Tittle : In My Dream

Author : Clide Diana

Cast : Pure OC

· Miwako Kurumiya

· Alberth Wang

· Sayumi Miku

· Daichi Kurumiya

Summary :

Akankah penderitaan ini berakhir seperti Mimpiku ?

Chapter 2

Tarian Bunga Salju – In My Dream

"Onii~ Ch~"

Salju putih terus berjatuhan.

Dalam dinginnya ku merasa kesepian

Dingin yang terasa terus terkenang

Mengikatku pada akhir kematian

Bunga salju yang menari

Nyanyian malam tlah berakhir

Lagu yang kunyanyikan

Bukti aku telah bahagia..

Kudengar sebuah nyanyian indah. "aree~ dimana miwa ?" batinku

Bunga salju yang menari

Nyanyian malam tlah berakhir

Lagu yang ku nyanyikan

Bukti aku telah bahagia..

"nyanyian ? kenapa ada yang menyanyi disini ?"

Sebuah nyanyian membangunkanku dari tidurku. Lagu yang merdu namun begitu sedih untuk di dengar. Aku benar benar tak ingin mendengar lagu itu. Namun asal suara itu seakan semakin mendekat. Lagu itu terus terulang. Terdengar semakin sedih dan sedih. Hingga aku memejamkan mata kedua mata ini. Tanpa sadar aku menangis.

"apa yang kau lakukan disini ?"

Kudengar sebuah suara perempuan. Kucoba membuka mata. Alangkah terkejutnya aku melihat sesosok gadis.

"biru~" ucapku

Rambut biru panjang terlihat sangat mempesona. Bahkan matanya juga berwarna biru. Kubandingkan dengan diriku sendiri yang terlihat kumuh. Rambutku berwarna abu - abu kusam. Pakaian ku lusuh. Tak sepertinya. Dia bagaikan putri. Memakai gaun berwarna biru tanpa lengan. "Sangat manis" batinku untuk menggambarkan sosoknya.

"apa yang kau lakukan disini ?" Ucapnya

"tak ada~" aku masih berbaring di atas salju putih

"Souka" ucapnya sambil tersenyum

Kupejamkan mata ini. Berharap gadis itu mau mengajakku berbicara. Aku terus menunggu. Yaa~ selain dengan keluargaku aku tak pernah berbicara pada siapapun. Apalagi orang asing. Namun aku sangat ingin berbicara dengannya. Kuberanikan diri untuk bertanya

"siapa namamu ?"

Aku masih memejamkan mata. Namun dari pertannyaanku tak ada jawaban darinya. Sangat dingin disini. Masih belum ada jawaban. Saat ku buka kedua mataku, tak ada seseorangpun disini. Kutatap langit putih. Dunia seakan mulai membeku karena salju. "kenapa?" aku hayan bisa berguman. Aku ingin pergi dari sini. Pikirku

Kucoba berdiri. Meninggalkan tempat ini, tempat dingin ini. Namun~

"Onii-chan!"

Alangkah terkejutnya aku ketika aku terbangun di atas dada kakakku. Tubuhnya dingin. Kulitnya memucat. "Onii-chan.!" Aku tak tau apa yang terjadi dengannya. Kugoyang – goyangkan tubuhnya berharap ia bangun dan memeluk tubuhku.

"Onii-chan. Ini bukan waktunya bercanda. Hikks hikks" aku mulai menangis

Tapi apa daya. Kakakku telah tiada. Namun aku masih belum mengerti juga. Sudah seharian penuh aku menangisi kakakku. Aku berteriak dan memanggil namanya. Ia tak bangun – bangun. Hingga saat menjelang senja aku baru tau jika kakakku sudah tiada. Aku sangat sedih. Diatas tumpukan salju ku kubur jasad kakakku. Aku bahkan tidak bisa menulis namanya. Sebagai tanda bahwa itu adalah makam kakakku. Kuberi sebuah pita merah yang ku ikat pada sebuah pohon cemara. Tepat aku mengubur jasad Daichi Nii-chan.

Sudah menjelang sore namun untuk sekali saja aku ingin disini. Berada di sisi kakakku. Aku terus mengangis, menangis, dan menangis. Kurebahkan tubuhku di sisi makam kakakku. Salju yang turun terus bertambah. Aku tak peduli dengan cuaca disini. Aku ingin salju yang terus turun menutupi tubuhku.

"Kenapa ? Kenapa onii-chan meninggalkan miwa sendirian"

"miwa tidak tau harus berbuat apa sekarang. Miwa ingin pergi dengan Onii-chan. Bersama ayah dan ibu juga"

Kupeluk lututku karena kedinginan. Sembari menangis aku meninggat kenangan bersama kakakku. Aku sangat menyayanginya.

Flas Back

"kenapa onii-chan ? itu buku apa ? miwa ingin melihat. ONII-CHAN"ucapku

"jangan miwa, kau tidak boleh"

"ONII~CHAN~~"

Kucoba meraih sebuah buku tebal yang di pegang onii-chan. Aku penasaran dengan buku itu. Namun aku tak bisa membaca tulisan pada sampul buku tersebut. Aku mencoba mengeja nya namun tidak bisa.

"T_R_Ue_Ee L_lO_ve_V_E"

Aku mengejanya namun aku masih kesulitan. Ku gembung (?) kan kedua pipiku. Aku sangat ingin tau tentang buku itu.

"Miwa-chan. Kau marah ?" tanya onii-chan

"tidak." Aku menjawab degan acuhnya

"ayolah miwa" bujuk onii-chan

"..."

Aku tak memperdulikan kakakku. Dan bergegas hendak meninggalkannya. Namun tiba - tiba saja tangan onii-chan mengusap rambutku

"baiklah, jika kau ingin tau tentang buku ini. Onii-chan akan membacakannya untukmu"

"Sungguh ?" tanyaku

"hnnnnn. Ini adalah sebuah buku novel. Menceritakan tentang seorang laki – laki remaja yang mencari cinta sejatinya~"

"menjijikkan" ucapku memotong kisah kakakku

"Tapi. Sang laki – laki bertemu seorang gadis buta. Gadis itu seorang pengemis. Keadaannya berbeda jauh dengan laki – laki itu yang seorang bangsawan inggris" onii-chan melanjutkan ceritanya.

Aku yang mulai tertarik menyuruh onii-chan untuk membacakan novel itu. Dia mulai membaca novel itu dan memangkuku. Aku sangat menikmati cerita itu. Hingga kakakku selesai membaca.

"hingga akhirnya sang laki – laki itu peraya bahwa gadis itu adalah cinta sejatinya. Tamat~" ucap kakakku

"mooo~ sungguh mengharukan. Onii-chan ?"

"adaapa miwa ?" tanya onii-chan

"apa onii-chan percaya cinta sejati?" tanyaku

"ntahlah.. tapi aku harap suatu saat nanti aku memilikinya~"

"Miwa juga ingin" ku peluk tubuh kakakku

Flashback End

Salju putih terus berjatuhan.

Dalam dinginnya ku merasa kesepian

Dingin yang tak ingin kulupakan

Mengikatku pada kesendirian

Bunga salju yang terasa pilu

Airmata jatuh mengalir sendu

Tak ingin kudengar sebuah lagu

Harapan agar ku bisa bahagia bersamamu

Lagu dalam mimpi tadi ku nyanyikan. Entah bagaimana aku bisa menyanyikan lagu ini. Tapi saat ini aku hanya bisa bernyanyi. Haaah.. aku harus mengikhlaskan onii-chan sekarang. "miwa harap onii-chan bisa bahagia sekarang" doaku untuk onii-chan.

Apa harapan itu masih ada

Ku ingin tahu jawabannya

Meski tak bisa aku temukan

Kuingin terus percaya

Padamu pembawa bahagia, yang selalu selalu percaya

Janji bahagia di antara kita

Menari bernyanyi dan selalu bersama

Bunga salju teruslah menari, ku ingin tau apa yang terjadi

Rangkailah sebuah nyanyian puisi

Agarku tak pernah merasa sendiri lagi

Merasa sendiri lagi...

Untukmu aku bernyanyi.

*bersambung*

Curhat season

Hiaaayyaatta~ akhirnya chapter 2 selesai juga..

Padahal nggak mau muat lagunya.. mana abangku nggak bisa di ajak kompromi lagi. Dia marah karena cli tolak liriknya lagu buatannya sedikit. Yaa taulah lagu balad laki – laki sama perempuan itu beda. Jadi nggak sesuai sama karakter miwa-chan Hehehehe _

Hoo ngomong – ngomong cli di chapter ini cli tambahin lagu soalnya cli bingung nulis cerita yang kaya gimana. Gomen kalo masih terlalu pendek. Onii-channya cli maksa banget lagunya di muat di fiction ini. Yaa walau cli kasih syarat cli ubah liriknya. Eh cli malah di di jitak pake cincin akiknya~ sakit banget... tapi cli makasih karena onii-chan sudah buat lagu ini. Walau cli nggak tau lagu ini sebenarnya buat siapa. Jangan jangan buat cli lagi. Ahhh onii-chan jadi malu *cli di iket pake snar gitar*. Ngomong2 cli tadi wawancara loh sama onii-chan cli tentang lagu ini.. yahhh Cuma sedikit sihh. Abisnya kalo cli kepo, cli nggak Cuma di jitak pake akik. Di lempar sendal juga

Wawancara Season :

Cli : konichiwa~

Onii : apa ?

Cli : nama ? nama ?

Onii : elu udah taukan ? ngapain tanya lagi ?

Cli : *Cli pundung* kenapa anda maksa author Fiction In My Dream untuk memuat lagu anda ?

Onii : Kenapa? elu ndak terima ?

Cli : *Cli dua kali pundung* kenapa anda tidak menyanyikannya bersama band anda sendiri ?

Onii : band gw genrenya pop punk.. elu mau gw di gebukin pake stick drum sama drummer gw gara – gara gw nyanyi begituan

Cli : klo begitu menyanyilah sendiri

Onii : elu ngajakin gw berantem?

Cli : GOMENNASAI *sujud di depan onii*

Dan begitulah akhir wawancara cli dengan pembuat lagu Tarian bunga Salju.

Jangan Lupa kritikannya ya.. Klo bisa kritikan yang membangun