Tittle : In My Dream

Author : Clide Diana (Diana Wahyu Setyowati)

Cast : Pure OC

· Miwako Kurumiya

· Alberth Wang

· Sayumi Miku

· Daichi Kurumiya

Putih, Aku benci warna ini. Ruangan ini begitu sunyi.. seseorang kumohon ajakan aku berbicara. Berbicara tentang masa depanku.. nee.! Nande ? kenapa aku tidak bisa berkata ? Alberth-kun kau dimana ? aku ingin meraih tanganmu lagi.. aku senang bisa bertemu denganmu

Chapter 1

Desember putih – In My Dream

"Onii-chan..! cepat..! aku disini..!"

"matte yo miwa-chan"

"onii-chan lambat"

Salju terus turun. sebuah pondok yang ku tinggali bersama kakak laki – lakiku kini tersipu putih. Udara dingin terus terasa. Nafasku nyatu bersama dinginnya udara. Hutan yang awalnya hijau menjadi putih. Tapi aku tak memperdulikan warna ini. Aku suka salju, aku ingin terus bermain bersama kakakku.

"miwa-chan. Di luar licin" ucap kakakku. Daichi Kurumiya

"daijobu" aku terus berlari kesana kemari. Sedang onii-chan hanya berjalan

Saat ini aku berusia 7 tahun. harusnya aku sudah masuk Sekolah dasar dan kakakku sudah masuk SMA. Namun karena kami hanyalah anak yatim yang kekurangan kami harus mengurungkan niat untuk sekolah. Tak hanya itu kami juga tinggal jauh di tenggah hutan dan terisolasi dari keramaian kota. Untuk makan biasannya kami berburu binatang atau berladang

"nee! Onii-chan bahagia ?" tanya ku sembari memegang jaket hitam kakakku

"kenapa ? apa kau tidak bahagia ?" tanya balik onii-chan

"hnnn" ucapku singkat sambil mengelengkan kepala

"Miwa bahagia, tinggal bersama onii-chan"

"benarkah?" tanya kakakku sambil menatap dan mengandeng tanganku

"onii-chan mengajari miwa membaca, menulis, memasak, dan menemani miwa bermain. Tentu saja miwa bahagia" kupegang erat tangan kakakku.

"jika miwa besar nanti miwa ingin jadi dokter. miwa ingin membuat obat untuk onii-chan."

Entah kenapa mendengar ucapanku barusan onii-chan terlihat sedih. Aku tak tau apa ucapanku barusan menyinggung hatinya atau tidak. Onii-chan berjongkok dan mengusap rambutku. Wajahnya yang tadi terlihat sedih malah sekarang terlihat bahagia.

"hahahaha. Miwa anak yang baik" ucap onii-chan sambil tertawa

Akupun hanya bisa tertawa juga. hanya onii-chan yang kupunya saat ini. Ayah dan ibuku sudah meninggal karena suatu penyakit. Penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya. Ya nama penyakitnya adalah HIV / AIDS. Yang ku tahu sekarang kakakku juga menderita penyakit tersebut. Tapi Onii-chan bilang dia tidak akan meninggal dan akan terus bersama denganku. Aku tidak tau apa aku menderita penyakit tersebut atau tidak.

Kami terus berjalan, kami mencari binatang buruan. Dengan senapan pemburu peninggalan ayah ini kami berharap dapat rusa besar untuk makan kami nanti. Aku masih memegang tangan onii-chan.

"nii~ boleh miwa bermain salju ?"

"hnnn.. baiklah. Kau bermain disini, biar onii-chan yang berburu"

Aku berfikir sejenak. Aku takut jika terjadi sesuatu . Tapi onii-chan tiba – tiba mengusap rambutku. Dia tersenyum kepadaku dan dengan lirih berkata "tidak apa – apa". Mendengar ucapan itu aku merasa akan baik – baik saja. Aku mengangguk. Tanda aku percaya pada onii-chan

"yosh" ucap onii-chan

Onii-chan mulai menyiapkan senapannya. Dan mulai pergi masuk kehutan.

"jangan jauh – jauh nee onii-chan" ucapku

"hai. Kau juga tunggu disini. Aku akan segera kembali" pesan kakakku

Onii-chan pun pergi kehutan sendiri. Aku menunggunya dan bermain salju. Aku terus berdoa agar onii-chan baik – baik saja dan mendapat rusa yang besar. Aku mulai bernyanyi, menari dalam dinginnya salju putih. Aku akan menunggu, menunggu dan terus menunggu.

Hari menjelang sore. Matahari akan segera tenggelam. Namun onii-chan belum juga kembali

"apa onii-chan baik - baik saja?"

Aku sangat cemas dengan keadaan onii-chan. Tapi kenapa dia belum kembali juga ? apa mungkin dia kesusahan dalam membawa binatang buruannya ? atau mungkin kah dia tersesat ?. pikirku. Kuputuskan untuk mencari onii-chan kedalam hutan yang lebih dalam lagi

"Onii! Onii-chan" aku berteriak berharap onii-chan mendengarku

"Onii-chan" aku memasuki hutan lebih dalam lagi

"Onii~" sama sekali tak ada jawaban

Sudah satu jam aku mencari onii-chan. Namun tak ku temukan juga. Pada sebuah padang yang luas, ketemukan seseorang yang terbaring di atas tumpukan salju. Kubekap mulutku sendiri. Melihat tubuh yang tak asing. Ku berlari

"O.. Onii-chan?" mataku mulai meneteskan airmata

"Onii-chan!"

Kutertunduk di samping tubuh onii-chan yang terbaring di atas salju itu. Tubuhnya dingin. Ku goyang – goyang tubuh itu. Berharap ia dapat bangun.

"Onii-chan.. kita harus pulang. Miwa takut. Miwa lapar" aku mulai menangis. Namun onii-chan tak kunjung bangun pula

Mungkin onii-chan kelelahan dan tertidur , Akupun mendekap dada onii-chan. Berharap dengan pelukanku onii-chan tak kedinginan. Mencoba mendengarkan detak jantung onii-chan, namun tak terdengar. Kupeluk terus dia.

"Onii-chan tidak akan meninggalkan miwa sendirian" aku terus menangis di dada onii-chan.

"onii-ch~"

Dalam dinginnya salju akupun tertidur di atas dada onii-chan

*Bersambung*

Hiyaaa.. gomenvne kalo bahasa ancur banget

Cli masih belajar bikin fanfic

Inipun Fanfic pertama cli -_-

Huaaa jadi keingat onii-chan di rumah. Dia apa kabar ya?

Awalnya cli pengen buat castnya dari karakter MCA

Tapi nggak jadi karena suatu alasan tertentu :P

Ohh ya kalo udah baca. Sempatkan like dan coment ne

Klo mau ngritik yang membangun

Minggu depan itu lanjut Chapter 2

Dan Pengenalan Miwako Kurumiya nya

*kalo ada yang minat sih*

Jaa na~ *menghilang dengan *