THIS IS MADNESS

Genre : Humor & Family

Disclaimer : Monsta©

Rate : M

Update : Thorn & fem!Solar

Warning! : Typo, no super power, [mungkin] kecepetan, [rada] OOC, fem!Gempa, fem!Halilintar, bahasa sensor [biar AntiMaistream], dan berbagai kekacauan lainnya.

Me : Hehe, back with me! After long time not update (again) sekarang aku nambahin 2 karakter yaitu Thorn dan Female Solar, wow this is hell f*ckin' yeah. Oke langsung aja baca.

~HAPPY READING~~

Prev. Chapter...

"Hmm...Taufan, kamu ngalah sama adik-adikmu ya" ucap Gempa.

"Ya ya, aku sih gak masalah" jawabnya.

'Ting...Tong...' *suara bel pintu.

"Siapa?" tanya Gempa.

"Ini aku!" balas orang tersebut.

"Oh, masuklah!" balas Gempa mempersilahkan masuk.

"Selamat sore!"

Chapter 3...

"Oh, sore Ying! apa kabar?" tanya Gempa pada gadis tersebut.

'Eh?! Dia...

Flashback... On...

"Kemana perginya adik-adikku yang sialan itu?!" ucap Taufan menggerutu.

"Dasar Kampret! Kenapa juga aku ditinggal... Eh!" gerutuan Taufan berhenti setelah melihat gadis cantik, sekseh, dan... Ah sudahlah.

'Siapa dia? Dia menawan, aku mesti jadiin dia pacar!' batin Taufan.

"KAK TAUFAAN!" seru seseorang.

'GUBRAKK' *le suara jatuh.

"Sa ae lu kak!"

Flashback... Off...

'Dia yang waktu itu!' batin Taufan.

"Aku baik. Ada apa ini?" tanya Ying.

"Gini, adik-adikku ini telat pulang dan dihukum tapi ada yang kekurangan pasangan nih" jelas Gempa.

"Oh begitu. Aku mengerti. Bagaimana kalo aku yang jadi pasangannya" tawarnya.

"Benarkah? Kamu mau?" tanya Gempa meyakinkan.

"Iya aku mau!" jawabnya mantap.

"Wah wah lihat siapa yang dapat pasangan" ucap Hali melirik Taufan.

"Oh jadi kamu pasanganku? Mohon kerjasamanya ya!" ucap Ying penuh semangat.

"I-i-iya. M-mohon kerjasamanya" ucap Taufan gugup.

"Oh iya, hukumannya, mereka harus apa?" tanya Ying.

"Yah setidaknya mereka harus bikin kita 'basah' kalo pun mereka bisa lebih juga gak apa-apa" jawab Gempa.

"B-benarkah? T-tapi kamu tau kan kalo aku masih..." ucap Ying ragu dan terkejut.

"Iya iya, aku tau kamu masih perawan. Santai aja" ucap Gempa memotong.

'Jadi kak Ying ini perawan. Hmm... Kesempatan emas nih!' batin Taufan.

"Tenang kak Ying! Aku gak bakal main kasar kok!" ucap Taufan meyakinkannya.

"I-iya deh. Tapi Gempa, kenapa kalian beres-beres rumah? Padahal rumah kalian kan selalu bersih and rapih" tanya Ying.

"Oh itu gara-gara, sepupu kami bakal datang" jawab Gempa.

"Maksud kak Gempa Thorn sama Solar ya?" tanya Air.

"Iya lah siapa lagi" jawab Gempa frustrasi.

"Lah kakakkan tau kita punya banyak sepupu, ada Yaya, Fang, si Dudu, Iwan, Amar, sama yang lainnya!" sahut Air sewot.

"Ya udah! Gak usah nge-gas dong!" balas Gempa kesal.

"Ya udahlah. Ying, kamu stay di sini aja, besok kamu pulang, lagian besokkan libur" tawar Gempa pada Ying.

"Baiklah, aku ijin sama mama dulu. Lagian aku udah janji bakal bantuin hukuman mereka" ucap Ying dan melirik ke arah AAF.

'Ting... Tong...' *le suara bel

"Aku datang!" seru Gempa.

"Oh, hei lihat! Dua vvibu tingkat dewa datang!" seru Gempa memanggil Adik dan temannya.

"Hush, kak Gempa mah, gak bisa ilangin kebiasaan manggil kita wibu apa?!" tanya Thorn kesal akan sambutan Gempa.

"Iya iya, maaf deh. Ayo masuk" ucap Gempa.

"Nah, kalian mau apa? Makan? Minum?" tanya Gempa.

"I want Mission Report 16 Desember 1991" ucap Solar.

'CUT! CUT! CUT!'

"Aku mau es jeruk aja kak" ucap Solar dengan senyuman manis.

"Oke" jawab Gempa singkat.

'Eh? Itu Thorn lagi apa ya? Rese in ah' ucap Hali dalam hati.

Hali mengendap-endap di belakang Thorn lalu...

"Thorn! Lagi apa kamu!"

'Croot'

"Kak Haliii! Liat nih! Jus apel ku tumpah!" ucap Thorn kesal.

"Lagian, yang lain di ruang tamu, kamu malah duluan di ruang makan sendiri" balas Hali tanpa dosa.

"Aku gak sendiri! Tuh ada kak Gempa lagi bikin jus jeruk!" ucapnya kesal sambil menunjuk Gempa.

"Ada apa sih? Berisik banget" tanya Gempa.

"Nih kak! Gara-gara kak Hali, baju sama celanaku basah kena jus apel!" ucapnya masih kesal.

"Ya udah, ganti bajumu sana! Kamar kamu sama Solar ada dilantai dua ruangan paling pojok di depan kamar Taufan koordinat 2-8-0 sektor 5 kodenya lyoko" jelas Gempa panjang lebar.

"What the shit this?!" ucap Thorn ternganga.

"Oh iya, sekalian ngingetin, awas ada monster kelas S level 100 sage mode tingkat divine level bahaya naga" tambah Gempa.

'Gubrak'

"Sepertinya kak Gempa terlalu banyak main game deh. Terbalik" ucap Thorn masih tersungkur di lantai dan mengacungkan jempolnya.

Skip time...

"Ah elah, kenapa juga mama sama papa nyuruh aku sama Solar liburan kesini?!" ucap Thorn menggerutu.

Iya melepas pakaiannya satu persatu dan tampaklah antena wi-fi.

'Ceklek' *le suara pintu dibuka.

"Kak Thorn aku... Eh... KAAKKAAAK! KAKAK NGAPAIN SIH!" teriak Solar histeris.

"Apa?! Aku lagi ganti baju"

"CEPET PAKE BAJU! GUA GELI NGELIATNYA KAK!" seru Solar.

"Iya iya. Mau 'main' dulu gak?" tanya Thorn dengan tampang mesvm.

"Dasar lucknut!"

Skip time lagi...

"Huanjer! Udah skip time lagi, nih Author punya mesin waktu kayaknya" ucap Taufan.

"Au ah, yang penting kita dibayar" sahut Hali.

"Woi woi woi! Balik ke benang merah! KAMERA ROLLING AND ACTION!" seru Author.

Back to topic

"Nah, udah malam, mending kita ke kamar mengeksekusi mereka" ucap Gempa pada Hali dan Ying sambil melirik AAF.

"Hadeuh, masih pada inget lagi" ucap Air pasrah.

"Selamat tinggal keperjakaanku" timpal Api.

"Hehehehe" dan Taufan hanya tertawa licik.

"Thorn sama Solar masih mau nonton?" tanya Hali.

"Iya kak, lagian besok libur, kita mau begadang" jawab Solar.

"Lagian kak Gempa, kak Hali sama kak Ying mau ngapain sih?" tanya Thorn curiga.

"Ada deh" jawab GHY bersamaan.

"Nah ayo naik adik-adikku sayang, waktunya eksekusi" ucap Hali menyeringai.

Merekapun berlalu meninggalkan Thorn dan Solar di sofa ruang keluarga.

Solar yang bersandar dibahu Thorn, tangannya tak sengaja menyentuh Junior Thorn dan membangunkannya.

"Um.. Kak.. Sebenarnya aku penasaran bagaimana mama sama papa buat sebuah bayi. Aku tau alat yang digunakan itu kayak Junior kakak sama Pussy-nya Solar, tapi Solar gak tau bagaimana" terang Solar panjang lebar.

Thorn hanya menganga mendengar ucapan adiknya itu.

"Um.. Sebenarnya sih aku juga kurang tau, tapi..."

"Tapi apa kak?"

"Solar. Apa kamu mau belajar sex denganku?" tanya Thorn dengan wajah serius.

"Um.. Itu.. Baiklah... Aku... Mau" ucap Solar malu-malu.

"Okelah. Pertama lepas bajumu"

Mereka langsung melepas pakaian mereka masing masing.

"Telanjang kayak gini malu juga ya" ucap Solar.

"Baik, kita mulai dari ciuman bergairah" ucap Thorn.

Ternyata Solar yang lebih agresif daripada Thorn. Ia langsung menerjang bibir Thorn dan melumatnya.

"Ada apa kak? Kenapa kamu kalah dengan adikmu sendiri" ucap Solar dan mencium bibir Thorn lagi, kali ini lidahnya mendobrak masuk ke mulut Thorn dan beradu lidah.

'Apa... Apa ini? Kenapa dia begitu ganas?' tanya Thorn dalam hati.

"Cukup kak, aku gak bisa maju terus, aku mau kakak yang nyerang sekarang" ucap Solar dan berbalik kondisi menjadi Thorn diatas Solar dibawah.

"Nanti dulu, aku gak bisa langsung serbu 'benteng' punyamu, seenggaknya tegangin dulu 'benang jahit'nya"

"Huhuhu, maaf kak, aku lupa"

Meanwhile...

"Ahh... Ah... Air... Ah... Teruskann.. Ahh..." desah Hali

"Lu kenapa sih kak?! Gua mulai juga belum!" ucap Air kesal.

"Hehehe... Kebawa suasana... Sorry" ucap Hali cengengesan.

"Udahlah, aku bikin basah aja, aku gak mau kehilangan keperjakaan diusia dini. Cepet! Buka celana dalammu! Akan kulakukan ini dengan cepat!"

"Kenapa buru-buru? Kamu kan gak ada tuga... Ahhh.. Ahh..."

Hali langsung berhenti merepet karena pussy-nya didobrak masuk dua jari tangan.

'Astaga... Sensasi... Sensasi apa ini? Tidak! Tahan Air! Tahan! Jangan terbawa suasana! Lakukan dengan cepat!' batin Air.

"Ahh... Air... Apa kamu tau aku bisa kuat empat ronde... Ahh..."

'Apa?! Kak... Kak Hai tahan empat ronde?! Gak mungkin! TapI... Aku ingat!'

Air langsung merubah posisi main menjadi, Hali dipangku Air. Karena satu tangan menguasai daerah bawah, Air memanfaatkan tangan yang lain bermain di daerah atas.

"Aahhh... Yyahh... Air... Anak pintar... Yeaahhh... Play with my titss..."

'Shit! What the fuck happen with my sisters?!' batin Air.

"Eh Ini... Sudah basah... Tugas ku selesai..."

"Aahh... Jangan... Berhenti... Aku... Akan keluaar... Ahh... Ahhh... Aaaahhhh... Keluaaar..."

'Crooots'

"Aku basah Air..."

"Bagus! Tugasku sudah selesai kak aku keluar dulu eh!"

Air yang mau keluar langsung ditarik dan ditidurkan di kasur.

"Eits... Kamu mau kemana? Sekarang aku yang bikin kamu nikmat. Hihihi"

"Eh eh eh... Tidak... Jangaan!"

Few moments later...

"Ah... Aahhh... Ahhh... Terus kak... Teruss... Suck my cock..."

'Tadi ogah-ogahan, sekarang keenakan. Biarin deh' batin Hali.

"Aahh... Terus kak... Aahh... Ahh... Yeahh... Terus... Aku mau keluar..." desah Air karena junior dihisap.

"Aku keluaarr..."

'Croots... Croots...'

"Banyak sekali! Rasanya manis, sperma adikku ternyata enak!"

"Siapa dulu, Air!"

Another Meanwhile...

"Aduh Api! Gimana sih! Dari tadi gak bisa bisa!" keluh Gempa.

"Yah, kak Gempa tau sendiri kalo Api gak pernah ngesex sama orang" (lu ngesex sama setan gitu?)

"Udahlah! Sini! Kamu di bawah, biar kakak pake junior!"

"Ju.. Junior! Jangaan! Kak tolong jangan!"

Api terus memohon namun terlambat. Gempa sudah menatap antena wi-fi gratis di depan mata.

'Lick'

"Eh! Kak jangan kak! Jangan dijilat!"

'Ayolah Api! Tahan Junior biar gak bangun!'

"Waah! Junior bangun! It's time for..."

"Jangan kaak!"

Api meronta-ronta agar lepas namun gagal karena tangannya di tahan dan kakinya diikat.

"Iyyaaahhh... Big fat rod... Ini luar biasaahhh..."

"Aaahhhhh... Jangaan kaaak..."

Pedang sudah melubangi tameng. Maka benteng sudah menguasai. Gempa menggenjot naik dan turun berirama.

"Ahh... Kakk... Jangan... Genjot... Aku... Nanti... Keluaaaahhh..."

"Aahh... Api... Adik nakal... Kenapa kamu gak pernah bilaaangghh... Kalo Junior senikmat iniiihh..."

'Shit! If stay like this... Gua bakal punya anak! Tapi ini nikmat... Aku... Akan lakukan...' batin Api.

'Grab' kondisi berbalik, Api diatas Gempa dibawah.

"Cukup kak, aku gak bisa jadi tiang bendera mulu"

"Geez, dasar anak nakaaalaahh..."

Gempa berhenti bicara karena langsung digenjot Api.

'Ini menyenangkan, aku gak nyangka, kalo sex nikmat kayak gini'

"Teruss... Teruss... Jangan berhenti... Aahh... Lebih cepat..."

"Ngg... Aku... Mau... Keluarr..."

"Keluarin semua Api... Ahhh... Isi rahim ini... Ahhh..."

"Aku... Keluaaarrr... Ahh..."

'Croots... Croots...'

"Maaf kak... Keluar... Didalam..."

"Gak apa... Apa... Kalo... Kakak... Haid... Gak... Bakal... Hamil..."

"Fyuuhh..."

Double another meanwhile...

"T... Taufan... Kamu main pelan ya... Aku baru pertama kali..." ucap Ying malu-malu.

"Lah, emang kak Gempa udah pernah?" tanya Taufan.

"Gempa belum pernah ngesex, tapi udah pernah slick-slick, taulah apaan" jawab Ying.

"Iya iya. Baiklah kita mulai dari atas aja dulu. Tolong lepas bajumu" ucap Taufan.

Ying melepas pakaian atasnya dan menampakkan gunung kembar bersalju pink.

"Ijinkan aku..."

"Iyah aku ijinkan"

Taufan manyentuh halus permukaan oppai Ying dan meremasnya perlahan. (terserah bayangin posisinya gimana).

"Ngghh... Ahh... Ahhh... Taufan... Remas... Remas lagih... Ah..."

"Ahh... Ini nikmat kak Ying... Aku mau susu..."

"yah... Minumlah..."

"oke"

"Nggghh... Ahh. Ahhh... Ahh... Hisap... Hisap terus... Jilat... Gigit..."

"Susumu enak... Besar... Juga kenyal..."

"Dasar... Nakal... Berbaliklah... Biar aku hisap antena wi-fi itu..."

"Baiklah... Seperti innnii... Aahhh... Ahhh..."

"Mm..mm..mm"

"Terus... Hisap Teruuss kaak... Aku akan sajikan susu lezat untukmu..."

'Apa rasanya enak?'

"Ngghh... Aku... Mau keluar... Iyyaahh... Teruss... Lebih cepat... Ahhh... Aku keluar... Aku... Keluaar..."

'Croots... Croots... Croots'

'glek... Glek...'

"Enak... Rasanya manis... Kamu suka makan buah ya?"

"Tau aja..."

"Hehe... Taufan siap ronde kedua?"

I don't have anymore meanwhile... So let's back with Thorn and Solar.

Thorn dalam posisi duduk bersandar di sofa dan Solar menunduk sambil menghisap sedotan susu punya Thorn.

"Ahh... Terus Solar... Teruuss... Ahh... Ahhh... Keluaar..."

'Croots... Croots...'

'Glek... Glek...'

"Enak kak, ayo langsung main"

"Baiklah ayo. Sini kamu berdiri didepanku. Masukan Junior kedalam Pussy perlahan"

Solar memasukkan Junior kedalam Pussy dengan hati-hati.

"Ngggh... Ahhhh... Sudah masuk... Semua kak..."

"Ahh... Kamu bantu aku... Bergeraklah keatas kebawah pelan-pelan"

"Iyya... Ah... Aahh... Aahhhh... Ini... Luar biasah..."

"Ahh... Lebih cepat... Ahhh..."

"Kak... Ah... Kakaaak... Nikmat kaak..."

"Solaar... Ber... Henti..."

"Kenapa?"

"Biarkan aku yang genjot. Kamu diam dan biarkan aku main oppaimu"

"Iyyah... Kakak..."

"Aku... Mulai..."

"Iyyah... Ahhh... Aahh... Ahhh... Kakaakk... Kaaakkkaaakk... Aaahhhh... Teruss... Aku... Keluaarr kaakk..."

"Aku juga... Sebentar... Lagi... Keluaarr..."

"Aahhh... Kakak... Teruss... Teruusss... Lebih cepat... Aaahhh..."

"Aku... Ahh... Akuu... Keluaarrr..."

"Aaahhhh kaaakkaaakk"

"Aahhhhhh aahhhh"

'Croots... Croots... Croots'

"Aduh... Spermanya keluar lubang... Kakak keluar banyak..."

"Hah... Hah... Iyyah... Ini seru... Masukkan kegiatan ini dalam daftar permainan setiap bulan..."

"Hah... Ha... Oke... Kak...

Keesokan paginya...

'Sniff' 'sniff'

"Bau apa ini?" tanya Taufan.

"Iya nih. Eh? Thorn? Solar?"

"Hoaams... Hngg... Kak Gempa... Kak Taufan... HAH! KENAPA KALIAN SEMUA GAK PAKE BAJU?!" tanya Thorn histeris melihat GHYTAA. (this is another fuckin' thing in this fic).

"Lah, segala nanya, emang kamu sama Solar pake baju?"

'Shit! Bisa ketauan kartu gua!" batin Thorn.

"Hoaams... Nggh... Kak Thor... Kenapa sih?"

"Solar... Kamu habis apa semalam sama kak Thorn?" tanya Gempa.

"Kita gak ngapa-ngapain kok!" jawab Thorn panik.

"Apanya?! Semalamkan kita belajar ngesex" ucap Solar tanpa dosa.

"HAH! APA?!" all minus. Thorn x Solar.

"Eh... Mmm... Ha! Kakak-kakak pada ngapai juga? Kok gak pake baju?! (Skakmat)"

"Eh! Mm... Ha! Aku lupa! Hari ini ada kelas di kampus sama Ying!" jawab Gempa.

"Oh iya ya!" sahut Ying

"Oh iya! Kak Hali! Kita ada rapat OSIS hari ini!"

"Iya juga ya! Aku lupa!"

"Kak Api! Kita ada ekskul sekarang!" seru Air.

"Iya ya! Nah untung disetiap kamar ada kamar mandinya! Untung daah!"

"What the hells?!" ucap Thorn dengan wajah menggambarkan kata "Are you serious?!".

To Be Continue

Me : Wahahahaha, gimana bagus? So pasti! G-A-G-A-L! GAGAL (mungkin). If you ask me "why i adds more character?" i will answer, gak apa-apa, bosen karakter utamanya lima orang doang, yah ada kemungkinan akan ada tambahan karakter lagi. Oke sekian chapter ini, see you next time.

LAST BUT NOT THE LAST

REVIEVV PLEASEE!