Siomay dan Es Campur

By: Imeelia

Disclaimer: EXO milik EXO-L. Saya hanyalah pemilik siomay dan es campur dari abang penjual yang ganteng.

.

.

.

Minggu pagi memang waktu yang paling pas untuk berolahraga. Biasanya, taman kota menjadi incaran untuk merilekskan tubuk mereka, atau sekedar berjalan-jalan. Karena sehari dalam seminggu itu, ada peraturan khusus untuk menghentikan pengguna jalan bermotor untuk beroperasi.

Begitu pula Luhan dan Minseok. Mereka sedang belari santai mengelilingi taman kota, seperti warga lainnya. Entah berapa putaran mereka melakukannya, terlihat peluh di dahi manis mereka berdua –dahi tampan untuk Luhan.

"Luhan, istirahat dulu ya? Capek nih!" rengek Minseok yang berada beberapa langkah di belakang Luhan. Tangannya menarik kaos Luhan, langkahnya sudah sedikit terseok. Luhan sendiri hanya melirik sekilas, lalu melanjutkan langkahnya.

Minseok menggembungkan pipinya kesal. Minseok berusaha mensejajarkan langkah mereka berdua, sambil mencoba menarik perhatian Luhan. Tapi sepertinya Luhan masih pura-pura tidak peduli.

"LUHAN!" Minseok benar-benar kehilangan kesabarannya. Gadis yang rambutnya diikat tinggi menyerupai bentuk bun itu menarik tangan Luhan sedikit keras, membuat Luhan berhenti untuk melihatnya.

"Apa?"

"Capek! Ayo kita istirahat, aku yang traktir minum!"

"…"

"Ice tea kesukaanmu, Lu!"

"…"

"Orange juice?"

"…"

"Baiklah!" Minseok menghela nafasnya sejenak. "Aku pesankan apapun yang kamu mau! Kita istirahat ya, Lu?"

Luhan melirik sekilas, namun sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi seringaian jahil. Benar-benar evil, hingga Minseok menyesal mengajak Luhan jogging pagi di minggu cerah ini. Minseok hanya bisa kasih tampang datar akibat perubahan Luhan.

"Nah, kalau gitu ayo kita duduk dan pesan siomay. Eh, sama es campur juga ya? Lumayan buat sarapan pagi," seru Luhan sumringah. Mengabaikan mulut Minseok yang sudah menyureng kemana-mana.

Minseok menggumamkan kata sialan sebentar, lalu melirik ke arah Luhan. "Tunngu di situ, aku pesankan dulu." Kata Minseok begitu dilihatnya Luhan akan duduk di salah satu bangku taman.

Selang sepuluh menit kemudian, Minseok datang dengan dua piring siomay di tangan dan dua mangkuk besar es campur –yang di bantu oleh abang penjualnya. Luhan sih senyum-senyum aneh, sambil menerima piring dari Minseok.

Minseok masih sedikit cemberut ketika Luhan bahkan sudah mengangkat suapan ketiganya. Sepertinya dia kehilangan nafsu makan akibat kelakuan Luhan. Cowok bermata rusa itu hanya terkekeh, lalu mengambil salah satu siomay Minseok dengan garpunya. Luhan dengan gaya sok gentleman-nya memberikan suapan di depan Minseok, membuatnya bingung.

"Makan Minseok, sayang kalau cuma di cemberutin aja," kata Luhan. "Sini biar aku suapin."

Minseok mengangguk senang, dan mulai memakan siomaynya. Mereka berdua tersenyum manis satu sama lainnya. Minseok makan sendiri, namun terkadang Luhan akan menyuapinya dengan tatapan gemas. Sungguh semua orang merasa mereka ini pasangan yang manis sekali.

Minseok bilang ingin ke toilet umum sebentar, jadi Luhan mempersilahkannya. Minseok menyuruh Luhan tetap di tempat agar mereka tidak kebingungan saat pulang, yang dibalas Luhan dengan 'Bilang saja tidak ingin berpisah denganku.' Sementara Minseok tersenyum kecut, dan bergegas pergi.

Abang tukang siomay datang dan mengambil piring mereka berdua dengan senyum. "Maaf mas, siomay sama es campurnya belum di bayar."

"Lho, teman saya tadi belum bayar bang?" Tanya Luhan heran.

"Belum, kata temennya situ yang bayar." Jawab abang penjual yang dilihat dari tampang cakep juga untuk ukuran penjual siomay. Luhan mengeluarkan beberapa lembar uang dengan muka bingung.

Luhan mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor ponsel Minseok dengan cepat.

"Halo, Min-"

"Luhan, makasih ya siomay dan es campurnya! Aku pulang duluan, jangan marah! Aku sayang kamu bye." dan sambungan telepon terputus seketika.

"MINSEOOOOOK!"

.

.

.

Finish


Mel's note:

AKHIRNYAAAAAAAA... aku nulis fanfic lagi /lho

Drabble kedua di 2015, tunggu Drabble ketiga di 2016 yaa ((diseplak)).

Tapi jujur aja, walaupun aku sedikit punya waktu luang, masih kaku banget nih huhu. Bingung antara mau hiatus aja dari nulis, eh tapi kepingin. Mau nulis, tapi kagok buat nulis. Aku harus gimana niih?

Jadi kalian yang baca ((kalo ada)) mari mari kasih ide cerita atau mau kolaborasi atau mau ngasih coklat, pasti diterima dengan senang hati. Couplenya nggak harus duo muka bayi ini kok. asalkan saya senang dan harga pas, bisa diaturlah. Sebentar, kok jadi kayak sales gini ya...

Intinya, makasih yang sudah nyempatin baca. Doakan penyakit (malas)ku hilang jauh-jauh ya

bye.