ITU SEMUA KARENA JERAWAT

Author: fearlessrei

Pairing : ChanBaek – KaiSoo

Genre: Comedy, Romance, Fluff

Rating: T

Length: One shoot

Pairing: ChanBaek, KaiSoo

Boys Love/Boy x Boy/Shounen-ai

Disclaimer: Semua member yang kupakai disini milik Tuhan, aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter mereka. Fanfiction/cerita ini milikku, cerita awal (previous chapter) asli dari teenlit buatan sahabatku, Melinda (thanks a lot for her), aku remake jadi fiction ChanBaek dan KaiSoo. Dan sekarang semua tulisan dari cerita sekuel ini asli hasil tulisanku. So, do NOT copy!

HAPPY READING

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

.

Di kamar yang penuh dengan poster dan miniatur gundam, naruto dan bahkan karakter hello kitty, dua orang pemuda sedang asyik memainkan play station. Yang satu bermata sipit dan berkacamata, yang satu bermata besar dan berambut hitam mengkilat.

Ya, mereka adalah Baekhyun dan Kyungsoo. Setelah acara mandi dan sarapan pagi (ini masih hari yang sama dengan chapter sebelumnya), Baekhyun sudah mulai melupakan masalah yang sedang dialaminya – jerawat. Tadi Kyungsoo sudah menyuruhnya ke apotek terdekat untuk membeli salep obat jerawat dan Baekhyun sudah memakainya juga. Dan mereka pun sepakat untuk bermain play station.

Bukan dengan tanpa alasan mereka sekarang berduel memainkan game ini, namun mereka bertaruh sesuatu. Jika Baekhyun menang, Kyungsoo harus menemaninya hari ini juga ke rumah hantu di sebuah mall yang katanya baru dibuka. Dan jika Kyungsoo yang menang, Baekhyun harus menceritakan masalahnya yang sampai menimbulkan jerawat diwajahnya itu.

Baekhyun sungguh tidak ingin kalah hari ini.

"Ahhh! Awas kau!" Kyungsoo berteriak-teriak disela permainannya.

"Ya! Ya! Shoot!" tak berbeda jauh dengan Baekhyun.

Pertarungan semakin sengit diantaranya.

"Tidak! Tidak aahhh andwaeeee!"

"Yeahahahahahaha! Aku menang!"

Yah, pada akhirnya si raja game ini memang tidak bisa dikalahkan. Selain otaku, Baekhyun juga raja game. Game apapun sudah pernah ia mainkan. Ia rela tidak tidur semalaman demi menamatkan sebuah game. Kebiasaan buruk memang, yang selalu berakhir dengan tertidurnya Baekhyun di sekolah. Namun Baekhyun termasuk anak yang pintar dan selalu masuk di peringkat lima besar di kelasnya. Maka dari itu jarang ada guru yang mengomelinya ketika ia tertidur di kelas.

"Hahahah! Sudah kubilang dari awal, kau tidak akan bisa mengalahkanku Kyungah…" senyum Baekhyun penuh kemenangan.

"Tidak bisakah kau mengalah sekali saja pada sahabatmu yang imut ini? Eoh, atau tidak bisakah kita rubah destinasi hukuman dari taruhan kita?" Kyungsoo mulai cemas, ia sebenarnya tidak suka dengan rumah hantu, dan apapun itu yang berhubungan dengannya.

"Tidak bisa" jawab Baekhyun singkat.

"Jebal…."

"Tidak bisa. Aku sudah sangat penasaran dengan rumah hantu itu. Temanku bilang katanya tidak terlalu menyeramkan. Aku ingin mencobanya."

"Tapi aku sungguh benci rumah… hantu…"

"Jika nanti ada hantu tinggal ajak saja dia adu panco, dia pasti kalah, hahahaha" Baekhyun penuh percaya diri.

"Eoh… bukannya kau juga takut hantu kan? Terakhir kali saat di lorong sekolah, yang kita terlambat pulang dari sekolah, kau yang larinya paling kencang ketika ada suara-suara aneh dari dalam gudang. Lalu sekarang, sok berani sekali…" Kyungsoo mencibirnya.

"Sudah, sekarang pokoknya siap-siap, kita pergi kesana!" Baekhyun tidak ingin banyak bicara lagi. Lalu mengambil mantelnya dari lemari, tidak lupa ia juga memakai syal dan kupluk nya.

"Aigoooooooooo" Kyungsoo pasrah.

.

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

Di sebuah gathering – pertemuan dari kumpulan otaku, berdirilah sekarang seorang pemuda yang tingginya diatas normal untuk seusianya. Ia sedang bercengkrama dengan banyak orang yang juga memakai baju yang sama, iya, kaos hitam dengan tulisan logo dan gambar dari sebuah anime. Ya, pemuda ini adalah Chanyeol.

Sebenarnya ia sudah sangat bosan, daritadi ia tidak melakukan apapun, hanya mengobrol. Ia otaku tapi tidak pandai menggambar. Ia otaku tapi tidak suka ber-cosplay. Ia otaku tapi tidak terlalu suka membaca komik, selain hanya komik One Piece, anime favoritnya.

Dan pandangannya teralihkan oleh sesosok pemuda kurus bermata sipit, dengan mantel coklat yang sedikit kebesaran dan juga kupluk rajut berwarna hitam dan merah, yang sedang jalan berdua dengan sahabatnya. Tunggu, ia kenal dengan sosok ini.

Tapi tak lama ada yang mencolek bahunya.

"J..jongin? Sedang apa kau disini?"

"Hey Park Chanyeol, kau sedang diacara yang membosankan ini lagi, heol… Aku kemari karena Kyungsoo. Lalu aku tak sengaja melihatmu disini" ternyata Jongin yang mencolek bahu Chanyeol tadi.

"Yeah, memang membosankan" kata Chanyeol setengah berbisik pada Jongin.

"Sudah seharusnya kau berhenti kumpul-kumpul diacara seperti ini, dan nikmatilah masa remajamu itu dengan mencari pacar, Chanyeora" goda Jongin.

"Coba katakan sekali lagi" Chanyeol menarik leher Jongin berpura-pura mencekiknya.

"Hey, slow man!"

"Eoh, baiklah…. Pergilah kau sana, bukannya kau akan menemui Kyungsoo-mu itu?"

"Bagaimana jika kau ikut juga, karena Kyungsoo sebenarnya kemari bersama Baekhyun"

"Apa? Si namja pendek bermata sipit itu? Hell NO!"

"Ey, whats wrong? Janganlah kau sebut ia namja pendek. Kyungsoo bahkan lebih pendek darinya. Kau saja yang kelebihan kalsium, tuan Park" Jongin mendelik.

"Okay, okay, padahal aku tidak sekalipun mengatai Kyungsoo, eoh…"

"Ah, itu mereka!" tiba-tiba Jongin menunjuk dua orang pemuda yang tengah berjalan di keramaian mall itu. "Kyungsoo!" panggil Jongin.

Dilain sisi…

"Apa? Jadi kau diam-diam mengajak Jongin kemari? Heol, kau benar-benar takut hantu ya?" tanya Baekhyun. Iya, tadi ketika pergi Kyungsoo mengirimi Jongin pesan singkat untuk datang ke mall ini juga, untuk menemaninya di rumah hantu nanti.

"Hehehe" Kyungsoo tersenyum mencibir.

"Hffff, baiklah, selama tidak ada si jangkung yang menyebalkan itu" jawab Baekhyun lega.

Tak lama ada seseorang memanggil nama Kyungsoo dari kejauhan. Kyungsoo pun menjawab panggilan itu. Oh itu Jongin, pikir Baekhyun. Namun ia menangkap sosok yang lebih jangkung dari Jongin berdiri disebelah Jongin. Baekhyun mengucek-ngucek matanya, takut salah lihat. Tetapi semakin mereka berjalan mendekat kearah Jongin, malah semakin jelas kalau yang berdiri di sebelah Jongin itu adalah, Chanyeol.

Baekhyun seketika jadi ingin pulang saja. Dan merutuki kemenangannya hari ini dari pertarungan game tadi melawan Kyungsoo.

"Jongina! Ternyata kau benar-benar datang" senyum Kyungsoo mengembang diwajahnya. Setelah dua hari, semenjak kejadian kencan buta itu, Kyungsoo dan Jongin hanya bertukar pesan singkat atau sesekali menelpon saja.

"Aku pasti datang. Masa iya aku tidak akan datang. Lagipula sudah lama kan kita tidak bertemu" jelas Jongin melebih-lebihkan.

"Kau mengajaknya juga?" Kyungsoo menunjuk kearah Chanyeol.

"Sebenarnya kami baru saja bertemu disini. Orang ini sedang kumpul-kumpul, seperti orang-orang itu tuh" jelas Jongin sambil menunjuk kearah orang-orang yang sedang gathering.

"Iya, aku baru saja bertemu disini. Baiklah, silakan bersenang-senang, aku kembali ke acaraku sendiri" kata Chanyeol sambil mulai melangkahkan kaki dari pertemuan tiga pemuda ini.

Tanpa Chanyeol dan yang lainnya ketahui, si Baekhyun ini ternyata sedang mengalihkan perhatiannya terhadap smartphonenya sendiri, pura-pura memainkan game disana, padahal ia hanya tidak ingin melihat wajah si pemuda jangkung itu. Namun, satu kalimat dari Jongin membuat matanya yang sipit membesar.

"Hey, Chanyeol, daripada kau kembali kesana, mending kau ikut kami saja mencoba rumah hantu yang baru dibuka itu" ajak Jongin. Kalimat ajakan ini sukses membuat Baekhyun mengusap wajahnya seakan ada kalimat 'mati aku sekarang juga' keluar dari mulutnya.

Chanyeol terlihat berpikir. Lalu satu kalimat dari Kyungsoo, sukses membuat Baekhyun benar-benar mengutuk hari ini.

"Iya, lebih baik ikut kami mencoba rumah hantu, tenang saja kalau kau takut hantu ada Baekkie yang akan adu panco dengannya" sial kenapa Kyungsoo harus mengatakan bualan Baekhyun tadi soal panco dengan hantu. Sebenarnya Baekhyun takut hantu, tapi benar kata Kyungsoo, ia penasaran dengan rumah hantu yang baru dibuka ini.

"Hmmm, kelihatannya menarik. Baiklah aku ikut" kali ini kalimat Chanyeol yang sukses membuat mata Baekhyun seakan keluar dari kelopaknya.

"Kyung, aku ingin ke toilet dulu, nanti aku kembali lagi kemari" tiba-tiba Baekhyun berdalih ingin ke toilet.

"Baiklah. Jangan kabur ya!" sial, Kyungsoo tahu saja kalau Baekhyun baru merencanakan untuk kabur dan pulang ke rumah dengan alasan ke toilet.

.

.

Dan sampailah kini Baekhyun di toilet. Ia memandangi cermin diatas wastafel dan mulai berbicara sendiri.

"Ah, sial, kenapa harus bertemu dengan orang menyebalkan itu lagi? Aaaaaaah" lalu Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Kau bahkan lebih menyebalkan, pendek" Baekhyun melonjak kaget mendegar suara bass yang sudah familiar ditelinganya ini.

"K..kau, menguntitku ke toilet?"

"Enak saja, aku memang ingin buang air" ya, si tuan jangkung ini memang ingin buar air, dan kebetulan mendapati Baekhyun sedang berbicara sendiri tadi.

Alhasil kini mereka saling membelakangi. Baekhyun menghadap cermin dan Chanyeol menghadap ke toilet. Lalu bunyi retsleting yang perlahan terbuka pun terdengar, disusul gemericik air yang beradu di toilet.

"Eoh, jorok sekali" Baekhyun mendengus kesal.

Merasa terganggu oleh perkataan Baekhyun, Chanyeol pun bertanya "Apanya yang jorok?"

"Kau bahkan tidak mengambil tissue dulu dan langsung buang air seperti itu, jorok sekali" jelas Baekhyun.

"Kau mencuri pandang ya? Dasar mesum!" yeah, Park Chanyeol salah paham.

"Apanya yang mesum! Aku bilang kau jorok lalu kau anggap aku mesum! Aigoooooo…."

"Lalu?"

"Itu, kotak tissuenya disebelah sana" kata Baekhyun tidak panjang bicara sambil menunjuk kearah kotak tissue didekat pintu masuk toilet. "Apa kau tidak pernah membersihkannya?"

"Untuk apa kau tanyakan itu padaku? Penasaran sekali" Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kotak tissue.

"Ah, sudahlah!" Baekhyun makin malas menghadapi si tuan jangkung yang terkadang sungguh telat berpikir dan sering salah paham ini. Dan darpada ia melihat yang tidak-tidak lebih baik ia keluar dari toilet ini.

"Dasar orang aneh" gumam Chanyeol sepeninggal Baekhyun.

.

.

"Lama sekali mereka" tanya Jongin.

"Iya, apa mereka mendadak sakit perut karena tiba-tiba bertemu?" tanya Kyungsoo sambil terkekeh.

"Hahaha, bisa jadi. Ngomong-ngomong apakah Baekhyun sudah menceritakan apa masalahnya dengan Chanyeol?"

"Belum, lalu Chanyeol sendiri padamu?"

"Belum juga."

"Pantas saja mereka kompakan berjerawat sekarang."

"Hahahaha, kau ini, memang ada hubungannya Kyung?"

"Mungkin ada, hahaha. Yang penting jerawat kita sudah hilang, benar kan Jonginna?"

"Benar jagiya."

"Eeh, kau panggil aku apa?"

"Jagiya. Can I call u that?"

"Dengan senang hati" Kyungsoo blushing, mukanya sudah seperti kepiting rebus sekarang.

Lalu Jongin menggenggam tangan Kyungsoo dengan malu-malu. Namun tiba-tiba Baekhyun datang kembali.

"Ada yang sudah jadian ternyata. Sejak kapan? Kenapa aku tidak diberi tahu, Kyung?" Baekhyun yang menyadari dua orang pemuda ini saling menggenggam tangan bagaikan dunia milik mereka berdua tiba-tiba datang membuat Jongin seketika melepaskan genggaman itu.

"Eh, genggamlah lagi, jangan dilepas, aku tidak akan mengganggu kok" melihat itu Baekhyun jadi tidak enak dan menyuruh Jongin dan Kyungsoo berpegangan tangan lagi.

"Hehe…" Jongin hanya nyengir.

"Aku baru saja jadian ketika kalian ke toilet" jawab Kyungsoo polos.

"Ah, tidak-tidak, kami sudah jadian dari kemarin malam, iya kan Kyung" kini Jongin mengedip-ngedipkan matanya kearah Kyungsoo menandakan padanya untuk berkata iya.

"Eh, iya, benar tadi malam, hehehe" tawa Kyungsoo tidak lucu.

"Yah, kapanpun kalian jadian bukan masalah bagiku. Selamat ya, dan untukmu Jongin, berhati-hatilah karena Kyungsoo tidak seimut yang kau pikirkan. Dan mulai sekarang Kyungsoo, jangan merengek-rengek lagi kepadaku, sudah ada Jongin sekarang, merengeklah padanya" jelas Baekhyun panjang lebar sambil menyilangkan tangannya didadanya.

"Siap bos!" Jongin berakting seperti sedang menghormat kepada kaptennya. Disusul Kyungsoo yang hanya blushing sedari tadi.

.

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

Berdirilah keempat pemuda ini sekarang di depan rumah hantu, tujuan utama Baekhyun hari ini yang sangat ia sesalkan. Tapi mau bagaimana lagi, ia termasuk orang yang gentle dan tidak pernah lari dari perkataannya.

"Ayo kita masuk!" teriak Kyungsoo penuh semangat.

"Mohon maaf, untuk masuk kedalam hanya diperbolehkan masing-masing dua orang saja" seorang penjaga di depan rumah hantu menghalangi keempat pemuda ini yang sudah siap masuk ke dalam.

"Ah, begitu…" Jongin bergumam, lalu ia menarik Kyungsoo ke gandengannya "Baiklah, aku masuk duluan bersama Kyungsoo"

Kyungsoo membulat matanya, dan hanya bisa pasrah ketika Jongin menggandeng tangannya dan melangkah masuk ke dalam rumah hantu.

Disisi lain mulut Baekhyun menganga, tidak percaya ia harus masuk ke dalam rumah hantu sialan ini dengan… Park Chanyeol.

Chanyeol hanya bisa menutup mata dan bergumam dalam hati 'Kim Jongin, sepertinya kau sengaja…..'

Sepertinya Jongin dan Kyungsoo sudah setengah jalan. Tibalah giliran Chanyeol dan Baekhyun untuk masuk kedalam rumah hantu. Baekhyun berjalan di depan, ia membuka pintu pertama dari rumah hantu itu.

Ruang pertama.

"KYAAAAAAAAAAAAAA!" Baekhyun tanpa sadar sudah berteriak sangat kencang.

"AAAAAAAAAA" Chanyeol berteriak bukan karena hantu atau apapun di dalam rumah hatu ini, melainkan karena kaget mendengar teriakan Baekhyun. "Ada apa?"

"I…itu, manekin itu berdarah-darah" Baekhyun tidak suka darah. Dan Chanyeol mendengus kesal karena sudah ikut-ikutan teriak.

Ruang kedua.

"KYAAAAAAAAAAA" teriakan Baekhyun.

"WAAAAAAAAAAA" suara hantu yang berteriak menakut-nakuti.

"AAAAAAAAAAAAA" teriakan Chanyeol yang lagi-lagi karena kaget mendengar teriakan Baekhyun.

Ruang ketiga.

"KYAAAAAAAAAAA ADA TANGAN MELAYANG!" Baekhyun berteriak lagi

"Itu bukan melayang, tapi itu potongan tangan yang jatuh bodoh!"

"AKU TIDAK BODOH! KYAAAAA!" setelah berteriak Baekhyun sepertinya tersandung sesuatu dan jatuh dengan tidak elitnya di lorong rumah hantu ini. Lalu ia merintih "Awww….!"

"Kau ini kenapa bisa jatuh sih?" tanya Chanyeol.

"Ya mana aku tahu aku akan jatuh, huaaaaaaaaaaaa"

Lalu Chanyeol mendekati Baekhyun yang tersungkur didepannya dan meraba-raba dengkul yang terlihat terus saja dipegangi tangan Baekhyun sedari jatuh tadi.

"Coba kulihat" Chanyeol mencoba membuka celana baekhyun dari bawah, tapi tidak berhasil karena celana yang dikenakan Baekhyun cukup ketat.

"Awww… sakiiit"

"Mana yang sakit? Disini? Tapi aku tidak bisa melihatnya disini. Kau bisa menahannya sampai keluar?" tanya Chanyeol tiba-tiba menjadi cerewet dan terlihat khawatir.

"Sepertinya aku masih bisa menahannya dan berjalan… aw…" Baekhyun masih meringis menahan sakit.

Dan tanpa diduga Chanyeol mengarahkan tangan Baekhyun ke pundaknya dan mengangkatnya dengan memegangi pinggang Baekhyun. Sehingga sekarang Chanyeol mencoba memapah Baekhyun sampai sisa perjalanan keluar dari rumah hantu ini.

Ruang keempat.

"KYAAAAAAAAAAA KITA DIKEJAR!" Baekhyun mulai berteriak lagi dan kali ini pegangan ke pundak Chanyeol mengerat dikarenakan ia harus lari dan menahan sakit di dengkulnya itu.

"Sedikit lagi, tahan Baek!" teriak Chanyeol memapah Baekhyun dan berlari sekuat tenaga dari kejaran hantu bohongan itu. Ia merutuki dirinya sendiri karena ikut berlari padahal ia tidak terlalu takut akan hantu.

Dan akhirnya sampailah mereka diakhir lorong dari rumah hantu ini.

.

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

TBC

Footnote:

Semoga update kali ini memuaskan ya, tapi kayanya sih pada gak puas karena aku bikin tbc pas baru aja chanbaek memulai kedekatan mereka.. kkkk *ketawa nista*

Yah, di chapter ini kaisoo ama chanbaek nya udah mulai, walopun masih sedikit, sabar ya… bukan maksud mengulur-ulur moment mereka. Tapi mungkin kedepannya bakal diupdate kaya gini, misal, chapter 3 nyeritain full kaisoo, chapter depannya full chanbaek. Tapi masih tetep berhubungan kok alurnya. Jadi chanbaek ama kaisoo nya tetep ga dipisahin, Cuma nyeritain momentnya lebih difokusin gitu.

Oia, yang minta chansoo atau kaibaek, demi apapun aku gak berencana buat bikin cerita di ff ini jadi crack pair. Kkkkk…. Dan untuk baeksoo, disini jangan salah paham ya. Baeksoo itu kaya sahabatan aja, kaya missal kita punya sahabat cewek dari kecil, kemana-mana berdua gitu, jadi udah terbiasa. Jangan salah paham kalo misal tiba-tiba nanti aku nyeritain baeksoo tidur bareng (cuma tidur, ga ngapa2in) atau mandi bareng (mandi doang, ga ngapa2in), karena mereka ini disini uke sejati dua-duanya. Aku suka baeksoo yang kayak anak kembar gini sih. Jadi maafkan kalo gak suka, tapi aku jg gak berencana buat bikin baeksoo jadi pairing disini.

Sekali lagi terimakasih banyak buat yang udah ngereview. Let me reply:

Rintul: makasih udah suka sama ff ini, aku bakal lanjutin terus kok. Iya, chanbaek memang sebenernya saling suka, pas pertama ketemu juga kan udah saling muji, kkkk. Keep reading ya. Makasih semangatnya!

beng beng max: nanti aku banyakin lagi kaisoonya xD

HeeKyuMin91: iya, di chap kemaren emg belum ada chanbaeknya, di chap ini jg masih baru permulaan nih hubungan chanbaek kearah yang lebih jauh/? Kkkk .. tenang, aku gakan bikin crack pair di ff ini kok. Thanks ya review nya!

younlaycious88: okay!

RiKyungie: siap! Pasti bakal ada kaisoo moment-nya. Makasih reviewnya!

o: sebenernya aku jg gatau apa jerawat bisa muncul krn lg benci seseorang, wkkk, tapi kayanya sih kalo si chanbaek ini mereka timbul jerawat krn sbnernya memendam rasa suka /eh kkkkkk. Jangan doain aku pikun, aku sering jadi pelupa sebenrnya /curhat/ wkk. Thx reviewnya!

Guest: makasih udah suka sama ff nya! Jadi seneng krn bisa nulis cerita yg bisa jadi moodboster. Sip, pasti dilanjut!

Nindi: hahaha, abis apa donk ya selain kata bentol, wkkkk. Thnx udah baca, keep reading lanjutannya ntar ya

baekhaan: makasih krn udah terhibur sama cerita ini :)

kyungsodio: biarkanlah aku bikin kyungsoo agak centil disini, aku pgn kyungsoo yg imut, ngegemesin gitu, jgn karakter yg biasanya jd orang ketiga terus pendiem, aku bosen, hahaha.. okay, ntar aku banyakin lagi kaisoo nya, tp maaf gbakal ada chansoo disini, wkkk

Kim Rae Na: makasih! Iya pasti dilanjut!