PRECIOUS BUNNY
Disclaimer: BigHit, their family, and God. But, story is mine!
Pair: VKook
Genre: Romance, General, Drama
Rate: T
Summary: Namja cantik dan manis yang mempunyai sejuta pesona. Menyembunyikan rupa dan pesonanya dari kejamnya dunia. Dan dengan tak terduga, ia dijodohkan dengan seorang namja tampan berandalan yang kerap mengganggunya dan sangat membencinya!
Warn: [ALUR MAINSTREAM] [GAK JELAS] [SLASH, YAOI, HUMU, BOY X BOY] [DLDR YA! GAK SUKA JANGAN DIBACA] Pokoknya awas aja kecewa sama ficnya :"
Jungkook menggoyangkan kaki jenjangnya pelan. Mengerucutkan bibirnya lalu menatap Rolex hitam yang melingkar dengan manis di tangan kirinya. Huft... apa jangan-jangan orang itu tidak ingin bertemu dengannya?.
Tangannya meraih gelas plastik dengan logo The Min's yang berisikan Strawberry Milk kesukaannya. Menyesap minuman favoritnya lalu menghela napas entah untuk yang keberapa kalinya.
Ah, andaikan saja disini ada Changmin 2AM. Duduk di depan Jungkook dan ngobrol bersamanya. Tapi hal itu tidak mungkin terjadi, sekalipun ini adalah cafè milik artis tampan tersebut.
"Hei. Menunggu lama?"
Lamunan imajiner Jungkook terbuyarkan seketika saat suara husky seseorang menyapu gendang telinganya.
Dan saat ia berbalik, kedua onyx itu seketika membulat terkejut. Tak jauh beda, orang yang menyapanya barusan juga membelalakkan matanya tak kalah terkejut.
"T-Taehyung sunbae?!"
Taehyung tidak tahu mengapa dirinya bisa berakhir di atas bangku taman dengan si culun Jeon Jung Kook yang tengah terdiam sembari terus menghisap minumannya yang tinggal setengah.
Padahal, ia hanya mengiyakan permintaan kedua orang tuanya untuk bertemu calon tunangannya yang ia targetkan untuk menjadi partner one-night-standnya. Tapi, mengapa ia bertemu dengan si culun Jeon tersebut di Cafè ?. Dan ia tak mungkin salah orang karena meja yang diduduki Jungkook tadi adalah tempat yang telah ditunjuk oleh kedua orang tua nya dan sang calon tunangan.
Tunggu. Jangan bilang kalau Jungkook adalah...
"Heh. Kenapa kau bisa duduk di meja itu hah? Meja di sudut itu sudah dipesan oleh orang tuaku dan orang tua calon tunanganku agar kami bisa berbicara tentang pertunangan kami. Kenapa kau bisa duduk di sana? Apa kau tidak dilarang oleh pelayan Cafè?!"
Dan lagi-lagi, pemuda manis tersebut kembali membulatkan matanya lucu. Sayang, Taehyung tak pernah menyadari sisi manis dari seorang Jeon Jung Kook.
"Aku... disuruh eo-eomma untuk menunggu calon tunanganku disana. Aku tidak tahu kalau sunbaenim juga tengah menunggu calon tunanganmu disana. Maafkan aku"
Jungkook berdiri dari duduknya dengan cepat, lalu membungkuk sekilas ke arah pemuda tampan yang kini tengah menatapnya dengan pandangan shock.
"Yah! Apa kau mengenal Byun Baek Hyun?"
"Eo? Baekkie-eomma?"
"Eo-eomma?!"
"Nde. Baekkie-eomma itu teman eommaku"
Fuck! Kenapa?! Kenapa harus pemuda jelek culun tersebut?! Kalau seperti ini orangnya, Taehyung tidak akan sudi menikahinya. Apalagi melakukan one-night-stand dengan Jungkook. Tidak sudi.
"Aku tidak akan menikahimu, Jeon. Jadi jangan berharap"
Taehyung menatap Jungkook datar dan segera pergi sembari menendang kerikil-kerikil kecil yang berada di jalanan kota. Meninggalkan si manis Jeon yang tengah memiringkan kepalanya bingung. Dan sedetik kemudian, kedua onyxnya berkilat, hendak menumpahkan air mata.
"Su-sunbaenim!"
Jungkook tersengal, napasnya serasa tercekat saat mengejar Taehyung yang sudah jauh. Tanpa bisa ditahan, air mata pun merembes turun membasahi pipi mulus tersebut.
"Apa sunbaenim calon tunanganku?"
Namja manis itu menatap Taehyung dengan mata yang berkilat-kilat karena air mata.
"Ck. Apa namja sepintar dirimu baru bisa menyadarinya sekarang?!. Ya. Aku calon tunanganmu. Tapi, jangan pernah berharap aku akan sudi menikahi seorang yang buruk rupa dan culun sepertimu! Sebaiknya, kalau kau berharap, buang saja harapanmu itu. Kita tidak akan pernah menikah. Sudah, jangan menatapku seperti itu! Dasar namja sinting!"
Dan, Jungkook hanya bisa menatap kepergian Taehyung dengan isakan tangis yang memilukan. Hanya bisa merunduk sedih dan merasakan hatinya tersayat-sayat. Sakit sekali.
Karena, ditolak dan dikatai oleh orang yang kau sukai itu benar-benar sangat menyakitkan hati. Dan Jungkook hanya mampu menghela napas, tersenyum kecil dan segera berlari ke arah berlawanan.
Lebih baik ia pulang ke rumah, berdiam diri di kamar sambil meratapi nasib percintaannya yang sungguh sangat menyedihkan.
"Tae!"
"Hm. Apa eomma?"
"Kau sudah bertemu Jungkook?"
Hah. Ternyata benar dugaan Taehyung. Si keparat itu adalah calon tunangannya.
"Sudah eomma. Tapi aku tidak akan sudi menikahinya. Jadi, eomma kubur saja harapan eomma dalam-dalam untuk menikahkanku dengan dia"
Baekhyun -eomma Taehyung- hanya bisa menghela napas saat mendengar perkataan anak sulungnya tersebut. Namun setelahnya menyeringai kecil sambil mengacak surai sewarna hazel milik Taehyung.
"Maaf TaeTae~... Sekalipun kau menolak, eomma dan Seokjin tidak akan membatalkan pertunangan ini"
WHAT THE FUCK! Taehyung tidak akan sudi menikahi orang seperti Jungkook! Tidak akan pernah! Dan apa? Seokjin-ahjumma? Jungkook adalah putra dari Seokjin-ahjumma? Aish, benar-benar tidak terduga.
"Aku tidak mau, eomma! Jangan memaksaku!"
"KIM TAE HYUNG! Kenapa kau tidak mau menikahi orang sebaik Jungkook?! Eomma sudah sangat muak melihatmu berpacaran dengan jalang-jalang yang hanya ingin hartamu saja. Kau yang hampir setiap minggu bercinta dengan jalang-jalang itu... Bisakah kau tidak menilai seseorang lewat fisik?! Asal kau tahu saja, Jungkook itu cantik luar dalam, Tae! Hatinya sangat baik, keluarganya juga sangat kaya. Jadi dia tak akan mau mengambil hartamu. Dia sosok yang sangat ideal untuk menjadi istrimu. Kim Tae Hyung, jangan sampai kau menyesali keputusanmu untuk tidak menikah dengan Jungkook"
Baekhyun menatap Taehyung dengan geram. Sementara Taehyung hanya menatap sang eomma dengan tatapan datar.
"Eomma, aku tidak akan menyesal-"
"Kim Tae Hyung, kau boleh mengatakan eomma egois. Tapi minggu depan, kau akan melangsungkan pernikahan dengannya. Tidak ada penolakan!"
"Eo-eomma..."
Taehyung menatap shock sang ibu yang kini pergi meninggalkan kamarnya setelah membanting pintu dengan keras.
Astaga, ia bisa gila kalau harus menikah dengan pemuda buruk rupa dan culun itu. Aish, lihat saja kau nanti Jeon Jung Kook!
Taehyung mengacak rambutnya gusar dan menghempaskan diri ke tempat tidur. Membenamkan wajahnya ke bantal, berusaha menghilangkan pikiran akan masa depan kelam yang akan datang. Menikah dengan Jeon Jung Kook! Yang benar saja. Bisa-bisa Taehyung ditertawai oleh satu sekolah kalau begini ceritanya.
Yah, semoga saja Kim Tae Hyung tidak akan menarik kata-katanya kembali tentang Jungkook yang buruk rupa dan culun. Dan semoga saja pendiriannya untuk tidak menikahi Jungkook tidak akan tergoyahkan. Semoga saja.
TBC
a/n: Annyeong~ Udah update ya ^^. Makasih banget loh buat yang mau review, favourite dan follow cerita gaje ini :". Dan makasih juga buat yang baca ^^. Kuy review aja, gak usah malu-malu /plak/.
Oh ya, buat yang punya IG, kasih nama akunnya dung :". Aku yang jombs ini ga banyak temen ngobrol wkwk :". Ngobrol aja hayu :3.
Oh ya, chapter ini drama banget ya :". Makin gaje juga. Maklumi aja lah ya bocah ingusan yang nulisnya standar banget kayak aku :".
Tapi kan readers semua pada baik hati kan ya, kasih review yaaa kalo udah baca ^^. Ntar aku kasi album YNWA loh :v /ga/. Terus kalo ga keberatan plis fav and follow cerita aku ya! Makasi :*.
Makasih yang ripiu :3. Aku sayang kalian /peluk/: Darmay, ohmtoey812, blueewild951230, Hantu Just In, FlawlessV, PRISNA CHO, AidakaZi, Park RinHyun-Uchiha, yfshuaa, dktmvk, Kyunie, SparkyuELF137, prncsspo, Cheonsa-Soo, Guest (syupit),Guest (fjsick), Guest (vkookshipeer), Kimizaku, Guest (emma)
Makasih yaaa, jangan lupa Review, Fav, and Follow yaaa!
