Title : Element Bracelets

.

Author : Ayugai Risa

.

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member (13 + 2)

.

Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple

.

Rated : T

.

Genre : Fantasy, Romance, Angst, Hurt/Comfort

.

Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD

.

Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa

.

"…" = Talking

'…' = Thinking

.

^^DON'T LIKE DON'T READ^^

.

^^ENJOY READING^^

.

.

"Hyung, bisakah kau jelaskan apa maksud dari ini semua?" Kibum menatap Eunhyuk dengan heran karena tiba-tiba saja sang sunbae memeluk erat tubuhnya.

Eunhyuk melepaskan pelukannya dan mengambil gelang biru itu dari tanah. "Kau adalah orang yang terpilih untuk mengendalikan gelang elemen air ini, Bummie."

"Aku terpilih untuk mengendalikan gelang elemen air? Apa maksud hyung? Aku tidak mengerti."

"Sudah ku duga kau tidak akan mengerti, aku ini memang tidak pandai untuk memberi penjelasan." Eunhyuk menghela nafas. "Besok pagi aku akan datang ke kelasmu, aku juga akan mengajak seorang sunbae yang bisa menjelaskannya padamu. Arra?"

"Ne, arraseo."

"Di mana kelasmu? Aku lupa."

"10-C."

"Baiklah, aku pulang dulu. Sampai bertemu besok, Bummie."

.

*SKIP TIME*

.

GRAK!

Hankyung, yang sedang membaca buku catatannya di meja, mendongakkan kepala saat mendengar pintu kelas 12-C bergeser. Lalu dia melihat seorang namja yang dia kenal sedang menjulurkan kepalanya dan mencari-cari seseorang. Hankyung langsung berdiri dan menghampiri namja itu, karena dia tahu kalau namja itu pasti mencari dirinya.

"Eunhyuk-ah? Tumben kau datang ke kelasku," ujar Hankyung.

"Hyung! Aku sudah menemukan pengendali elemen air!" bisik Eunhyuk dengan nafas terengah-engah, nampaknya dia habis berlari untuk menuju ke sini.

Hankyung terkejut sekaligus senang. "Jinjja?! Siapa dia?"

"Kim Kibum, dia adalah temanku dan murid baru seperti hyung. Sebaiknya kita ke kelasnya sekarang, karena dia butuh penjelasan mengenai semua ini. Aku tidak bisa menjelaskan padanya, karena itu dia masih tidak mengerti." Eunhyuk tersenyum salah tingkah.

"Arraseo, kajja."

.

.

Sungmin baru saja keluar dari kelas 11-A ketika sekelebat dia melihat Eunhyuk sedang menaiki tangga menuju lantai tiga bersama seorang namja yang dia yakini adalah Tan Hangeng. Sungmin hanya memandangi mereka dan tidak menyapa, karena mereka berdua sudah keburu menghilang.

"Aneh, kenapa akhir-akhir ini keduanya akrab sekali? Padahal baru beberapa hari mereka berkenalan," gumam Sungmin seraya berjalan menuju toilet pria di lantai dua untuk menuntaskan 'panggilan alam'.

Setelah selesai buang air kecil, Sungmin mencuci tangannya di wastafel sambil mengecek penampilannya dengan cermin di hadapannya. Sesekali dia mengibaskan poni pirangnya yang mulai menutupi mata.

"Aish, apa ku potong saja poni ini?" gumamnya.

Dari pantulan di cermin, Sungmin melihat seorang namja masuk ke toilet pria dan mencuci tangan di sebelahnya.

Begitu namja itu hendak pergi, Sungmin melihat bahwa sebuah gelang hijau tergeletak di sebelah wastafel yang baru saja namja itu tinggalkan. Sungmin mengambil gelang itu dan bergegas menepuk pundak sang pemilik yang masih berdiri di pintu toilet.

"Hmm? Waeyo?" tanya namja itu ramah.

"Tunggu, gelangmu ketinggal-"

Kata-kata Sungmin terputus karena tiba-tiba gelang di genggamannya melayang dan mengambang di tengah udara, toilet itu kini diterangi oleh cahaya hijau yang keluar dari gelang itu. Sungmin terpana melihat keanehan itu, sementara namja di depannya juga terkejut walaupun tidak separah Sungmin.

Tapi keanehan itu menghilang sama cepatnya seperti kemunculannya, gelang itu jatuh ke telapak tangan Sungmin dan tidak mengeluarkan sinar kehijauan lagi. Sungmin menatap gelang itu dan namja di hadapannya secara bergantian, dia masih bingung dengan kejadian tadi dan meminta penjelasan dari sang pemilik gelang.

Tapi namja itu tidak bereaksi. Senyum ramahnya telah hilang dan tergantikan oleh sebuah seringai. Dia lalu berbisik, "Rupanya kau di sini, Plant."

.

.

Setelah Hankyung memperkenalkan diri dan menjelaskan semuanya, Kibum mulai mengerti tentang misteri gelang elemen. Sebenarnya masih banyak yang ingin dia tanyakan, tapi Hankyung menundanya karena terlalu riskan membicarakan hal seperti ini di sekolah. Jadi mereka bertiga sepakat untuk membicarakannya di suatu tempat sepulang sekolah.

"Kenapa tidak di Alto Café saja?" usul Eunhyuk.

"Eommaku mulai mengeluh, akhir-akhir ini aku selalu pulang malam," jawab Hankyung suram.

Kali ini Kibum mengusulkan, "Bagaimana kalau di rumah Hankyung hyung? Aku ingin melihat gelang-gelang yang lain."

"Ide yang bagus, Bummie. Aku setuju," jawab Eunhyuk.

Hankyung berujar, "Baiklah, kalau begitu kalian tunggu di gerbang sekolah. Hari ini aku membawa mobil, jadi kita pergi bersama. Arra?"

"Ne. Arraseo, hyung," jawab kedua hoobae kompak.

.

*SKIP TIME*

.

"Lho? Mana Bummie?" tanya Eunhyuk sambil meletakkan nampan makanannya di atas meja kantin.

"Molla." Sungmin mengangkat bahu.

Ryeowook menjawab, "Kata teman sekelasnya, dia sedang membaca buku di perpustakaan."

"Perpustakaan? Rajin sekali dia," komentar Eunhyuk.

"Aku dengar, Bummie lulus dengan nilai tertinggi di SMP-nya saat masih di Amerika," jawab Ryeowook sambil mengunyah nasi gorengnya.

"Jinjja? Yah, setidaknya Bummie tidak pernah menyombongkan kepintarannya seperti Kyuhyun," cibir Eunhyuk.

Sungmin baru saja hendak membuka mulut untuk membela namjachingunya, tapi sebuah ledakan tawa dari meja sebelah membuat perhatiannya teralihkan. Tepat di sebelah meja mereka bertiga, tujuh orang namja sedang tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon salah satu dari mereka. Saking gelinya, beberapa orang memegangi perut mereka yang mulai sakit, sementara yang lainnya memukul-mukul meja.

"Cih, geng narsis itu lagi. Mereka selalu saja mengganggu ketertiban…" desis Eunhyuk. "Bahkan namjachingumu juga ada di dalamnya, Minnie."

Kalian penasaran siapa 'geng narsis' yang Eunhyuk sindir tadi dan siapa saja yang ada di dalamnya? Risa pikir kalian sudah bisa menduganya, jika melihat dari jumlah anggotanya.

Ne, mereka adalah sekelompok namja populer yang dipuja hampir seluruh murid di SM, terutama para yeoja dan namja uke. Mereka selalu berkumpul setiap waktu istirahat dan saat pulang sekolah, tujuannya tentu saja untuk menebar pesona mereka ke seluruh penjuru sekolah agar semua orang takluk.

Ketujuh orang itu berasal dari tingkat yang berbeda, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Saking kompaknya (atau saking pamernya?), mereka bahkan membuat jaket eksklusif yang hanya dimiliki oleh anggota geng mereka.

Kita mulai dari namja bermata sipit seperti bulan sabit yang duduk di ujung kanan. Namanya Kim Jongwoon, tapi biasa dipanggil Yesung. Murid kelas 12-A dan ketua klub paduan suara itu sedikit… yah bisa dibilang agak lamban dalam berpikir *dirajam clouds*. Tapi kalau kau sudah mendengarkan suaranya saat bernyanyi, kau pasti tidak akan bisa mengatakan apa-apa saking takjubnya.

Yang duduk di sebelah Yesung adalah Kim Youngwoon atau Kangin, murid kelas 11-C dan ketua klub bela diri. Tubuhnya kekar, sifatnya manly, dan dia menyatakan kalau dirinya adalah namja tertampan nomor satu di Korea.

Selanjutnya adalah Choi Siwon, pria tampan berlesung pipi yang duduk di sebelah Kangin. Pengurus OSIS yang duduk di kelas 11-C itu terkenal sebagai murid yang taat dalam kehidupan beragama dan selalu pergi ke gereja sekolah untuk berdoa setiap jam istirahat kedua, selain itu orangtuanya juga kaya. Walaupun bersifat perfeksionis, Siwon ternyata juga seseorang yang narsis.

Kelihatannya kalian sudah mengenal siapa namja yang duduk di sebelah Siwon. Akan ku beritahu ciri-cirinya, surai ikal berwarna coklat muda, kulit putih pucat, tinggi di atas rata-rata namja seusianya, dan seringai iblis yang sering terpatri di sudut bibirnya. Ya, dialah Cho Kyuhyun. Murid kelas 10-A , namjachingu Sungmin, dan magnae dari 'geng narsis' ini. Memiliki suara bass yang tak kalah indah dari Yesung.

Mari kita berpindah pada namja berambut merah menyala yang duduk di seberang Kyuhyun. Namanya adalah Zhoumi, dari namanya saja kalian pasti tahu kalau dia berkebangsaan Cina. Dia sering membuat Kyuhyun cemburu karena Zhoumi satu kelas dengan Sungmin, di kelas 11-A.

Dan… tunggu! Apa kalian melihat apa yang Risa lihat?! Apa Risa tidak salah lihat? Oh sepertinya tidak, karena Eunhyuk pun sedang memandang ke arah yang sama dengan ekspresi terkejut. Kalian tahu kenapa?

Karena dua namja yang duduk di sebelah Zhoumi adalah Lee Donghae dan Tan Hangeng!

"Donghae? Hankyung hyung? Kenapa mereka ada di sana?" gumam Eunhyuk tidak percaya.

Sungmin menyeruput jus apelnya santai. "Lho? Kau baru tahu, Hyukkie? Saat pulang sekolah kemarin, Donghae dan Hankyung sunbae direkrut oleh yang lainnya. Menurut anggota lain, mereka berdua memiliki kharisma yang bagus."

"Kharisma yang bagus?" ulang Eunhyuk dengan wajah jijik.

"Ne, buktinya mereka bisa menarik perhatian seluruh murid di hari pertama mereka pindah ke sini. Begitu kata Kyunnie."

Eunhyuk menggumamkan kata-kata yang tidak jelas sambil mengaduk susu strawberry miliknya dengan geram. Ryeowook dan Sungmin hanya bisa mendengar kata-kata 'menghasut', 'ketertiban', dan 'menyebalkan'.

Tiba-tiba dari meja sebelah, Siwon berseru, "Bagaimana kalau mulai hari ini kita bermain truth or dare setiap jam istirahat pertama? Tapi satu hari cukup satu orang yang terpilih, apa kalian setuju?"

Ide Siwon itu disambut dengan anggukan dan gumaman setuju dari teman-teman satu gengnya, lalu mereka menggunakan botol soda plastik bekas Zhoumi sebagai penunjuk dan memutarnya di atas meja. Sepuluh pasang mata kini tertuju pada botol itu, menebak-nebak kira-kira siapakah yang akan ditunjuk olehnya.

Kenapa sepuluh pasang mata? Karena diam-diam Ryeowook, Sungmin, dan Eunhyuk juga memperhatikan permainan mereka. Ternyata mereka juga penasaran!

Perlahan-lahan botol itu mulai melambat dan akhirnya berhenti. Ujungnya yang memiliki tutup menunjuk pada…

"Yesung-ah!" ujar Hankyung.

"Untung bukan aku!" pekik Zhoumi penuh kemenangan.

"Mwo?! Aku?" Yesung menunjuk dirinya sendiri.

"Pilih truth atau dare?" tanya Donghae.

Yesung menelan ludah takut-takut. "Ngg… Dare saja."

"Kalau begitu…" Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Ekor matanya menangkap sosok seorang namja, kemudian Kyuhyun menunjuk namja itu dan berkata, "Hyung harus menyatakan cinta kepada dia!"

Yesung, anggota 'geng narsis' yang lain, Sungmin, dan Eunhyuk mengikuti arah yang ditunjuk jari Kyuhyun. Ternyata orang yang Kyuhyun adalah… Ryeowook?

"Mwo? Aku?" tanya Ryeowook polos, walaupun pipinya mulai merona sekarang.

"Yesung hyung pasti bisa, ayo maju." Kangin memberi semangat sambil mendorong punggung Yesung.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Yesung menyukai Ryeowook, hoobae sekaligus anggota klub paduan suara yang dia pimpin. Mereka berdua sering mewakili sekolah untuk mengikuti kompetisi bernyanyi dan sering memenangkannya pula, sehingga mereka sering dijodoh-jodohkan dan dijuluki 'couple dengan suara terindah'.

Awalnya Yesung acuh tak acuh dengan gosip itu, karena dia sama sekali tidak menyukai uri Wookie. Tapi lama kelamaan, Yesung malah jatuh hati pada Ryeowook. Sayangnya, dia tidak punya keberanian untuk menyatakannya. Apalagi saat melihat sifat polos Ryeowook yang sama sekali tidak tahu kalau Yesung menyukainya.

Sekarang kantin menjadi sunyi senyap, karena ternyata semua orang yang ada di situ juga menyaksikan permainan para anggota 'geng narsis'. Yesung kini telah berdiri di hadapan Ryeowook yang hanya duduk manis, keduanya gugup dan tersipu malu.

"Ngg… Ryeowook-ah?" panggil Yesung, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Waeyo, hyung?" tanya Ryeowook tak kalah gugup. Dia memanggil Yesung dengan 'hyung' karena Yesung yang memintanya saat Ryeowook pertama kali bergabung dengan klub paduan suara.

Kemudian Yesung berlutut di hadapan Ryeowook dan menggenggam tangan kanannya. Walaupun tangan Yesung lebih mungil, tapi itu tidak menghalanginya untuk menyatakan cinta. "Ryeowook-ah, saranghae. Ini bukanlah sekedar permainan truth or dare, karena sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak lama. Karena itu maukah kau menjadi namjachinguku?"

Wajah Ryeowook semakin merah membara mendengarnya. Sebenarnya dia sudah mengagumi Yesung semenjak pertama kali bergabung dengan klub paduan suara, tapi lambat laun perasaan kagum itu tumbuh menjadi cinta. Karena Ryeowook terlalu pemalu, dia hanya bisa menunggu Yesung menyatakan cintanya duluan.

Eunhyuk dan Sungmin, yang mengetahui dengan jelas perasaan Ryeowook, menyemangatinya. "Ayo, Wookie! Terima saja!"

Ryeowook akhirnya tersenyum manis dan berujar, "Na do saranghae, hyung. Aku mau menjadi namjachingumu, hyung."

Sorak riuh rendah terdengar di seluruh penjuru kantin saat seluruh isinya mendengar jawaban Ryeowook. Bukannya mereda, sorakan itu malah semakin menjadi tatkala mereka berdua berdiri dan Yesung memeluk namjachingu barunya.

Eunhyuk, Sungmin, serta seluruh anggota 'geng narsis' berbondong-bondong memberi selamat pada pasangan baru itu. Sungguh, Ryeowook dan Yesung tidak akan pernah melupakan hari bahagia ini.

Diam-diam, Eunhyuk melirik ke arah seorang namja yang sedang menyalami Yesung. Eunhyuk menghela nafas dalam terus menatap namja itu dengan getir.

'Donghae-ya, kapan kau akan menyatakan cinta seperti itu padaku?'

.

*SKIP TIME*

.

"Hyung, kau sudah izin pada Minnie hyung dan Wookie?" tanya Kibum.

Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, saat ini Kibum dan Eunhyuk sedang menunggu Hankyung dan mobilnya di gerbang sekolah.

"Sudah, lagipula mereka juga sedang sibuk. Minnie diantar pulang oleh Kyuhyun, sementara Wookie ikut klub paduan suara dengan namjachingu barunya."

"Mwo? Wookie punya namjachingu baru?" ulang Kibum tidak percaya.

"Ne. Namjachingu barunya adalah Yesung sunbae, murid kelas 12 sekaligus ketua klub paduan suara. Seandainya kau tidak ke perpustakaan tadi, kau pasti bisa melihat bagaimana Yesung sunbae menyatakan cinta pada Wookie di kantin. Kalau aku jadi kau, aku pasti akan menyesal karena tidak melihat kejadian romantis itu," ujar Eunhyuk dengan menggebu-gebu.

"Kalau begitu, ceritakan padaku bagaimana kronologi kejadiannya," pinta Kibum.

Sebelum Eunhyuk sempat menjawab, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang cukup mengagetkan dari belakang mereka. Eunhyuk dan Kibum berbalik menghadap sang sumber suara, sebuah mobil sport berwarna merah berhenti tepat di hadapan mereka sekarang. Kaca jendelanya turun perlahan dan menampakkan wajah oriental sunbae yang sudah mereka kenal, yaitu Hankyung.

"Ayo masuk." Hankyung mengedikkan kepalanya ke arah kursi belakang mobilnya.

Tanpa basa-basi lagi, Eunhyuk dan Kibum langsung melesat ke dalamnya karena mereka sudah mulai menjadi bahan tontonan oleh murid lain yang ada di sana. Ketua klub dance dan dua murid baru menaiki mobil mewah dan pulang bersama? Itu hal yang bisa dibilang jarang terjadi di SM, walaupun murid-muridnya banyak yang berasal dari keluarga berada.

Hankyung memindahkan gigi mobilnya dan langsung melesat menuju jalan raya. Sementara di kursi belakang, Eunhyuk dan Kibum meraih benda terdekat dan mencengkeramnya erat-erat karena mobil yang sedang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan yang tidak lazim.

"Hyung, tidak bisakah kau perlambat kecepatannya?" ujar Eunhyuk.

Hankyung menjawab santai, "Tidak bisa, sayang sekali. Lagipula jalanannya sedang sepi, jadi ku manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya."

"Andwaeee!" seru Kibum dan Eunhyuk bersamaan.

Setelah sekitar lima belas menit berada di antara hidup dan mati, akhirnya mobil Hankyung berhenti di depan sebuah rumah bernuansa Cina. Setelah memarkir mobil di garasi, Hankyung berjalan memasuki bagian dalam rumahnya. Kedua hoobaenya mengikuti dari belakang.

Hankyung mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk di sofa ruang tamunya, lalu memerintahkan salah satu pelayan prianya untuk membuatkan minum. Beberapa menit kemudian, pelayan itu kembali dengan membawa sebuah nampan. Di atasnya terletak tiga buah cangkir dengan uap yang masih mengepul.

"Silahkan diminum tehnya, daun teh ini dipetik langsung dari perkebunan teh di Cina," kata Hankyung begitu pelayannya selesai meletakkan ketiga cangkir di atas meja. "Dan Kibum-ah, apa yang ingin kau tanyakan?"

Kibum dan Eunhyuk, yang sedang mengagumi interior rumah yang kental dengan unsur Cina itu, langsung teralihkan perhatiannya saat mendengar Hankyung berbicara.

"Banyak sekali yang ingin ku tanyakan, sunbae." Kibum mengangkat cangkirnya dan menyeruput tehnya sedikit. "Dari mana sunbae mendapatkan gelang itu?"

"Jangan panggil aku sunbae, panggil aku hyung. Aku membelinya di sebuah toko barang antik di Cina, pemilik toko itu menjualnya dengan harga murah karena dia pikir itu hanyalah sebuah permainan kuno."

"Apa yang hyung beli hanyalah sekotak gelang? Kalau tidak salah hyung pernah bilang bahwa ada perkamen gulung yang menjelaskan tentang gelang ini," ujar Eunhyuk.

"Ne, dia berada di kotak yang sama dengan gelang-gelang itu."

"Boleh aku lihat kotak itu beserta isinya, hyung?" pinta Kibum.

Hankyung pergi meninggalkan Kibum dan Eunhyuk, lalu kembali tak lama kemudian dengan menenteng peti keemasan berukuran sedang. Dia meletakkannya di dekat kakinya karena meja tamunya tidak terlalu besar.

"Hyung bilang hanya sebuah kotak? Kenapa tiba-tiba menjadi peti? Sepertinya saat kita bertabrakan waktu itu, kotaknya tidak sebesar ini." celetuk Eunhyuk.

Hankyung membuka peti itu dan mengeluarkan satu per satu isi dari peti tersebut. Ada sebuah kotak yang berisi tujuh gelang elemen, satu buah gulungan perkamen yang sudah usang dimakan zaman, dan… tujuh buah jubah hitam? Bahkan ada pula tujuh buah topeng yang hanya menutupi separuh wajah dan sewarna dengan gelang elemen.

Eunhyuk mengambil salah satu jubah dan membentangkannya. "Hyung, apa jubah-jubah ini sudah ada sejak zaman dahulu? Kenapa modelnya trendi sekali? Bahkan yang ini ukurannya pas untukku," tambahnya sambil mencoba jubah itu dan memasang tudung kepalanya agar terlihat misterius.

Hankyung tertawa. "Tidak, aku sendiri yang membeli semua jubah itu baru-baru ini. Aku ingin anggota kelompok kita memiliki seragam, jadi aku membelinya dengan berbagai ukuran. Kita bisa membordir nama kelompok dan nama samaran kita di jubah itu, supaya terkesan lebih eksklusif."

"Wow, kalau begitu aku ambil jubah ini!" seru Eunhyuk. "Tapi kenapa warnanya hitam?"

"Itu warna favoritku."

"Topengnya juga lucu," puji Eunhyuk sambil mengamati topeng-topeng dalam peti.

"Aku terinspirasi dari salah satu MV Super Junior yang berjudul Opéra, ambilah sesuai dengan warna elemenmu."

Eunhyuk mengambil topeng yang berwarna merah. Dia berpikir sebentar, lalu menjentikkan jarinya. "Aku tahu nama yang pas untuk tim kita!"

"Apa?"

"Bagaimana kalau 'The Dark Seeker'? Itu cocok dengan warna jubah kita, warna kesukaan Hankyung hyung, dan bisa dibilang kelompok kita sedang mencari gelang elemen yang mengandung 'kegelapan'."

"Itu ide yang hebat!" komentar Hankyung. "Oh ya Kibum-ah, kau belum menentukan apa nama samaranmu."

"Bryan, itu nama panggilanku saat masih di Amerika." Kibum menjawab singkat, dia sedang mengamati tulisan Cina yang tertera dalam perkamen usang. "Hyung, bisa tolong kau artikan ini untukku?"

"Baiklah." Hankyung berdeham.

.

.

.

TBC

^Author's Note^

Gyaaa kenapa TBCnya di situ? *dikeroyok readerdeul* Karena takut kepanjangan, Risa pisahin sejarahnya di chap 5. Mianhae *bow* Jadi nanti bakal ada sejarah gelang elemen sama… adegan berantem! *applause* Ayo yang suka kekerasan (?) silahkan merapat~

Hayo lho, Minnie ketemu sama siapa tuh di toilet? Kok dia punya gelang ijo? Kan Minnie jelas-jelas ngeliat Hannie sama Hyukie naik ke atas. Hayo lho~ :P *Risa stress* Ecieee ada pasangan baru~ Chukkae oppadeul! Semoga langgeng! *salamin Wookie & Sungie* *dicincang YeWook Shipper*

Risa minta pendapat dong, kira-kira apa nama gengnya para seme? Kan gak lucu kalo Risa harus nyebut mereka 'geng narsis' terus tiap chap -_- Kalo ada yang cocok, bakal Risa pake lho. Ayo ayo kasih tau pendapat kalian~ *tebar bunga* :3

Waktunya bales review dari chap 3~

Kim Ji Yoon: Eits Haeppa belom nembak lho, Eunhyuk oppanya masih digantungin. Kasian ya? :') *dzig* Musuh? Kira-kira di chap ini udah ketauan belom ya musuhnya siapa~? *siul* Tapi yang pasti di chap depan ada adegan berantemnya. Gomawo reviewnya ^^

nurul. p. putri: Risa malah seneng kalo banyak yang nanya, berarti fic Risa misterius :3 Tugas 'The Dark Seeker'? Sama kayak superhero umumnya, berusaha ngehentiin kelompok jahat-jahat (?) supaya gak bikin onar. Haeppa termasuk anggotanya gak ya? Itu rahasia perusahaan :P Thanks udah RnR chingu :D

arit291: Elemen api jahat belom tentu muncul di chap ini lho, yang muncul malah tak terduga tuh ^^ Arigatou udah review~

Me Naruto: Gak kok tenang aja, buktinya udah Risa namain 'The Dark Seeker' di chap ini :) Makasih RnR-nya!

futari chan: Hehehe, Risa kan unpredictable makanya jadinya gitu :3 *plak* Gomawo chingu~

Chwyn: Kenapa Eunhyuk oppa takut keramaian? Nanti Risa jelasin, entah di chap berapa *duak* Donghae gak pura-pura kok, dia kayak gitu ada sebabnya. Aigoo, kok Risa jadi sok misterius gini sih? *abaikan* Thanks for your RnR chingu~ ^^

helloimhhs: Mungkin Risanya yang kecepetan ngupdate, abis Risa lagi semangat 45 nih akhir-akhir ini X3 Okay, gomawo~

Kim sang ri: Risa juga 16 tahun lho, kita seumuran! *toss* Dapet kok, Suju oppadeul pasti kebagian gelang semua. Tapi gak tau deh di kelompok yang mana :P Sippo, arigatou~

Huge thanks for:

Kim Ji Yoon / kyukyu / DebieHY1 / dhianelf4ever / nurul. p. putri / arit291 / reaRelf / nyukkunyuk / Anonymouss / Me Naruto / futari chan / Chwyn / helloimhhs / Kim sang ri / ressijewelll

Also for the Silent Readers and everyone who follow and favorite this fic. Thank you for your appreciation! ^^

Akhir kata, boleh Risa minta review dari readerdeul? Gak baik lho jadi Silent Reader terus (?) Lagian Risa gak bakal gigit (?) kalian kok, jebal~ *aegyo bareng Hyukie & Minnie*