Tonight / KiHae / NC

Pairing :

Kim Kibum

Lee Donghae

nb : niatnya sih kemarin cuma oneshoot aja, tapi ternyata banyak yang minta ini dilanjut. Jadi yaudah lullu mutusin buat ngelsnjutin nih ff yang udah berdebu.. Mianhae kalau ceritanya makin monoton atau membosankan...

so, happy reading guys...

:::129:::

Donghae pov

Hahh... malam yang membosankan. Malam yang mengulang malam-malam sebelumnya. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah takdir, mungkin.. Aku melangkahkan kakiku memasuki mini pub, tempatku bekerja.. Apa ada yang bertanya tentang pekerjaanku?Apa harus kujelaskan lagi? Tapi baiklah, namaku Lee Donghae, namja miskin berusia 25 tahun yang harus banting tulang untuk melanjutkan hidupnya yang sebatang kara.. Yang memutuskan untuk bekerja disebuah mini pub sebagai 'pelayan' untuk para pengunjung yang sedang 'lapar'... Yupp... Pelacur! Tepat sekali...

Pekerjaanku adalah memuaskan nafsu para tamu yang datang kemiini pub ini.. Mungkin kalian menganggapku gila karena menerima pekerjaan ini. Tapi buatku ini tidak terlalu buruk. Aku bisa mendapatkan uang banyak dalam satu malam. Dan yang kulakukan hanya mengangkangkan pahaku lebar ditambah dengan suara desahan dan leguhanku. Mudahkan? So, simple...

Aku melangkah masuk kedalam mini pub dan melihat puluhan orang atau lebih teoatnya namja-namja yang sedang berkeliaran kesana kemari.. "Annyeong..."sapaku pada mereka saat aku melewati mereka. "Aww..." rintihku saat salah satu dari mereka meremas bokongku.. Dan aku hanya membalasnya dengan kerlingan nakal.. Lalu kupilih untuk duduk dimeja bar, bergabung dengan rekan-rekanku yang lain..

"Baru datang eoh..?"tanya temanku yang bernama Sungmin.

"Iya hyung, hehehe..." jawabku Aku mengambil bir yang disodorkan oleh bartander padaku. Eumm... Jujur saja aku tidak suka alkohol. Makanya aku memilih bir yang kadar alkoholnya lebih rendah dibandingkan soju atau yang lainnya.

"Hallo sayang.." seorang pria bertubuh tegap menghampiri kami dan langsung memeluk pinggang ramping temanku, Eunhyuk..

"Halo tampan.."balas Eunhyuk seraya merangkul leher pria itu.

"Ada waktu? " tanya sang pria

"Selalu ada waktu untukmu, sayang..."Eunhyuk menjilat pipi pria itu. "Kkaja.." sang pria menarik tangan Eunhyuk..

"Aku duluan yah guys.." pamit Eunhyuk pada kami.

Aku, Minnie hyung dan Heechul hyung kembali meminum minuman kami, sekalian menunggu pelanggan yang ingin diservice.

"Key lagi ada pelanggan yah hyungdeul..?" tanyaku.

"Iya begitulah.." jawab Heechul hyung sekenanya. Obrolan kami pun berlanjut. Membahas apapun yang menurut kami menarik untuk dibahas. Sampai akhirnya aepadang lengan kekar menelukku dari belakang. Yeah, sepertinya aku harus memulai pekerjaanku.

"Hai manis.." laki-laki ini mencium pipiku dan aku tidak berusaha untuk menolaknya.

"Hai sayang.." ujatku seraya membalik badanku untuk menghadapnya.

"Mau menemaniku? " tanya laki-laki itu

"Tentu saja mau" jawabku. Aku turun dari kursi yang aku duduki, lalu merangkul pinggang lebar pelangganku ini. Dia membawaku ke sofa yang ada disudut ruangan, kami menduduki sofa berwarna merah itu. Lalu aku menuangkan soju yang sudah disediakan diatas meja dan kuberikan pada laki-laki ini.

Dia pun menenggak habis satu gelas soju yang aku berikan. Setelah itu dia mulai melancarkan aksi nakalnya.. Laki-laki ini mulai menciumi wajah dan bibirku, yang pastinya aku balas dengan ahli. Dia menghisap bibir bawahku dan kubalas dengan menghisap bibir atasnya. Kami saling menghisap, mengulum dan menggigit satu sama lain. Disaat dia mulai bosan dengan bibirku dia beralih pada leher jenjangku . menjilat tulang selangkaku, membuatku mengeluarkan leguhan kecil. "Eughh.."

Laki-laki ini pun semakin berani. Dia menggigit-gigit leherku hingga menimbulkan hickey, tidak lupa juga dia kembali menghisap leherku.. "Ahh.."aku pun tak ayal meleguh untuk kesekian kalinya.

Tanpa aba-aba laki-laki ini memasukkan tangan kasarnya kedalam kaos v-neck yang aku kenakan. Lalu dia menyentuh nipple ku, memilinnya.. "Ohh.. Eunghh.."aku mencoba meredam suaraku ditengah-tengah dentuman musik yang menggebu-gebu..

Laki-laki tampan ini terus mengerjai nipple kecilku, sekaligus menjilat dan menghisap leherku.

"Donghae.." Sampai akhirnya sebuah suara mengganggu acara kami. Aku mencoba melihat siapa pemilik suara ini, dan aku mendapati Heechul hyung berada diepan kami..

"W-waehh..?" Tanyaku ditengah-tengah leguhanku, karena namja ini tidak menghentikan kegiatannya.

"Ada yang mencarimu." Ujar Heechul

"Nugu?" tanyaku

"Kim Kibum"

"Hyung sajahh yang layani diahhh.. eunghh" Aku meleguh nikmat saat namja ini mencubit nipple ku..

"Dia ingin kau yang melayaninya.." Jawab Heechul.

"Aghh.." Desahku saat pria ini menghisap jakunku kuat.

"Cepat temui dia sebelum dia mengamuk dan menghancurkan tempat ini." Ujar Heechul hyung , berlebihan.

"Tapi aku masih ada pelanggan hyung." Ujarku sekalian mencoba melepaskan tangan laki-laki ini dari nippleku, pria ini menatapku kesal..

"Biar aku yang urus dia." Heechul hyung menghampiriku.

"Baiklah, sayang aku pergi dulu yah , malam ini kau main dengan Heechul hyung dulu . Ok.." Ujarku pamit pada namja ini .

"Dia ada dikamar no. 3" ujar Heechul hyung. Aku lalu pergi menjauhi mereka dan pergi kelantai dua, tepatnya kamar no. 3. Dimana Kibum berada.

Kibum? Aku tidak tau kenapa selalu ingin aku yang melayaninya. Padahal disini masih banyak pelayan yang lebih sexy dan lebih menggoda lainnya.

Semenja malam itu, dia hanya mau akuu yang melayaninya. Jika aku menyuruh yang lain dia pasti akan menolaknya mentah-mentah. Hahh.. Aku jadi bingung. Yahh, aku akui sih bermain dengan dia sangat mengasyikkan dan menggairahkan dari pada dengan pelangganku yg lain. Aku juga tidak tau kenap . Saat bermain dengannya aku begitu bergairah, dan selalu merasa ingin lebih dan lebih.. Apalagi kalau junior besarnya sudah memasuki lubangku, rasanya ingin setiap waktu aku ingin merasakannya. Membayangkannya saja sudah membuatku bergairah. Aku langsung masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Hai sayang.."sapaku nakal pada seseorang yang sedang duduk menyender diatas ranjang.

"Kau telat 5 menit." ujarnya dingin. Aku menghampiri Kibum diatas ranjang.

"Maaf sayang."Ujarku seraya duduk diatas paha Kibum yang sedang menyelonjorkan kakinya. Tapi namja tampan ini tetap memandangku tajam. Aku berdecih pelan menatapnya. "Iya, aku minta maaf Bummie. Jangan pandangi aku seperti itu." Aku memeluk lehernya manja. Setelah itu aku mulai mencium bibir tebalnya. Kalau sudah seperti ini aku yakin dia tidak akan menolaknya. "Eumphhh.." Benerkan? dia membalas dengan melumat bibirku.

Aku menekan tengkuknya pelan.

Menikmati ciuman panas yang dia berikan. "Mmpphhh.." Leguhku saat Kibum menghisap lidahku. Dapat kurasakan Kibum memasukkan tangan besarnya kedalam kaosku lalu meraba-raba punggungku. Sial! Dia benar-benar membuatku mabuk dengan sentuhannya itu. Alhasil, aku semakin dalam menciumnya. Aku menggerakkan tubuhku saat Kibum terus meraba punggungku. Dan kelakuanku itu tanpa sengaja membuat juniorku dan junior Kibum bergesekan. "Ahhh..."

Setelah itu Kibum melepaskan ciumannya dan beralih untuk membuka kaos ku, hingga kini aku Topless didepannya. Dia langsung menyerang leherku, dihisap dan digigitnya kulit leherku. "Akhh.." Pekikku saat dia menggigit leherku keras. "Appo Bummie, kau seperti dracula saja." Aku mempoutkan bibirku.

"Aku tidak suka ada orang lain memberikan hickey ditubuhmu selain aku." Ujarnya dingin.

"Yang ku layani bukan hanya kau saja sayang.. Ahhh..." Ucapanku bercampur desahanku saat dia kembali menghisap leherku. Aku yakin dia pasti menutupi hickey yang dibuat oleh pelangganku yang lainnya dengan hickey buatannya. Egois, eoh?

.

"Ughhh.." Leguhanku terdengar saat Kibum mulai memasukkan kepala juniornya kedalam lubangku. Sampai akhirnya Kibum memasukkan juniornya dalam sekali tusukkan dan membuatku memekik keras. "Akkhh..." Sial! dia tidak sadar kalau juniornya itu besar. Walaupun lubangku sudah sering dimasuki tapi tetap saja tidak akan membuatnya melebar. Appo...

"Mianhae.." Sesal Kibum

"Kau tidak sabaran, eoh..?" Goda ku ditengah ringisanku.

"Siapa yang membuatku tidak sabaran." Jawabnya.

"Bergeraklah.." Suruhku. Dan Kibum pun langsung menggerakkan pinggulnya maju-mundur. "Aahhh..." Dia terus mendorong juniornya keluar masuk dilubangku, membuatku terus mendesah dan meleguh nikmat..

"Ahh.. Mhore Bhummiehhh... Aahhh..." Bingo! Kibum menemukan titik ternikmatku. Ouchh.. Ini sangat nikmat. Aku ingin lebih dan lebih.. "Disituhh.. Terushhh bummiehh... Ahh.." Kibum terus menghantam titik itu terus meneru, membuatku kalang kabut (?) ditangannya.. Apa lagi dengan posisi Doggy Style membuat junior Kibum begitu leluasa mengerjai lubangku..

"Ughh..."

"Ahh.. Bummiehhh fasterr ouchhh..." Aku benar-benar gila. Aku mendorong pantatku saat Kibum menghujam lubangku, membuat junior itu semakin masuk kedalam..

Kibum meremas juniorku yang sudah dipenuhi oleh pre-cum, mengocoknya dengan tempo yang begitu cepat. "Ahh.. Sshhh.." Aku mnggelengkan keplaku kuat, ini sangat nikmat.

"Ouchh... Bummiehhh lebihh cepathh.. Yeahhhh ouhh.."

"Kau sangat sexy.. Eunghh.." Ujar Kibum sambil terus menusukkan juniornya.

"Ashhh.. Juniormuhh nikmat sayanghh.."

Kibum semakin dalam menyodokkan juniornya kedalam lubang sempitku. Sesekali dia menampar pipi belakangku (?), membuatnya menjadi merah. "Akhh.. Damn! morehhh.. Morehh bummie.."

"Ahh.. B-Bummiehh aku mau k-keluar.." Kibum semakin cepat menyodokkan juniornya dan mengocok juniorku. "Ahh.. Terushh fasteerhh.. Ohh.."

"Ahh.."

"Bu-bummiehh.. AkuuAKHHHH..." Spermaku pun menyembur deras mengenai tangan Kibum dan sprai dibawahnya. "Akhh.."

"Hahh.. Hahhh.."Aku menarik-ulurkan (?) nafasku lega. Tubuhku lemas sehabis klimaks tadi.. Namun tidak lama setelah itu Kibum membalik tubuhku menjadi berbaring tanpa mengeluarkan juniornya.

"Aku bahkan belum keluar."Ujarnya.

"Aku tahu.. Ayo lanjutkn.."Ujarku nakal seraya meremas junior Kibum dengan dinding-dinding lubangku.

"Ughh.."Leguh Kibum. Dia tersenyum setan padaku.

Kibu mengangkat satu kakiku keatas lalu dia letakkan dibhu lebarnya. Setelah itu dia mulai menyodokkan juniornya lagi pada Lubangku. "Aghhh.." Dan desahanku pun kembali terdengar. Kibum semakin semangat menghajar lubang kecilk. Sampai-sampai terdengar suara saat junior itu keluar masuk kedalam lubangku.

"Ahh.. Bummiehhh.."Aku mencoba menaikkan gairahku dengan memilin nippleku. "Ughh bumhhh.." Kibum terus mengerjai lubangku dengan brutal dan sangat cepat, sampai aku tidak bisa menghitung berapa kali dia mengeluar masukkan juniornya. Kibum meremas dua bola kembarku. Membuatku semakin frustasi menahan nikmat ini. "Akhh.. Ouchhh bummiehh terushh.. Ahh.."

"Arghh.." Aku merasakan nyeri dilubangku saat kurasa ada benda lain masuk kedalam lubangku. "Sshhh k-kibummiehh.." Aku memandang Kibum yang sedang menyeringai menatapku.

Aku tahu, dia pasti memasukkan jarinya juga. Sial! Lubangku teasa penuh dan panas.

"Oughhh.."Kibum menggerakkan juniornya lagi dan tidak lupa juga dia menggerakkan jarinya didalam lubangku. Menggerakannya dengan bergantian. Saat dia mengeluarkan juniornya dia akan menuodokkan jarinya dalam, dan begtu juga sebaliknya.

"Ahhh oucchh.. Fasterrhh bummiehhh.. Deeperr.. ouchh.." Aku mengocok juniorku sendiri. Ini benar-benar nikmat. Lubangku tidak berhenti berkedut seolah-olah selalu kelaparan dan minta diisi oleh junior panas Kibum. Aku merasa selalu ketagihan dengan junior panjang itu.

"A-aku mau keluar bummiehh.. Terushhh.. Yeahhh.."Aku mengocok juniorku cepat, secpat Kibum mnyodokkan juniornya kedalam hole ku.

"Nado sayanghh.. Uhh.."

Aku tidak kuat, ini sangat nikmat. "Ahh.. Aku keluar sayanghh.. Akkhhhh.." Sampai akhirnya pertahananku jebol, aku memuncratkan cairanku kedada dan wajah Kibum.

"Arghhh.."Aku merasakan hagat dilubangku saat Kibum menembakkan cairannya kedalam lubangku.

"Hahh.. Hahh.."Aku dan Kibum saling beradu, seakan-akan memperebutkan pasokan udara yang ada.

"Ughh.."Kurasakan Kibm mengeluarkan juniornya dari dalam lubangku. Lalu dia berbaring disampingku. Aku pun langsung memeluknya.

"Donghae.." Kudengar Kibum memanggilku.

"Hnn.."Responku, karna masih terlalu lelah untuk mengeluarkan suara.

"Ikutlah bersamaku."

"Mwo ?"

TBC or END

Review ?