Info: Usia jongin, yifan, chanyeol, dan baekhyun seumuran (20 tahun) hanya Sehun yang umurnya dibawah mereka (18 tahun). Walaupun mereka memiliki ayah yang sama, namun ibu mereka berbeda. Karena itu mereka bersaudara (tiri).
Info: banyak yang merasa alur dari cerita ini terlalu cepat, tapi memang author membuatnya sangat berbeda dari moon lovers. author membuat versi sendiri tentang kisah jongin dan sehun, nantikan terus yaa..
.
.
.
.
.
ISTANA EXO
"Apa kau sudah memberikan uang itu?" tanya yifan
"pelayan itu kabur! Aku belum sempat memberikannya!" ucap sehun apa adanya, ia tidak mungkin menceritakan tentang masuknya namja tampan (jongin) ke dalam istana.
"apa? kabur? Aneh sekali! Jangan-jangan dia mengkhianatiku! PENGAWAL! CARI DAYANG YANG MENGURUS RAJA ITU! TEMUKAN DAN BUNUH DIA!"
Sehun terheran-heran, kemarin yifan terlihat baik ingin memberikan hadiah berupa uang, sekarang menyuruh pengawal untuk membunuhnya? "apa yang hyung rencanakan?"
Yifan ber-smirk ria, "aku menyuruh pelayan itu meracuni raja. Raja sekarat karena itu kita tidak diperbolehkan menemui raja. Besok aku akan melakukan penyerangan dan merebut tahta"
Sehun membulatkan matanya tak percaya, "hy-hyungnim!"
"pihak keluarga dan koneksiku tidak cukup untuk melawan chanyeol. Pangeran ke-4 itu pasti telah melakukan persiapan untuk penyerangan besok. Kumohon sehun, bujuk keluargamu dipihakku!"
Baik yifan maupun chanyeol. Sehun tidak ingin memihak salah satunya. Keduanya adalah hyung-nya. Demi kekuasaan, persaudaraan mereka harus berakhir dengan pertumpahan darah. Sehun tidak ingin itu terjadi.
"kau tak perlu menjawabnya. Pangeran ke-3 baekhyun sudah mengiyakan tawaranku!" yifan mengelus rambut sehun, "pangeran ke-5, sehun. kau tahu? yang bertahan di istana ini hanya yang akan menjadi raja. Jadi, bersiap-siaplah melihat keluargamu mati satu per-satu. Tapi akan ku sisakan kau, adik termanisku" yifan berlalu meninggalkan sehun yang berkutat dengan pikirannya. Sungguh takdir yang mengerikan.
.
.
.
.
.
"HYUNGNIM!" teriak sehun begitu tidak sengaja melihat pangeran ke-3, chanyeol. "Apa kau juga merencanakan penyerangan? Jebalyoo! Biarkan Pangeran ke-2 yang menggantikannya. Ia berhak karena tertua dan akan diangkat menjadi putra mahkota sebelum raja sakit!"
Pangeran ke-4 chanyeol mengulum bibirnya, "uh? Ternyata yifan berencana menghalangiku besok? Hahahaa sekarang aku mengerti kenapa keluargamu menolak dipihakku!"
DEG!
Pangeran ke-5 sehun menggelengkan kepalanya. "aku tidak mau melihat pertempuran diantara saudara-saudaraku. Hyungnim harus menyerah, yifan hyungnim punya dukungan yang kuat dari dalam istana. Tolong biarkan yifan hyungnim menjadi raja!"
Tanpa mendengar alasan sehunpun, chanyeol mengerti anak itu tidak akan berhenti memintanya mundur. Sudah lama chanyeol menyimpan perasaan cinta pada sehun. namun sehun tidak pernah peka atau mengabaikan perasaannya? "kalau begitu, aku akan mundur!"
Sehun tersenyum lega, ia memeluk chanyeol dengan kuat. "terimakasih, hyungnim"
"tapi, dengan syarat!" lanjut chanyeol, "jadilah istriku!"
.
.
.
.
.
Rumah Jongin
"ini untuk mempermudahmu!" haraboji memberikan peta istana exo. "sudah tergambar jalan rahasia dan semua hal yang ada di istana. Rebutlah yang memang itu milikmu!"
"Ne! Gamsahabnida!" jongin berbagi pelukan terakhirnya dengan haraboji dan halmoni, mungkin ini terakhir kalinya jongin dapat melihat wajah orang yang telah sangat berjasa dalam hidupnya. "Jika aku telah merebut milikku, haraboji dan halmoni harus menerima undanganku untuk makan bersama diistana" jongin tak kuasa menahan rasa pilunya. Inikah perpisahan?
"kami pasti menantikan itu, Pangeran ke-1 jongin." ini pertamakalinya jongin mendengar dirinya dipanggil sebagai seorang pangeran, begitu mengharukan. "kaulah putra mahkota yang sesungguhnya, anak yang didambakan seluruh rakyat untuk memimpin mereka kelak. Takdir akan membawamu menemukan dirimu yang sesungguhnya!"
sebelum berangkat menuju istana, jongin menyempatkan diri pergi ke makam sahabatnya, myungsoo. Meskipun pedangnya sendiri yang menusuk jantung sahabatnya itu, myungsoo tersenyum bahagia dan mengatakan bahwa ia tak menyesal terbunuh di tangan jongin. tetapi jongin masih benar-benar merasa sangat bersalah.
'kau mau terlahir menjadi seorang pangeran?' tanya jongin kecil
'tentu saja, dengan begitu aku bisa tinggal diistana dan menikah dengan seorang putri' ucap myungsoo kecil
'siapa putri yang kamu sukai?' tanya jongin kecil penasaran
'putri airin, hanya ada satu putri diistana exo! Putri paling cantik di kerajaan SM'
Menjadi seorang pangeran adalah mimpi sahabatnya myungsoo sejak kecil. Jongin tidak menyangka jika ternyata ialah seorang pangeran yang sesungguhnya. Jongin tak kuasa menahan air mata ketika mengenang masa lalunya.
"myungsoo-ya!, jika dikehidupan kedua kita bertemu. Aku ingin sekali memelukmu dan meminta maaf sampai kau bosan mendengarnya. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kematianmu" terakhir jongin menyimpan bunga di atas makan myungsoo.
"MUDAH SEKALI KAU MENUSUK ANAKKU!"
Jongin berbalik ketika mendengar suara tersebut. Ayah myungsoo trsulut emosinya, "KAU MEMBALAS KEBAIKANKU DENGAN INI?" tanya ayah myungsoo masih dengan nada tinggi. "KAU MEMBUNUH ANAKKU! KAU JUGA MEMBUNUH ISTRIKU!"
"t-tapi istrimu-
"istriku berlari menghindarimu dan tanah licin itu membuat istriku tergelincir! kepalanya mengeluarkan banyak darah karena hantaman keras pada sebuah batu besar! kau masih mau mengelak?"
Jongin menunduk, mengakui kesalahannya. Ia telah merenggut 2 nyawa hari itu, tanpa direncanakan sama sekali! Inikah takdirnya? Menjadi pembunuh orang-orang yang dekat dan ia cintai dalam hidupnya? Lalu bagaimana dengan sehun?
Lagi-lagi, hanya sehun yang membuat jongin turun ke dasar kelemahannya. Ia yakin, ia sangat mencintai sehun.
"maafkan aku, ahjussi!"
"MAAF SAJA TIDAK CUKUP MENGGANTIKAN ISTRI DAN ANAKKU YANG SUDAH KAU BUNUH!"
Ayah myungsoo sudah bersiap dengan pedang di tangannya, ia ingin membunuh jongin detik itu juga. "hukuman gantung 5 tahun lalu, apa kau tidak penasaran siapa yang menyelamatkanmu waktu itu?", ayah myungsoo mengangkat pedangnya, diarahkannya kehadapan jongin. "aku! Aku yang meminta raja untuk membatalkan hukuman itu!"
"kau?" tanya jongin tak percaya, jangan sampai ia juga kehabisan akal sehatnya dan membunuh ayah sahabatnya itu.
"aku memberitahukan raja bahwa pangeran ke-1 masih hidup!"
Tangan jongin mengepal. Ayah myungsoo menertawakan jongin karena kebodohannya. "tapi raja hanya membebaskanmu dari hukuman tanpa mengakui kau sebagai pangeran! Hahahaa. Kau memang tidak pernah diharapkan!"
"CUKUP! Argghhhh" jongin langsung mengeluarkan pedangnya. Pertarunganpun berjalan sengit, keduanya saling berambisi membunuh. Sampai kali ini jongin dapat menghalau serangan lawan kemudian menekan tubuh ayah myungsoo di sebuah pohon. Tubuh ayah myungsoo terhimpit pedang di depannya dan pohon di belakangnya, ia sudah kalah.
"asal kau tau! Mungkin kakek nenekku dalam bahaya karena mulutmu! Raja bisa saja menyuruh seseorang untuk membunuh mereka!"
Sreeet
Pedang jongin berhasil menghentikan serangan ayah myungsoo. Tidak berlama-lama, jongin langsung berlari kembali ke rumahnya. Tolong jangan ganggu mereka! Tidak! Kakek dan nenek tidak bersalah!
"KAKEK? NENEK?" dari luar jongin sudah berteriak-teriak memanggil keduanya. Dengan hati-hati jongin membuka pintu rumah. Kakek dan nenek jongin sudah tergeletak tak berdaya dengan darah membanjiri tubuh keduanya.
"ANDWEEEEEEEE!" sorot mata jongin menajam, ia kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Tanpa mereka, jongin tidak akan pernah bisa menikmati hidup di dunia ini. Perasaannya campur aduk antara dendam dan cinta. Ia sangat membenci siapapun yang tinggal di istana.
"aku akan membalas apa yang telah kalian lakukan dengan balasan yang lebih pedih dari ini! Hahahahaa" jongin menggila, ia gila karena takdir mempermainkannya.
'jika kau pergi ke istana, kakek rasa tidak mudah bertemu raja. Penjagaan diperketat karena raja sakit parah, kemungkinan ia akan meninggal' ujar haraboji
'tabib teman nenek memberikan informasi ini. Ketika raja dalam keadaan lemah dan tak berdaya, para pangeran akan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan. Berhatilah-hatilah. Jangan mudah percaya pada siapapun. Istana itu bukan tempat dimana kau mendapatkan apa yang kau mau', ujar halmoni.
.
.
.
.
.
"sehunna! Berhenti bergerak-gerak! Apa sedang kamu pikirkan?", pangeran ke-3 baekhyun, saudara kandung sehun. sifatnya sama kekanak-kanakannya seperti sehun. keduanya dikenal dengan wajah yang manis dan kepribadian yang ceria
"Kenapa hyungnim bisa setenang ini di situasi genting seperti sekarang!" sehun mempautkan bibirnya
Baekhyun tersenyum sinis. "biarkan saja pangeran ke-2 dan pangeran ke-4 saling membunuh satu sama lain. dengan begitu aku yang akan menjadi raja. Aku sangat menantikan hari esok tiba" entah otaknya berjalan atau tidak, bagaimana bisa seorang baekhyun yang tidak punya otot dan berstatus uke ingin menjadi raja?
"hyungnim! Pangeran ke-4 membatalkan penyerangan! Dia memintaku untuk menjadi istrinya" nada sehun terdengar lebih melemah diakhir kalimat, karena ia melakukannya dengan sangat-sangat terpaksa untuk menjadi istri chanyeol.
"MWO? K-k-kau menerima tawarannya?
Sehun mengangguk lemah, "ini untuk kebaikan semuanya" sehun melihat ketidaksukaan di wajah baekhyun. "jebal hyungnim, hunnie tidak tau harus bagaimana?"
"batalkan!" singkat, jelas, padat.
Pangeran ke-4 chanyeol menghampiri mereka, "pernikahan akan dilakukan malam ini. Pangeran ke-5 seharusnya sudah bersiap-siap!" ia mendekat ke arah baekhyun, "sayang sekali kau tidak bisa menghentikannya!"
"TIDAK PERNAH! Tidak akan ada pernikahan! Sehun apa kau sadar? Setelah kau menikah dengan chanyeol, kau akan menyesalinya! Kau tidak mencintainya!"
Sehun menunduk dalam, Dayang dan para pelayannya telah siap membawa sehun untuk bersiap. Sehun tak menyangka malam ini ia akan menikah dan menjadi pengantin baru. Lalu tentang malam pertama?
Pangeran ke-4 tertawa dengan keras, usahanya berhasil. Satu kali mendayung, dua bahkan tiga pulau terlampaui. Chanyeol bisa menggabungkan kekuatan keluarga ratu taeyeon dengan keluarganya. Selain mendapatkan cinta, ia bisa mendapatkan tahta dan merebutnya kembali. Benar-benar sempurna!
"setelah kita menikah, apa kau masih berambisi menjadi raja?" tanya sehun.
Chanyeol tampak diam untuk memikirkan jawaban apa yang pantas untuk ini. Membohongi anak itu sekali mungkin tak apa, ini demi keberhasilan rencananya juga bukan? "tentu saja, kita akan hidup bahagia di rumah kediamanku. Kita akan meninggalkan istana ini. Membangun rumah tangga yang manis, ah aku baru ingat, aku ingin memiliki banyak anak agar aku tidak kesepian disaat tua nanti" ucap chanyeol dengan senyuman palsunya.
"Cih! Aku lebih baik mendengar seseorang membaca puisi daripada kekonyolan ini!" baekhyun pergi meninggalkan mereka berdua
"aku sangat menantikan malam pertama kita, hunnie-ya!"
.
.
.
.
.
'Next?'
.
.
.
Kesimpulan
Kakek dan nenek jongin dibunuh oleh utusan kerajaan
Raja Soo Man sakit parah karena diracuni
Pemberontakan direncanakan Pangeran ke-2 yifan
Keluarga ratu taeyeon memihak pada pangeran ke-2 yifan, namun sehun tidak ingin terjadi perang saudara dan menyerahkan dirinya untuk dinikahi pangeran ke-4 chanyeol. Keluarga ratu Taeyeon nantinya dianggap pengkhianat
PLEASE REVIEW JUSEYOO~~~
.
#Yang masih nunggu story GUM, sabar yaaa! sye sye ni man!
