PRECIOUS BUNNY

Disclaimer: BigHit, their family, and God. But, story is mine!

Pair: VKook

Genre: Romance, General

Rate: T

Summary: Namja cantik dan manis yang mempunyai sejuta pesona. Menyembunyikan rupa dan pesonanya dari kejamnya dunia. Dan dengan tak terduga, ia dijodohkan dengan seorang namja tampan berandalan yang kerap mengganggunya dan sangat membencinya!

Warn: [ALUR MAINSTREAM] [GAK JELAS] [SLASH, YAOI, HUMU, BOY X BOY] [DLDR YA! GAK SUKA JANGAN DIBACA] Pokoknya awas aja kecewa sama ficnya :".


"Yo, Tae! Kenapa wajahmu kusut begitu?"

Taehyung menatap sobatnya yang tengah duduk di sebelahnya sembari mengernyitkan dahi. Tumben sekali kingka seperti Kim Tae Hyung berdiam diri di kelas dan memasang raut wajah sendu. Bukannya berkeliaran di luar kelas untuk mencari incaran baru dan membuat masalah. Tentu saja Jimin yang menjadi sobat sesama kriminal itu heran sekali. Kenapa sobatnya bisa menjadi seperti ini?.

"Ayolah, Tae. Kenapa kau tidak mau menjawab?"

Dan Taehyung yang didesak pertanyaan tersebut hanya diam. Ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya.

"Eum... sebenarnya..."

"Taehyung-ie!"

"Ah sudahlah Tae. Jalangmu sudah datang. Ingat, kau berhutang cerita padaku"

Jimin menepuk bahu Taehyung dan segera pergi keluar kelas. Meninggalkannya bersama seorang gadis yang tengah menatapnya sumringah.

"Ck. Apa lagi, Jisoo?!"

"Aku merindukanmu"

Kim Tae Hyung hanya bisa memutar bola matanya saat mendengar perkataan yang keluar dari bibir gadis tersebut.

"Katakan saja apa yang kau mau dan cepat pergi dari sini"

"Ukh, Taehyung! Kau jahat sekali. Ya sudah, bayaranku yang minggu lalu mana? Kau puas kan? Ayo, sekarang transfer ke rekeningku. Aku sedang butuh uang"

"Ck. Nanti saja aku bayar. Sudah, sana pergi. Dan aku sama sekali tidak puas dengan tubuhmu. Sama saja seperti jalang yang lain"

"Jangan berdusta, Taehyung. Aku tahu kau sangat menikmati tubuhku. Karena itu, bayar saja sekarang"

"Cepat pergi dari sini atau kau tidak akan dapat bayaran sama sekali!" Taehyung menggertak gadis itu dengan tatapan tajam. Membuat gadis tersebut menciut takut dan segera berlari keluar kelas. Meninggalkan Taehyung yang mengusak rambutnya frustasi dan kemudian memutuskan untuk mencari pelampiasan baru untuk meluapkan kekesalannya agar tidak terlalu terbebani dengan hal-hal menyebalkan yang tengah ia alami.


"Jungkook. Tolong antarkan buku ini ke perpustakaan ya"

Seorang yeoja berusia sekitar 30 tahun tersenyum manis padanya dan menyerahkan tumpukan buku-buku tebal tersebut untuk ia bawa. Dan entah untuk yang keberapa kali, Jungkook hanya bisa menganggukkan kepala dan melakukan tugas-tugas yang tiada hentinya mengalir pada dirinya. Bahkan tentang hal-hal kecil seperti ini, selalu ia yang menjadi sasaran para guru.

"Mmmhhh~"

Manik Jungkook membulat saat mendengar suara tertahan yang mengalun dari ruang kesehatan di sekolahnya. Oh astaga, apakah ada hantu disana? Ukh, sekolah ini benar-benar menakutkan.

Namun, ia benar-benar penasaran dengan suara tadi. Sekedar memastikan saja apakah itu memang benar-benar hantu atau tidak.

Kaki jenjangnya mengendap pelan dan berusaha mencari sumber suara di ruang kesehatan yang lumayan luas tersebut.

"Ukhhh... There! Ahhh yesssshhh ummhhh"

Seketika namja manis tersebut membelalakkan matanya dan pipi mulusnya dipenuhi semburat merah seketika. Itu bukan hantu ternyata. Namun, suara desahan entah-siapa yang tengah bercinta dengan tidak tahu malunya di ruang kesehatan.

"Faster, Taehyunggg! Umhhh~ There, there!"

Dan desahan yang satu ini membuat Jungkook seketika membulatkan matanya dan segera menyibak tirai yang dijadikan penutup masing-masing di antara tempat tidur di sini.

Kim Tae Hyung ada di sana. Tengah bergumul dengan seorang gadis yang Jungkook ketahui sebagai jalang nomor satu di seantero sekolah. Bae Joo Hyeon.

Dan tanpa bisa ditahan, Jungkook segera menangis terisak sembari berlari secepat mungkin. Berusaha menutup telinganya saat mendengar geraman rendah Taehyung.

BRUK

"Ah!"

Jungkook membulatkan matanya saat buku-buku yang tengah ia pegang jatuh berdebum ke lantai koridor di depan ruang kesehatan. Dan parahnya lagi, ia sudah menabrak seseorang. Oh tuhan, Jungkook tidak ingin di jambak lagi. Tidak.

"Ma-maaf! Astaga, maafkan aku. Kau tidak apa-apa?"

Jungkook menatap namja di hadapannya yang tengah terduduk sembari mengaduh pelan.

"Astaga. Aku tidak apa-apa, sungguh"

Namja tampan itu tersenyum manis dan menyambut uluran tangan Jungkook.

"Jae-Jaehyun?"

Jungkook membulatkan matanya, menatap namja yang barusan ia tabrak dengan tatapan kaget.

"Yes, bunny. I'm back. Bahkan saat kau tengah buruk rupa, aku bisa mengenalimu, Kookie" Namja itu tertawa pelan.

Dan selanjutnya Jungkook segera menghambur ke dalam pelukan Jaehyun. Yang disambut hangat oleh namja tampan tersebut. Membuat seseorang yang sedari tadi berdiri di depan ruang kesehatan mendecih sebal dan segera beranjak pergi.


"Taehyung!"

"Tidak usah berteriak seperti itu, eomma. Ada apa?"

Baekhyun menatap anak sulungnya dengan senang. Dan mendorong sebuah koper berwarna hitam ke hadapan Taehyung.

"Eo-eomma... Kau mengusirku?"

"Tidak, kok. Hanya saja, mulai hari ini kau akan tinggal dengan Kookie. Ini, alamat apartemen kalian"

"MWO?! Eo-eomma... kau..."

"Tidak ada penolakan, Kim Tae Hyung! Cepat pergi ke sana! Aku tidak ingin Kookie menunggu terlalu lama"

Dan selanjutnya yang dilakukan Taehyung hanya diam dan segera mengendarai mobilnya menuju ke alamat yang diberikan oleh sang eomma.


Jungkook duduk di atas tempat tidur barunya. Menghela napas pelan. Takut jika seandainya Taehyung akan datang dan menjambakinya lagi. Atau lebih parah, memukulinya.

Ia benar-benar tidak tahu kenapa Taehyung begitu membenci dirinya. Jungkook tidak bersalah karena berpenampilan seperti itu, kan? Lagipula, ada alasan khusus yang membuat Jungkook memutuskan untuk menyembunyikan rupa indahnya dari semua orang.

Di tengah lamunannya, Jungkook mendengar suara pintu terbuka. Oh astaga, itu Taehyung. Dia sudah datang.


"Aish, dasar pemalas"

Taehyung menggerutu sebal saat mendapati Jungkook yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidur. Namun, matanya menangkap ada hal yang aneh dari tubuh Jungkook. Hm, ternyata tubuhnya bagus juga. Selama ini Taehyung hanya pernah melihatnya saat berbalut seragam sekolah dan sweater tebal.

Oh astaga, Taehyung bisa gila kalau disuguhkan Jungkook yang mengenakan kaus lengan panjang yang sedikit ketat dan juga celana panjang yang sedikit menunjukkan lekuk tubuhnya.

Astaga, astaga! Kenapa orang buruk rupa seperti Jeon Jung Kook memiliki tubuh yang Taehyung yakin sangat bagus seperti ini?!. Tapi itu tidak seberapa Kim Tae Hyung, tunggu saja dan kau akan mendapatkan jackpot yang sangat besar.


"Hoooahhm~"

Jungkook menguap kecil sembari meregangkan tubuhnya. Berniat beranjak dari tempat tidur untuk memasak, karena merasa perutnya sangat lapar. Namun, sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya membuat Jungkook sontak membulatkan mata dan menatap seseorang yang tengah tertidur di sebelahnya. Oh tuhan, Kim Tae Hyung benar-benar ciptaan Tuhan yang sangat indah.

Jungkook tersenyum manis, melepas kacamatanya dan menaruhnya di atas nakas. Jari-jemari lentiknya bergerak menelusuri inci demi inci wajah tanpa cacat Taehyung. Berhenti sebentar saat hendak mencapai bibir merah tersebut, kemudian mengecupnya pelan.

Onyxnya berkilat sedih saat mengingat kejadian tadi siang. Jika mereka sudah menikah dan Jungkook akan memberikan seluruh dirinya pada Taehyung, ia bukan lagi yang pertama untuk namja tampan tersebut. Huft, tidak bisakah Jungkook menjadi orang yang spesial untuk Taehyung? Walau hanya sehari saja, ia berharap Taehyung akan memperlakukan dirinya spesial, bercengkerama mesra layaknya pasangan yang menjalin kasih, dan jika bisa... menyatukan diri dengan Kim Tae Hyung di penghujung hari.

Ah sudahlah, lebih baik ia mengisi perutnya yang sudah berbunyi tak karuan. Jungkook melepas perlahan tangan Taehyung yang melingkar sangat posesif di pinggang rampingnya, seakan menolak kehilangan dirinya. Namja manis itu tersenyum miris kala pemikiran tersebut melintas di otaknya. Tidak mungkin Taehyung menginginkan dirinya. Jika dianggap sebelah mata pun tidak oleh namja tampan tersebut.

Jungkook segera beranjak dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi untuk menghapus make-up yang masih menghias wajahnya. Dan beberapa menit kemudian, Jeon Jung Kook yang manis segera keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Memasak ala kadarnya, hanya untuk memuaskan perutnya yang sedari tadi bergemuruh minta diisi.

Dan tanpa ia sadari, Kim Tae Hyung kini tengah membuka matanya lebar-lebar, dilengkapi dengan semburat merah yang menghiasi pipinya. Tangannya yang menyentuh bibirnya pelan, dan kemudian tersenyum lebar.

TBC

Hai~ Udah update ya~... Silahkan dibaca ^^. Hum, review, fav and follow chap kemarin kayaknya menurun ya :". Tapi makasih banget loh buat yang udah Re, Fav, and Foll. Makasi, makasi ^^. Jangan lupa tinggalkan jejak loh habis baca :)

Thanks to all reviewers:

Kyunie, PRISNA CHO, blueewild951230, prncsspo, vkookielope, syupit, SparkyuELF137, Park RinHyun-Uchiha, NitaPark, dktmvk, Guest (emma), yfshuaa, Guest (kimrin), Hantu Just In. Makasih yaaa ^^. Cek PM utk balasan ripiu.

Maaf ya untuk yang Guest, belum bisa aku balas. Tapi makasih banget loh udah mau baca dan review! Review aja, sekalian suntikan penyemangat biar aku cepet update ^^. Udah dulu ya, semoga kalian mau bersabar untuk next chap~

See ya!