The Mysterious Babysitter
Penulis: evi (purplequeens)
Remake: mydhdiah
Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)
Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll
Genre: romance, keluarga, misteri
Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?
...
chap 3
"kenapa kita ke sungai? Apa sungai bisa membawa kita ke surga?" tanya taeoh.
"ne" jawab sehun.
"jincaa? hyung kajja" ajak taeoh. Sehun mengangguk dan saat hendak berjalan tiba-tiba
"Taeoh-ya ... Taeoh-ya"
Taeoh menoleh kebelakang dan menatap seorang pria dengan nafas terengah-engah berjalan kearahnya.
"xiumin samchon" sehun ikut menoleh kebelakang dan menatap datar xiumin.
"taeoh-ya, kau bersama siapa?" tanya xiumin sambil melirik sehun.
"annyeonghaseyo, oh sehun imnida. aku pengasuh" ucap sehun.
...
"tiba-tiba memakai jasa babysitter?" tanya xiumin.
"kris hyeong yang merekrutnya dari agen penyalur babysitter secara mendadak. Lagipula, cara kerjanya baik. rumahku kelihatan rapih dan bersih dan lagi, hye gyul menyukainya" jawab jongin sambil meminum teh nya.
"tapi ada yang aneh dengan pengasuh itu. kau tahu tadi aku melihat mereka berdiri didekat sungai"
"sungai?"
"iya, mereka seperti orang yang mau berjalan masuk kedalam sungai. Untung saja aku langsung meneriaki nama taeoh kalau tidak entah apa yang akan terjadi"
"eissh, jangan berfikiran aneh. Kau berfikir sehun dan taeoh mau menenggelamkan diri didalam sungai? Maldo andwae. kenapa mereka berdua mau berbuat begitu. Mungkin saja mereka ingin menikmati pemandangan sungai. kyungsoo dan taeoh sering memandangi pemandangan sungai dulu"
"i..iya, tapi-"
"sudahlah tak perlu curiga. Tak ada yang aneh dengan sehun"
...
Sehun meletakkan sisir diatas meja kecil usai menyisiri rambut taeoh yang sudah ia keringkan dengan hair dryer.
"hyung, jangan beritahukan kepada appa ya kalau kita berniat mengunjungi eomma ke surga" ucap taeoh.
"ne" ucap sehun.
"ini rahasia kita berdua saja, oke?" ucap taeoh.
"ne" ucap sehun.
"Taeoh-ya"
sehun langsung bangkit berdiri begitu pintu kamar taeoh dibuka oleh xiumin.
"samchon belikan oleh-oleh untukmu."
"jincaa? Wwaah, terimakasih xiumin samchon" ucap taeoh girang saat menerima sebuah boneka beruang pemberian xiumin.
"aku akan menyiapkan makan malam permisi" ucap sehun lalu berjalan pergi meninggalkan kamar taeoh.
"taeoh-ya, pengasuhmu baik kepadamu kan?" tanya xiumin.
"tentu, sehun hyung orang yang baik sama seperti samchon dan eomma" jawab taeoh.
"jeongmalyo? Baguslah kalau begitu" ucap xiumin bernafas lega.
…..
"hemm masitta" ucap xiumin saat menyantap makan malamnya.
"samchon, bukankah masakan sehun hyung sama enaknya seperti masakan eomma?" ucap taeoh.
"e..eoh. rasa nya sama persis seperti masakan kyungsoo" ucap xiumin.
"sehun hyung jjang" ucap taeoh sambil tersenyum kearah sehun yang berdiri dibelakang. xiumin tersenyum kecil dan kembali menyantap makanannya.
"bagaimana sekolahmu?" tanya jongin.
"baik. Sonsaengnim memberikanku nilai tambahan karena aku bisa menjawab soal MTK di papan tulis" jawab taeoh.
"benarkah? putra appa benar-benar pintar" ucap jongin.
"tentu saja. Sehun hyung mengajarkanku tambah-tambahan kemarin malam. Appa, sehun hyung benar-benar pintar. Dia bahkan hafal semua jadwal pelajaranku dalam sekali baca" ucap taeoh.
"jeongmalyo?" ucap jongin sambil melirik sedikit kearah sehun yang tetap memasang wajah datar.
...
"taeoh-ya, samchon pulang ya. baik-baik dengan ayahmu ya" ucap xiumin.
"ne" ucap taeoh.
"yasudah. aku pulang dulu " ucap xiumin.
"eoh, hati-hati." ucap jongin.
Xiumin mengangguk dan saat kedua matanya melirik kearah sehun, ia sedikit menundukkan sedikit kepalanya. Sehun balas menundukkan kepala dan tubuhnya.
"annyeong" pamit xiumin.
"hyung, ayo kita bermain" ajak taeoh sambil menarik tangan sehun kearah kamarnya. Jongin tersenyum menatap kepergian sehun dan taeoh.
"tidak ada yang aneh dengan sehun. Kenapa semua orang bilang dia itu aneh?" fikir jongin heran.
...
restoran
"ne? Bukannya tidak tersenyum hanya saja dia sulit tersenyum?" tanya suho bingung.
"ne, nyonya Hong bilang oh sehun itu orang yang sulit tersenyum" jawab chanyeol.
"kenapa dia sulit tersenyum? Apa dia sakit gigi atau ada yang salah dengan rahangnya?" tanya lay.
"aniya. Nyonya Hong bilang..." kris mengusap dagunya sambil mengingat perkataan nyonya Hong siang tadi.
"tentu saja dia memiliki alasan kenapa dia sulit tersenyum" ucap nyonya Hong
"apa alasannya?" tanya kris.
"Oh memiliki pengalaman yang jauh dari kata senyum" jawab nyonya Hong.
...
"hah? Pengalaman yang jauh dari kata senyum? Maksudnya pengalaman menyedihkan?" tanya suho.
"mungkin. entah pengalaman menyedihkan apa yang dialami pengasuh itu hingga dia sulit tersenyum. Aneh sekali ada orang yang begitu" jawab kris.
"suho hyung, aku pesan kopi" seru chen setibanya di resto sehun sambil meregangkan kedua tangan dan kakinya.
"chen, kau kenapa? Datang-datang langsung melakukan pemanasan" tanya baekhyun.
"hari ini aku akan mengintai penjahat lagi bersama seniorku. Aku harus menjaga mataku agar aku tak lengah" jawab chen.
"mengintai penjahat? Penjahat apa lagi yang kau intai hingga kau bekerja tengah malam?" tanya lay. Chen mengeluarkan gulungan kertas dari dalam saku jaketnya, ia membuka gulungan kertas tersebut dan meletakkannya di atas meja.
"mwoya? Bukankah ini pembunuh berantai yang hampir belasan tahun selalu gagal di tangkap oleh para polisi? Kau mau mengintai dia?" tanya kris kaget.
"yep. kali ini kami menemukan jejak keberadaannya di sekitar daerah ini. Hari ini aku dan seniorku hanya ingin memastikan apakah orang yang kami curigakan benar-benar pembunuh berantai ini atau tidak. Kau tahu kan bonus yang akan kudapatkan jika aku berhasil menangkapnya?" ucap chen sambil menaikkan sebelah alisnya.
"sebelum kau memikirkan bonus yang kau dapatkan pikirkan keselamatanmu. Orang ini pembunuh berantai yang belasan tahun selalu gagal di tangkap para polisi. Kau kan masih muda. kau pasti gampang di tundukkan pembunuh ini" ucap chanyeol.
"benar kata chanyeol" ucap baekhyun.
"eissh, aku ini ahli taekwondo. aku akan menggunakan seni bela diri ku kalau berhadapan dengannya. Tidak usah khawatir" ucap chen.
Kris menatap lembaran kertas diatas meja, kedua matanya menatap wajah pembunuh berantai yang tercetak diatas kertas tersebut.
"berhati-hatilah, chen. orang ini benar-benar sadis. Dia akan membunuh tanpa pandang bulu, kudengar dia juga membunuh istri dan anak nya saat kalah bermain judi" ucap kris dengan nada memperingatkan.
...
Kedua mata sehun terbuka tiba-tiba saat ia mendengar suara-suara yang berasal dari jendela. Ia segera turun dari kasur dan mendapati jendela kamarnya yang tak tertutup rapat. Ia langsung menutup rapat jendela kamarnya dan menutup nya dengan gorden yang cukup tebal.
Sssrraakk ~
Sehun langsung memicingkan matanya saat mendengar suara-suara yang berasal dari dapur. Ia segera keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur. Setibanya didapur, ia mendapati seorang pria yang berdiri memunggunginya tengah menuangkan susu kedalam gelas.
"kapjagi" pekik jongin dengan wajah kaget begitu berbalik dan mendapati sehun berada dibelakangnya.
"se..sehun-ssi, kau membuatku terkejut"
"jwesonghamnida" ucap sehun.
"kau belum tidur?" tanya jongin.
"animnida" jawab sehun.
…..
"aku tidak bisa tidur jadi aku meminum segelas susu. Itu sudah menjadi kebiasaanku kalau aku mendadak terkena insomnia" ucap jongin sambil meletakkan segelas susu yang baru diteguknya. Sehun mengangguk kecil sambil menatap lurus jongin yang duduk didepannya.
"kau terbangun karena mendengar suara ya?" tanya jongin.
"sedikit" jawab sehun.
"maaf. aku tak bermaksud mengganggu tidurmu. Kau pasti butuh banyak istirahat setelah seharian bekerja penuh mengurus rumah dan mengurus taeoh"
"aku baik-baik saja"
"aku benar-benar berterima kasih denganmu sudah mau menjaga taeoh. Tidak mudah mengurus taeoh. Dia masih terlalu dini untuk menerima kenyataan bahwa ibu nya sudah pergi. Ditinggal pergi seorang ibu di usia yang masih dini benar-benar hal yang sangat sulit untuk dijalani. Kau berfikiran hal yang sama kan, sehun-ssi?"
"Ne"
"bagaimana denganmu? Apa kau sudah berkeluarga?"
"Animnida"
"emm ayah dan ibu mu? Apa mereka tinggal disini atau di luar seoul?"
"mereka…"
sehun meremas ujung piyamanya. "sudah pergi" lanjut sehun.
"Be..benarkah? Ma..maaf aku tak bermaksud menyinggung kedua orang tua mu yang telah tiada. Maafkan aku"
"tidak apa. kau sudah selesai minum?"
sehun bangkit berdiri sambil menatap gelas susu jongin yang sudah kosong.
"a..ah, ne" ucap jongin.
"aku akan mencucinya. Selamat malam tuan" ucap sehun mengambil gelas kotor tersebut dan segera mencucinya.
"ya, malam" ucap jongin sebelum kembali ke kamarnya.
...
Esok hari
"pengasuh? Jadi jongin menggunakan jasa babysitter untuk mengurus putra nya?" tanya seo ra.
"ya, tapi tetap saja dengan memperkerjakan babysitter untuk mengurus anaknya, jongin masih mengacuhkanku. Dia bahkan masih menolak ajakanku untuk makan. Menyebalkan" jawab taemin.
"hehhh kalau kau ingin dekat jongin. kau harus bisa mengambil hati anaknya"
"mengambil hati anaknya? Ck. Bagaimana caranya aku mengambil hati anaknya jongin, anak kecil itu selalu saja menyamakanku dengan ahjussi toko buah yang selalu didatanginya dulu bersama ibu nya yang sudah meninggal. Pengasuhnya malah dipanggil dengan sebutan hyung. Menyebalkan" dumel taemin.
"itu karena kau terlalu fokus mencari perhatian jongin. kau harus menarik perhatian anaknya sebelum kau mau menarik perhatian ayahnya"
"bagaimana caranya? Bantu aku, saem. kau kan guru ku yang selalu memberi banyak motivasi untukku"
"kau harus bisa bersikap layaknya seorang ibu untuk hye taeoh. cepat atau lambat dia pasti akan akrab denganmu dan membawamu dekat dengan jongin"
"bersikap layaknya seorang ibu? Hem. itu hal mudah"
...
"makan malam?" tanya sehun di telfon.
"ah,iya…bibi ku mengajakku dan taeoh untuk makan malam bersama. Kau tolong ikut juga ya, untuk mengurusi taeoh nanti. Biasanya aku dan bibi ku suka berbicara hal-hal yang tidak baik didengar oleh taeoh makanya-"
"baiklah, aku mengerti"
"yasudah, aku akan jemput kalian jam 7 nanti. Kututup"
…..
"hyung, kau ikut kan?" tanya taeoh.
"ne" jawab sehun sambil merapikan rambut taeoh.
"aku senang hyung ikut. Seo ra yimo selalu mengatakan hal-hal aneh bersamaku. Aku tidak suka mendengarnya" oceh taeoh.
"eomma juga suka memasang wajah sedih jika habis bertemu dengan seo ra yimo. Aku tak suka dengan orang yang membuat eomma sedih" sehun masih mengatupkan bibirnya rapat-rapat sambil mendengarkan ocehan taeoh.
"ayahmu sudah menunggu. Kajja" ucap sehun.
Taeoh mengangguk, digenggamnya tangan sehun seraya berjalan keluar dari kamarnya.
...
"hyung duduk didepan bersamaku. aku ingin dipangku oleh sehun hyung" pinta taeoh sambil menggerakkan tangan kanan sehun. Kedua mata sehun menatap kearah jongin.
"turuti saja" ucap jongin tersenyum simpul lalu segera masuk kedalam mobil.
"hyung, ayo masuk" ucap taeoh sambil membuka pintu mobil. Sehun mengangguk dan segera masuk kedalam mobil.
"appa, kenapa kita makan dengan yimo?" tanya taeoh.
"kenapa kau bertanya begitu? Kau tidak suka makan dengan seo ra yimo?"
"seo ra yimo selalu mengatakan eomma tidak akan pulang dan tak pernah kembali. Dia selalu saja berkata hal tidak benar. bohong itu kan tidak baik, yakan appa?" jongin terdiam mendengarnya.
...
"kupikir hanya ada bibi saja. kau tak bilang akan mengajaknya" ucap jongin sambil menatap taemin yang duduk didepannya.
"waeyo? Aku kan juga ingin makan malam bersama bibi mu, ternyata bibi mu mengajakmu, anakmu dan…" kedua mata taemin melirik kearah sehun. "pengasuhnya juga. kenapa kau membawanya juga?"
"tentu saja untuk menjaga taeoh. Aku ingin bicara serius dengan bibi ku tapi rasanya kalau ada kau, aku tidak jadi bicara apa-apa dengan bibiku"
"sudahlah jongin. jangan perlakukan taemin seperti orang asing begitu" sela seo ra.
"lagipula, taemin juga pasti senang karena bisa bertemu anakmu. Bukan begitu, taemin?" taemin mengangguk sambil tersenyum kearah taeoh.
"taeoh-ya, lusa kau berulang tahun kan?" tanya taemin dengan nada lembut.
"eoh ahjussi tahu darimana?" raut wajah taemin berubah jengkel mendengar taeoh masih menyebutnya 'ahjussi' setelah ia bicara dengan nada lembut didepan taeoh.
"tentu saja aku tahu. aku kan perhatian denganmu" ucap taemin. "apa kau ingin hadiah?"
"ahjussi mau memberikan apapun yang kuminta?"
"tentu"
"jincaa? Jincaa?" taemin mengangguk.
"eomma. aku mau eomma kembali ke rumah"
Jongin menghela nafas mendengar ucapan taeoh sementara taemin langsung melirik seo ra dengan tatapan bingung.
"aku ingin hadiah ulang tahunku adalah eomma pulang ke rumah. Ahjussi, kau sudah berjanji akan mengabulkannya kan? yakan?" tanya taeoh.
"taeoh, apa kau tak bisa minta yang lain? Boneka? Mainan? Baju atau lainnya yang bisa dijadikan sebagai hadiah?" tanya taemin.
"shireo. aku mau eomma bukan barang. Aku mau eomma" ucap taeoh tegas.
"araso. aku akan bawa eomma mu" ucap taemin dengan wajah kesal.
"yya, lee taemin. jangan janjikan hal seperti itu kepadanya" sahut jongin.
"taeoh-ya, kau tenang saja. lusa ibu mu pasti akan ada di rumah" ucap taemin.
"jincaa? Senangnya. ahjussi jjang" ucap taeoh.
"sehun hyung, eomma ku akan pulang. kau dengar kan?" sehun hanya diam, tak merespon ucapan taeoh. Kedua matanya menatap lurus pemandangan gedung tinggi yang terlihat dari kaca jendela restaurant.
….
"apa kau gila? Kenapa kau menjanjikan hal konyol seperti itu kepadanya?" tanya jongin.
"waeyo? Aku akan melakukan cara agar anak mu bisa berhenti merengek meminta ibu nya untuk pulang. Kau juga risih kan kalau anakmu selalu bertanya-tanya keberadaan ibu nya yang sudah meninggal itu"
"cara? Apa yang akan kau lakukan? Kalau kau membuat taeoh kecewa, kau harus menaggung resikonya"
"tidak masalah"
"jongin, percayakan saja kepada taemin. Dia pasti tahu apa yang akan dilakukannya. Percaya sedikit kepadanya, dia belum melakukan apa-apa tapi kau sudah pesimis" ucap seo ra.
"Yimo"
"kata-kata taemin benar. kau pasti risih kan mendengar anak mu itu selalu menanyakan keberadaan ibu nya? Aku saja risih mendengar anakmu selalu menanyakan keberadaan pria miskin itu"
"yimo, jaga bicaramu. Jangan berkata hal seperti itu tentang kyungsoo"
"wae? Bibi benar kan? Kau membuat hidupmu susah dengan mau menikahi pria yatim piatu dan penyakitan seperti Do kyungsoo. Kau jadi kerepotan untuk menjaga putra mu karena suami mu tak punya kerabat yang bisa kau mintai tolong makanya kau pakai jasa seorang babysitter" ucap seo ra.
"Chogi"
seo ra dan taemin langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara sehun. Jongin langsung bangkit berdiri saat dilihatnya taeoh yang sudah tertidur didalam gendongan sehun.
"21.30. ini sudah telat 30 menit dari jam tidur nya" ucap sehun.
"ahh, kau benar" ucap jongin saat melihat arlojinya. "aku harus pulang"
jongin segera memindahkan taeoh ke gendongannya.
"lee taemin, awas kalau kau melakukan hal aneh dan membuat taeoh kecewa di hari ulang tahunnya" ucap jongin dengan nada tegas.
"tidak usah khawatir" ucap taemin.
"sehun-ssi, ayo kita pulang" sehun mengangguk dan segera berjalan dibelakang jongin.
"darimana jongin dapat babysitter begitu? Dia pria yang aneh. wajahnya sama sekali tak ada berekspresi" ucap seo ra bingung.
"molla, babysitter itu memang aneh, kenapa taeoh bisa betah bersamanya?"
"kalau kau bisa membuat taeoh senang di hari ulang tahunnya, dia pasti akan betah denganmu nanti"
"kau benar" taemin tersenyum kecil.
...
"sehun-ssi, apa kau tahu apa yang akan dilakukan taemin di hari ulang tahun taeoh nanti?" tanya jongin sambil menyetir.
"animnida" jawab sehun.
"hehh. Aku harap apa yang akan dilakukannya tak membuat taeoh kecewa. Menjanjikan akan membawa eommanya pulang benar-benar hal yang sulit diwujudkan" gerutu jongin.
Kedua mata sehun beralih menatap wajah taeoh yang sudah tertidur lelap di pangkuannya dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Jongin mematikan mesin mobilnya begitu mobilnya sudah masuk kedalam halaman rumahnya. Ia segera melepas seatbelt nya dan saat beralih kesamping dilihatnya sehun yang tidak bergerak sama sekali.
"jangan-jangan dia..."
Jongin segera turun dari mobil dan membuka pintu samping kemudi. "dia tidur?" gumam jongin saat melihat kedua mata sehun yang terpejam. Jongin menundukkan wajahnya ke bawah dan disaat yang bersamaan kedua mata sehun tiba-tiba terbuka.
"kau bangun.." ucap jongin kaget. Sehun mengangkat wajahnya kedepan dan melihat kesekelilingnya. Ia segera melepas seat belt nya dan menyerahkan taeoh kepada jongin.
"kau langsung istirahat saja. aku akan membawa taeoh ke kamarnya" ucap jongin.
"ne. selamat malam, tuan" ucap sehun sambil menatap kepergian jongin.
Esok harinya
"jangan lupa untuk menjemput taeoh di nursery nya" ucap jongin.
"ne" ucap sehun.
"yasudah, aku akan berangkat dulu. telfon aku kalau ada sesuatu" ucap jongin. Sehun mengangguk sambil berjalan kearah jongin.
"kenapa?"
"dasimu miring lagi" ucap sehun sambil merapihkan dasi jongin.
"ah, gomawo. kami berangkat" ucap jongin segera masuk kedalam mobil.
"hyung, byebye" taeoh melambaikan tangannya kearah sehun dari dalam mobil.
"hati-hati di jalan" ucap sehun dan langsung membalikkan tubuhnya kebelakang saat merasakan hawa keberadaan seseorang.
"ck. kau membuatku kaget tiba-tiba berbalik" ucap taemin sambil mengelus dada.
"annyeonghashimnikka" sapa sehun sambil membungkukkan tubuh dan kepalanya.
"jongin dan anak nya sudah pergi?" tanya taemin.
"ne" jawab sehun.
"geure? Bagus kalau begitu" ucap taemin seraya melangkah masuk kedalam rumah. Sehun menatap punggung taemin yang mulai menjauh dengan mata sinis.
...
"sehun-ssi, jangan beritahukan kepada siapa-siapa kalau aku ke rumah ini bahkan masuk kedalam kamar jongin ya. Aku berbuat begini hanya untuk mencari peninggalan mendiang suaminya itu. Aku akan menggunakan sesuatu milik mendiang suaminya untuk mengejutkan bocah yang menyebalkan" oceh taemin sambil membuka lemari. Sehun hanya diam, kedua matanya menatap gerak-gerik taemin yang tengah mencari-cari pakaian milik kyungsoo didalam lemari.
"aku menemukannya. Lee teamin kau benar-benar pintar" ucap taemin tersenyum senang saat melihat sweater yang dipakai mendiang kyungsoo yang terlihat didalam foto yang dipajang di dinding.
"aku akan membawa ini. ingat ya jangan beritahukan kepada siapa-siapa. Aku pergi."
Suzy hanya berdiri mematung menatap kepergian taemin yang baru saja melangkah keluar dari kamar jongin. Kedua matanya bergerak menatap foto mendiang kyungsoo yang dipajang di dinding.
...
"mwo?! Taemin menjanjikan hal seperti itu kepada taeoh? Apa tidak salah dia menjanjikan hal yang tak mungkin bisa di wujudkan?" tanya chanyeol.
"makanya itu. Taeoh benar-benar bersemangat menuggu hari esok tiba, dia bilang dia tak sabar melihat eomma nya lagi. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gerutu jongin.
"tidak usah khawatir. kami akan mengadakan pesta ultah kejutan untuk mengalihkan perhatiannya kalau dia sudah menanyai eomma nya. Serahkan saja kepada kami berenam"
"hem, gomawo hyung"
"oh iya, beberapa hari yang lalu aku dan kris mendatangi tempat agen penyaluran babysitter tempat oh sehun berasal"
"geure? Apa yang kalian ketahui tentangnya?"
"saat kami melaporkan bahwa oh sehun itu selalu terlihat datar dan tak pernah tersenyum, kau tahu apa kata nyonya Hong mengenai dirinya?"
"apa?"
"Oh sehun bukannya tidak bisa tersenyum hanya saja dia sulit untuk tersenyum karena ada nya sebuah pengalaman yang jauh dari kata senyum"
"ne?! Sulit tersenyum karena sebuah pengalaman yang jauh dari kata senyum? Apa maksudnya? Aku tak mengerti"
"entahlah. menurut kami, oh sehun itu mempunyai pengalaman yang menyedihkan dan membuat wajahnya jadi datar begitu"
"pengalaman menyedihkan? Apa berhubungan dengan keluarganya? Setahuku kedua orang tua nya sudah meninggal"
"jincaa? Mungkin pengalaman itu. hanya karena orang tua nya meninggal, wajahnya jadi datar begitu"
"sudahlah, tak usah permasalahkan ekspresi wajahnya yang kaku. Setidaknya dia bersikap baik dan tak melukai taeoh. aku tak akan mempermasalahkannya"
"yasih, tapi aku masih penasaran"
Jongin hanya geleng-geleng kepala mendengar celotehan chanyeol.
...
Esok harinya
"Saengil chukae, taeoh-ya"
Taeoh tersenyum sumringah saat suho meletakkan kue tart diatas meja tak lupa dengan lilin nya. Sehun menatap taeoh yang dikelilingi paman dan ayah nya sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Sorot mata nya menatap lurus ekspresi wajah taeoh yang kelihatan begitu bahagia.
"ucapkan permohonanmu sebelum meniup lilinnya" ucap lay.
"ne" ucap taeoh semangat. "aku ingin bertemu eomma segera" jongin dan yang lainnya langsung bertatapan mendengar permohonan taeoh.
Phew~~ taeoh langsung meniup semua lilin ulang tahunnya yang langsung ditepuki tangani oleh keenam pamannya.
"appa, taemin ahjussi belum datang?" tanya taemin.
"ne? Dia sibuk" jawab jongin.
"dia sudah berjanji akan membawa eomma" ucap taeoh.
"Eng .. taeoh-ya, kita potong kue nya, lalu berikan umpan pertama untuk salah satu keenam pamanmu" ucap Suho mengalihkan perhatian taeoh.
"IgeoE"
Chen tersentak kaget saat sehun mengarahkan pisau kearahnya.
"untuk memotong kue nya" ucap sehun.
"a..ahh gomawo" ucap chen segera menerima pisau dari sehun dan memberikannya kepada suho.
Teng tong ...
"eomma… itu eomm." ucap taeoh segera bangkit berdiri dan berlari menuju pintu depan.
"taeoh-ya " jongin segera bangkit berdiri menyusul taeoh yang berlari ke pintu depan.
"hyung, cepatlah" ucap taeoh tak sabaran saat sehun memutar kunci dan begitu menarik pintu, kedua mata taeoh berbinar-binar saat melihat sesosok pria yang berdiri membelakanginya, kedua matanya menatap sebuah sweater yang sering dipakai eomma nya dulu.
"Eommaaaa"
Taeoh langsung memeluk pria itu dari belakang. Kedua mata sehun menatap datar pemandangan didepan tersebut. Jongin membulatkan kedua matanya saat melihat taeoh memeluk seorang pria yang memakai sweater milik kyungsoo.
"eomma, bogoshipo" ucap taeoh dan perlahan tubuh pria itu berbalik.
"saengil chukae" ucap taemin ambil melepas wig dan kacamata yang dipakainya. Jongin beserta kris dkk langsung menepuk dahi mereka dengan wajah frustasi.
"kau sudah bertemu ibu mu kan?" tanya taemin.
"hiks..Gheojitmal ahjussi pembohong" teriak taeoh sambil menangis keras.
"yya, kenapa kau malah menangis?" tanya taemin bingung.
"lee taemin, kau! benar-benar..." desis jongin.
"ini punya eomma. jangan di pakai" ucap taeoh sambil menarik sweater yang dipakai taemin dengan paksa dan membuat sweater tersebut robek.
"YA.. aku sudah memberikanmu hadiah kan? Kenapa kau menangis?" tanya taemin.
"benci, aku benci ahjussi" teriak taeoh sambil menangis dan berlari masuk kedalam.
"taeoh-ya" panggil jongin.
"kau..sudah kukatakan jangan membuat janji konyol yang membuat taeoh kecewa. Kau lihat perbuatanmu? Kau menghancurkan hari ulang tahunnya!" bentak jongin.
"yya, aku hanya mewujudkan keinginannya untuk bertemu ibu nya itu" ucap taemin.
"gunakan otakmu sedikit, lee taemin" ucap jongin tajam dan segera masuk kedalam rumah.
"hehh..Menarik perhatian anak saja gagal, bagaimana menarik perhatian ayah sang anak?" sindir chanyeol.
"issh… diam kau" sahut taemin sambil mendesis kesal.
….
"taeoh-ya, uljimma" ucap jongin.
"eomma.. aku mau eomma" tangis taeoh.
"taeoh-ya,eomma tak bisa datang kemari lagi"
"aku mau eomma… aku ingin bertemu eomma"
"taeoh-ya, appa bilang berhenti. kau menangis pun ibu mu tak akan kembali"
"aah, eomma.. eomma"
"kim taeoh" bentak jongin keras. Taeoh tersentak kaget begitu jongin membentaknya, ia berhenti menangis sejenak dan kembali menangis dengan keras sambil memeluk sweater ibu nya.
"apa kau tak dengar ayah bilang apa? Berhenti menangis. ibu mu tak akan kembali sekalipun kau menangis dan memeluk pakaiannya. Dia tak bisa bersama kita lagi, kenapa kau susah sekali kalau diberitahu?"
"jong, tahan emosimu. Taeoh bisa takut denganmu" ucap kris sambil menepuk pundak jongin.
"ahh.. eomma" tangis taeoh.
"aaarrggh" teriak jongin frustasi dan pergi meninggalkan kamar taeoh.
"yaya, jongin" kris dan yang lainnya segera menyusul, menyisakan lay dan chen yang berdiri diambang pintu kamar taeoh.
"Eo ..."
Chen dan lay terkesiap saat sehun berjalan kearah mereka. Kedua mata sehun yang datar menatap lurus chen dan lay bergantian.
"jwesonghamnida" ucap sehun sebelum menutup pintu kamar tepat didepan wajah chen dan lay.
"oh.. hyeong, pintu nya di tutup" ucap chen kaget.
"dikunci juga" ucap lay sambil memutar kenop pintu kamar taeoh.
"apa yang mau dia lakukan?!" chen dan lay saling bertatapan satu sama lain dengan wajah histeris.
…..
"eomma.. hiks..eomma" taeoh semakin memeluk erat sweater ibu nya sambil menangis sesegukkan.
"Uljimma"
Taeoh mengangkat wajahnya keatas, menatap pengasuhnya yang kini berdiri dihadapannya dengan mata berair.
"aku mau eomma" ucap taeoh.
"ibu mu sudah meninggal"
"aniya, eomma tidak meninggal. aku ingin bertemu eomma"
"ibu mu sudah meninggal dan kau tak bisa bertemu dengannya lagi. Jadi, berhentilah menangis"
"eomma bogoshipo"
"ibu mu tidak akan merindukanmu jika kau masih menangis"
Taeoh menyeka kedua air matanya, ia kembali mendongak keatas, menatap sehun yang masih menatap datar wajahnya.
"apa eomma membenciku?" tanya taeoh.
"ne.. ibu mu membenci anak kecil yang suka menangis sepertimu" jawab sehun.
"eottohke? Aku tidak ingin eomma membenciku"
"tidak usah menangis dan turuti ucapan ayahmu. Kau akan di hukum jika kau menangis"
"di hukum? Sama siapa?"
"aku"
"hyung, kau juga akan pergi seperti eomma kalau aku menangis? Andwae…kajima" ucap taeoh sambil menggenggam tangan sehun.
"aku tidak akan pergi. Jadi jangan menangis lagi"
Taeoh mengangguk patuh, ia mengusap kedua matanya yang berair hingga kering.
"aku tidak akan menangis jadi jangan pergi seperti eomma, ne?" pinta taeoh.
"ne" ucap sehun.
TBC
Hai aku cepetkan?jangan lupa review yaa dan maaf kalo masih ada typo
Oh iya doain ya, aku mau masuk SMA mudahmudahan ga kegeser :' amin
Makasih semuanya jangan lupa review okeh
