Title : Element Bracelets

.

Author : Ayugai Risa

.

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae and other Super Junior member (13 + 2)

.

Pair : Haehyuk (Donghae x Eunhyuk) and other Super Junior official couple

.

Rated : T

.

Genre : Fantasy, Romance, Action, Angst, Hurt/Comfort

.

Warning : Yaoi, BL (Boys Love), Boy x Boy, Typo(s), Alur Ngebut, Gak Sesuai EYD

.

Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini bukan punya Risa, Risa cuma minjem nama mereka. Tapi fic ini 100% punya Risa

.

"…" = Talk

'…' = Think

.

^^DON'T LIKE DON'T READ^^

.

^^ENJOY READING^^

.

.

Ketujuh anggota The Dark Seeker berhasil berteleportasi kembali ke rumah Hankyung tanpa ada kendala apapun. Hanya saja, sampai sekarang Eunhyuk terus terdiam dengan pandangan kosong.

"Apa Hyukkie hyung baik-baik saja?" bisik Ryeowook pada anggota lain, karena sedari tadi Eunhyuk hanya memandang entah-apa yang berada di luar jendela rumah Hankyung.

"Mungkin dia terguncang karena Donghae dan Sungmin telah berubah menjadi jahat," ujar Hankyung. "Bahkan tadi Donghae hampir menyerangnya."

Tiba-tiba Eunhyuk menghampiri teman-temannya dan ikut duduk di antara mereka, tatapannya masih hampa. "Mianhae, tadi aku melakukan kecerobohan dengan membongkar identitasku. Aku panik dan ku pikir mereka akan kembali normal jika mereka mengetahui siapa aku yang sebenarnya."

Kangin berusaha menenangkan Eunhyuk. "Aku mengerti bagaimana perasaanmu, Eunhyuk-ah. Aku juga merasa tersiksa saat melihat mata Leeteuk hyung berubah merah, karena dia mantan namjachinguku dan aku masih memendam perasaan padanya."

"Tapi hyung tidak bertindak gegabah sepertiku…" ucap Eunhyuk getir. "Hyung tidak membongkar identitas hyung di depan mereka."

"Gwenchana, Hyukkie. Toh semuanya telah terjadi dan mereka sudah berubah menjadi jahat," ujar Hankyung bijak. "Jangan menyalahkan dirimu seperti itu, aku yakin cepat atau lambat Kyuhyun akan membocorkan identitas kita pada Leeteuk dan yang lainnya. Di antara anggota Conquistadores, hanya Kyuhyun-lah yang mengetahui siapa kita sebenarnya."

"Bocah itu memang terlampau pintar, kita harus waspada padanya." Kibum berkomentar.

Seakan ucapan Hankyung belum cukup untuk menghibur Eunhyuk, kini Ryeowook dan Heechul meletakkan telapak tangan mereka di pundak Eunhyuk. Cahaya kekuningan memancar dari tangan Ryeowook, sementara aura kegelapan menyelimuti tangan Heechul.

"M… Mwo? Apa yang kalian berdua lakukan?! Nanti mereka akan cemburu padaku!" pekik Eunhyuk sambil sesekali melirik Yesung dan Hankyung takut-takut.

Heechul memukul tubuh Eunhyuk dengan tangannya yang satu lagi. "Dasar narsis! Aku ini sedang berusaha menyerap kegelapan hatimu, pabbo."

"Dan aku mencoba mencerahkan suasana hati hyung," lanjut Ryeowook.

Perkataan Ryeowook dan Heechul tidak mengada-ada, secara perlahan perasaan Eunhyuk membaik. Suasana hatinya yang tadi kelam kini menguap entah kemana, seakan-akan dia baru saja memakan coklat batangan yang berfungsi memperbaiki mood.

"Jadi kekuatan kalian berdua bisa berfungsi seperti itu?" kata Kangin kagum. "Daebak!"

"Tapi setiap tindakan pasti ada dampaknya," ujar Heechul.

"Bisa saja setelah ini aku dan Heechul hyung kehilangan tenaga atau pingsan, karena kami berdua mentransfer sebagian kekuatan kami agar Eunhyuk hyung tidak sedih lagi."

Benar saja, beberapa saat kemudian cahaya di tangan Ryeowook dan Heechul melemah. Kesadaran mulai meninggalkan tubuh mereka dan keduanya pun pingsan, untung saja Yesung dan Hankyung langsung menangkap tubuh mereka dengan sigap.

"Kau lihat, Hyukkie? Bahkan Wookie dan Heechul hyung sampai berkorban hanya supaya kau tidak bersedih lagi," ucap Yesung.

Eunhyuk tidak mengatakan apapun, dia hanya menangkup mulutnya dengan telapak tangan untuk mencegah agar air matanya tidak tumpah. Tapi percuma, cairan itu sudah terlanjur jatuh menuruni wajahnya.

"Kalian tidak perlu berkorban seperti itu hanya untuk orang sepertiku, aku ini sudah banyak menyusahkan kalian…" isak Eunhyuk.

Hankyung menggeleng. "Kau sangat berharga untuk kami, Hyukkie. Kau dan anggota The Dark Seeker lain sudah ku anggap seperti keluarga sendiri."

"Jangan suka memendam semuanya sendirian, kami siap mendengarkan keluh kesah hyung kapan saja," tambah Kibum. "Dan jangan suka menyalahkan diri hyung sendiri, hyung sama sekali tidak bodoh."

"Sekali lagi kau berkata seperti itu, aku akan menembak kepalamu dengan Air Guns milikku," gurau Kangin.

Eunhyuk tertawa kecil, lalu menghapus air matanya. Sementara itu Yesung dan Hankyung menggendong namjachingu masing-masing ke dalam kamar Hankyung untuk mengistirahatkan keduanya.

Setelah kembali dari kamarnya, Hankyung memulai sesi diskusi mereka. "Sebaiknya kita mulai membahas persiapan pertarungan kita minggu depan."

Wajah Eunhyuk, Yesung, dan Kangin mendadak tegang ketika mendengar ucapan Hankyung. Hanya Kibum yang ekspresinya tidak berubah, tetap tenang seperti biasa.

Hankyung mengambil selembar kertas dan sebuah pensil di dekatnya. "Kalau tidak salah, mereka bilang pemilik elemen yang sama akan saling berhadapan di babak pertama. Itu berarti aku akan melawan anggota baru Conquistadores yang bernama Mochi itu, karena elemen kami sama-sama tanah."

"Lalu aku akan melawan Sungmin alias Vincent, karena elemen kami sama-sama tumbuhan," celetuk Yesung.

Eunhyuk mencoba mengingat-ingat elemen yang dimiliki anggota Conquistadores. "Kalau tidak salah Zhoumi alias Koala mempunyai elemen api, berarti aku akan melawan dia."

"Berarti Chullie akan melawan Kyuhyun alias Marcus." Hankyung berdecih. "Cih, namja itu pasti akan menjadi lawan yang sulit sekali untuk Chullie."

"Aku… akan melawan Teukie hyung… alias Dennis…" gumam Kangin.

Ucapan Kangin barusan membuat kelima namja lain menoleh padanya dengan tatapan terkejut.

Eunhyuk kaget. "Itu berarti… hyung akan melawan mantan namjachingu hyung sendiri?"

Kangin tersenyum lesu.

"Gwenchanayo, Kangin hyung?" tanya Yesung cemas. "Pasti rasanya berat sekali melawan namja yang masih hyung cintai, apalagi Leeteuk adalah pemimpin Conquistadores. Pasti akan sulit sekali untuk melawannya."

Yang ditanya mengangguk mantap. "Gwenchana, aku akan berusaha semampuku. Siapa tahu dengan ini aku bisa menyelamatkannya dari pengaruh gelang elemen jahat."

Setelah Kangin berkata demikian, kesunyian langsung menyergap mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.

"Berarti Kibum akan melawan Donghae alias Aiden, dan Wookie akan melawan Siwon alias Andrew," ucap Yesung memecahkan keheningan.

"Hyukkie hyung, apa tidak apa-apa jika aku tidak sengaja melukai Donghae hyung di pertarungan nanti?" tanya Kibum.

Eunhyuk terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Gwenchana. Jika itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka, maka mau tidak mau kita harus melakukan itu."

"Oh ne, ada satu hal yang harus ku beritahu pada kalian," lanjut Kibum. "Jika dilihat dari suara dan postur tubuhnya, kelihatannya namja bernama Mochi itu adalah Henry Lau, murid kelas 10-B."

"Jinjja?" pekik Eunhyuk.

Kangin bertanya, "Namja yang waktu itu diajak berkenalan oleh Zhoumi saat Truth or Dare?"

Pertanyaan Kangin dibalas dengan anggukan oleh Kibum.

"Aku sama sekali tidak menduganya, padahal dia adalah namja yang polos dan baik," kata Hankyung.

Dengan ekspresi kelam, Eunhyuk menjawab, "Gelang elemen sama sekali tidak pandang bulu dalam memilih siapa yang akan menjadi targetnya. Tidak peduli apakah dia baik atau jahat, apakah dia namjachingu-mu atau bukan."

Ucapan Eunhyuk barusan membuat keempat temannya yang lain menelan ludah takut-takut.

'Kalau sedang seperti ini, Hyukkie jauh lebih cocok menjadi pemegang gelang elemen kegelapan daripada Chullie hyung,' batin Yesung.

"Lalu kapan kita akan melakukan latihannya?" tanya Kibum tiba-tiba.

"Bagaimana kalau setiap pulang sekolah?" usul Yesung. "Eomma pasti akan membunuhku kalau aku membolos seminggu penuh."

"Tapi bukankah itu berarti kita akan bertemu dengan anggota Conquistadores di sekolah?" ujar Kangin.

Kali ini sang ketua The Dark Seeker yang angkat bicara. "Ku rasa tidak apa-apa jika kita bertemu dengan mereka di sekolah, kita akan memainkan permainan yang sama seperti Kyuhyun. Anggap saja tidak pernah ada apa-apa di antara kedua belah pihak, pisahkan urusan gelang elemen dengan kehidupan sehari-hari."

"Tapi sekarang mereka semua telah mengetahui identitas asli dari…" Yesung melirik takut-takut ke arah Eunhyuk.

"Biar aku saja yang mengurus masalah itu." Eunhyuk-lah yang menjawab. "Toh akulah yang membongkar identitasku sendiri, kalian tenang saja."

.

*SKIP TIME*

.

Keesokan harinya, Eunhyuk datang ke sekolah seperti biasa. Namun terselip rasa was-was dalam hatinya.

Dia membatin, 'Mungkin aku memang bisa menghindar dari anggota Conquistadores yang lain, tapi aku sama sekali tidak bisa menghindari Hae. Biar bagaimanapun, dia duduk di sebelahku. Aish eotteokhe…?'

Sambil terus memikirkan itu, tanpa terasa Eunhyuk telah tiba di depan pintu kelas 11-B. Dia pun membukanya dan masuk ke dalam kelas, tapi apa yang Eunhyuk hadapi selanjutnya terasa bagaikan mimpi buruk yang sama sekali tidak ingin dihadapinya.

Lee Donghae menjadi orang pertama yang tiba di kelas itu, bahkan lebih awal dari Eunhyuk. Namja itu tengah bersandar di bangkunya dengan mata terpejam, dia sedang menikmati alunan lagu dari headphone di telinganya.

Dengan tubuh gemetar hebat, Eunhyuk melangkah menuju mejanya yang terletak persis di sebelah meja Donghae. Sang ketua kelas menatap Donghae dengan nanar, seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

Begitu Eunhyuk duduk dan meletakkan tasnya di atas meja, seketika itu juga mata Donghae terbuka perlahan. Dia menoleh ke arah Eunhyuk dan…

"Annyeonghaseyo, Hyukkie," sapa Donghae dengan senyum yang ramah, dia melepaskan headphone-nya. "Aku kira kau akan datang terlambat hari ini, ternyata tidak sia-sia juga aku datang sepagi ini."

Ini benar-benar di luar ekspektasi Eunhyuk, dia pikir Donghae akan menjauhinya atau apa. Tapi sebaliknya, Donghae malah menyapa duluan dan menyunggingkan sebuah senyuman.

Awalnya Eunhyuk mengira kalau pengaruh gelang elemen jahat tidak sedang menghinggapi Donghae, apalagi warna iris matanya terlihat hitam.

"Hae, matamu… tampak normal."

Yang ditanya malah terkekeh. "Ini? Setelah pertemuan kita tadi malam, aku dan teman-temanku membeli lensa kontak berwarna hitam supaya orang-orang tidak melihat warna merah dari iris kami."

Eunhyuk tertegun, bahkan Donghae masih ingat kalau semalam mereka bertemu, antara The Dark Seeker dan Conquistadores. Jadi pengaruh gelang elemen jahat masih ada?

Kemudian salah satu perkataan Hankyung melintas begitu saja di kepala Eunhyuk.

"Sebenarnya Kyuhyun mengetahui identitas asli kita semua, namun dia tetap ramah padaku saat kami berdua berpapasan. Dia berpura-pura kalau kami tetap berteman, seakan-akan permasalahan gelang elemen ini tidak pernah terjadi."

Hati Eunhyuk memang sakit, dia merasa Donghae telah mempermainkannya dengan segala kepura-puraan ini. Namun separuh hatinya merasa lega, dia kira Donghae akan menjauhinya jika mereka bertemu dalam kondisi bermusuhan seperti sekarang.

'Hae, jadi kau juga akan memainkan permainan yang sama seperti Kyuhyun?' batin Eunhyuk miris. 'Baiklah, mau tidak mau aku akan ikut berpura-pura. Kita lihat siapa yang menang di akhir nanti.'

Setelah berpikir demikian, Eunhyuk langsung memasang gummy smile-nya dan mengalungkan kedua lengan di leher Donghae.

"Tentu saja aku tidak akan datang terlambat, chagi. Aku ingin melihatmu lebih awal dan untungnya kau juga datang pagi," bisik Eunhyuk di telinga Donghae. "Bogoshipda, nae Fishy."

Tanpa Eunhyuk ketahui, Donghae menyeringai jahat di belakangnya sambil mengelus surai hitam sang namjachingu.

"Na do bogoshippo, nae Anchovy."

Kemudian Eunhyuk beralih untuk mempertemukan bibirnya dengan bibir Donghae, Donghae pun menyambut tindakan namjachingunya itu. Mereka memang tampak saling melumat, mengecup, menghisap, bertukar saliva, dan beradu lidah.

Namun ini berbeda 180 derajat dengan ciuman yang kemarin. Jika kemarin mereka melakukannya dengan penuh cinta, maka sekarang mereka dirasuki oleh keinginan untuk saling mendominasi. Kasar memang, seakan-akan mereka hendak menentukan siapa yang lebih hebat antara Conquistadores atau The Dark Seeker.

Donghae berbisik seduktif di sela pagutan mereka. "Saranghanda, Spencer Lee."

"Na do saranghae, Aiden Lee."

Miris bukan? Hubungan yang harusnya indah malah harus diselimuti dengan kebohongan dan kepalsuan di antara kedua belah pihak.

Yah, berdoalah semoga tidak ada murid lain yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas atau mereka akan mendapat masalah besar.

.

*SKIP TIME*

.

Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, ketujuh anggota The Dark Seeker langsung berangkat bersama-sama ke rumah Hankyung. Awalnya Kangin, Eunhyuk, Heechul, Kibum, Ryeowook, dan Yesung heran. Kenapa harus di rumah Hankyung? Bukankah di sana tidak ada tempat yang cukup luas untuk berlatih?

"Kalau kita berlatih di ruang terbuka, orang lain pasti akan curiga melihat kekuatan kita yang ajaib. Kalian tenang saja dan ikuti aku." Hanya itu yang dikatakan oleh sang pemilik rumah.

Namun rasa penasaran anggota lain langsung tergantikan oleh rasa takjub saat Hankyung membawa mereka menuju ke ruang bawah tanah rumahnya yang cukup luas.

Jangan bayangkan kalau ruangan tersebut lembab, gelap, dan tidak terurus. Saat pertama kali menetap di rumah tersebut, keluarga Tan telah menyulapnya menjadi sebuah gym yang berisikan berbagai macam alat kebugaran. Bahkan ada pula ring tinju, samsak, dan lain-lain.

"Wow." Saking terpananya, Yesung hanya bisa berkata begitu.

Kangin berkomentar, "Aku tahu kalau hyung memang kaya, tapi aku sama sekali tidak menyangka kalau hyung punya ruang bawah tanah begini."

"Ini bukan milikku, tapi milik keluargaku."

"Hannie, kenapa kau membawa kita ke sini? Kita bukan ingin berolahraga, kita ingin berlatih," protes Heechul.

"Tapi bukankah gym memang cocok, Chullie hyung? Di sini kita bisa berlatih menendang, memukul, bertarung, dan sejenisnya," sahut Ryeowook, dia malah sudah sibuk melakukan pemanasan bersama Kibum dan Eunhyuk.

"Oh iya, hyung," bisik Kibum pada Eunhyuk. "Aku baru ingat kalau hyung satu kelas dengan Donghae hyung, apa dia melakukan sesuatu pada hyung?"

Kibum pikir Eunhyuk akan mengeluarkan ekspresi sedih, tapi namja itu malah tertawa sarkastik. "Dia malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa, sama seperti Kyuhyun. Ya sudah, aku juga terpaksa meladeninya dalam 'permainan' mereka."

Kibum menghela nafas.

.

*SKIP TIME*

.

The Dark Seeker menjalani sesi latihan mereka dengan serius. Sebagai ketua klub bela diri di SM High School, Kangin mengajarkan banyak teknik bela diri kepada teman satu timnya.

Selain itu mereka semua juga berhasil menemukan jurus-jurus yang bisa berguna untuk pertarungan nanti. Yang paling berguna adalah jurus milik Ryeowook, elemen cahayanya ternyata mengandung unsur penyembuhan. Sejauh ini dia berhasil mengobati lengan Kibum yang terkena racun dari pisau daun Yesung, walaupun stamina Ryeowook langsung terkuras habis setelah itu.

Tanpa terasa, seminggu pun telah berlalu dan hari pertarungan pun telah tiba. Seakan bersedih dengan pertempuran yang akan segera terjadi sebentar lagi, langit pun menurunkan hujan yang cukup deras.

Ketujuh anggota The Dark Seeker telah berkumpul di rumah Hankyung, wajah mereka nampak tegang. Seperti yang dikatakan oleh Leeteuk alias Dennis, The Dark Seeker hanya perlu menunggu sinyal dan berteleportasi ke tempat yang telah disiapkan oleh Conquistadores.

TRING!

Jantung mereka hampir terlepas dari tempatnya ketika melihat ketujuh gelang elemen menyala serempak, berarti Conquistadores telah mengirimkan sinyal yang menyuruh mereka untuk berangkat.

Setelah siap dengan atribut mereka, ketujuh anggota memejamkan mata dan berkonsentrasi.

'Antarkan kami ke tempat Conquistadores berada.'

Dalam waktu singkat, ketujuh namja itu menghilang tanpa jejak dari ruang tamu rumah Hankyung.

.

.

Sesudah merasa kalau kaki mereka telah menjejak tanah, ketujuh namja itu membuka mata. Saat ini mereka berada di ruangan kosong berbentuk melingkar dan bercat biru, di sekeliling mereka terdapat pintu yang berjumlah tujuh. Satu-satunya benda yang ada di ruangan tersebut hanyalah sebuah layar LCD yang tergantung di salah satu dinding.

Heechul berjalan menuju salah satu pintu yang ada. "Jumlah pintunya ada tujuh, berarti di balik pintu ini kita akan bertempur satu-lawan-satu dengan mereka."

Ketika Heechul hendak menyentuh gagang pintunya, tiba-tiba layar LCD tadi menyala sendiri. Wajah seorang namja bertopeng putih memenuhi layar LCD tersebut sekarang, dialah Leeteuk.

"Selamat datang di arena pertempuran kita, The Dark Seeker," sambut Leeteuk, lalu dia melihat ke arah Heechul. "Maaf Casey Kim, tapi tolong jangan sentuh pintu itu. Kami belum selesai 'mendekorasi' bagian dalamnya karena tidak menyangka kalau kalian akan langsung tiba setelah kami memberikan sinyal."

"Mwo? Darimana dia tahu kalau aku ingin membuka pintu?!" pekik Heechul kaget.

Kibum menunjuk benda yang berada di sudut atas ruangan itu. "Mereka memasang kamera CCTV, Casey hyung."

Leeteuk tertawa renyah. "Ternyata matamu jeli juga, Bryan Kim. Tapi tenang saja, aku hanya akan menyampaikan kembali peraturan pertarungan kita. Setelah ini aku akan mematikan kamera tersebut agar kalian bisa berdiskusi sebelum bertempur."

"Sistemnya adalah turnamen, di babak pertama para pemilik elemen yang sama akan saling berhadapan. Sang pemenang akan melaju ke babak selanjutnya dan melawan kompetitor dari tim lawan yang juga memenangkan babak pertama, begitu seterusnya hingga didapatkan satu pemenang," lanjut Leeteuk. "Apa ada pertanyaan?"

Hankyung mengangkat tangannya dan berbicara ke arah CCTV. "Minggu lalu kau menjamin kalau tidak akan ada satupun dari kita yang akan mati bukan?"

"Ne. Kami telah memasangkan sensor khusus pada masing-masing arena, secara otomatis robot akan menghentikan pertempuran jika detak jantung salah satu peserta terasa mulai melemah. Karena itu sebaiknya kalian berhenti menyerang dengan beringas jika robot telah memperingatkan."

"Kami tidak akan berbuat begitu, dan semoga tim kalian juga tidak begitu," desis Kangin.

"Tentu saja tidak, kami menjunjung tinggi nilai sportivitas. Itu berarti kemungkinan terburuk yang bisa diderita oleh kedua belah pihak adalah koma."

"Bagaimana bisa kau berkata begitu dengan tenang?! Kau juga mempertaruhkan nyawa teman satu timmu, Dennis hyung!" seru Ryeowook.

Leeteuk tidak menjawab, dia malah berkata, "Apa ada yang ingin kalian tanyakan lagi?"

Kibum mengangkat tangan. "Bagaimana dengan peserta yang terluka? Apa pertarungan akan terus dilanjutkan dengan kondisi luka-luka?"

Sang pemimpin Conquistadores menggeleng. "Robot yang tadi ku sebutkan akan menyembuhkan kalian sampai kondisi kalian prima."

Kali ini Eunhyuk yang mengajukan pertanyaan. "Bagaimana dengan pertarungan yang seri? Misalkan kedua pengguna elemen api pingsan pada pertarungan pertama, apa kami akan disadarkan oleh robot hingga salah satu dari kami menang?"

Lagi-lagi Leeteuk menggeleng. "Jika keduanya tidak sadarkan diri, maka mereka berdua dinyatakan gugur. Jika jumlah peserta babak selanjutnya tidak seimbang, maka kami akan mengaturnya sedemikian rupa hingga rata."

Sesudah berkata demikian, tiba-tiba sesosok namja bertopeng hitam muncul di layar LCD. Kyuhyun alias Marcus baru saja berteleportasi ke sebelah Leeteuk.

"Dennis hyung, persiapan telah selesai."

Leeteuk memandang Kyuhyun dengan berbinar. "Jeongmal? Arraseo, kau dan yang lainnya segera bersiap di posisi masing-masing."

Kyuhyun membungkuk hormat dan berteleportasi lagi setelah menerima perintah dari Leeteuk, sementara sang pemimpin kembali menghadap ke arah The Dark Seeker.

"Seperti yang barusan kalian dengar dari Marcus, persiapan kami telah selesai. Setelah ini aku akan mematikan LCD dan CCTV, siapa tahu kalian butuh privasi untuk membicarakan siasat." Leeteuk menunjuk salah satu pintu. "Lima menit lagi, pintu-pintu itu akan berubah warna. Masuklah ke pintu yang berwarna sama dengan elemen masing-masing, arra?"

Setelah menerima anggukan dari tamu-tamunya, Leeteuk berkata, "Semoga kita semua menunjung tinggi sportivitas, dan tim terbaiklah yang akan berdiri di puncak. Sampai ketemu nanti, The Dark Seeker."

Seperti yang sudah dikatakan, LCD dan CCTV pun mati setelah Leeteuk berujar demikian. Ketujuh anggota The Dark Seeker langsung membentuk lingkaran.

"Aku sama sekali tidak bisa membenci Leeteuk hyung, dia tetap saja bersikap sportif walaupun telah dikuasai gelang elemen jahat." Kangin geleng-geleng kepala.

Hankyung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebenarnya aku juga bingung harus mengatakan apa, toh pertarungan nanti pasti tidak akan berjalan sesuai skenario. Apa yang terjadi, maka terjadilah."

"Ada satu hal yang ingin ku beritahu pada kalian, ini berhubungan dengan akhir dari pertempuran ini," ucap Eunhyuk serius. "Sebaiknya kita lebih merapat, siapa tahu Conquistadores hanya berpura-pura mematikan CCTV."

Setelah keenam temannya mendekat, namja berelemen api itu menjelaskan segala kesimpulan yang dia tarik dari keterangan Shindong waktu itu.

"Kita harus memenangkan pertempuran ini, karena naga yang ada di cerita si sulung dan si bungsu akan muncul. Sama seperti yang terjadi pada si bungsu, naga akan mengabulkan tiga permintaan dari pihak yang menang."

"Darimana kau tahu akan hal itu?" tanya Heechul.

"Aku akan menceritakannya nanti, sekarang waktu kita semakin sempit. Setelah ku pikirkan, ada tiga permintaan yang harus kita ucapkan pada naga itu."

Eunhyuk membisikkan ketiga permintaan itu pada teman-temannya. Dilihat dari jumlah anggukan, nampaknya mereka pun setuju dengan usul Eunhyuk.

Hankyung berkata, "Ku rasa itu sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan konfrontasi panjang ini. Xie xie atas informasinya, itu sangat berguna."

Eunhyuk baru saja hendak berucap ketika ketujuh pintu di sekitar mereka berubah warna menjadi merah, kuning, hijau, coklat, biru, hitam, dan putih. Waktu mereka untuk bertempur telah tiba.

"Kelihatannya kita harus segera bersiap," ujar Kibum.

Sebelum mereka berpencar, Hankyung mengulurkan tangannya ke depan. Seakan mengerti dengan maksud sang ketua, anggota lainnya ikut menumpukkan telapak tangan mereka.

Hankyung berucap, "Setelah pertarungan ini berakhir, berjanjilah bahwa kita tidak akan melupakan satu sama lain. Kita akan tetap menjadi teman setelah semuanya selesai."

"Kalah maupun menang, kita akan berkumpul di atap gedung sekolah setelah pertempuran ini usai," ucap Heechul.

"Jika kita menang, bawalah anggota Conquistadores bersama kalian saat kita bertemu nanti," tambah Yesung. "Bagaimanapun juga mereka adalah teman kita, hanya gelang elemen-lah yang membuat mereka menjadi jahat."

"Kalau kita kalah…" Kangin mengangkat bahu. "Intinya kita harus berusaha semaksimal mungkin agar menang, masa depan dunia ada di tangan kita."

Eunhyuk berpesan, "Jangan lupa juga untuk menyampaikan permohonan yang tadi, supaya semuanya berakhir bahagia."

Kibum tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum dan mengangguk.

Bahkan Ryeowook nyaris menangis. "Berjanjilah kalau kalian semua akan baik-baik saja di dalam sana."

"THE DARK SEEKER, HWAITING!" seru mereka sambil menghempaskan tumpukan telapak tangan mereka ke udara.

Tanpa ragu-ragu lagi, ketujuh namja tersebut berjalan ke pintu masing-masing tanpa menoleh ke belakang. Untuk menyemangati diri, mereka menyunggingkan sebuah senyum pengharapan.

Secara bersamaan, mereka memutar kenop pintu dan memasuki ruangan. Kala mereka telah tiba di dalamnya, pintu di belakang mereka menutup sendiri. Kegelapan langsung menyergap mereka karena tidak ada satupun cahaya di sana, selain itu ruangan tersebut juga berwarna hitam. Tapi…

CTEK!

Seseorang menjentikkan jari dan sebuah lampu menerangi ruangan itu, persis menyorot seorang namja berjubah putih dengan topeng yang berbeda warna di tiap ruangannya.

Anggota Conquistadores telah siap.

.

.

"Annyeonghaseyo, Bryan Kim~ Kajja, sebentar lagi kita akan 'bermain air' sampai puas."

'Spencer hyung, mianhae. Sepertinya aku memang tidak boleh menganggap remeh Aiden hyung, namjachingumu ini.'

.

.

"Selamat datang di area udara, Jordan Kim."

'Dennis hyung, jadi kau masih belum menyadari identitasku yang sebenarnya…?'

.

.

"Ni hao, Joshua gege. Wo jiao Mochi, aku harap gege tidak mengasihaniku hanya karena aku terlihat lebih muda dari gege."

"Baiklah, kalau itu permintaanmu."

.

.

"Cih, kenapa kau harus memiliki elemen yang sama denganmu, Jerome Kim? Padahal aku ingin sekali melawan Hyukkie~"

"Berani-beraninya kau berkata seperti itu, Vincent Lee. Apa kau sama sekali tidak menganggap dia sebagai teman baikmu?"

.

.

"Kita lihat kegelapan siapa yang lebih pekat, Casey Kim."

"Aku jijik mendengar kau berpura-pura bodoh begitu, Marcus Cho. Supaya adil, aku akan memanggilmu dengan Cho Kyuhyun dan kau boleh memanggilku Kim Heechul. Eotteokhe?"

.

.

"Annyeonghaseyo, Andrew Choi imnida."

"A… Annyeonghaseyo, Nathan Kim imnida."

.

.

"Selamat datang di area api, Spencer Lee. Ah, bukan… maksudku Lee Hyukjae. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati darah milikmu itu."

"Kau tidak akan mendapat satu setetes pun dariku, Koala. Atau haruskah ku panggil kau dengan Zhoumi?"

.

.

'Now, shall we start the first round?'

.

.

.

TBC

^Risa's Note^

Risa mau minta maaf besar-besaran karena beberapa hal:

1. Udah berapa bulan fic ini gak di-update? *ngitung* Hampir tiga bulan! Jadi buat readers yang udah kesel nungguin kelanjutan nih fic, silakan keroyok Risa. Risa pasrah -_- Terserah readers mau percaya apa gak, tapi laptop Risa disita karena UAS dan TO. Untung rank Risa bagus, jadi laptopnya dibalikin B) *curhat* Jeongmal mianhae! *deep bow*

2. Sekalinya update, ternyata gak sepanjang yang readers harapkan. Cuma… *ngitung* 3000+ words! Jujur ya, Risa semacem kena Writer's Block gara-gara kelamaan gak ngetik. Semoga di chap depan Risa bisa nulis lebih banyak lagi, jeongmal mianhae! *deep bow*

3. Risa naro TBC di tempat yang gak tepat, kalo itu mah sengaja :P *plak*

Okay, the real battle will start at the next chap~ Udah ketebak kan siapa lawan siapa? ;) Sekali lagi jeongmal mianhae~! *super duper deep bow*

Huge thanks for:

kyukyu / aninda. c. octa / love haehyuk / nurul. p. putri / indahpus96 / Anonymouss / Lee Eun In / cherrizka980826 / Lee Eun Jae / myfishychovy / nyukkunyuk / ressijewelll / Fitri jewel hyukkie / cho devi / myhyukkiesmile / ShillaSarangKyu / Arit291 / dhianelf4ever / RieHaeHyuk / nungguin teukie / HyeInKyuhyun / SaranghaeHaeHyuk / andiniHaeHyuk / futari chan / HyukmilikHae / Guest / Chully chie / Hyukkie'sJewels / Ve / Rio / Lee HaElan / andiniHaeHyuk / yurisooki / jung naemin / FishyMonkey / andinihaehyuk

Also for the Silent Readers and everyone who follow and favorite this fic. Thank you for your appreciation! ^^