedang habis," jawab Hankyung sambil merogoh saku celananya dan memberikan sebuah gelang biru pada hoobae di depannya.

"Hyung, bukankah ini gelang elemen?"

"Ne, itu gelang elemen air. Aku hanya membawa dua gelang supaya tidak hilang," jawab Hankyung sembari melambaikan sebuah gelang hijau. "Yang ku pegang ini adalah gelang elemen tumbuhan. Elemen ini cukup spesial, tapi akan ku jelaskan padamu lain kali."

"Apa kita akan mencari orang yang bisa menggunakan kedua gelang ini?"

Hankyung mengangguk. "Kau hanya perlu menyentuhkan gelang ini dengan kulit orang-orang, lalu mereka akan bereaksi seperti kemarin saat menemukan orang yang tepat."

"Bisakah aku mengenakannya? Supaya lebih mudah, aku tinggal menyenggolkan tanganku ke kulit mereka."

"Boleh, itu ide yang bagus. Kalau dipakaikan ke orang biasa, gelang itu tidak akan mengeluarkan kekuatan aslinya."

Mulut Eunhyuk membulat berbentuk O, pertanda bahwa dia paham. Tapi Eunhyuk dan Hankyung tidak sadar, seorang namja sibuk memperhatikan salah satu dari mereka. Orang itu tidak bisa mendengar pembicaraan keduanya, tapi dia tidak suka melihat kebersamaan mereka. Wajahnya menyiratkan kemarahan dan… kecemburuan?

Tapi saat Hankyung melambaikan tangan pada Eunhyuk dan pergi, namja itu buru-buru masuk ke dalam kelasnya sebelum ketahuan mengintip.

Eunhyuk menunggu sampai Hankyung menghilang menuruni tangga, baru dia kembali ke dalam kelas 11-B. Saat dia berjalan menuju tempat mejanya berada, ternyata teman sebangkunya yang baru telah datang.

"Donghae-ya? Kau baru datang? Kenapa aku tidak melihatmu? Padahal aku kan berada di depan kelas?" kata Eunhyuk panjang lebar.

Tanpa diduga, Donghae membalas dengan dingin, "Tentu saja kau tidak sadar, kau terlalu sibuk berbicara dengan namja itu. Kalian terlihat seperti sepasang kekasih yang baru saja berpacaran."

DEG!

Eunhyuk kaget mendengar jawaban ketus dari mulut Donghae, dia tidak menyangka kalau murid baru itu akan merespon seperti tadi. Sikap Donghae yang sekarang berbeda sekali dengan yang semalam.

Kini namja bersurai brunette itu sibuk memainkan ponselnya, sementara Eunhyuk hanya berdiri mematung.

"Donghae-ya, waeyo? Apa kau marah padaku?" tanya Eunhyuk takut-takut.

Pertanyaan itu tidak digubris oleh Donghae yang masih berkutat dengan alat elektronik di tangannya. Eunhyuk terus memandangi Donghae dengan perasaan bersalah, walaupun sejujurnya dia tidak tahu kesalahan apa yang telah dia perbuat pada Donghae.

Merasa jengah karena terus-terusan dipandangi, Donghae akhirnya bangkit menghadap Eunhyuk. Walaupun tinggi badannya sedikit di bawah Eunhyuk, namun Donghae tidak gentar ataupun kehilangan percaya diri. Emosinya masih belum mereda.

Donghae mendekatkan wajahnya ke telinga Eunhyuk lalu berbisik, "Kalau kau ingin tahu jawabannya, susul aku sekarang juga ke atap sekolah. Kalau kau belum juga tiba saat lonceng berbunyi, aku tidak akan pernah memaafkanmu."

Setelah selesai mengucapkan itu, Donghae keluar dari kelas dan membanting pintu dengan agak kasar. Dan tanpa membuang waktu lagi, Eunhyuk buru-buru menyusulnya.

.

.

BRAK!

Eunhyuk membuka pintu atap gedung SM dengan tenaga yang berlebihan, sampai pintu itu terbanting. Dengan ragu-ragu, dia menghampiri Donghae yang sedang mengamati kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya.

"Cepat juga kau datang," kata Donghae singkat. Matanya masih terpaku ke bawah, tapi jari-jarinya mencengkeram pagar pembatas dari kawat yang menjulang tinggi. Kelihatan sekali kalau dia berusaha menahan emosinya supaya tidak meluap.

"Kau kenapa, Donghae-ya? Kau marah padaku?" gumam Eunhyuk, suaranya bergetar. Jujur saja, dia takut dengan sikap Donghae yang dingin seperti ini. Rasanya sebentar lagi air matanya akan tumpah.

Akhirnya Donghae berbalik menghadap Eunhyuk dan melempar sebuah tatapan tajam. "Ne, aku marah padamu."

"Wae? Apa aku sudah melakukan sesuatu yang membuatmu marah? Mianhae…"

Setelah mengatakan itu, Eunhyuk terisak. Dia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya yang memaksa untuk keluar, alhasil dua bulir air mata meluncur menuruni wajahnya. Walaupun dia namja, tapi Eunhyuk mudah menangis karena hatinya yang sensitif.

Donghae sedikit terenyak menyaksikan kondisi Eunhyuk yang memprihatinkan karena dirinya, matanya memerah dan wajahnya kotor karena air mata. Dengan nada yang lebih lembut, Donghae menjawab, "Ne, dan kau tahu kenapa?"

Eunhyuk menggeleng.

"Karena aku cemburu melihatmu berduaan dengan sunbae itu, Hyukkie."

Eunhyuk malah tertawa mendengarnya, jadi hanya karena itu Donghae sampai marah padanya? Dan bahkan sekarang wajah Donghae memerah setelah mengatakan itu. Apa dia malu? Aish, lucu sekali bocah ini.

Tanpa diduga, Donghae membentak, "Aku tidak sedang bercanda, Lee Hyukjae! Aku serius!"

Tubuh Eunhyuk menegang dan matanya kembali berkaca-kaca, padahal baru saja suasana hatinya sedikit membaik. Tapi anak labil (?) di hadapannya sukses membuat moodnya kacau balau lagi.

Kemudian tangan Donghae bergerak menuju wajah Eunhyuk, Eunhyuk refleks menutup matanya karena mengira Donghae akan memukulnya atau menamparnya. Tapi ternyata tangan itu malah menghapus air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.

"Mianhae telah membuatmu menangis, Hyukkie. Tapi aku benar-benar cemburu melihatmu berduaan dengan sunbae itu. Katakan sesuatu yang bisa membuatku yakin, Hyukkie," gumam Donghae pelan.

"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu semalam? Dia itu Hankyung hyung, dan aku menganggapnya seperti hyungku sendiri, tidak lebih," jawab Eunhyuk, dia bisa sedikit tersenyum sekarang. Matanya terpejam menikmati tiap sentuhan dari Donghae.

Donghae menyunggingkan sebuah senyuman. "Aku akan memegang kata-katamu, Hyukkie. Sekali lagi, jeongmal mianhae karena telah membuatmu menangis."

"Gwenchana, Donghae-ya. Tapi bolehkah aku bertanya padamu?"

"Boleh, kau mau tanya apa?"

"Kenapa kau sampai cemburu seperti itu saat aku dekat dengan Hankyung hyung?"

Lagi-lagi Donghae melakukan sesuatu yang tidak bisa diprediksi, dia menangkupkan wajah Eunhyuk di kedua tangannya dan mencium kening namja yang lebih tua beberapa bulan darinya itu.

"Saranghanikka."

Wajah keduanya merona hebat sekarang dan jantung mereka juga berdebar tidak karuan. Aish, lagi-lagi momen seperti semalam terulang, malah mungkin yang sekarang lebih romantis daripada itu.

Melihat Eunhyuk tidak juga bereaksi, Donghae buru-buru menambahkan, "Lu… lupakan ucapanku tadi. A… aku permisi dulu, sampai jumpa di kelas."

Donghae langsung mengambil langkah seribu dan pergi dari atap sekolah, sementara Eunhyuk masih terpaku di sana sambil memegangi pipinya yang merah menyala. Matanya menerawang melihat pintu yang baru saja ditutup oleh Donghae.

"Apa ucapanmu tadi tidak serius?" gumam Eunhyuk. "Kenapa kau hanya mengatakan itu? Kenapa kau tidak memintaku untuk menjadi namjachingumu? Padahal ku pikir kau akan mengatakan itu…"

Karena Eunhyuk akhirnya rela melepaskan status straight yang selama ini dia banggakan hanya untuk seorang Lee Donghae.

.

*SKIP TIME*

.

Eunhyuk semakin uring-uringan, bayangan tentang ucapan Donghae di atap sekolah tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. Dia berharap kalau Donghae sungguh-sungguh menyukainya dan tidak sedang mempermainkannya.

Ya, kalian tidak salah lihat. Eunhyuk telah jatuh hati pada Donghae!

Selama pelajaran tadi, Eunhyuk sama sekali tidak berani menoleh ke sebelah kiri. Dia takut bertemu pandang dengan Donghae. Kalaupun terpaksa menengok, Eunhyuk akan langsung melempar pandangan ke jendela kelas dan berusaha tidak melihat namja di sebelahnya.

Sekarang sudah waktunya pulang, Eunhyuk secepat kilat membereskan tasnya dan kabur dari kelas supaya tidak berurusan dengan Donghae. Baru beberapa langkah menuruni tangga, Eunhyuk bertemu dengan Ryeowook, Sungmin, Kibum, dan seorang namja yang sedang memeluk erat Sungmin.

"Mianhae, Hyukkie. Hari ini aku akan berkencan dengan Kyunnie, jadi aku tidak bisa pulang bersamamu," ujar Sungmin sambil menunjuk namja yang bergelayut padanya itu.

"Gwenchana, Minnie. Dan kau, Kyuhyun-ah," ujar Eunhyuk sambil mendeathglare Kyuhyun. "Jangan berbuat macam-macam pada Minnie."

"Kau pikir kau siapa? Seenaknya saja melarangku, kau bukan orangtuanya Minnie hyung," jawab Kyuhyun dingin.

Eunhyuk memukul kepala namja berambut ikal coklat itu. "Ya! Mana sopan santunmu, bocah?! Aku ini sunbaemu!"

"Appo…" Kyuhyun mempout bibirnya lucu, padahal dia seorang seme.

"Mianhae, Hyukkie hyung. Aku juga tidak bisa pulang bersamamu hari ini, klub paduan suara mengadakan rapat dadakan. Jeongmal mianhae, hyung," kata Ryeowook dengan wajah menyesal, lalu dia menunjuk Kibum. "Tapi Kibum-ah bilang, dia mau pulang bersama hyung. Ternyata rumahnya juga searah dengan kita."

"Gwenchana, Wookie. Kalau begitu, kajja kita pulang, Bummie," ajak Eunhyuk.

"Bummie?" ulang Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, dan Kibum.

Eunhyuk mengangguk. "Ne, itu panggilan baru untuk Kibum. Mulai sekarang kita akan memanggilnya Bummie, karena dia sudah menjadi bagian dari kita."

.

*SKIP TIME*

.

Eunhyuk dan Kibum sudah tiba di depan rumah Eunhyuk, sedangkan rumah Kibum masih beberapa blok dari sini. Saat Eunhyuk baru mau masuk ke dalam rumahnya, Kibum menahannya.

"Tunggu, hyung," kata Kibum.

"Hmm? Waeyo?"

Kibum menunjuk gelang elemen air yang masih melingkar di pergelangan tangan Eunhyuk. "Boleh aku lihat gelang hyung? Aku suka dengan warnanya."

Eunhyuk tertawa, lalu melepaskan gelang itu. "Tentu saja boleh. Aigoo, ku kira ada suatu hal yang penting, sampai-sampai kau menahanku begini."

Hari ini Eunhyuk sudah menyenggolkan gelang itu ke semua murid yang dia temui dan untungnya mereka semua tidak curiga. Tapi tidak ada satupun yang berhasil membuat gelang itu bercahaya. Karena Eunhyuk belum melakukan hal itu ke teman-temannya, jadi sekalian saja dia mencobanya pada Kibum. Siapa tahu dia bisa satu tim dengan salah satu temannya.

Saat Kibum menyentuh gelang itu, gelang itu mulai mengeluarkan cahaya kebiruan dan melayang beberapa senti dari tangannya. Kejadiannya persis sama seperti saat Eunhyuk menyentuh gelang elemen api kemarin.

Kibum terkejut menyaksikan kejadian yang tidak logis dan mustahil ini, sedangkan Eunhyuk terpana karena alasan yang lain. Dia merasa terkejut, senang, tak percaya, dan takjub menerima kenyataan bahwa hoobaenya itu akan menjadi teman satu timnya.

Setelah gelang itu terjatuh ke tanah, Eunhyuk langsung memeluk Kibum dan berseru, "Akhirnya aku menemukanmu!"

.

.

.

TBC

^Author's Note^

Gimana Haehyuk moment-nya? Kurang banyak? Kurang romantis? Mianhae, akhir-akhir ini Risa lagi sering galau. Jadinya gitu deh T_T

Ada Kyuhyun oppa~ Tapi cuma muncul bentar -_- Tenang, nanti bakal Risa banyakin, tapi gak tau di chap berapa mwahahaha *dirajam sparkyu*

Ternyata anggota ketiga dari tim baik-baik (?) adalah Kibum oppa! *peluk Bummie* *digorok Wonnie & Snowers* Dan dia elemen air, gatau kenapa Risa ngerasa warna biru cocok sama kepribadian Kibum oppa yang cool, tenang, dan misterius

Sekarang waktunya Risa bales review chap 2 dari chingudeul~

Me Naruto: Gomawo reviewnya~ Eunhyuk oppa tuh hot banget, makanya dia elemen api ;) *ditimpuk Jewels* Nih udah nambah 1 anggota lagi kan? ^^

futari chan: Nope, Alto Café cuma imajinasi Risa kok. Aku bakal coba perbaikin kalo masih ada typo di chap-chap selanjutnya. Gomawo Futari-chan~ :)

nyukkunyuk: Kenapa dia gak suka keramaian? Nanti ada jawabannya, entah di chap berapa *digaplok reader* Makasih RnR-nya! ^^

Anonymouss: Udah ketauan kan Kibum oppa elemennya apa? :3 Thanks for the review ^^

Kim Ji Yoon: Ne, Risa update cepet karena review dari chingudeul XD Contohnya, nanti bakal ada 2 gelang elemen api. Yang punya Hyuk oppa tuh gelang baik, tapi gelang yang di pihak musuh tuh gelang jahat. Semacem yin-yang gitu, ups kok Risa jadi spoiler? :P Gomawo chingu~

Arit291: Di chap ini udah mulai gak penasaran kan? Tuh Kibum oppa dapet gelang juga :P Thanks buat reviewnya~

GrisELF VIP: Ne, ini udah Risa usahain supaya ngebut. Berapa chap ya? Risa belom tau, tapi sebisa mungkin gak terlalu panjang supaya chingudeul gak bosen :3 Makasih udah review~

Park Ji Ra: Ne, aku juga ngebayanginnya gitu hehehe. Na do saranghae~ (?) Gomawo udah RnR :D

cho devi: Di chap ini udah ketauan kan Kibum oppa jadi pihak yang mana? Makasih buat RnR-nya chingu :)

Huge thanks for:

sweetyhaehyuk / Me Naruto / futari chan / nyukkunyuk / Anonymouss / DebieHY1 / Kim Ji Yoon / kyukyu / ressijewelll / Arit291 / dhianelf4ever / naomi chan / GrisELF VIP / Guest / Park Ji Ra / cho devi

Also for the Silent Readers and everyone who follow and favorite this fic. Thank you for your appreciation! ^^

Finally, RnR please? :D