Tonight/KiHae/YAOI/Chapter 4
Cast :
Kim Kibum
Lee Donghae
Ahn Daniel
L. Joe
Genre : Drama, YAOI
Rated : M
Happy Reading guys...
.
.
.
.
Cafe
Seorang namja tampan tengah memandang seorang lainnya yang kini ada didepannya. Sedang duduk manis dan tengah menyeruput secangkir orange juice yang terlihat menyejukkan disiang hari seperti ini.
Kim Kibum, namja tampan ini menyunggingkan bibir nya saat melihat Lee Donghae namja manis didepannya ini melap bibir sexy nya yang basah akibat juice yang ia minum tadi. Sungguh, dia berani bersumpah hanya ada dua orang yang mampu membuatnya gila seperti sekarang ini. Yang pertama adalah ibu nya sendiri dan yang kedua adalah namja manis dihadapannya ini.
Mungkin terdengar menjijikan jika kalian dengar. Tapi itu benar apa adanya.
Sudahlah, mungkin kalian tidak akan mengerti. Hanya orang-orang yang pernah merasakan jatuh cinta yang bisa merasakannya.
"Bisakah kau berhenti memandangku seperti itu tuan Kim?" Ujar Donghae menatap jengah pada Kibum.
"Ahh.. Ma-maaf.." Kibum mengalihkan pandangannya saat mengetahui Donghae memergokinya.
"Apa yang ingin kau katakan padaku Kibum-ssi..?" ujar Donghae to the point. Karna sejak tadi yang mereka lakukan hanya duduk diam tak saling bicara satu sama lain. Itu membuang-buang waktu.
"A-aku hanya.." Kibum menyeruput secangkir kopi yang ada didepannya. Mencoba menghilangkan gumpalan yang ada ditenggorokannya yang membuat semua kata-kata yang ingin dikeluarkan jadi tersumbat. Oh damn! Sejak kapan dia jadi segugup ini.
"Hahh.." Donghae membuang nafasnya, jengah.
"Donghae-ah, aku hanya ingin menjelaskan soal yang kemarin itu.." ujar Kibum.
"Soal apa?" Tanya Donghae.
"Soal aku memintamu ikut bersamaku.."
"Kibum-ssi, sepertinya jawabanku kemarin sudah sangat jelas. Jadi kurasa tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.." ujar Donghae tanpa belat belit lagi.
"Aku tahu.. Donghae-ah, ku harap kau mau memikirkannya kembali."ujar Kibum, berusaha memberikan pengertian kepada namjamanis didepannya ini.
"Keputusanku sudah bulat Kibum-ssi.." telak Donghae.
"Donghae.."
Donghae bangkit dari duduknya, bermaksud untuk pergi dari cafe itu. "Maafkan aku Kibum-ssi, tapi kurasa masalah ini sudah selesai." Donghae beranjak dari kursinya.
"Wae?" Tanya Kibum yang berhasil menghentikan langkah Donghae.
"Mwoya..?" Donghae membalikkan tubuhnya menghadap Kibum kembali.
"Kenapa kau terus berpura-pura seperti ini..?"Tanya Kibum tanpa memandang Donghae.
"..."
"Kenapa kau terus berbohong seperti ini.." Ujar Kibum. "Berpura-pura menikmati duniamu saat ini."lanjutnya.
"Kibum.."
"Aku tahu, kau begitu menderita berada didunia gelap mu ini."
Donghae kembali mendekati Kibum, dan duduk dikursi nya lagi. "Kau tidak tahu apa-apa tentang duniaku. Jadi kau jangan sok tahu tentang hidupku."Ucap Donghae memberikan penekanan pada setiap kalimat yang diucapnya.
"Apa kau pikir aku bodoh, Donghae?"Tanya Kibum yang kini sudah menatap Donghae. "Aku bisa melihat semuanya. Aku bisa melihat dari tatapan mata mu yang begitu bosan dengan dunia gelap itu."
"..."
"Kau bisa keluar dari dunia mu itu Hae-ah, dan aku yang akan membawamu keluar. Aku yang akan menuntunmu menjauhi dunia mu dan mengajakmu didunia baru yang aku buat untukmu."
"Hentikan Kibum-ssi. Hentikan semua omong kosong mu itu."Donghae membalas menatap Kibum. "Apa kau pikir aku akan percaya dengan semua hayalanmu itu? Apa kau pikir aku begitu bodoh sampai bisa kau bodohi seperti itu?" Lanjut Donghae.
"Aku tak pernah berbohong Donghae. Aku akan buktikan semua ucapanku jika kau tidak pecaya." Jawab Kibum.
"Ck! Dunia yang indah..? Apa kau pikir kau sedang ada didunia dongeng? Bangunlah Kibum-ssi. Atau mungkin hanya dunia mu yang indah tuan Kim. Tapi aku sudah terlebih dahulu bangun dari tidur siangku karna kau sadar bahwa dunia yang indah hanya ada didalam mimpi. Dan sekarang aku hidup didunia yang sesungguhnya."Ujar Donghae panjang lebar.
"Itu karna kau tak pernah mau berjalan keluar dari lubangmu. Kau hanya berada tetap ditempatmu sekarang tanpa peduli yang apa ada diluar duniamu. Kau begitu takut."Ujar Kibum yang tak ingin kalah argument dari Donghae.
"Mwo..?"
"Benar bukan..? Kau begitu takut keluar dari dunia mu? Tanpa kau sadari bahwa kau begitu tersiksa." Jawab Kibum.
"Kau jangan sok tahu.."
"Tapi aku memang tahu.. Kau tak pandai berbohong Hae.. Kau hanya cukup membebaskan dirimu dan ikut bersamaku. Biarkan aku yang merubahnya."
"Ki-Kibum.."
"Donghae, percayalah padaku. Aku tak ingin kau terlarut lebih lama didunia mu ini."
"Lalu aku harus apa Kibum? Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana?" Donghae mulai sedikit menurunkan ego nya.
"Kau tak perlu melakukan apapun. Kau hanya cukup mempercayaiku dan biarkan aku yang melakukan semuanya."jawab Kibum.
Donghae menatap Kibum yang saat ini juga sedang menatapnya. Mencoba mencari keseriusan dari namja tampan ini. Mencari kesungguhan yang Kibum ucapkan. Mungkin bisa kita katakan kalau saat ini Donghae sedang ragu. Dia tidak percaya dengan apa yang dijanjikan Kibum. Tanda tanya besar tepat berada diatas kepalanya. Atas dasar apa Kibum mati-matian membawanya pergi?
"Wae?" tanya Donghae.
"Mwo..?" Tanya Kibum yang bingung dengan pertanyaan Donghae.
"Kenapa kau seperti ini?" Tanya Donghae penuh dengan tanya.
"D-Donghae.."
"Kenapa kau melakukan hal seperti ini? Kenapa kau ingin membebaskan aku? Kenapa kau mati-matian ingin membawa ku pergi? Kenapa? Kenapa Kibum?"
"A-a-aku.." Kibum terlihat bingung untuk menjawabnya.
"Kenapa Kibum-ssi? Kenapa kau seperti ini? kenapa kau rela menolongku..?" Donghae masih menunggu jawaban dari Kibum.
"Hahhh... Karna aku mencintaimu.." Jawab Kibum.
"Mwo..?" Donghae menatap Kibum tidak percaya. Namja tampan ini masih belum mengerti sepertinya.
"Aku mencintaimu Donghae-ah.."
"Aniya Kibum-ssi.."
"Wae.."
"Kau tidak boleh mencintaiku, tidak boleh Kibum.." entah dari mana dengan tiba-tiba buliran bening meluncur begitu saja dari mata indahnya.
"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh mencintaimu..?" tanya Kibum. Sejujurnya dia gemas dengan Donghae. Ani, bukan itu maksudnya. Dia gemas dengan ucapan Donghae. Rasanya dia ingin teriak didepan namja manis itu dan bilang kalau dia sangat mencintainya. Apa Donghae bodoh..?
"Kita berbeda Kibum. Lihatlah dirimu siapa? Dan diriku siapa?"
"Apa maksudmu..?" Kibum sungguh bingung dengan Donghae.
"Lihatlah aku! Aku adalah seorang pelacur, aku manusia kotor Kibum." Buliran itu makin banyak keluar dari mata beningnya.
"Dan aku tidak peduli Donghae. Sungguh aku tidak peduli dengan itu."Jawab Kibum, mencoba meyakinkan Donghae bahwa dia tulus mencintainya.
"Hikkss..Ku mohon Kibum.." Donghae tidak bisa berpura-pura tegar saat ini.
"..."
"Kumohon jangan permainkan aku.."
"Aku tak pernah mempermainkanmu, percayalah.." Kibum mengulurkan tangannya. "Ikutlah bersamaku, dan aku akan buktikan semuanya padamu, Hae." Kibum menunggu sambutan tangan Donghae yang menggapai tangannya.
"..."
"..."
"Apa dunia itu ada..?"
"Aku yang akan membuat dunia itu ada."Jawab Kibum dengan senyuman kharismanya.
"..." Donghae membalas senyuman itu dengan manis. "Aku akan menagih janjimu Kibum-ssi.." Setelahnya Donghae meletakkan tangan halusnya diatas telapak tangan besar Kibum. Menerima uluran tangan Kibum. Yang artinya memberikan hidupnya saat ini kepada pemuda tampan ini.
.
.
.
.
'Ting Tong'
'Ting Tong'
"Aishh.. Kibum hyung kemana sih?" Suara gerutu terdengar dari seorang namja manis yng masih sibuk menekan tombol bell yang ada samping pintu besi berwarna abu-abu itu.
"Sabar Niel-ah, mungkin ahjussi itu sedang tidak ada disini." Ujar L. Joe yang merasa gemas dengan tingkah tak sabaran kekasihnya itu.
"Mana mungkin hyung, ini kan hari minggu. Pasti Kibum hyung ada dirumah." Jawab Niel yang masih terus menekan tombol bell.
'Ting Tong'
'Ting Tong'
'Ting Tong'
'Niel-ahh.."
'Cklek' (?)
"Yakk! KIBUM HYUNG KAU DA_" Niel langsung membungkam mulutnya saat tahu yang berdiri dihadapannya ini bukanlah hyung kesayangannya itu.
"Haii.."
"D-Do-Donghae h-hyung.." Niel menatap kaget seorang namja manis yang berdiri didepannya yang sedang tersenyum manis.
"Hai.. Kita bertemu lagi.." Ujar namja manis itu, Donghae.
"Kenapa kau kaget seperti itu..?" Ucap seorang namja yang tiba-tiba muncul dibelakang Donghae.
"Ke-kenapa Donghae hyung bisa di-disini..?"Taya Niel bingung.
"Tentu saja bisa.." Kibum memeluk pinggang namja manis itu. dan membuat namja itu tersenyum malu. "Masuklah.." Kibum mempersilahkan Niel dan L. Joe memasuki apartementnya.
"Hyung, kau hutang penjelasan padaku."Ujar Niel.
"Pantas kau lama sekali buka pintu ternyata.." Ujar L. Joe menatap jengah pada Kibum.
"Sialan kau!" Dengus Kibum yang mengerti maksud dari ucapan L. Joe itu.
"Hyung, ini untukmu. Eomma menyuruhku membawa ini untukmu." Niel menyerahkan 2 rantang sedang yang sejak tadi dia tenteng.
"Ne, gomawo.." Kibum mengambil rantang-rantang itu dari tangan Niel.
Donghae mengambil rantang itu dan membawanya ke dapur untuk dirapihkan. Dan tanpa dia sadari kalau Niel ternyata mengikuti dibelakangnya.
"Hyung, bagaimana bisa kau mau ikut dengan Kibum hyung?" Tanya Niel yang sudah berdiri disamping Donghae.
".." Donghae hanya membalasnya dengan senyuman.
"Hyuuuung, ayo jawab..?"
"Jawab apa Niel-ah..?" Tanya Donghae yang menggoda Niel.
"Iya, bagaimana akhirnya kau mau ikut bersama Kibum hyung? Kibum hyung bilang apa?"
"Dia tak bilang apa-apa Niel." Jawab Donghae yang sedang memindahkan Kimchi.
"Ayolahh hyung, aku penasaran.." Niel menarik ujung kaos yang dipakai Donghae.
Donghae tersenyum melihat kelakuan Niel. "Dia hanya memintaku untuk tinggal disini."
"Dan kau langsung mau..?" Tanya Niel.
"Eumm.. Awalnya aku tolak, Tapi dia terus berusaha memintaku untuk tinggal disini. Jadi yahh kupikir tidak ada salahnya untuk ikut Kibum." Jawab Donghae.
"Ternyata dia pandai merayu.." Niel mencibir hyung kesayangannya itu.
"Mwo..?" Tanya Donghae tidak mengerti.
"Iya, dia itu sama sekali tidak pandai merayu tapi ternyata dia pandai juga merayumu." Entah kenapa Donghae berasa sedikit panas dibagian pipinya.
"Yakk Niel-ah, jangan ganggu Donghae." Ujar Kibum dari ruangan sebelah.
"Isshh.. Siapa yang mengganggu Donghae hyung." Jawab Niel seraya mendekati Kibum yang masih duduk disofa bersama dengan L. Joe.
"Kau memang pengganggu." Ujar Kibum.
"Sialan kau." Niel melemparkan bantal sofa kearah Kibum ynag saynagnya bisa Kibum tepis dengan sangat mudahnya.
"Hyung, bagaimana kau merayu Donghae hyung sehingga dia mau ikut bersama mu.?" Tanya L. Joe.
"Memang kenapa..?" Tanya Kibum.
"Yahh, aku penasarang saja bagaimana bisa Donghae hyung akhirnya mau ikut dengan ahjussi sepertimu." Ujar L. Joe yang mendapat deadhglare dari Kibum.
"Itu bukan urusanmu bocah kecil." Jawab Kibum yang tak kalah menyebalkannya bagi L. Joe.
"Ck!" L. Joe ikut-ikutan melempar bantal yang ada disampingnya kepada Kibum.
"Aisshh.." Yang akhirnya bisa mengenai tepat dibagian wajah Kibum.
"Haha rasakan itu." Ucap L. Joe.
.
.
.
.
T to the B to the C
.
.
.
Untuk Chap ini kayaknya agak sedikit membosankan.. Aku sdar untuk itu kok..
Hehehe..
Tapi untuk chap selanjutnya mungkin akan kembali ke rated M.
Sebenernya untuk FF ini memang dikhususkan untuk Rated M karena disetiap chap pasti ada adegan 'anu'-nya.
Oke dehh.. sampai disini dulu yahh buat semunaya. Thanks buat yg udah baca n udah Review di ff ini.. Love you guys :*
