Yeojakoria23
Title : Eomma Bogoshippeoyo
Main cast : SULAY,SLIGHT : HUNHAN
Disclaimer : Cast milik Tuhan YME dan emak bapanya
Happy reading😄
"APA?! Calon istri baru?!"
'iya sayang. Memangnya kenapa?' Suho terdiam sambil menatap vas bunga didepannya.
Yaampun,bagaimana bisa ia meninggalkan Yixing demi calon istrinya.
'suho?kau masih disana?' Suho masih terdiam mendengar suara eommanya.
'YAK!SUHO KIM!' namja itu terkejut mendengar suara eommanya.
"Y-ya.."
'Besok lusa eomma akan ke Korea dan membawa calon istrimu. Tenanglah,dia yeoja baik-baik dan cantik seperti boneka barbie. Eomma tidak terima penolakan!'
"Y-yak,tapi.."
tut..tutt..tutt..
Panggilan itu ditutup secara sepihak oleh Nyonya Kim. Suho mendesah frustasi
Bagaimana bisa eommanya masih berpikir untuk menjodohkannya kembali saat dia sudah duda seperti ini? Hah,ini gila.
Yixing menyisir rambutnya yang kini berwarna hitam. Ia tersenyum melihat wajah cantiknya dipantulan cermin.
"ah..betapa senangnya aku" Yixing tersenyum lagi.
"Hei,lihatlah aku. Diajak menikah oleh bosnya sendiri" Yixing memulai monolognya.
"Kami saling mencintai" lanjutnya.
"Oh,Tuhan..apakah ini mimpi?" Yixing menangkup kedua pipinya. Ia tersenyum bahagia.
"ah,sudahlah. Sebentar lagi aku harus kekantor" ucap Yixing semangat lalu berdiri da keluar dari kamarnya.
.
.
Suho duduk terdiam sambil menatap kosong cangkir yang berisi kopi hitam didepannya. Perasaan Suho sekarang sedih,takut,kecewa ah semuanya bercampur menjadi satu.
CKLEK...
"Suho.." suara ceria Yixing menghiasi ruang kerja Suho. Senyum Yixing memudar ketika melihat Suho yang sedang menatap kosong cangkir kopi didepannya.
"Suho?",Yixing berjalan kearah Suho dan duduk didepannya.
"hei..." ia menepuk pelan pipi kedua pipi pria itu.
"Eh?" Suho akhirnya tersadar dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Y-yixing?", Yixing tersenyum lebar.
"Selamat pagi,Suho!" Sapa Yixing ceria. Suho tersenyum tipis
"Y-ya,selamat pagi juga,Yixing" balas Suho kaku. Yixing menatap Suho heran.
Tak seperti biasanya dia seperti ini, batin Yixing heran.
"Kau kenapa?" Tanya Yixing. Suho hanya menggeleng pelan. Yixing tersenyum tipis.
"Ah syukurlah. Kau seperti mayat hidup tadi" celetuk Yixing sambil tersenyum. Suho membalas senyuman Yixing dengan senyuman agak terpaksa.
"Kenapa dasimu tidak rapi seperti ini,hm?" tanya Yixing sambil mencoba membetulkan dasi Suho. Suho terdiam sambil memperhatikan Yixing yand sedang membetulkan dasinya. Ia merasa sedih. Ia tidak ingin Yixing membencinya, ia tidak ingin Yixingㅡ
"Chaa..sudah selesai. Kalau seperti ini kan lebih rapi" ucap Yixing sambil menepuk dada Suho. Suho tersadar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"a-ah,iya kau benar" Yixing tersenyum lalu berdiri.
"H-hm,tentang pernikahan kita..." ucap Yixing sambil menundukkan kepalaanya. Pipi nya merona samar.
DEGGG...
'oh tidak. Dia akan membahas itu' batin Suho panik.
"A-aku..."
"Eum,Yixing.. aku mau ke toilet sebentar,ya. Kebelet nih,hehe" potong Suho sambil nyengir lalu berlari kearah toilet. Yixing menatap kepergian Suho dengan raut wajah bingung.
"Kok Suho aneh sekali hari ini" gumam Yixing pelan.
Yixing mendudukkan dirinya dikursi.
"Hahh.. aku merindukan Sehun" gumamnya pelan.
"Suho kemana,ya.." ia melihat ke kanan,ke kiri,kedepan,kebelakang dan seluruh arah sudah dia lihat tapi hasilnya nihil.
"ck,padahal ini kan sudah masuk jam makan siang" Yixing berdecak kesal sambil menopang dagunya.
Yixing menghembuskan nafasnya pelan lalu mengambil buku menu yang ada dimeja.
"Persetan dengan menunggu. Lebih baik aku makan sendiri saja!" Ucap Yixing kesal lalu membolak-balik buku menu dengan kasar.
.
.
"Appa.. mana Yicing eomma?" Tanya Sehun sambil menatap appanya yang dengan memakan makan siangnya dengan ogah-ogahan.
"ck,diam dan habiskan makan siangmu!" Bentak Suho. Sehun tersentak dan menundukkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca.
Ia kemudian mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia didepannya.
'Appa jahat!' batinnya.
Suho sedikit melirik kearah Sehun yang masih menundukkan kepalanya. Ia menjadi merasa bersalah.
'maafkan Appa,Sehun' batin Suho sedih.
TOK TOK TOK...
"ya,masuk" ucap Suho singkat.
CKLEKK..
"Annyeong,oppa!" Suho mengerutkan dahinya. Kemudian ia melihat kearah pintu.
"N-nuguya?" hanya itu yang keluar dari kedua belah bibir Suho.
Terlihat yeoja berkulit putih dan berwajah cantik didepan pintu ruang kerjanya.
Yeoja itu mengenakan dress berwarna merah dipadukan slingbag kekinian berwarna cokelat.
"Nuguya?" Suho mengulang pertanyaannya tadi. Yeoja itu mempoutkan bibirnya.
"Aku Irene,Oppa! Calon istrimu!"
PRANGGG...
"A-apa?"
"Y-yixing?!" Suho melonjak kaget ketika melihat Yixing yang sudah berada didepan pintu. Cangkir yang berisi kopi itu terjatuh dengan cantiknya. Irene mengerutkan dahinya.
"K-kau.." Yixing merasa matanya sudah berkaca-kaca.
Tes...
Setetes airmata terjatuh dari mata cantiknya. Ia pun menggeleng tak percaya lalu berlari keluar dari ruang kerja Suho. Suho terkejut dan langsung berdiri. Berniat mengejar Yixing.
"Eits...oppa mau kemana,hm?" Irene menarik tangan Suho.
"Diam,yeoja sialan! Gara-gara kau,Yixing jadi salah paham!" Bentak Suho lalu menarik tangannya dan berlari mengejar Yixing.
.
.
"Y-yixing! Tunggu!" Teriak Suho. Yixing tak peduli. Ia terus berlari sambil terisak.
Suho mempercepat larinya dan...
Hupp...
Suho berhasil meraih tangan Yixing. Yixing mencoba melepaskan tangannya.
"Lepaskan aku,brengsek!" Suho terkejut mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut Yixing.
"Jangan pernah menyentuhku lagi! Jangan pernah menghubungiku lagi! Dasar pria sialan tak tahu diri!" Setelah mengucapkan itu, Yixing terisak. Badannya bergetar.
Suho terdiam.
"Y-yixing,a-aku.."
"Sudah diam!" Potong Yixing cepat.
"Aku sangat benci denganmu! Kau dengan seenak jidatmu mempermainkan perasaan seorang wanita. Kau memang tak punya hati, Tuan Kim" ucap Yixing dingin dengan mata dan hidung yang merah.
Suho tersentak mendengar ucapan Yixing. Sungguh,dia bukan pria seperti itu!
"T-tidak! yeoja itu bukan..."
"Bukan calon istrimu? Heh,kau pikir aku percaya,hah?!" Nada bicara Yixing meninggi.
"Sudah berapa banyak wanita yang kau calonkan untuk menjadi calon istrimu,hm?" tanya Yixing sarkastik. Suho menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya mencintaimu,Yixing!"
"Jangan membohongiku,bodoh! Asalkan kau tahu,aku bukan wanita bodoh yang seperti kau pikirkan!" Potong Yixig cepat. Emosinya sudah naik diubun-ubun. Yixing menahan tangisnya yang ingin pecah itu.
"Aku sangat kecewa denganmu" Yixing berkata dingin.
"Aku pikir kau adalah pria baik-baik ternyataㅡ"
"ㅡkau tak jauh beda dengan pria brengsek diluar sana" Yixing tersenyum pedih.
Suho menggelengkan kepalanya keras.
"Aku hanya mencintaimu,Yixing! Hanya mencintaimu!" Teriak Suho. Ia mencoba mencegah air matanya yang ingin keluar. Yixing tersenyum miring mendengarnya.
"hah?hanya mencintaiku katamu? Hahaha. Tarik ucapanmu dan lebih baik kau pergi dari hadapanku!" Bentak Yixing lalu membalik tubuhnya.
"D-dia hanya wanita pilihan eomma ku,Yi" , "aku sungguh tak mencintainya. Mengenalnya saja tidak.." lanjut Suho dengan lirih. Yixing sedikit menoleh kebelakang.
"Oh..kalau begitu..." Yixing menggantung kata-katanya.
"Menikahlah dengan wanita pilihan eomma mu itu. Lagipula wanita itu kan cantik,hahaha. Ya kan,Tuan Kim?" Tanya Yixing dengan nada sinis. Suho tidak menjawab. Yixing menatapnya tajam lalu hendak melangkahkan kakinya.
"Ohyaㅡ" Yixing lagi-lagi menggantung kata-katanya.
"ㅡkita batalkan saja ya rencana pernikahan kita. Kau bebas sekarang. Lupakan aku karena aku akan menghapusmu dari ingatanku,hatikuㅡ"
"ㅡbahkan aku tidak akan menganggapmu ada"
JLEBBBB
Hati Suho bagikan ditusuk beribu-ribu jarum. Sakit...sangat sakit. Suho meneteskan airmatanya.
"Y-yixing..." panggilnya lirih.
"Pergilah jauh-jauh dariku,Tuan Kim" setelah mengucapkam itu,Yixing langsung berlari pergi. Meninggalkan Suho yang masih menangis.
.
.
Yixing membuka pintu kamarnya dengan kasar lalu membanting tubuhnya dikasur.
"hiks...bodoh!" Yixing menangis sambil meninju-ninju bantalnya dengan brutal. Keadaannya benar-benar kacau sekarang.
"A-aku..." Yixing tak dapat melanjutkan kata-katanya. Ia akan menangis sepuas-puasnya malam ini.
Ia sangat tidak percaya kalau Suho mengkhianatinya.
Sangat tidak percaya.
Sangat
Ia berpikir Suho itu adalah pria baik-baik. Coba kau lihat wajah Suho. Seperti malaikat bukan?
ck,sudahlah.
Yixing membenamkan wajah cantiknya dibantal.
DRRTTT...
Ponselnya bergetar tanda panggilan masuk. Yixing menoleh kearah ponselnya yang tergeletak disampingnya.
My Suho is calling
Yixing menggeram kesal lalu membanting ponselnya.
"Buat apa sialan itu menelpon ku!" Teriaknya kesal. Yixing sangat lelah sekarang.
Lelah untuk semua ini. Yixing mengabaikan ponselnya yang terus bergetar.
Ia akhirnya menutup matanya dan terlelap.
.
.
Suho menatap cemas ponselnya.
'nomor yang anda tuju sedangㅡ'
"ARGGHH!" Suho mendesah frustasi lalu melempar ponselnya sembarang arah. Peduli setan kalau ponselnya rusak.
"Apakah dia benar-benar marah,ya?" Tanya Suho entah pada siapa. Ia membanting tubuhnya kesofa empuknya.
"Bodoh! Ya pasti dia sangat marah!" Suho memijat pelipisnya frustasi.
CKLEKK...
"Suhㅡ"
"ㅡyaampun Suho... kenapa kamarmu seperti kapal pecah seperti ini ?" Suho mengabaikan yeoja paruh baya itu. Ya,ia tahu kalau yeoja itu adalah eomma nya. Eomma nya mulai membereskan kamarnya itu.
"eomma.. eomma puaskan sudah membuat wanita yang kucintai pergi meninggalkan ku?" Tanya Suho dengan suara lemah. Nyonya Kim mengerutkan dahinya.
"Apa maksudmu,sayang?" tanya Nyonya Kim heran.
"Aku tahu eomma pasti sangat senang" Suho tersenyum pahit.
"Kau menghancurkan cinta ku,eomma" Suho lagi-lagi tersenyum pahit. Nyonya Kim mengerutkan dahinya.
"Bukankan kau mencintai Irene,sayang?" tanya Nyonya Kim sambil mengelus rambut anaknya.
"TIDAK,EOMMA! TIDAK! A-AKU BAHKAN tidak mengenalnya.." Suho melemah dan terisak. Ia terlihat seperti orang terlemah didunia sekarang.
"Bukankah kemarin dia menemuimu di ruang kerja mu? Dia teman kecilmu,nak!" Nyonya Kim mengelus-ngelus punggung Suho. Suho menggigit bibir bawahnya.
"Aku tidak mengenalnya,eomma! Aku hanya mencintai Yixing!" Suho benar-benar kacau. Ia tidak dapat mengontrol emosinya sekarang. Nyonya Kim berdiri.
"Yixing siapa lagi,hah?! eomma tidak setuju kalau kamu menikah dengan orang yang tidak eomma kenal!" Suho mengepalkan tangannya. Dengan beraninya dia menjawab.
"Aku juga tidak setuju kalau aku harus menikah dengan orang yang tidak aku kenal!"
Nyonya Kim menggeram.
"Pokoknya aku tidak mau menikah dengan Irene! Dia masih muda,ma. sedangkan aku? Umurku sudah mau masuk kepala 3!" Suho benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya sekarang.
"Hentikan semua ini,eomma.." ucap Suho lirih. Nyonya Kim menatap putranya yang terlihat rapuh. Ia sangat merasa kasihan.
"Baiklahㅡ"
CKLEKK..
"sayang..." Tuan Kim masuk kedalam kamar Suho. Suho dan Nyonya Kim menoleh kearah pintu.
"H-hei,kenapa Suho menangis?" Tanya Tuan Kim lalu mendekat kearah Suho dan Nyonya Kim.
"Diaㅡ"
"ㅡya ya, Appa tahu kamu akan menikah lagi sampai kamu jadi terharu seperti ini. Jangan menangis dong" Tuan Kim menepuk keras pundak Suho. Suho terdiam.
"Ada apa,Appa?" Tanya Suho. Tuan Kim berdehem.
"Ada Irene dan keluarganya diruang tamu" ucap Tuan Kim sambil tersenyum.
"Ohya? Ah sepertinya pernikahan ini memang harus dilaksanakan" ucap Nyonya Kim lalu keluar dari kamar Suho dan diikuti dengan Tuan Kim.
"Hei,nak! Ayo!" Suho menoleh kearah Appanya. Ia menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar.
.
.
"Haii Suho.. duh,makin tampan saja ya" ucap Victoria ㅡeomma nya Irene. Suho tersenyum tipis menanggapinya. Nyonya Kim tersenyum.
"Irene juga sekarang cantik sekali.." Nyonya Kim mencubit pelan pipi Irene.
"ah,ahjumma bisa saja.." Irene tersipu malu. Suho yang melihatnya langsung memutar bolamatanya malas.
'menjijikan sekali' batin Suho.
"Hei,nak! Kau tak ingin mengajak Irene jalan-jalan dirumah ini dulu,eoh?" tanya Nyonya Kim sambil menepuk pundak Suho pelan. Suho menoeh kearah eomma nya.
"Sepertinya aku tidak enak badan. Aku kedalam dulu,ya" ucap Suho lalu berjalan kearah kamarnya. Nyonya Kim tersenyum tidak enak kepada keluarga Irene.
"Duh,Suho emang seperti itu. Sepertinya dia masih malu dengan Irene" ucap Nyonya Kim.
.
.
Suho membuka pintu mobilnya untuk Sehun. Ia lalu menggendong anak semata wayangnya itu.
"Appa..." panggil Sehun takut-takut.
Yang benar saja,Appa nya akhir akhir ini sangat galak dan sering membentaknya.
Suho menoleh kearah Sehun dan menatapnya lembut.
"Ya,sayang?" Sehun menatap Suho dengan mata yang berbinar.
"A-appa tidak malah dengan Thehunnie lagi?" Tanya Sehun tak percaya.
"Sejak kapan appa marah dengan Sehunnie,hm?" Suho mengecup kening Sehun lembut lalu berjalan di lobby kantornya.
"annyeong, Presdir Kim dan... Presdir muda Kim?" Sapa Taeyong lalu tertawa kecil. Suho ikut tertawa kecil.
"Sudah lama tidak bertemu. Apa kabarmu,Taeyong-ah?" tanya Suho sambil menepuk pundak Taeyong. Taeyong tersenyum.
"Baik, Tuan Kim. Kau sendiri? Ughhh... putramu lucu sekalii" Taeyong mencubit pipi Sehun gemas. Sehun mengaduh sakit lalu mempoutkan bibirnya lucu.
Suho tersenyum.
"H-hm,ya. Kabarku baik kok" ucap Suho sedikit...err..ragu mungkin?
Taeyong tersenyum lebar.
"Syukurlah. Hei?bolehkah aku mengajak putramu jalan-jalan?" Tanya Taeyong gemas.
"Boleh saja" Suho memberikan Sehun ke Taeyong. Sehun memberontak.
"Huaa... Thehun tidak mau thama om jelek iniiiii..." Suho terkekeh. Taeyong tidak terima dibilang jelek.
"Hei,aku tampan tau. Bukan sepeti Appa mu. Jelek banget" Suho melotot garang kearah Taeyong. Masa sudah tampan seperi ini dibilang jelek banget?
"Aniya! Thuho Appa thangat tampan! Om thaja yang jelek!" Sehun pun tidak terima Appa nya dibilang jelek. Kalau Appa nya jelek. Dia juga jelek dong? Eits,tidak bisa.
Taeyong memutar bola matanya malas.
"Dasar. Kalian pasti sudah bersekongkol" Sehun terkikik.
"Yathudah,ayo kita jalan-jalan!"
.
.
Suho memasuki ruang kerjanya sambil membawa secangkir kopi kitam.
Ia kemudian duduk dan mulai menyesap kopinya.
"Hm..." gumam Suho lalu membuka laptopnya.
Cklekk..
"ehm..permisi,sajangnim"
"Ya,ada apa, Xiumin?" Tanya Suho tenang. Xiumin mengigit bibir bawahnya ragu.
"A-anu..t-tadi Yixing menelpon ku.." mata Suho langsung membulat ketika mendengar nama Yixing.
"Yixing? Dia kenapa?" Potong Suho cepat dan terkesan tidak sabaran.
"D-dia..."
"Dia kenapa,Xiumin!" Desak Suho.
"D-dia..dia ingin berhenti bekerja disini" Dengan berat hati Xiumin mengatakan hal itu.
Mata Suho membulat.
"APAA?!"
.
.
Tbc.
HELLAW READERSNIM? PAKABAR,HM?
masi inget pan sama gue? Duh kumohon jawabnya 'masihhhh'
senengin author kek sekali-sekali:")
.
.
CIEH YANG LAGI UN.. YANG LAGI UN MANA SUARA ANUNYA(?) *krikkrikkrik
YANG LAGI UN MANGATS YA,wkwk.
Oya,maap klo chap kali ini ngebosenin,failed,aneh,gaje,kurang panjang/?,dll.
Maapkeun,maapkeun..
LAGI BADMOOD BGT BRUH. makanya,semangatin author dums. Kasi review kek apa kek. Tiket konser esenesdi yang bentar lg mo konser di INA kek,heheheheh.
Jangan lupa kasi kritik,kretek(?) dan sarannya ya🙏
GOMAWO MIANE SARANGEE
