Reincarnation!Austria : Axellerius Edelstein

Reincarnation!Prussia : Levrlerén Beillschmidt


~oOo~oOo~oOo~

Sarung penutup terlepas dari pisaunya...

Sebilah pisau yang mengkilap, terkena cercahan cahaya...

Memperlihatkan betapa tajamnya kedua sisi pisau itu...

Licin, tajam, mengkilap...

Seakan siap sedia untuk membunuh mangsanya..

Tergenggam di genggaman tangan Axellerius...

Dengan kacamata yang telah ia lepas sebelumnya...

Entah karena tidak ingin kacamatanya terkena cipratan darah dari si korban...

Atau malah karena ingin melihat mangsanya mati tanpa penghalang di depan matanya...?

Hanya Tuhan dan Axellerius lah yang mengetahuinya...

.

.

.

Sementara itu...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sang mangsa (atau musuh?) tergeletak tak berdaya di depan Axellerius...

Dengan kedua tangan dan kaki yang tertahan...

Meronta-rota seakan minta dilepaskan...

Ketakutannya memuncak ketika pisau tepat berada di depan matanya...

Dan sebuah baskom yang ada di dekatnya...

Mungkin untuk mewadahi darahnya yang sebentar lagi akan mengalir deras dari tubuhnya...

Nyawanya (mungkin) akan berakhir pada hari yang sangat terik ini...

.

.

Tapi...

Ia tak mau mati dengan cara dibunuh...

Ia takut...

Ia terlalu takut untuk dibunuh...

Terlebih menggunakan sebilah pisau yang tajam...

Lebih baik ia mati terkena penyakit yang mematikan...

Itu akan lebih baik (menurutnya)...

'Tuhaaann, Tuhaaaannnn... Selamatkanlah hambamu ini dari pembunuh yang kejam ini...!' doanya di dalam hati...

Berpasrah kepada nasibnya yang miris...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Axellerius mengeluarkan seringaiannya...

Ia sangat senang melihat korbannya mengalami gegana akutt (?)...

Dengan begini, rencana pembunuhannya akan jauh lebih mudah...

Ia mengacungkan pisaunya ke udara...

.

Pupil sang korban mengecil...

.

Doanya tak didengan oleh korban pembunuhan malang itu..

JRRAASSSSHH!

-Merah. Merah karena darah...

Pisau tajam itu menusuk tepat di nadi berdenyut korban yang berada di leher...

Membuat darah mengalir semakin banyak ke dalam baskom yang telah disiapkan.

Axellerius mengeringai, lalu tertawa laknat...

"Mati kau!"

Disusul gelak tawa jahat yang membahana...

.

.

.

.

.

Langit tertutup oleh awan...

Seakan bersedih dan ikut berduka karena kematian si korban...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"WOI AXELLERIUS! LAMA BENER KERJAAN LU! KAGAK AWESOME LUH!" omel seorang lelaki albino bermata merah yang muncul secara tidak diundang dari dalam rumah. Axellerius menghela nafas.

"Rén, ngebunuh dia tuh susah tau! Nih! Tangan, baju, sama muka ganteng (?) gue aja sampe belepotan darah begini!

"YHAELAH! CUMA GITU AJA PAKE LAMA! UDAH, MASAK TUH KORBAN SANAH! KEBURU PAK KEPALA JABRIK ITU NYOSOR-NYOSOR KE LANTAI!" Tereak Levrlerén sambil masuk kembali ke dalam, meninggalkan Axellerius sendirian dengan ayam yang telah disembelihnya sesaat yang lalu...

.

.

.

.

Tunggu...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

NYEMBELIH AYAM!?

WHAAAAAAAAAAAEEEEEEEEEETTTTT!

~oOo~oOo~oOo~


Nesiakaharani : YAK! SIAPA YANG KETIPU SAMA CHAPTER INI, ANGKAT TANGAN! *plak! Plak! Plak!* (Massa : APAAN EI!?)

Yhahaha... Author baru sekali ini buat fanfictions yang menjebak di awal cerita, hehehehehe... Mangaaaap (?) buat yang ketipu sama storynya :v

Balesan review dulu~

Kiracchi (Review PM) : Wadoooh, yang tadi itu memang menjebak, mas... :v. Itu ide dadakan dapetnya :v.

Eeh, buat yang di PM, bole aja kok... Author juga baru punya 1 temen dari FFN.. :v Feel free lah sama saya... :v /plak/

OKE! SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER!

FLAMER WAJIB SIGN DAN HARUS MEMILIKI KARYA DI FFN! :v

KALAU NGGAK, TELEN AJA SENDIRI FLAMENYA! :vvv