Haiii, hala kembali lagi dengan flash fic 682 words!

niatnya hari minggu bikin beberapa flash fic, tapi aku inget aku ikut kegiatan out bound ke Purbalingga kemarin.

akhirnya niat ngebuatnya aku ganti buat pulang dari out bound atau hari Senin, ternyata aku malah kena semacam luka bakar di muka dan tanganku karena sinar matahari, jadi aku harus kompres pake air dingin selama seharian biar cepet sembuh.

Daaan, tadaa~ sekarang lukanya tinggal sejenis ngelupas (?) gitu. aduh gatau deh apa namanya, aku bukan anak ipa (?)

yaudah, selamat menikmati ya!


Sehun menggerutu kesal pagi ini. Ia sebelumnya sudah menyiapkan skenario dengan baik untuk hari Senin yang nyaris selalu cerah ini, tapi karena kakaknya yang benar-benar seperti makhluk dari galaksi lain yang aneh dan menyebalkan, paginya yang indah dan tertata dengan rapi jadi berantakan. Kris sialan!

Karena makhluk galaksi lain itu yang biasa lemot, pagi ini Sehun harus tiba di sekolahnya dan terlambat lima menit. Sehun sebal, lima menit keterlambatan itu sangat lama tahu bagi Sehun!

Sehun terus mengutuk kakaknya yang menyebalkan itu. Padahal semalam Sehun sudah menyiapkan semuanya dari jam pertama hingga bel pulang. Sehun sudah belajar dan mengurangi porsi tidurnya agar bisa mengerjakan ulangan biologi dengan lancar lalu keluar cepat setelah soal dibagikan, menimbulkan desahan frustasi dari teman-teman sekelasnya.

"Tsk, awas kau Wu Yifan, kubunuh kau!"

Wajah putih Sehun sudah memerah, bekas air mata juga terlihat tipis di pipinya yang memerah. Kris—katanya nama keren dari Yifan— memang pelupa dan mudah teralihkan, kalau sudah disapa tetangga sebelahnya bernama Zitao itu pasti akan lupa segalanya.

Oke, Kris dan Zitao benar-benar akan Sehun masukkan ke dalam black list sebagai orang-orang menyebalkan yang harus disingkirkan.

Sehun sekarang harus berdiri dengan mengenaskan di dekat pintu keluar-masuk kelasnya karena terlambat diulangan Mr. Yoon. Sehun benci hari ini!

"Haus?" Suara seseorang menyadarkan Sehun dari kegiatannya yang hampir membuatnya menangis lagi. Sehun menoleh dan mendapati Kim Jongin, orang yang memang kesulitan dalam hal datang tepat waktu, herannya ia termasuk keladam sepuluh besar di kelasnya.

Sehun menggeleng lemah, ia menunduk dalam, malu dengan jejak air matanya.

"Tumben seorang Oh Sehun terlambat?"

"Bukan urusanmu," Sehun menjawab dingin, memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Tenang saja," Jongin mengacak rambut coklat madu Sehun. "Masih ada ulangan susulan kok, jangan sedih begitu."

Kalimat yang niatnya menenangkan Sehun itu sama sekali tidak mempan pada seorang perfeksionis seperti Sehun. Sehun masih sibuk sambil menunduk dan memalingkan wajahnya namun telinganya jelas terlihat merah. Sehun pasti menahan banyak hal.

"Aku tahu tempat yang tepat untukmu," Ujar Jongin cepat, menarik tangan Sehun dengan terburu yang menimbulkan seruan kesal Mr. Yoon yang baru saja membuka pintu.

Sehun bersumpah akan membunuh Jongin jika wajahnya sudah tidak sememalukan ini lagi jika nanti tidak ada ulangan susulan untuk dirinya.

Jongin membawa Sehun ke belakang sekolahnya, tempat yang bagi Sehun sama sekali tidak menarik sejak ia pertama mengelilingi sekolah luasnya. Hanya ada pepohonan cukup tinggi hingga daunnya terlihat di jendela kelasnya yang ada di lantai atas. Tapi begitu Jongin membawa Sehun ke tengah-tengah pepohonan itu ada tebing yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, Sehun nyaris berdecak kagum dan heboh jika tidak ingat ia sedang menjaga image-nya.

"Teriakkan saja apa yang kau inginkan," Jongin tersenyum dengan memesona.

Sehun menggeleng sungkan, ini konyol.

"Jangan begitu. Aku pernah melakukannya saat aku kesal pada seseorang, dan besoknya orang itu mendapat hukuman dari Mrs. Jung yang galak itu. Aku yakin pasti hewan-hewan yang mendengar teriakanku mengamininya!"

"Tsk, kau sangat konyol, Kim."

"Cobalah!" Jongin terus memaksa Sehun sambil menepuk punggung Sehun sesekali.

Sehun yang kesal akhirnya menarik napas dalam dan mempersiapkan suaranya agar lantang, "AKU BERSUMPAH AKU AKAN MENYINGKIRKAN SEMUA HAL YANG KAU SEBUT STYLE-MU DI DUNIA INI DAN MENYODORKAN SEJUTA HAL YANG NOT-YOUR-STYLE HINGGA KAU BERPIKIR KAU AKAN MENJATUHKAN HARGA DIRIMU KARENA GENGSI! ATAU AKU AKAN MENGEMBALIKANMU KE GALAKSIMU AGAR KAU CEPAT MENJAUH DARIKU!" Sehun memang berniat membunuh kakaknya itu, tapi sepertinya mengembalikan kakaknya ke galaksinya bukan ide yang buruk karena Sehun pada dasarnya jijik dengan darah. "OH IYA! DAN KAU! Kalau aku tidak bisa mengikuti ujian susulan, kau akan aku dorong dari tebing ini!"

Jongin terkekeh melihat kelakuan teman sekelasnya itu, "Baiklah, sekarang giliranku. Kau mundurlah, aku takut kau terjungkal ke depan setelah mendengarku."

Sehun tidak mundur, hanya terdorong oleh tangan Jongin. Sehun memperhatikan Jongin dengan tatapan bingung yang sepertinya tengah mempersiapkan kata-kata untuk ia teriakkan sebelum suara lantang Jongin mengejutkannya.

"KAU! AKU MEMBENCIMU KARENA KAU BEGITU MANIS! AKU MEMBENCIMU KARENA KAU BISA BEGITU AKRAB DENGAN SEMUA ORANG, MEMBUATKU RAGU TAHU!" Jongin menarik napas panjang, lalu melanjutkan. "OH SEHUN, AKU MENCINTAIMU."

Jongin berbalik cepat sebelum Sehun benar-benar sadar dari keterkejutannya, "Saranghae Oh Sehun!"

Dan kesadaran penuh Sehun langsung terkumpul begitu satu kecupan mendarat di bibirnya setelah ia mengangguk malu-malu.

fin.


gimana? ada yang bingung? maaf kalau aku ga bikin konjungsi antara klausa dan hanya aku kasih koma.

Aku takutnya kalian bosen sama konjungsiku, akhirnya rancu dan monoton. Sekalian juga buat latihan materi pelajaran tadi pagi hoho

maaf juka kalau istilah asingnya ada beberapa yang miring dan beberapa engga, terlalu malas ngedit -_- maaf yah hoho

Yaudah, ada kurangnya mohon maaf. tapi ga terima komentar kurang panjang karena ini flash fic (?) :p haha

gak gak, intinya review yang kalian tinggalkan sanat berarti bagiku.

sekian, terima kasih~