Karena chap 1 pendek,Olla update kilat nyan... maaf sepertinya ada beberapa kata yang kepotong dengan sendirinya. Itu tidak disengaja, jadi harap maklum minna-san...
Chapter 2
MY BABY
Disc : Naruto punya Masashi Kishimoto
Pairing : Sasufemnaru and SaiIno
Rated : T
Genre : Drama, Romance, Friendship
Warning : Femnaru, typo(s), OOC, abal, gaje dll
Gak suka? tekan Back!
Kaki jenjang berbalut sepatu yang mahal itu melangkah pasti menyusuri koridor sekolah. Tampang datar dan dingin sudah menjadi ciri khasnya. Ia berhenti tepat di depan kelas X-A, mengetuk sebentar dan masuk diikuti dua orang siswa yang sedari tadi mengekornya.
Berbincang dengan guru sejenak dan berbalik menghadap para siswa. Ia berusaha menahan decakan jengkel saat melihat mata para siswi yang memandang penuh minat kepadanya, terkecuali Naruto yang memandangnya bingung. Ntah kenapa hatinya terasa hangat saat menatap saphire itu. Berdehem pelan, Sasuke kembali ke tujuan awalnya.
"Kami anggota panitia tour tahunan ingin mendata siapa tiga orang yang akan mewaliki kelas X-A." Ucapnya tanpa nada. Para pria hanya bisa cengo saat mendengar desah 'aahh' siswi-siswi dikelasnya terkecuali Naruto dan Hinata si siswi pemalu.
"Bagi nama yang dipanggil, tolong berdiri dan ambil kartu anggota pada siswa disebelah saya." Sambungnya sambil melirik sekilas teman sekelasnya yang berambut nanas.
.
.
.
Kantin KIHS
" Naru..." Panggil Ino saat makan siang dan tumben tak ada Sai disekitar mereka.
"hm?" Balas Naruto menyumpal mulutnya dengan makanan favoritnya.
"Kenapa kau tak jujur saja padaku..."
"hm?"
"Kau benar berpacaran dengan itu..."
"hm?"
"Issk... kau benar berpacan dengan Sai?" Tak sadar Ino berucap lirih.
Naruto menoleh sebentar dan melanjut makannya. Ino merasa kesal karena dicueki Naruto. Menggerutu sendiri sambil mengaduk-aduk minuman pesanannya tanpa minat. Yang Ino tidak sadar, Naruto menyerigai penuh makna.
"Ino, untuk tour lusa kau membawa apa saja?" Tanya Naruto mengubah alur. Ino tersentak senang dan langsung menghadap Naruto.
"Aku akan membawa baju-baju terbaikku... sepatu dan aku ingin kau menemaniku ke salon besok. Hmm tapi mungkin aku harus membobol tabunganku. Tapi untuk berjalan dengan Sasuke aku akan berusaha yang terbaik...kau mendukungku kan Naru?" Celotehnya bersemangat.
Naruto hanya tersenyum kaku sambil menggaruk pipinya pelan.
" Kita tour ke hutan Ino...bukan kepesta." Ucapnya.
" Ah kau benar." Jawabnya lesu seakan baru sadar.
"Kenapa kita tidak tour ke pesta dansa saja ya?"
'Emang ada?" Batin Naruto.
" Andai ke pesta dansa, aku akan berdansa dengan Sasuke dan kami akan bla...bla...bla."
Naruto hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang sedang berhayal berdansa dengan Sasuke sambil berceloteh ria. Yang nyatanya ia hanya berdansa dengan angin kosong. Ia terkekeh melihat Ino yang bergoyang lucu, sampai ia sadar kalau sahabatnya sudah jadi tontonan orang.
Naruto menarik Ino untuk menghentikan kegiatannya. Berbisik sesuatu yang membuat Ino celingukan dan wajah yang memerah. Suasana kantin yang tadinya sunyi sejenak kini penuh dengan tawa.
"Huaaa... kenapa kau baru bilang Naruto..." Teriak Ino berlari menjauh dari kantin.
"Ramenku..." Teriak Naruto mencoba menggapai ramennya yang tak sampai karena keburu dibawa(tarik) Ino pergi.
'hu hu hu.. padahal aku baru makan separoh.' Batinnya merana.
.
.
Tour time
Para anggota tour sudah berkumpul dilapangan. Semua dipandu oleh guru masing-masing. Semua terbagi menjadi tiga bus, kelas X-A_F, kelasXI-A_F dan bus khusus XII? Tak ikut karena harus banyak-banyak belajar.
Dibarisan kelas XI, Asuma-sensei sedang menerangkan peraturan. Sampai seseorang mengintrupsinya.
" Ah, gomen sensei... Saya Namikaze Naruto dari kelas X yang tadi meminta izin." Kata Naruto sopan.
"Oh Naruto. Kau ikut bus kelas XI karena Sai sudah menggantikan posisimu di kelas X." Ucap Asuma-sensei yang dijawab anggukan dari Naruto.
Naruto berbalik berjalan ke barisan. Sedikit gugup karena ia tak mengenal siapun disini,terkecuali senpai yang dibarisan sebelahnya.
'Semoga semuanya berjalan lancar. Awas kalau kau tak berhasil Sai. Jangan buat perjuanganku sia-sia.' Doa dan gerutu Naruto dalam hati. Ia berusaha mengabaikan tatapan dan siulan para senpainya.
.
Bus sudah berjalan sekitar sepuluh menit. Karena pergantian posisi SaiNaru, kini Naruto duduk bersebelahan dengan Sasuke. Sepuluh menit yang terus bertambah inipun dihabiskan dengan keheningan antara Sasunaru. Sampai Naruto jengah dan mencoba mencairkan suasana.
"Ng-senpai, masih ingat aku?" Mulainya.
Sasuke menoleh dan mengangguk singkat. Ia berusaha menahan gejolak dalam dirinya untuk bersikap berlebihan. Tak tahukah kau Naru, ia sudah menanti ini sejak tadi kalau tak mau dibilang lama.
"Ah, syukurlah... he he." Ucap Naruto dan kembali di keadaan hening. Issk, sungguh membosankan.
"Senpai/Naru" Tanpa disengaja mereka memanggil bersamaan. "Senpai diluan/Kau pertama." Ucap mereka bersamaan. Hening dan mereka saling bertatapan... sampai keduanya terkekeh lucu.
" Senpai, aku cuma mau tanya soal tempat tour kita nanti." Ucap Naruto sambil mengeluarkan lembar keterangan yang ia dapat dari guru. Sasuke menoleh melihat selembaran yang dipegang Naruto. Mengangguk singkat dan mulai menjelaskan yang ia tahu pada Naruto.
Mereka mulai mengobrol santai mengabaikan tatapan heran orang disekitar mereka. Seorang Uchiha Sasuke bisa akrab pada wanita? Oh ternyata dia masih straight. Batin pria kebanyakan. Jangan salahkan isu itu, selama ini Sasuke tak pernah terlihat dekat dengan wanita. Dan para wanita menatap Naruto iri.
"Aku masih ingat pertemuan pertama kita." Ucap Sasuke.
"Ah yang itu..." Jawab Naruto malu.
Itu kejadian sewaktu ia datang terburu-buru ke rumah Sai. Siapa yang menyangka kalau dikediaman Sai sedang ada perkumpulan keluarga. Ia harus menahan malu saat datang langsung masuk tanpa mengetuk pintu,ia langsung disuguhkan pandangan heran orang-orang berciri khas mata onyx dan rambut raven itu.
Tertawa hambar sambil melangkah mundur perlahan dengan langkah lebar. Dan sialnya... saat berbalik secepat kilat Naruto menabrak Sasuke yang ingin masuk.
"Adoow/iisk." Jerit mereka bersamaan dibarengngi bunyi 'Bruuk'.
"Ah, gomenne Uchiha-san." Ringisnya mengelus kepalanya yang berdenyut sakit. Sepertinya kejedut dagu Sasuke.
"Kau tak apa-apa Naru-chan?" Tanya Sai sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut Naruto.
" Hontouni...gomennasai Uchiha-san." Ucapnya lagi sambil membungkuk dan langsung melenggang pergi diikuti Sai.
Naruto masih ingat kalau dia langsung mengomeli Sai dihalaman rumah. Dia datang untuk mengambil buku sketsa milik Sai untuk tugas sekolahnya. Tapi Sai tidak memberi tahu kalau dirumahnya sedang ada acara. Kalau tahukan ia bisa sedikit menjaga sikapnya yang sedikit brutal.
"Itu sudah setahun yang lalu senpai." Ucap Naruto malu. Ternyata senpainya ini tak seburuk yang ia bayangkan. Pantas banyak siswi tergila-gila padanya.
"Saat itu, aku kira kau gadis bodoh yang salah alamat." Ucap Sasuke.
Twinct
Tarik ucapannya, dia ternyata pria brengsek yang menilai orang seenaknya saja.
"Aku tidak bodoh teme-senpai." Ucapnya pelan dan ketus tapi terdengar jelas oleh Sasuke.
"Aku berkata jujur Dobe." Tutur Sasuke.
"Isk, senpai diamlah!" Marah Naruto mengembungkan pipi chubbynya dan melipat tangannya didepan dada. Sasuke tersenyum tipis melihat kelakuan Naruto. Naruto yang tak sengaja melihatnya ntah kenapa merasa pipinya memanas dan pemandangan manis itu tak luput dari pandangan Sasuke. Ia mengalihkan pandangannya keluar jendela, berusaha menyembunyikan wajahnya yang serasa panas.
.
.
Perjalanan memakan waktu selama dua jam. Tak sadar Naruto sudah tertidur bersandarkan bahu Sasuke.
Harus dengan apa Sasuke mengespresikan kebahagiannya?Lupakan, wajah itu akan tetap terlihat sama. Hanya saja, mata onyxnya berbinar senang memandang Naruto yang sekarang bersandar dipangkuannya.
Ntah setan apa yang merasuki Sasuke saat ini, yang jelas ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Mendekat dan semakin dekat sampai bibirnya merasakan bibir merah lembut Naruto. Hanya menempel tak lebih dan Sasuke segera menjauhkan wajahnya mencoba bersikap normal. Hanya sekilas tapi berakibat dasyat bagi Sasuke. Jantungnya berdetak kencang dan serasa menggelitik didlam perutnya. Ia tak pernah merasakan ini sebelumnya.
TBC...
Sampai disini dulu minna... Olla ucapkan terimakasih bagi yang baca, riview,fol dan fav. He he... semoga tak bosan...
