Title : Element Bracelets
.
Author : Ayugai Risa
.
Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member (13 + 2)
.
Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple
.
Rated : T
.
Genre : Fantasy, Romance, Action, Angst, Hurt/Comfort
.
Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD
.
Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa
.
"…" = Talk
'…' = Think
.
^^DON'T LIKE DON'T READ^^
.
^^ENJOY READING^^
.
.
Eunhyuk dan Heechul membuka mata mereka, keduanya berhasil kembali dengan selamat dari mimpi buruk Eunhyuk. Kibum, Hankyung, dan Yesung bergegas memeluk keduanya setelah melihat mereka sadar. Bahkan Yesung sampai menangis saking terharunya.
"Akhirnya hyungdeul sadar juga," ujar Kibum lega.
"Aku takut kalian tidak akan pernah sadar lagi, tapi ternyata Heechul kembali cukup cepat." Yesung berkata di sela isaknya.
Heechul memutar bola mata. "Kau tidak tahu apa yang ku hadapi di dalam sana, Yesung-ah."
"Syukurlah…" Saking senangnya, Hankyung yang dari tadi masih memeluk Heechul malah mengeratkan pelukannya dari belakang tubuh Heechul.
Heechul kaget dan berusaha memberontak. "A… apa yang kau lakukan, Hankyung-ah? Luka di perutku masih belum sembuh benar!"
Eunhyuk menghela nafas. "Ku rasa kau memang harus menyatakannya sekarang, Hankyung hyung."
"Hwaiting, Hankyung!" dukung Yesung.
Kibum hanya mengisyaratkan persetujuannya dengan anggukan.
Merasa mendapat dukungan dari teman-temannya, Hankyung lalu mengecup singkat pipi Heechul.
"Ha… Hankyung?" panggil Heechul, pipinya memerah.
"Wo ai ni, Kim Heechul. Maukah kau menjadi namjachinguku?" bisik Hankyung di telinga Heechul.
Suasana hening, semua namja yang ada di kamar tersebut menahan nafas dan tidak sabar untuk mengetahui jawaban dari Heechul.
Selang beberapa menit, Heechul tertawa kecil. "Kenapa kau menyatakan cinta di sini sih? Tidak romantis sama sekali, ditonton yang lain pula. Tapi… na do saranghae, Tan Hangeng."
Mendengar jawaban Heechul, otomatis Hankyung langsung mengangkat namja cantik tersebut dan mereka berputar-putar di tempat.
Heechul memprotes, "Ya! Turunkan aku, Hannie! Nanti aku pusing!"
Kontan saja kamar Hankyung dipenuhi tawa dari semua orang yang ada di sana. Setelah tawa mereda, Eunhyuk seperti tersadar akan suatu hal. Dia mengambil ponsel dari sakunya dan mengecek alat elektronik tersebut, tidak ada satu pesan pun yang tertera di layarnya.
Eunhyuk membatin, 'Kemana Donghae? Padahal dia berjanji untuk mengirimiku SMS… Apa saja yang dia lakukan dengan Minnie dan yang lainnya? Semoga tidak terjadi apa-apa.'
Eunhyuk tidak tahu bahwa Donghae tidak mengirimkan SMS karena namja itu baru saja disibukkan dengan pertarungan melawan The Dark Seeker.
.
*SKIP TIME*
.
Keesokan harinya di SM High School, Kibum tengah berjalan di koridor lantai tiga yang sepi sambil memikirkan sebuah rencana yang akan dia jalankan.
Kibum ingin memastikan, apakah Koala dan Zhoumi adalah orang yang sama.
Kemarin dia juga tidak memberitahu teman-temannya mengenai kecurigaannya terhadap Zhoumi, karena dugaan tersebut belum memiliki bukti. Kibum akan mencoba membuktikan hal tersebut jika dia bertemu dengan Zhoumi secara langsung.
Bukannya ingin bertindak sendirian atau apa, tapi Kibum yakin bahwa anggota The Dark Seeker yang lain tidak akan siap menerima kenyataan bahwa teman-teman di sekitar mereka adalah musuh mereka sendiri.
Menurut teman sekelasnya, Zhoumi adalah murid kelas 11-A. Itu berarti Kibum harus melancarkan 'aksinya' di lantai dua, dan sekarang dia sedang berjalan menuruni tangga. Sambil
Nampaknya Dewi Fortuna sedang berpihak pada Kibum, karena namja berkebangsaan Cina bernama Zhoumi itu baru saja keluar dari kelas 11-A dan mengarah ke toilet pria. Beberapa menit lagi mereka berdua akan berpapasan.
Kibum langsung menjalankan rencananya ketika Zhoumi semakin mendekat. Dia terus menekan kepalanya yang terbalut perban, berpura-pura sedang kesakitan. Tak lama kemudian, perban Kibum yang semula putih berubah warna menjadi merah karena darah yang mulai merembes dari kepala Kibum. Kibum sengaja menekan-nekan kepalanya agar cepat mengeluarkan darah.
"Sshh…" Agar aktingnya lebih meyakinkan, Kibum mendesis seperti sedang menahan sakit. Walaupun sebenarnya lukanya itu agak menyakitkan.
Sesuai perkiraan Kibum, perhatian Zhoumi langsung teralihkan menuju kepala Kibum yang berdarah. Tatapannya tak lagi normal, dia kelihatan seperti vampir yang belum meminum darah selama beratus-ratus tahun.
Kibum agak sedikit merasa tak nyaman kala Zhoumi memandanginya lekat-lekat, karena bisa saja Zhoumi akan 'memangsanya'.
Tapi berkat rencananya itu, setidaknya Kibum sudah mengetahui identitas asli dari salah satu anggota Conquistadores.
.
.
Sementara itu kelas 12-B sedang mendapat giliran untuk mengerjakan tugas dari buku yang ada di perpustakaan, tak terkecuali Kim Heechul. Bisa kita lihat, sekarang dia sedang menggerutu sambil membolak-balik halaman buku yang agak berdebu. Sedari tadi dia tidak menemukan jawaban dari pertanyaan yang songsaengnim-nya berikan.
Heechul baru saja mendongak manakala ekor matanya melihat sosok seorang namja tampan tengah tekun membaca buku tidak jauh dari Heechul. Heechul mengenalinya sebagai Choi Siwon, anak dari pengusaha Choi yang masuk dalam daftar sepuluh orang terkaya di Korea Selatan.
Siwon lalu berdiri dari tempat duduknya dan mengambil buku yang baru saja selesai dia baca, nampaknya dia hendak mengembalikan buku tersebut ke raknya semula. Siwon berjalan menuju rak yang berada tepat di belakang tempat duduk Heechul, membuat Heechul terpaksa menyingkir sejenak dari singgasananya.
Tapi saat Siwon mengangkat tangannya untuk menaruh buku, tiba-tiba saja dia berhenti dan malah menjatuhkan bukunya ke lantai. Dengan ekspresi kesakitan, Siwon memegangi pundak kanannya. Karena iba, otomatis Heechul mengambil buku itu dari tanah dan meletakkannya di rak.
Melihat kebaikan hati Heechul, Siwon langsung mengucap syukur dan membungkuk hormat pada Heechul. "Gamsahamnida atas pertolonganmu, sunbae. Kalau begitu aku permisi dulu, pundakku mulai berulah lagi."
Masih sambil memegangi pundaknya, Siwon lalu berjalan pergi meninggalkan Heechul. Bersamaan dengan perginya Siwon, sebuah tanda tanya besar terlintas di kepala sang namja pengendali elemen kegelapan.
'Kenapa Siwon dan Andrew memiliki luka di tempat yang sama?' batin Heechul. 'Jangan-jangan…'
.
*SKIP TIME*
.
Hankyung agak terlambat tiba di kantin, karena songsaengnim-nya memaksa seisi kelas mereka untuk menyelesaikan soal yang dia berikan sebelum pergi beristirahat. Begitu dia tiba di meja yang telah dipatenkan oleh Unknown, teman-temannya itu kaget melihat perban di kepalanya.
"Hyung, ada apa dengan kepalamu?" tanya Kangin kaget.
"Terantuk tembok," jawab Hankyung.
Memang benar kan? Hankyung tidak berbohong, kepalanya berdarah karena menabrak tembok, walaupun dia tidak mengatakan kalau Aiden-lah yang membuatnya menjadi seperti itu.
Bersamaan dengan tibanya Hankyung, Kibum juga bergabung di meja Eunhyuk dan kawan-kawan dengan kaki terpincang-pincang. Sontak saja banyak dari teman-teman mereka yang heran dan menanyakan keadaan mereka itu.
"Bummie, kaki dan kepalamu juga terluka?" tanya Ryeowook.
Kibum mengangguk. "Aku jatuh berguling-guling dari atas bukit, lalu kakiku terkilir dan kepalaku terkena batu."
"Kenapa akhir-akhir ini banyak yang terkena kecelakaan?" Sungmin bertanya-tanya sendiri. "Tempo hari tangan Hyukkie tergores, sekarang Bummie dan Hankyung hyung juga terluka."
"Mungkin sedang hari sial." Eunhyuk mencoba menutup-nutupi agar teman-temannya tidak curiga.
Teman-teman Eunhyuk dan anggota Unknown yang lain boleh saja tidak curiga, tapi namja sepintar Kyuhyun tidak mudah untuk dibodohi.
'Semua ini terlalu kebetulan jika terjadi pada tiga orang dalam waktu dekat, pasti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka,' pikir sang magnae.
Setelah berpikir keras sambil menyesap kopi kalengannya, tiba-tiba Kyuhyun menyeringai. Untung saja tidak ada yang melihatnya, karena sedang sibuk mempersiapkan Truth or Dare yang ketiga.
Batin Kyuhyun bersorak penuh kemenangan. 'Ternyata keberadaan kalian lebih dekat dari yang ku bayangkan, The Dark Seeker. Jika dilihat dari lukanya, berarti Hankyung hyung adalah Joshua Tan dan Kibum hyung adalah Bryan Kim! Sepertinya Eunhyuk hyung juga anggota mereka, tapi aku belum tahu siapa. Aku harus menyelidikinya!'
Karena terlalu sibuk berpikir, Kyuhyun menjadi kaget ketika anggota Unknown lain bersorak melihat arah yang ditunjuk oleh botol untuk Truth or Dare.
Agar tidak dicurigai teman-temannya, Kyuhyun pura-pura bertanya, "Siapa yang mendapat giliran kali ini?"
"Dia!" Kangin menunjuk seorang namja yang sedang tertunduk lesu.
Kyuhyun menoleh ke namja surai brunette yang ditunjuk Kangin. "Donghae hyung?"
Zhoumi berseru, "Ne! Aku sudah lama menantikan momen ini!"
"Apa yang kau pilih, Donghae? Truth atau Dare?" tanya Siwon.
Donghae mempertimbangkan kedua pilihan itu. "Karena yang lain sudah memilih Dare, kali ini aku akan mencoba memilih Truth."
Terdengar gumam tertarik dari anggota Unknown lain, mereka terkesan mendengar pilihan Donghae.
"Apa kau yakin dengan pilihanmu? Kau tidak akan mengubahnya lagi?" Hankyung memastikan kembali jawaban Donghae.
Yang ditanya mengangguk mantap. Dia tidak ragu-ragu lagi untuk mengungkapkan kejujuran, lagipula semua ini hanya permainan.
"Jangan memberikan pertanyaan yang sulit pada Hae-ku, jebal~" pinta Eunhyuk dari meja sebelah.
"Kau tenang saja, Hyukkie!" Yesung mengacungkan jempolnya. "Kalau begitu aku yang akan bertanya, sudah sejauh mana hubunganmu dengan Hyukkie? Apa saja yang telah kalian 'lakukan' selama berpacaran?"
Baik wajah Donghae maupun wajah Eunhyuk langsung memerah sesudah mendengar pertanyaan yang cukup mengusik privasi tersebut. Sementara orang-orang di sekitar mereka langsung bereaksi berlebihan, ada yang bersiul-siul dan ada juga yang cekikikan.
"Yesung hyung pembohong! Kau kan sudah berjanji tidak akan memberi pertanyaan yang sulit, kau bahkan membawa-bawa namaku," protes Eunhyuk.
"Ini tidak sulit kok, Donghae hanya perlu menjawabnya dan semuanya selesai. Itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan aku yang harus menyatakan cinta pada Wookie di depan umum." Yesung menjawab dengan ringan, seakan-akan menjawab pertanyaan darinya adalah perkara mudah.
Donghae menghela nafas. "Arraseo, aku akan menjawabnya."
Dia malah bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri meja Eunhyuk dan kawan-kawan. Secara mengejutkan, dia membungkuk di depan Eunhyuk dan meraih tengkuk sang uke lalu menempelkan bibirnya ke bibir Eunhyuk.
Ah bukan, bukan hanya menempelkan. Donghae juga turut menyertakan hisapan dan lumatan dalam ciumannya! Padahal dalam ciuman pertama mereka waktu itu, bibir keduanya hanya saling menempel.
"OMO?!" Seluruh orang yang berada di kantin memekik bersamaan menyaksikan adegan tersebut.
"Hae?!" pekik Eunhyuk setelah Donghae melepaskan diri.
"Sejauh ini kami baru melakukan itu, Yesung hyung." Donghae mengelus rambut Eunhyuk dan tersenyum polos, seakan-akan tidak ada hal apapun yang terjadi.
"Donghae, nekat sekali kau!" ujar Zhoumi takjub.
Siwon malah berdoa, "Tuhan, ampunilah dosa yang baru saja diperbuat hamba-Mu yang satu itu."
Hankyung geleng-geleng kepala melihat aksi Donghae. "Berani sekali kau melakukannya di depan umum."
"Hyung, kau ini cari mati?! Bagaimana kalau ada guru yang melihatnya?" tanya Kyuhyun.
Yesung, si penanya, malah terkekeh. "Aku suka gayamu, Donghae."
"Aku akan kembali ke mejaku, chagiya," bisik Donghae pada Eunhyuk. "Selamat makan."
Setelah mengatakan demikian, Donghae kembali ke mejanya dan melahap menu makan siangnya yang masih tersisa.
.
.
"Hae, apa kau mengerti cara menjawab soal nomor tiga?" bisik Eunhyuk, matanya masih tertuju pada papan tulis di depan kelas.
Karena Donghae tidak kunjung menjawab, Eunhyuk akhirnya melirik namjachingunya itu. Dia terkesiap saat melihat wajah Donghae pucat, nafas Donghae juga tersengal-sengal.
"Hae, waeyo?! Gwenchanayo?" Eunhyuk menyentuh dahi namjachingunya. "Omo?! Tubuhmu panas, chagi! Kajja, kita ke UKS sekarang!"
Ketika Eunhyuk hendak membantu Donghae berdiri, tiba-tiba Donghae menepis tangan Eunhyuk. "Ti… tidak usah, chagi… Aku bisa sendiri…"
Donghae bersikukuh tidak mau diantar oleh Eunhyuk, akhirnya Eunhyuk hanya bisa mengikuti Donghae dari belakang. Setelah sampai di UKS, Donghae langsung merebahkan diri di salah satu ranjang dan memegangi kepalanya sambil merintih. Eunhyuk duduk di kursi di samping ranjang tersebut.
"Waeyo, chagiya? Apa kepalamu sakit?" tanya Hyukjae cemas. "Padahal kau baik-baik saja saat di kantin tadi."
"Molla, mungkin aku hanya kelelahan." Donghae memaksakan sebuah senyum di wajahnya yang memucat, lalu dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Eunhyuk. "Kembalilah ke kelas, kau akan ketinggalan pelajaran."
Eunhyuk menggeleng. "Aku hanya ingin berada di sisimu."
Senyum Donghae makin lebar, dia mengacak rambut Eunhyuk dengan gemas. "Aish, nae Anchovy imut sekali. Seandainya aku tidak sedang sakit begini, aku pasti sudah menciummu."
"Cium saja, siapa tahu penyakitmu akan pindah ke tubuhku."
"Aigoo, sejak kapan namjachinguku yang imut ini jadi agresif? Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu, hmm?" bisik Donghae seduktif. "Lagipula aku tidak mau membuatmu sakit, cukup aku saja yang begini."
Wajah Eunhyuk memerah. Agar Donghae tidak menyadarinya, Eunhyuk buru-buru bangkit dan mencari obat di rak.
"Hae, hanya ada parasetamol berbentuk sirup di sini. Apa tidak apa-apa?" tanya Eunhyuk sambil mengecek tanggal kadaluwarsa dari sebuah botol obat.
Donghae mengangguk lemah. Beberapa menit kemudian, Eunhyuk kembali dengan menenteng sebuah sendok, segelas air, dan sebotol obat. Dia menuangkan isi obat ke sendok dan menyorongkan sendok tersebut ke mulut Donghae.
"Buka mulutmu, Fishy," perintah Eunhyuk.
Donghae mematuhinya seperti anak kecil, dia duduk dan dengan senang hati membuka meminum obat. Setelah meminum air mineral yang disodorkan Eunhyuk, tiba-tiba Donghae memeluk Eunhyuk dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang uke.
"H… Hae?"
"Bogoshipoyo, chagiya," bisik Donghae, Eunhyuk sedikit bergidik saat hangat nafas Donghae menyapu permukaan kulit lehernya.
Dengan ragu, Eunhyuk balas memeluk namjachingunya. "Na do bogoshipo, Fishy. Tapi kenapa semalam kau tidak mengirimiku SMS? Padahal kau kan sudah berjanji padaku."
Mendadak Donghae gugup. "Err… Itu… Semalam aku…"
Eunhyuk menyadari keanehan sikap Donghae yang mendadak, kemudian Eunhyuk melepaskan diri dari pelukannya. "Apa yang semalam kau dan teman-temanmu lakukan? Kau bahkan sampai sakit dan tidak menghubungiku."
Donghae hanya menunduk lesu, dia merasa sangat bersalah pada Eunhyuk. Dia tidak bisa mengatakan kalau dirinya adalah anggota Conquistadores, karena itu akan membahayakan dirinya dan juga Eunhyuk.
Bukannya menjawab, Donghae malah mengeluarkan sebuah gelang berwarna coklat dari saku celana. Dia berharap semoga Eunhyuk adalah pemilik dari gelang tersebut.
Eunhyuk sangat terkejut melihat aksesoris yang berada di genggaman Donghae.
'Bukankah itu gelang elemen tanah? Kenapa Hae bisa memilikinya?' batin Eunhyuk penuh tanda tanya.
"Semalam kami pergi ke toko aksesoris untuk menemani Kyuhyun dan Sungmin membeli gelang. Menurutmu, apa gelang ini cocok untuk mereka?" Donghae berbohong pada Eunhyuk.
Eunhyuk tentu saja tidak langsung mempercayai ucapan Donghae. Kalau memang gelang itu untuk Kyuhyun dan Sungmin, kenapa malah namjachingunya yang meminta pendapat?
'Kalau benar itu adalah gelang elemen, jangan-jangan Hae… anggota Conquistadores?!'
Dugaan Eunhyuk semakin diperkuat tatkala Donghae menyodorkan gelang itu padanya, meminta Eunhyuk agar menyentuhnya. Bukankah gelang elemen baru akan bereaksi jika disentuh? Mungkinkah Donghae melakukannya untuk memastikan apakah Eunhyuk adalah pemilik gelang itu?
Karena yakin bahwa dirinya bukanlah sang pemilik, Eunhyuk mengambil gelang itu dan pura-pura mengamatinya. Benar saja, gelang itu sama seperti gelang biasa jika tidak berada di tangan pemiliknya.
"Menurutku cocok," komentar Eunhyuk sambil memberikan kembali gelang itu pada Donghae.
Sekelebat Eunhyuk melihat raut kekecewaan dari wajah Donghae, namja itu pasti kecewa karena Eunhyuk bukanlah pemilik dari gelang tersebut.
DEG!
'Oh Tuhan, kenapa sekarang dadaku terasa sesak…?' tanya Eunhyuk dalam hati.
Sekarang Eunhyuk malah tidak bisa membendung cairan yang perlahan mengalir dari sudut matanya dan turuh ke rahangnya yang tegas. Tangisan Eunhyuk pecah seketika itu juga.
"Anchovy? Kenapa kau menangis?" tanya Donghae kaget.
Eunhyuk menolak untuk bicara, dia terus saja terisak semakin keras. Kenyataan bahwa kekasihnya adalah musuhnya sungguh tidak bisa dia terima, kenapa Tuhan begitu tega padanya?
Lee Hyukjae dan Lee Donghae ternyata berdiri di jalan yang berseberangan dan saling bertempur, fakta yang sungguh memilukan.
Kondisi Eunhyuk yang seperti ini sesuai dengan pepatah 'Apa yang tidak kau ketahui, tidak akan membunuhmu'.
.
*SKIP TIME*
.
"Akhirnya aku mengerti semua ini!" Yesung meletakkan pensilnya dengan keras di atas meja. "Gomawo atas bantuanmu, teman sebangku."
"Ne, cheonmaneyo. Aku juga senang membantumu mengerjakan soal, agar aku bisa sekalian mengevaluasi hasil belajarku."
Selepas pulang sekolah, Yesung dan 'teman sebangkunya' memutuskan untuk belajar bersama di rumah teman sebangku Yesung karena masih ada materi pelajaran yang belum Yesung mengerti.
Sekarang mereka tengah menikmati cemilan yang disediakan oleh sang pemilik rumah yang berlesung pipi. Yesung baru saja mengambil kue kering di piring ketika dia melihat sebuah benda yang sangat menarik perhatiannya.
'Itu kelihatan seperti perkamen yang ada di rumah Hankyung.' Yesung membatin.
Mungkin karena otaknya yang lamban dalam berpikir *dibantai Clouds*, butuh beberapa menit bagi Yesung untuk menyadari ada sesuatu yang aneh.
'Tunggu, kenapa dia juga punya perkamen itu?! Berarti… dia adalah anggota Conquistadores?!' Yesung menatap horror teman sebangkunya.
"Hmm? Waeyo, Yesung-ah? Kenapa kau memandangiku seperti itu?" tanya teman sebangkunya dengan senyum malaikat, dia sama sekali tidak curiga dengan Yesung.
"Ah, bukan apa-apa, Leeteuk hyung. Aku hanya ingin tahu apa sebenarnya perkamen itu." Yesung bersandiwara.
Leeteuk menjawab, "Perkamen itu? Itu hanyalah teks permainan kuno, di mana tim baik akan mengalahkan tim jahat, itu saja."
'Kenapa isi perkamennya sama dengan perkamen milik Hankyung? Harusnya mereka kan tim jahat,' tanya Yesung dalam hati.
DEG!
'Jangan-jangan mereka juga menganggap kalau mereka adalah tim baik, sama seperti kami?' Yesung membelalak. 'Itu berarti… selama ini kami bertempur hanya karena dilandasi kesalahpahaman? Kedua tim sama-sama menganggap kalau diri mereka baik, padahal sebenarnya tidak ada yang jahat ataupun yang baik!'
.
.
Setelah masing-masing menemukan fakta mengejutkan, kelima anggota The Dark Seeker memutuskan untuk langsung bertemu di rumah Hankyung. Masing-masing menyampaikan apa yang baru saja mereka ketahui.
"Jadi kesimpulannya adalah… Choi Siwon, Lee Donghae, Park Jungsoo atau Leeteuk, dan Zhoumi adalah anggota dari Conquistadores?" Hankyung menarik kesimpulan dari informasi anggota tim lain.
Kibum mengangguk. "Menurut Hyukkie hyung, sepulang sekolah kemarin Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun juga turut berkumpul bersama keempat orang yang kita curigai. Berarti mereka berdua juga termasuk."
"Jika dilihat dari marga, suara, dan gelagat mereka, berarti Choi Siwon adalah Andrew, Cho Kyuhyun adalah Marcus, Park Jungsoo adalah Dennis, Zhoumi adalah Koala, Lee Sungmin adalah Vincent, dan Lee Donghae adalah Aiden."
Heechul berdecih. "Teman menjadi musuh, eoh?"
Sementara itu, Eunhyuk masih saja menangis dan sesekali dihibur oleh Yesung. "Ke… kenapa ini harus terjadi, hyung? I… ini semua hanya kesalahan pada perkamen, tapi kenapa Hae ikut terseret menjadi musuh…?"
Yesung mengelus punggung Eunhyuk dan mencoba menenangkannya. "Uljima, Hyukkie. Aku juga sedih saat tahu kalau teman sebangkuku sendiri adalah musuh, aku mengerti bagaimana perasaanmu."
Di luar dugaan, Eunhyuk malah bangkit dari sofa dan berteriak, "Kau tidak mengerti, hyung! Leeteuk hyung hanyalah temanmu, sementara Donghae adalah namjachinguku! Bayangkan jika Wookie menjadi musuh hyung sendiri, bagaimana perasaan hyung? Pasti akan sama sepertiku!"
Yesung terdiam, keempat namja di situ kaget melihat Eunhyuk tiba-tiba mengamuk. Eunhyuk yang biasanya ceria mendadak menjadi emosional seperti itu.
"Hanya karena perkamen pabbo itu, kita semua jadi salah paham! Kita jadi terpisah dalam dua kubu!" lanjut Eunhyuk, kemudian dia menunjuk Hankyung. "Seandainya saja kau tidak datang ke Korea dan memberitahu semua ini, hidupku pasti akan tenang-tenang saja sampai sekarang!"
PLAK!
Sebuah tamparan dari Heechul sukses mendarat di pipi Eunhyuk, menimbulkan tanda kemerahan di sana. Eunhyuk sampai terdiam karena tindakan Heechul yang tiba-tiba itu.
"Bicara yang sopan, bocah! Dia itu sunbae-mu!" Heechul naik pitam. "Dan jangan pernah menyalahi orang lain sesuka hatimu! Kau pikir hanya kau yang menderita? Kami juga! Jangan beranggapan kalau seakan-akan kaulah yang menanggung semua beban itu sendirian, karena ada kami di sini!"
Mungkin karena masih dikendalikan emosi, Eunhyuk hanya menganggap nasihat Heechul sebagai angin lalu. Dia malah menatap Heechul tajam lalu pergi menuju bagian belakang rumah Hankyung.
"Ya! Kembali ke sini, aku belum selesai bicara!" pekik Heechul.
"Biarkan saja, Chullie," ujar Hankyung bijak. "Dia hanya syok dan butuh waktu untuk menenangkan diri."
"Tapi Hannie, dia sudah mencaci maki dirimu…"
Hankyung tersenyum. "Gwenchana, chagiya. Aku mengerti sekali bagaimana perasaannya saat ini, mentalnya sedang terguncang."
.
.
Eunhyuk sedang duduk di pinggir kolam renang Hankyung, matanya menatap kosong air kolam yang cukup tenang karena sedang tidak ada angin.
"Hae, sekarang aku sedang berada dekat dengan elemenmu lho." Eunhyuk berbicara sendiri. "Kenapa kau tidak terpilih untuk masuk ke timku saja? Kita bisa menjadi partner yang hebat jika bersama."
Eunhyuk memain-mainkan kakinya di air seperti anak kecil, hanya saja wajahnya dihiasi senyuman hampa. "Apa itu berarti kita harus berhadapan suatu hari nanti? Bagaimana jika salah satu dari kita harus mati?"
Kemudian Eunhyuk berdiri dan masih menatap air kolam renang. "Aku memang tidak ingin mati, tapi aku lebih tidak ingin menghadapi namjachinguku sendiri. Eotteoke?"
"Ah, mungkin aku masih berada di bawah pengaruh mimpi buruknya Marcus. Apa aku akan terbangun jika aku mencubit pipiku begini?" Eunhyuk mencubit pipinya keras, lalu meringis. "Aish, appo… Berarti ini bukan mimpi."
Eunhyuk benar-benar seperti orang gila, bahkan sekarang dia tertawa sendiri. "Apa aku lebih baik mati sekarang saja? Daripada aku harus bertarung dengan Hae. Aku akan loncat ke kolam ini dan menenggelamkan diri."
Eunhyuk mengambil ancang-ancang dan…
BYUR!
.
.
Yesung menajamkan telinganya. "Hankyung, apa kau dengar suara itu? Asalnya dari belakang, seperti suara benda yang jatuh ke air…"
Yesung, Hankyung, Heechul, dan Kibum langsung bertatapan horor.
"Jangan-jangan…?!"
.
.
Kibum bergegas berlari ke kolam renang setelah mengenakan gelang elemennya, dia yakin gelang itu pasti akan berguna untuk menolong Eunhyuk. Ketiga sunbaenya mengikuti dari belakang.
Dia terkejut melihat ke dalam kolam, ada seseorang yang berada di dalamnya dan tak kunjung muncul ke permukaan. Itu Eunhyuk!
"Hyukkie hyung!" Tanpa aba-aba, Kibum langsung melompat ke dalam kolam.
Kibum merasakan sensasi aneh saat seluruh tubuhnya masuk ke dalam air. Airnya tidak dingin, malah cukup hangat. Dan saat Kibum mencoba menarik nafas, ternyata dia bisa bernafas senormal saat berada di daratan!
Dengan penuh percaya diri, Kibum segera menghampiri tubuh Eunhyuk dan memeganginya. Dia arahkan gelangnya ke wajah Eunhyuk, seketika itu juga sebuah gelembung udara melingkupi wajah Eunhyuk.
Eunhyuk perlahan membuka mata dan terkejut. "Mwo? Kenapa aku bisa bernafas? Bahkan aku juga bisa berbicara!"
Mau tak mau Kibum tertawa kecil saat mendengar suara Eunhyuk yang bergaung dikarenakan gelembung udara di kepalanya. Untung saja mereka sedang berada di dalam air, jadi Eunhyuk tidak mendengarnya dengan jelas.
"Bummie?! Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa ada gelembung di kepalaku?"
"Bicaranya nanti saja, hyung. Kajja, kita kembali ke permukaan. Hyungdeul sudah menunggu kita di sana."
Kibum menarik tangan Eunhyuk dan keduanya berenang ke atas. Saat kepala keduanya telah muncul ke permukaan, gelembung udara Eunhyuk langsung pecah.
"Hyukkie! Kau masih hidup!" Yesung langsung memeluk Eunhyuk saat Kibum dan Eunhyuk telah mencapai pinggir kolam renang.
Eunhyuk balas memeluk Yesung. "Mianhae telah membuat kalian cemas, hyungdeul."
"Ku harap air kolam bisa membantu mendinginkan kepalamu agar tidak bertindak sembrono lagi. Kalau masih belum dingin juga, aku akan minta Bummie untuk menusuk kepalamu dengan Frozen Saber." Walaupun cemas, mulut Heechul tetap saja meluncurkan kritik pedas.
Eunhyuk melepaskan diri dari pelukan Yesung, lalu tersenyum. "Mianhae karena telah bertindak sembrono dan membuat kalian cemas. Tapi berkat kejadian tadi, aku berhasil membuat sebuah keputusan."
"Keputusan apa itu?" tanya Hankyung.
Eunhyuk menarik nafas dalam dan berkata dengan mantap, "Aku… akan vakum dari The Dark Seeker dan tidak terlibat dengan kegiatan yang berhubungan dengan gelang elemen, sampai batas waktu yang tidak ditentukan."
.
.
.
TBC
^Risa's Note^
Dear readers, SILAHKAN BANTAI RISA KARENA UPDATE YANG LAMANYA SEABAD INI. Jadwal Risa semakin padet dengan ulangan dan segala macem pelajaran di sekolah, sampe-sampe Risa hampir gila. Jeongmal mianhamnida yeorobeun *very deep bow*
Identitasnya mulai pada kebuka nih di chap ini, bahkan anggota Conquistadores enam-enamnya udah ketauan. Tapi sumpah itu Hyuk kasian banget, sampe hampir bunuh diri gitu. Dan dia mau vakum! Andwaeee~ :'(
Dan akhirnya ketauan, sebenernya gak ada yang jahat dan yang baik di fic ini. Semuanya pada salah paham gara-gara tulisan di perkamen mereka sama! Gila gak tuh? Siapa sih authornya?! (?) -_-
Mianhae Risa gak bisa bales review, soalnya Risa bikin fic ini sambil ngerjain tugas dan tugasnya belom kelar *pundung*
Huge thanks for:
kyukyu / ShillaSarangKyu / Guest / triple3r / nurul. p. putri / cho devi / anonym / indahpus96 / Lee Eun Jae / AmaterasuUchih1 / RieHaeHyuk / Just Call Me Guest / myhyukkiesmile / Anonymouss / cherrizka980826 / Fitri jewel hyukkie / dhianelf4ever / angel wookie / Lee Eun In / nyukkunyuk / ressijewelll / Arit291 / Park Ji Ra / futari chan / SaranghaeHaeHyuk / SakuraAngels / Me Naruto / yumiewooki / Rio
