Yuuma-nanny
Chapter 2
Disclamer: Ansatsu Kyoushitsu milik Yuusei Matsui, dan cerita absurd ini milik saya~
Cast: Asano Gakushuu, Asano Gakuhou, Akabane Karma, Isogai Yuuma.
Sibling!Gakushuu & Karma.
Warning: aneh, ooc, ooc, ooc, ooc, bahasa non baku, tidak sesuai EYD, lebay, miss typo, dll.
A/N: Etto sepertinya kepribadian Gakushuu sma Karma ketuker X"D
Tapi dalam benak saya gini, Shuu itu kayak anak kecil yg membangkang ke ayahnya jdi sifatny kyk gtu XD
Trus si Karma kan dicerita ini masih kecil jdi yang semi inosen gtu blm terlalu provokatif X"D
Jika karakter mereka terlalu melenceng atau kurang gimana gtu, boleh kok bilang langsung di kotak review :D
Tertarik? Silahkan review :D
Tidak Tertarik? Silahkan klik tombol 'Back'
Tertarik, tapi gak mau review? Silahkan 'Fav' XD
Tidak tertarik tapi mau review ? Ampun jangan Flame DX
Reader and Silent Reader, welcome :D
Enjoy Reading Minna :D
.
.
.
.
.
.
Hari keempat Yuuma bekerja menjadi babysitter duo Asano junior. Sedikit banyak dia telah mengetahui sifat dan sikap para penghuni rumah. Yuuma tak habis pikir, sewaktu mengandung Nyonya Asano ngidam apa coba. Tak hanya si kakak beradik Asano, tapi pada Ayah mereka juga. Sang kepala keluarga entah kenapa Yuuma rasa seperti memberi sinyal aneh, Yuuma tak mau ambil pusing.
Yuuma memulai aktivitas paginya seperti biasa. Bangun pagi, membersihkan diri, membersihkan rumah lalu memasak. Untung ini adalah hari sabtu jadi dia tak perlu sibuk membangunkan semua penghuni atau panik-panikan karena sarapan belum matang. Sebenarnya suasana cukup hening karena ketiga Asano mungkin masih tidur. Yah setidaknya Yuuma bisa sedikit rileks selama beberapa saat...
"Yuuma!" bocah berambut merah terang berlari kearahnya.
...yaah waktu rileksnya musnah.
"Astaga Karma! Mau dibawa kemana guritanya!" mata madu Yuuma melotot, bocah merah berpiyama merah bermotif stroberi menghampirinya.
Karma tersenyum inosen."Mau dimandiin, tapi Yuuma yang mandiin ya~" binatang berkaki delapan itu menggeliatkan tentakelnya pasrah, remasan kedua tangan mungil Karma cukup membuatnya merenggang nyawa.
"Guritanya kan tiap hari udah mandi Karma."
Karma menelengkan kepalanya, menggemaskan."Tapi kan dia belum pakai sabun Yuuma, nanti nggak bersih."
Anak ini kelewat jenius atau apa sih.
"Ini Yuuma! Kata papa Tako-nya nggak boleh lama-lama jauh dari akuarium nanti bisa mati."
Yuuma facepalm. Ya, Tuhan dia harus berurusan dengan binatang menggeliat ini lagi. Kalau dimasak jadi takoyaki sih enak...
"Yuuma..."
Masih tak kenal lelah Karma menyodorkan guritanya yang sudah mulai lemas. Mau tak mau Yuuma mengambil alih si gurita, daripada guritanya mati.
"Saatnya dimandiin!" tangan si pengasuh ditarik sekuat tenaga oleh si bungsu Asano. Namun Yuuma tak bergeser sedikitpun dari dapur.
"Karma, nanti guritanya bisa mati."
"Kenapa?" si merah mendongak.
"Guritanya nggak suka sabun." Karma menganggukkan kepalanya.
"Kalo gitu, dimandiin air hangat aja, akuariumnya dingin."
Karma, guritanya bisa mateng entar.
Menghela nafas lelah. Yuuma harus kuat.
.
.
.
Setelah urusan dengan gurita Karma yang untungnya masih dapat Yuuma selamatkan. Sekarang dia dihadapkan dengan si sulung yang sedang konflik dengan sang papa. Keduanya saling melempar deathglare, tak ada yang berkedip. Seolah jika salah satu berkedip maka dia akan kalah.
Srup srup
Dan si bungsu dengan santainya menyeruput susu kotak rasa stroberinya, sepertinya ini tontonan wajar.
"Emm, ano Asano-sa_"
Kedua Asano yang tengah berselisih memberinya tatapan gratis berserta kerutan alis pada keduanya. Yuuma mundur satu langkah, mendadak takut.
"...tidak jadi." Lirihnya.
"Yuuma! Yuuma duduk sini aja deh, liat Shuu sama papa lomba menatap." Karma menyengir lebar sambil menepuk-nepuk sebelah meja disampingnya.
.
Sebenarnya hanya masalah yang terbilang sepele yang menjadi awal ajang melotot pelotot antar ayah anak itu. Masalah yang sebenarnya tak usah dipermasalahkan.
..yaitu
Siapa yang pertama yang akan dilayani Yuuma. Dalam konteks ini adalah siapa yang pertama menerima mangkuk nasi dari Yuuma.
Gakushuu berargumentasi bahwa dia layak menjadi yang pertama, karena dia yang duduk duluan.
Lalu sang ayah tak kalah kuat argumennya. Dia membawa statusnya di rumah ini, yaitu sebagai kepala keluarga. Dimana dia harus diprioritaskan ketika di meja makan.
Yuuma terjebak kegalauan, dia sih nurut saja siapa yang akan menerima mangkuk nasi pertama. Tapi ketika hendak memberikannya kepada Shuu, Gakuhou memberinya tatapan tajam. Begitupula sebaliknya.
Menarik nafas pelan, lalu menghembuskannya penuh kefrustasian."Kalau kalian masih berseteru, ambil sendiri saja nasinya!" entah keberanian yang datang darimana Yuuma berhasil menggertak. Dan berhasil.
"Jangan!" jawab kedua Asano memperhatikannya.
Yuuma merengut kesal. Dia dengan cekatan mengambil dua mangkuk, dan mengisinya dengan nasi secara bergantian. Lalu menyodorkannya secara bersamaan.
"..." aksinya itu membuat ayah dan anak itu saling berpandangan.
"Aku mau Yuuma memberikan nasinya dengan tangan kanan."
CTIK
Yuuma memutuskan untuk hengkang dari dapur, diikuti Karma yang mengekor dibelakang.
.
.
.
Kini sudah genap sebulan Yuuma banting tulang menjadi babysitter keluarga Asano. Gajinya sih memang tinggi, fasilitas hhmm tak diragukan lagi. Makannya tiga kali sehari, masak sendiri sesuai hati. Kurang apa coba, Yuuma sih sudah bersyukur, sangat-sangat bersyukur. Mengesampingkan tak ada penghuni yang waras di rumah Asano, Yuuma memiliki satu masalah.
Berawal ketika Yuuma ingin pulang, karena dia diberi jatah pulang dua minggu sekali. Dan yuuma tak menyia-nyiakan itu tapi...
"Yuuma nanti mau kemana?" tanya si bungsu yang kala itu sedang duduk dikursi tinggi menunggu sarapan buatan si pengasuh.
"Hn?" gumam si raven bingung.
"Kata Shuu, Yuuma mau pergi."
"Oh." Yuuma sudah mengerti arah pembicaraan bocah merah ini."Aku akan pulang nanti siang, menemui ibu dan adik-adikku."
Karma mengangguk sok paham."Boleh ikut?"
"Tentu, jika ayahmu mengijinkan." Si raven tersenyum manis pada bocah merah itu.
"Karma mau diajak kemana? Aku juga mau ikut." Si sulung mengusap matanya, masih mengantuk rupanya.
"Mau ke rumahnya Yuuma!"
"Hoo, mau ke rumahnya Yuuma, baiklah kita bertiga akan kesana."
Ok suara om sekali itu membuat Yuuma ternganga."Ta-tapi tuan."
"Protes, dipotong gaji." Perkataan mutlak itu membuat Yuuma bungkam seribu bahasa. Apa daya, kata gaji terlalu sensitif untuk telinga dan dompetnya.
.
.
.
Ibunya tersenyum lebar saat mendapati putra tersayangnya dalam keadaan sehat dan nampak sedikit gemuk. Hm, gimana tidak gemuk jika setiap pagi harus memakan sereal bintang milik Gakushuu dan sereal bulan milik Karma. Oh jangan lupakan oleh-oleh dari Tuan Besar Gakuhou-sama tiap pulang dari kantor. Katanya sih sisa nasi bungkus untuk pegawai di perusahaannya. Masak iya, tiap hari pegawainya mendapat nasi bungkus, makmur sekali.
"Yuuma, dan eem."
"Perkenalkan Kaa-san, beliau adalah ma_
"Perkenalkan Isogai-san, saya ehem calon ehem mantu-majikan putra anda."
Sang itu tertawa kecil merasa ragu dengan pendengarannya. Tapi Siapa sih yang menolak dapat mantu berpakaian rapi dan berambut klimis macam Gakuhou seperti ini.
"Mari silahkan masuk. Maaf hanya gubuk sederhana."
Suara tawa manly terdengar."Jangan berendah diri Isogai-san, dapat saya pastikan Anda akan segera mendapat rumah layak." Sang ibu ikut tertawa, sepertinya ini lampu hijau untuk mendapat menantu kaya hahaha oops.
.
.
.
Sejak kejadian itu setiap Yuuma pulang ke rumah tiga mahkluk Asano selalu mendaftarkan diri untuk ikut bertandang ke rumahnya. Bukan apa-apa sih tapi masalahnya si Asano senior kerap kali menyogok ibunya dengan membawa sembako dan kebutuhan pangan tersier. Dia sangat tak ingin tahu kenapa si Asano senior repot-repot melakukan itu. Dugaan pertamanya dulu adalah Asano senior menaksir ibunya tapi segera ia hapus pemikiran itu. Yang ada malah kepala keluarga Asano nampak seperti sedang menyicil mahar(?) ehem untuknya.
Bukannya terlalu percaya diri, hanya saja malam itu, malam yang entah ke berapa ia berada di kediaman Asano. Malam dimana hanya ada dirinya dan sang tuan majikan disebuah ruangan. Suasana malam yang remang menambah kesan intens.
Blup blup blup
"..." sumpah kaki Yuuma gatal ingin segera duduk atau setidaknya beristirahat. Dia sudah berdiri disini cukup lama, hanya untuk menunggu Gakuhou memberi makan ubur-uburnya.
"Yuuma." Suara berat menggetarkan sukma membuat Yuuma reflek menjawab.
"Y-ya tuan?"
"Menurutmu apa perlu aku mencari istri lagi?" pertanyaan yang terlalu cepat ditujukan pada pembantunya yang belum lama bekerja padanya.
"Eem anoo, itu terserah Anda."
Gakuhou membalik badannya berhadapan langsung dengan Yuuma."Hmm, jadi bisa ku artikan kau setuju." Senyum sang tuan besar mengembang.
"Menurutmu, pasangan seperti apa yang cocok denganku?"
Pertanyaan yang dirasa kurang pas, meminta pendapat pada pembantumu yang baru mengabdi selama tiga puluh hari lebih seminggu."Eem, sa-saya tidak yakin Tuan, mungkin tipe elegan yang cocok dengan Anda."
Dan kenapa Yuuma berani memberi saran?! Mungkin setiap pertanyaan Asano senior yang tidak dijawab akan berbuah potongan gaji, oh tidak-tidak.
"Elegan ya? Tapi aku ingin yang manis dan imut."
Pedo!
Yuuma jangan berburuk sangka, ingat kata Kaa-san. Jangan menilai duda dari tipenya. /bukan.
"...Seperti kamu."
"Ha-ah?! Ma-maksud tu-tuan?"
"Iya kamu."
"..."
Majikannya mendadak 4lay Ya Tuhan.
.
.
.
TeBeCe Maybe hahah
.
.
.
AAAAAAaaaa jangan bunuh sayaaaaa.../tengkurepdikolong
Tangan saya gateeeellll X"D
Yasud saya bales review yang sudah mampir dichat sebelumnya :3
Ratu Obeng: Waaa sankyuu Ratu Obeng-san sudah berkunjung diff xover sya yg nistah sekali x"D. Maaf belum sya bales :'
Kabar baik :3 /loh
Gapapa kok, Saya suka capslock :" /maso /bukan. Gimana ngurus ketiga binatang yg saling tak sinkron itu ya? Hmm tanyakan pada om ganteng :3
Yuuma itu multitalented, ngurus anak bisa, ngurus peliharaan bisa, ngurus DUDA apalagi, udah mahir dia /plak
Saya kan spesialis gantung ending X"D
Tapi selamat, anda beruntung, ada ide cantik melintas manis dibenak saya yang sedang diprovokasi WB, jadi terbitlah ini /apaan. Om kalo nggk modus bukan om namanya, untung yuuma udah cukup umur :" /plak
Yosh terima kasih reviewny, maaf balesnya gaje XD
Salam kenal. Panggil saja Rin :3
Kazu-san: capslock lagi, indahnya~~ /lol XD
Saya nggak mau lanjutin aja, kan cma dicium doank jdi gapapa XD /plakplakplak
Tapi karena saya lagi males dicium jadi inih saya lanjutin, doa Kazu-san terkabul lamatse X"D
Ahaha terima kasih sambutannya Kazu-san :*
Entah knpa saya pengen ngerusuh difandom ini XD /digampar
OTP namba wan Om gantengxDedek ikemen(?) XD
Gimana dgn chap ini puaskah? :3
Re-Yuu: hahaha sama2 XD /plak
Sekali lagi terima kasih Recchi-san, hmmm ini ada lanjutannya semoga suka yah XD
Semoga saya nggk nyampah di FAKI X"D
Terima kasih sudah mampir :3
Karuna Chan: sayaijinkan untuk berteriak XD /plak
Iyaaaa, unyu2 masih gembul pipiny kyaaaa /uhm maaf kelepasan haha
Karena hanya dengan kedua binatang itu hidup si om nggk sepi lagi :'3
Hahaha saya senang ff gaje ini bisa menghibur haha... ini saya tambah chapternya semoga suka :3
Fnnsyw: nggak ada sih niatny hahah tapi itu tergantung ide, klo ada ide ya saya bikingtu haha /plak
Peliharaan keluarga Asano semuanya strong :"
Wako: ini lanjutanny :3
Seiyura Uchiha: hahaha maafkan saya membuat asakaru OOC abis :"
Kalo ditanya dilanjutin apa nggk, itu tergantung ada ide apa nggak sih haha XD
.
.
.
Yosh itu tadi balasan reviewnya, terima kasih sudah mampir, saya nggak nyangka ff gaje ini ada yg minat haha /plak
Terima kasih bagi yg sudah fav, follow, review, view, visit :3
Semoga chap ini berkenan :D
Sekian,
With love
Narin
