Khayalan Sesaat

Bagian III

.

.

Re-publish.

Sakura H. Sasuke U

Naruto belong to Masashi Kishimoto

M for Lime and Violence

Romance, Hurt / Comfort

.

.

#Warning : AU, OOC. Typho. Verbal Abuse. Bad Sasuke. #Somebasedontruestory. Yang berharap kisah indah sebaiknya segera menyingkir dari cerita ini. I WARN YOU! Penuh adegan kekerasan dalam hubungan baik secara lisan maupun perbuatan.

Nge-flame? Gapapa sih :D tapi biar odes tanya satu hal, udah pernah ngerasain digampar dan dipukulin sm orang yg disayang? Belom? Rasain dulu gih :* minta pacar, ttm, htsan yang paling kamu sayangi mukulin dirimu sampe babak belur. Kalo udah baru tau gimana perasaan Sakura di ff ini ;)

#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi

Odes

-0000000-

Kamar mandi itu tetap dibiarkan gelap hingga 2 jam kemudian. Raungan permohonan, ratapan tangis dan juga jerit ketakutan yang terdengar dari dalam ruangan berukuran 3x3 meter itu tak diindahkan. Sang pemuda raven itu malah tampak asyik mendengarkan musik dengan earphone miliknya yang sengaja disetel dengan suara maksimal. Kepala dan bahunya sedikit bergoyang, menikmati setiap dentuman musik dari gadget pribadinya tersebut.

Setelah sekian jam berselang, baru lah pemuda tampan itu membuka kembali pintu kamar mandi tempat dirinya mengurung sang kekasih. Gadis itu tepat berada di balik pintu kamar mandi. Terduduk pasrah dengan raut wajah pucat, tubuh menggigil ketakutan serta mata sembab dan bengkak karena tak berhenti menangis. Sasuke melihat pemandangan yang sesungguhnya menyedihkan tersebut justru dengan ekspresi puas yang terukir di wajah tampannya. Dia berhasil memberi sang kekasih sebuah pelajaran penting bahwa dirinya tak suka dipermainkan.

Pemuda itu pun menarik lengan gadis merah mudanya. Setengah menyeretnya ke dekat ranjang mereka. Baju kekasihnya yang basah tak dihiraukan. Tatapan gadis itu mengiba dan memelas. Dia sudah tak kuat menerima apapun bentuk kebrutalan kekasih raven nya lagi.

Tapi bukannya iba, pemuda itu justru melucuti baju sang kekasih dengan ekspresi yang masih diliputi emosi. Ditanggalkan baju basah gadisnya hingga hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Melihat penampilan sang kekasih dengan pakaian dalam basah hingga bagian-bagian erotis tubuhnya menerawang membuat Sasuke tak dapat mengendalikan nafsunya.

Direngkuhnya tubuh sang kekasih dalam dekapan. Dengan terburu dan sedikit kasar, Sasuke membuka paksa seluruh kain yang masih menutupi tubuh kekasihnya tersebut hingga polos tak tersisa. Kemudian bak singa yang kelaparan, pemuda raven itu langsung menindih tubuh kekasihnya tanpa aba-aba terlebih dulu.

Sakura yang masih syok tak mampu melawan. Meski tubuhnya masih teramat letih akibat tindak pengurungan yang dilakukan kekasih raven nya itu, Sakura sama sekali tak berusaha menolak. Gadis itu hanya bisa pasrah saat Sasuke bahkan memasukan kejantannya tanpa penetrasi terlebih dulu.

Gadis itu merasakan perih di daerah kewanitaannya. Cairan lubrikasi miliknya sama sekali belum bekerja karena sang kekasih tidak merangsangnya. Pemuda itu hanya berusaha memuaskan nafsu pribadinya saja. Dan aktifitas seks mereka saat itu tak lebih dari sekedar tindak pemerkosaan saja.

Sasuke melumat bibir kekasihnya melalui ciuman yang penuh gairah. Lidahnya mendesak masuk ke rongga mulut kekasihnya, saling menukar saliva. Tangannya sibuk meremas gundukan kenyal di area dada sementara bagian kejantanannya setia menerobos liang surgawi gadis merah mudanya.

Tidak seperti biasanya kali ini Sasuke merasa Sakura tidak menikmati aksinya. Gadis itu hanya melenguh pelan dan tidak mendesahkan namanya seperti biasa, sambil memejamkan mata. Ekspresinya terlihat kesakitan, seperti orang yang tersiksa. Meskipun ini bukan kali pertama keduanya memuaskan nafsu seksual mereka.

Tahu gadisnya tidak bergairah, Sasuke menghentikan aktifitasnya bahkan sebelum klimaks. Sebuah hal yang tidak biasa dilakukan pemuda raven itu. Bahkan biasanya saat sudah klimaks pun, Sasuke akan memulai ronde tambahan sampai nafsunya terpuaskan.

Pemuda itu bangkit dari tempat tidur, kemudian memakai celana boxernya. Lalu dengan langkah pasti menuju lemari pakaian dan mengambil sebuah baju bersih beserta pakaian dalam untuk kekasihnya. Dan masih dengan sedikit kasar, Sasuke menyuruh gadisnya memakai baju tersebut. Sakura hanya menuruti kekasihnya tanpa membantah satu kata pun. Gadis itu tahu Sasuke tengah kesal dengan dirinya hingga kata-kata apapun tidak akan pernah didengar oleh Sasuke bila pemuda itu sedang diliputi kemarahan.

Sasuke sendiri kemudian memilih membaringkan tubuh atletisnya di ranjang. Sementara kekasihnya masih terlihat takut-takut untuk sekedar duduk di sebelahnya. Pemuda itu sama sekali tidak memperdulikan Sakura dan memilih untuk memusatkan perhatian pada gadget miliknya.

Meskipun ragu Sasuke masih marah padanya, tapi Sakura memberanikan diri mendekati kekasihnya. Digenggamnya sebelah tangan sang pemuda perlahan.

"Maafkan aku, Sasuke-kun." Ujarnya dengan ucapan mengiba. Dia memang telah bersalah memberitahukan nomor ponsel pribadinya pada lelaki lain, tapi hal itu terjadi karena urusan perkuliahan tanpa ada maksud embel-embel yang lainnya. Dan juga dia memang tak bisa menikmati aktifitas seksual mereka karena badannya sedang kelelahan.

"Aku mohon maafkan aku..." ucapnya kembali dengan lebih lirih. Pemuda itu hanya melirik sekilas dari ujung onyx sempurna miliknya.

"Aku sudah memperingatkanmu, Sakura. Sudah berkali-kali memperingatkanmu..." jawab pemuda raven itu dengan nada dingin.

"Aku tidak suka ada lelaki lain dalam kehidupan kita. Tidak walaupun itu kakakmu atau bahkan Ayahmu. Kau mengerti?!" Ucapan penuh penekanan itu membuat sang gadis menjawabnya dengan sebuah anggukan pelan.

"Jangan main-main dengan kesabaranku, Sakura. Jangan main-main !" Setelah melontarkan kalimat bernada ancaman itu, Sasuke beranjak dari tempat tidur dan langsung pergi begitu saja dari apartment mereka tanpa mengucap sepatah kata pun pada gadisnya.

-00000000-

Sudah lewat jam makan malam dan Sasuke belum juga kembali. Hal ini tentu membuat Sakura cemas. Beberapa kali gadis itu mencoba menghubungi ponsel kekasihnya namun selalu saja mailbox.

Masakan makan malam kesukaan pemuda itu yang sudah sengaja Sakura persiapkan untuk memperbaiki hubungannya dengan sang kekasih masih tersaji rapi di meja makan. Meski malam sudah beranjak larut tapi gadis itu belum menemukan tanda-tanda kekasih ravennya akan kembali.

Hanya bisa menunggu dengan cemas selama berjam-jam, akhirnya gadis itu memutuskan pergi ke supermarket di dekat apartment mereka untuk mencari barang kebutuhan harian yang sudah habis stoknya. Tepat saat akan kembali dengan membawa beberapa tentengan belanjaan, gadis itu melihat kekasihnya turun dari sebuah mobil yang mengantarnya hingga pelataran parkiran.

Volkswagen mini berwarna hijau itu tampak dikendarai seorang wanita berambut ungu kebiruan dengan pita bunga besar di rambutnya. Wanita itu terlihat tersenyum senang dan melambaikan tangan ke arah kekasihnya. Kening Sakura berkerut. Siapa gadis itu dan darimana mereka hingga malam menjelang larut seperti ini?

Gadis itu bergegas kembali ke kamar mereka mendahului sang kekasih. Tak lama, Sasuke datang dengan wajah ceria, seolah sejak tadi tak ada masalah apapun diantara mereka.

"Hai honey..." sapanya mesra sambil berusaha memeluk Sakura. Gadis itu bahkan bisa mencium aroma pewangi mobil yang masih menempel di tubuh kekasihnya dan gadis itu hanya mendiamkan saja ulah kekasihnya.

"Dari mana saja kau ?"

"Aku habis bermain dengan Naruto dan yang lainnya." Jawab pemuda itu ringan saja.

"Dan sampai larut malam begini? Kau pulang dengan siapa?" Selidik Sakura dengan nada curiga. Sasuke mendadak seolah dapat membaca jika gadisnya mencurigai dirinya.

"Kau mencurigaiku ?" Tanyanya dengan nada ganjil. Sakura mulai merasakan perubahan dalam diri kekasihnya.

"Apa kau mencurigai kekasihmu ini?" Tanyanya kembali. Tapi nadanya lebih aneh dari yang semula.

"JAWABB ! "Bentaknya kencang diiringi dengan tatapan nyalang.

"Ti-tidak. Aku... hanya... " gadis itu mulai mencicit ketakutan melihat perubahan kekasih ravennya.

"Aku tidak suka dicurigai, Sakura..." ucapnya dingin disertai sebuah tarikan di helaian merah muda sang kekasih hingga kepala gadis itu tertarik ke belakang.

"A-aa... ampun Sasuke-kun." Bisik gadis itu lirih. Kepalanya terasa sakit dan perih akibat tarikan keras barusan.

"Jangan mencurigaiku lagi... ok ?!" Sebuah perintah disertai sebuah dorongan kasar hingga tubuh gadis itu terhuyung ke depan membentur sebuah lemari hias. Sakura menjawabnya dengan mengangguk takut-takut.

Tanpa bicara apapun lagi padanya, Sasuke berbaring di ranjang mereka dan tak berapa lama sudah hanyut terbuai mimpi. Menyisakan gadis merah muda itu yang harus merelakan makan malam yang sudah dipersiapkannya untuk sang kekasih terbuang sia-sia.

-0000000000-

Sakura tidak bermaksud meneliti ponsel kekasihnya. Hanya saja ada beberapa kali telepon masuk dan pemuda itu sama sekali tidak terbangun dari tidurnya. Sebuah telepon dari nomor yang dirahasiakan. Gadis itu pun berinsiatif mengangkat teleponnya.

"Sayang~ kau sudah tidur?" Suara perempuan. Terdengar manis dan manja. Tubuh Sakura langsung menegang seketika. Sayang? Mungkinkah Sasuke...? Dibelakangnya...?

" hallo... hallo sayang? Apa kau mendengarku?" Lidah Sakura mendadak begitu kelu untuk mengeluarkan suara.

"Jangan main-main denganku, babby ! Hallo ?!"

"Hallo..."

Untuk pertama kalinya gadis itu menjawab telepon dari ponsel kekasihnya...

-00000000-

To be continue~

*thor, kenapa Sakura nya lemah? karena dibutain rasa sayangnya sama Sasuke.

*thor, tragis amat. Ini sad / happy end? Eettdah udah mikirin ending aja -.-

*keknya cewe gak gitu2 amat dah thor. Tolol bener. Keknya cowo jg gak kayak gitu. odes saranin cari mulai skrg tipe cowo kek sasuke gtu. Banyak kok. Nah klo situ mulai baper ama doi, trs doi mulai mukulin situ, baru komen lagi yak dimari. Ditunggu loh ;)

Fic ini bbrp kejadiannya based on true story dari beberapa teman. Intinya jangan pernah mau dibutain oleh perasaan. Dan kekerasan dalam bntuk appun dan skecil appun tetaplah salah. Jd jgn mau jd korban kkerasan dlm hubungan! Be a smart girl. Dont be stupid like me in the past :*