©yeojakoriya23
Tittle: Eomma,Bogoshippeoyo
Disclaimer: cast bukan punya saya,cast punya Tuhan YME dan emak bapaknya:'v
Cast: EXO Member and others
Main pair: SULAY ,slight: HunHan
Genre: Romance,Family
Rating : T
Warning: GS,TYPO,BAHASA GAK BAKU,GAJE,DLL.
DLDR!
Happy Reading!
"Namanya.."
"Hm..thebental,Appa. Thehun ingat-ingat dulu" ucap Sehun sambil berpikir keras. Suho terkekeh pelan. "Ada-ada saja kau ini" gumam Suho sambil mengelus rambut Sehun. Suasana pun hening.
"AHA!" Teriak Sehun. Suho terkejut.
"Namanya L-lu..Lu.. Lu apa ya?" Ucap Sehun sambil berusaha berpikir lagi. "Nah,Luhan!" Teriaknya lagi. Suho menghela nafas berat.
"Jangan teriak-teriak coba, namanya Luhan ya?" Tanya Suho lagi. Sehun menganggukan kepalanya semangat.
"Appa tahu tidak? Luhannie itu thangat cantik,appa!" Sehun mengguncang tangan Suho. Suho memutar bola matanya. "Ya ya ya,aku percaya"
.
.
-xoxo-
.
.
Yixing menatap topi-topi lucu yang ada didepannya. Yup,Yixing sekarang ada di toko topi. Berbagai macam topi ada disana.
"Hm..yang ini bagus,tapi..yang ini juga" gumam Yixing.
"Sehun kan suka warna biru seperti ini ya,yasudah yang ini saja" Yixing lalu mengambil sebuah topi yang menurutnya cocok dengan Sehun. Di topi itu tertulis 'Son'. Ia kemudian berjalan kearah kasir. Sambil berjalan,Yixing memainkan ponselnya. Seorang pria berlari berlawanan arah dengannya dan menabrak keras pundaknya.
"Duh.. Hei,hati-hati dong!"
Pria tadi membalikkan badannya.
"Maafkan aku,nona. Aku tak sengaja" ucapnya sambil membungkukkan badannya. 'Tampan' batin Yixing. Yixing menggelengkan kepalanya pelan guna menghilangkan pikirannya tadi.
"T-tidak apa-apa" ucap Yixing. Pria itu tersenyum lega.
"Ohya,kalau boleh tahu.. Siapa nama mu?" Tanya pria tersebut.
"Namaku Yixing" Yixing tersenyum manis.
"Aku Nichkhun,senang bertemu denganmu" ucap Nichkhun-,pria itu sambil tersenyum juga.
"Aku juga senang bertemu denganmu" Yixing memegang erat topi tadi.
"Aku duluan ya? Maaf untuk yang tadi"
"Ah,tak apa". Nichkhun tersenyum lagi lalu melambaikan tangannya. Yixing melambaikan tangannya juga.
Yixing menghela nafasnya lalu berjalan kearah kasir yang terlihat sepi.
"Saya beli topi ini" ucap Yixing sambil menaruh topi itu. Sang pelayan kasir memegang topi tersebut.
"Maaf,nona. Tapi,topi ini harus dibeli secara lengkap" ucap pelayan kasir tersebut. Yixing mengerutkan dahinya.
"Maksudnya?" Tanya Yixing tak paham. Sang pelayan itu tersenyum.
"Topi ini satu set dapat 3. Mungkin anda tidak menemukan 2 topi lainnya". Yixing tersenyum malu.
"Maaf,aku tak tahu"
"Tak apa, biar aku carikan dulu" ucap pelayan kasir tersebut lalu berjalan kebelakang.
Beberapa menit kemudian...
"Nah,ini dia" ucap pelayan kasir itu sambil menaruh 3 topi di meja kasir. Yixing tersenyum lalu melihat topi tersebut. Ia tak sengaja membaca tulisan di topi tersebut.
"Mom.."
"Son.."
"Dad.." Yixing membaca tulisan di topi itu satu persatu. Ia membelalakkan matanya.
"Nona?" Panggil pelayan kasir tersebut. "A-ah,i-iya?"
"Jadi beli topi ini?"
"I-iya.."
.
.
-xoxo-
.
.
Yixing berjalan menelusuri lobby yang terlihat sepi. "Ck,mana Tiffany" gumam Yixing sambil menengok kearah kanan dan kiri. Ia berdecak sebal. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Tiffany.
"Ayo angkatt.." Gumam Yixing penuh harap.
'Nomor yang anda tuju-' Yixing langsung mematikan panggilan itu. "Sialan!" Umpatnya. Yixing memanyunkan bibirnya.
"Yixing-ah!",itu suara Tiffany. Dengan cepat Yixing menoleh kebelakang. Ia tersenyum sumringah.
"Hosh..hosh.." Tiffany menghentikan larinya ketika sudah berada disamping Yixing. "Kau kemana saja,eoh?" Tanya Yixing dengan nada sinis. Tiffany yang masih sibuk mengatur nafasnya pun mengabaikan pertanyaan Yixing.
"Hei,aku berbicara denganmu" ucap Yixing kesal.
"Aku tadi bertemu dengan 'orang yang aku sukai' ,Xing!" ucap Tiffany riang. Yixing membelalakkan matanya. "Loh?" Tiffany berdecak.
"Aish,seperti ini loh. Tadi kan aku masuk keruangan Suho sajangnim. Aku melihat Suho sajangnim sedang berbicara dengan seorang pria. Aku tak dapat melihat wajah pria itu. Setelah dia berbalik..ternyata itu orang yg aku sukai!" Cerita Tiffany dengan riang dan agak lebay. Yixing hanya manggut-manggut sambil membulatkan bibirnya.
"Setelah itu?"
"Setelah itu..aku berbincang dengannya dan kau tahu?! Dia sempat memegang tanganku!" Tiffany mengguncang bahu Yixing.
"Ck,iya-iya. Aku tahu kau sedang bahagia.. Ohya,namanya siapa?" Tanya Yixing sambil membuka tasnya. Ia mengambil buku dan pulpen.
"Namanya.." Baru saja Tiffany ingin menyebut namanya,tapi ia menghentikan ucapannya dan menatap aneh Yixing. "Apa yang akan kau lakukan dengan buku itu?" Tanya Tiffany heran.
"Aku akan mencatat namanya. Nanti aku lupa" jawab Yixing sambil menyengir polos. Tiffany sweatdrop.
"Ah terserah. Namanya Nichkhun!" Tiffany tersenyum lebar saat menyebut nama itu. Yixing menganggukkan kepalanya. Sedetik kemudian...
"Apa?!" Teriak Yixing. Tiffany mengerutkan dahinya. "Wae?"
"N-nichkhun? I-itu kan pria yang tadi kutemui ditoko topi! " Tiffany menatap Yixing tak percaya.
"Kau mengenalnya?" Tanya Tiffany. Yixing berpikir sebentar.
"Baru berkenalan sih.." Yixing kemudian bertanya kepada Tiffany.
"Hm..kau dan dia sudah dekat dari kapan?" Tanya Yixing lalu memasukkan kembali buku dan pulpen itu kedalam tasnya.
"Sudah lama sih,Xing.."
"Kau sudah punya nomor telepon nya?" Tanya Yixing lagi.
"Sudah" jawab Tiffany singkat.
"Ajak dia ketemuan" Tiffany membulatkan matanya,kaget.
"A-apa kau bilang? Jangan bercanda Yixing sayang.."
"Aku tak bercanda,Tiffany"
Tiffany kemudian berpikir.
"Ah begini saja. Kau duluan yang bicara dengan Nichkhun" ucap Tiffany sambil tersenyum. Yixing mengerutkan dahinya.
"Untuk apa?" Tiffany berpikir lagi.
"Ya..coba kau tanya-tanya tentang aku gitu dengan dia" ucap Tiffany.
"Akan kucoba" ucap Yixing final. Tiffany tersenyum lebar lalu memeluk Yixing.
"Kau terbaikk!"
.
.
-xoxo-
.
.
"APPA!" Teriak Sehun dari dalam kamar. Suho yang mendengar teriakan Sehun langsung berlari kekamar Sehun. "Ya sayang? Ada apa?" Tanya Suho sembari masuk kekamar anaknya.
"Aku lapal,Appa.." Ucap Sehun sambil merengut.
"Yah,Bibi Yoon masih pulang kekampung halamannya. Appa tak bisa memasak" Sehun makin merengut saat mendengar ucapan Appa nya.
"Thehun tak mau tahu! Thehun mau makan thekalang juga!" Ucap Sehun sambil melipat kedua tangannya. Suho memijit pelipisnya. Ia kemudian berpikir.
TING!
Lampu kuning muncul diatas kepalanya,tanda mendapat ide. Ia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Yixing.
.
.
Yixing terkejut saat mendengar deringan ponselnya. Ia kemudian mengambil ponselnya.
"Suho?" Gumamnya lalu mengangkat telpon itu.
"Halo?"
'Halo,Xing? Kau dimana?'
"Aku sedang jalan-jalan,ini sebentar lagi akan melewati rumahmu"
'Ha? Kau jalan-jalan? Dengan siapa,eoh?' Yixing mengela nafasnya.
"Sendirian. Kau pikir aku jalan-jalan dengan siapa,hm?" Tanya Yixing sarkastik.
'Tidak siapa-siapa. Kau akan melewati rumahku kan? Sebaiknya kau kerumahku. Sehun merengek'
"Haha,baiklah" Yixing kemudian memutuskan panggilan itu. Dengan cepat ia berjalan agar cepat sampai kerumah Suho.
TINGNONG!
Yixing menekan bel rumah Suho sambil membetulkan beani hatnya. Ia menggesekkan kedua telapak tangannya.
"Ck,Suho mana sih"-,tiba-tiba pintu terbuka. Yixing terlonjak kaget. Muncullah Suho dari pintu tersebut. Ia terkekeh melihat Yixing yang terkaget. Suho menatap Yixing dari atas sampai kebawah. Yixing yang merasa ditatap oleh Suho pun merasa risih. "Kenapa menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan pakaianku?" Suho menggeleng.
"Kau sangat kedinginan ya?" Tanya Suho sambil terkekeh pelan. Yixing mempoutkan bibirnya.
"Tentu,kalau tidak,aku tak akan memakai pakaian setebal ini" Yixing kemudian memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantelnya.
"Kkk,baiklah. Ayo masuk" Yixing pun masuk kedalam rumah bak istana Suho.
"By the way,Sehun mana?" Tanya Yixing seraya membuka mantelnya. "Dikamarnya" jawab Suho singkat lalu menarik Yixing kedapur. Yixing agak terkejut. Ia berdecak sebal kepada Suho seraya menarik tangannya.
"Apasih?" Tanyanya kesal. "Hustt..aku akan buat surprise untuk Sehun" Yixing mengerutkan dahinya.
"Surprise?" "Ck,iya..kau buatkan makanan untuknya dan pasti dia akan terkejut melihatmu"
Yixing tertawa.
"Haha,terserah. Baiklah,akan kubuatkan makanannya" ucap Yixing final. Suho tersenyum puas.
.
.
-xoxo-
.
.
Sehun merengut seraya memegang perutnya yang terasa lapar. Ia meremas bajunya. Sehun kemudian beralih memeluk boneka rusa kesayangannya. Senyumnya mengembang ketika membayangkan wajah gadis kecil berseragam tk itu.
"Thehun tak tahu kenapa Thehun thelalu deg-deg an kalau membayangkan wajahnya" gumam Sehun sambil senyum-senyum sendiri. Ia mengguling-gulingkan badannya dikasurnya tak jelas. Beberapa menit kemudian,ia tersadar kalau ia sedang lapar. Ia memegang perutnya lalu berjalan keluar kamar.
"Appa?" Tak ada jawaban. Sehun merasa sedikit takut. Takut ditinggalkan appanya. Takut sendirian dirumah.
"A-appa?..",masih tak ada jawaban. Sehun makin merasa takut. Ia akhirnya berlari menuju dapurnya. Larinya terhenti ketika mendapati Appa nya dan seorang wanita yang sedang menyiapkan berbagai macam makanan. Wanita itu adalah..
"Yicing eomma?!" Pekik Sehun. Yixing menoleh,ia melambaikan tangannya sambil tersenyum kearah Sehun. Sehun tersenyum lebar lalu berlari kearah Yixing. Ia mendelik ketika melihat appa nya yang sedang tersenyum bodoh kepadanya. "Appa menyebalkan"
"Nah! Selesai,ayo kita makan bersama! Aku sudah buatkan makanan special untukmu,Sehunnie",Yixing mencubit pelan pipi Sehun lalu menyuruhnya untuk duduk. Sehun duduk dikursi makan dengan tenang. Yixing ikut duduk.
"Ehm" Suho berdehem. Yixing menengok kearah Suho. "Kau tak mau makan siang bersama kami,Tuan Kim 'yang sangat terhormat'?" Yixing menaikkan satu alisnya. Suho mendengus lalu ikut duduk. "Kau jahat," Yixing terkikik.
"Baiklah,mari berdo'a dulu" ucap Suho lalu memimpin doa tersebut.
SKIP
"Sehunnie,lihat!" Yixing mengeluarkan tiga topi dari tas cantiknya. Mata Sehun melebar. "Baguth thekali!" Pekik Sehun senang. Yixing terkekeh lalu memasangkan topi berwarna biru yang bertulisan 'Son' ke kepala Sehun.
"Thelimakathih,Yicing eomma!" Sehun memeluk Yixing. "Sama-sama,sayang"
Suho berdehem lalu mengambil dua topi lainnya. Ia membaca tulisan yang ada ditopi tersebut. Ia menyeringai tipis, "Apakah ini untuk Sehun juga,eoh?" Yixing melihat kearah Suho. Pipinya tiba-tiba memerah.
"I-itu..a-aku,ah maksudku,t-topi itu.." Yixing tak dapat melanjutkan kata-katanya saat Suho memasangkan topi berwarna putih yang bertulisan 'Dad' ke kepala Suho sendiri. Pipi Yixing makin memerah.
"Haha,topi ini sangat bagus. Lebih bagus lagi jika kau juga memakainya" ucap Suho lalu memasangkan topi pink bertulisan 'Mom' kekepala Yixing. Yixing meraba topi yang sudah terpasang cantik dikepalanya tersebut. "Topinya baguth themua!" Ucap Sehun sambil tersenyum lebar. Suho ikut tersenyum lebar lalu mengambil ponselnya.
"Mari berselca!"
.
.
-xoxo-
.
.
Yixing pun melanjutkan acara jalan-jalannya yang sempat tertunda. Ia tersenyum. Tiba-tiba langkah Yixing terhenti. Ia teringat sesuatu. Tapi..apa? Yixing berpikir keras. Berpikir berpikir berpikir berpikir. Ah iya! Nichkhun! Ia harus bertemu Nichkhun! Ia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Tiffany.
'Halo,Yi?'
"Halo,Fany? Dimana Nichkhun?"
'Kkk~,dia di cafe tempat biasa kita makan loh'
"Baiklah,kau sedang menguntitnya?" Yixing terkekeh pelan.
'Tidak,Xing. Aku bertanya dengannya lewat pesan singkat,ini aku sedang cepat kesana!'
"Iya-iya" Yixing kemudian memutuskan panggilan itu dan berlari cepat.
.
.
Yixing mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Ia sudah berada di cafe tersebut,syukurlah.
"Ck,mana dia" Yixing kemudian menengok kearah kanan dan kiri seperti orang bodoh.
PUKK
Bahu Yixing ditepuk seseorang dari belakang. Yixing langsung menoleh kebelakang.
"N-nichkhun?" Senyum Yixing mengembang. "Ah kebetulan kita bertemu" sambungnya. Nichkhun terkekeh lalu mengajak Yixing duduk.
"Kkk,memangnya kenapa?" Tanya Nichkhun lalu membetulkan kerah kemejanya. "T-tidak apa-apa..hehe". Suasana tiba-tiba menjadi hening.
"Nichkhun-ssi,aku ingin bertanya boleh?" Tanya Yixing memecahkan keheningan. Nichkhun tersenyum kecil. "Why not?" Yixing tersenyum lega lalu menghela nafasnya.
"Kau tau Tiffany kan?" Yixing memulai pertanyaannya. "Ya,aku tahu"
Yixing memanggil pelayan cafe lalu memesan segelas Strawberry Milkshake. Ia berdehem sebentar,lalu menampilkan cengirannya lagi.
"Maaf,aku haus" , "ah,tak apa.."
Yixing menghela nafasnya lagi lalu melanjutkan pertanyaannya lagi.
"Hehe,menurutmu Tiffany cantik tidak?" Yixing menyengir untuk kesekian kalinya. Nichkhun mengerutkan dahinya ketika mendengar pertanyaan Yixing yang kali ini. "Hm,cantik sih. Tapi, dia terlalu banyak bicara,hehe.." Yixing tertawa kecil.
"Kau tak suka orang banyak bicara ya?" Tanya Yixing sambil tertawa renyah. "Kkk,tidak juga sih"
"Sebenarnya dia kalem kok.. Menurutmu,apakah dia menarik?" Nichkhun berpikir lagi.
"Menarik,sangat menarik. Tapi.. Aku agak canggung dengannya" Yixing membulatkan bibirnya.
"Apakah kau..menyukai nya?" Nichkhun agak terkejut dengan pertanyaan Yixing kali ini.
"Ah itu,haha.. Tentu saja,dia temanku. Tentu aku menyukainya" , "bukan i-itu.." Nichkhun menyerngitkan alisnya.
"Maaf? Maksudmu?" Baru saja Yixing ingin membuka mulutnya,seorang pelayan sudah memanggilnya.
"Nona?" , "ini pesanannya" Yixing tersenyum.
"Terimakasih" Pelayan itu tersenyum lalu pergi dari hadapan mereka.
"Ehm,maksudku.. Lebih dari teman mungkin?" Ucap Yixing hati-hati. Nichkhun melebarkan matanya.
"Haha,a-aku.." Nichkhun terlihat bingung ingin menjawab apa. Yixing menatap Nichkhun sambil meminum Strawberry Milshake nya. "Tidak,aku tidak menyukainya.." Yixing menyipitkan matanya.
"Kau berbohong", "T-tidak,Yixing.." Yixing menghembuskan nafasnya. "Aku tak per-" , "aku menyukaimu" potong Nichkhun cepat. Sontak Yixing membulatkan matanya kaget. Nickhun menarik nafas berat.
"Aku tak percaya 'love at first sight',tapi..kau yang sudah membuktikannya kepada ku" ucap Nichkhun sambil menatap Yixing lekat.
"..." Yixing tak menjawab. Nichkhun beralih memeluk Yixing. Yixing membulatkan matanya lagi,sangat kaget.
..
Seulgi dan Yeri memasuki cafe bernuasa klasik itu sambil tertawa bersama. Seulgi tak sengaja melihat dua orang yang sedang berpelukan dipojokan. Ia menyipitkan matanya.
"Y-yeri-ah.." Ia menepuk bahu Yeri sambil menunjuk apa yang sedang dia lihat. "Bukankah itu Yixing? Siapa pria itu? Bukankah Yixing dirumorkan sudah berhubungan dengan Suho sajangnim?" Yeri menganggukkan kepalanya. Seulgi menyeringai. Ia mengambil ponselnya. Yeri mengerutkan dahinya. "Kau mau apa,eoh?" , "husstt,diam. Ini akan menjadi hot topic" Seulgi memotret Yixing dan Nichkhun yang masih berpelukan. Yeri ikut menyeringai.
"H-hei! Pria itu Nichkhun!" Pekik Yeri tertahan. "Ahaha,kau betul. Bukankah Tiffany menyukai Nichkhun?" Seulgi menyeringai lagi. Yeri tersenyum miring. "Kita tunggu pertengkaran mereka" Seulgi lalu mengirim foto itu ke Suho dan Tiffany lewat email. Ia tertawa puas.
.
.
"Lepaskan!" Yixing melepaskan pelukan itu dengan kasar. "Apa yang kau lakukan?!" Tanya Yixing emosi. Ia mengepalkan kedua tangannya. "M-maafkan aku" gumam Nichkhun sambil menundukkan kepalanya. Yixing berdiri dengan kasar lalu pergi meninggalkan Nichkhun.
-xoxo-
Yixing berjalan sambil menghentakkan kakinya. Ini hari yang paling buruk,batinnya. "Hai Yixing.." Yixing merasa kenal dengan suara ini. Seperti suara...
"Seulgi?" Seulgi tersenyum miring. "Ada apa?" Tanya Yixing sedikit malas. Ia melipat kedua tangannya. "Bagaimana kencanmu?" Tanya Seulgi. Yixing mengerutkan dahinya tak paham. "Ah pasti sangat menyenangkan.." Sahut Yeri. Yixing makin tak paham.
"Sudahlah,aku tak paham. Aku pergi dulu" Yixing kemudian berjalan meninggalkan Seulgi dan Yeri. Seulgi mendengus kesal. "Dia menyebalkan sekali!"
"Apasih bagusnya dia? Bagusan juga aku. Kenapa Suho sajangnim mau dengan dia?" Sungut Seulgi. Yeri hanya mendengus.
-xoxo-
Yixing membuka sepatu nya dan menaruhnya di rak sepatu dengan malas. Ia kemudian masuk kekamarnya. Setelah sampai dikamar,Yixing membaringkan tubuhnya dikasur sambil menatap langit-langit kamar. Ia kembali membayangkan kejadian tadi.
"Tiffany..maafkan aku.." Gumam Yixing sambil memejamkan kedua matanya.
"Kuharap,kau tak tahu kejadian tadi" lanjutnya lalu menghembuskan nafasnya. "Perasaanku tak enak" Yixing kemudian berdiri dan berkacak pinggang. "Ada apa ya.." Yixing berjalan bolak-balik didepan kasurnya. Ia mendesah frustasi lalu membanting tubuhnya ke kasur.
"SIALAN!" Teriaknya frustasi.
.
.
Suho membulatkan matanya ketika membuka sebuah pesan email dari seseorang. Ia membuka foto itu.
"Y-yixing?" Ia menajamkan penglihatannya. "Bukankah pria itu Nichkhun?" Suho membanting ponselnya ke sofa. Ia mengepalkan tangannya. Oh tidak! Darahnya sudah naik sampai ke ubun-ubun.
"Haha,aku bodoh mencintaimu,Yixing-ah" Suho tertawa miris. Ia menahan air matanya. Tidak,ia tak boleh menangis sekarang! Suho akhirnya memejamkan matanya sembari mendudukkan dirinya disofa.
.
.
Tiffany Side
Tiffany mengerutkan dahinya ketika mendapatkan 1 pesan email. Karena sangat penasaran,ia langsung membuka email itu dengan cepat.
'See? Nichkhun dan Yixing dating,wow! Aku tak menyangka,sahabatmu suka menusuk dari belakang ya'
Tiffany merasa tubuhnya melemas. Ia tak percaya dengan semua ini.
"Y-yixing..b-bukankah kau kusuruh mendekatkan ku kepadanya? Kenapa sekarang malah kau yang mendapatkannya?" Gumam Tiffany sambil meneteskan airmata nya. Tiffany menghapus airmata nya kasar lalu berjalan dengan cepat. Ia sangat kesal,kecewa,marah,sedih. Perasaannya campur aduk sekarang.
.
.
-xoxo-
.
.
Yixing dengan cepat memakan roti nya dan meminum susunya. "Sial,aku terlambat" ia lalu berlari keluar apartementnya. Setelah keluar,ia menunggu taksi lewat. Yixing berdecak sebal. "Mana taksi nya"
Yixing menyipitkan matanya ketika melihat mobil taksi yang masih jauh. Ia tersenyum lebar. Mobil taksi itu melaju dengan cepat. Saat sudah dekat dengannya,Yixing pun berteriak, "TAKSII!"
Mobil itu pun berhenti. Yixing tersenyum puas lalu memasuki mobil tersebut.
"Ke tempat biasa,Pak. Kantor~"
.
.
Yixing berjalan memasuki kantornya dengan cepat. Saat sudah berada di lobby,banyak pegawai kantor yang menatapnya aneh. Yixing mengerutkan dahinya.
'Mereka kenapa?' Batinnya. Ia mengangkat bahunya cuek lalu melanjutkan jalannya.
Yixing berjalan menuju ruangan Suho. Saat sudah berada didepan pintu tersebut,Yixing menghembuskan nafasnya pelan. Ia kemudian mengetuk pintu tersebut.
"Masuk" Yixing pun membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan Suho. Ia tersenyum tipis kepada Suho,dan Suho hanya menatapnya dingin. "Apa apa?" Tanya Suho dingin. Senyum Yixing meluntur. Ia menatap Suho heran.
"T-tidak apa-apa. Kau sedang sibuk ya? Baiklah maafkan aku. Aku pergi" ucap Yixing pelan lalu membalikkan badannya. Baru saja selangkah ia berjalan,tangannya sudah ditahan dari belakang. Suho menariknya.
Yixing berjalan mundur saat merasa Suho yang berjalan mendekat kearahnya. Ia menatap Suho takut. Suho terlihat menyeramkan sekarang.
"K-kenapa.." Tanya Yixing takut. Suho tak menjawab. Yixing merasa tubuhnya tertempel ke dinding. Oh tidak! Sudah tak ada jalan lagi. Yixing menelan salivanya dengan susah payah.
Suho mengambil ponsel disaku celananya.
"Jelaskan kepadaku!" Bentaknya sambil menunjukkan sebuah foto. Yixing sedikit tersentak lalu melihat foto tersebut. Itu adalah fotonya dengan Nichkhun kemarin! Saat mereka berpelukan. Yixing menelan salivanya lagi. Ia menatap Suho takut-takut. Suho mendekatkan wajahnya kewajah Yixing.
"Kau tahu? Aku sangat tak suka,bahkan benci. Melihatmu seperti itu. Walaupun kau hanya berpelukan,kau terlihat seperti jalang" Suho berkata dingin kepada Yixing. Yixing merasakan hatinya ditusuk oleh ribuan jarum. Sakit,sangat sakit. "A-apa maksudmu.."
"Jangan pura-pura polos,Yixing! Kau berkencan dengan Nichkhun kan kemarin? Kau membohongi ku! Kau bilang kau jalan sendirian,ternyata..kau dengan Nichkhun", baru saja Yixing ingin menjawab ucapan Suho,tapi..
"Oh,atau.. Setelah kita makan siang,kau melanjutkan kembali jalan-jalanmu untuk berkencan dengan Nichkhun,iya?" Tanya Suho dengan nada sinis dan tajam.
"..." Yixing tak menjawab. Ia tak mampu mengeluarkan kata-katanya. Ia hanya bisa menahan rasa sakit dihatinya. Yixing menahan air matanya. Namun sia-sia,air matanya tetap keluar dari matanya. Suho mengangkat kepala Yixing. Ia kemudian makin mendekatkan wajahnya ke wajah Yixing,dan...
CHU~
Setelah mengecup bibir Yixing,Suho langsung melumat benda kenyal dan basah itu dengan kasar. Yixing agak terkejut dengan perlakuan Suho. Setelah lama melumat kasar benda kenyal nan basah itu, Suho menggigit bibir bawah Yixing. Alhasil,bibir Yixing pun berdarah.
"H-hentikan.." Ucap Yixing susah payah sambil mendorong dada Suho. Suho menjauhkan wajahnya. Ia melihat bibir Yixing yang berdarah. Suho pun menjilat darah yang keluar dari bibir bawah Yixing dan agak menyedotnya. Wajah Yixing merah padam. Nafasnya masih terengah-engah. Yixing menatap Suho dengan tatapan yang sulit diartikan.
"M-maafkan aku.." Gumam Yixing pelan. Sangat pelan. "Aku mencintaimu,Yixing..tapi kenapa? Kenapa kau malah berkencan dengan Nichkhun?" Yixing membelalakan matanya yang masih basah karena menangis.
"Aku tak berkencan dengan Nichkhun! Aku berani bersumpah,Suho!" Ucap Yixing sedikit berteriak. Suho tersenyum miris.
"Tak apa..kalau kau memang mencintai Nichkhun. Maafkan aku.." Suho membalikkan badannya lalu berjalan menjauh. Yixing menggelengkan kepalanya,ia menarik tangan Suho dan langsung memeluk Suho erat.
"Aku mencintaimu,bodoh!" Isak Yixing. Ia terus menggumamkan kata 'bodoh' dari bibirnya. Suho tersenyum.
"Aku lebih- lebih mencintaimu!" Suho memeluk Yixing erat. Yixing menghapus air matanya sambil tersenyum.
Setelah beberapa lama berpelukan,Suho melepaskan pelukan itu dan menatap Yixing.
"Jadilah istriku" Yixing membulatkan matanya.
Haha,sungguh hebat kau,Tuan Kim! Setelah berhasil nyipok anak orang,malah nyuruh dia jadi istrinya. Give him applouse,guys!
.
.
-xoxo-
.
.
Yixing menduduki bangku taman itu dengan tenang. Ia sedang menunggu Tiffany. Yixing mengeratkan jaket tebalnya. Udara sangat dingin!
"Yixing-ah.." Yixing menoleh kebelakang. Ia mendapati Tiffany yang sedang berdiri dibelakangnya sambil menatapnya dingin. Yixing tersenyum agak canggung. "D-duduklah,Fany-ah.." Tiffany kemudian berjalan dan menduduki bangku itu. Ia menatap lurus kedepan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Suasana hening nan canggung pun tercipta.
Yixing menggenggam kotak kecil yang berisi dua cincin itu dengan erat. Dengan ragu,ia memanggil Tiffany.
"Fany-ah.." Panggilnya.
"Hm". Yixing merasa takut dan ragu lagi. Yixing dengan ragu menggenggam tangan Tiffany.
"Maafkan aku,Tiffany. Aku tak ada hubungan apa-apa dengan Nichkhun. Kumohon,jangan mengabaikanku. Jangan bersikap seolah aku tak ada. Aku tak ingin persahabatan kita rusak karena hal itu.." Ucap Yixing sambil meneteskan air matanya. Tiffany tak bergeming. Yixing kemudian membuka kotak kecil tersebut.
"Fany-ah.. Ini sebagai ucapan maafku kepadamu. Aku ingin memberikan cincin persahabatan ini kepadamu" Yixing menatap Tiffany penuh harap. Tiffany menghembuskan nafasnya lalu menatap Yixing. "Aku sudah memaafkanmu,Yixing.",Yixing melebarkan matanya. Ia mengembangkan senyumannya.
"Seriously?" Pekiknya tak percaya. Tiffany mengangguk mantap. Yixing tersenyum lebar lalu mengambil cincin itu. "Pakai ini.." Tiffany mengambil cincin itu dan memakaikannya. Yixing tersenyum lalu memakai cincin itu juga.
"Bestfriend forever!" Teriak mereka berdua.
.
.
-xoxo-
.
.
Sepi. Kata itu yang menggambarkan malam ini bagi Sehun. Sehun duduk termenung dijendela kamarnya. Ia memeluk erat boneka rusa 'terfavorit'nya.
See? Ia hanya memakai piyama. Tak dingin eoh,Sehunnie?
"Sehun" Sehun terlonjak kaget saat mendengar suara Appa nya yang masuk kekamarnya. Ia mengelus dadanya pelan. "Appa.. Appa mengejutkan Thehun,tahu!" Sehun merengut. Suho terkekeh lalu menghampiri Sehun. Ia berdecak sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau tak merasa dingin?" Tanya Suho sambil mengelus sayang surai anaknya. "Tidak appa.. Boneka ini yang thelalu membelikan kehangatan untuk Thehun" Sehun menunjukkan boneka rusanya.
"Kkk.. Sudah pandai kau ya" Suho beralih mengacak surai tersebut. Sehun tersenyum sambil menatap langit yang berhamburan dengan kerlap-kerlip bintang. "Aku jadi melindukan Yicing eomma.." Gumam Sehun. Suho menoleh kearah Sehun. "Bagaimana kalau kita ke apartement Yixing?" Bisik Suho. Sehun membulatkan matanya. "Ide baguth,Appa!" , "baiklah, pakai jaket mu" Suho lalu mengambil jaket tebal Sehun dan memasangkannya kepada Sehun. "Aku thiap!" Suho terkekeh pelan lalu memasangkan topi pemberian Yixing. Ia tersenyum lalu menggendong Sehun keluar kamar.
-xoxo-
Yixing memejamkan matanya sambil menikmati lagu yang sedang diputar di ponselnya. Ia tersenyum ketika mendengar part lagu yang disukainya.
Sungguh, Yixing mungkin sedang kebal dengan udara dingin sekarang. Ia hanya memakai hotpans dan tanktop,lalu berbaring santai disofa nya.
TINGNONG!
Yixing terkejut ketika mendengar suara tersebut. Ia dengan cepat berlari kearah pintu dan membukanya.
"Siap-" ucapannya terpotong ketika mendapati seorang pria tampan yang menggendong bocah berjaket tebal lucu.
"S-suho dan Sehun ya? Hehe.. Silahkan masuk" Yixing mempersilahkan mereka berdua masuk. Suho masuk kedalam apartement itu lalu mendudukkan Sehun disofa. Ia menatap Yixing.
"You're look so sexy " bisik Suho tepat ditelinga Yixing. Pipi Yixing sontak memerah. "Tumben tak pakai baju setebal dinding rumahku" sindir Suho. Yixing mempoutkan bibirnya lucu. "Terserah aku dong" Yixing kemudian duduk disamping Sehun. Ia menatap boneka rusa dipelukan Sehun.
"Hei,boneka ini lucu sekali" ucap Yixing sambil menunjuk boneka itu. Sehun mengangguk dengan semangat.
"Ini thangat baguth!" Yixing terkekeh lalu berdiri. "Mau kemana?" Tanya Suho. "Kedapur, ingin membuat coklat panas" , "aku ikut" Yixing memutar bola matanya malas. "Terserah" . Suho kemudian mengambil sebuah handphone baru dan memberikannya kepada Sehun. "Kau disini ya, appa mau kebelakang sebentar bersama Yixing. Mainlah ini,banyak permainannya" Sehun mengambil handphone tersebut. "Thiap,Appa!" Ucap Sehun hormat. Suho terkekeh lalu berjalan kearah dapur bersama Yixing.
"Yixing.." Panggil Suho sambil menoel dagu Yixing yang sedang memanaskan coklat. "Apasih?!" Ucap Yixing kesal. Suho merengut.
"Kau cantik sekali" Yixing tertawa mendengar ucapan Suho. "Haha. Omg kura-kura yang akan bisa menggonggong, kau baru menyadarinya,eoh?" Suho mempoutkan bibirnya -sok- imut. Yixing tertawa keras seraya mematikan kompornya. "Tidak lucu!" Ucap Suho. Yixing menghentikan acara tertawanya. Ia tersenyum kepada Suho.
"Bercanda.." Suho kemudian mendekat kearah Yixing dan memeluknya dari belakang. Yixing kaget.
"Hei,menjauhlah! Jangan salahkan aku jika coklat panas ini melayang kewajah mulus mu" ucap Yixing galak. Suho mengabaikan ucapan Yixing. Ia malah makin mengeratkan pelukannya. Ia mengembuskan nafasnya didaerah leher Yixing.
"Ah.." Yixing menutup mulutnya setelah mengeluarkan desahan laknat itu. Suho menyeringai. Ia makin gencar meniup-niup leher Yixing. "K-kumohon,jangan..ah.." Yixing menggeliat dalam pelukan Suho. Suho terkekeh pelan. Ia kemudian membalikkan badan Yixing dan mengecup bibir Yixing lama. Yixing membulatkan matanya.
"Saranghae.." Ucap Suho. Yixing tersenyum malu. "Nado~"
.
.
"APPA!" Jerit Sehun. Suho berlari terbirit-birit kearah Sehun. "Ada apa sayang?" Tanya Suho.
"Appa thedang apa thih?! Thehun takut tau thendilian!" Sehun melipat kedua tangannya. "Maafkan Appa,sayang",Suho tersenyum. Ia melihat Yixing yang berjalan kearah nya sambil membawa nampan.
"Apa itu,Yicing eomma?" Tanya Sehun antusias. Yixing terkekeh lalu memberikan mug yang berisi coklat panas ke Sehun. Sehun mengambilnya lalu menatap isinya. "Ini coklat?" Tanya Sehun. Yixing mengangguk lalu menyeruput coklat panasnya. "Kok encer kental thepelti ini thih?" Tanya Sehun polos. Yixing hampir menyemburkan coklat panas didalam mulutnya.
"Ini coklat panas,Sehunnie. Rasanya tak kalah enak dengan es krim loh" ucap Yixing. Sehun melebarkan matanya lalu mencoba coklat panas itu.
"Hm.." , "enak juga" Yixing tersenyum mendengarnya. Suho terkekeh lalu diam-diam memotret Yixing dan Sehun yang sedang menikmati coklat panasnya.
.
.
-xoxo-
.
.
"Aku mengantuk,Appa.." Sehun menguap lalu mengucek matanya. "Tidurlah,sayang.." Suho mengelus pelan punggung Sehun. Suho melihat kearah Yixing yang baru keluar dari kamarnya dan sudah mengganti pakaiannya. "Kok ganti baju?" Tanya Suho. Yixing mengerutkan dahinya.
"Kenapa memangnya? Tak boleh?" Tanya Yixing sinis. "Tidak sih,aku lebih suka melihatmu-" , "ah sudahlah,Suho. Hentikan ucapan mesummu" Yixing memotong ucapan Suho. Suho tersenyum miring.
Yixing melihat Sehun yang baru terlelap. "Kau belum mau pulang? Sehun sudah tidur itu" ucap Yixing sambil menunjuk Sehun. "Kau mengusirku nih?" Yixing menggeleng. "Aku bertanya saja.."
"Aku tidur disini saja" celetuk Suho lalu membuka jaketnya. Yixing membulatkan matanya. "Kau mau tidur dimana,eoh? Kamarku cuma satu. Kau mau tidur disofa?" Ucap Yixing panik.
"Tidur denganmu lah" Yixing membulatkan matanya. Boro-boro tidur bertiga,tidur sendiri saja Yixing merasa kasur tidurnya sempit-_-. "Duh,bagaimana jadi?" Suho tak menjawab. Ia malah masuk ke kamar Yixing sambil menggendong Sehun. Ia berdecak melihat kamar Yixing.
"Seperti kapal pecah" gumam Suho lalu membaringkan Sehun dikasur tersebut. Suho mengambil selimut dan memakainya untuk Sehun. Ia tersenyum tipis.
"Suho" panggil Yixing. Suho menengok ke belakang. "Ya?" Suho membalikkan badannya. Yixing menggigit bibir bawahnya. Suho mengerutkan dahinya lalu menghampiri Yixing. "Ada apa,sayang?" Suho mengelus rambut Yixing. Yixing menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Serius kau akan tidur disini?", Suho menahan senyumnya. Ia mengacak rambut Yixing. "Kalau iya kenapa?" , "y-ya..t-tidak apa-apa sih.." Suho tersenyum. "Tidurlah sana" Yixing menggeleng. "Belum ngantuk~" ucap Yixing manja. Suho berdecak lalu menggendong tubuh Yixing ala bridal style. Mata sipit Yixing membulat sempurna. "Hei! Lepaskan aku!" Yixing memberontak dalam gendongan Suho. "Diam" Suho memplototi Yixing sambil menepuk bokongnya. Yixing mendengus. Ia mengalihkan pandangannya. Suho terkekeh lalu berjalan menuju kasur Yixing. Ia membaringkan tubuh Yixing dikasur tersebut. "Tidurlah" Suho membelai rambut Yixing sayang sambil tersenyum bak malaikat. Pipi Yixing merona samar ketika melihat senyuman Suho.
"Iya.. Kau juga tidurlah" ucap Yixing sambil mengulum senyumnya. "Itu gampang,kau sudah kunci pintu?" Tanya Suho sambil menyelimuti Yixing. Yixing terlihat berpikir.
"Belum " jawab Yixing polos lalu menguap. Suho memutar bola matanya. "Sudah kuduga.. Baiklah,tidurlah sana. Aku kunci pintu dulu" Suho mengecup kening Yixing lalu berjalan keluar kamar. Yixing mengangguk lalu memejamkan matanya. Suho tersenyum dan berjalan kearah pintu apartement yang belum terkunci. Ia mengunci pintu tersebut lalu berjalan kembali ke kamar Yixing.
Suho tersenyum ketika melihat Yixing dan Sehun yang sudah tertidur sambil berpelukan. Suho tersenyum untuk kesekian kalinya lalu ikut berbaring disamping mereka berdua.
-xoxo-
Yixing membuka matanya perlahan ketika merasakan silauan cahaya yang mengusik tidurnya. Ia menguap lebar seraya merentangkan kedua tangannya. Wanita cantik itu lalu menatap Suho dan Sehun yang masih tertidur nyenyak. Ia tersenyum tipis lalu turun dari kasurnya. Sekali lagi ia menguap.
"Aish,perutku sakit" gumamnya lalu berjalan kearah kamar mandi.
.
Sehun menguap seraya mengucek matanya. Ia mengerjapkan matanya sebentar.
'Ini dimana? Ini bukan kamal Thehun' kata Sehun dalam hati. Sehun lalu menoleh kesamping. Ia agak terkejut ketika mendapati Appa nya yang sedang tertidur dengan nyenyaknya disampingnya.
'Loh? Tumben Appa tidul dengan Thehun?' Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sehun pun akhirnya mendudukkan dirinya dikasur tersebut. Ia masih berpikir. Dimana dia sekarang?
Saat masih sibuknya berpikir, Sehun sempat melihat kearah pintu kamar mandi dikamar itu yang terbuka . Keluarlah seorang wanita berpakaian putih (sebenarnya piyama) dari dalamnya. Sehun terkejut lalu berteriak.
"AAAAH! HANTU!" Wanita itu ikut terkejut. Suho yang tadinya tertidur pun terbangun karena teriakan dahsyat Sehun. "Mana? Mana hantunya?" Sehun mengerjapkan matanya ketika sudah melihat wajah wanita itu.
"Yicing eomma?" Sehun kemudian turun dari kasur dan menghampiri Yixing. Ia terkikik. "Maafkan Thehun. Thehun kila Yicing eomma itu adalah hantu tadi" Yixing mempoutkan bibirnya seraya mendengus. "Sehunnie jahat!" Yixing berpura-pura marah kepada Sehun, ia melipat kedua tangannya. Sehun jadi merasa bersalah.
"Maafkan Thehun.." Dari nada bicara Sehun,Yixing sudah tahu kalau Sehun sebentar lagi akan menangis. Ia kemudian tertawa kecil lalu menggendong Sehun. "Aku tak marah kok,hehe", Yixing kemudian melihat kearah Suho yang sekarang tidur sambil duduk. Ia memijat pelipisnya kemudian menghampiri Suho.
"Hei,bangun" Yixing mencubit pipi Suho.
"..." Tapi sia-sia,Suho masih belum bangun. Yixing tak putus asa.
"Bagunnn" Yixing akhirnya menampar kecil pipi Suho. Dan.. Masih tak bagun juga! Ugh,ternyata Presdir Kim kita yang tampan ini kebo juga ya,ckckck. Yixing mendengus sangat kesal.
"Yicing eomma.. Appa memang thepelti itu. Thehun juga thangat thuthah membangunkannya" sahut Sehun digendongan Yixing. Yixing membulatkan bibirnya sebentar lalu...
TING!
Lampu kuning muncul diatas kepala Yixing. Yixing mendapatkan ide yang -sangat cemerlang.
"Sehunnie, kamu bisa mandi sendiri kan?" Tanya Yixing lembut. Sehun menangguk.
"Nah,mandi ya. Ini handuknya. Mandinya yang bersih ya,pakai sabun,gosok gigi,bersham-" , "Thehun tahu Yicing eomma. Baiklah,Thehun mandi dulu~" Sehun kemudian menyuruh Yixing menurunkannya dari gendongannya lalu berlari menuju kamar mandi. Yixing tersenyum. Ia lalu melanjutkan acara 'membangunkan-kebo-bule-ala-Zhang-Yixing'. Yixing mendekatkan bibirnya kearah telinga Suho dan..
"Suho-ah..bangunh~ cepatlahh~..hmm..h~" Yixing berbisik seperti itu seraya mendesah. Suho yang tadinya masih memejamkan matanya langsung membuka matanya. Yixing tersenyum puas.
"Akhirnya kau bangun juga,Tuan Kim" Yixing menatap sinis Suho sambil melipat kedua tangannya. Suho mengabaikan ucapan Yixing,ia menarik tangan Yixing lalu menindihnya.
"Apa maksudmu mendesah ditelingaku,sayang?" Bisik Suho tepat ditelinga Yixing lalu menggigitnya pelan. Yixing meringis.
"A-aku hanya ingin membangunkan mu" , "kau ingin membangunkan ku atau ingin membangunkan 'adik kecil' ku,hm?" . Tubuh Yixing menegang ketika mendengar bisikan Suho tersebut. Ia tak menjawab pertanyaan Suho. "Lepaskan!" Yixing memberontak.
"Cepat lepaskan! Nanti Sehun lihat!" Suho mengunci pergerakan Yixing.
"Kalau Sehun lihat memangnya kenapa?" Tanya Suho seraya meraba paha Yixing. Yixing membulatkan matanya. "Hentikan!" Yixing akhirnya mendorong Suho. Suho berdecak sebal.
"Sudah berani kau ya" Suho terkekeh lalu mengecup bibir Yixing. Yixing mendengus. Yixing pun akhirnya turun dari kasurnya dan membuka jendela kamarnya. Ia memejamkan matanya ketika menikmati udara pagi yang segar menerpa kulit wajahnya. Rambut panjang sepunggungnya yang terurai ikut berkibar indah,menambah kesan cantik wanita China ini. "Hm.."
GREPP
Suho memeluk Yixing dari belakang. Ia juga ingin ikut menikmati segarnya udara pagi ini. Yixing awalnya agak kaget,namun ia akhirnya menikmati hangatnya pelukan pria dibelakangnya itu.
"Hm..indahnya pagi ini" gumam Yixing sambil tersenyum. Suho ikut tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya.
"Kenapa kau tidak jadi guru saja?" tanya Suho tiba-tiba. Yixing mengerutkan dahinya.
"Sayangnya,aku tak pintar" , "buktinya? Kau bisa mengajariku betapa indahnya memiliki keluarga yang tentram dan saling melengkapi" Yixing tersenyum malu sambil menunduk.
"Kita bahkan belum menikah,Suho" ucap Yixing pelan. Suho terkekeh pelan. "Minggu depan kita menikah" ucap Suho santai. Yixing membulatkan matanya.
SKIP
Sehun membuka pintu kamar mandi dan keluar dari situ. Ia melihat kamar yang terlihat sepi itu.
"Yicing eomma dan appa mana.." Gumam Sehun. Ia mencoba menyingkirkan rasa takutnya. "Thehun haluth belani! Thehun adalah pembelani. Anak Suho Appa tak boleh takut!" Sehun mengepalkan tangannya lalu berjalan kearah kasur. Diatas kasur itu sudah disiapkan pakaian untuknya. Sehun tersenyum lebar lalu memakai pakaian itu.
"Tapi.. Jangan-jangan Yicing eomma dan appa meninggalkan Thehun.." Gumam Sehun ketika memakai celananya. "Tidak-tidak" sehun menggelengkan kepalanya.
CKLEK
Sehun terkejut. "Sudah selesai,sayang?" ,ah ternyata itu Appa nya . Sehun tersenyum.
"Thudah,Appa. Thehun thudah tampan thepelti Appa kan? Bahkan lebih tampan dali Appa kan?" Tanya Sehun percaya diri. Suho terkekeh.
"Tentu sayang. Anak Appa selalu tampan" Suho menyentil ujung hidung Sehun pelan. Sehun terkikik. "Thehun mau makan roti bakar, Appa"
"Hm,bagaimana kalau dengan sosis bakar?" bisik Suho. Sehun melebarkan matanya. "Ide baguth! Thehun lindu dengan thothith" Suho tertawa kecil lalu menggendong Sehun keluar kamar. "Mari menyusul Yixing eomma~"
.
.
Yixing membolak-balik sosis-sosis itu dengan telaten. Ia menghirup aroma sosis bakar itu sambil memejamkan matanya. "Hm.. Harum sekali" gumam Yixing. Ia mengangkat sosis-sosis yang sudah matang dipiring. Yixing kemudian menambahkan beberapa sandwich yang terlihat lezat disamping sosis-sosis bakar itu. Tak lupa dengan tambahan mayonnaise untuk sosis bakar tersebut.
"Siap! Tinggal tuangkan susu dan selesai" Yixing pun membawa hasil masakannya ke meja makan. Setelah meletakannya dimeja makan,Yixing pun menuangkan susu yang masih hangat tersebut ke 3 gelas yang sudah disiapkannya.
"Thelamat pagi,Yicing eomma~" sapa Sehun yang berada digendongan Suho. Yixing menoleh kearah Sehun.
"Selamat pagi,sayang. Ayo sarapan" ajak Yixing sambil menarik kursinya. Suho kemudian mendudukkan Sehun dikursi tersebut. "Aku jadi lapar" Suho kemudian ikut duduk. Yixing tersenyum kemudian duduk juga.
"Ayo berdoa dulu" Suho kemudian memimpin doa tersebut.
SKIP
"Mathakan Yicing eomma memang tel-enak! Kalau thaja Thehun bitha menikmati mathakan thepelti ini thetiap hali,pathti Thehun thangat bahagia!" Ucap Sehun panjang lebar. Suho dan Yixing tersenyum. "Pasti bisa" ucap Suho sambil mengacak rambut anaknya. "Ck,Appa! Thehun thudah melapikannya,malah Appa belantakkan!" Kesal Sehun.
"Uppss! Maafkan Appa sayang,kkk~" Sehun membuang mukanya. Yixing tertawa pelan.
"Suho,kita harus bekerja!" Pekik Yixing. Suho memutar bola matanya malas. "Sudahlah,kita libur hari ini" Yixing mengerutkan dahinya. "Maksudmu? Duh,aku tak ada waktu untuk bercanda" Suho berdecak.
"Hari ini ku liburkan seluruh pegawai.." Yixing makin tak mengerti.
"...karena aku sedang bahagia" Yixing menghembuskan nafasnya kesal. "Terserah apa kata mu. Btw,kau sudah mandi?" Tanya Yixing sambil mengikat rambutnya. "Belum. Ayo mandi bersama" ,sedetik kemudian sebuah bantal melayang kewajah tampan Suho.
-xoxo-
"Appa! Ayo pelgi ke Mall! Thehun mau beli mainan balu thepelti di TV kemalin" ucap Sehun sambil menggerakkan tangan Suho. Fyi,Sehun sangat suka jalan-jalan. "Hm,boleh juga" Suho kemudian menarik jaket kecil Sehun dan memakaikannya,tak lupa juga Sehun memakai topi biru kesayangannya.
"Yixing? Ayo kita pergi jalan-jalan" Yixing keluar dari kamar mandi. "Hah?jalan-jalan?" , "ck,iya"
Yixing pun mengambil jaket bulu tebalnya dan memakainya. Ia kemudian menatap Suho dan Sehun yang sudah setia memakai topi pemberiannya tersebut. Wanita berjaket bulu tebal itu tersenyum malu lalu mengambil topi nya dan memasangkannya dikepalanya. "Nah,sudah siap. Mari kita pergi!" Suho tak dapat menahan senyumnya ketika melihat Yixing seperti itu.
"Let's go~!"
.
.
Sehun tersenyum lebar ketika memasuki Mall tersebut. "Appa, Thehun mau main itu" , "Yicing eomma, Thehun mau pelmen kapath ituuu" , "Appa.. Thehun mau makan malthmallow dengan tteokbokki"
Suho dan Yixing terlihat sudah lelah ditarik Sehun kesana kemari dari tadi. Sedangkan Sehun? Belum ada tanda-tanda lelah darinya.
"Yicing eomma,ayo beli daging untuk makan malam" Okey,mungkin ini untuk terakhir kalinya. Yixing mengangguk.
"Apapun untukmu,sayang~" Mereka bertiga pun berjalan kembali. Mata Sehun tak sengaja melihat kearah seorang gadis kecil yang masih berseragam TK lengkap dengan tasnya ditempat daging tersebut. Gadis kecil itu terlihat sedang terdiam sendirian. Sehun tersenyum melihatnya.
"Luhan..." Sehun diam-diam menyusul kearah gadis kecil itu tanpa sepengetahuan Suho dan Yixing.
.
Yixing terlihat sedang berbincang bersama temannya sambil menunggu Suho yang sedang membeli daging. Yixing kemudian melihat kesampingnya. "Eh?mana Sehun?"
Suho yang sudah membawa belanjaannya pun menghampiri Yixing. "Suho-ah! Sehun hilang!" Suho membulatkan matanya.
.
.
TBC
Makasiii banyak buat yg udh review,sini cium atu-atu .g
Tetep review ya :D
Thx;*
