kembali lagi dengan ide ide absurd tentang kim jongin dan oh sehun yang lucu dan manis ini hoho
cie deh yang seneng aku update baru lagi :p
yaudah, happy reading!
Sehun sangat kesal karena kelakuan saudaranya yang dari China, Kris. Pria keturunan China-Kanada bernama asli Wu Yifan itu berumur empat tahun lebih tua dari Sehun, Wufan selalu memanggil Sehun dengan panggilan cadel karena Sehun yang memang terkadang suka terpleset lidahnya saat mengucapkan huruf 'S', tetapi tidak terima, menurut Sehun cadel itu untuk orang yang tidak bisa huruf 'R', jika tidak bisa 'S' harusnya diberi nama lain.
Sebenarnya bukan karena panggilan cadel untuknya hingga Sehun merasa kesal, tadi malam Kris dengan seenak giginya yang besar, ia menghabiskan susu kesukaan Sehun yang padahal tidak boleh kosong persediannya, selain karena itu, susu itu adalah pemberian Jongin—kekasih tercintanya. Sehun benci Kris karena Kris selalu merusuhi hidupnya! Tadi pagi Kris juga sangat menyebalkan, Kris menendang Sehun dari kasur hingga membuat tubuh sakit padahal saat itu Kris sedang tidur. Bagaimana bisa ia sebegitu menyebalkannya bahkan saat tidur?!
Rasa kesal Sehun terbawa hingga siang hari di kampusnya, Sehun tidak henti-hentinya memasang wajah bad mood-nya. Jongin sang kekasih jelas bingung dengan sikap Sehun yang biasanya kekanakan menjadi begitu.
"Ada apa, sayang?" Suara khas Jongin cukup membuat Sehun yang sedang duduk sambil melipat kedua tangannya di dada menoleh sebentar pada kekasihnya itu. Tangan Jongin tengah mengelus surai rambut Sehun dengan sayang, Sehun cukup nyaman akan hal itu.
Sehun memajukan bibirnya dengan kesal, "Kris!"
Jongin terkekeh begitu tahu masalah kekasihnya, "Kris bermain ke rumahmu? Tidak bisakah kau sesekali berhubungan baik dengannya? Hahaha kalian itu lucu sekali."
"Yak!" Sehun memekik sambil menatap tajam Jongin.
Oops, Jongin salah bicara rupannya. "Baiklah, baiklah. Mau aku belikan bubble tea?"
"Mau!" Sehun menjawab dengan nada jahat. Sepertinya Sehun benar-benar kesal sekarang.
…
Sehun meminum bubble tea-nya, sesekali ia mengunyah bubble tea-nya dengan bibir yang tidak tersenyum sama sekali. Benar-benar bukan Oh Sehun.
"Kris menendangku hingga jatuh!" Sehun mendesis keras, menyadarkan Jongin dari rasa takutnya akan kekasihnya yang sedang marah.
"Bagaimana bisa dia begitu menyebalkan bahkan saat ia tertidur?!" Suara Sehun seperti orang membentak, Jongin meringis takut.
"Kris-hyung pasti tidak sengaja, jangan mengomel begitu."
"Kalau tidak sengaja saja menyebalkan apalagi dengan yang sengaja?!"
"Sayang… Kris-hyung kan saudaramu, maklumi saja."
"Tapi dia menghabiskan susuku! Susu yang kau belikan waktu itu!"
Jongin terdiam. Jongin tahu Sehun itu tipikal orang yang sangat menjaga pemberian orang, apalagi barang yang ia berikan pada Sehun. Sehun akan sangat marah bahkan bisa pada dirinya sendiri jika barang pemberian Jongin hilang. Kalau soal susu, Sehun pasti akan marah jika orang lain menghabiskan susu pemberiannya Sehun pasti akan begitu kesal.
Jongin menghela napas pelan, berusaha mengatur suaranya selembut mungkin. "Tidak apa-apa kalau bukan kau habiskan, aku kan hanya mengatakan untuk menghabiskannya bukan kau habiskan sendiri. Biarkan saudaramu itu menghabiskannya, nanti aku belikan lagi. Untuk kau sendiri dan saudaramu sendiri, jadi jangan bad mood lagi ya?"
Sehun mengangguk sambil menjatuhkan sudut bibirnya, mungkin Sehun hanya terlalu sensitif karena Kris hampir selalu mengalahkannya dalam game hingga menyebabkan Sehun selalu menyalahkan apapun yang Kris lakukan. Sehun mungkin harus lebis dewasa. "Baiklah, maaf ya sudah membuatmu menjadi korban bad mood-ku." Sehun memeluk tubuh Jongin dengan sayang.
…
"Sehun! Akhirnya kau pulang juga," suara berat Kris menyambut Sehun dan Jongin yang baru saja masuk ke rumah Sehun.
"Ada apa?" Tanya Sehun bingung.
"Ini," Kris menyodorkan satu kotak susu persis seperti yang dihabiskan Kris kemarin. "Maaf ya aku habiskan, kemarin alergiku kumat. Makanan yang dibuatkan eomma-mu ada udangnya, jadi aku butuh susu. Jangan mengomel lagi, pukulanmu sakit tahu!"
Sehun terkekeh sambil mengangguk, "Iya Kris, tidak masalah. Aku memang terlalu kekanakkan. Jangan merasa bersalah, Jongin tadi juga membelikan susu untuk kita berdua."
"Aku tidak suka susu, kemarin hanya karena terpaksa. Milk isn't my style, kau ingat kan?"
Jongin yang mendengar percakapan itu tertawa cukup keras, "Hahaha bagaimana? Aku benar kan? Kris-hyung itu tidak semenyebalkan itu. Jangan menggerutu dengan wajah masam lagi, oke?"
Sehun mendengus karena tawa Jongin, "Iya iya! Ish kau menyebalkan."
Jongin mengacak rambut Sehun, lalu dengan berani membawa Sehun ke ciuman yang cukup dalam di depan Kris. Duh, orang nekat!
fin.
nih status fanfic nya emang aku bikin completed biar ga ada yang ngira ini fanfic bersambung
tapi pasti bakal ditambah tambah sesuai mengalirnya ide aku kok!
yaudah, silahkan isi kotak review seikhlasnya. kurang dan lebihnya (alaynya maksudnya :v) mohon dimaafkan
terima kasih! hoho :3
