THIS IS MADNESS
Genre : Humor & Family
Disclaimer : Monsta
Rate : M
Warning! : Typo, no super power, [mungkin] kecepetan, [rada] OOC, fem!Gempa, fem!Halilintar, bahasa sensor, dan berbagai kekacauan lainnya.
Me : HEHEHHE. I'm back! Sorry lama updatenya, salahkanlah UTS di sekolah, tugas yang menumpuk, dan ketidaktersediaannya ide untuk fic ini. Oke sekian dulu, silahkan dibaca! YA-HA!
Note : Gempa 19th, Hali 17th, Taufan 16th, Api 14th, Air 13th.
~~HAPPY READING~~
Prev. Chapter
"Sudahlah. Kita harus cari penawarnya" ucap Taufan semangat.
"Kau pikir mereka kena racun ya?" balas Air rada kesal.
"Lalu bagaimana?" tanya Api.
"Hmm... AHA! AKU TAU"
Chapter 2
"Apa yang kau tau?" tanya Air.
"Ha ah, apa yang kau tau?" tanya Api.
"Aku punya ide dan kalian yang harus melakukannya" ucap Taufan.
"(Perasaan gue kok ga enak ya) Ide apaan tuh kak?" tanya Air.
"Ini mudah, yang harus kalian lakukan hanya mengambil keperawanan mereka saja" jawab Taufan enteng.
"APA?!" seru Api dan Air.
"(Sudah kuduga) APA MAKSUDMU HAH?!" bentak Air.
"Hasil observasi membuktikan saat kalian menjadi korban, kak Gempa dan kak Hali sangat tertarik dengan 'Junior' kalian, jadi..."
"JANGAN BERCANDA! KAMI TIDAK AKAN MELAKUKAN 'ITU' PADA KAKAK KAMI!" bentak Api.
Taufan hanya terdiam mendengar ucapan adiknya itu, lalu...
"KALIAN HARUS MELAKUKANNYA ATAU AKU KIRIM KALIAN KE NERAKA!" seru Taufan dan masuk mode Devil Trigger.
Adik-adiknya hanya menatapnya dalam ketakutan, lalu lari meninggalkannya sendiri.
"Dasar adik payah! Dasar adik lemah! Padahal inikan buat kakak-kakak juga" ucap Taufan lalu berjalan mengikuti adik-adiknya.
Meanwhile...
"Taufan, Api, sama Air mana sih? Jam segini belum pulang" ucap Gempa risau.
"Iya nih, mana ya mereka?" tambah Hali.
"Gempa sama Hali ngapain sih nungguin mereka? Kan aku ada disini, orang yang paling ganteng dan pinter" ucap Author ke-PeDe-an.
"Idih! PeDe banget nih Author" sahut Hali.
"Hali jahat! Gempa! Dari angka 1-100 kegantenganku seberapa?" tanya Author.
"Hmm... 7 lah" jawab Gempa.
"Kan 1-100! Bukan 1-10!"
"Oh sorry, maksudnya 0,7"
"Kalian jahat! Aku pulang aja deh!"
BACK TO TOPIC
Back to Api & Air...
"Aku sampe ga habis pikir, kok kak Taufan bisa berpikiran kayak gitu sih?!" tanya Api kesal.
"Tau deh. Tapi kak Taufan mana ya?"
"Iya ya. Ayo kita jemput aja! Tapi... Kalo dia masih Devil Trigger gimana?" tanya Api.
"Udahlah, kita kan punya Rebelion sama Yamato" balas Air enteng.
Meanwhile... Di fandom DMC...
"Hei Dante! Kamu liat Yamato-ku nggak?" tanya Vergil.
"Enggak tuh, Rebelion juga hilang nih" balas Dante.
BACK TO TOPIC...
"Ayolah kita cari kak Taufan" ajak Air.
"Yasudah" balas Api lesu dan mulai berjalan malas.
SETELAH LAMA MENUNGGU SAMPAI KRU KAMI PENSIUN DAN MEREKRUT YANG BARU
"Tuh kak Taufan! Tapi kok dia ngeliatin sebrang jalan aja ya?" tanya Air.
Api pun mengikuti arah pandangan Taufan dan menemukan seorang gadis. Gadis yang memiliki body yang... Ah sudahlah.
"Ooh, kak Taufan lagi mantekin cewe. Resein ah" ucap Api dan mengambil ancang-ancang berlari. Api pun berlari menuju Taufan, bersiap melakukan Blitz pada kakaknya.
"KAK TAUFAN!" panggil Api. Taufan menengok dan... 'Gubrakk'
"Sa ae lu kak!" ucap Api setelah menindih Taufan.
"Kok bisa ya, aku punya kakak-kakak kayak gini?" tanya Air sweatdrop.
"Apaan sih Api! Kamu ngapain nge'Blitz' kak Taufan?" tanya Taufan kesal.
"Hehe, lagian kak Taufan ditungguin malah mantekin cewe, sungguh TER...LA...LU!" balas Api.
"Coba aja kamu liat sendiri! Kulit putih... Dada besar... P*ntat yang menggoda... Dan wajah yang cantik menawan... Gimana aku ga kegoda" ucap Taufan sambil menunjuk kearah gadis tersebut.
"Heeh... Dasar kakak mesvm" ucap Api lemas.
"sudahlah, ayo pulang" ajak Air.
"Ayo dah!"
Skip time...
"Kami pulang!" seru AAT(Air,Api,Taufan).
"Dari mana kalian?" tanya Hali yang tampak kesal. "Aku dan kak Gempa berberes rumah berdua doang, dan kalian malah asik main keluar!" tambah Hali.
'Tunggu... Kak Hali kan pingsan tadi, masa dia ga inget apa-apa. Tanya... Nggak... Tanya... Enggak... Hmm.. Tanya aja dah' ucap Taufan dalam hati.
"Kak... Kakak tadi abis bangun tidur kan?" tanya Taufan.
"Ya! Dan aku cuman ketutup sama handuk! Apa yang telah kalian lakukan hah?!" tanya Hali kesal.
'Seharusnya aku gak usah nanya' ucap Taufan menyesal di hati.
"Hali? Semua udah pulang ya? Darimana kalian? Apa kalian gak tau kalo aku sama Hali capek baresin rumah berdua aja?" tanya Gempa bertubi-tubi.
"I-iya, k-kami tau kok" jawab Taufan tergagap-gagap.
"Nah, karena kalian pulang telat dan gak bantuin kita..." ucap Hali.
"Kalian harus dihukum" lanjut Gempa.
"Hu-hukum? (perasaan gue kok ga enak ya)" ucap Air.
"Hu-hu-hukumannya a-apaan k-kak?" tanya Api was was.
"Kami akan..."
"Mengambil keperjakaan kalian"
"Oh... Wait... APA?! APA MAKSUD KALIAN HAH!" seru Api kaget/panik/ apalah itu.
'Sudah kuduga dan nggak terduga' batin Air.
"Tapi... kalau kalian mau, kami bisa ganti hukumannya" ucap Gempa.
"Benar" tambah Hali.
"B-benarkah?" tanya Air was-was.
"Hmm.. Yang kalian lakukan hanya harus membuat kami 'basah', itu aja" balas Gempa.
'Cih! Sialan! Sebenarnya apa yang terjadi pada kakak-kakakku ini?!' batin Air kesal.
'Ting...tong...' *le suara bel.
"Masuk!" seru Gempa.
"Hai! Selamat sore! Ada apaan nih?" tanya Author.
"Ternyata Author ini lagi..." ucap Hali lusu.
"Hm? Emang kenapa?" tanya Author dengan tampang polos.
"Gak usah pakai muka polos deh! Kalo kamu mau tau, kamu itu jelek, rusuh, berisik, sama ke-PeDe-an!" ucap Hali menghinanya(ku).
"Beh! Tsadest!" ucap Taufan.
"Kalo begitu... 'krakt'" Author menggigit tangannya.
"... Akan kumusnahkan kalian!" sambung Author setelah berubah jadi raksasa.
"Njay! Shingeki no Author!" ucap Taufan lagi.
NOTE : kalo gak lucu lanjut baca aja.
BACK TO TOPIC...
"Hm... Tapi bagaimana kak?" tanya Air.
"Apanya?"
"Itu, bagaimana bikin kalian 'basah'? Apa harus aku siram air?" tanya Air.
"Kamu bisa pake tangan kamu, caranya masukin jari kamu kedalam 'sini' lalu lakukan yang kamu bisa" ucap Gempa enteng.
"Lalu kapan hukuman kami dilaksanakan?" tanya Air lagi.
"Se...ka...rang..." jawab Gempa.
"Tapi seorang dari kami gak dapet pasangan 'main'" ucap Api.
"Hmm...Taufan, kamu ngalah sama adik-adikmu ya" ucap Gempa.
"Ya ya, aku sih gak masalah" jawabnya.
'Ting...Tong...' *suara bel pintu.
"Siapa?" tanya Gempa.
"Ini aku!" balas orang tersebut.
"Oh, masuklah!" balas Gempa mempersilahkan masuk.
"Selamat sore!"
TO BE CONTINUE
Me : Wahahahaha Chaper 2 selesai! Sekali lagi maaf kalo lama update dan akhir chapternya... Hadeeh, ABSTRAK! Oh ya, karakter misterinya masih bingung nih, agan-agan bisa tulis siapa yang jadi gadis itu di kolom review sekalian kritik dan sarannya. See you later bye!
