Chapter 4

Keluarga Baru – In My Dream

Alberth masih terus memegang pergelangan tanganku. Dengan perlawanan akhirnya aku bisa melepaskan tanganku.

"kenapa ? Kau tak mau ?" tanyannya

"a ... aku~"

"ikut saja!"

Alberth memegang tanganku lagi.

Author POV

"Okaa-sama.. onii-chan dimana ?"

Seorang gadis kecil berambut pirang bergaun Lolita Victoria berwarna Hijau berenda Hitam selutut. Ia mengenakan sepatu Boot berwarna hitam dengan cameo berwarna hijau. Dia tengah bertanya kepada ibunya yang berpenampilan seperti seorang ratu. Mata gadis itu berwarna hijau. Sangat cantik namun sorot matanya sangat tajam, judes, dan penuh iri hati.

"Okaa-sama..!" Teriaknya

Nama gadis itu adalah Alexandra Wang. Anak bungsu dari Antonio Wang dan Tsukino Sora. Ayahnya adalah orang inggris dan Ibunya orang jepang. Alexandra merupakan adik dari Alberth Wang. Umurnya 7 tahun. Dia sering membawa sebuah boneka Kucing hitam yang dia beri nama Christia (Chiriestiya). Sifatnya sangat manja, apapun yang ia minta harus terpenuhi. Hal ini terjadi lantaran kedua orang tuannya yang selalu memanjakan Alexandra.

"Horaa~ Alexa.. bukannya tadi kakak bersamamu" Ucap sang Ibu

"Memang benar. Tapi dia pergi mencari bolannya" ucap Alexa

"Kenapa kau tidak ikut mencari bolanya?" sang ibu menunduk men-sejajarkan tinggi nya dengan sang anak

"Tidak mau. Aku tidak mau di gigit serangga di hutan ini" ucap Alexa

"Sementara menunggu kakak kembali. Kau bermain dengan Ibu saja ya"

"Tidak mau. Aku hanya ingin bermain dengan Alberth Onii-sama" Alexa menolak tawaran ibunya dengan ketus.

"Horaa~ Alexa"

" Sayaka..! Stephan..!" Alexa memanggil para bulter nya

"Stephan..!" Alexa Mengulangi panggilannya

Datanglah Seorang bulter dan seorang maid. Sang bulter berpakaian hitam dan Sang Maid berpakaian putih dengan renda warna hitam. Wajah mereka sangat menawan walau dengan dandan seperti itu. Sayaka berasal dari Jepang, dengan rambut berwarna Drak Violet dan juga tinggi rata – rata. Sayaka datang tanpa membungkuk di hadapan Alexa. Dan hal itu membuat Alexa menjadi Sangat marah. Ia baru bekerja di kediaman Wang selama 2 hari jadi dia masih belum memahami kebiasaan majikannya. Sedangkan Stephan adalah bulter profesional dari Prancis. Ia sangat kompeten dan profesional dalam pekerjaannya. Tak heran jika keluarga Wang membayar mahal Stephan di antara pelayan yang lainnya. Stephan memiliki rambut hitam dengan mata merah. Ia juga tinggi.

"Sayaka.. kau tak menghormati aku ya ?"

Alexa mendekat kearah maidnya. Tanpa basa – basi Alexa meraih rambut maidnya dan menjambaknya hingga sang maid tertunduk di hadapannya. Melihat pelayannya sedang bertekuk lutut di hadapannya ia segera menginjak tangan pelayannya yang menyentuh tanah dengan sepatu bootnya.

"ma.. maafkan saya, Alexa Oujo-sama" rintih sang maid

Alexa semakin menginjak dengan keras tangan pelayannya. Untung saja sang ibu segera menghentikan perbuatan keji anaknya. Sang bulter segera membantu Sayaka berdiri.

"Stephan, Sayaka aku ingin kalian segera mencari Alberth" Sang ibu menyuruh kedua pelayan nya sebelum anak bungsunya kembali melakukan hal seperti itu tadi

"Baik~"

"Itu tidak perlu Okaa-sama"

Kedatangan sang tuan muda menotong pembicaraan pelayannya. Alberth telah kembali, tapi dia kembali dengan membawa seorang gadis kecil. Alexa melihat kakaknya yang membawa gadis seusiannya. Tatapan sinis di tunjukan untuk gadis itu. Gadis itu adalah Kurumiya Miwako. Gadis yang Alberth temui di hutan ketika dia mencari bolanya.

"Siapa gadis buruk rupa ini ? Menjijikan!" ucap Alexa

"Horaa Alberth. Kemana saja kau ? dan siapa gadis kecil ini" sang ibu bertanya kepada Alberth.

"Okaa-sama.. aku tadi bermain di hutan dan aku bertemu dengan Miwako" ucap Alberth yang masih mengenggam tangan Miwako

Melihat tangan kakakknya yang menggandeng tangan Miwako, Alexa segera berlari dan mendorong tubuh Miwako.

"Lepaskan tangamu, jelek.!" Ucap Alexa sambil mendorong Miwako

"ALEXA~" bentak Alberth

"O.. Onii-sama membentakku ? Ke .. kenapa ?"

Mata Alexa mulai berkaca – kaca, melihat kakaknya yang baru saja membentaknya. Ini adalah pertama kalinya kakaknya membentaknya.

"Hentikan perbuatanmu itu, Alexa" ucap alberth

Alexa yang baru saja di bentak oleh kakaknya berlari dan menjauhi kakaknya. Ia terus mengangis sambil berlari.

_Miwako POV_

"Lepaskan tangamu, jelek.!"

Tubuhku baru saja di dorong hingga aku hampir terjatuh oleh seorang gadis. Gadis itu sangat cantik jika di bandingkan aku. Pakaiannya juga sangat bagus. Tapi entah kenapa Alberth membentak gadis itu hingga dia berlari sambil menangis.

"Daijobu ka ?" Alberth menanyakan Keadaanku

"Hai. watashi wa daijobu desu" ucapku

"Ara Ara~ Syukurlah jika kau baik – baik saja.. maafkan atas perlakuan putriku ya"

Seorang wanita parubaya tersenyum kepadaku. Wanita yang cantik serta anggun. Kurasa dia adalah Ibu dari Alberth

"Ayoo kita makan siang bersama~" ajak wanita tersebut

Kami pun Akhirnya makan Siang bersama. Gadis tadi juga ikut. Sepertinya memiliki keluarga itu benar – benar menyenangkan ya.

"Jadi siapa namamu gadis manis ?" Ucap Ibu Alberth

"Perkenalkan namaku Miwako. Kurumiya Miwako desu" ucapku sambil menundukan kepala sejenak. Tanda memberi hormat saat jamuan makan

"Miwako-chan ya.. Watashi wa Tsukino Sora, ini adalah Suamiku Antonio Wang, dan juga kedua anakku. Alberth dan Alexandra" Ibu alberth Mengenalkan keluarganya kepadaku

"Salam kenal Paman Antonio, salam kenal Alexandra-san" Aku berdiri sambil memberi hormat

"Haaaaaa ? Alexandra-san ? Panggil aku Alexandra Oujo-sama"

Ekspresi Tidak suka di tunjukkan oleh Alexandra kepadaku. Tatapan matanya tajam aku bahkan sampai ketakutan.

"b..ba..baik Alexandra Oujo-sama" ucapku

"Miwako-chan.. jadi selama ini kau tinggal di hutan sendirian?" Paman Antonio Bertanya kepadaku

"Hai desu.. ayahku meninggal saat aku masih dikandungan. Saat aku masih bayi ibuku meninggal. Dan musim dinggin tahun lalu kakakku juga sudah meninggal" Jelasku

"Bagaimana caramu bertahan hidup dalam keadaan seperti ini?" Sekarang bibi Sora yang bertanya kepadaku

"Aku berkebun, berburu di hutan, dan juga menjual bunga ke pasar"

"menjual bunga ? Ara Ara~ kau menanam bunga?" Tanya bibi Sora

"iya, aku menanamnya. Aku juga Suka bunga" ucapku sambil tersenyum

"Kalau begitu kau sama seperti ibuku Miwa-chan.. dia sangat menyukai bunga" ucap Alberth

"Nee nee! Suamiku ayo kita angkat miwako sebagai anak kita..!"

"HAAAAHHH? OKAA-SAMA.. kenapa ibu mau mengadopsi anak jelek ini?"

Alexandra berdiri menghadap Ibunya. Sepertinya dia memang tak menyukai keberadaan ku. Aku tertunduk lagi. Rasanya aku ingin menangis.

"OKAA-SAMA NO BAKA!"

Alexandra pergi meninggalkan kami. Ia berlari masuk mobil mewah yang terparkir rapi di dekat tenda.

"Gomenne miwa-chan. Alexa memang seperti itu" Ucap Alberth sembari memegang bahuku

"Iya.. tidak apa – apa" Aku tersenyum kembali. Walau aku sangat ingin menangis

"nee Miwako-chan.. kami sudah sepakat akan menjadikanmu sebagai anak kami. Tentu saja kami akan membawamu ke kota dan menyekolahkanmu disana" Ucap Bibi Sora

"Hontou?" Aku tidak percaya

"Hai.. Kau boleh memanggilku Ibu"

"O.. Okaa-san ?"

"hai.. seperti itu" Ucap Bibi Sora

"Mulai sekarang kau harus memanggilku Ayah. Dan Memanggil Alberth dan Alexa dengan Sebutan Kakak" Ucap Ayah Antonio

Aku benar – benar bahagia memiliki Keluarga Baru. Ini adalah pertama kalinya aku menyebut "Ibu" dan "Ayah". Walau mereka bukan orang tua kandungku tetapi aku sangat bahagia dapat memanggilnya Ayah dan Ibu. Rasanya Seperti terlahir kembali

*Bersambung*