Aku baru baca komentarnya, ternyata ada kesalahan ngepost ya? Maafkannn
Aduh beneran aku ga ngecek semalem
abis aku update aku langsung tidur… maafkan kesalahanku ya duhh
makasih yah yang udah ngingetin, aku kaget pagi-pagi pada bilang ada yang keulang
udah aku sunting kok. Ini aku kasih flash fic deh, anggep aja permintaan maafku haha
happy reading!
Dia itu Kim Jongin, orangnya pendiam dan lebih suka tempat tenang. Hampir tiap istirahatnya ia habiskan di perpustakaan jika tidak ada hal yang perlu dilakukan seperti rapat organisasi atau dimintai tolong guru. Jongin itu pintar dan tampan, tidak sedikit yang tertarik pada pemuda berkulit tan yang menjadi anak kesayangan guru.
Jongin memiliki kekasih, namanya Oh Sehun. Sehun tipikal orang yang menyukai keramaian, temannya di mana-mana, ia juga anak yang manja dan ceria. Sehun senang menghabiskan jam istirahatnya di tempat-tempat yang ramai seperti kantin, kelasnya, dan kalau sudah pulang akan menonton latihan sepak bola atau bola basket. Banyak juga yang tertarik pada pemuda manis ini karena sifatnya ya ceria.
Saat mereka menjadi sepasang kekasih, banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana bisa seorang anak yang sangat pendiam dan suka ketenangan seperti Jongin menjadi kekasih seorang Oh Sehun yang begitu ceria, suka bercerita, dan berbicara? Tidak ada yang pernah mengira mereka akan menjadi pasangan kekasih, apalagi sekalipun mereka sekelas mereka sangat jarang melakukan interaksi.
.
"Sudah menunggu lama?" Suara Sehun membuat Jongin menoleh ke belakang, tempat Sehun berdiri.
Jongin menggeleng pelan, "Tidak, aku juga baru saja datang."
Sehun tersenyum tipis lalu duduk di samping Jongin, Sehun menyandarkan kepalanya pada bahu tegap Jongin.
"Aku sudah bilang untuk menggunakan jaketmu, Sehun-ah," ujar Jongin sambil mengelus rambut coklat madu Sehun.
Sehun terkekeh mendengar pernyataan Jongin. "Memang sih, tapi aku sedang ingin kau memelukku hingga aku tidak kedinginan, jadi aku sengaja tidak membawa jaket. Lagipula jaket pemberianmu sedang dicuci."
"Tuh kan manja lagi," Jongin menggigit pelan pipi putih Sehun.
Sehun meringis pelan, "Aku suka bermanja padamu. Ya sudah, sekarang aku mau tanya, kenapa kau mengajakku bertemu di sini?"
"Oh," Jongin seperti tersadar dari tujuannya mengajak Sehun bertemu di taman malam hari begini yang sempat terlupakan, tangan Jongin menunjuk ke atas langit. "Lihat."
Sehun mendongak ke arah yang Jongin tunjuk, Sehun hanya mengerutkan dahi. "Kenapa harus dilihat?"
"Tadi aku membaca berita dan ada yang mengatakan bintang malam ini akan sangat banyak, ternyata benar. Malam ini bintang ada banyak di langit kota Seoul yang tidak terlalu banyak lampu."
"Ohh… pantas saja kau mengajakku ke sini, ternyata untuk melihat bintang. Di rumahku tidak ada bintang, terlalu banyak lampu. Itu termasuk polusi cahaya, kan? Ey, tunggu dulu, jadi kau mengajakku kemari hanya untuk melihat bintang? Kau kan tahu aku tidak begitu suka keluar dan tidak terlalu tertarik dengan hal begini?" Sehun memanyunkan bibirnya, cerewetnya sudah keluar.
Jongin tersenyum melihat kekasihnya mulai kesal. "Aku mau mengambilkan kau salah satu bintang, tunjuk satu bintang yang kau inginkan."
"Tch!" Sehun mendecih lucu, dengan asal ia menunjuk ke atas.
"Tunggu sebentar," Jongin mendorong pelan kepala Sehun yang menjandari di bahunya lalu berdiri dan membenarkan bajunya. Sehun hanya menatap bingung kekasihnya. Jongin dengan cepat meloncat tinggi sambil mengangkat satu tangannya di atas, berpura-pura mengambil bintang, menimbulkan kerutan bingung di dahi Sehun.
"Sudah nih."
Sehun merasa heran dengan kelakuan Jongin, "Mana bisa mengambil bintang? Anak kecil saja tahu kalau itu sangat jauh, apalagi aku yang sekarang sudah tahu bintang itu besar."
Jongin menyodorkan tangannya dengan sesuatu di situ tapi benda itu bukan bintang, hanya sebuah benda dengan bandul bersudut sepuluh. "Bukan bintang sungguhan sih tapi anggap saja ini bintang yang kau inginkan, aku mengambilkan ini untuk dirimu agar terus mengingat kalau kau itu begitu berarti hingga aku mau berusaha mengambil bintang ini untukmu."
Sehun tertawa kecil akan kalimat panjang yang Jongin ucapkan. "Dari mana kau belajar kata-kata itu?"
"Aish kau membuatku malu!"
"Hahaha, ya sudah ayo cepat pakaikan bintang yang aku inginkan itu!"
Jongin terseyum memesona lalu segera memakaikan kalung berbandul bintang itu di leher jenjang Sehun, Sehun tersenyum akan perlakuan manis Jongin.
.
Jongin memang kaku, pendiam, dan cuek. Bahkan Sehun sering mengatai Jongin seorang manusia dari jaman dulu karena sikapnya itu, tapi Jongin bisa menjadi begitu manis sepert malam ini.
Tapi jika ditanya apa itu alasan Sehun menerima Jongin maka Sehun menjawab 'tidak' dengan tegas. Itu bukan alasan, itu adalah hal yang Sehun sukai pada diri Jongin. Sehun menerima Jongin karena itu Jongin, bukan karena Jongin seperti apa.
Fin.
Maaf banget kalau jadi ga fluff dan cute, ini aku bikin waktu pelajaran matematika hoho
Aku gatau ini masuknya fluff atau bukan, tapi aku suka sendiri sama yang ini sehabis aku baca ulang
Makasih banget yang udang ngingetin, kalau yang ini ada salah salahnya lagi, typo atau apa gitu, kabarin (?) yaaa
Makasih~ review please?
