Re-write dan Re-publish

Khayalan Sesaat (chapter II)

.

.

Sakura. H, Sasuke U

Naruto belong to Masashi Kishimoto

M for Lime and Violence

Romance, Hurt / Comfort

.

.

#WARNING : AU, OC, OOC, Typo's, yang berharap cerita cinta indah dan manis sebaiknya menyingkir dari fict ini. DONT LIKE, DONT READ, DONT FLAME!

Masih ngeyel nge-flame dengan bahasa gak sopan? Semoga kelak kau mendapatkan balasanmu, Nak!

Area bacot author :

Odes is back to re-write and re-publish this story! Kenapa harus Re-write and Re-publish, itu karena odes menyadari betapa acak-acakannya fict ini saat di publish sebelumnya. Itu semua terjadi karena model drabble, saat di publish pertama kali. fict ini tadinya berupa kumpulan mini fict yang odes jadikan satu. Maka disetiap pertengahan cerita selalu ada A/N. Dan itu mengganggu kenyamanan kalian. Karenanya, Hontou ni gomennasai

Sebagian kejadian di fict ini #basedontruestory. Dan odes gak berniat merubahnya. Hanya menambah sedikit bumbu saja. Jadi kalo kalian berharap cerita manis yang sempurna dimana tokoh utamanya happily ever after, PLEASE KLIK BACK. Karena kalian gak akan menemukannya disini. Odes hanya berperan sebagai pencerita, yang meRe-tell pengalaman yang odes dan beberapa teman alami sebagai korban dari tindak kekerasan dalam berhubungan. Butuh keberanian untuk jujur dan terbuka, karena itu odes harap siapapun yang berkenan me-review cerita ini gak akan membawa sentimen pribadi terhadap kami para korban dari kekerasan. Karena kisah nyata cinta kami, bukanlah kisah indah seperti kisah cinderella dan putri lain di lembaran dongeng.

Dan satu lagi, jika kalian belum pernah merasakan sendiri bagaimana rasanya ditampol oleh orang yang kalian sayang, sebelum kalian maki-maki fict ini ada baiknya kalian pikir ulang jika kalian berada di posisi korban.

Kapanpun, Siapapun, Dimanapun, imajinasimu adalah milikmu! Pendapat orang lain adalah milik mereka.

odes

.

..

...

CHAPTER II

Unlike

.

.

.

Sakura baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan helaian merah mudanya yang masih setengah basah. Dilihatnya sang kekasih sedang tidur sambil bertelanjang dada di ranjang mereka.

Gadis itu mendekat. Ditatapnya pahatan sempurna ciptaan Tuhan yang terukir jelas di wajah tampan kekasihnya ini. Raut tegasnya, sepasang alis tebal yang membingkai onyx tajamnya, hidungnya yang melengkung sempurna, bibirnya yang penuh dan menggoda, semua menjadi satu kesatuan ciptaan agung Sang Pencipta.

Gadis dengan helaian merah muda itu mendekatkan wajahnya. Tersenyum penuh bahagia. 'Terimakasih Kami-sama... telah menjadikan pemuda ini milikku.' bisiknya penuh syukur.

Saat Sakura hendak bergerak menjauh, saat itulah tangan Sasuke menangkap tangannya dan menahan gerakannya. Kemudian dengan satu tarikan menjatuhkan tubuh gadis merah muda ke dalam hangatnya pelukan.

"Aaahhh..." jerit kecil Sakura saat Sasuke menjatuhkannya dalam hangatnya pelukan dada telanjang kekasihnya itu. Wajahnya tersipu malu. Meski ini bukan pertama kali mereka bermesraan, namun setiap sentuhan sang pemuda selalu mampu membuat Sakura lupa akan dirinya.

"Kau sudah bangun, Sasuke-kun?"

"Hn..." jawab Sasuke singkat sambil tetap menciumi lekuk tubuh kekasih merah mudanya. Hal itu membuat Sakura sesekali menggeliat manja.

"Kau ke kampus pagi?" tanya Sasuke sambil memperhatikan gadisnya yang tampak sudah mandi di pagi hari. Sakura hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

"Bolos saja...!" titah sang Uchiha sambil makin memeluk erat gadisnya. Tangannya mulai meraba liar kesana kemari. Mendengar perkataan kekasihnya, Sakura segera membuat gerakan menghindar.

"Ma-maaf Sasuke-kun... aku ada ujian pagi ini. Tidak bisa membolos..." jawab Sakura takut-takut.

Seolah tak mendengar jawaban gadisnya, Sasuke justru mengubah posisi mereka. Tubuh bidangnya kini berada di atas tubuh kekasihnya. Memegang kuasa.

Sasuke memamerkan seringainya. Suatu tanda bahwa sang Uchiha selalu mendapatkan apa yang dia mau, tak peduli caranya.

Sang pemuda mulai menyerang gadisnya penuh gairah. Ciuman dengan segera berubah menjadi lumatan. Sakura mulai kewalahan menghadapi gairah kekasihnya. Terlebih dia sendiri mulai panik karena waktu ujian semakin dekat!

Tak ada tanda-tanda Sasuke akan menghentikan permainan panas mereka. Justru pemuda itu mulai mengekspor lebih tubuh kekasihnya. Seolah mendapat ijin karena Sakura sama sekali tidak melawan.

Tiba-tiba telepon genggam miliknya berdering. Gadget berwarna merah muda serupa helaian di rambutnya yang tergeletak di meja di samping ranjang itu mengeluarkan bunyi nyaringnya. Merasa terganggu, sang Uchiha menghentikan kegiatannya.

Sakura dengan cepat menyambar telepon miliknya. Emeraldnya terbelalak, wajahnya berubah pucat saat mengetahui nama seseorang yang tertera di layar gadget pribadinya itu. Itu adalah telepon dari Akasuna Sasori!

Sepasang onyx sang Uchiha menangkap perubahan di wajah kekasihnya. Matanya memicing, namun tatapannya terasa lebih tajam dari biasa. Tatapan itu... seolah menguliti Sakura hidup-hidup!

Sang gadis merah muda merasa nafasnya tercekat. Perubahan air muka kekasihnya telah membuatnya waspada. Dengan gerakan kaku, Sakura menekan tombol 'cancel' pada layar telepon genggamnya.

"Siapa...?" suara bariton sedingin es itu terdengar. Membuat bulu kuduk Sakura meremang seketika.

"Hmmm...emmm...i-ini..." Sakura tak mampu memberikan jawaban. Bukan karena ingin berbohong, namun seolah sudah mengetahui konsekuensinya, gadis itu akhirnya hanya terdiam.

Onyx tajam itu menyambar nama yang tertera di telepon pribadi kekasihnya. Akasuna Sasori. Pemuda baby face dengan helaian semerah darah yang merupakan teman sekelas Sakura. Jadi... ada hubungan apa diantara mereka sampai sang pemuda berwajah bayi itu menghubungi kekasihnya?

Wajah Sakura tertunduk. Takut. Dia tahu, sebentar lagi akan terjadi sesuatu pada dirinya.

Tangan kekar Sasuke seketika mengambil gadget milik kekasihnya itu kasar. Kemudian membantingnya keras ke lantai hingga beberapa bagiannya pecah dan berantakan

Sakura hanya menatap semuanya tanpa bicara. Gadis itu tahu, kata apapun tak akan mampu meredam kebrutalan kekasihnya jika sedang hilang kendali.

Detik berikutnya sasaran kemarahan sang Uchiha berpindah pada helaian merah muda Sakura. Ditariknya kasar rambut kekasihnya itu. Kemudian menyentaknya ke ranjang mereka. Onyxnya menatap Sakura nyalang, penuh kemarahan.

"Kau... memberikan nomor teleponmu...pada pemuda lain?!" tanyanya penuh penekanan. Emerald kekasihnya berpendar ketakutan, namun semua itu tak ada pengaruhnya bagi sang Uchiha.

Merasa tak ada jawaban, Sasuke menaikkan kekuatan remasannya pada rambut Sakura.

"JAWAB...!" teriak pemuda itu kalap. Ekspresinya terlihat ingin menelan sang gadis merah muda hidup-hidup.

"Y-yaa... maaf Sasuke-kun..." lirih Sakura takut-takut dengan suara teramat pelan hingga menyerupai bisikan.

PLAK~

Ditamparnya pipi sebelah kiri kekasihnya hingga sang gadis meringis kesakitan.

"Ampun... Sasuke-kun... dia hanya ingin menanyakan...soal tugas..." jelas Sakura terbata. Namun tak mampu menyurutkan emosi kekasihnya.

Kali ini dicengkramnya tangan Sakura kemudian ditariknya kasar hingga gadis itu jatuh dan terseret-seret di lantai. Sakura kali ini berusaha meronta. Namun tenaga sang Uchiha jauh di atasnya.

Sasuke menyeret Sakura paksa ke kamar mandi. Kemudian mendorong tubuh kekasihnya keras hingga membentur marmer lantai yang dingin. Sakura mengerang, namun sang Uchiha bertahan.

Sasuke langsung mematikan saklar lampu dan mengunci pintu raoat-rapat. Emski dia tahu pasti, Sakura penderita phobia kegelapan!

"Sasuke...! tolong jangan lakukan ini...!" jeritan permohonan sang kekasih tak digubrisnya. Seolah telinga nya tuli, Sasuke justru meninggalkan sang kekasih yang terkunci sendirian di kamar mandi untuk keluar mencari udara segar.

"Bad girl..." seringai kejam terlihat di wajah tampan sang Uchiha. Sakura adalah miliknya. Sesuatu yang tak boleh disentuh oleh orang lain. Jika ingin menghancurkannya, Sasuke akan melakukannya, dengan tangannya sendiri...

TBC~