The Mysterious Babysitter

Penulis: evi (purplequeens)

Remake: mydhdiah

Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)

Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll

Genre: romance, keluarga, misteri

Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?

...

Sehun duduk termenung di atas kasur kamarnya sambil merajut sebuah syal berwarna merah muda dengan tatapan kosong.

"oh" aktivitas merajutnya terhenti sejenak saat ia mendengar suara berat seorang wanita setengah baya yang memanggilnya.

"persiapkan dirimu. kau akan bekerja di rumah seorang duda beranak 1. Aiya, kau juga akan kerja double. Selain mengurus anaknya yang berusia 4 tahun, kau juga akan bekerja mengurus rumahnya lalu-"

"aku tidak ingin anak kecil" sela sehun masih dengan nada datar.

"oh, ayolah. Semua anak kecil itu berbeda-beda. Jangan samakan anak kecil dengan-" kedua mata sehun langsung menatap kearah wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"oh, anak itu baru saja di tinggal pergi ibunya. Itulah kenapa ayahnya butuh jasa seorang babysitter untuk mengurus putranya. Kau akan di bayar 2 kali lipat dibandingkan babysitter lainnya. Bukankah kau ingin bergerak dan tak mau terus-menerus menutup diri dari dunia luar? Kau tahu kan kau akan baik-baik saja? Jangan khawatir. kau akan sulit di cari jika kau bekerja di rumah orang"

"baiklah"

...

Kantor

"bagaimana babysitter nya?" tanya chanyeol.

"hem? Apa nya yang bagaimana?" tanya jongin heran

"cara kerja nya?"

"ini baru hari pertama dia bekerja, aku akan lihat cara kerja nya setelah aku tiba di rumah dan lagi taeoh belum menelfonku, aku rasa dia baik-baik saja persama pengasuhnya"

"geure? Baguslah. Kau bisa rileks sekarang" jongin mengangguk sambil tersenyum menatap foto taeoh di atas meja kerjanya.

...

Kedua kaki sehun berhenti tepat didepan gerbang nursery, ia menatap bangunan taman kanak-kanak itu sebentar sebelum memutuskan untuk melangkah masuk kedalam gerbang. Ia mengedarkan pandangan kedua mata ke sekitar nursery yang sudah sepi, seperti nya anak-anak yang lain sudah pulang semua.

Tubuhnya langsung berubah posisi kearah kanan saat telinga kanannya menangkap bunyi-bunyian yang diyakininya berasal dari bunyi sebuah ayunan. Kedua matanya kini menatap lurus seorang anak kecil yang tengah duduk diatas bangku ayunan dengan wajah lesu. Tanpa mengulur waktu, kedua kakinya langsung bergerak kedepan, menghampiri taeoh.

Taeoh langsung mengangkat wajahnya keatas saat kedua matanya melihat sepasang kaki berdiri didepannya.

"sehun hyung" ucapnya sambil tersenyum sementara yang ia beri senyuman hanya menatapnya dengan datar tanpa ada tanda-tanda akan membalas senyumannya.

"kau datang. aku pikir, aku akan sendiri lebih lama" ucap taeoh beranjak berdiri.

"kajja" ucap sehun seraya berbalik membelakangi taeoh.

"sehun hyung" sehun yang hendak berjalan langsung mengurungkan niatnya, ia menoleh sedikit kebelakang.

"bolehkan aku bergandengan tangan denganmu?" tanya taeoh. Sehun terdiam sejenak sambil menatap taeoh dan beberapa detik kemudian ia mengulurkan tangan kanannya yang langsung diraih taeoh dengan semangat.

"hyung, kau tahu aku senang sekali hari ini karena aku bisa pulang bergandengan tangan bersamamu. Biasanya aku bergandengan tangan bersama eomma kalau dia menjemputku" oceh taeoh sepanjang perjalanan pulang. Sehun hanya diam, tak sedikitpun membuka suaranya.

"hyung" sehun menoleh kearah hye gyul. "tanganmu dingin. tak seperti eomma, tangan eomma itu hangat" sehun mengarahkan wajahnya kedepan, tak merespon ucapan taeoh.

"nanti pasti akan terasa hangat sedikit demi sedikit" ucap taeoh sambil tersenyum.

...

"taeoh-ya, appa pulang" ucap jongin setibanya di rumah.

"appa kemarilah" jongin mengerutkan dahinya begitu taeoh menarik tangannya tiba-tiba dan membawanya masuk kedalam rumah.

"sehun hyung merapihkannya" ucap taeoh begitu tiba didapur. Kedua mata jongin mengerjap bersamaan saat melihat dapur rumahnya yang dulu jauh dari kata bersih dan rapih kini malah jauh dari kata kotor dan berantakkan.

"appa, sehun hyung benar-benar hebat" ucap taeoh mengacungkan kedua ibu jarinya didepan jongin. Jongin mengangguk sambil tersenyum dan perlahan senyumannya memudar saat merasakan hawa keberadaan seseorang dibelakangnya. Begitu menoleh kebelakang, ia sedikit tersentak kaget karena sehun sudah berdiri dibelakangnya.

"selamat datang, tuan" ucap sehun.

"ne. kerjamu bagus, benar-benar rapih. Kau membuat rumahku kembali seperti dulu" ucap jongin.

"gamsahamnida" ucap sehun.

"taeoh tidak membuatmu kerepotankan?" tanya jongin.

"animnida" jawab sehun.

"baguslah kalau begitu" ucap jongin lega.

...

"eotte?" keris tanya.

"dia bekerja dengan sangat baik. taeoh sepertinya menyukai pengasuhnya. Dia memanggil pengasuhnya dengan sebutan hyung" jawab jongin sambil menggosook rambutnya yang masih basah dengan handuk yang melingkar di leher nya.

"jeongmalyo? Mwoya memanggil pria bereyeliner tebal itu saja dengan ahjussi tapi memanggil pengasuhnya pakai hyung? Berarti kau tidak akan memberhentikan babysitter pilihan kami kan, jong?"

"aniyo, hyeong terimakasih sudah membantuku. Setidaknya aku bisa lega karena ada yang akan mengurus taeoh ke depan"

"yasudah, aku tutup dulu. Akhir pekan ini kami akan berkunjung ke rumahmu ya, kami ingin bertemu dengan taeoh"

"araso" jongin segera menutup telfonnya seraya berbalik. "omo.. kapjagi" pekik jongin kaget saat sehun sudah berdiri dibelakangnya.

"makan malam sudah siap" ucap sehun.

"ah, ya aku akan segera turun" ucap jongin sambil mengelus dada.

...

"uwwaah" kedua mata jongin mengerjap sementara mulutnya membulat membentuk huruf O saat melihat hidangan diatas meja makan. Hidangan diatas meja makannya saat ini lebih menggugah seleranya dibandingkan hidangan makan malam yang di makannya kemarin bersama taemin dan taeoh di restaurant itali.

"masitta. telur kukus nya seperti buatan eomma" ucap taeoh dengan wajah senang.

"sehun hyung jjang" ucap taeoh mengacungkan ibu jari nya didepan sehun yang berdiri dibelakang.

"oh, sehun-ssi kau tidak makan? Bergabung saja bersama kami, jangan sungkan" ajak jongin.

"animnida, aku baik-baik saja" ucap sehun.

"ba..baiklah" ucap jongin dengan wajah paham dan kembali menyantap makan malamnya.

"appa, kau tahu tangan sehun hyung terasa sangat dingin" ucap taeoh.

"ne? sangat dingin?" myungsoo mengerutkan dahinya. "kau sakit?" tanya jongin.

"animnida" jawab sehun.

"sehun hyung tidak sakit, appa. Dia hanya jarang bergandengan tangan makanya tangannya terasa dingin. Nanti pasti akan terasa hangat seperti tangan eomma, ne sehun hyung?" ucap taeoh. Sehun hanya diam, tak merespon ucapan taeoh.

"taeoh, habiskan makananmu. jangan bicara terus" ucap jongin. Taeoh mengangguk dan segera menyantap makan malamnya.


...

"sehun-ssi" sehun langsung mematikan kran bak cucian piring usai membilas semua piring kotor bekas makan malam, ia langsung menoleh kearah jongin.

"ada yang bisa saya bantu?" tanya sehun.

"aniyo. Aku hanya ingin minta maaf kalau taeoh sering membandingkanmu dengan eomma nya. Mendiang istriku sejak dulu memang bertubuh lemah dan dia pergi begitu mendadak, taeoh masih terlalu kecil jadi dia tak mengerti mengenai kondisi eomma nya yang telah tiada. Aku mohon jangan masukkan perkataannya kedalam hati, ne?" ucap jongin.

"ne, allgesseumnida" ucap sehun patuh.

"yasudah, kau bisa beristirahat. Taeoh juga sudah tidur" ucap jongin.

"ne, selamat malam" ucap sehun.

"malam" balas jongin seraya berjalan pergi meninggalkan dapur. Sehun menyandarkan tubuhnya di meja counter, kedua matanya menatap lurus telapak tangannya.

"dingin.." lirihnya.

...

"cepatlah. aku sudah kedinginan" ucap kris sambil mengantungi kedua tangannya didalam saku jaketnya sembari menggerakkan kedua kakinya yang gemetaran.

"aigoo. hyeong, kau bisa nya hanya suruh cepetan. Kalau mau cepetan, bantu kami bawakan bahan-bahan makanan dan mainan-mainan ini" ucap baekhyun.

"shireo. kalau aku bawa barang-barang yang memencet bel pintu siapa?" tanya kris.

"issh, kris hyeong selalu saja membuat alasan" gerutu chanyeol.

"ppali" ucap kris sembari menekan bel pintu.

Cklek ~~

Kris yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh kedepan. Ia sedikit tersentak kaget saat sosok sehun muncul didepannya.

"aigoo. membuatku kaget" ucap kris. Sehun menatap kris dari atas sampai bawah berkali-kali dengan wajah datar.

"oh. manisnya" ucap chen begitu melihat sosok namja manis didepan pintu rumah jongin.

"aigoo. myungsoo itu diam-diam punya teman namja manis juga. Kenapa dia tak pernah mengenalkannya kepada kita?" ucap chen sambil menatap sehun.

"silahkan masuk" ucap sehun sembari membuka lebar pintu dan memberikan tanda untuk mempersilahkan kris dkk masuk.

"haahh" kris dan chen begitu juga dengan yang lainnya saling bertatapan dengan bingung.

...

"mwo? Dia orang dari agen babysitter itu?" tanya chanyeol. jongin mengangguk.

"mwoya. muda sekali" jawab chen.

"sudah kubilang kan kalau dia muda. Kris hyeong bilang yang muda itu kerja nya bagus. Kenapa memangnya?" tanya jongin.

"aniya. Cuma dia itu kaku sekali" jawab chen.

"hoh? Kau juga beranggapan begitu? Nado" ucap jongin.

"yaya, itu hanya sikap seorang pembantu dan majikan. wajar kan kalau dia bersikap sopan dan patuh" ucap suho.

"maaf mengganggu" chen tersentak kaget saat mendengar suara sehun yang tiba-tiba terdengar dibelakangnya. Ketujuh pria yang tengah berkumpul di ruang tengah itu langsung menoleh ke sumber suara.

"apa yang harus saya lakukan dengan belanjaannya?" tanya sehun.

"aahh. biar aku yang tangani" ucap suho bangkit berdiri.

"Aku mau membuatkan makanan kesukaan taeoh. Kau bisa membantu didapur, mungkin kau bisa membuatnya juga untuk taeoh" sehun mengangguk dan segera mengikuti Suho kedapur.

"YA! Dia...membuatku hampir terkena serangan jantung. Datang tanpa ada aura nya sama sekali" ucap chen.

"dia memang begitu" ucap jongin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"hyeong, sudah kubilang kan ada yang aneh" ucap baekhyun.

"aniya, jangan berlebihan. Kalau ada sesuatu yang aneh pasti ny. Hong sudah memberitahukan mengenai pekerjanya" ucap kris.

"geundae, apa pengasuh itu tidak memiliki keluarga? Dia belum menikah?" tanya chanyeol.

"sepertinya belum" jawab jongin.

"samchon..samchon" seru taeoh sembari berlari menghampiri samchonnya yang sudah ada di ruang tengah.

"taeoh-ya, annyeong" ucap baekhyun sambil memangku taeoh.

"aigoo. kau baru bangun tidur, eoh?" tanya lay.

"ne" jawab taeoh.

"taeoh-ya, samchon membawakan mainan untukmu. kau suka?" tanya chanyeol sembari memberikan mainan mobil-mobilan kepada taeoh.

"jhoa. gamsahamnida, samchon" ucap taeoh.

"cheonmaneyo" ucap chanyeol.

"aku akan memainkan ini bersama sehun hyung nanti" ucap taeoh senang.

"lihat kan? Tidak ada yang aneh dengan pengasuh itu. Taeoh saja menyukainya" ucap kris.

...

"taeoh tidak suka makan tomat jadi usahakan jangan memasak apapun yang memakai tomat. Kau mengerti?" tanya suho.

"ne" jawab sehun.

"lalu, jongin. dia alergi kacang. Wajahnya akan merah dan dia akan batuk-batuk kalau makan sesuatu yang tercampur dengan kacang, entah itu kacang tanah atau kacang almond" jelas sehun.

"ne" ucap sehun.

"oh iya, usahakan saat membuat telur mata sapi jangan sampai kuning telur nya masih cair. Taeoh dan jongin tidak suka makan telur mata sapi yang kuning telur nya belum matang jadi usahakan kau memasak hingga matang. Kau mengerti?" ucap suho.

"ne" ucap suzy.

"aku rasa itu saja yang ingin kuberitahukan. Kau mengingat semuanya kan?" tanya suho.

"ne" ucap sehun lagi. Suho tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan wajah kikuk.

...

"taeoh-ya, kau senang dengan pengasuhmu?" tanya chanyeol sambil melirik kearah sehun yang tengah menjemur pakaian di taman belakang dari celah jendela.

"sehun hyung? Ne. Aku menyukainya. Rasa masakan sehun hyung seperti buatan eomma" jawab taeoh.

"hanya karena masakannya seperti eomma mu lantas kau menyukainya? Hanya itu yang kau sukai?" tanya lay.

"hemm sehun hyung? Dia orang yang baik"

"darimana kau tahu dia orang yang baik?"

"tahu saja geundae..."

"geundae?" tanya chanyeol ingin tahu.

"tangan sehun hyung terasa sangat dingin" jawab taeoh sambil mengepalkan kedua tangannya.

"ne? dingin?" tanya chanyeol dan lay heran.

"tangan eomma hangat tapi tangan sehun hyung dingin. Hanya itu beda nya" jawab taeoh.

"jangan-jangan pria itu berdarah dingin, hyeong" ucap chanyeol.

"hoh? Masa iya pengasuh taeoh berdarah dingin" ucap lay sambil berfikir.

"permisi" chanyeol dan lay terbelalak kaget begitu mendengar suara sehun yang muncul dari belakang mereka.

"sehun hyung" taeoh langsung bangkit berdiri dan menggenggam tangan kanan sehun

"hyung, chanyeol samchon membelikanku mainan mobil-mobilan. ayo kita main" kedua mata sehun bergerak kearah taeoh.

"aku harus menyapu lantai ruangan ini" ucap sehun.

"Eng ... taeoh, kita main di taman belakang saja ya. Pengasuhmu mau menyapu ruang ini, kita tak bisa mengganggunya, araso?" ucap Chanyeol.

"baiklah, hyung nanti malam kita main ya" ucap taeoh sebelum di bawa pergi oleh chanyeol dan lay. Kedua mata sehun menatap lurus kepergian chanyeol, lay dan taeoh sambil menggenggam batang sapu.

...

"namja itu benar-benar tak punya aura. sejak kapan dia selesai menjemur dan sudah ada di belakang aku dan dongwoo hyeong" ucap chanyeol.

"sudahlah, kalian berdua saja yang kagetan" ucap kris.

"tidak hyeong, aku juga tidak merasakan aura kedatangannya tadi. Insting polisi ku biasanya selalu bekerja jika ada orang yang mendekat" ucap chen.

"yya, pengasuh itu bukan pencuri atau penjahat, wajar saja instingmu tak berfungsi. Sudahlah, kalian tidak usah berlebihan. Tidak ada yang salah dengan pengasuh itu. akan ku datangi ny. Hong untuk menanyakan latar belakang pengasuh itu nanti" ucap kris.

...

Jongin berjalan menuju dapur rumahnya untuk melihat apakah sehun sudah selesai membuatkan sup buah yang akan segera disajikan untuk keenam temannya atau tidak. Begitu tiba didapur, dilihatnya sehun yang hendak mengangkat nampan yang berisi 8 gelas kaca.

"biar aku yang melakukannya" sehun meletakkan kembali nampan yang hendak ia angkat dan langsung menoleh kesamping.

"kau pasti kerepotan harus menyiapkan keperluan 8 orang hari ini. aku akan membantumu membawakan gelas-gelas nya. Kau bawa mangkuk buah nya saja" sehun terdiam sambil menatap jongin yang mengangkat nampan berisi 8 gelas tersebut.

"sehun-ssi, kau melamun?" tanya jongin.

"animnida" jawab sehun segera membawa mangkuk buah dan berjalan dibelakang jongin menuju ruang tengah.

...

"samchon, kau curang menembak duluan" seru taeoh yang tengah bermain play station bersama chanyeol.

"yya, mengalah sedikit dengan anak kecil" ucap kris.

"ah, hyeong. kau juga tak pernah mengalah dengan baekhyun" ucap suho.

"issh, tidak itu beda lagi" ucap kris yang langsung dicibir oleh baekhyun.

"eoh, dessert nya sudah tiba" ucap chen saat melihat mangkuk sup buah yang dibawa sehun.

"sehun-ssi, kau suapi taeoh makan sup buah nya, Dia tak bisa melepaskan kedua tangannya kalau sudah memegang Stick PS" ucap jongin.

"ne" ucap sehun segera duduk disamping taeoh dan mulai menyuapkan sesendok buah kedalam mulut taeoh.

"sehun hyung, kau mau mencoba bermain?" tanya taeoh.

"aniyo" jawab sehun dan kembali menyuapkan buah kedalam mulut taeoh.

"dia seperti robot" bisik lay.

"hyeong" ucap jongin sambil menggelengkan kepalanya.

"babysitter itu biasanya ceria, tipikal orang yang disukai anak-anak. Pengasuh ini sama sekali tak pernah tersenyum. Bibirnya selalu datar sedatar wajahnya" bisik chanyeol.

"hyung, kau ini" ucap jongin.

"jong, xiumin tak kelihatan?" tanya suho.

"dia ke busan. ada tugas dinas dari kantor nya" jawab jongin.

"ah, pantas saja" ucap suho.

"pantas apa? Pantas dia jarang ke resto mu?" tanya chen.

"be..begitulah" jawab suho.

"aissh.. kalau xiumin ke resto mu pasti kau beri dia gratis, kalau kami saja disuruh bayar" gerutu chen.

"kapan kau bayar? Kau selalu menunggak dengan alasan belum dapat gaji" ucap kris.

Sehun langsung bangkit berdiri usai menyuapi taeoh yang telah habis memakan sup buah nya.

"kau kan polisi.. memangnya tak dapat komisi lebih kalau berhasil menangkap buronan" ucap kris.

Ppprraanngg

jongin dan yang lainnya langsung menoleh kebelakang begitu mendengar suara gelas pecah.

"kau baik-baik saja?" tanya jongin menghampiri sehun yang ternyata menjatuhkan gelas.

"apa yang pecah?" tanya taeoh menghentikan permainannya.

"taeoh, jangan dekat-dekat. kau bisa terkena pecahan gelas nanti" ucap baekhyun sambil menggendong taeoh agar tidak berjalan kearah sehun.

"maafkan aku, aku akan memberesinya" ucap sehun segera berjalan ke dapur untuk mengambil sapu.

"dia manusia ternyata yang bisa lalai juga" ucap lay.

"hyeong, tentu saja dia manusia" ucap jongin.

...

"samchon pulang ya. byebye" ucap suho dan yang lainnya sambil melambaikan tangannya kearah taeoh dari dalam mobil.

"byebye" seru taeoh. Setelah mobil yang ditaiki keenam pamannya menjauh, taeoh segera masuk kedalam rumahnya.

"taeoh, lekas mandi sekarang" ucap jongin.

"tapi aku ingin main bersama sehun hyeong" ucap taeoh.

"kau akan bermain bersama sehun hyung setelah kau selesai mandi".

Taeoh mengangguk patuh dan segera masuk kedalam kamar mandi. Jongin berjalan kedapur dan melihat sehun yang baru saja selesai mencuci semua piring kotor. Kedua mata nya menyipit saat melihat keadaan kaki sehun.

"sehun-ssi" panggil jongin.

"ada yang bisa saya bantu?" tanya sehun.

"duduklah" ucap myungsoo. Sehun mengerutkan dahinya.

"ini perintah" sehun segera menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya diatas kursi tersebut. Setelah sehun duduk, jongin segera membuka salah satu lemari dapur yang berisi kotak P3K.

"kenapa kau mendiamkannya? Kau tahu kan kalau di biarkan itu bisa infeksi walaupun hanya luka kecil?" tanya jongin berlutut didepan sehun dan mengangkat kaki kanan sehun.

"apa yang anda lakukan?" tanya sehun.

"mengobati kakimu. Kau tak sadar kalau kakimu terluka? Apa kau tak merasa perih?" tanya jongin.

"animnida" jawab sehun.

"aneh. seseorang biasanya akan langsung meringis saat merasa kulitnya terluka. Wajahmu tak menunjukkan kau sedang terluka" ucap jongin sambil meneteskan betadine diatas kaki sehun yang terluka.

"aku akan mengobatinya sendiri" ucap sehun.

"gwenchana. Kau pasti kelelahan makanya bisa menjatuhkan gelas tadi. Bagaimanapun juga kau ini manusia bukannya robot yang tak mengenal kata lelah. Seharusnya aku menyadarinya sedikit dan membantu pekerjaanmu. Mengurus taeoh pasti sudah sangat merepotkanmu, ditambah mengurus rumah" oceh jongin tanpa menyadari bahwa kedua mata sehun bergerak memerhatikan gerak-geriknya saat ini.

"sudah selesai" ucap jongin usai merekatkan handsaplast di luka sehun.

"sebaiknya kau temani taeoh bermain di kamarnya" Sehun mengangguk lalu bangkit berdiri.

"terimakasih" ucap sehun.

"sama-sama" balas jongin seraya berjalan meninggalkan dapur.

...

"eomma, appa, taeoh" tunjuk taeoh ke boneka mainannya. "hyung, kau pilih boneka yang akan dijadikan eomma dan appa mu" Sehun terdiam memandangi boneka taeoh dengan tatapan kosong.

"hyung, kalau kau tak pilih nanti kita tak bisa main. Kau harus memilih boneka untuk dijadikan anggota keluargamu" ucap taeoh.

"tidak ada" ucap sehun.

"Apakah?"

"aku tak punya keluarga"

"geure? Kalau begitu kau sendiri. ini saja, kau boneka ini saja. Kau menjadi keluargaku, bagaimana?" sehun terdiam sambil menatap boneka yang dipilihkan taeoh disatukan dengan ketiga boneka yang dijadikan keluarganya.

Teng tong ...

Sehun langsung keluar dari kamar taeoh dan bergegas membukakan pintu. Dengan gerakan cepat, ia langsung membuka pintu dan menatap lurus pria yang berpakaian cukup 'wah'.

taemin melepaskan kacamata nya dan menatap sehun dari atas sampai bawah berkali-kali dengan wajah bingung.

"siapa kau?" tanya taemin.

"oh sehun, aku pengasuh" jawab sehun.

"ah, pengasuh. sudah ku duga. Tak mungkin namja sepertimu teman kencannya jongin. Dimana tuan mu? Aku ingin bertemu dengannya" tanya taemin.

"aku akan memanggilnya. silahkan masuk" taemin mengangguk dan segera masuk kedalam rumah jongin.

"jadi ini rumah yang dibuat jongin untuk tinggal bersama suami (kalo istri ga enak ah) dan anaknya ini?" fikir taemin sambil menatap ruangan didalam rumah dengan teliti.

"ck. sayang sekali suami nya hanya menikmati rumah nyaman begini sebentar" ucapnya sambil tersenyum sinis.

...

Jongin menggosok-gosok rambut nya yang masih basah sembari membuka pintu kamar mandi, begitu mengangkat wajahnya ia dikejutkan dengan sosok sehun yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.

"se..sehun-ssi, kau membuatku kaget" ucap jongin.

"jwesonghamnida" ucap sehun.

"kenapa kau berdiri didepan?" tanya jongin.

"seorang pria ingin bertemu denganmu, dia menunggu di ruang tamu sekarang" jawab sehun.

"seorang pria?" ucap jongin bingung.

...

"jadi ini foto suaminya yang sudah meninggal? Sebentar lagi foto ini akan di simpan di gudang dan tentu saja foto ku yang akan terpajang disini" ucap taemin penuh percaya diri.

"ahjussi" taemin langsung memasang wajah jengkel saat mendengar sebutan 'ahjussi' yang diucapkan taeoh.

"hey, anak kecil. kenapa kau belum tidur jam segini?" tanya taemin.

"aku sedang bermain bersama sehun hyung" jawab taeoh.

"sehun hyung? Kau memanggil pengasuhmu dengan sebutan hyung? YA! kau bisa memanggil pengasuhmu dengan hyung kenapa panggil aku dengan ahjussi? Apa kau tak kebalik?" tanya taemin kesal.

"waeyo? Taemin ahjussi kan seperti ahjussi toko buah yang menjadi langganan eomma membeli buah" ucap taeoh.

"ah, jadi eomma mu yang membawamu ke dalam toko buah yang pemiliknya kau samakan denganku? Ck"

"geundae. aku sudah lama tak melihat ahjussi toko buah itu karena eomma tidak mengajakku kesana lagi"

"tentu saja eomma mu tak mengajakmu kesana. ibu mu sudah ada di surga, tak perlu pergi ke toko buah untuk menemani anak kecil sepertimu"

"surga? Eomma di surga? Kenapa eomma disana bukan di seoul? Ahjussi, kau tahu eomma ada dimana? Suruh eomma untuk pulang sekarang"

"aissh, kau menyuruhku untuk ikut mati seperti ibu mu itu? Shireo. Umurku ini masih panjang tak seperti umur eomma mu yang pendek itu"

"eomma tidak mati"

"hey, anak kecil. orang yang ada disurga hanya orang-orang yang sudah mati. Kalau kau mau bertemu eomma mu, kau harus meninggal juga baru kau bisa ke surga" taeoh mengerutkan dahinya.

"lee taemin, apa yang kau lakukan disini?" taemin langsung menoleh kebelakang dan tersenyum saat melihat jongin.

"jongin, kau habis mandi ya?" tanya taemin.

"apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" tanya jongin menepis tangan taemin yang hendak menyentuh pipi nya.

"aku berbelanja pakaian dan tiba-tiba teringat kau. aku membelikanmu setelan kemeja yang bagus. Suamimu kan sudah meninggal, pasti tidak ada yang membelikanmu kemeja untuk ke kantor kan?" tanya taemin dengan wajah sedih.

"itu bukan urusanmu" ucap jongin.

"tentu saja itu urusanku. Aku kan peduli denganmu. Cepat atau lambat, aku akan menjadi calon-"

"permisi"

jongin langsung menoleh kebelakang dan melihat sehun sudah berdiri dihadapannya.

"21.05. taeoh sudah telat 5 menit dari waktu jam tidurnya"

"ne? Ahh taeoh, sebaiknya kau pergi tidur sekarang ne. taemin kau pulang sana. aku mau meniduri taeoh. Sehun kau kunci pintu nya ya" jongin langsung menggendong taeoh yang baru saja menguap dan membawanya menuju lantai 2.

"tuan, saya harus mengunci pintu" ucap suzy. Taemin berdecak kesal dan segera keluar dari rumah jongin.

"yya, tunggu. ini milik tuan mu, cuci yang benar, jangan sampai kau rusakkan kemeja mahal itu" ucap taemin.

Sehun segera menerima kantung belanjaan dari taemin dan langsung menutup rapat pintu rumah.

...

Esok harinya

Kris mengetuk kelima jari tangannya bergantian diatas meja selagi menunggu kehadiran ny. Hong, ia berada di agen penyaluran babysitter saat ini, tujuannya? Tentu saja untuk bertanya latar belakangoh sehun, pengasuh keponakannya.

"kenapa lama sekali hyeong?" tanya chanyeol yang menemani.

"sabar saja" jawab kris.

"maaf menunggu lama" kris dan chanyeol langsung menoleh dan melihat seorang wanita setengah baya yang berjalan kearahnya.

"annyeonghaseyo, kris wu imnida" ucap kris.

"park chanyeol imnida"

"ah, namja yang menelfon beberapa hari yang lalu?" tebak ny. Hong.

"Apakah"

"ada perlu apa kemari? Apakah oh melakukan kesalahan hingga kalian datang kemari?"

"ne? Aniyo. dia bekerja dengan baik. Dia mengurus keponakanku dengan baik tapi, ada sesuatu yang membuat kami penasaran" ucap kris.

"penasaran? Apanya?"

"mengenai kepribadian oh sehun itu" ucap chanyeol. Ny. Hong membenarkan kacamatanya mendengar ucapan chanyeol.

"kepribadian oh? Maksudnya?" tanya ny. Hong.

"yah, kepribadiannya yang kaku seperti robot itu. Paras oh sehun itu tak seperti paras para babysitter lainnya. Jauh sekali dari kata ceria dan bisa membuat anak kecil senang" jawab chanyeol.

"apakah paras babysitter harus seperti seorang badut yang bisa membuat anak kecil senang?" tanya ny. Hong.

"bu..bukan begitu juga. Hanya saja-"

"hanya saja sehun itu sangat datar, dia tak memiliki ekspresi. bahkan tersenyum atau tertawa tidak pernah. Itu membuat kami sedikit janggal dengan bawahanmu itu" jelas kris.

"hahaha. dia bukannya tidak tersenyum hanya saja dia" kris dan chanyeol menatap ny. Hong dengan wajah ingin tahu.

"sulit tersenyum" lanjut ny. Hong

"su..sulit tersenyum? Apa ada orang yang sulit tersenyum?" fikir chanyeol.

"bukankah ada alasan kenapa oh sehun menjadi orang yang sulit tersenyum?" tanya kris. Ny. Hong langsung menatap kris.

"ada alasan kenapa dia sulit tersenyum bersama anak kecil" jawab ny. Hong.

"apa?" tanya chanyeol dan kris.

...

"sehun hyung "

Sehun menoleh kearah taeoh yang menggandeng tangannya lagi saat ia menjemputnya dari nursery.

"taemin ahjussi bilang eomma ada di surga. Apa orang yang ada di surga hanya orang yang sudah meninggal?" tanya taeoh.

"ne" jawab suzy dengan tatapan kosong.

"apa aku harus meninggal agar aku bisa pergi ke surga dan bertemu dengan eomma?" tanya taeoh.

"ne" jawab sehun.

"sehun hyung, aku ingin bertemu dengan eomma sekarang. Kau bisa membantuku?" tanya taeoh. sehun menatap taeoh sebentar.

"geurom" jawab sehun.

"benarkah? Kau bisa membantuku ke surga?" sehun mengangguk.

"hyung, kau mau menemaniku? Aku akan memperkenalkanmu dengan eomma ku. Mau ya?" ajak taeoh.

"ne" ucap sehun.

"jincaa? Bagaimana caranya kita bisa meninggal agar kita bisa ke surga?" tanya taeoh. Kedua mata sehun beralih menatap sebuah sungai.

"kajja" ucap sehun sembari menarik taeoh kearah sungai.

TBC

Hai aku balik lagi, aku minta maaf atas kecerobohan aku di chap1 kemarin. Aku ga ngecek lagi aku minta maaf banget kalo bikin bacanya ganyaman dan bikin bingung karna ga ada sekat, sebenernya aku udh sekat tapi kok pas dipost ga ada aku jadi bingung sendiri kemarin... aku minta maaf dan juga sebagai permintaan maafku, aku sebisa mungkin update cepet

Jangan lupa review yaaa. Review kalian sangat membantu untuk aku