Title : Element Bracelets

.

Author : Ayugai Risa

.

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member (13 + 2)

.

Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple

.

Rated : T

.

Genre : Fantasy, Romance, Angst, Hurt/Comfort

.

Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD

.

Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa

.

"…" = Talking

'…' = Thinking

.

^^DON'T LIKE DON'T READ^^

.

^^ENJOY READING^^

.

.

Sejak pulang dari kencan hingga hari Senin pagi ini, Eunhyuk masih saja tidak berhenti mencubiti sekujur tubuhnya untuk memastikan kalau kejadian di Sabtu malam itu bukanlah mimpi. Tapi cubitan yang menyakitkan itu membuktikan bahwa semuanya memang adalah kenyataan.

Gantungan ponsel dari Donghae masih tergantung pada ponsel Eunhyuk, sebuket bunga mawar dari Donghae sudah Eunhyuk letakkan di sebuah vas berisi air dingin di kamar tidurnya, wangi mint khas Donghae pun masih tercium di jaket Eunhyuk akibat pelukan erat mereka. Bahkan Eunhyuk tanpa sadar meraba bibirnya, dia masih bisa merasakan hangat dan manisnya bibir sang namjachingu tatkala mereka berciuman.

Seakan tidak mau merusak kesenangan Eunhyuk, sebuah pesan singkat di ponsel Eunhyuk telah menyambut hari Senin paginya saat namja penyuka pisang itu terjaga dari tidur malamnya, siapa lagi pengirimnya kalau bukan Donghae. Sebagai pasangan kekasih, tentu saja mereka telah bertukar nomor ponsel.

Mari kita lihat apa saja isinya.

From: Nae Fishy 3

Selamat pagi, nae Anchovy. Aku ingin sekali melihat namjachinguku saat tiba di kelas, jadi jangan datang terlambat, arra? Sampai ketemu nanti, maaf aku tidak bisa menjemputmu. Saranghae :*

Eunhyuk melirik jam wekernya, baru pukul 06:01 waktu Korea Selatan. Masih banyak waktu yang dia punya, karena SM masuk pukul tujuh pagi. Sambil memakai seragamnya, Eunhyuk membalas dua pesan itu.

To: Nae Fishy 3

Selamat pagi juga, nae Fishy. Aku sudah bangun sepagi ini hanya demi dirimu lho, chagi :P Na do saranghae :*

Dengan tujuan untuk bertemu namjachingunya lebih awal di sekolah, Eunhyuk langsung berangkat ke sekolah setelah berbenah diri. Masa bodoh jika di kelasnya belum ada siapa-siapa, dia tidak terlalu takut dengan hantu kok.

Akhirnya Eunhyuk tiba di SM High School dan telah menginjakkan kaki di koridor lantai dua, tapi tiba-tiba pandangannya menggelap saat baru berjalan empat langkah. Seseorang menutup mata Eunhyuk dari belakang, dari tangannya yang kekar Eunhyuk menduga kalau orang itu adalah namja.

"Nu… nuguya?" tanya Eunhyuk was-was.

Bulu kuduk Eunhyuk meremang saat orang misterius di belakangnya menghembuskan nafas hangat di perpotongan leher dan telinganya.

"Kalau aku berbicara begini, apa kau akan mengenaliku?" Namja itu balik bertanya dengan nada suara yang dibuat berat dan maskulin, membuat Eunhyuk semakin bergidik.

Kemudian Eunhyuk melepaskan tangan namja itu dengan paksa dan berbalik untuk melihat wajah orang itu. Namun dia terkesiap saat melihat Donghae tengah tersenyum padanya dengan jarak yang sangat dekat, lengannya terengkuh di pundak Eunhyuk.

Di belakang Donghae, Hankyung tengah menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan kedua hoobaenya yang bermesraan di koridor sepagi ini. Baik Donghae maupun Hankyung mengenakan jaket baseball merah marun khas anggota Unknown di atas seragam sekolah mereka, tapi jaket Hankyung bernomor punggung 9.

"H… Hae?!" Eunhyuk berusaha melepaskan diri dari pelukan Donghae walaupun tidak berhasil, wajahnya sudah merah. "Apa yang kau lakukan? Hankyung hyung sedang melihat kita."

"Wae? Aku sudah memberitahu Hankyung hyung kalau kita berpacaran kok, kenapa harus risih?"

"Tapi kan ini di sekolah, Hae…" cicit Eunhyuk.

Hankyung memutar bola matanya. "Gwenchana, abaikan saja aku. Anggap saja kalian sedang berdua dan tidak ada aku di sini."

"Jangan marah begitu, hyung. Kau juga pasti akan seperti ini kalau sudah berpacaran dengan Heechul hyung."

"Mwo? Jadi Hankyung hyung menyukai Heechul hyung?!" pekik Eunhyuk, dia terlihat seperti yeoja yang baru saja mengetahui gosip baru.

"Akan ku bunuh kau, Donghae…" desis Hankyung dengan nada mengancam, kontras sekali dengan wajahnya yang mulai merona.

Baik Donghae maupun Eunhyuk tertawa, jarang-jarang mereka bisa melihat sunbae mereka itu salah tingkah.

Setelah tawa mereda, Hankyung berkata, "Oh ya, Donghae. Apa aku boleh pinjam Eunhyuk saat istirahat kedua? Ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengannya."

"Hyung tidak akan berbuat macam-macam padanya bukan? Kalau sampai iya, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi hyung di tempat," ancam Donghae.

"Tenang saja, Eunhyuk bukan tipeku. Lagipula kau sudah tahu kalau aku sedang menyukai Heechul."

"Arraseo, aku akan pegang ucapan hyung," ujar Donghae, lalu dia berbalik menatap Eunhyuk dengan mata berbinar. "Bukannya aku tidak ingin menemanimu atau apa, chagiya. Tapi aku sudah berjanji dengan Siwon untuk pergi ke gereja sekolah saat istirahat kedua. Kau tidak marah kan?"

"Tentu saja tidak, Hae. Aku malah senang karena namjachinguku taat beribadah, apa ini akibat dari berteman dengan Siwon?"

Bukannya menjawab, yang ditanya malah menggamit jemari Eunhyuk yang tidak diperban dan menggandengnya untuk masuk ke kelas 11-B.

"Hae!" Pipi Eunhyuk kembali semerah tomat, dia memukul pundak Donghae walaupun tidak sungguh-sungguh.

"Sampai ketemu saat istirahat pertama, Hankyung hyung! Unknown akan melanjutkan permainan Truth or Dare yang baru berjalan satu kali itu!" Donghae melambaikan tangannya sambil melirik Hankyung.

Eunhyuk ikut melirik Hankyung. Setelah memastikan bahwa Donghae sudah tidak memandangnya lagi, Hankyung mengayunkan pergelangan tangannya yang dihiasi gelang berwarna kuning dan putih pada Eunhyuk.

Hanya dengan kode seperti itu, Eunhyuk pun tahu apa yang akan dia dan Hankyung bicarakan saat istirahat kedua nanti.

.

*SKIP TIME*

.

"Sudah waktunya istirahat pertama, chagi. Kajja, kita ke kantin," ajak Donghae pada namjachingunya, dia sudah mengulurkan tangannya di depan meja Eunhyuk layaknya seorang pangeran yang mengajak putrinya untuk berdansa.

Eunhyuk menutup bukunya dan langsung membalas uluran tangan Donghae, alhasil mereka pun berjalan di sepanjang koridor dengan bergandengan tangan. Perbuatan itu kontan saja menimbulkan reaksi dari seluruh murid SM yang melihatnya, karena ini adalah pertama kalinya pasangan Haehyuk mengumbar kemesraan di sekolah.

"Donghae oppa? Dengan Eunhyuk oppa?! Andwaeee!"

"Mereka kan sama-sama namja! Jadi mereka mengikuti jejak Kyumin dan Yewook?"

"Mereka berpacaran? Sejak kapan?"

"Donghae! Kenapa kau tidak menjadi namjachinguku?!"

Eunhyuk merasa tidak enak juga mendengar komentar-komentar negatif yang berseliweran di sepanjang perjalanan mereka menuju kantin. Tapi dia sungguh beruntung memiliki namjachingu seperti Donghae yang sangat memahami dirinya, namja berjulukan Fishy itu langsung memeluk kepala Eunhyuk dan menutupi sebelah telinganya.

"Jangan pedulikan mereka, chagi. Abaikan saja," bisik Donghae di telinga yang satu lagi.

Para yeoja maupun namja penggemar Donghae langsung memekik heboh melihat kejadian itu, sementara wajah Eunhyuk lagi-lagi dibuat merona hebat oleh perbuatan namjachingunya yang bisa dibilang romantis itu.

Sesampainya mereka di kantin, baik anggota Unknown maupun teman-teman Eunhyuk tidak kalah terkejut dengan orang-orang tatkala kedua namja itu datang. Sejauh ini Donghae dan Eunhyuk memang baru memberitahu Hankyung perihal hubungan mereka ini, bahkan Kyuhyun dan Sungmin yang membantu rencana Donghae pun tidak tahu kalau Eunhyuk telah menerima cinta Donghae.

"Donghae! Eunhyuk! Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang memberitahuku kalau kalian sudah berpacaran?!" seru Sungmin sambil menjewer telinga Eunhyuk dan Donghae yang baru saja tiba di mejanya.

Eunhyuk memegangi telinganya yang memerah. "Minnie, appo…"

"Mianhae, Sungmin-ah. Kami masih terlalu kasmaran hingga lupa memberitahumu dan Kyuhyun, seakan-akan dunia hanya milik kami berdua." Donghae memberi alasan dengan gaya bahasa bagaikan pujangga ternama.

"Chukkae, hyungdeul! Ternyata usahamu tidak sia-sia, Donghae hyung." Kyuhyun menyalami Eunhyuk dan Donghae.

"Donghae, ternyata kau mengikuti jejakku dan Kyuhyun, eoh? Chukkae ne," timpal Yesung.

Seperti saat Yesung dan Ryeowook berpacaran, Donghae dan Eunhyuk pun merelakan sedikit waktu istirahat mereka untuk menyalami teman-teman mereka. Setelah selesai, mereka pun duduk di kubu masing-masing. Eunhyuk bergosip dengan Sungmin, Ryeowook, dan Kibum, sementara Donghae bergabung dengan Unknown untuk melanjutkan Truth or Dare.

"Putar botolnya, Zhoumi!" titah Kangin.

"Untung saja aku sudah ditunjuk, jadi tidak perlu takut lagi." Yesung berkata dengan santai.

"Kira-kira siapa ya yang akan mendapat giliran hari ini?" Siwon bertanya-tanya.

Hankyung bergumam, "Siapapun asalkan bukan aku."

"Aku harap itu Kyuhyun," komentar Donghae.

Kyuhyun langsung mendeath glare Donghae dan berbisik, "Jadi itu balasan hyung atas bantuanku dan Minnie hyung, eoh?"

Zhoumi pun memutar botol bekas sodanya. Seluruh anggota Unknown menunggu berhentinya botol itu sambil menahan nafas, mereka ingin tahu siapa yang akan ditunjuk oleh benda mati itu.

Botol kosong itu semakin melambat, melambat, melambat, dan akhirnya berhenti. Ujung tutup botolnya menunjuk pada…

"Untung bukan aku!" Donghae meninju udara.

"Hei, kenapa harus aku?! Padahal aku yang memutar botolnya!" protes Zhoumi karena dialah yang harus menjalani Truth or Dare.

"Kalau begitu salahkan botol yang kau putar." Yesung menjawab dengan seenaknya.

"Haha, rasakan itu!" Kyuhyun tertawa sadis.

"Terima saja nasibmu, Zhoumi. Keputusan botol tidak bisa diganggu gugat," Hankyung menepuk pundak Zhoumi untuk memberikan semangat moril.

"Apa yang kau pilih? Truth atau Dare?" tanya Kangin.

"Dare saja."

Siwon menghela nafas dalam. "Kenapa sudah dua orang yang memilih Dare? Padahal bohong itu tidak baik, Zhoumi."

Zhoumi hanya mendengus sebal diceramahi seperti itu oleh Siwon.

"Bagaimana kalau kau mencari murid bernama Henry dan mengajaknya berkenalan?" usul Kangin.

Alis Zhoumi terangkat. "Henry? Nuguya?"

"Henry Lau, murid kelas 10-B yang juga berasal dari Cina seperti kau dan Hankyung," celetuk Yesung, lalu dia menoleh ke meja Sungmin dan kawan-kawan. "Bukankah begitu, Wookie chagi?"

Ryeowook, yang sedang menyantap ramyeon, mengangkat ibu jarinya. "Ne. Dia sekelas denganku, Zhoumi hyung."

"Hanya berkenalan, eoh? Ku rasa itu tidak lebih sulit daripada tantangan untuk Yesung hyung hari Jumat lalu. Tunjukkan padaku yang mana orangnya, Ryeowook," ujar Zhoumi meremehkan.

Ryeowook mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin dan menunjuk seorang namja berpipi chubby tengah duduk bersama teman-temannya tak jauh dari mereka. Zhoumi baru saja akan melangkahkan kakinya ke sana, tapi Kyuhyun menahan pundaknya.

"Hyung tidak boleh pergi sebelum membawa ini," ujarnya sambil memberikan sebuah pengeras suara portable pada Zhoumi (Risa lupa namanya apa, toa bukan sih? -_-) "Hyung harus berkenalan hingga semua orang di kantin ini mendengar suara hyung."

Zhoumi menelan ludah saat melihat anggota Unknown lain menyeringai jahat padanya, bahkan Eunhyuk dan kawan-kawannya pun turut serta. Dia mengambil pengeras suara itu dan berjalan menuju Henry.

Begitu Zhoumi sampai di meja Henry, si penghuni meja beserta teman-temannya menatap dengan heran. Murid bodoh mana yang membawa-bawa pengeras suara ke kantin, memangnya ini tempat untuk orasi?

Zhoumi menghidupkan pengeras suara itu, mendekatkannya ke mulut dan…

"Ni hao, Henry! Wo jiao Zhoumi, ayo kita berkenalan!" sapa Zhoumi dengan sedikit bahasa Mandarin terselip dalam ucapannya. Dia yakin kalau Henry mengerti ucapannya, karena mereka sama-sama berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Sekedar untuk informasi saja, arti dari ucapan Zhoumi di atas adalah "Apa kabar, Henry? Namaku Zhoumi, ayo kita berkenalan!" Dari mana Risa tahu? Karena di sekolah Risa ada pelajaran bahasa Mandarin *evil smirk*

Pengeras suara di tangan Zhoumi pun berhasil membuat ucapannya barusan terdengar ke seluruh penjuru kantin, membuat semua orang yang ada di sana menoleh serempak. Otomatis anggota Unknown lain serta Eunhyuk dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak di meja mereka.

"Untuk apa Zhoumi-gege mengajakku berkenalan? Bahkan gege sudah tahu namaku," celetuk Henry polos dan berhasil membuat seluruh pengunjung kantin tertawa.

Karena malu, wajah Zhoumi kini sudah sewarna dengan rambutnya yang merah menyala. "Tapi aku harus menjalani tantangan dari teman-temanku, dan tantangannya adalah harus mengajakmu berkenalan. Jebal, bantulah aku!" tambahnya sambil berlutut di sebelah Henry dengan tatapan memelas.

Henry akhirnya paham dan mengulurkan tangannya. "Wo jiao Henry Lau. Salam kenal, Zhoumi-gege."

Sorak riuh terdengar dari seluruh penjuru kantin ketika keduanya berjabat tangan, bahkan Zhoumi sempat-sempatnya mencubit pipi Henry.

"Xie xie, Henry. Anggaplah cubitan tadi sebagai rasa terima kasihku padamu, lagipula aku gemas melihat pipimu itu," ujar Zhoumi sambil berlalu.

Nampaknya setelah Zhoumi kembali ke meja Unknown, tidak ada satu orang pun yang menyadari kalau pipi Henry merona merah.

Aigoo, kau berhasil membuat seorang namja jatuh cinta padamu, Zhoumi.

.

*SKIP TIME*

.

~Leeteuk POV~

Orang-orang mengenalku sebagai ketua OSIS SM High School yang terkenal berwibawa dan memiliki senyum malaikat yang bisa meluluhkan hati siapa saja. Berkat ketenaranku itu, loker sekolahku pun sukses dipenuhi oleh surat cinta dari murid-murid di sekolah ini, tidak peduli yeoja ataupun namja.

Seperti sekarang ini, aku sedang sibuk mengurus surat perizinan untuk darmawisata sekolah yang sebentar lagi akan diadakan. Aku merelakan sedikit waktu belajarku tersita hanya untuk urusan ini, padahal aku sudah kelas 12 dan sebentar lagi akan lulus dari jenjang SMA.

Tapi selain aku, hanya ada dua orang yang tahu kalau aku juga memiliki peran lain di luar sekolah. Aku adalah pemimpin dari Conquistadores, sebuah organisasi berisi tujuh orang pemilik gelang elemen. Kedua orang yang mengetahui identitasku ini adalah Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun, sepasang kekasih yang merupakan hoobaeku di sekolah.

Berdasarkan perkamen yang ku temukan bersama dengan gelang itu saat aku sedang melakukan ekspedisi ke gurun pasir, aku harus mengalahkan kelompok lain yang memiliki gelang elemen jahat.

Dan baru-baru ini aku berhasil menemukan The Dark Seeker, begitulah kelompok itu menamai diri mereka. Mereka terdiri dari Joshua Tan sebagai pemimpin, Bryan Kim yang belum aku ketahui kekuatannya, dan Spencer Lee yang sedikit membuatku tertarik karena elemen apinya.

Karena terlalu sibuk dengan pikiranku, aku sedikit kaget saat seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku menoleh ke belakang dan melihat seorang namja tengah memegang selembar kertas.

"Mianhae, Leeteuk sunbae. Kertasmu ada yang terjatuh barusan," jawab namja itu.

"Ah, gomawo ne," Aku ambil kertas itu dan menyatukannya dalam tumpukan kertas di pelukanku. "Tapi dari mana kau tahu namaku?"

"Mana ada murid di sekolah ini yang tidak mengenal ketua OSISnya sendiri?"

Aku terkekeh. "Mana mungkin aku seterkenal itu, kau pasti sedang bercanda."

Kemudian aku mempunyai sebuah ide, ku letakkan kertas-kertas ini di lantai dan mengeluarkan sebuah empat buah gelang dari saku celana. Ya, ini adalah gelang elemen. Masing-masing berwarna merah, kuning, biru, dan coklat.

"Boleh aku minta pendapatmu sebentar? Apa menurutmu gelang-gelang ini cocok untuk ku berikan pada yeojachinguku?" tanyaku yang tentu saja bohong, tujuan asliku adalah untuk mencari tahu apakah namja itu termasuk pemilik gelang elemen.

Namja itu menatap sejenak aksesoris tangan itu sebelum menyentuhnya satu per satu. Dan saat dia menyentuh gelang berwarna biru, dia terkesiap. Gelang yang sewarna dengan laut dan langit itu bercahaya dan mengambang di tengah-tengah udara, seakan-akan hukum gravitasi tidak berlaku padanya.

Aku langsung menangkap gelang biru itu sebelum terjatuh ke lantai dan tanpa sadar meretaskan sebuah senyum yang lebih menyerupai seringai. "Selamat datang di Conquistadores, Water."

~Leeteuk POV End~

.

*SKIP TIME*

.

~Author POV~

Istirahat kedua telah tiba dan lima orang anggota The Dark Seeker telah berkumpul di atap SM. Mereka adalah Eunhyuk, Hankyung, Heechul, Kibum, dan Yesung.

Setelah memperkenalkan Yesung dan Heechul sebagai anggota baru mereka, Hankyung berkata, "Tinggal dua elemen lagi yang belum kita temukan pemiliknya, yaitu angin dan cahaya. Kalau melihat usaha kita selama beberapa hari ini, sepertinya kita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan mereka."

Perkataan Hankyung itu diiringi anggukan dari empat anggota lain.

"Ngomong-ngomong, apa nama samaran kalian, hyungdeul?" tanya Eunhyuk.

"Aku sudah memutuskan untuk menggunakan nama samaran Casey Kim," jawab Heechul.

Yesung berpikir sebentar. "Ku rasa aku akan memakai nama samaran Jerome Kim."

Eunhyuk dan Hankyung mengangguk-angguk paham.

Dengan surai yang berkibar ditiup angin, Kibum berkomentar, "Kita harus berhasil mendahului Conquistadores dan menyadarkan mereka dari kejahatan yang mereka lakukan."

Kelihatannya The Dark Seeker masih terlalu naif dalam menentukan baik dan buruk. Apa mereka tidak tahu kalau selain hitam dan putih, ada juga warna abu-abu?

.

.

Sementara itu di gereja SM, Siwon dan Donghae tengah khusyuk berdoa. Tidak ada yang tahu apa isi dari doa mereka, karena mereka mengucapkannya dalam hati.

Tiba-tiba suara pintu menginterupsi keheningan mereka dalam berdoa, refleks keduanya melirik ke pintu di belakang mereka. Seorang namja berambut merah menyala berjalan dengan tenang menyusuri gereja dan mendekati mereka.

"Mwo? Apa kau demam, Zhoumi? Kenapa tiba-tiba kau pergi ke sini?" tanya Donghae takjub.

"Memangnya tidak boleh? Ada suatu keinginan yang hendak ku sampaikan pada Tuhan, kau sendiri juga baru kali ini pergi ke gereja." Zhoumi balas meledek.

"Aku kan murid baru, jadi wajar kan? Selain diajak oleh Siwon, aku juga ingin berdoa pada Tuhan."

Zhoumi baru akan membalas ketika dia dan Donghae melihat tatapan tajam dari Siwon yang merasa terganggu dengan obrolan mereka, lalu ketiganya kembali berdoa dalam diam.

"Aku duluan ne, Zhoumi, Siwon. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nae namjachingu," pamit Donghae dan langsung pergi dari gereja tanpa menunggu persetujuan dari kedua temannya.

Tak lama kemudian Zhoumi dan Siwon pun menyudahi sesi berdoa mereka. Baru saja keduanya akan keluar dari gereja, seseorang membuka pintu lebih dulu dari mereka. Dan orang itu adalah Sungmin dan Kyuhyun.

"Kalian juga ingin berdoa? Tumben sekali," celetuk Zhoumi.

"Terima kasih Tuhan, kau telah memberikan kesadaran pada beberapa hamba-Mu hari ini," ucap Siwon penuh syukur.

Sungmin terkekeh, lalu mengulurkan gelang berwarna kuning dan merah pada keduanya. "Aku hanya ingin menemui kalian untuk meminta pendapat, apa menurut kalian gelang ini cocok untuk kami?"

Siwon meraih gelang yang berwarna kuning. "Kalau menurutku sih cocok-cocok saja."

Zhoumi memekik, "Aku suka yang merah ini! Warnanya sama dengan ram-"

Tapi kalimat Zhoumi terpotong, karena tiba-tiba saja kedua gelang yang dia dan Siwon pegang melayang beberapa senti dan mengeluarkan cahaya merah dan kuning. Tapi kejadian itu hanya berlangsung selama beberapa detik dan gelang itu kembali terjatuh ke tangan keduanya.

Zhoumi dan Siwon menatap gelang itu, Kyuhyun, dan Sungmin bergantian. Siapa tahu pasangan sejoli itu sedang bercanda dan bisa menjelaskan semua ini, apalagi Kyuhyun terkenal suka jahil.

"Ternyata kalian juga masuk dalam Conquistadores, eoh?" Hanya itu yang Kyuhyun ucapkan dengan seringai iblis yang khas.

.

.

.

TBC

^Author's Note^

Gyaaa makin lama updatenya makin ngaret! Huhuhu maafin Risa T_T *ditabok readerdeul* Ini semua gara-gara pekan ulangan yang gak tau kenapa gak kelar-kelar, mentang-mentang Risa udah kelas 12 :'(

Masa banyak reviewer yang nanyain dari mana Risa dapet inspirasi buat fic ini, soalnya mereka keinget sama MV EXO K - MAMA. Sumpah deh, Risa belom pernah sekalipun nonton tuh MV, download lagunya aja baru kemaren. Tapi emang lagunya keren sih, nanti Risa jadiin theme song kalo lagi ada battle ah~ Fic ini berdasarkan novel bikinan Risa sejak kelas 8 SMP, udah lama banget ne? X3

Wah ternyata reviewer paling banyak milih elemen udara eoh? Kalo Risa sih pengen punya elemen kegelapan, karena Risa orangnya misterius (?)

Pertanyaan yang timbul di chap ini:

1. Kenapa Leeteuk nyebut The Dark Seeker jahat?

2. Siapa namja yang ketemu sama Leeteuk?

3. Apa maksud kalimat 'baik-buruk', 'hitam-putih', dan 'abu-abu' setelah omongan Kibum?

CHAP DEPAN ADA BATTLE LHO~! YANG SUKA KEKERASAN, AYO MERAPAT~ *teriak pake toa bareng Zhoumi* *capslock ganyante* *dicincang*

Waktunya bales review yang belom Risa bales di PM~

Guest 1: Kamu harusnya kasih pen name dong, biar Risa tau kalo kamu lagi ilang XP Fic ini terinspirasi dari novel (abal) yang Risa bikin pas kelas 8 SMP, Risa belom pernah nonton MV MAMA bahkan hahaha

Guest 2: Kamu sama Guest 1 tuh orang yang sama ne? Kok reviewnya mirip? ._. Jinjja? Apa karena kamu anonymous reviewer? Kyaaa Risa gak tau gimana cara benerinnya X(

kyukyu: Iya, Risa jadi iri saking sweetnya mereka :( *plak*

hana ryeong9: 1 tim isinya cuma 7 orang chingu, Shindong oppa punya peran sendiri nanti :)

Ae-rin: Bangapseumnida Risha, tapi nama asliku bukan Risa lho :P Maksudnya pasangan elemen ya? Kalo iya, berarti Sungmin pasangan sama Yesung karena sama-sama tumbuhan, kalo Kyuhyun pasangan sama Heechul karena sama-sama kegelapan. Elemen dan tim Wookie masih rahasia, silahkan ditebak :3

Guest 3: Perang bakalan ada di chap depan, sabar menanti ne? ^^

Fitri jewel hyukkie: Kalo updatenya baru sekarang lama ya? Mianhae *bow*

nurul. p. putri: Hmm eotteoke? Risa gak tau kenapa anonymous reviewer susah review di fic Risa T_T Aku belom pernah nonton MV MAMA lho, inspirasinya dari novel bikinan Risa jaman SMP dulu~

Me Naruto: Nyehehe tulisannya salah lagi, yang bener The Dark Seeker *evil smirk bareng kyu* *dilindes*

E.L.F saranghaesujju: Pasti ku lanjut kok, cuma waktunya mungkin rada ngaret. Mianhae *bow*

Anonymouss: Berdoalah bareng Siwon biar terkabul (?) *Risa gajelas*

cho devi: Aku juga pengennya cincin, tapi kayaknya kok cepet banget dilamarnya? Jadi gantungan HP aja deh hoho -_- Anggep aja kasusnya kayak kita niup lilin, kan langsung mati tuh (?)

yewook couple: Ini baru Risa update, mianhae lama *bow* Molla, Risa belom tau. Tapi kayaknya cuma berapa belas, gak sampe 20 :D

Huge thanks for:

Guest 1 / Guest 2 / kyukyu / nyukkunyuk / hana ryeong9 / Ae-rin / futari chan / AmaterasuUchih1 / reaRelf / cmutzninot / myhyukkiesmile / Guest 3 / indahpus96 / dewdew90 / Lee Eun In / RieHaeHyuk / Park Ji Ra / Fitri jewel hyukkie / dhianelf4ever / nurul. p. putri. / Chwyn / Me Naruto / E.L.F saranghaesujju / cherrizka980826 / Anonymouss / SaranghaeHaeHyuk / triple3r / cho devi / HyukmilikHae / yewook couple

Also for the Silent Readers and everyone who follow and favorite this fic. Thank you for your appreciation! ^^

Akhir kata, boleh Risa minta review dari readerdeul? Gak baik lho jadi Silent Reader terus (?) Lagian Risa gak bakal gigit (?) kalian kok, jebal~ *aegyo bareng Hyukie & Minnie*