©yeojakoriya23

Tittle: Eomma,Bogoshippeoyo

Disclaimer: cast bukan punya saya,cast punya Tuhan YME dan emak bapaknya:'v

Cast: EXO Member and others

Main pair: SULAY ,slight: HunHan

Genre: Romance,Family

Rating : T

Warning: GS,TYPO,BAHASA GAK BAKU,GAJE,DLL.

DLDR!

Happy Reading!


Suho membelalakkan matanya. Ia terlihat panik. Suho langsung menarik Yixing untuk mencari Sehun.

"Sehun.."

.

Sehun Sideㅡ

Sehun terlihat sangat senang bertemu dengan pujaan hatinya.

"Hai" sapa Sehun malu-malu. Gadis kecil berseragam TK itu menoleh kearah Sehun.

"Hai.." sapanya juga sambil tersenyum. Sehun ingin pingsan rasanya ketika melihat senyuman manis gadis kecil bermata rusa itu.

"Namaku Thehun,namamu thiapa?" Tanya Sehun basa-basi.

"Namaku Luhan. Senang bertemu denganmu,Thehun" ,ingin rasanya Sehun memaki gadis kecil didepannya ini kalau dia bukan pujaan hatinya.

"Maaf,namaku Thehun. Aku cadel"ucap Sehun malu-malu. Luhan menutup mulutnya.

"Ups,maafkan aku" ia kemudian terkekeh. Sehun terkekeh juga.

"Tak apa. Thehun maafkan kok,hehe" Sehun menyengir. Luhan tersenyum lagi.

"Ohya,boneka dan topimu bagus sekali" puji Luhan. Pipi Sehun merona samar.

"Tath dan topimu juga baguth thekali. Aku thuka melihatnya" ,Luhan tersenyum malu sambil menundukkan wajahnya.

"Umul Luhan belapa?" Tanya Sehun. "Umurku 5 tahun,kalau Sehun umurnya berapa? Pasti lebih dari umur Luhan. Soalnya tingginya Sehun lebih dari Luhan" Sehun menggeleng.

"Umul Thehun balu 4 tahun" Luhan membulatkan matanya.

"Ohya? Ooh Luhan tahu! Pasti Sehun rajin minum susu kan? Ugh,Luhan tak suka minum susu!" Luhan menjulurkan lidahnya ketika membayangkan benda cair putih itu masuk kemulutnya.

"Padahal,kata Yicing eomma,thuthu itu banyak mengandung vitamin D loh" ucap Sehun. Luhan membulatkan bibirnya.

"Tapi..Luhan tak tahu vitamin D itu apa" ucap Luhan polos sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Thama thih. Thehun cuma mengatakan apa yang Yicing eomma katakan thaja" ucap Sehun tak kalah polos.

"Ternyata kita sama-sama tak tahu dong" Sehun dan Luhan kemudian tertawa bersama.

"Sehunnn...",itu suara Appanya. Sehun kemudian membalikkan badannya dan mencari Appa nya.

"Appa!" Pria bertopi putih itu menoleh kebelakang dan membulatkan matanya.

"Sehunn.." Ia dan Yixing kemudian berlari kearah Sehun dan memeluknya.

"Kau tahu? Appa hampir jantungan ketika kehilanganmu!" Sehun menyengir. "Maafkan Thehunnie,Appa" Yixing tersenyum lega.

"Yang penting, Hunnie tak boleh pergi tanpa izin lagi ya" ucap Yixing sambil mencubit pelan pipi Sehun. Sehun mengangguk patuh.

"Ohya, Yicing eomma.. Appa.. Kenalkan,ini Luhan. Teman Thehun" Luhan agak terkejut. Ia kemudian menatap Suho dan Yixing malu-malu. "Hai,ahjussi,ahjumma. Luhan imnida" Luhan membungkukkan badannya sopan. Suho tersenyum.

'Oh,ini yang namanya Luhan. Cantik juga,kkk~' batin Suho.

"Hai,Luhan. Kau cantik sekali,nama ku Yixing. Panggil saja Yixing ahjumma" ucap Yixing sambil mencubit gemas pipi Luhan. Luhan tersenyum malu.

"Terimakasih,Yixing ahjumma. Ahjumma juga sangat cantik" puji Luhan. Yixing tertawa kecil.

"Namamu Luhan? Wah,kau cantik ya.."

'Pantas Sehun tergila-gila kepadamu' sambung Suho dalam hati.

"Terimakasih Ahjussi. Ahjussi pun sangat tampan" ucap Luhan sopan. Suho tersenyum.

"Kau sedang apa disini?" Tanya Yixing sambil membuka tasnya.

"Luhan sedang menunggu eomma Luhan" Yixing membulatkan bibirnya.

"Ini untuk Luhannie" Yixing menyerahkan sebungkus marshmallow kepada Luhan. "Tak usah,ahjumma. Luhan sudah kenyang kok" tolak Luhan halus. Yixing menggeleng.

"Ambil saja. Sayang kalau tidak dimakan" Yixing tersenyum lembut kepada Luhan. Luhan ikut tersenyum dan mengambil marshmallow itu.

"Sekali lagi,terimakasih ahjumma. Ahjumma baik sekali" Yixing menatap Luhan sambil tersenyum.

"Ohya,kami duluan ya?" Luhan mengangguk.

"Bye Luhannie" Yixing,Suho dan Sehun melambaikan tangannya kearah Luhan. Luhan tersenyum sambil melambaikan tangannya.

-xoxo-

Seulgi mendengus kesal ketika mendengar berita hubungan Suho dan Yixing malah makin erat. "Ck,sial!" Teriaknya sambil mengacak rambutnya frustasi.

"aku berniat menghancurkan hubunganmu dengan Suho sajangnim,eh malahan hubunganmu makin erat"

"Sialan kau Zhang Yixing!" Seulgi merobek kertas yang sedang dipegangnya.

CKLEK

Seulgi sontak terkejut saat pintu itu tiba-tiba terbuka. Ia buru-buru membenarkan rambutnya.

"Yixing? Ada apa?" Tanya Seulgi agak gugup.

"Tak ada. Suho sajangnim menyuruhmu ke ruangannya" ucap Yixing cuek tanpa melihat kearah Seulgi. Sedetik kemudian dia berjalan keluar dari ruangan itu.

Seulgi memekik tertahan. Ia mengambil cermin kecilnya lalu bercermin sebentar. Dengan senang ia berjalan kearah ruangan Suho.

TOK TOK TOK

"Masuk" Ia tersenyum lebar lalu masuk kedalam ruangan Suho.

"Ada apa,Suho sajangnim?" Tanya nya kalem.

"Kau dapat darimana foto Yixing dan Nichkhun tempo hari?" Tanya Suho dingin. Seulgi mengerutkan dahinya. "Ohh itu.. Aku memotretnya langsung dicafe itu" Suho berdehem.

"Untuk apa?" , "untuk.."

"Untuk membuatku cemburu?" Potong Suho. Seulgi menatap Suho. "I-iya" Suho tersenyum miring.

"Untuk membuat hubungan kami rusak?" Seulgi sedikit terkejut.

".." Ia tak menjawab.

"Kau.."

CKLEK..

"Maaf Tuan Kim? Apakah ada Seulgi?" Seulgi langsung menoleh kebelakang. "Ada apa, Yeri-ah?" Yeri memberi kode agar Seulgi keluar dari ruangan itu. Seulgi langsung berdiri dan keluar dari ruangan Suho. Suho berdecih saat melihat Seulgi dan Yeri keluar dari ruangannya. "Tak sopan sekali"

-xoxo-

"Hei,nyonya Kim" Yixing tahu itu suara Tiffany,sahabat cerewetnya. Ia memutar bola matanya malas.

"Duh,aku tak dengar" Tiffany mendengus ketika mendengar respon dari Yixing yang menurutnya tak menyenangkan itu.

"Kau tahu tidakㅡ " , "tidak" ,lagi-lagi Tiffany mendengus.

"Hubunganku dengan Nichkhun makin membaik!" Yixing langsung menoleh kearah Tiffany.

"Serius?" Tiffany mengangguk senang. Yixing menghela nafas lega.

"Syukurlah.." Yixing kemudian memainkan ponselnya.

"Fany-ah,ayo makan siang dicafe" ajak Yixing. Yixing memasukkan ponselnya ke tasnya lalu berdiri.

"Ayo,aku sangat lapar" Tiffany menarik tangan Yixing.

"H-hei tunggu,topi ku ketinggalan dibangku itu.." Yixing menoleh kebelakang lalu dengan cepat mengambil topi pinknya.

"Warnanya pink! Aku suka sekali,untukku saja ya?" Tiffany merebut topi ditangan Yixing.

"Aniya!" Yixing langsung merebut kembali topi itu. Tiffany mempoutkan bibirnya. "Topi ini bertulisan 'Mom'. Hei,apakah ini topi couple?" Yixing bingung ingin menjawab apa. Kalau iya,Tiffany pasti akan menggoda dan mengejeknya. Kalau tidak.. Tiffany pasti memaksakan agar mengiyakan ucapannya.

"I-iya" Tiffany tersenyum miring. "Cie.." ,tuhkan,Tiffany menggodanya. Yixing berdecak. "Sudahlah,katanya mau makan siang,cepatlah!"

.

.

"Apakah kau melihat Yixing?" Itulah pertanyaan yang daritadi ditanyakan Suho kesetiap pegawai dikantornya. Suho mendesah frustasi. Ia sudah mencari Yixing kemana-mana tapi tak menemukannya. Sudah ditelpon,tapi tak diangkat.

"Kau dimana,aish.."

"Appa.. Mana Yicing eomma?" Tanya Sehun. "Appa juga tak tahu. Lebih baik kita makan siang dulu dicafe" ucap Suho. Sehun tersenyum lebar. Suho lalu menggendong Sehun dan berjalan menuju cafe didekat kantornya.

SKIP

Suho memasuki cafe itu dengan malas. Ia kemudian berjalan kearah meja nomor 10.

"Kau mau pesan apa,Hun?" Tanya Suho. Sehun terlihat berpikir.

"Thehun mau makan thpaghetti,Appa" jawab Sehun dengan semangat. Suho sedikit tersenyum. Ia kemudian melihat kearah meja bernomor 15. Suho menyipitkan matanya yang memang sudah sipit.

"Loh? Itukan Tiffany dan.." , "..Yixing?" Suho buru-buru menghampiri meja bernomor 15 itu.

"Yixing?" Wanita yang sedang menikmati coklat panasnya itu menoleh. Ia membelalakkan matanya.

"S-suho?" Suho berdecak sebal.

"Aku sudah mencarimu kemana-mana,ternyata kau disini,eoh?" Yixing menyengir.

"Salahkan dia, dia sudah menarikku kesini" Yixing menunjuk kearah Tiffany yang baru ingin memasukkan sepotong daging kemulutnya menggunakan sumpit. Tiffany menaruh kembali sesumpit daging itu.

"Enak saja,kau yang mengajakku kesini" elak Tiffany.

"Tapi kau yang menarikku kesini" , "ck,sudah-sudah.." Suho tak ingin perang dunia ketiga terjadi dicafe yang tenang ini.

"Lebih baik kalian habiskan makanan itu, nanti kubayar" Tiffany dan Yixing membulatkan matanya. "Serius nih?" Tanya mereka berbarengan. Suho hanya mengangguk.

'Kalau seperti ini terus,bisa irit nih,kkk~' batin Tiffany. Suho kemudian memesan makanan pesanannya dan Sehun. "Sehun mana?" Tanya Yixing. Suho menunjuk kearah meja nomor 10. Yixing menengok kearah meja itu sambil membulatkan bibirnya. Beberapa detik kemudian,

"Hei! Kau tinggalkan Sehun sendirian? Kau benar-benar bukan ayah yang baik!" Sembur Yixing lalu menghampiri Sehun. Suho menggaruk kepalanya lalu menyusul Yixing.

-xoxo-

Yixing mengerutkan dahinya ketika menerima telepon dari nomor yang tak dikenalinya. Dengan ragu ia mengangkat telepon itu. Ia tak mengeluarkan suara setelahnya.

'Halo?',itu suara orang tua. Yixing makin bingung. Jujur saja,Yixing sudah trauma dengan yang beginian. Karena saat SMA dulu,Yixing sering diteror orang.

"H-halo?"

'Apakah ini Yixing?' , "ya,saya sendiri. Ini siapa dan ada apa?" Tanya Yixing sopan.

'Ooh Yixing anakku.. Ini mama,sayang!' Yixing membulatkan matanya.

"Mama? Ughh Mama! Aku merindukan mu! Mama ganti nomor? Kenapa tak beritahu kepadaku?"

'Kkk~,maklum,Mama lupa sayang' Yixing tersenyum lebar.

"Mama,kapan Mama akan ke Korea? Demi Tuhan,aku merindukanmu" Mama Yixing terkekeh.

'Mama tak tahu,sayang. Kalau Mama akan kesana,mama akan kabari kok. Ohya,kamu apa kabar di Korea sana?'

"Baiklah,Ma.. Eum, aku baik-baik saja,Ma"

'Syukurlah.. Jangan lupa minum vitamin ya,sayang' Yixing tersenyum.

"Siap,Ma! Mama sendiri apa kabar?"

CKLEK..

"Yuhuu~ Yixingiee,aku bawakan apel merah maniss untukmu~" Yixing terkejut ketika mendengar suara Suho.

'Kabar Mama baik. Hm.. Itu suara siapa?' Yixing gelagapan.

"A-anu..i-itu suara.." Yixing berpikir keras.

"S-suara tukang apel! Ah iya,tukang apel!"

'Ooh.. Mama kira suara apa.." Yixing terkekeh. Ia dapat mendengar derap langkah seseorang yang sepertinya ingin memasuki kamarnya. Ia buru-buru berlari kearah pintu kamar dan membukanya.

"Xingㅡ " , "hustt" Yixing membekap mulut Suho dan membawanya masuk kedalam kamar.

"Aku sedang menelpon Mama ku" bisik Yixing sambil menjauhkan ponselnya. Suho membulatkan bibirnya.

'Yixing? Kau masih disana?' Yixing buru-buru mendekatkan kembali ponselnya ketelinga nya.

"Masih kok,Ma.. A-anu,tadi aku sedang mencari uang untuk membayar apel-apel yang kubeli,hehe"

'Ooh begitu ya? Kkk~,baiklah. Mama matikan ya teleponnya? Jaga dirimu baik-baik ya,sayang' Yixing tersenyum kecil.

"Iya,Mama. Pastii!" Yixing dapat mendengar suara Mama nya yang sedang terkekeh.

'Baiklah, Bye,sayang..' , "bye,Mama,mwah!"

Yixing tersenyum lalu mematikan panggilan itu. Ia kemudian meletakkan handphonenya dikasurnya. Suho menatapnya heran.

"Mama mu?" ,hanya itu yang keluar dari mulut Suho.

"Ya begitulah" Suho menganggukkan kepalanya.

"Ini,kubawakan apel untukmu" Suho menyerahkan seplastik apel kepada Yixing. Yixing tersenyum sumringah. "Wah...terimakasih,Suho~" Yixing mengambil plastik yang berisi apel itu dan membukanya.

"Eits.." Yixing menatap Suho heran. "...gimme a kiss" Yixing mendengus. Ia kemudian mengecup pipi kanan Suho. "Sudah. Berikan apel itu!" ,

"no no no,aku maunya disini,sayang" Suho menunjuk tepat dibibirnya. Pipi Yixing memerah. Ia dengan malu-malu mendekatkan wajahnya kewajah Suho dan mengecup bibir Suho.

"Nah,sudah kan?" Suho tersenyum. "Anak pintar.." Ia mengelus rambut Yixing lalu menyerahkan apel-apel itu. Yixing tersenyum lebar lalu mengambil sebuah apel dan memakannya.

"Ohya,Sehun mana? Tumben kau kesini tanpa ada Sehun?" Tanya Yixing sambil mengunyah apelnya.

"Dia kutinggalkan dirumah.." Yixing membulatkan matanya.

"...karena dia tidur". Oo..tidur toh. Yixing melanjutkan kembali acara makan apelnya. Yixing berjalan kearah lemarinya dan mengambil sebuah selimut.

"Mau kau apakan selimut itu? Kau makan?" Yixing mempoutkan bibirnya.

Suho suka sekali ngelawak ,but garing. "Jelas tidak lah! Aku ingin menaruhnya saja disini, nah.. Lebih baik" ucap Yixing sambil menaruh selimut itu dikasurnya. Suho memutar bola matanya lalu berbaring dikasur Yixing.

"Kalau aku tidur denganmu..pasti nyaman sekali" gumam Suho sambil menatap langit-langit kamar Yixing. Yixing membulatkan matanya.

"Ck,aku malas meladenimu" Suho tertawa. Tiba-tiba suasana menjadi hening.

"Xingie.." , "ya?"

"Bagaimana dengan rencana pernikahan kita?" sontak pipi Yixing memerah. Ia menundukkan kepalanya.

"p-pernikahan apa?"

"Pernikahan kambing dan anjing besok.." ,

"ya pernikahan kita lah,Yixing.." Ucap Suho gemas . Yixing menyengir tak berdosa."Ugh..bagaimana ya?" Gumam Yixing.

"N-nanti akan aku pikirkan" Yixing tersenyum kepada Suho. Suho ikut tersenyum.

.

.

Suho dengan terburu-buru memasuki kamar Sehun. Entah kenapa ia merasa sangat merindukan anak semata wayangnya itu sekarang.

"Hunnie?" Suho menatap Sehun yang masih tertidur pulas.

"Luhannie.." Gumam Sehun. Suho mengerutkan dahinya.

"Luhannie..thalanghaeyo~" Suho membelalakkan matanya. Ck,Sehun mengigau rupanya. Suho menyeringai jail.

"Nada saranghae,Hunnie~" bisik Suho. Sehun tiba-tiba terbangun.

"A-appa?" Suho tersenyum. "Ya?" Sehun mempoutkan bibirnya.

"Appa! Thehun tadi mimpi beltemu Luhan loh!" Suho terkekeh.

"Appa tau kok.."

"Appa tau dalimana? Memangnya Thehun thudah kathih tau ya?" Suho menggeleng. "Appa tau segalanya,sayang" Sehun menatap Suho tak percaya.

"Thehun tak pelcaya" Suho terkekeh pelan lalu mengacak rambut Sehun.

"Appa, Thehun mau mandi dulu ya" Suho tersenyum. "Oke,jangan lupa sabunan" , "thiap,Appa!" Suho mengulum senyumannya lalu mengambil ponselnya.

.

.

Esoknya, Yixing menghampiri Suho yang ada diruangannya.

"Suho.." Panggil Yixing.

"Ada apa?"

"Tentang pernikahan kita.." , "aku mau kok"

Suho menatap Yixing dengan mata yang berbinar.

"Serius,Xing?" Yixing mengangguk malu-malu. Suho tersenyum lebar lalu mengecup lembut bibir Yixing. "Aku mencintaimuu~"

"Aku juga" jawab Yixing malu-malu kucing. Suho tersenyum lalu menggesekkan hidungnya kepipi Yixing.

Suho menangkup kedua pipi Yixing yang kini merona. Ia tersenyum lalu mencium ujung hidung Yixing,kemudian turun kebibir ranum Yixing. Ia mencium bibir itu dengan perlahan. Menghisap bibir bawah Yixing dan sesekali menjilatnya. Yixing melenguh ketika Suho mengigit bibirnya. Ia mendorong tengkuk Suho agar memperdalam ciumannya. Saliva mengalir diujung bibir Yixing. Keduanya tak memperdulikannya.

Suho mulai membuka kancing kemejanya sendiri.

Suho menurunkan ciumannya sebelum...

TOK TOK TOK!

Yixing sontak terkejut dan menghentikan kegiatannya. Suho pun ikut menghentikan kegiatannya.

"Ck,mengganggu saja"

Yixing menatap Suho yang terlihat sexy sekarang. Rambut hitamnya yang acak-acakkan,kemejanya yang sudah terbuka dan menampilkan dada bidang dan absnya. Yixing menelan salivanya.

Suho berdiri kemudian berjalan kearah pintu.

"S-suho.. K-kancing kemejamu" Suho menoleh kearah Yixing. "Kancingkan,Xingie" Yixing menggigit bibirnya lalu mengulurkan tangannya untuk mengancingkan kemeja itu. Yixing pun mengancingkan kemeja Suho dengan perlahan.

"Suho sajangnim, apakah kau didalam?" Terdengar suara Xiumin dari luar.

"Iya,tunggu sebentar" Suho langsung berlari kearah pintu.

"T-tiga kancing lagi" gumam Yixing.

"Ada apa,Xiumin?" Xiumin menatap Suho. Hm,lebih ke kemejanya maksudnya.

"Kemejamu kenapa?" Suho menatap kemejanya. Dia menepuk dahinya lalu mengancingkan kemejanya. Xiumin mengerutkan dahinya.

'Jangan-janganㅡ'

"Xiumin,ada apa?" Tanya Suho membuyarkan pikiran Xiumin.

"E-em.. Aku mencari map yang berisi berkas-berkas kemarin" Suho membulatkan bibirnya.

"Sepertinya tak ada diruanganku. Coba kau cari ditempat lain"

"Baiklah,Suho sajangnim. Terimakasih" Suho mengangguk lalu masuk kembali keruangannya. Ia melihat kearah Yixing yang sedang membetulkan bajunya. Suho tersenyum miring dan mendekatkan dirinya kearah Yixing.

"Tak ingin dilanjutkan,eoh?" Tanyanya sambil memeluk Yixing. Pipi Yixing langsung memerah.

"Kau ini!" Yixing mendorong bahu Suho dengan malu-malu. Suho tertawa kecil.

-xoxo-

DDRRTT..

"Yeobseo?"

'Suho? Ini eomma'

"Eomma? Ah,aku sangat merindukanmu. Apa kabarmu dan appa?"

'Eomma juga sangat merindukanmu,sayang. Kabar kami baik-baik saja. Eomma ada kabar baik untukmu'

"Hm..baguslah. Kabar baik apa,eomma?" Tanya Suho sambil mendudukkan dirinya disofa empuknya.

'Kau akan memiliki calon istri baru,sayang' . Mata Suho membulat.

"Apa?! Calon istri baru?!"

.

.

Tbc dulu atuh


.

.

Maap baru update,hehehe.

Gimana chap ini? Maap kalo jelek.

Please kasi comment,kritik dan saran ya^^

Thankchu;*