Devil
.
.
.
Main Cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun (GS)
Rate : M
Genre : Romance, Hurt
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
Note : FF ini terinspirasi dari novel-novelnya Santhy Agatha
Warning : 18+
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
"Kau tak bisa pulang, Sekarang kau milikku dan rumah ini adalah rumahmu."
"Apa maksudmu?" tanya Baekhyun tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar. Bagaimana bisa laki–laki ini mengklaim bahwa dia adalah miliknya. Dan apa yang barusan dia bilang? bahwa rumah ini juga miliknya? Apa maksudnya? Ditatapnya mata lelaki yang kini masih bertelanjang dada dihadapannya. Ada rasa takut dalam hatinya namun semua itu Baekhyun buang jauh–jauh, ia butuh penjelasan dari lelaki tampan dihadapannya. Ya, Baekhyun akui bahwa dia cukup tampan dan juga sexy.
Dengan santai Chanyeol berjalan menghampiri gadis mungil yang kini tengah terpaku dihadapannya. Baekhyun beringsut mundur mencoba menghindar dari lelaki yang kini tengah berjalan menuju ke arahnya, namun lagi–lagi tubuhnya membentur tembok hingga membuat pergerakannya terbatas dan kini ia tak bisa lagi menghindar dari laki–laki yang kini telah berdiri didepannya dengan jarak kurang dari satu jengkal. Nafas keduanya beradu, Baekhyun bisa merasakan nafas hangat Chanyeol yang kini menerpa wajahnya.
"Kau tidak akan pergi kemanapun Byun Baekhyun, karena sekarang kau telah menjadi milikku dan kau tidak akan pergi kemanapun tanpa ijin dariku." ucap Chanyeol seduktif, tangannya membelai lembut wajah Baekhyun.
"Aku bukan milikmu tuan dan juga rumah ini bukan rumahku." Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol hingga lelaki tersebut mundur beberapa langkah. Dengan segera Baekhyun melangkahkan kakinya menuju pintu kamar tersebut. Belum sampai Baekhyun menuju pintu tersebut, tanpa diduga tangan Chanyeol menarik lengannya dengan kasar. Baekhyun mencoba memberontak. Dengan sekuat tenaga ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan tersebut.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Baekhyun, ia tidak terima diperlakukan seperti ini.
Namun Chanyeol seolah tak memperdulikannya, ia kembali menarik Baekhyun dengan sedikit kasar hingga membuat Baekhyun menabrak dada bidang pria tampan ini membuat jarak diantara keduanya semakin dekat. Baekhyun berhenti memberontak ketika matanya tak sengaja menatap obsidian lelaki tersebut yang kini tengah menatapnya. Ia benar–benar seperti terhipnotis hingga ia lupa dan tak sadar bahwa dirinya kini sedang dalam keadaan genting dan juga dalam "bahaya".
"Bukankah sudah kubilang kau adalah milikku jangan panggil aku tuan, panggil aku Chanyeol." Chanyeol mengucapkan kalimat tersebut dengan sensual di telinga Baekhyun. Lalu mengecup leher jenjang milik gadis tersebut.
Dan seketika itu Baekhyun tersadar bahwa ia harus segera pergi dari tempat ini.
"Lepassshmmmm." ucap Baekhyun, namun bibir Chanyeol langsung meraup bibir tipis milik gadis tersebut sebelum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya. Dengan sedikit kasar Chanyeol mencium bibir tersebut, bagi Chanyeol bibir Baekhyun sudah menjadi candu baginya. Digigitnya bibir Baekhyun, hingga membuat gadis tersebut mengerang dan tanpa sadar membuka mulutnya. Chanyeol tidak melepaskan kesempatan tersebut, ia langsung melesatkan lidahnya ke dalam mulut Baekhyun memainkan lidahnya dengan sangat ahli.
Chanyeol melumat seluruh bagian bibir Baekhyun dengan sedikit kasar karena Baekhyun yang terus meronta, namun entah kenapa justru itu membuatnya semakin merasa bergairah untuk menikmati dan mencecap bibir tersebut. Baekhyun terus berusaha untuk melepaskan diri, namun sayang tenaganya tak sebanding dengan kekuatan lelaki yang ada dihadapannya. Hingga tanpa sadar Baekhyun justru membalas ciuman tersebut, kasar tapi begitu hangat dan lembut di waktu bersamaan, entahlah ia belum pernah merasakan ciuman yang seperti ini sebelumnya.
Balasan ciuman yang diterima Chanyeol justru membuat lelaki tersebut semakin bergairah. Tidak tahukah dia bahwa selama ini ia menahan hasratnya untuk tidak menyentuh wanita tersebut. Chanyeol melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Baekhyun ketika dirasanya gadis itu tak lagi melawan. Tangannya kini justru beralih pada tengkuk gadis tersebut untuk memperdalam ciuman mereka.
Nafas keduanya terengah–engah ketika pagutan tersebut terlepas, namun dimata Chanyeol Baekhyun justru terlihat lebih cantik dari biasanya. Chanyeol kembali tidak bisa menahan hasratnya, ia semakin menggebu–gebu untuk memiliki Baekhyun seutuhnya. Sudah sejak lama ia menahannnya selama ini, mungkin inilah waktu yang tepat untuk memiliki Baekhyun seutuhnya dan memiliki gadis tersebut untuk selamanya. Tak tahukah selama ini ia selalu berkhayal dan memimpikan bahwa ia bercinta dengan gadis yang dicintainya tersebut? gadis yang kini berada di hadapannya. Selama ini ia begitu tersiksa sehingga akhirnya ia harus melampiaskan hasrat dan gairahnya tersebut pada gadis–gadis jalang yang bekerja di club malam.
Chanyeol merengkuh kembali tubuh Baekhyun dengan tiba–tiba membuat Baekhyun terkejut dan membelalakan matanya.
"Apa yang kau lakukan?" dengan susah payah kalimat tersebut keluar dari bibir cherry Baekhyun.
"Aku akan memilikimu seutuhnya."
Butuh beberapa waktu bagi Baekhyun untuk mencerna kalimat tersebut sebelum akhirnya ia sadar dan mengerti apa yang Chanyeol katakan. Matanya yang sipit kini terbelalak lebar. Sebelum Baekhyun sempat melawan, lelaki tersebut sudah lebih dulu mengangkat dan merebahkan tubuhnya di kasur. Namun lagi–lagi Baekhyun kembali melawan dan meronta. Chanyeol kembali mencengkram kedua lengan Baekhyun dengan satu tangannya, dengan mudah lelaki tersebut mengikat kedua pergelangan tangan Baekhyun dengan ikatan mati yang cukup kuat di kepala ranjang dengan menggunakan dasinya yang tergeletak tidak jauh dari tempat mereka berada. Baekhyun tak bisa berbuat banyak tangannya yang diikat membuat gerakannya terbatas membuatnya semakin tak berdaya untuk melawan. Apalagi dengan posisi Chanyeol yang tengah menindih tubuhnya sekarang.
Dengan paksa Chanyeol kembali membuka blouse Baekhyun yang tadi terpasang. Kembali menampakkan kulitnya yang lembut dan memperlihatkan tubuhnya yang menggoda. Chanyeol menatap Baekhyun dengan penuh gairah, tubuh itu begitu menggoda. Tangannya menelusup ke balik punggung Baekhyun membuka pengait bra yang membungkus kedua bongkahan payudaranya, lalu menyingkap bra tersebut hingga benda kenyal tak bertulang itu terpampang dengan jelas . Chanyeol meremas payudara Baekhyun, menggodanya.
"Aaahhhh" Baekhyun mengerang ketika tangan Chanyeol meremas payudaranya. Erangan tertahan milik Baekhyun justru semakin mendorong chanyeol untuk menyentuhnya lebih.
"Aku mohon jangan." setetes air mata mengalir di sudut mata Baekhyun.
Chanyeol menatap lembut kedua hazel milik Baekhyun yang telah basah dengan air mata
"Ssshhh tenanglah, aku tidak akan menyakitimu kau akan menikmatinya."
Ada gairah yang terpanacar dari mata Chanyeol. Bibir Chanyeol mencecap leher Baekhyun membuat tanda kepemilikan Baekhyun atas dirinya disana, lalu bibir tersebut kembali lagi bermain dengan payudara baekhyun, mencumbu dan menghisap putingnya perlahan yang sudah mengeras karena Chanyeol yang sejak dari tadi menggodanya. Kembali membuat Baekhyun mengeluarkan erangannya akibat sensasi yang diberikan oleh Chanyeol.
"Kau menyukainya hhmmm?" bisik Chanyeol ditelinga baekhyun lalu menggigit cuping telinga tersebut dengan lembut, menggodanya.
"Aaaaahhhhh."
Chanyeol tersenyum tatkala Baekhyun kembali mengerang karena permainannya. Erangan dan desahan yang keluar dari mulut Baekhyun justru terasa yang paling sensual dari semua wanita yang pernah Chanyeol dengar selama ini.
Baekhyun tidak bisa menahan dirinya setiap kali Chanyeol bermain dengan tubuh mulusnya, Chanyeol benar–benar menggoda dan mempermainkannya dengan begitu ahli hingga erangan dan desahan selalu lolos dari bibir tersebut. Gerakan Chanyeol begitu lembut seolah–olah ingin menyiksanya. Baekhyun ingin memberontak atas apa yang laki–laki tampan ini lakukan padanya. Ia tidak ingin dilecehkan seperti ini, tapi tubuhnya bergerak diluar kendali, ada kehangatan dan kenikmatan setiap jemari tangan tersebut menyentuhnya, sesuatu yang tak bisa Baekhyun jelaskan.
"Aaaahhh" Baekhyun memejamkan matanya ketika Chanyeol kembali menyentuh dirinya. Ada sensasi aneh yang menyeruak dari dalam dirinya yang belum pernah ia rasakan selama ini.
"Kau menikmatinya sayang." Chanyeol tersenyum lembut, Baekhyun begitu sensitif setiap kali ia menyentuhnya.
Chanyeol menciumi leher baekhyun, mencecapnya lalu perlahan ciuman tersebut turun ke dada gadis tersebut mengecupi seluruh bagian payudara tersebut. Tangannya bermain dengan nipple Baekhyun yang sudah menegang. Mencumbu payudara tersebut dengan lidahnya dan menghisapnya perlahan. Setelah bosan bermain dengan kedua payudara tersebut, kemudian diciumnya perut rata Baekhyun.
Tangan Chanyeol yang tadi memilin putting Baekhyun kini bergerak turun menyingkap rok tersebut, membuka celana dalam yang masih menutupi kewanitaan gadis tersebut. Hingga akhirnya kini tubuh mulus Baekhyun terpampang dengan jelas.
"Kau sangat cantik dan menggoda."
Baekhyun menggelinjang ketika tangan Chanyeol meraba paha mulusnya. Seperti ada sengatan listrik yang mengalir ke seluruh tubuhnya, hingga membuatnya terkesiap dan berjingkat akan sensasi tersebut yang belum pernah ia rasakan. Chanyeol melebarkan kedua paha Baekhyun lalu menenggelamkan kepalanya diselangkangan gadis tersebut yang kemudian memperlihatkan kehormatan yang bersih juga wangi. Dijilat dan dikecupnya kehormatan gadis itu dengan lembut, sebelum akhirnya jemari tangannya mengambil alih memainkan klitoris milik gadis tersebut membuat Baekhyun terangsang, sehingga baekhyun menggeliat dan melenguh atas kenikmatan yang Chanyeol berikan.
"Euuuuungggh." lenguhan Baekhyun begitu tersiksa.
"Kau sudah basah, aku akan memasukimu sekarang."
"Jangaaanhhh." Baekhyun memohon.
"Ssstttt tenanglah aku akan memuaskanmu dan membuatmu menikmatinya."
Chanyeol benar–benar sudah bergairah, sesuatu dibagian bawahnya sudah mengeras. Ia tak bisa menahan dirinya lagi, sesuatu dibawahnya sudah mengeras sejak tadi. Chanyeol membuka semua pakain yang melekat pada tubuhnya, membuat badan semi berotot itu kini terpampang jelas.
Dengan lembut Chanyeol menggesakan miliknya dibibir vagina Baekhyun sebelum nanti ia memasukan miliknya pada tubuh gadis tersebut. Baekhyun masih perawan dan ia ingin membuat Baekhyun menikmati dan membuat momen tersebut seindah mungkin. Chanyeol mencoba bergerak selembut mungkin sebelum, dan tanpa aba–aba Chanyeol mendorong dan menekan miliknya memasuki tubuh Baekhyun.
"Aaaahhh." Baekhyun mengerang ketika ia merasakan sakit yang luar biasa saat Chanyeol memasukan kejantanannya ke dalam miliknya, darah segar mengalir dari kewanitaan Baekhyun saat pria tampan itu berhasil menembus selaput dara miliknya. Ada sedikit rasa bersalah dalam hati Chanyeol, namun tak bisa ia pungkiri ia begitu puas karena ia adalah lelaki pertama yang membobol selaput dara milik gadis tersebut. Tidak bisa dipungkiri Baekhyun merasakan kesakitan ketika benda milik Chanyeol memasukinya, tapi disaat yang bersamaan justru ia merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Chanyeol terus menggerakan tubuhnya dengan lembut, lagi dan lagi. Baekhyun benar–benar memuaskannya. Vagina Baekhyun benar–benar basah, begitu rapat dan juga sempit menjempit kejantanannya. Desahan dan erangan memenuhi ruangan temaram tersebut, Chanyeol menggerakan tubuhnya lagi dan lagi di dalam tubuh Baekhyun, Chanyeol semakin bergairah ketika ia merasakan tubuh Baekhyun mulai merespon dan bergerak sesuai ritmenya. Nafas Baekhyun semakin pendek – pendek, chanyeol tahu bahwa sebentar lagi gadis tersebut akan mencapai orgasmenya, Chanyeol semakin mempercepat gerakannya dalam tubuh Baekhyun, hingga akhirnya mereka mencapai orgasme bersama dan cairan Chanyeol menembus kedalam rahim baekhyun. Chanyeol menggeram saat ia berhasil mencapai pelepasannya.
Tubuhnya ambruk diatas tubuh Baekhyun sebelum akhirnya Chanyeol membaringkan tubuhnya disebelah Baekhyun. Wajah Baekhyun saat mengalami orgasme tadi benar–benar tak tergantikan, gadis tersebut begitu cantik dimata Chanyeol. Ia melirik Baekhyun yang kini tengah berbaring disebelahnya, mencoba menormalkan kembali nafasnya.
Baekhyun terbaring lemas tak berdaya, nafasnya terengah–engah peluh membasahi sekujur tubuhnya. Dengan hati-hati dilepaskannya ikatan yang mengikat kedua tangan Baekhyun. Setelah pergumulan panas keduanya, Chanyeol menarik Baekhyun kedalam pelukannya dikecupnya kening Baekhyun. Pelukan Chanyeol memberikan kenyamanan dan kehangatan yang luar biasa yang belum pernah Baekhyun rasakan.
"Kau seutuhnya menjadi milikku"
Hanya kalimat tersebut yang bisa Baekhyun dengar sebelum kegelapan menyergapnya.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Terima kasih buat kalian followers dan yang udah favoritin cerita saya. Terima kasih juga untuk kalian yang udah meluangkan waktunya untuk ngetik review di ff saya yang ini.
Review Juseyo~
Saranghae~ Ppyong~
