"Hei Zhang"

Yixing makin membelalakkan matanya ketika mendapati seorang yeoja yang sedang berjalan mendekatinya sambil menyeringai.

"Sudah bangun,hm?"

"I-irene?"


EOMMA BOGOSHIPPEOYO chapter 7

Please enjoy this ff:)

happy reading chinguya😊

.

.

"I-irene?" Yixing menggertakkan giginya

"Apa yang kau lakukan padaku! Kenapa kau mengikatku seperti ini,sialan!" umpat Yixing sambil menggerakkan badannya.

Irene tertawa jahat.
"Apa yang ku lakukan kepadamu? Hahaㅡ"

"ㅡtentu saja aku akan menyingkirkanmu, cantik" bisik Irene lalu tertawa kembali bak iblis.

"Lepaskan aku,sialan!" teriak Yixing murka.

"Oh? Melepaskanmu? Baiklah-baiklah" Irene menyeringai lalu mengeluarkan pisau lipat dari jaketnya.
Yixing meneguk ludahnya dengan susah payah.

"Sialan" umpatnya lancar.

Yixing mulai berpikir sejenak.
"Baiklah,apa mau mu?" tanya Yixing melemah.
Irene tersenyum miring.
Sungguh,ia tak begitu bernapsu untuk membuhuh makhluk didepannya ini.
"Aku hanya ingin.."
"..kau pergi dari kehidupan Suho oppa-ku!" teriak Irene. Yixing tersenyum miring.
"Baiklah, cantik. Kalau itu mau mu. Kau pikir aku memiliki hasrat untuk berdekatan dengan Suho oppa-mu itu?ㅡ"

"ㅡtidak,cantik" ucap Yixing memulai permainannya.

Irene tersenyum kemenangan.
"Baguslah kalau begitu"
"Nah,lepaskan ikatan ini dulu. Jika tidak,Suho oppa-mu pasti akan datang menyelamatkan ku dan membawaku kepelukkannya lalu membentakmu,cantik" Yixing mengeluarkan smirk nya. Irene geram medengar nya. Dengan ogah-ogahan ia membuka ikatan tali itu.

Yixing tertawa dalam hati.

'Dasar yeoja bodoh! Makan cintamu itu!'

Setelah melepaskan ikatan tali itu, Yixing mengurut sebentar tangannya sebelum menghajar gadis didepannya ini.
"Sudahkan?! Jadi setelah ini,pergilah dari kehidupan Suho oppa!"
Mendengar itu, Yixing tertawa keras. Irene mengerutkan dahinya. Ia merasa was-was. Ia mengacungkan pisau lipatnya kewajah Yixing.
"Haha, hei anak kecil. Umurmu itu berapa sih? Dasar bodoh!.."
"..telan mentah-mentah cinta mu itu!" ucap Yixing remeh.
"Apa maksudmu,sialan!" teriak Irene emosi sambil makin mengacungkan pisau lipatnya.

"Hust..tidak perlu bermain dengan alat ini" Yixing menurunkan tangan Irene. Irene geram. Tiba-tiba hasrat untuk membunuh Yixing memuncak.
Dengan cepat ia menggoreskan pisau lipat itu ketangan Yixing.
Yixing memekik kesakitan.

"Shit! Ingin bermain kasar rupanya,hm?" Yixing dengan cepat mendorong Irene. Irene terjatuh. Pisau lipatnya terjatuh entah kemana.

Yixing menyeringai. Dia mengambil handphonenya dijaketnya.

'Bodoh. Dia menculikku,tetapi tidak memeriksa apa yang terdapat dalam pakaianku'

Ia membuka aplikasi voice recorder lalu mulai memasukkan kembali handphonenya kesaku jaketnya.

"Ingin bermain dengan ku rupanya"
Yixing menjambak rambut Irene kasar.
"Arghh!"
"Sakit bodoh!" teriak Irene.
Yixing tertawa.
"Sakit?" tanya nya lalu semakin kuat menjambak rambut Irene.
"Keluarkan lah sifat busukmu itu sebelum kau menjadi istri Suho,jalang!"teriak Yixing emosi.

"HARTA HARTA DAN HARTA! HANYA HARTA YANG KAU DAN KELUARGAMU PIKIRKAN!" bentak Yixing tak terkendali. Irene tertawa.
"Ya,aku memang busuk seperti apa yang kau katakan. Tapi,lihatlah wajah polosku ini. Nyonya Kim saja percaya kepadaku. Dan aku berhasil membuatnya membencimu,hahaㅡ"

PLAKK!

Yixing menampar keras pipi Irene.
"Kau harus cepat disingkirkan,bitch!" Teriak Yixing. Ia mengambil pisau lipat yang tergeletak agak jauh dari nya.

Ia lalu mencondongkan pisau itu kedepan wajah Irene.
"Kau tahu? Aku lebih handal bermain dengan pisau dibanding dirimu" Ucap Yixing sambil memainkan pisau lipat itu. Irene menelan ludahnya kasar.
Entah kenapa ia mulai takut.

Yixing semakin menyeringai tatkala melihat wajah ketakutan Irene.
"Hei,bocah. Kenapa wajahmu pucat,hm? Katakan pada ahjumma" Yixing mengangkat dagu Irene.

"Bitch" umpat Irene.

Yixing tertawa.
"Aku bisa mendengar itu, Irene" Yixing memainkan kembali pisau lipat itu didepan wajah Irene. Wajah Irene semakin pucat.

"Merasa takut,eoh?" Yixing tertawa keras. Irene menggertakkan giginya.

"Sudah cukup!" teriak Irene.

"Jangan sakiti aku!"
Yixing terkekeh.
"Aku tak berniat menyakitimu kok.."
"..jadi,apa maumu? Kau benar mencintai Suho-ku,hm?" tanya Yixing sambil memainkan pisau lipat itu.

"Ya,aku mencintai Suho oppa. Hei! Dia Suho oppa-ku! Dia bukan milikmu!"teriak Irene emosi. Yixing terkekeh.

"Mencintai nya? Apakah kau yakin?" tanya Yixing sekali lagi sambil mengacungkan pisau lipat itu kearah Irene.
"I-iya. Aku mencintai dia dan hartanya. Oh lihatlah dia, Yixing. Dia sangat tampan dan kaya. Mungkin kau juga mencintainya karena dia sangat kaㅡ"

PLAKKK!

Irene memekik kesakitan.
"Jangan kau pikir aku ini serakah sepertimu,bitch" ucap Yixing dingin.

"Aku mencintai Suho dengan tulus. Tidak sepertimu. Aku mencintai Sehun juga. Ia sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Sedangkan kau?apakah kau pernah menggendong dan memanjakan Sehun?"

Hell,boro-boro menggendong dan memanjakan, menegur saja tidak pernah.

Irene diam.
"Aku tahu jawabannya tidak. Apakah Suho pernah mendekatimu? Memelukmu? Menciummu?" Yixing menyeringai ketika mengucapkan kalimat itu.

"Tidak. Itu semua karena kau Zhang Yixing!" teriak Irene marah. Ia tidak terima kalau Yixing sudah pernah dipeluk dan dicium oleh Suho oppa-nya.

Yixing terkekeh geli.

"Ugh kasihan sekali ya. Cintamu bertepuk sebelah tangan,cantik" Setelah mengucapkan kalimat itu, Yixing tertawa.

Irene semakin geram.
"Apa mau mu,sialan!" Teriak Irene muak.

"Hustt.. tidak perlu berteriak seperti itu" ucap Yixing lalu tersenyum miring.

"Aku tidak ingin apa-apa kok. Jangan pernah ganggu aku lagi! Kalau sampai hal ini terjadi lagi,benda ini takkan segan-segan memotong leher mulusmu ini" Yixing menunjukkan pisau lipat itu.
Yeoja itu lalu keluar dari ruangan gelap itu meninggalkan Irene.
Irene menyeringai.
"Terimakasih atas kerja sama mu,Yixing" gumamnya lalu tertawa bak iblis.

.

.

Suho menghembuskan nafasnya kesal.
Yixing tidak masuk-masuk juga.
Ia jadi khawatir.
Khawatir dengan keadaan Yixing dan juga khawatir denganㅡ

keputusan Yixing

Suho makin mengacakkan rambutnya frustasi.

"Oppa!"

'Suara yeoja gila itu' ucap Suho dalam hati.

Yeoja gila itu masuk kedalam ruangan Suho.

Matanya membulat ㅡsok lucu.

Suho menatapnya jengah.

"Ish,kenapa rambutmu berantakan,oppa?" Tanya Irene lalu mencoba membenarkan rambut Suho. Suho menghindar.

"Jangan sentuh aku" ucap Suho dingin.
Irene memandang Suho gemas.

'Sebentar lagi kau akan jatuh kepelukanku,sayang' bisik Irene dalam hati.

Irene mengerucutkan bibirnya.

"ishh! Oppa jahat! Aku kan calon istrimu!"

CKLEKK..

Pintu terbuka. Masuklah seorang yeoja berpakaian rapi.
Mata Suho berbinar ketika melihat yeoja itu.
"Y-yixing.." Ia berdiri lalu hendak mendekati Yixing. Tetapi Irene menarik tangannya. Berniat memanas-manasi Yixing.

'Kaulah yang akan kupanasi,bitch' batin Yixing.

"Eum..oppa,dasimu tidak rapi" Irene mencoba mengalihkan perhatian Suho.

Suho tak memperdulikannya.
Yixing menatap keduanya malas.
"Apakah aku salah masuk ruangan? Ku pikir ini ruangan Presdir Kim" ucap Yixing sarkas.
Suho membulatkan matanya.
"Y-ya,ini ruangan ku. Hei! menjauh dariku!" bentak Suho kepada Irene yang berusaha bergelayut manja dilengannya.
Yixing tersenyum miring.
"Lucu sekali ya calon istri anda, Presdir Kim" komentar Yixing. Suho menatap Yixing seolah mengatakan 'Yixing please'

Suho menghempaskan tangan Irene lalu berjalan mendekati Yixing. Ia mendorong Yixing dan menghimpitkannya kedinding.
Irene membulatkan matanya dan menutup mulutnya kaget.

'Shit! Aku saja belum pernah sedekat itu dengan Suho oppa!' batin Irene geram.

Yixing tertawa dalam hati melihat ekspresi wajah Irene yang terbakar api cemburu.
Suho menatap matanya.
"Yixing..aku mohon maafkan aku. Maafkan aku.." ucap Suho sedih. Yixing mendorong pelan pundak Suho agar memberi jarak diantara keduanya.

"Maaf Presdir Kim. Tangan saya sakit. Jangan menghimpit tubuh saya" ucap Yixing. Sengaja ia keraskan agar Irene mendengar. Suho melihat kearah tangan Yixing. Yang benar saja,tangan kanannya diperban.
"Astaga Yixing! Siapa yang berani menyakitimu? Akan ku enyahkan dia,katakan padaku!" Yixing menatap Irene dengan tatapan kemenangan.
"Seperti nya calon istri anda tahu siapa yang menyakiti saya,Presdir Kim" ucap Yixing sambil menatap Irene. Ia menyeringai puas.
Irene meneguk ludahnya susah payah.
Suho pun melihat kearah Irene. Tangannya mengepal.

"A-ah,o-oppa..d-dia berbohong! Aku tidak melakukan apa-apa" ucap Irene susah payah.

'AKAN KU TENDANG KAU DARI BUMI,ZHANG YIXING!' teriak Irene dalam hati.

Wajahnya memerah karena menahan amarah.
"Sudahlah. Aku muak denganmu. PERGI DARI RUANGAN KU!" bentak Suho tepat didepan wajah Irene.
"t-tapi, oppa.."
"KELUAR!"
Yixing tertawa puas dalam hati.

Irene berjalan dengan kesal.
"Akan ku adukan ke Nyonya Kim!"

.
.

"APA?!" teriak Nyonya Kim.
"Sialan,berani-beraninya ia mendekati anakku!" Irene menganggukkan kepalanya.
"Itu benar,ahjumma. Ia sempat menggoda Suho oppa" Irene masih mencoba memanas-manasi wanita paruh baya itu.

"Lalu,yeoja genit itu mendekatkan wajahnya ke wajah Suho oppa! astaga,aku terkejut dan segera menarik yeoja genit ituㅡ"
"ㅡberani-berani nya dia ingin mencium Suho oppa-ku. Aku saja tidak pernah berpikiran seperti itu kepada Suho oppa" ucap Irene penuh dengan kemunafikkan. Nyonya Kim semakin geram.
"Sudahlah! 2 hari lagi kalian akan menikah! jadi,persiapkanlah diri kalian" Irene menyeringai puas.

'Kena kau,Suho Kim'


WEDDING PARTY

KIM JOONMYEON & BAE JU HYEON

SATURDAY, the first of January

at Seven o'clock in the evening

Yixing menatap nanar kertas undangan itu.

Hatinya makin hancur.

Kenapa?

Kenapa harus dia yang berjuang?

Kenapa bukan Suho?

Kenapa Suho tidak mengajaknya kabur saja dari Korea,kenapaㅡ

tes..

Air mata yang tak dapat dibendung lagi itupun keluar dari mata cantik Yixing. Yixing terisak.

Punggungnya bergetar.

"H-hiks.."

"Wae, Suho-ya? WAEE!" Yixing berjerit frustasi lalu mengacak rambutnya.

Suho membuat hidupnya berantakan sekarang.

Mengurus Sehun

Berciuman karena Sehun

Ucapan mesum Suho

Diajak menikah

Dan..

..diajak menghancurkan sebuah pernikahan?

Ini gila.

Suho telah memberikan efek buruk pada kehidupan Yixing.

Yixing menggelamkan wajahnya dibantal. Sudah cukup!

Ia tidak tahan dengan semua ini!

Seharusnya Yixing tidak usah susah-susah masuk kedalam cerita rumit seperti ini.

Seharusnya ia juga tidak menerima kertas undangan itu. Kertas undangan sialan yang dengan sengaja diantar oleh Irene ke apartementnya.

Yixing menyesal tidak membunuh Irene saja pada saat itu.

Tapi.. jika ia membunuh Irene, bukankah masalahnya menjadi lebih besar?

Lagipula ia telah merekam semua omongan yang Irene katakan pada saat itu.

"Hentikan mimpimu untuk menjadi istri Suho, Irene-ah" gumam Yixing.


Suho menatap tajam eomma nya.

Sungguh,orang tua didepannya ini telah menguji kesabarannya habis-habisan.

Yap,hari ini adalah hari pernikahan Suho dengan Irene.

Izinkan aku untuk mengulanginya

Pernikahan Suho dengan Yiㅡ

Irene.

Suho tersenyum pahit.

Ia kemudian membayangkan kenangannya bersama Yixing

"Ya! Kau mesum sekali,eoh!"

Suho tersenyum geli ketika mengingat saat pertama kali Yixing menginjakkan kaki dirumahnya dan meminjam baju ganti.

"Aish! Kau annoying sekali!"

ㅡitulah kata-kata yang sering Yixing ucapkan kepadanya.

Suho tersenyum pahit lagi.

Mengingat tentang Yixing malah membuat dirinya semakin rapuh.

"YAK! SUHO KIM!"

Suho tersentak.

"Kau kenapa melamun,eoh?! Eomma daritadi bicara kau tidak mendengarkan,hah?! Dasar nakal!"

Suho meringis kesakitan saat Nyonya Kim menjewer telinganya.

"A-aduh,appo!"

Nyonya Kim mendengus kesal.

"I-iya aku dengarㅡ"

bohong.

Nyonya Kim menggelengkan kepalanya pelan lalu..

GREPP

"eomma tidak menyangka akhirnya kau akan mendapatkan istri baru dan Sehun akan mendapatkan ibu baru" ucap Nyonya Kim penuh haru sambil memeluk putranya erat.

Suho terenyuh.

Ia tidak menyangka eomma nya sebahagia ini melihatnya sebentar lagi akan menikahㅡ

lagi.

Suho terdiam.

"Sudahlah,ayo kita keluar,sayang" ucap Nyonya Kim lalu mengajak Suho keluar dari kamar.

.

.

Yixing mengetuk-ngetukkan jarinya dibibirnya.

Berjalan mondar-mandir.

'Kacaukan tidak ya,kacaukan tidak ya,kacaukan tidak yaㅡ' itulah kalimat bodoh yang terus keluar dari kedua belah bibir merah itu.

Hari ini adalah hari penikahan calon suaㅡ

oh ralat.

hari pernikahan mantan calon suaminya.

Yixing memejamkan matanya.

Ia sungguh tidak rela Suho menikah dengan orang yang salah.

Orang tampan dan baik seperti Suho harus menikah dengan orang yang tepat.

Orang yang tampan dan baik seperti Suho harus menikah dengan calon ibu yang tepat untuk Sehun.

Orang yang tampan dan baik hati seperti Suho harus menikah dengannyㅡ

ups.

Yixing meremas sprei kasurnya dengan kasar.

"Sialan! Aku benar-benar harus mengacaukan pernikahan itu!" Ucap Yixing final lalu keluar dari kamarnya.

.

.

TBC!


ANNYEONGGG~~

Gimana chapter kali ini? Apakah memuaskan? Ngeheheㅡ

Akankah Sulay bersatu?

ㅡapanya hayo yg bersatu heheheheh.#IYKWIM

Please jangan lupa review.

ini yang kemaren-kemaren minta next udh aku next-in loh. Fast update lagi.

Aku butuh bgt review dr kalian. Liat review dari kalian tuh..

..indah bgt.

please abaikan.

OKEH POKONYA JANGAN LUPA REVIEW YAA. SARAN/MASUKANNYA AKU TERIMA😊

.

.

dind.