Title : Element Bracelets
.
Author : Ayugai Risa
.
Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member (13 + 2)
.
Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple
.
Rated : T
.
Genre : Fantasy, Romance, Angst, Hurt/Comfort
.
Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD
.
Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa
.
"…" = Talking
'…' = Thinking
.
^^DON'T LIKE DON'T READ^^
.
^^ENJOY READING^^
.
.
Setelah mereka keluar dari bioskop, Eunhyuk dan Donghae memutuskan untuk makan karena perut mereka sudah bernyanyi minta diisi. Rupanya sekotak besar popcorn karamel belum cukup bagi mereka.
Dan di sinilah mereka sekarang, duduk berhadapan di sebuah restoran steak yang terkenal enak. Steak pesanan keduanya tengah mendesis karena disajikan di atas hotplate yang masih panas, tak lupa jus jeruk dan air mineral masing-masing untuk Eunhyuk dan Donghae.
Donghae sudah memulai acara makannya dari tadi, tapi terhenti begitu melihat Eunhyuk yang belum melakukan apa-apa. "Kenapa kau tidak makan, Hyukkie?"
Eunhyuk melirik tangannya yang diperban. "Aku tidak bisa menggunakan sendok dan garpu dengan tangan begini."
Donghae kemudian meletakkan pisau dan garpu miliknya dan mengambil pisau-garpu milik Eunhyuk, dengan sabar dia memotongkan makanan itu supaya pemiliknya lebih mudah untuk memakannya.
"Gomawo, Hae." Eunhyuk baru saja akan meraih garpunya, tapi dicegah oleh Donghae.
"Biarkan aku menyuapimu sekali saja, jebal~" pinta Donghae disertai dengan mata berbinar-binar bak anak kecil yang meminta untuk dibelikan mainan.
Eunhyuk tertawa melihat Donghae yang kekanak-kanakan seperti itu. "Baiklah."
Donghae menusuk salah satu potongan steak dan mengangsurkannya ke mulut Eunhyuk, tapi malah dijauhkan begitu Eunhyuk mendekatkan mulutnya pada steak itu. Begitu terus sampai tiga kali, Eunhyuk mempoutkan bibirnya saat Donghae mendekatkan steak itu untuk yang keempat kali.
"Jangan menggodaku, Hae. Aku sudah lapar."
"Hahaha, kenapa kau tidak bilang dari tadi? Mianhae, Hyukkie." Donghae akhirnya langsung menyuapi Eunhyuk.
Padahal Donghae bilang hanya akan menyuapi Eunhyuk satu kali, tapi dia malah meneruskan 'tugasnya' sampai steak milik Eunhyuk habis tak bersisa. Setelah itu barulah dia menghabiskan steaknya sendiri.
"Oh iya, aku masih mengenakan jaketmu, Hae. Ini ku kembalikan."
Eunhyuk kemudian melepas jaket baseball merah marun yang dia pakai dan berniat memberikannya pada pemilik yang asli, tapi tidak jadi karena beberapa tulisan di jaket itu berhasil menarik perhatiannya.
Di bagian atas punggung jaket, terdapat tulisan 'Lee Donghae' melengkung seperti pelangi. Di bawah tulisan tersebut terdapat tulisan angka 15 berukuran besar, dan di bawah angka itu terdapat tulisan 'Unknown' yang juga melengkung sehingga membentuk oval yang mengurung si angka 15. Kini Eunhyuk melihat bagian depan jaket, terdapat huruf U di bagian dada kirinya. Semua tulisan itu dibordir dengan benang kuning keemasan.
"Apa itu 'Unknown'?" tanya Eunhyuk sambil mengangsurkan jaket itu pada Donghae dan meminum jus jeruknya. "Dan kenapa angkanya 15?"
"Unknown adalah nama gengku, yang kemarin bermain Truth or Dare di kantin sekolah. Bukankah saat itu kau sedang makan di sebelah meja kami? Sedangkan 15 adalah tanggal lahirku."
Eunhyuk hampir saja menyemburkan jus jeruk miliknya ke wajah Donghae saking kagetnya, tapi untung dia masih bisa mengendalikan diri.
"Oh, geng narsis itu," komentar Eunhyuk ketus sambil buru-buru menjejalkan jaket itu ke pangkuan Donghae seakan-akan jaket itu adalah benda yang menjijikan.
"Waeyo, Hyukkie? Apa kau tidak suka dengan jaket ini? Atau dengan gengku itu?" tanya Donghae gusar.
"Pilihan yang kedua. Aku tidak suka dengan sikap mereka yang suka mencari perhatian dan mengganggu ketertiban, tapi tiba-tiba kau dan Hankyung hyung bergabung dengan mereka. Aku hanya tidak ingin kalian berdua ikut terpengaruh, Hae. Dan asal kau tahu, semua anggota geng itu memiliki penggemar yang banyak, dan aku…"
Eunhyuk hanya meneruskan kalimatnya dalam hati, 'Aku tidak mau kau memiliki penggemar lain selain aku, cukup aku yang boleh menyukaimu. Aku cemburu, Hae…'
Donghae nampaknya mengerti apa yang ingin disampaikan Eunhyuk. Dia tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Eunhyuk, pandangan mereka pun bertemu.
"Tenang saja, Lee Donghae tetaplah Lee Donghae. Aku berjanji tidak akan pernah berubah demi dirimu, Lee Hyukjae." Donghae lagi-lagi meretaskan senyuman yang sanggup membuat Eunhyuk meleleh di tempat. "Lagipula anggota Unknown tidak seonar yang kau bayangkan, tapi ku akui mereka memang kelewat narsis.
Eunhyuk terkekeh. "Kalau begitu kau masuk ke geng yang tepat, Hae."
"Enak saja, aku tidak narsis!" bantah Donghae sambil melepaskan tangannya dari wajah si namja berambut hitam.
"Lalu apa? Mencintai diri sendiri? Itu sih sama saja!" ledek Eunhyuk, setelah itu mereka berdua tertawa.
Setelah puas tertawa, Donghae menjulurkan satu jari kelingkingnya pada Eunhyuk.
"Untuk apa kau mengulurkan kelingkingmu?" tanya Eunhyuk bingung.
"Ini untuk mengikat janjiku yang tadi, aku berjanji tidak akan pernah berubah demi dirimu. Tapi kau juga harus berjanji untuk tidak memusuhi anggota Unknown, setuju?"
"Hmm… Baiklah."
Setelah Eunhyuk mengulurkan jarinya juga, kini kelingking kedua namja itu saling bertaut sebagai simbol terikatnya janji mereka.
.
.
"Hae, ayo kita bermain di situ!" Eunhyuk menunjuk sebuah game center setelah keluar dari restoran steak, dia kembali bergelayut di pinggang Donghae.
"Baiklah, bagaimana kalau kita bertanding? Kita akan memainkan lima permainan, pihak yang kalah harus menuruti permintaan dari pihak yang menang. Setuju?"
"Oke! Ku terima tantanganmu!"
Segera saja mereka berlari kesana kemari untuk melihat-lihat mainan apa yang akan dimainkan, persis seperti anak kecil yang antusias. Sekarang mereka tengah memainkan permainan balap mobil virtual, Donghae terlihat santai-santai saja memutar-mutar setir sementara Eunhyuk seringkali menabrak pagar pembatas lintasan. Hasilnya sudah bisa ditebak, Donghae-lah yang memenangkan pertandingan pertama.
"Curang! Kau kan bisa mengendarai mobil, sementara aku tidak," protes Eunhyuk.
Donghae malah tertawa terbahak-bahak melihat Eunhyuk kalah. "Hyukkie, ini tidak ada hubungannya dengan bisa mengendarai mobil atau tidak. Lagipula ini kan hanya permainan virtual, masa kau tidak bisa?"
"Kalau begitu kali ini kita akan bermain balap motor dan aku akan mengalahkanmu!" Eunhyuk menantang Donghae dengan semangat membara (mentang-mentang elemennya api -_-)
Sebenarnya Donghae takut juga, dia kan tidak bisa mengendarai motor. Tapi dia tidak mau kalah dengan Eunhyuk. Dengan lantang, dia menerima tantangan Eunhyuk. "Oke!"
Keduanya menaiki motor virtual yang bersebelahan dan mulai aksi balapan mereka. Tubuh mereka meliuk ke kanan dan kiri mengikuti sirkuit yang menjadi arena balapan. Motor mereka saling balap membalap, tak jarang keduanya nyaris bertabrakan karena berebut posisi pertama.
Dan ternyata hasilnya adalah… Donghae kalah! Kedudukan menjadi satu sama di antara keduanya sekarang.
Kali ini Donghae yang memilih permainannya. "Lomba ketiga aku yang pilih! Sekarang ayo kita bermain basket!"
"Oke!" Walaupun Eunhyuk kurus begitu, tapi dia suka berolahraga, termasuk bermain bola basket.
Setelah keduanya memasukkan koin di mesin yang bersebelahan, segera saja bola-bola basket menggelinding menuju mereka. Donghae dan Eunhyuk langsung berusaha memasukkan satu per satu bola itu ke dalam keranjang. Banyak yang masuk dan tak sedikit juga yang meleset.
Lomba kali ini dimenangkan oleh… Donghae! Dia menang tipis dengan skor 41-37, hanya berbeda empat poin.
"Kali ini giliranku memilih!" ujar Eunhyuk dengan berapi-api. "Sebagai ketua ekskul dance, aku menantangmu untuk lomba dance!"
Mereka pun mengarah ke mesin permainan yang memiliki layar di depannya dan beberapa tanda panah di bagian yang akan mereka injak. Setelah sepakat, mereka memilih lagu Sexy, Free and Single dari Super Junior sebagai lagu untuk bertanding.
Sexy, Free, and Single
Ijen junbineun wanryo
Sexy, Free, and Single
I'm ready too, Bingo
Begitu musik upbeat itu mengalun, kaki keduanya sibuk menginjak-injak tanda panah di bawah mereka sesuai dengan yang ditunjukkan oleh layar. Eunhyuk melirik Donghae sekilas dan melihat wajah namja itu tengah serius terpaku pada layar, satu hal yang Eunhyuk yakini sekarang adalah ternyata Donghae tidak kalah piawai dalam melakukan dance.
Bisa dibilang ini adalah permainan paling seru dari semua game yang telah mereka pertandingkan, bahkan orang lain berhenti sejenak dan menatap kagum kepiawaian mereka dalam melakukan dance. Begitu lagu selesai, tidak sedikit yang bertepuk tangan pada mereka.
Dengan nafas terengah-engah, Eunhyuk melihat skor yang tertera di layar. Dirinya mendapat skor 97%, sementara Donghae 94%. Eunhyuk menang!
"Berarti game terakhir ini adalah game penentuan siapakah yang akan menang. Kalau begitu…" Donghae melihat sekeliling, lalu dia menunjuk sebuah mesin game. "Kita akan memainkan itu!"
Eunhyuk melihat mesin yang ditunjuk oleh Donghae, ternyata mesin itu dipenuhi oleh boneka dan terdapat sebuah pencapit di atas mesin itu. Berarti…
"Kita akan bermain menangkap boneka. Orang pertama yang berhasil menangkap boneka akan menjadi pemenangnya, arra?" Donghae memberikan penjelasan.
"Arraseo," jawab Eunhyuk singkat dengan mata penuh determinasi yang haus akan kemenangan.
Donghae membiarkan Eunhyuk menjajal mesin itu terlebih dulu. Dengan telaten Eunhyuk menggerakkan joystick di tangan kanannya untuk mengarahkan pencapit tepat di atas sebuah boneka monyet yang menurutnya lucu. Setelah dirasa pas, Eunhyuk menekan sebuah tombol dan pencapit itu turun ke bawah.
Eunhyuk nyaris memekik ketika pencapit itu telah menggenggam kepala si boneka, tapi dia mendesah kecewa tatkala si boneka terlepas dari cengkeraman pencapit dan kembali jatuh ke dasar mesin.
Donghae mencoba juga, tapi gagal. Mereka pun bergantian untuk mengambil boneka itu, tapi sampai detik ini belum ada yang berhasil. Pada giliran Donghae yang ketiga, dia mengarahkan pencapit itu di atas boneka monyet sama seperti sebelumnya. Setelah menekan tombol, pencapit itu turun dan mencapit kepala si boneka.
Dan… berhasil! Boneka itu tidak lepas-lepas dan baru jatuh saat pencapit itu melepas cengkeramannya. Donghae langsung mengambil boneka itu dari celah di bawah mesin.
"Tadaaa! Aku berhasil mendapatkannya, Hyukkie~" seru Donghae riang. "Berarti aku yang menang!"
Eunhyuk menunduk kecewa. "Ne, aku tahu."
Tapi dia langsung mendongak saat merasakan sesuatu yang lembut menempel di pipinya, ternyata Donghae mendekatkan boneka monyet yang baru dia dapat ke pipi sang ketua ekskul dance di SM.
"Lihat, kalian berdua mirip sekali. Kalau begitu aku akan memberikan ini padamu, sebagai bukti kalau kita pernah jalan-jalan hari ini. Terimalah!" Donghae mengangsurkan boneka itu pada Eunhyuk.
Eunhyuk menerima si boneka monyet dengan senang sekaligus tersipu. "Jinjja? Gomawo, Hae."
"Tapi kau masih ingat kan?" Donghae tiba-tiba tersenyum penuh makna. "Sebagai hukuman karena telah kalah, kau harus menuruti permintaanku."
Eunhyuk refleks memeluk tubuhnya saat Donghae berjalan mendekat padanya. "Mwo?! Tu… tunggu, Hae! Apa yang akan kau lakukan?!"
Melihat reaksi Eunhyuk, Donghae malah tertawa dan mengelus surai hitam Eunhyuk. "Memangnya kau pikir aku akan melakukan apa padamu? Tidak ku sangka ternyata otakmu yadong juga, Hyukkie."
"Enak saja!" Eunhyuk mempout bibirnya.
Hal itu sukses membuat pipi Eunhyuk menjadi sasaran cubitan Donghae. "Aish… Jangan mengeluarkan wajah imut seperti itu, Hyukkie. Kau membuatku gemas."
"Ka… kalau begitu, apa permintaanmu? Lekas katakan." Eunhyuk mencoba mengalihkan pembicaraan supaya Donghae tidak melihat pipinya yang mulai memerah.
"Rupanya kau sudah tidak sabar, eoh? Kajja."
Donghae menarik lengan Eunhyuk menuju sebuah kotak kecil yang memiliki tirai, yaitu sebuah photobox. Mereka berdua masuk ke dalamnya dan duduk.
"Kita akan berfoto bersama, Hyukkie~ Pasang pose terbaikmu."
Mesin foto itu memotret mereka empat kali, keduanya sama-sama memamerkan gigi mereka pada pose pertama. Pada pose kedua, keduanya mempoutkan bibir. Berikutnya, mereka menyatukan kedua tangan mereka di atas kepala dan membentuk simbol hati. Dan pada pose terakhir, Donghae memeluk pundak Eunhyuk dan mengecup pipi namja itu secara tak terduga. Sementara itu, Eunhyuk membelalakkan mata karena kaget dan wajahnya merona.
Setelah keluar dari photobox, keduanya mengambil hasil foto yang sudah jadi. Mereka mencetaknya dua kali, satu untuk Eunhyuk dan satu untuk Donghae.
"Pajanglah foto-foto ini di kamarmu, ini akan menjadi bukti kenangan yang tak terlupakan," Donghae menyerahkan foto milik Eunhyuk. "Tapi kencan kita belum selesai, Hyukkie. Masih ada satu acara lagi yang harus kita jalani."
"Hmm? Acara apa itu, Hae?" tanya Eunhyuk dengan alis ekspresi yang ganjil, alis terangkat karena bingung dan bibir tersenyum karena senang. Kenapa senang?
Ternyata Donghae juga menganggap kalau ini adalah kencan!
Donghae menjawab dengan misterius, "Kau akan tahu sebentar lagi."
.
*SKIP TIME*
.
"Sebenarnya kita mau kemana, Hae?" tanya Eunhyuk sambil menengok ke namja yang sedang mengemudikan mobil di sebelahnya.
"Kau pasti tahu tempat yang akan kita tuju, tunggu saja." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Donghae.
Ternyata mobil sport Donghae tiba di Alto Café tak lama setelahnya. Walaupun tidak ada perubahan, tapi Eunhyuk tetap saja mengagumi café bertema musik tersebut begitu menjejakkan kakinya di pintu masuk. Cukup banyak pengunjung di dalamnya, tapi Donghae dan Eunhyuk memilih duduk di meja yang pernah mereka duduki beberapa hari yang lalu.
Eunhyuk merasa sangat beruntung karena meja itu kosong, padahal dia tidak melihat bahwa terdapat tanda 'Reserved' di atasnya yang berarti meja itu telah dipesan. Risa pikir kalian semua bisa menebak siapa yang memesan meja itu, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae?
Tiga puluh menit kemudian, mereka menyantap pesanan yang telah diantarkan oleh salah satu pelayan. Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara, keduanya sibuk dengan makanan dan minuman masing-masing. Melihat Eunhyuk yang kesulitan karena tangannya yang terluka, lagi-lagi Donghae menyuapi namja itu dengan sabar.
"Aku ke kamar mandi dulu ya, Hyukkie," izin Donghae setelah makanan di piring mereka telah tandas.
Eunhyuk mengiyakan dengan mengangguk, kemudian dia meneguk susu strawberry-nya. Dia tidak menyadari kalau Donghae bukan mengarah ke kamar mandi, melainkan menaiki tangga di pojok restoran.
Sepuluh menit kemudian, Donghae kembali ke meja mereka yang baru saja dia tinggalkan. Dia bertanya, "Hyukkie, bisakah kau ikut denganku sebentar?"
"Mwo? Mau kemana lagi kita?"
Donghae tidak menjawab, dia segera menggamit lengan Eunhyuk yang tidak diperban dan mengajak namja itu untuk menaiki tangga di sudut restoran. Begitu Donghae membuka pintu yang berada di ujung anak tangga, Eunhyuk terpana.
Pemandangan langit malam bertabur bintang tersaji di hadapan mereka, mengingat kalau sekarang sudah pukul tujuh malam. Tapi yang membuat Eunhyuk terkesiap adalah lilin-lilin yang menyala membentuk jalan di depan mereka dan berakhir di tengah atap café itu. Ada sesuatu berwarna merah di sana, tapi Eunhyuk tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Donghae mengajak Eunhyuk mengarungi jalan setapak itu bersama-sama. Setelah sampai di ujungnya, Eunhyuk baru sadar kalau benda merah yang dia lihat adalah sebuah balon berbentuk hati. Jantungnya semakin berdegup kencang saat Donghae dan dirinya berdiri berhadap-hadapan di sebelah balon itu, masih dengan tangan yang bertautan.
"Hyukkie," panggil Donghae.
"Wa… waeyo, Hae?" Eunhyuk menjadi gugup tanpa sebab yang jelas.
"Aku sudah pernah bilang kalau aku mencintaimu bukan?"
"N… ne."
"Dan sekarang aku akan melanjutkannya." Donghae menangkupkan tangannya di wajah Eunhyuk dan mengecup dahinya, sama seperti waktu itu. "Saranghae. Apakah kau, Lee Hyukjae, mau menjadi namjachingu dari Lee Donghae ini?"
Dan sama seperti waktu itu, wajah keduanya sudah seperti kepiting rebus dengan jantung yang berdetak cepat melebihi ambang batas normal. Rasanya Eunhyuk ingin terjun dari atas atap ini saking senangnya, tapi dia urungkan karena dia bahkan belum menerima pernyataan cinta Donghae.
Donghae mengambil balon di sebelahnya dan mengulurkannya pada Eunhyuk. Dia melanjutkan ucapannya, "Kalau kau bersedia menerimanya, ledakkan balon ini. Kalau tidak, berikan balon ini padaku. Kini semuanya… bergantung padamu."
Eunhyuk menerima balon itu dengan tangan gemetar. Selama beberapa menit tidak ada pergerakan berarti dari keduanya, Donghae masih menunggu keputusan Eunhyuk sementara Eunhyuk hanya memegangi balon itu dengan erat. Untung angin sedang tidak bertiup dengan kencang saat itu.
"Hae…" Eunhyuk akhirnya buka suara.
"Ne? Waeyo, Hyukkie?"
"Aku…" gumam Eunhyuk. "Aku tidak punya benda tajam untuk meledakkan balon ini."
Donghae terkejut. "Itu berarti…"
Eunhyuk mengangguk. "Na do saranghae, Lee Hyukjae mau menjadi namjachingu dari Lee Donghae."
Tidak ada kata yang bisa mengekspresikan kegembiraan Donghae saat ini, dia buru-buru merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah peniti. "Kalau begitu gunakan ini untuk meledakkannya."
Setelah menerimanya, Eunhyuk mendekatkan ujung peniti itu pada balon dengan takut-takut. Donghae malah sudah menutup telinganya duluan, dasar curang -_-
DOR!
Balon itu pun sukses meletus. Tapi Eunhyuk bisa melihat samar-samar, di antara sisa-sisa balon itu terdapat dua benda asing yang hendak jatuh karena tertarik gravitasi. Donghae buru-buru menangkap benda yang ternyata adalah gantungan ponsel itu.
Donghae memberikan sebuah gantungan ponsel berwarna kuning dan bermotif monyet pada Eunhyuk. "Gomawo sudah menerimaku, Hyukkie. Ini untukmu, gantunglah di ponselmu. Aku juga akan memakainya, milikku berwarna merah dan bermotif ikan."
Seakan semua kejutan itu belum cukup, Donghae merengkuh Eunhyuk dalam dekapannya yang hangat. Eunhyuk menyelipkan wajahnya di ceruk leher Donghae, menghirup aroma mint yang menguar dari surai brunette namjachingu barunya itu.
Kini keduanya memandang satu sama lain dengan lekat dan wajah mereka perlahan mendekat. Akhirnya bibir keduanya bertemu, inilah ciuman pertama mereka sebagai sepasang kekasih. Tidak ada lumatan, tidak ada hisapan, hanya saling menempel dengan luapan rasa cinta di dalamnya.
Eunhyuk tidak ingin mengetahui berapa banyak uang yang telah dikeluarkan oleh Donghae untuk menyiapkan hari spesial ini, Eunhyuk juga tidak peduli berapa lama Donghae merencanakan semua ini.
Baik Donghae maupun Eunhyuk telah menetapkan hari ini sebagai hari terindah yang pernah mereka lalui bersama seumur hidup mereka.
.
.
Mari kita beralih dari pasangan penuh cinta itu menuju ke rumah Hankyung. Di sana sang pemilik rumah terlihat sedang mencoret-coret buku catatannya dengan rumus-rumus yang rumit dan membuat mata sakit. Di sebelahnya, Yesung dan seorang namja lain tengah memperhatikan apa yang Hankyung tulis.
Mari kita bicarakan namja cantik yang duduk di sebelah Yesung itu. Murid kelas 12-B itu bernama Kim Heechul atau yang biasa dipanggil Heechul, namja berambut hitam sebahu dengan wajah yang unik dan mirip dengan yeoja. Kelakuannya pun juga mirip dengan yeoja, dia sangat suka berdandan dan berbelanja.
Mereka bertiga berkumpul di rumah Hankyung untuk mengerjakan PR yang diberikan oleh guru Matematika mereka, tapi Hankyung langsung jatuh hati pada Heechul saat namja itu menginjakkan kaki untuk pertama kalinya bersama Yesung di rumah Hankyung. Hankyung berusaha semaksimal mungkin membantu keduanya (terutama Heechul) untuk memahami PR Matematika itu.
"Sebaiknya kita beristirahat dulu, minumlah teh ini." Hankyung menunjuk teh yang tersaji di atas meja ruang tamu.
Yesung menyeruput tehnya sedikit demi sedikit, tapi dia tertarik untuk melihat beberapa gelang di tangan Hankyung. "Hankyung, boleh aku lihat gelang itu? Aku mau lihat yang warnanya hijau."
"Aku juga mau lihat! Aku mau lihat yang berwarna hitam!" seru Heechul tidak mau kalah.
Hankyung dengan senang hati melepaskan dua gelang itu dan memberikannya pada Yesung dan Heechul.
"Apa boleh ini menjadi milik-"
Tapi ucapan Heechul terputus karena gelang di tangannya dan Yesung terangkat beberapa senti dan melayang di tengah udara, masing-masing dari gelang itu mengeluarkan cahaya hitam dan hijau.
Tapi keanehan itu menghilang sama cepatnya seperti kemunculannya, gelang-gelang itu langsung terjatuh ke telapak tangan Yesung dan Heechul dan terlihat seperti gelang normal lagi.
"Yang tadi itu apa?" Yesung masih belum bisa mempercayai penglihatannya barusan.
"Hankyung, apa kau mengetahui sesuatu tentang kejadian barusan? Jelaskan padaku!" Heechul meminta penjelasan pada si pemilik gelang.
Hankyung tak kalah kaget dengan kedua temannya. "Jadi kalian… pemilik gelang elemen juga?"
.
.
.
TBC
^Author's Note^
Mianhae Risa updatenya rada ngaret daripada sebelumnya, Risa masih pekan ulangan :'( *dihajar readerdeul* Dan gomawo buat semua yang udah ngedoain Risa cepet sembuh :* ({})
Cie Haehyuk jadian~ Chukkae oppadeul! *meluk Haehyuk* *dirajam Haehyuk Shipper* Dan anggota The Dark Seeker nambah lho, hayo siapa tuh? ;)
Buat reviewer yang nanya kira-kira Hae masuk tim mana, mianhae Risa gak bisa kasih tau soalnya rahasia perusahaan *bow* Pasti nanti ada kok, makanya baca terus fic ini dan tunggu tanggal mainnya :3
Karena banyak reviewer yang nanyain tentang agoraphobia, Risa bakal jelasin apa yang Risa tau. Agoraphobia adalah ketakutan berlebihan terhadap tempat terbuka atau tempat rame, biasanya penderita phobia ini lebih seneng berada di rumah atau tempat tenang. Risa termasuk penderita phobia, jadi tiap kali ke tempat rame pasti pengen cepet-cepet pulang, sesek nafas, deg-degan, pusing, ngerasa gak aman, dan pernah juga sampe nangis. Penyebab Risa jadi agoraphobia tuh gara-gara trauma masa lalu, tapi kalo alesannya Hyuk oppa kena itu sih masih rahasia XP Tapi Risa ngerasa lebih tenang kalo ada orang yang Risa kenal di deket situ, biar bisa diajak ngobrol buat ngalihin sedikit rasa takut :)
Risa mau ngadain voting kecil nih. Di antara ketujuh elemen di cerita ini, elemen mana yang pengen kalian punya? Dan apa alesannya? Ada api, air, tanah, udara, cahaya, kegelapan, sama tumbuhan. Silahkan di-share ^^
Sebelum bales review, kalian bisa follow twitter aku: resdeay. Yang mau difollow back mention aja, tapi sebutin pen namenya biar Risa gak bingung XD Kalo yang mau tau FB Risa, PM aja :)
Balesan review dari chap 6~
kyukyu: Tuh mereka udah jadian, kasih selamet dong (?) Kalo Hae sih masih rahasia, tunggu aja :3 Gomawo buat doanya~
indahpus96: Ne, Risa juga iri :( Ne, abis image Kyu cocok buat masuk Conquistadores (Lah trus Teuk sama Min apa? ._.)
cherrizka980826: Aigoo Risa dipanggil eonni, jadi berasa tua XD Ne, Kyu jadi anggota baru Conquistadores
RieHaeHyuk: Ini udah Risa tambahin ya, semoga cukup. Molla, tunggu aja kelanjutannya :P
nvyptr: Di atas udah ku jelasin tentang agoraphobia ya, semoga nambah pengetahuan :) Ini udah dilanjut ya kencannya, udah jadian malah~
futari chan: Iya dong, Kyu oppa gitu lho (?) Tapi mereka udah jadian kok di chap ini. Gomawo doanya ^^
Anonymouss: Wkwkwk, namanya juga Evil Magnae *evil smirk bareng kyu* Untuk sementara Risa aminin deh :3 *plak*
Me Naruto: Iya nih, Haehyuk momentnya kepotong. Mianhae *bow* Nama timnya Conquistadores, bukan Conguistadores. Pake Q, gapapa kan Risa ralat? X) Ne, gomawo doanya~
Arit291: Gelang item tuh elemen kegelapan :) Masa sih segitu pervert? Menurut Risa malah unyu ._.
Triple3r: Yesung dapetnya gelang ijo tuh, yang item malah Kyu (tim jahat) sama Chul (tim baik) :) Agoraphobia udah Risa jelasin ya~
reaRelf: Doamu terkabul, mereka jadian di chap ini :D
nyukkunyuk: Agoraphobianya udah Risa jelasin ya di PM & di atas~ Nih si Hae udah ngelanjutin aksinya dengan nembak Hyuk! X3 Gomawo doanya!
Huge thanks for:
kyukyu / indahpus96 / myhyukkiesmile / cherrizka980826 / Haehyukshipper / DebieHY1 / RieHaeHyuk / HyukmilikHae / nvyptr / AmaterasuUchih1 / futari chan / Anonymouss / Lee Eun In / Me Naruto / Arit291 / hana ryeong9 / triple3r / ressijewelll / reaRelf / nyukkunyuk / dhianelf4ever
Also for the Silent Readers and everyone who follow and favorite this fic. Thank you for your appreciation! ^^
Akhir kata, boleh Risa minta review dari readerdeul? Gak baik lho jadi Silent Reader terus (?) Lagian Risa gak bakal gigit (?) kalian kok, jebal~ *aegyo bareng Hyukie & Minnie*
