Devil
.
.
.
Main Cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun (GS)
Rate : M
Genre : Romance, Hurt
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
Note : FF ini terinspirasi dari novel-novelnya Santhy Agatha
Warning : 18+
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Chanyeol baru saja keluar dari kamar, pria tersebut hendak berangkat ke kantor ketika ia berpapasan dengan adiknya Park Jongin di tangga untuk sarapan.
"Tumben sekali kau terlambat" Jongin melirik jam arlojinya yang sudah menunjukan pukul setengah sembilan.
Chanyeol hanya diam fokus merapihkan lengan kemejanya, tak ada niatan sedikitpun untuk membalas perkataan Jongin.
"Hei apa kau begitu menikmati malammu hyung? Kau telat berangkat ke kantor hari ini apa karena wanita itu? Wanita seperti apa lagi yang kau bawa tadi malam?"
Lagi–lagi Chanyeol diam, Jongin mendengus karena perkataannya tak ditanggapi sama sekali oleh sang kakak.
"Haaaah" Jongin menghela nafas dan menghembuskannya kasar ia sudah terbiasa dengan perlakuan dingin Chanyeol tersebut. Kakaknya memang mempunyai sifat yang berbanding terbalik dengannya yang terkenal banyak bicara.
"Aku mendengar sedikit keributan tadi, sepertinya mainanmu kali ini tidak mudah untuk ditaklukan ke dalam pesonamu hyung" Jongin terkikik geli, menggoda kakaknya.
Chanyeol hanya melirik tajam ke arah jongin.
"Oh…maaf." ucap Jongin sambil terkekeh menahan geli melihat ekspresi kakaknya barusan. Walalupun Jongin cukup sering melihat ekspresi Chanyeol dengan muka dingin dan tatapan tajamnya, namun melihat ekspresi Chanyeol yang berhasil ia goda benar–benar membuatnya ingin tertawa.
Chanyeol memposisikan duduk di kursi paling ujung di meja makan, sedangkan Jongin duduk disebelah kanan sang kakak.
"Terima kasih bibi Shin" Jongin berucap ketika bibi Shin -pelayan mereka-, mengantarkan sarapan pada majikannya tersebut. Keduanya sarapan dalam diam, baik Jongin maupun Chanyeol, keduanya tak ada yang berniat memulai pembicaraan terlebih dahulu. Suasana sarapan seperti ini sudah biasa dalam keluarga mereka.
"Bibi Shin, kepala pelayan Jung." panggil Chanyeol kepada pekerja rumahnya tersebut. Tak lama kemudian kedua orang yang dipanggil namanya tersebut sudah berdiri dihadapan Chanyeol,
"Ya, tuan."
"Sediakan semua keperluan gadis itu, dia akan tinggal bersamaku mulai hari ini."
"APA?" teriak Jongin, sedangkan kedua pelayan tersebut mengangguk mengerti dan segera undur diri dari hadapan Chanyeol untuk melakukan apa yang barusan majikannya suruh.
Mungkin jika Jongin sedang mengunyah makanan ia akan tersedak atas penuturan yang diucapkan kakaknya, tapi untunglah itu tidak terjadi. Jongin tahu bagaimana sifat dan kelakuan kakaknya. Yang jongin tahu Chanyeol memang sering mengajak perempuan–perempuan dari club untuk ke rumahnya.
Ya, Chanyeol memang sering mengundang perempuan–perempuan tersebut hanya untuk memuaskan gairah sexnya. Entah berapa banyak perempuan yang telah Chanyeol ajak untuk melakukan one night stand dengannya, Jongin tidak tahu. Namun yang pasti yang Jongin tahu, dari perempuan–perempuan yang sering datang berkunjung untuk menemui kakaknya, hanya perempuan yang bernama Yoonmi lah yang ia tahu.
Perempuan tersebut merupakan seorang model dan mantan tunangan kakaknya. Entah ada motif apa perempuan tersebut selalu datang berkunjung hanya sekedar untuk menemui Chanyeol. Satu hal yang dapat Jongin simpulkan bahwa perempuan tersebut telah menyerahkan kepemilikannya kepada kakanya tersebut. Jangan ditanya bagaimana Jongin mengatahui hal itu. Bukankah ia sudah tahu bagaimana kelakuan kakaknya? tapi walaupun begitu Chanyeol tak pernah sekalipun untuk mengajak Yoonmi untuk tinggal bersama mereka di mansion yang megah ini.
Penuturan Chanyeol kali ini benar–benar diluar dugaannya, ia tak menyangka jika Chanyeol akan mengajak seorang perempuan untuk tinggal bersama mereka.
"Apa kau sudah gila mengajak perempuan yang baru kau kenal tinggal bersama kita? Mengapa kau tak mengajak Yoonmi saja yang jelas–jelas sudah kita kenal." cecar Jongin.
"Ini rumahku dan perempuan itu berhak tinggal disini karena ijinku. Mulai sekarang belajarlah bersikap sopan." ucap Chanyeol tanpa membahas perempuan yang tadi adiknya sebutkan.
Jongin hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu beranjak dari duduknya "Kau benar–benar sudah gila hyung."
.
.
.
Baekhyun terbangun ketika hari sudah siang, matanya mengerjap pelan berusaha membiasakan cahaya yang masuk ke matanya. Tubuhnya yang polos terbungkus selimut putih. Ia mencoba mendudukan dirinya dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Baekhyun sedikit meringis ketika merasakan bagian bawah tubuhnya sakit, matanya memandang kasur yang ia tempati dalam keadaan berantakan.
Ada noda darah pada sprei berwarna putih tersebut. Pikiran Baekhyun melayang pada kejadian tadi pagi, pada saat lelaki yang baru ia kenal melecehkannya. Air mata perlahan turun dari sudut mata Baekhyun. Ia menangis dalam diam meratapi apa yang terjadi pada dirinya. Jika boleh ia ingin sekali mengakhiri hidupnya sekarang juga.
Apa yang harus ia lakukan sekarang?
Hidupnya telah hancur. Masa depannya telah direnggut. Laki–laki itu telah menghancurkan hidupnya.
Baekhyun diam tak bergeming, tatapan matanya kosong namun air mata terus mengalir di pipi mulusnya seolah tak mau berhenti.
Cklek
Pintu terbuka menampakan sosok seorang perempuan tua yang tengah membawa nampan berisi makanan. Bahkan saat perempuan tua tersebut mengantarkan makanan untuknya, Baekhyun tak beraksi sama sekali. Gadis itu cukup kalut dengan pikirannya sendiri.
"Nona sebaiknya anda makan dulu." ucap perempuan tersebut setelah itu perempuan tersebut segera undur diri dari hadapan Baekhyun.
.
.
.
Jaehyun berdiri di depan apartemen kecil milik Baekhyun. Sudah beberapa kali ia memencet bel apartemen tersebut namun pemiliknya tak kunjung juga keluar.
"Kemana kau pergi Baekhyun–ah?" Jaehyun bermonolog sendiri.
"Jaehyun–ah." teriak seorang wanita.
"Oh Hyemi–ah" ucap Jaehyun pada Hyemi yang kini telah berada di hadapannya.
"Kau akan bertemu Baekhyun juga?" tanya gadis yang dipanggil Hyemi tersebut.
"Ya, kau sendiri apa yang kau lakukan disini?" tanya Jaehyun.
"Oh…aku ingin mengembalikan tas milik Baekhyun. Tadi malam dia meninggalkan tasnya. Ini. " Hyemi menyerahkan tas milik Baekhyun pada Jaehyun.
"Baekhyun meninggalkan tasnya?" tanya Jaehyun, kerutan muncul di dahinya.
Hyemi mengagguk sebagai jawaban.
"Ya dia menitipkannya padaku. Setelah melayani tamunya Baekhyun tak kembali dan meninggalkan tasnya. Kupikir ia langsung pulang dan melupakan tasnya."
"Apa? Baekhyun tak kembali?" Jaehyun cukup kaget dengan penuturan Hyemi barusan.
Apa yang terjadi pada Baekhyun sebenarnya?
"Ada apa Jaehyun-ah?" tanya Hyemi yang melihat raut kekhawatiran di wajah Jaehyun
"Baekhyun tidak pulang semalam."
"Apa?" Hyemi memekik kaget.
"Aku harus mencarinya."
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Terima kasih buat kalian followers dan yang udah favoritin cerita saya. Terima kasih juga untuk kalian yang udah meluangkan waktunya untuk ngetik review di ff saya yang ini. Saya baca setiap review kalian kok, saya juga tahu siapa aja yang sudah follow dan favorit. Sekali lagi terima kasih banyak.
Review Juseyo~
Saranghae~ Ppyong~
