Chapter 3 : team 7
"hn.. Bukankah lebih baik kau muncul lebih awal kakashi" sasuke menjawab pertanyaan kakashi dengan anda sarkas, ia sadar bahwa kakashi memperhatikan mereka sedari tadi. "hahaha aku hanya ingin melihat sedikit pertunjukan saja, tanpa bantuan ku kalian pasti berhasil juga kan" kakashi menjawab perkataan sasuke sambil memberikan senyuman matanya. "tunggu dulu, kau sadar kakashi sensei berada di sini teme? Kenapa aku harus repot repot menghajar mereka ttebayoo, kau curang sensei.." naruto berkata sambil mengerucutkan bibirnya. "kau saja yang bodoh dobe!" perkataan sasuke membuat naruto naik darah "grrrhh diam kau pantat ayam". Kakashi hanya menghela nafas melihat kelakuan dua orang itu, melepaskan tangan naruto, ia berjalan kesalah satu balok yang berada di sana, "nah kalian berdua hentikan, ada hal yang penting ingin aku sampaikan.!" kedua murid yang bertengkar tersebut melihat ke arah kakashi dengan tatapan serius. "kita terjebak di masa lalu dengan ingatan di masa depan, kekuatan kita juga tidak berubah, aku yakin kalian juga merasakannya. Jika asumsi ku benar, sakura juga akan terbangun dengan keadaan yang sama dengan kita." setelah mengucapkan hal itu, kakashi melihat raut wajah sasuke dan naruto keduanya Seperti memikirkan sesuatu. Sasuke lalu membuka suaranya "aku tidak perduli, saat ini aku akan membalas penderitaan itachi dengan membunuh danzo!, ia penyebab derita itachi dan deritaku, jika kau menghalangi kau juga akan aku bunuh" sasuke menatap kakashi dengan sharingan 3 tomoe nya. "apa yang katakan teme!" naruto berteriak kearah sasuke. "aku tidak akan pernah membiarkan kau membunuh kakashi sensei" "sudahlah naruto sasuke, aku paham maksud sasuke, kau tidak perlu khawatir naruto. Sekarang kalian bubarlah, kita bertemu lagi besok disini ajak sakura. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada kalian. Jaa nee" kakashi Menghilang di telan kepulan asap meninggalkan sasuke dan naruto. "huh, kakashi sensei seenaknya saja main pergi. Ne teme mau kemana?" naruto bergumam lalu melirik sasuke. "hn.. Urus urusanmu dobe" sasuke langsung menghilang setelah mengatakan itu. "kalian berdua sama saja." naruto lalu pergi kearah apartemen nya.
Skip konoha akademi
Keesokan paginya, naruto dan sasuke yang duduk bersebalahan sama sama memperhatikan gadis berambut pink yang duduk 3 bangku di depan mereka yang sedang berbicara dengan gadis berambut kuning, "oy teme, menurutmu sakura sama dengan kita dan kakashi sensei tidak?" naruto berbisik pada sasuke." hn.. " sasuke menatap malas ke arah naruto sebagai jawaban. Tiba tiba pintu kelas mereka terbuka dan masuklah iruka," selamat pagi semua.. " iruka tersenyum ramah melihat semua muridnya tampak bersemangat, mengalihkan perhatiannya kepada naruto. Ada yang aneh dengan anak berambut kuning itu, entah mengapa ia melihat naruto menjadi lebih diam, dan sasuke yang di sebelahnya juga agak terasa aneh. Menggelengkan kepalanya ia melanjutkan tugasnya untuk mebacakan pembagian team. "hari ini adalah hari terakhir kalian semua berada d akademi, aku sebagai senzei sangat bangga menjadi sensei dari calon shinobi masa depan konoha yang mewarisi tekat api. Sebagai mana pendahulu kalian, kalain semua akan di bagi menjadi beberapa kelompok yang berisi 3 orang dengan jonin pembimbing. Apa ada pertanyaan? " iruka melihat semua muridnya yang menggelengkan kepala." baiklah jika tidak ada pertanyaan, senzei akan bacakan kelompok kalian. skip sama kayak canon nya.
"nah itulah pembagian kelompok kalian, dan untuk team 7 kalian di panggil hokage sama ke ruangannya sekarang. " setelah mengucapkan hal tersebut iruka menghilang meninggalkan kelasnya membawa serta semua anggota team 7." ne shikamaru, menurutmu kenapa team 7 di panggil sandaime? " pertanyaan chouji membuat shikamaru bangun dari tidur nya" hoaaam.. Aku tidak tau dan tidak mau tau chouji, tetapi aku peringatkan padamu, berhati hatilah dengan mereka. Mereka itu merepotkan " shikamaru menyadari perubahan naruto dan sasuke, ada yang berbeda denga mereka, bahkan sakura juga sedikit berubah menurutnya. Seperti kata ayahnya, sebelum membuat strategi, kau harus paham keadaan sekitar mu. Dan shikamaru kembali memikirkan perubahan teman temannya tersebut.
Ruang hokage
Boft boft " sandaime sama, saya membawa sasuke, naruto dan sakura kemari" iruka muncul dari kepulan asap beserta team 7 lalu membungkuk kearah sandaime. "terimakasih iruka, kau boleh pergi" sandaime menatap mereka semua dengan tatapan ramah. "yo jiji.. Apa kabar,kau tampak se.. Ittai" naruto melambaikan tangannya kepada sandaime sebelum di pukul oleh sakura "sopanlah kepada sandaime sama sedikit baka! ". "hahahaha tidak perlu keras begitu sakura, santai saja... " sandaime tertawa ringan melihat tingkah laku bocah di depannya, sedikit membawa kenangan untuknya." kalian tau alasan kalian di panggil kesini? " pertanyaan sandaime di balasa oleh gelengan kepala oleh team 7." kakashi saat ini sedang melakukan misi penting keluar desa Ia akan kembali besok, jadi saat ini kalian boleh bubar, kalian kembali esok pukul 8 kesini. " sandaime tersenyum ramah melihat naruto yang sedikit cemberut." yaaaah... Ini tidak mengasikkan, ne jiji bolehkah aku masuk ke perpustakaan desa bagian shinobi? " naruto bertanya dengan sangat antusias. Selama hiruzen memperhatikan naruto, belum pernah ia mendengar naruto pergi keperpustakaan, ia sedikit bingung dengan pertanyaan naruto." tentu saja, kenapa kau minta izin kepadaku naruto?" memperhatikan tingkah naruto dengan seksama, hiruzen dapat melihat sedikit perubahan raut wajah pada bocah tersebut. " mereka membenciku jiji, aku pernah di usir dari sana karena lewat saja " naruto berkata dengan nada yang lemah, kedua rekannya paham maksud naruto. Tanpa di sadari sasuke melepaskan niat membunuh yang lumayan besar, matanya berubah menjadi sharingan penuh benci. Sedangakn sakura mengepalkan tangannya dengan erat. Setelah naruto pergi berlatih dengan jiraya dulu, ia mendengarkan semua tentang naruto dari shisounya, ia akhirnya tau bagaimaan kehidupan naruto. Ia merasa sangat kesal karena warga berpesta setelah naruto pergi dulu.
Hiruzen membulatkan matanya ketika merasakan niat membunuh yang cukup besar dari arah sasuke, ia juga memperhatikan sakura yang tengah mengepalkan tangannya dengan erat. Di usia ini, mereka menunjukkan emosi yang penuh kemarahan dengan sangat luat ketika mendengar perkataan naruto. Ia bisa melihat anbu yang mengawasinya bersiaga di tempat. Sedikit Menghela nafas, "haaah.. Kau bebas masuk ke perpustakaan naruto, nanti aku akan memanggil petugas perpustakaan itu. Tidak perlu khawatir." hiruzen berkata dengan nada yang menenangkan untuk naruto. "arigatou jiji.. Sasuke bisakah kau hilangkan aura membunuhmu itu, kau membuat beberapa anbu di sana bersiap menyerang kita." naruto sedikit membungkuk, lalu menoleh kepada sasuke. "hn." hanya itu balasan sasuke sebelum ia menghilangkan aura membunuhnya dan matanya kembali normal. "tunggu dulu naruto, darimana kau tau ada anbu disini?" hiruzen terkejut ketika mendengarkan perkataan naruto kepada sasuke, ia ingin memastikan sesuatu. "ano jiji, aku merasakan keberadaan mereka" naruto berkata dengan sedikit bingung. Hiruzen malah tersenyum "coba beritahu aku dimana posisi mereka" segera naruto menunjuk beberapa arah" di atas mu ada dua, d sebelah lemari itu, d samping kanan sasuke, di sudut ruangan ini, dan di atas pohon itu" naruto menjawab dengan mantap. Hiruzen tersenyum senang karena naruto memiliki bakat sensor. Hal yang amat jarang sekali di desa konoha ini. " hahahaha kau punya kemampuan yang langka naruto, di konoha sendiri hanya sedikit yang memiliki kemampuan sensor seperti mu. Kau harus mempelajari nya lagi naruto, agar menjadi shinobi yang hebat." sambil Tertawa hiruzen berkata pada naruto. "hai jiji, kami prrgi dulu sandaime jiji" setelah pamit, team 7 meninggalkan kantor hokage dan segera menuju training ground 44.
Training ground 44
Terlihat 3 bocah berusia 12 tahun sedang berkumpul dan berbicara hal serius, "kau yakin bisa membunuh danzo sasuke? Di umur kita sekarang bahkan ia tidak akan mengeluarkan keringat untuk menghajarmu" naruto bertanya sambil melipat tangannya di dada. " hn.. Aku pernah membunuhnya, jadi itu tidak masalah jika kau mengganggu ku, lebih baik kau diam saja" sasuke hanya melirikan matanya kearah naruto. "anoo.. Sasuke kun, apa yang dikatakan naruto benar,setidaknya kekuatan kita masih jauh dari kekuatan yang dulu meskipun ingatan tentang jurus dan yang lainnya masih kita miliki, tapi tetap saja itu belum cukup" sakura mengatakan apa yang ada di pikirannya kepada sasuke. "hnn.. Dasar gadis merepotkan," sasuke melihat sakura dengan inten, ia mengerti maksud sakura. "oii sasuke, bagaimana jika setelah ujian chunin?" naruto tiba tiba berkata dengan antusias. "jika kita kembali ke masa lalu, berarti semua tetap sama kan? Kita hanya perlu menyusun rencana dengan menyesuaikan kejadian yang akan menurut kalian?" naruto berkata dengan cengiran lebar sambil menaik turunkan alisnya. Sasuke dan sakura menatap satu sama lain, lalu mereka menatap inten naruto, sasuke tiba tiba melemparkan kunai kearah naruto. Naruto segera menghindari lemparan sasuke tersebut. "apa maksudmu sialan?" naruto menatap marah sasuke "hn.. Siapa kau? Tidak mungkin naruto bisa berpikir seperti itu" sasuke menatap curiga kearah naruto. Muncul keringat sebesar jagung di belakang kepala naruto " dasar uchiha sialan, pantat ayam brengsek, emo sialan" naruto bergumam seperti orang yang sedang berdoa. "sudah sudah, lebih baik kita bicarakan dulu dengan kakashi sensei besok, kita bisa ke perpustakaan seperti kata naruto, mencari beberapa informasi mengenai dunia ini, setidaknya kita memiliki beberapa pengetahuan tambahan bukan?" sakura menengahi pertengkaran kedua teamnya, jujur saja ia senang dengan keaadaan ini. Naruto dan sasuke mengangguk. Merrka segera pergi ke arah perpustakaan desa.
Perpustakaan desa
"hei naruto, tumben kau kesini? " kanagawa penjaga perpustakaan yang baru melihat kearah bocah kuning dan temannya. Sedikit aneh melihat bocah nakal yang selalu berbuat onar masuk ke dalam pustaka. Ia tidak ada masalah dengan naruto, baginya naruto adalah bocah malang yang butuh perhatian. "are? Paman kanagawa? Apa yang paman lakukan disini? " naruto kenal orang ini, ia dulu petugas kebersihan di perpustakaan bahkan kanagawa pernah menyembunyikan naruto dari kejaran penjaga pustaka yang lama. Bagi naruto kanagawa sama berharga nya dengan teuchi, ayame, iruka dan sandaime." aku penjaga pustaka yang baru, hehehehe lihat aku keren kan? " kanagawa tertawa senang karena naik pangkat." ya ya kau keren jika aku melihat mu dari atas bukit hokage " naruto berkata dengan malas. Tapi raut wajahnya menunjukkan rasa senang." jadi apa yang bocah pembuat oanr seperti mu inginkan di sini? "," bisakah kami masuk kebagian shinobi? Aku dan temanku butuh sesuatu untuk latihan kami?" naruto berkata dengan sedikit memelas. "baiklah, panggil saaj aku nanti jika kau butuh sesuatu." kanagawa memberikan jempolnya kepada naruto lalu pergi kearah yang lain untuk bersih bersih.
Skip sore hari
Naruto, sasuke dan sakura pulang dari perpustakaan dengan membawa beberapa gulungan untuk di pelajari. Naruto yang entah bagaimana berjalan kearah mansion uchiha bersama dengan sasuke. "ne sasuke, bagaimaan kita sparing nanti? Aku mempelajari beberapa gerakan taijutsu dari gulungan yang ku baca tadi." hnn.. Siapa yang kalah haris mentraktir makan malam... " sasuke berbicara sambil melihat naruto dari sudut matanya." oke, kau akan kalah ttebayoo " naruto berkata dengan semangat.
Setelah sparing yang di menangkan oleh sasuke, naruto yang malam ini menginap di rumah sasuke pun mengeluarkan gulungan yang ia pinjam dari perpustakaan tadi sore. Sedangkan sasuke yang baru selesai mandi meliaht gulungan yang di pelajari naruto dengan mengernyitkan dahinya. "kau mempelajari fuinjutsu naruto?" ujar sasuke dari pintu ruangan. "hai, entah kenapa sejak aku ke perpustakaan tadi melihat gulungan ini aku menjadi tertarik." naruto berkata kepada sasuke tanpa mengalihkan pandangan dari gulungan tersebut. "hnn terserah kau saja, aku mau tidur dulu" setelah sasuke pergi naruto melakukan kontak dengan kurama, memejamkan matanya, naruto tiba di dalam mindscape nya. "kurama, apa kau tau tentang fuinjutsu?" naruto bertanya kepada kyubi " tentu saja, aku sudah lama hidup darimu bocah. Kenapa kau menanyakan fuinjutsu padaku?" kurama tertarik kenapa bocah di depannya ini bertanya tentang fuinjutsu. " aku ingin mempelajari fuinjutsu, sama seperti tousan." naruto berujar dengan semangat. "lakukan fistbump, aku akan mentransfer semua ingatan ku tentang fuinjutsu. Kau bisa melihat gulungan di rumah minato. Dan cari kuil uzumaki di negata api ini."
" hmm... Ah kau benar juga kurama.. Kenapa aku bisa lupa ttebayoo" naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan. " hah... Bocah kuning bodoh, keluuar sana, aku mau tidur" setelah mengucapkan hal itu, kurama mengayunkan tangannya mengusir naruto. "grrrhh, bola bulu sialan" naruto sedikit kesal tapi ia tetap tersenyum.
Skip esok hari training ground 44
Di sebuah lapangan dengan tiga balok Terlihat 4 orang berdiri berhadapan, satu di antaranya duduk di atas balok melihat 3 orang bocah. " kurasa langsung intinya saja, aku akan di anggap orang gila jika tidak meluluskan kalian. Melihat kemampuan kalian selqma ini, sakura dan naruto aku paham perkembangannya, tapi tidak denganmu sasuke. Tapi yah, tetap saja, tidak masalah karena itu kertas chakra sengaja aku berikan pada kalian, bisa jadi kalian memiliki lebih dari satu perubahan chakra. Kita langsung melakukan latihan ninjutsu, terutama untukmu sakura, kau juga naruto. Alirkan chakra kalian pada kertas itu sekarang. " setelah memberi perintah, naruto sakura dan sasuke melakukannya. Terlihat kertas di tangan sasuke terpotong dua, satu terbakar, dan satu lagi kusut, lalu sakura melihat kertasnya menjadi debu, sedangkan naruto melihat kertas nya terbelah dua, satu terbakar dengan cepat yang satu menjadi basah. Kakashi terkejut melihat itu, naruto memiliki 3 elemen, padahal dulunya hanya elemen angin sedangkan sakura memiliki elemen tanah. Sasuke memang tidak ada perubahan. Tapi bisa saja ia menambahkan sesuatu dalam daftar jutsu yang di kuasainya.
"nah kalau begitu, aku punya latihan yang khusus untuk kalian, aku akan serius dari sekarang. "
TBC
