.

.

.

.

.


Pagi Hari di Istana Exo

"Arghhh" Jongin terbangun dari ketidaksadarannya, luka di bahunya telah diobati. Tapi dimana ia sekarang? kakek-neneknya pasti sangat mengkhawatirkannya.

Lalu myungsoo? Kemana sahabatnya itu?

Beberapa pengawal memasuki ruangan yang ditempati jongin. tanpa mengatakan sepatah kata. Mereka membawa jongin keluar dari ruangan seperti seorang tahanan.

Jongin menyadari bahwa ia sedang berada di dalam istana ketika melihat pemandangan di luar ruangan. Ia dapat melihat aktivitas para penghuni istana. Dan lagi, ia juga melihat suatu tempat terbuka yang dimana para pangeran berkumpul melakukan kegiatannya masing-masing. Jongin juga menangkap sesosok namja yang kemarin ia tolong, itu sehun. ia sangat cantik meskipun dilihat dari jauh.

Perjalanan menuju sebuah ruanganpun masih jauh. Jongin tidak menyangka jika istana memiliki tempat yang besar dan luas seperti ini.

Jongin juga tidak menyangka ia akan bertemu dengan Raja. Jongin hanya pasrah jika saja mereka akan mengirim jongin kepenjara istana.

Semua orang memberi hormat pada raja, termasuk jongin. baru pertama kalinya jongin melihat raja sedekat ini.

"Pangeran ke-5 memintaku untuk tidak menghukummu". Raja Soo Man menyelidik jongin, ia juga merasakan aura kuat disekitar pemuda tersebut. "Siapa dirimu? Siapa keluargamu?"

"Kim Jong In, saya tinggal di pinggir hutan bersama dengan kakek Kang In, dan nenek saya"

"anak muda sepertimu mampu melawan sekomplotan penjahat dengan tangan kosong? Aku tidak bisa melepaskan anak yang memiliki keahlian di kerajaanku! Aku akan mengangkatmu menjadi prajuritku!" keputusan raja adalah hal yang wajib dipatuhi

"itu artinya, Raja memintaku tinggal diistana?". Raja mengedipkan matanya sebagai jawaban. "t-tapi, bukan saya menolak permintaan raja. Kakek saya-

"KAU MENENTANG RAJA?"

"ya! Saya sangat keberatan!" jongin menunduk, bersujud agar raja memulangkannya.

Jongin tidak tau jika menentang raja hukumannya adalah Mati. Jongin tidak berpikir ia akan mendapatkan hukuman seperti itu. jongin berdiri dengan menyesali perbuatannya. Kini ia hanya dapat berharap kakek-nenek memaafkannya. Jongin menerima hukuman gantung.

Seorang Pelayan memasuki lapangan hukuman. Dengan suara lantang ia mengumumkan, "HUKUMAN MATI DIBATALKAN ATAS KEKUASAAN RAJA!"

Siapa yang telah menyelamatkan nyawanya kali ini? Sehun kah? Namja manis itu? Jongin berhutang nyawa kali ini

.

.

.

.

.


5 Tahun Kemudian

.

"aku pikir aku akan kehilangan sahabatku lima tahun yang lalu!" myungsoo memberikan busur panah dengan senyuman bodohnya. "kemarin aku mencuri ini dari para perampok untuk bersenang-senang. Selamat ulang tahun sahabatku!". Kai dapat melihat gelagat tak rela ketika myungsoo memberikan busur panah yang terlihat mahal tersebut.

Jongin tersenyum, ulang tahun kali ini terasa begitu special. Kakeknya memberikan sebuah kuda yang tangguh, nenek juga memberikan pedang keren yang katanya hanya satu-satunya didunia ini. Walaupun nenek berkata berlebihan, tapi jongin akan menggunakan pedang itu dengan baik dan tidak akan pernah menghilangkannya.

"myungsoo-ya, aku masih penasaran, siapa yang membebaskanku dari hukuman gantung 5 tahun yang lalu. Apa menurutmu itu Sehun?"

Myungsoo langsung tersedak minumannya. "Pangeran ke-5? Dia tidak punya kekuasaan apapun untuk membantumu! Jangan bercanda!", myungsoo mengambil potongan kue, "jangan hanya memanggil Sehun dengan namanya! kau harus memanggilnya Pangeran ke-5. Kau harus tau tatakrama!"

"Aishh kau banyak bicara!" jongin meninggalkan myungsoo yang sibuk dengan sarapannya pagi itu. ia benar-benar penasaran tentang insidennya beberapa tahun yang lalu. Jika bukan Sehun? ia harus menemukan kunci keselamatannya.

Hari menjelang sore. Jongin telah menyelesaikan latihan penahanan diri terhadap racun. Jongin juga telah banyak mempelajari tentang kekebalan tubuh. Kakeknya yang perkasa tidak pernah bercerita bagaimana dia memiliki kemampuan yang hebat dan mewariskan itu pada jongin.

"Usiamu sudah 20 tahun. Halaboji harus melepasmu" ucap kakek jongin sambil menerawang ke langit

"apa maksud haraboji?"

"aku sudah tua renta, dan aku sudah memberikan ilmu-ilmuku padamu. Kau akan kuat diluar sana. Akan banyak hal terjadi yang tidak pernah kau duga sebelumnya. Kau akan menyaksikan takdirmu sendiri!" sang kakek memberikan sebuah sapu tangan berwarna merah. "itu milik ibumu"

Deg!

"mungkin kamu masih bertanya-tanya. Kenapa aku tidak pernah menceritakan kedua orangtuamu"

.

.

.

.

"Ini gila! Ini GILA. INI GILA!" myungsoo mencengkram kuat kerah baju jongin. "KAU MENYURUHKU MENYELUDUPKANMU KEDALAM ISTANA?"

"tanpa seperti itu, aku tidak bisa bertemu raja!" jongin melepas cengkraman kuat myungsoo di tubuhnya. "seseorang yang melepasku dari hukuman mati bukan sehun. tetapi, seseorang yang mengenal keluargaku!"

"MWO?" myungsoo tidak percaya sahabatnya mungkin sudah gila? "untuk apa seseorang itu menyelamatkanmu! Karena ambisimu ini, kau menjadi gila!"

Jongin mengarahkan ujung pedang ke leher myungsoo. "jika kau tidak mau membantuku, aku akan membunuhmu!"

"j-j-jongin?"

"TIDAK! Aku serius!" jongin sengaja menempelkan ujung pedang ke leher myungsoo, membuat beberapa tetes darah keluar dari leher sahabatnya. Myungsoo tidak percaya jongin melakukan ini padanya. "karena hanya kamulah yang bisa membantuku keluar masuk istana. Kamu pasti tau semua pintu pelarian. Tolong! Jangan biarkan aku menyakitimu lebih dari ini!" jongin tidak main-main kali ini.

"a-aku akan membantumu jongin!"

.

.

.

.

.

ISTANA KERAJAAN

"Aku hanya membantumu sampai disini. Kamar ratu Boa berada di utara. Penjagaannya lumayan ketat. Berhati-hatilah" meskipun jongin hampir membunuh sahabatnya sendiri, namun myungsoo masih mempedulikn keselamatan sahabat karibnya itu.

Begitu sampai didepan ruangan ratu, aneh sekali tidak ada penjagaan disana. Jongin membuka pintu kamar sang Ratu. Namun ia tidak menemukan Ratu disana. Apa yang sedang terjadi di Istana?

Mata jongin menangkap gerak gerik seorang pelayan yang berjalan cukup cepat sambil membawa nampan. Dari wajah pelayan tersebut dapat dipastikan ia telah melakukan kesalahan dan berusaha melarikan diri.

Pedang jongin menghalangi jalan pelayan tersebut. "kau tau dimana ratu Boa?"

Pelayan tersebut semakin memucat. Nampannya jatuh di lantai. Bibirnya bergetar hebat. "kalau kau tetap diam, aku tak segan membunuhmu!" jongin memicingkan matanya, ia tahu jika pelayan itu memang telah melakukan kesalahan.

"HENTIKAN!"

Pangeran ke-5, sehun. ini pertama kalinya setelah 5 tahun terakhir keduanya bertemu. Dari cara Sehun memandang Jongin, namja manis itu telah melupakannya. "apa yang kau lakukan disini penyusup! Kau tau apa hukuman yang pantas untuk penjahat sepertimu?"

Pelayan itu segera berlari menjauh menghindari ajalnya di tebasan pedang. jongin menurunkan pedangnya. "apa kau melupakanku? aku yang menyelamatkan nyawamu dari penculik itu 5 tahun yang lalu, pangeran ke-5!"

Sehun terkejut, selama ini ia memang masih memikirkan namja yang menyelamatkannya. Ternyata, ia sekarang berada di hadapannya. "k-kau kah itu?". semakin sehun berusaha mengingatnya, sekarang ia sangat yakin, wajah jongin memang tidak banyak berubah. "namamu?"

"Jongin. Kim Jongin"

.

.

Begitu sehun dan jongin sampai di kediaman raja, banyak sekali penjaga yang menghalangi mereka. Begitupun para pangeran lain yang tidak diizinkan masuk. Apa yang terjadi dengan raja?.

Tiba-tiba jongin ingat tentang pelayan yang ia todong beberapa waktu lalu. Mungkin pelayan itu bisa memberikan penjelasan. "pangeran ke-5, aku harus menemukan pelayan yang tadi, aku menduga ia berkaitan dengan insiden ini!" tanpa mendengar jawaban sehun, jongin segera berlari untuk menyusuri seluruh istana.

Jongin mengejar pelayan itu ketika akan melarikan diri kepintu masuk yang sama dipakai oleh jongin untuk masuk ke istana itu.

"DIAM KAU DISANA! ATAU AKU HABISI SECEPATNYA!" namun pedang jongin dihalangi oleh pedang yang lain.

"sebelum kau habisi ibuku, langkahi dulu mayatku!" ucap myungsoo

"dia mencelakai seseorang- dia.." sebelum jongin menuntaskan kalimatnya, myungsoo menyela "dia ibuku, yang melahirkan dan membesarkanku! Dia berarti banyak untukku"

"kau akan menyesal!" jongin mulai menggunakan pedangnya untuk melawan myungsoo. Terjadilah pertempuran dahsyat diantara keduanya. Ibu myungsoo (pelayan kerajaan) meninggalkan pertarungan keduanya. Ia berlari memanfaatkan situasi.

"aku masih ingin hidup! Aku harus hidup! Maafkan aku, anakku myungsoo!" dengan air mata yang deras mengalir dipipinya, pelayan itu berlari sejauh yang ia bisa.

Pedang jongin tepat menusuk jantung myungsoo. Kedua mata mereka bertemu dan mengenang persahabatan yang mereka jalin selama ini.

Myungsoo ambruk, ia masih mempertahankan dirinya agar dapat menatap mata jongin. "aku tidak tau nyawaku berakhir ditanganmu, tapi itu lebih baik daripada aku dibunuh orang lain!" myungsoo memuntahkan banyak darah dari mulutnya, "sebagai seorang sahabat, permintaan terakhirku padamu, tolong jangan bunuh ibuku!" jongin memeluk tubuh sahabatnya, ia tidak bisa merelakan kematian myungsoo secepat ini. "maafkan aku!" jongin menahan tangisnya yang mendalam.. hujanpun turun..

.

.

.

.

.

"kamu akan menemukan takdirmu sebentar lagi!" ucap haraboji

Jongin masih merenungi kematian sahabatnya. Namun disisi lain, dimasa depan, ia akan banyak membunuh dengan pedang tersebut.

"Ratu Boa tidak pernah menganggap anaknya mati. Tidak sekalipun. Halmoni dan haraboji membesarkanmu sampai kau siap membalas perbuatan mereka. Kau pantas hidup!"

Ketika jongin lahir, nenek jongin adalah seorang tabib yang membantu persalinan ratu Boa. Ratu Boa terlalu banyak mengeluarkan darah sehingga kehilangan kesadarannya selama beberapa hari usai melahirkan. Ratu Sooyoung menemui peramal. Peramal itu mengatakan anak ratu Boa berkesempatan besar merebut tahta dengan membunuh siapapun yang menjadi penghalang termasuk orang-orang yang dicintainya.

Rayu Sooyoung percaya akan ramalan itu. ia meminta tabib tersebut membunuh bayi ratu Boa. Tanpa sepengetahuan siapapun, nenek jongin berhasil membawa kabur jongin kecil yang tidur dengan tenang di dalam kotak. Rumorpun menyebar setelah bayi ratu Boa menghilang, termasuk tabib (nenek jongin) yang menghilang juga.

"haraboji, aku tidak mau memulainya!" jongin menunduk dalam, "akan banyak nyawa yang akan berakhir ditanganku. Mereka harus mati karena telah menjadi penghalangku. Aku akan kehilangan orang-orang yang aku cintai, dan sehun-

"siapa sehun, jonginna?" haraboji memotong penjelasan jongin

"Pangeran ke-5, sehun. apa mungkin aku membunuhnya juga?" Hikss Hikss, begitu banyak yang ingin jongin ketahui. Tetapi ia juga takut untuk mengetahuinya. "aku mencintainya, haraboji!"

"tahta tersebut memang mengharapkan seseorang dengan hati yang kuat, tahta dan cinta adalah hal yang bertolak belakang. Kau harus kehilangan salah satunya"

Mau bagaimana lagi? Jika mempertahankan cinta, itu bukan garis yang tetulis untuk takdir jongin, jongin memang harus mendapatkan tahtanya. Ia dilahirkan untuk menjadi raja.

"hanya dimasa depan, kau akan melihat apa yang akan kau dapatkan. Haraboji hanya membantumu sampai disini!" Ucap haraboji penuh kewaspadaan..

.

.

.

.

.


"next?"

Point dari Chapter II

Jongin mengetahui Identitasnya

Jongin membunuh sahabat karibnya (myungsoo)

Jongin mengetahui takdirnya

1

2

3

REVIEW JUSEYO~~~

BOW