anggap saja Sehun's side untuk chapter sebelumnya, belum ada kelanjutannya sih cuma Sehun's side aja haha :3
gamau basa-basih deh,
Happy Reading!
Teman-temannya selalu mengatakan bahwa dirinya aneh dan konyol, bagi mereka seorang Oh Sehun itu orang teraneh yang pernah mereka temukan. Sehun itu si kutu buku yang begitu mencintai kertas dengan tulisan-tulisan, Sehun itu si penulis yang begitu senang mencatat hingga merangkum hal yang tidak disuruh untuk di rangkum di bukunya, Sehun itu si pintar yang nyaris tahu segala hal yang diajari oleh gurunya. Intinya, Sehun itu orang pengasah otak.
Bagi teman-temannya, Sehun tidak pernah mencintai hal selain buku dan pulpen berwarna biru tuanya yang hanya diganti isinya jika habis. Makhluk hidup? Bagi Sehun makhluk hidup itu hanya sekumpulan ciptaan Tuhan yang tercipta untuk mengelilingi hidupnya, ya… hanya mengelilingi bukan menemani, begitu pendapat Kyungsoo—teman yang cukup dekat dengan Sehun. Sehun tertawa akan gagasan gila itu saat Kyungsoo mengatakannya.
Tapi setelah Sehun memikirkan dirinya sendiri, Sehun juga merasa bahwa hidupnya memang terpenuhi dengan kertas dan tulisan, bukan makhluk hidup yang diajak berbicara atau berinteraksi. Sehun merasa heran akan dirinya setelah itu.
Namun setelah itu, rasanya dunianya berubah setelah dirinya diajak Kyungsoo menonton latihan basket sekolah, ada seseorang yang menarik perhatiannya. Seseorang dengan rambut hitam yang bisa dikatakan panjang seperti mahkota indah di kepalanya, Sehun terpesona sejak pertama memandang orang itu.
"Luhan, aku juga mau minum!" Duh. Mati. Mati. Sehun mati.
Napas Sehun hampir habis saat orang yang memesona itu mendekat padanya, terima kasih pada Kyungsoo karena sudah memaksanya berada di barisan terdepan tempat duduk sehingga dirinya bisa melihat orang memesona itu dari jarah dekat.
Saat sibuk memperhatikan orang itu, Kyungsoo dengan jahatnya memukul bahunya keras. "Lihat itu, Kim Jongin sangat memesona ya?" Kyungsoo berbisik sambil menunjuk seorang laki-laki berkulit tan dengan keringat membasahi tubuhnya, orang itu berdiri dekat sekali dengannya. Oh, orang itu ya alasan Kyungsoo senang menonton basket?
"Biasa saja," jawab Sehun enteng. Kyungsoo mendengus sebal mendengar itu.
.
Perasaan Sehun berjalan begitu saja, tidak ada perkembangan sama sekali. Orang-orang yang menembaknya semua ia tolak dengan alasan ia menyukai orang lain, Orang yang menarik perhatiannya saat menonton latihan basket sekolah hari itu. Dirinya bodoh kata Kris—saudara sepupunya dari China— karena lebih memilih seseorang yang dirinya cintai daripada mencintai dirinya, tapi bagaimana lagi? Namanya juga hati.
Sehun tetap saja menyukai orang itu, sejujurnya dirinya tahu nama orang yang ia sukai bahkan sejak pertama kali hatinya ditarik oleh orang itu, tapi keberaniannya lenyap entah ke mana kalau sudah ada di dekat orang itu.
.
Saat tengah semester sekolah mengadakan lomba antar kelas satu, ada lomba pidato antar kelas dan Sehun terpilih menjadi wakil kelasnya. Lomba pidato hari itu diadakan di depan kelas 1-4, kelas seseorang yang menarik perhatiannya.
Jujur saja, selama ini Sehun memang mati-matian mencari tahu tentang orang itu. Mati-matian agar Kyungsoo tidak tahu dan malah merusak usahanya mencintai diam-diam orang memesona itu. Kyungsoo itu satan menurut Sehun, jadi hal seperti ini memang harus diamankan darinya.
Saat dirinya membacakan pidato yang sudah ia buat dengan rapi sejak kemarin—dirinya ingin terlihat keren di hadapan orang yang ia sukai—, ia sesekali mencuri pandang pada kelas seseorang yang memesona baginya.
Oh, itu dia. Dengan sahabatnya. Mereka tengah mengobrol, entah dirinya yang terlalu percaya diri atau memang benar seperti itu, ia mendapati dua sahabat baik itu tengah mengobrol sambil menatapnya. Apa orang memesonanya tengah terpesona padanya? Sehun berharap untuk hal itu.
Sehun itu pintar, saat Kyungsoo mengatakan bahwa cinta pertama itu sebenarnya hanya perasaan tertarik, Sehun mengelak. Dari buku bacaan yang sudah sering ia baca, sekali pun dirinya tidak pernah mengalaminya secara sering, Sehun tahu cinta itu apa dan bagaimana. Dan ini memang cinta pertamanya, bukan sekedar perasaan kagum atau terpesona.
Sehun dulu begitu peduli dengan privasi milik orang dan akan selalu menghargainya, ia akan sangat menjaga diri agar tidak menjadi seseorang yang penasaran dengan privasi orang lain. Tapi sekarang dirinya benar-benar seperti penguntit, ia akan sangat bersemangat saat Kyungsoo mengajaknya menonton basket—namun dengan pintar menyembunyikan semangatnya, ia dengan cara pura-pura mendapat permintaan tolong dari wali kelas dari kelas 1-4 untuk mengambil sesuatu di mejanya lalu dengan berani mencari biodata diri tentang orang itu, atau saat jam kosong ia akan mencuri pandang ke kelas 1-4 dan sesekali menguping pembicaraan orang yang menarik baginya, bahkan mengikuti orang itu beberapa kali. Ia benar-benar penguntit, kan?
Sehun bahkan punya catatan tentang apa saja yang sudah ia dapat dari 'menguntit'-nya.
1. Dia pintar bermain basket.
2. Dia menyukai dance—entah memang berbakat atau hanya menyukai.
3. Dia memiliki sahabat dekat.
dan sahabatnya sangat akrab, sama-sama gila dan aneh.
5. Dia sering ke kedai bubble tea langganannya bersama sahabatnya—entah karena menemani atau memang menyukai bubble tea.
Sehun terkekeh geli melihat catatannya sendiri, rasanya sangat konyol bahkan saat dirinya baru membacanya hingga poin kelima.
"You drive me crazy…," gumam Sehun dengan tawa kecil. Ia memasukkan catatannya ke dalam kantung tasnya.
Perasaannya pada orang itu terus berlanjut walaupun tidak ada perkembangan, tetap saja begitu hingga ia naik kelas.
Beruntungnya, saat pembagian kelas, Sehun mendapati nama orang itu bersama sahabatnya berada di kelas yang sama dengannya. Sehun yakin ini saatnya berusaha mendekati orang itu, setidaknya menjadi temannya.
Hari pertama masuk kelas, Sehun duduk di depan meja orang itu dan sahabatnya. Sehun tahu wali kelasnya pasti akan menyuruh mereka saling mengenal, jadi dirinya mau orang yang ia sukai itu mengenal dirinya terlebih dahulu.
Sehun tidak mendengarkan yang sebelum-sebelumnya hingga tanpa sadar ternyata sudah gilirannya, Sehun langsung berdiri dengan agak gugup.
"Namaku Oh Sehun, lahir di Busan, Dua belas April 1994. Aku suka membaca dan bubble tea, aku dari kelas 1-3." Sehun membungkuk kecil sebelum ia duduk.
Saat sahabat orang-yang-memesona selesai tiba giliran orang yang memesona bagi Sehun, Sehun menyimaknya baik-baik, ia ingin mendengar suaranya. Orang itu mengenalkan namanya, Sehun sangat tahu. Tanggal lahirnya, Sehun sudah hapal. Kesukaannya, Sehun bahkan tahu lebih dari itu. Kelas sebelumnya, tentu saja Sehun tahu hal itu di luar kepala.
Sehun menoleh ke belakang, "Salam kenal Jongin, aku Sehun."
Melihat ekspresi bingung darinya dan sahabatnya, Sehun merasa ingin masuk ke bumi saja!
"Salam kenal juga Sehun," Jongin menyahut dengan ramah.
"Dan… Luhan, salam kenal. Aku Oh Sehun," Sehun tersenyum gugup hingga lupa mengulurkan tangannya, Luhan terkekeh melihat tingkah Sehun.
Oh Tuhan, Sehun sangat malu sekarang! Ternyata untuk berkenalan dengan resmi itu sesusah ini, ya?
Fin.
sekitar 1K untuk yang ini. Aku tau kok kalian pasti minta lanjutannya, maaf belum di lanjut duh niatnya mau aku bikin oneshoot sendiri tapi entah kenapa idenya lenyap tiba-tiba, aku kena stuck karena pramuka nih(?) -serius ini bikin aku sebel dan mager -_-
jangan lupa review ya~~
review bilang apa yang kamu pikirin soal kelanjutannya juga boleh kali aka bisa jadi ide buat kelanjutannya -_-
