Chapter 2 :Pertemuan
Di depan sebuah kurungan di dalam lorong yang berair terlihat bocah berambut kuning tergeletak tak sadarkan diri, di dalam kurungan tersebut terlihat sepasang mata dengan pupil merah vertikal, ia menggeram marah karena mencoba keluar dari kurungan tersebut
"grrrhh... Menyedihkan, saat bocah pirang ini pingsan aku bahkan tidak bisa keluar dari kurungan ini. Grrhhhh... Hoy bocah kuning, bangunlah! " setelah mengucapkan hal tersebut biju ekor 9 atau kyubi mengayunkan tangannya membuat genangan air dalam ruangan tersebut bergejolak. Hal ini membuat bocah pirang tersebut tersadar dari pingsannya.
" uuuuggghh... Dimana ini..?" suara cempreng bocah tersebut hanya d diamkan oleh kyubi, naruto yang merasa kenal tempat ini segera melihat sekelilingnya, kemudian matanya fokus terhadap kurungan yang ada di belakangnya.
"are..? Kenapa kau tersegel kurama? Bukankah segelnya sudah kulepaskan? " naruto bertanya sambil memiringkan kepalanya. "bocah bodoh?! Kau lupa dengan kejadian terakhir saat kau menyegel perempuan sialan itu?" kurama menjawab pertanyaan naruto dengan pertanyaan kembali sambil melipat kedua tanganny di depan dada. "bukankah kita semua terkena jutsu zetsu hitam? Lalu aku dimana? Bagaimana dengan yang lainnya?", "bukan hanya kau yang bingung, aku juga,selama ratusan tahun aku hidup ini adalah jutsu hebat yang bahkan kakek tua itu tidak pernah bicarakan, intinya dimensi kita yang lama telah hancur, kau dan yang lainnya terhisap distorsi ruang waktu, jika kau masih hidup, yang lain mungkin masih hidup juga. "
Naruto terlihat berfikir, lalu ia menatap kurama" aku mengerti ini berarti dimanapun kita, kita amsih bisa mewujudkan perdamaian tersebut. Baiklah aku akan membuka segel tersebut partner, setelah itu kita akan mencari kakashi sensei dan yang lainnya. Bersiaplah kurama"
Di lain sisi, di sebuah apartemen d sudut desa konoha terlihat pria berambut silver terbangun dari tidurnya, keringat dingin mengucur deras di seluruh tubuhnya. Ia menatap sekelilingnya dengan tatapan bingung, ia berfikir seharusnya ia dan yang lain tewas dalam ledakan akibat jutsu zetsu hitam. Matanya lalu fokus ke kalender yang tergantung di dinding aparteme, "ini.. 5 tahun sebelum perang shinobi ke 4,apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku bisa sampai disini?" larut dalam pikiran nya sendiri, pria berambut silver tersebut tersentak kaget ketika merasakan chakra yang amat di kenalnya. Ia segera turun dari tempat tidur nya dan berjalan kearah pintu. "tok tok tok" benar dugaannya bahwa ada seseorang di depan pintu apartemennya. Kakashi membuka pintu lalu melihat anbu yang di kenalnya berada di depannya, "jadi ada apa tenzou? Kurasa kau tidak hanya sekedar iseng bukan?" kakashi mengucapkan hal itu dengan senyuman matanya. " hai senpai, tolong panggil aku bear, aku sedang bertugas, anda di panggil hokage-sama segera, aku pamit" setelah mengucapkan hal tersebut tenzou atau bear menghilang dengan shunshinnya. Kakashi menghela napasnya melihat juniornya di kesatuan anbu tersebut. Ia segera bersiap untuk menemui sandaime jika perkiraannya tepat. Ketika melewati cermin, ia terkejut dengan matanya yang berwarna hitam, kedua matanya normal. Mencoba mengalirkan chakranya kemata, perlahan kedua mata tersebut berubah menjadi sharingan, ia menatap pantulan matanya di cermin dengan sendu, mata merah bertomoe tiga dengan sejuta kenangan. Ia berfikir inikah penebusan dosanya di masa lalu(masa depan). Tidka mau berlama lama larut dalam kenangan, ia segera menghilang dengan shunshin menuju ke tempat sandaime.
Di dalam ruangan hokage, Kakashi tampak terkejut melihat sandaime masih hidup, walaupun ia telah menerkanya tetap saja ia tidak bisa menghilangkan rasa terkejutnya. " ah kau sudah datang kakashi, aku langsung kepada intinya saja, kau tau besok adalah pembagian team untuk para genin kita bukan, aku merekomendasikanmu sebagai guru pemimpin team, selain kau, ada asuma, yuhi kurenai jonin spesialis genjutsu yang beberapa bulan lalu menjadi jonin, dan gai. Yah gai masih memimpin kelompok 9 seperti yang kau ketahui. " sandaime berkata sambil memperlihatkan 3 helai kertas berisi daftar murid yang akan menjadi murid kakashi . Kakashi menatap lama kertas tersebut sebelum bergerak mengambilnya. Ia memperhatikan nama yang ada pada kertas tersebut dan menatap kearah sandaime, "uchiha dan uzumaki kah... Lalu haruno? Maaf sandaime sama aku tau alasan kenapa aku harus mengajar uchiha dan uzumaki ini, tapi haruno?" kakashi berkata dengan nada malasnya yang biasa, ia tau arah pembicaraan ini, ia pernah mengalaminya dulu. "aku tau standar mu kakashi, uchiha sasuke korban selamat dari tragedi itu, sedangkan uzumaki naruto kau sadar bukan? Haruno sakura memang warga sipil, tapi di antara warga sipil yang seangkatannya ia yang paling pintar, mereka memiliki kecocokan yang tinggi, kuharap kau mengerti kakashi. " sandaime menjelaskan hal tersebut sambil menghadap kearah desa membelakangi kakashi." hai, aku berusaha, tapi tidak berjanji sandaime - sama " kakashi menjawab perkataan sandaime dengan malas seperti biasanya.
Sandaime yang mendengar jawaban kakashi hanya tersenyum tipis, ia berbalik dan berjalan menuju kakashi," kita kerumah sakit kakashi, naruto masuk rumah sakit karena kehabisan chakra setelah menghajar mizuki. " setelah mendengar perintah tersebut keduanya menghilang di telan kepulan asap.
Rumah sakit konoha
Di depan kamar 301 terlihat 3 org sedang berbicara mereka adalah dokter, sandaime dan kakashi. Pembicaraan ini terjadi karena pasien kamar 301 menghilang dari kamar rawatnya.
"haaaaahh... jadi pihak rumah sakit tidak mengetahui kemana kaburnya uzumaki naruto? "
Sandaime menghela nafas lelah, ia terlalu tua untuk masalah kenakalan seperti ini. Tapi ia juga tidak bisa menghukum naruto, ia tau alasan di balik semua perbuatan anak itu. Mengarahkan wajahnya ke kakashi, sandaime memberi perintah" kau pergilah cari naruto kakashi,! " kakashi mengangguk sebelum menghilang dengan shunshin.
Sasuke side:
Sasuke pernah mengalami mimpi buruk ketika ia tidur dan memimpikan ayah dan ibunya di bunuh oleh kakaknya itachi. Hal yang selalu ia mimpikan tiap malam membuat ia begitu dendam kepada kakaknya,namun setelah mengetahui kebenarannya, ia berfikir dunia shinobi sudah terlalu rusak dengan segala tipu muslihatnya, ia menginginkan perubahan pada dunia shinobi ini. Namun pertempuran dengan kaguya merusak rencana yang telah dia pikirkan. Saat ia terbangun, sasuke bisa merasakan ia terbangun pada tubuh lemahnya, tubuh ketika ia berusia 12 tahun, ketika ia bahkan tidak bisa mengaktifkan sharingannya. Namun saat ini berbeda, ia sudah bisa menggunakan mata yang menjadi kebanggaan klannya tersebut. Bahkan di tangan kirinya ia bisa melihat tanda bulan sabit yang seharusnya belum ia miliki. Beranjak dari rumahnya, ia segera melompat melewati atap rumah menuju training ground 44 dimana harusnya team 7 berkumpul. Ia bahkan bisa merasakan chakra 3 orang yang mengikuti nya. Menambahkan chakra pada kaki, iq segera melesat meninggalkan 3 org tersebut.
"taichou, nampaknya dia mengetahui bahwa kita mengikutinya " salah satu dari tiga orang tersebut berkata kepada orang yang paling depan." hai, danzo - sama tidak menerima kegagalan, gunaakn chakra jangan sampai kita kehilangannya! " setelah mengucapkan perintah tersebut mereka segera melesat mengejar sasuke.
Sasuke terus melompat menuju training ground 44,semakin dekat dengan tempat itu, ia merasakan chakra alam berkumpul pada suatu tempat, jika feelingnya benar, satu-satunya orang tidak menyerah dan menganggap dirinya teman ada di sana.
Disisi naruto, sensor nya merasakan 4 orang sedang bergerak ke arahnya, satu di antaranya amat ia kenali, perlahan ia bangkit dari meditasinya dan berdiri menatap seseorang di atas tiang kayu, seseorang yang tidak berubah sama sekali, seseorang yang belum terkena juinjutsu dari orochimaru, seseorang yang ia anggap saudara. Sasuke menatap mata biru safir tersebut dengan tatapan datar, matanya bisa melihat sedikit perubahan pada naruto saat ini. "hn, apakah kau sama denganku naruto?" sasuke menanyakan sesuatu yang terkesan ambigu untuk naruto. " kau bahkan tidah berubah sasuke, masih tetap terlihat emo dan brengsek" naruto membalas perkataan naruto dengan nada sarkas yang membuat sasuke mengangkat sudut bibirnya sedikit. Keadaan tiba tiba hening mencekam, mata hitam sasuke berubah menjadi sharingan serta mata biru naruto menjadi vertikal, kedua nya melompat untuk memukul satu sama lain. Kepalan tangan kiri sasuke beradu dengan tinju kanan naruto, membuat udara di sekitar mereka bergelombang, mereka segera melompat menjauhi diri masing masing. Menatap tajam sasuke, naruto lalu berkata "berarti bukan hanya kita yang selamat, kakashi sensei dan sakura chan pasti selamat juga kan teme?" naruto bertanya sambil tersenyum senang, karena ia bukan satu-satunya yang terjrbak d masa ini, sasuke mengangguk lalu berkata " kemungkinan ya, tapi kemungkinan juga tidak. Kau dan aku punya chakra istimewa, bisa jadi hanya kita berdua yang selamat, kau paham maksudku dobe?" naruto tampak berpikir, perkataan sasuke ada benarnya juga, hanya ia dan sasuke lah yang memiliki chakra istimewa. "kau benar, kita akanmengetahui nya besok. Bagaimana kalau kita melakukan pemanasan sedikit? Kau membawa beberapa orang sepertinya." sasuke yang paham maksud naruto segera melempar kunai kearah semak semak di belakangnya. Ia melihat 3 orang keluar dari sana dengan setelan jubah putih polos dan topeng polos. Sasuke tau siapa merek,ia melihat naruto sedang melakukan peregangan. " danzo kah?" suara naruto bertanya pada sasuke. "ne teme, kau membawa masalah padaku" naruto berkata dengan lesu ketika tau siapa lawannya. Sasuke menatap datar naruto lalu berkata "jika kau takut, pulanglah, kau menjadi bebanku,cepat atau lambat aku pasti akan membunuh danzo." "uchiha sasuke dan uzumaki naruto kalian di panggil danzo sama! " anbu root tersebut berucap dengan nada datar." suruh saja orang tua itu kesini! " naruto mengatakan hal tersebut sambil melemparkan kunainya. Anbu root tersebut menghindari kunai tersebutdengan memiringkan kepalanya." kalian harus di beri sedikit pelajaran " setelah mengucapkan hal tersebut pimpinan orang bertopeng polos segera melakukan segel tangan cepat katon: gokakyu no jutsu allu meneriakkan nama jutsu nya. Sasuke dan naruto melompat menghindari serangan tersebut,ketika baru menapakkan kakinya naruto harus berguling menghindari tebasan tanto yang mengarah ke kepalanya. Di sisi sasuke, ia segera menangkap tangan yang memegang tanto yang mengincar kepala nya dan menendang perut anbu yang menyerangnya. Tendangan kaki kanan sasuke masih bisa di tangkis dengan tangan anbu yang kosong tersebut, sasuke menggunakan tangannya yang bebas untu mencekik anbu tersebut dan menghempaskannya ke tanah dengan kuat,sehingga menimbulkan retakan. Belum bisa bernafas lega, ia harus melompat kebelakang menghindari shuriken yeng melayang kearahnya, nampaknya ketua anbu tadi menggunakan kesempatan ketika ia sedikit lengah. Mengalihkan perhatian nya kearah naruto, tampak anbu yang menjadi lawan naruto menjadi bulan bulanan bunshin naruto. Naruto melihat kearah sasuke, paham akan situasinya, tiba tiba naruto berlari kencang kearah anbu yang tersisa dan melakukan tendangan dengan kaki kanannya. Pertarungan taijutsu pun terjadi, naruto yang taijutsunya serampangan berhasil mendesak anbu tersebut. Sebuah tendangan keras dengan telak mengenai kepalanya anbu root itu, naruto segera melompat menjauh ketika sebuah bola api mengarah padanya. Bola api tersebut mengenai pimpinan anbu root tadi. "sialan kau teme, kau sengajakan mau membunuhku!?" Naruto yang merasa sasuke dengan sengaja melakukan hal itu protes kepada sasuke, " hn.. kau yang bodoh berada di tempat itu" jawaban sederhana sasuke membuat naruto tambah emosi "grrr... Ku hajar aku teme" naruto segera melompat ke depan dan mengarahkan pukulannya ke kepala sasuke. Sasuke hanya diam, sedikit lagi pukulan tersebut mengenai nya, sebuah tangan menahan pukulan naruto.
"yare yare.. Kalian bersenang senang disini rupanya, bukankah begitu sasuke? "
TBC
