Tonight/KiHae/Chapter 3

Pairing : KiHae

Cast :

-Kim Kibum

-Lee Donghae

-Ahn Daniel 'TeenTop'

-Lee Byunghun/L. Joe 'TeenTop'

Genre : Yaoi, NC

Rated : M

.

.

.

Happy reading guyss...

.

.

.

Seorang namja manis bercampur cantik memasuki sebuah mini pub dipinggiran kota, diikuti oleh seorang namja berwajah tampan yang mengekor dibelakangnya. Sang namja manis sesekali memijat kepalanya yang terasa berputar akibat mendengar suara bising dari musik yang disetel ditambah dengan lampu berwarna warni yang membuatnya terasa mual. Namja manis ini pun mempercepat jalannya sekaligus menarik tangan namja yang mengikutinya.

Dan namja tampan itu hanya pasrah ditarik oleh sang namja manis, mengikuti langkah cepat si namja manis ini.

"Ughh! Kepalaku pusing.."gumam sang namja manis nan cantik.

Namja manis ini pun berjalan menuju sebuah meja bar yang terdapat banyak namja-namja cantik dan manis yang sebagiannya sedang berciuman mesra dengan seorang namja didepannya.

Namja manis ini terlihat sangat bingung, terlihat sekali kalau dia ingin bertanya tapi entah bertanya pada siapa.

Hingga akhirnya datang lah seorang namja cantik yang menghampirinya.

"Bisa dibantu?" tanya namja cantik ini.

"Eh? Eumm.. A-anu, a-a-apa kau mengenal seseorang bernama Donghae, Lee Donghae?"ujar namja manis.

"Lee Donghae?" tanya namja cantik ini memastikan.

"Iya, Lee Donghae. Apa hyung mengenalnya?"

"Tentu saja akau kenal. Tunggu sebentar aku akan panggilkan. Kau tunggu dulu sebentar, dan kau juga bisa memesan minum sekalian."

"Eumm.. Ne.." jawab namja manis ini dengan senyum yang mengembang dibibir tebalnya.

"Baiklah, aku panggilkan Donghae nya dulu." Namja cantik ini pun meninggalkan mereka untuk memanggil seseorang bernama Donghae itu.

"Mau pesan apa?"tanya seorang bartander kepada namja manis dan namja tampan ini.

"Eumm.. Aku pesan orange juice saja. Hyung mau pesan apa?"tanya namja manis ini kepada si namja tampan.

"Aku pesan wine saja."jawab sang namja tampan.

"Mwo? Tidak boleh." tolak si namja manis.

"Wae?"

"Hyung tidak boleh minum minuman keras. Itu tidak baik untuk kesehatan."

"Tapi kan _"

"Tetap tidak boleh" belum namja tampan ini selesai berbicara si namja manis dengan polosnya memotong ucapa nya. "Samakan saja denga pesanan ku." ujarnya bar tander.

Dan si namja tampan ini hanya bisa mendengus sebal.

Sang bartander pun segera membuatkan pesanan pelanggannya. Dan tak berselang lama pesanan mereka pun sudah ada didepan mata.

"Annyeng haseo.."datanglah seorang namja yg memiliki wajah manis.

"Ne.. Annyeng haseo.." jawab mereka seraya bangkit dari duduk dikursinya dan membungkukan badan untuk memberikan salam.

"Tadi Eunhyuk bilang kalian mencariku? Ada yang bisa kubantu?" tanya namja tadi.

"Ahh.. Jadi kau yang bernama Donghae itu?"tanya sang namja manis.

"Ne, Lee Donghae imnida.."

"Ahh, ne. Ahn Daniel imnida, tapi kau bisa memanggilku Niel saja." jawab namja manis ini yang baru kita ketahui bernama Niel, Ahn Daniel. "Dan ini kekasihku, namanya Byunghun." Niel memperkenalkan namja disampingnya.

"Lee Byunghun imnida. Tapi kau bisa memanggilku LJoe."

"Ahh, ne.. Ada apa kalian mencariku?" tanya Donghae.

"Eumm.. bagaimana kalau kita menepi saja. Jujur saja, telingaku agak sedikit sakit mendengar suara bising ini." ujar Niel.

"Baiklah, kkaja ikuti aku." Donghae berjalan melewati kerumunan orang yang sedang berlalu lalang di lantai dansa. Diikuti oleh Niel dan LJoe dibelakangnya.

Hingga akhirnya mereka berada disebua sofa dipinggir ruangan. Disisi yang memang sedikit lebih jauh dari arena lantai dansa.

"Silahkan duduk.."Donghae mempersilahkan mereka duduk.

Niel dan LJoe pun langsung duduk disofa empuk itu. "Kalian mau pesan apa?"tanyanya.

"Tidak usah hyung, tadi kami sudah memesan minum."Jawab Niel.

"Oh, baiklah. Jadi ada apa kalian semua mencariku?"Tanya Donghae.

"Eumm.. Sebelumnya kami ingin meminta maaf kalau sudah mengganggu waktu hyung."ucap Niel.

"Ahh.. Tak apa, aku tidak terlalu sibuk kok." jawab Donghae diselingi oleh senyum manis miliknya.

Niel pun membalas senyuman itu. "Apa kau mengenal Kibum, Kim Kibum?"tanya Niel.

"Kim Kibum?" Niel pun mengangguk. "N-ne.. Aku mengenalnya.. Me-memangnya ada apa?"

"Ahhh.. Kau tahu?Sekarang dia seperti orang gila. Yeah, walaupun sebenarnya dari dulu dia memang gila. Tapi semenjak dia mengenalmu, aku rasa kegilaannya mulai naik ke level tinggi."ujar Niel, hyperbola -_-

Donghae mengerjapkan matanya, bingung. "Maksudmu?" tanya Donghae.

"Eumm.. Mungkin hyung sudah tahu apa yang terjadi. Kibum bercerita padaku jika ia sedang jatuh cinta padamu. Semenjak pertama kali eumm.. Tidur denganmu dia merasa kalau dia mencintaimu. Dan semenjak saat itu dia selalu ingin bersamamu." ujar Niel seraya menyeruput orange juice pesanannya.

"Lalu?"

"Kau tahu? Dia itu type orang yang sangat susah jatuh cinta. Makanya aku sangat senang melihatnya bahagia setiap kali menceritakanmu. Tapi beberapa waktu yang lalu, aku melihatnya kembali menjadi Kibum yg dulu. Dia jadi pendiam, pemarah dan sangat sensitif. Waktu kupaksa cerita akhirnya dia jujur padaku jika kau menolak keinginannya."ujar Niel panjang lebar.

"Eumm.."

"Aku tahu, dia itu orang yang aneh, dingin, angkuh, tapi sesungguhnya dia adalah orang yang sangat baik. Kalau kau sudah mengenalnya hyung akan merasa kalau dia adalah orang yang hangat." Niel menatap mata Donghae, berharap Donghae mengerti maksudnya.

"A-aku tidak tahu h-harus berbicara apa.."ucap Donghae

gugup.

"Aku sendiri kaget dengan sikapnya yang eumm.. sedikit anehh.. Tiba-tiba saja dia mengajakku tinggal bersama sedangkan kami jelas-jelas baru kenal."

"Ku akui dia memang aneh dan sedikit gila, kurasa. Tapi aku berani bersumpah kalau dia tidak main-main dengan ucapannya."balas Niel.

"Aku tidak tahu harus bagaimana.." ucap Donghae, frustasi.

.

.

.

.

Flashback

.

.

"Ikutlah bersamaku.."

"Mwo?"

"Tinggallah denganku.." ucap seorang namja tampan bernama Kibum.

"Kenapa?"

"Karna aku mencintamu, Donghae.."lanjut Kibum.

"Mencintaiku? Apa kau tak salah?"ucap Donghae tak percaya.

"Tak ada yg salah dengan cinta.."

"Aku pikir kau mulai gila Kibum.." Donghae beranjak dari atas tempat tidurnya, dan memunguti pakaiannya yang berserakan dimana-mana.

"Ya, aku memang gila. Gila karnamu." Kibum menatap tubuh Donghae. "Aku juga merasa aneh dengan diriku sendiri. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku hanya menginginkanmu. Semenjak pertama kali bersamamu aku merasakan hal yang aneh, yang aku sendiri tidak tahu artinya. Tapi satu hal yang baru aku sadari kalau aku mencintaimu."lanjut Kibum yang masih menatap Donghae yang sudah selesai mengenakan pakaiannya.

"Cinta? Aku hanya seorang pelacur, tuan Kim. Sedangkan kau? Kau adalah orang kaya yang sayangnya terjebak ditempat laknat ini." ucap Donghae

"Dan aku tidak peduli. Ikutlah denganku dan berhenti menjadi pelacur. "

"Ini adalah duniaku, aku tidak mungkin meninggalkannya."

"Aku yang akan membantumu mengubah duniamu, menjadi lebih indah.."

"..."

"Ikutlah bersamaku dan memulai dunia yang baru bersamaku."

"Aku tidak bisa Kibum.."

"Kenapa tidak bisa?"

"Karna orang sepertiku dilarang untuk jatuh cinta.."ucapan Donghae sebelun dia meninggalkan Kibum didalam kamar saksi pergumulan mereka.

Kibum menatap pintu yang kini sudah kembali tertutup rapat. Menatap kepergian Donghae yang meninggalkannya sendirian, yang hanya ditemani oleh aroma sex yang baru saja mereka laukukan.

Flashback off

.

.

.

Donghae PoV

.

Ku tatap cermin yang ada didepanku. Yang saat ini sedang memantulkan refleksi wajahku. Sedikit kuberikan senyuman milikku. Kadang aku berpikir, apa bagusnya wajah ini? Lihatlah, ini begitu buruk. Bahkan aku pun tak sudi melihat wajah ini. Wajah yang tertutupi oleh sebuah topeng. Berpura-pura menikmati hidupnya, padahal didalam hatinya dia ingin menangis, menjerit, berteriak, bahkan jika bisa dia ingin mati.

Aku memang munafik, dan ku akui itu. Aku berpura-pura menikmati dunia ini, dunia kotor ini. Tapi aku pun tak bisa pungkiri kalau aku membutuhkan dunia ini.

Apa yang harus kulakukan?

Kibum, kenapa kau harus hadir dan membuat aku goyah? Sebelum kau datang, aku begitu yakin dengan dunia ini, tapi setelah kau datang kau malah menggoyahkan keyakinanku. Kebahagiaan yang kau janjikan, apa itu benar? Dunia yang baru, apa itu juga benar?

Jujur, terkadang aku lelah, sangat lelah. Melayani setiap laki-laki laknat itu dengan topeng senyuman yang harus selalu kutampilkan didepan mereka. Berpura-pura menikmati setiap sentuhan mereka, menikmati setiap kegiatan itu. Aku lelah, sangat lelah..

Kibum, apa yang harus aku lakukan?

Kibum, benarkah kau akan membawaku?

Kibum, benarkah kau akan membuat dunia indah untukku?

Kibum, benarkah?

Benarkah ?

Kibum, benarkah kau mencintaiku?

Aku mengusap wajahku, frustasi. Aku sungguh tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Semuanya terasa buntu. Tuhan, apa yang harus ku lakukan?

Hingga tiba-tiba sebuah tangan melingkari pinggang ku. Aku menjauhkan tanganku dari wajahku dan menatap lurus ke depan cermin. Dan saat ku lihat pantulan cermin itu kini sudah ada seorang namja berdiri tepat dibelakangku, ikut menatap ku melalu cermin itu.

"Kau kenapa eoh?"tanya namja tampan itu yang tidak lain adalah atasanku, atau mungkin bisa disebut micikari atau gigolo, mungkin. Namja yang memperkenalkanku dunia kotor ini. Namja yang sama bejatnya seperti namja-namja diluar sana.

Park Yoochun, namja brengsek yang membuat ku seperti ini. Tapi aku juga tak bisa pungkiri, berkat dia aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Dia yang memungutku dari jalanan, dia yang membawaku dari keterpurukan. Aku tak bisa membencinya. Tapi aku ingin membencinya. Hahh!

"Gwaenchana hyung.."jawabku yang masih memandangnya lewat cermin, kami saling pandang.

"Benarkah?" Yoochun mencium pipiku.

"Sungguh hyung, hanya sedikit lelah saja." Lelah berada didunia ini.

"Apa kau sangat lelah?" Ya, aku sangat lelah, kau tahu! Aku tahu maksud Yoochun bertanya seperti ini.

"Tidak selelah itu kalau hanya untuk menemanimu." Namja tampan ini memberikan senyuman khas nya. Lalu mulai menciumi leherku. Yeah, i knew it!

"Eunghh.." Aku menengadahkan kepala ku, membantu dia untuk menikmati leherku.

Dia terus menciumi leherku, menjilatnya, menggigitnya, dan kadang dihisapnya, hingga menimbulkan hickey yang baru. Menutupi hickey yang dibuat oleh pelangganku yang lain.

Aku sudah terbiasa seperti ini, diinginkan semua orang. Tidak, aku sedang tidak menyombongkan diri. Semua orang butuh sex, dan mereka mencari orang-orang sepertiku untuk menyalurkan hasrat nafsu iblis mereka. Jadi aku sudah terbiasa jika orang-orang menginginkanku. Bukan menginginkanku, lebih tepatnya lubangku. I knew it! Ingat, boss ku ini sama bejatnya seperti namja-namja brengsek diluar sana.

Aku hanya pasrah berada dibawah mereka. Pasrah berada direngkuhan mereka. Pasrah dimasuki mereka. Dan pasrah disetubuhi oleh mereka.

Yoochun menarikku dan memojokanku ke tembok samping pintu. Sambil terus melumat bibirku dalam. Aku pun mencoba membalas ciuman itu, mencoba memberi kesan pelayanan terbaik.

"Anghhh.." Aku pikir malam ini akan menjadi malam yg -kembali- panjang.

Donghae PoV end

.

.

.

Niel memasuki apartemennya, lebih tepatnya apartemen sepupunya yang sudah dia anggap sebagai apartemennya. Berjalan ditemani oleh seorang namja tampan disebelahnya yang sedang merangkul pundaknya mesra.

Setelah itu Niel dan LJoe -namja tampan itu- duduk disebuah sofa yang berada diruang tengah. Melempar ranselnya sembarangan.

"Hahh!"

"Kau lelah eoh?"tanya LJoe

"Sedikit hyung.." jawab Niel dengan nada manja seraya merebahkan kepalanya didada bidang LJoe.

LJoe mengelus surai kecoklatan milik Niel. "Lebih baik mandi dulu sana.." ujarnya.

"Nanti saja, aku malas mandi.."jawab Niel yang kini sudah memainkan ponsel hitam milik nya.

"Ini sudah malam, mau mandi jam berapa lagi, eoh?" ujar LJoe yang gamas pada Niel.

"Kalau begitu tidak usah mandi saja.."jawab Niel santai.

"Ckck, dasar jorok."

"Biarkan.."Niel makin menenggelamkan kepalanya dileher LJoe.

LJoe yang gemas pun lalu mencium kening Niel.

"Hyung, menurutmu bagaimana kisah cinta Kibum hyung dan Donghae hyung?"tanya Niel yang kini sudah bangkit dari dada LJoe.

"Maksudmu?" tanya LJoe tidak mengerti.

"Menurutmu apa Donghae hyung mau ikut dengan Kibum hyung?"

"Ohh, euumm.. Aku belum yakin dengan ini, karna sepertinya Donghae hyung masih ragu dengan Kibum hyung."jawab LJoe serius.

"Masa' sih hyung?"

"Eumm.."

"Lalu bagaimana? Aku kasihan melihat Kibum hyung yang seperti orang gila."Niel mem-poutkan bibir tebalnya.

"Dia memang sudah gila.."

"Aahh hyung.. Aku serius.."

"Lalu bagaimana? Kita tidak mungkin kan memaksa Donghae hyung supaya tinggal bersama Kibum hyung.."

"Benar juga.. Akhh, aku jadi bingung sendiri.."Niel mengacak rambutnya, frustasi.

"Untuk apa memikirkan orang lain.." dan dengan cepatnya LJoe mencium bibir Niel, tanpa memberikan waktu Niel untuk menjawab ucapannya.

Niel pun dengan rela membalas ciuman mendadak LJoe, membalas ciuman manis LJoe.

"Eunghhh.." Leguhan pun tak tertahankan saat ciuman ini sedikit memanas. LJoe memasukan lidah hangatnya ke rongga mulut Niel, dan tidak lupa dia menyapa penghuni rongga itu. LJoe menjilat lidah Niel sebelum dia melilit lidah hangat itu.

Lalu menghisap lidah merah muda itu, sekaligus menyalurkan salivanya pada mulut Niel.

"Errmmm.. Nghh.." LJoe menekan tengkuk Niel untuk memperdalam ciumannya.

Niel meremas baju depan LJoe, menyalurkan kesenangan yang dia dapat. Yang tanpa disadarinya campuran saliva yang menyatu didalam mulutnya kini sudah tumpah dan mengalir disela-sela bibirnya, membentuk aliran panjang yang mengalir turun menuju leher jenjang Niel.

"Nghh.." Leguhan Niel kembali terdengar saat lidah LJoe sudah menyapa langit-langit mulutnya, yang terasa geli dan ketagihan. LJoe tau , kalau langit-langit mulut Niel adalah salah satu tempat sensitif yang ada ditubuh Niel. Dan benar saja, Niel semakin menikmati ciuman panjang nan panas ini.

Tapi pasokan udara yang mulai menipis membuat Niel terpaksa harus menghentikan ciuman nikmat ini. Niel berusaha mendorong dada LJoe untuk menjauh. Namun LJoe masih dengan setia memainkan rongga mulutnya. Niel pun mencoba memukul-mukul dada bidang LJoe. Dan berhasil..

Dengan sangat terpaksa LJoe menghentikan aksinya itu.

"Hahh.. Hahh.."Niel menghirup udara disekitanya dengan sangat rakus.

LJoe tersenyum melihat Niel, matanya menatap bibir tebal Niel yang kini sudah memerah dan basah akibat ulahnya.

"Sesak bodohh hahh.."omel Niel, yang tentu saja tidak dihiraukan oleh LJoe.

LJoe melap cairan saliva yang mengalir disudut bibir Niel.

Lalu, menarik kepala Niel agar mendekat setelah itu dia mengecup kening Niel. Menyelurkan rasa sayang yang dia rasakan kepada namja yang ada dihadapannya ini. Niel pun sangat senang diperlakukan manis oleh kekasihnya ini.

Sebenarnya LJoe ingin lebih, lebih dari hanya sekedar ciuman. Tapi dia tahu kalau Niel belum siap melakukannya. Yahh, sejak mereka pacaran 1 tahun yang lalu -semenjak masuk unniversitas- mereka belum pernah sekalipun melakukan sex. Dan LJoe sendiri tidak ingin memaksa Niel untuk melakukannya jika dia sendiri belum siap. LJoe tidak ingin menyakiti orang yang paling dia cintai. Dia akan menunggu, menunggu sampai Niel siap dan tak ragu lagi.

"Sudah selesai mesra-mesrannya?" Sebuah suara berhasil menghentikan kegiatan lovely dovey antara LJoe dan Niel.

LJoe dan Niel pun melihat asal suara yang mengganggu mereka. "Kibum hyung.."

"Hyung mengganggu saja.." ucap LJoe sebal.

"Ck! Ini apartemen ku, seharusnya aku yang berbicara begitu. Kau mengganggu kediamanku." balas Kibum tak kalah sengit.

Ini lah kebiasaan Kibum dan LJoe jika bertemu. Pasti ada saja yang dipermasalahkan. Tapi sebenarnya mereka ini saling peduli satu sama lain.

"Sudah-sudah, kalian ini seperti kucing dan tikus tau.."ucap Niel yang mencoba menengahi pemandangan yang biasa ini.

"Ck.."

"Kok tumben hyung jam segini udah pulang?" tanya Niel.

"Kepalaku sedikit pusing, jadi langsung segera pulang." jawab Kibum seraya melangkahkan kaki menuju pantry yang ada diseberang ruangan ini. Lalu mengambil botol air dingin dari dalam kulkas. Dan kembali keruamg tengah, bergabung dengan LJoe dan Niel lagi, seraya meminum air dinginnya.

"Hyung, kami tadi bertemu dengan Donghae hyung."ujar Niel yang berhasil menghentikan kegiatan Kibum.

Kibum kini menatap Niel. Menunggu Niel melanjutkan ucapannya.

"Kau benar, dia memang manis.." Kibum menyunggingkan bibirnya mendengar ucapan Niel.

"Dan tadi kami menceritakan semuanya pada Donghae hyung." lanjut Niel. Kibum memicingkan matanya, tidak mengerti dengan maksud Niel.

"Apa maksudmu?" tanya Kibum.

"Aku bilang ke Donghae hyung kalau kau sekarang menjadi gila karna dia tolak kemarin." goda Niel.

"MWO?" Kibum membelalakna matanya mendengar penuturan Niel, dibarengi dengan kekehan remeh dari L. Joe.

"Wae? Memang kenyataannya begitu kan?"

"Ck! Bodoh!"

"Kau yang bodoh hyung " ledek L. Joe.

"Diam kau!"

"Hyung, aku pikir kau terlalu cepat meminta Donghae hyung untuk tinggal bersamamu." ujar Niel.

"Wae?" tanya Kibum.

"Apa kau tidak berpikir kalau nanti Donghae hyung menganggap kau mengajaknya tinggal bersama hanya untuk eumm.. melakukan sex dengannya."

"Aku bukan maniak sex."

"Aku tahu, tapi bagaimana dengan Donghae hyung?"

"..."

"Apalagi kalian baru kenal dan hanya bersama saat kalian making hot, pasti Donghae berpikir kalau kau mengajaknya tinggal bersama hanya untuk itu."

"..."

"Niel benar hyung, kau terlalu gegabah tanpa memikirkan kedepannya." timpal L. Joe

"Lalu aku harus bagaimana? Aku hanya tidak suka dia tidur dengan namja lain." jelas Kibum.

"Eumm.. Kalau menurutku, kau ajak Donghae hyung bicara dulu lalu jelaskan keinginanmu. Buat dia yakin kalau kau itu serius mengajaknya tinggal bersama bukan hanya untuk sekedar sex." Niel memberika wejangan pada Kibum.

Kibum menatap lurus kedepan, memikirkan perkataan Niel barusan. Dia kini sadar kalau yang diucapkan Niel semua ada benarnya juga. Dia terlalu bernafsu untuk memiliki Donghae. Hingga dia lupa untuk memikirkan jalan kedepannya.

Pasti sekarang Donghae akan berpikir kalau dia sama bejatnya seperti pelanggan-pelanggannya yang lain.

Padahal dia benar-benar tulus untuk menyelamatkan Donghae dari lubang hitam itu. Dia tahu kalau Donghae pasti tersiksa menjalani hidup seperti ini.

Entahlah, sejak pertama kali bersama Donghae dia merasa ada sesuatu yang menggelitik hatinya untuk selalu bersama namja manis itu.

Dia bahkan seperti orang gila setiap kali membayangkan Donghae dijamah oleh tangan-tangan brengsek itu. Makanya dia berpikir untuk cepat-cepat membawa Donghae keluar dari tempat laknat itu.

Dan saking bernafsunya untuk membawa Donghae pergi, dia lupa memikirkan yang terjadi dikedepannya.

"Temui dia dan jelaskan padanya, hyung." kini giliran L. Joe yang memberikan nasihat pada Kibum.

"Dan tanpa sex tentunya." timpal Niel.

"Wae?" tanya Kibum n L. Joe bersamaan.

"Kalau kau nanti bertemu dengannya dan mencoba menjelaskan keinginanmu tapi hyung masih melakukan sex dengannya pasti dia tidak akan percaya padamu." jelas Niel.

"Arraseo.."balas Kibum.

"Good boy.." ledek L. Joe

"Yasudah, aku pulang dulu yah hyung, pasti eomma dan appa khawatir karnjam segini aku belum pulang." ujar Niel.

"Hmm.."respon Kibum.

"Yasudah, hyung jangan lupa makan yahh.. Aku pulang dulu.."Niel bangkit dari duduk manisnya disofa, diikuti oleh L. Joe.

"Ne, salam untuk imo dan samchon.." balas Kibum.

"Oke hyung, bye.." Niel melambaikan tangannya pada Kibum.

"Aku pulang dulu hyung.." pamit L. Joe .

"Ne, hati-hati.."balas Kibum..

Kibum melonggarkan dasi hitam yang dia kenakan. Lalu merebahkan kepalanya kesenderan sofa yang dia duduki. Pikirannya kembali menerawang jauh.. Kembali menerawang wajah seorann namja yang belakangan ini selalu mengganggu pikirannya, hatinya. Donghae, namja dengan seribu pesona yang dia miliki yang dapat membuat orang bertekuk lutut hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Dang dapat mengalihkan seluruh pikiran semua orang yang melihatnya.

Dan Kibum yakin akan hal itu, karna dia adalah satu dari sekian ribu namja yang bertekuk lutut dihadapan namja berwajah polos itu.

Kibum merasa bahwa kini dunianya teralihkan oleh namja itu.

Kibum meraih ponsel yang ada disaku kanan celana yang dia kenakan, Lalu menekan beberapa nomor yang ada diponselnya.

"Aku Kibum.."

"..."

"Hnn.."

"..."

"Aku ingin bicara padamu."

"..."

"Baiklah.." Setelah itu Kibum mengakhiri sambungan telponnya.

.

.

.

.

TBC or END ?

.

.

.

Hayyyyyyy... *lambai lambai

hai readers, udah lama banget nih ff lullu anggurin.. Maaf yahh baru sempet lanjutin ff cz lullu emang lagi sibuk banget..

Jadi bener2 nunggu waktu yang tepat untuk ngelanjutin semua ff2 ini..

Gimana lanjutannya? menarikkah? atau membosankan?

kayaknya ngebosenin yahh?

huwaaa... idenya mentokk, mentok banget..

:'(

buat para reders yang udah nyempetin baca ff ini, lullu ngucapin banyak terima kasih yahh.. maaf gak bisa bales review kalian.. pokoknya lullu makasih banyak bangt buat kalian yang udah nyempetin baca n review semua ff lullu..

Khamsahamnida .

love you