The Mysterious Babysitter
Penulis: evi (purplequeens)
Remake: mydhdiah
Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)
Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll
Genre: romance, keluarga, misteri
Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?
...
chap 4
"jong, redakan emosimu. Kau tahu kan marah-marah didepan anakmu tak baik, apalagi membentaknya" ucap kris.
"aku tau hyeong, tapi.."
"taeoh masih kecil. dia tak mengerti arti dari kata 'tidak akan pernah kembali lagi'. Jika kau berada di posisi taeoh, kau pasti akan merasakannya" ucap baekhyun. Jongin menghela nafas sambil mengurut pelipisnya.
"yayaaa jong" panggil lay dan chen dengan langkah tergesa-gesa.
"kenapa kalian tergesa-gesa begini?" tanya suho heran.
"oh sehun… dia bertingkah aneh" ucap lay.
"apa nya yang aneh?" tanya chanyeol.
"dia masuk kedalam kamar taeoh lalu menutup pintu kamar taeoh dan menguncinya. Bukankah aneh?" tanya chen.
"berhentilah mengatakannya aneh. Dia tak aneh" ucap jongin bangkit berdiri dan berjalan kekamar taeoh. Saat hendak menyentuh kenop pintu, tiba-tiba dari arah dalam pintu terbuka dan keluarlah sosok sehun bersama taeoh.
"permisi.." ucap sehun seraya berjalan melewati jongin. Sehun menatap sebentar kearah chen. sadar di tatap, chen langsung menundukkan kepalanya dengan wajah kikuk dan mengalihkan pandangannya kedepan. Sehun memasang wajah tak peduli dan berjalan menuju dapur.
"aku minta maaf appa, maafkan aku.." ucap taeoh. Jongin menghela nafas, ia membungkukkan tubuhnya dan membuat wajahnya sejajar dengan wajah anaknya.
"appa juga minta maaf" ucap jongin.
"appa tidak marah lagi kan?" tanya taeoh.
"tidak. Appa, tak akan marah denganmu lagi" jawab jongin.
"taeoh juga tak akan menangis lagi jadi appa tak perlu marah, ne?" jongin mengangguk lalu memeluk erat putra nya.
"heh… selesai juga" ucap baekhyun dkk sambil menarik nafas lega. Tanpa disadari yang lainnya, kedua mata sehun tengah menatap pemandangan tersebut dari belakang.
…..
"ini untuk kris samchon" ucap taeoh sembari menyuapkan sepotong cake kedalam mulut kris.
"aigoo, paman iri karena tak mendapat suapan pertama dari taeoh" ucap suho sambil beraegyo didepan taeoh.
"Benarkah? Kalau begitu suapan kedua untuk Suho samchon" ucap taeoh dan langsung menyuapkan sepotong cake kedalam mulut Suho.
"terimakasih" ucap suho sambil mengusap puncak kepala taeoh.
"taeoh, samchon juga mau" sahut chanyeol sambil membuka lebar mulutnya.
"jong, kau betah sekali memperkerjakan orang seperti oh sehun" ucap chen pelan.
"apa maksudmu? Apa yang salah dengan sehun? Dia bekerja dengan baik, kau lihat kan dia bisa membuat taeoh tak menangis lagi. Kau itu terlalu berfikiran berlebihan tentangnya" cibir jongin.
"issh. kau harus lihat tatapan matanya itu. Setiap dia menatapku dengan sorot mata tanpa ekspresi nya itu, bulu kudukku langsung merinding. Menyeramkan.." ucap chen bergidik ngeri.
"yya, jangan bertingkah seolah sehun seorang pembunuh berdarah dingin yang selalu kau kejar. Dia orang yang baik" ucap jongin. Chen hanya mendesis pelan.
"taeoh, kau mau kemana membawa piring kue itu?" tanya jongin.
"memberikannya kepada sehun hyung, Ini kue special untuknya" jawab taeoh sambil berjalan menuju dapur.
"kau lihat sendiri kan? Sehun itu tidak aneh makanya taeoh menyukainya" ucap jongin.
"yayaya.." sahut chen.
...
"Hyung .."
Sehun mematikan kran bak cucian piring dan menoleh kearah taeoh yang berjalan menghampirinya.
"untukmu" ucap taeoh memberikan sepiring cake kepada sehun. Kedua mata sehun menatap sepotong cake diatas piring.
"ini kue special untuk hyung karena tidak akan pergi seperti eomma. Kau harus memakan dan menghabisinya" ucap taeoh.
"terimakasih" ucap sehun menerima sepiring cake tersebut dan meletakkan diatas meja counter.
"aku akan kembali ke ruang tengah. Hyung nanti bacakan aku buku cerita sebelum tidur ya" ucap taeoh sebelum pergi meninggalkan dapur. Kedua mata sehun menatap lurus cake pemberian taeoh dengan tatapan kosong.
"Saengil chukae .." lirihnya.
...
"pangeran dan putri hidup bahagia. Selesai. Lekas tidur" ucap sehun menutup buku cerita yang sudah ia selesai bacakan untuk taeoh.
"Hyung"
kedua mata sehun bergerak menatap taeoh yang masih membuka kedua matanya.
"hyung, kau janjikan tidak akan pergi seperti eomma?" jongin yang hendak masuk kedalam kamar taeoh tak sengaja mendengar ucapan taeoh dari luar. Ia berdiri sebentar didekat pintu kamar taeoh yang tak tertutup rapat.
"aku tidak ingin hyung pergi seperti eomma. Cukup eomma saja yang pergi dariku, aku tak ingin di tinggal lagi. Kau berjanji tidak akan pergi kan?" tanya taeoh. Sehun menatap taeoh sejenak.
"Hyung?"
"lekas tidur. ini sudah telat 3 menit dari jam tidurmu"
"hyung, aku tidak akan menangis lagi jadi jangan pergi ya" Sehun beranjak berdiri, ia meletakkan buku cerita diatas meja.
"hyung, selamat malam" ucap taeoh sebelum memejamkan kedua matanya. Sehun langsung mematikan sakelar lampu dan berjalan keluar dari kamar taeoh.
"maaf.."
Sehun menoleh kesamping dan melihat jongin berdiri disampingnya dengan posisi punggung yang menyandar di tembok.
"taeoh tak bermaksud memintamu untuk terus berada disampingnya. Jika dia sudah beranjak dewasa, dia pasti akan mengerti keadaan eomma nya dan bisa bersikap mandiri tanpa harus di urus seorang pengasuh makanya-"
"tidak apa-apa" sela suzy. Jongin mengangguk kecil.
"besok hari minggu. kau bisa mengambil cuti sehari penuh. Tidak usah bekerja, kau bisa mengunjungi tempat yang ingin kau datangi. Jangan khawatirkan taeoh. dia selalu di ajak jalan-jalan dengan paman-pamannya setiap hari libur" ucap jongin.
"teimakasih" ucap sehun.
"sama-sama. aku tidur dulu, Selamat malam" ucap jongin.
"selamat malam" balas sehun sambil menatap jongin yang sudah berbalik dan masuk kedalam kamarnya.
...
Restoran
"dimana chen?" tanya jongin sambil celingak-celinguk di resto suho.
"dia dapat tugas mendadak untuk menangkap pencuri toko perhiasan" jawab suho meletakkan secangkir kopi diatas meja.
"hari minggu seperti ini dia terus bekerja?" ucap jongin.
"namanya juga polisi. Bekerja 24 jam penuh" sahut kris.
"setidaknya dia harus ambil hari libur" ucap jongin menyeduh kopi panasnya pelan-pelan.
"lingkaran cahaya"
Jongin dan yang lainnya langsung menoleh kearah pintu.
"xiumin" ucap lay.
"dimana keponakan kecilku? Kalian hanya bertiga disini? Yang lainnya kemana?" tanya xiumin heran.
"chanyeol, baekhyun membawa taeoh jalan-jalan. Chen bekerja" ucap suho.
"benarkah? Yah, padahal aku ingin memberikan kado untuk taeoh. Chen? Hari libur begini bekerja. apa masih mengintai pembunuh berantai?" tanya xiumin menarik kursi dan menggabungkan diri dengan kris, lay, suho dan jongin.
"darimana kau tahu dia mendapatkan tugas mengintai pembunuh berantai?" tanya kris.
"dari pamanku. Dia kan inspektur kepolisian, atasannya chen. Hari pertama saat mengawasi rumah yang di curigakan menjadi tempat tinggal pembunuh berantai itu, mereka gagal. Karena setelah mereka menerobos masuk, rumahnya kosong. Tak ada jejak ada orang yang pernah tinggal didalam sana. Benar-benar penjahat yang lihai bukan? Menghilang tanpa jejak" oceh xiumin.
"yya, bukankah chen mengambil resiko banyak untuk menghadapi penjahat begitu?" tanya jongin.
"ya tapi mau bagaimana lagi sudah tugas seorang polisi untuk menangkap pelaku pembunuhan berantai. Lagipula, chen itu kan bisa taekwondo" ucap suho.
"polisi yang bisa judo, karate atau taekwondo tak mengartikan diri nya bisa menangkap pelaku pembunuhan berantai itu. Pria itu bisa menghabisi nyawa teman-teman main judi nya yang terkenal sebagai preman dalam waktu sekali" ucap xiumin.
"jangankan nyawa temannya. ku dengar dia juga membunuh istri dan anaknya" ucap lay.
"anak? Bukannya hanya istri? Aku dengar anaknya selamat saat hendak di tikam. Petugas kepolisian yang mengawasi rumahnya berhasil menyelamatkan anak nya dan membawanya ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan karena anak itu mengalami luka di punggungnya. Saat ingin menyelamatkan istri nya dan sayangnya tela, istri nya sudah meninggal dan pembunuh itu keburu kabur dan sampai sekarang tidak pernah berhasil di tangkap" ucap xiumin.
"Jadi, anak nya masih hidup?" tanya suho.
"entahlah. Kalaupun dia hidup, dia pasti tidak tinggal disini, dia pasti akan menjauh agar tak di bunuh oleh ayahnya." jawab xiumin.
"ayah macam apa yang bisa melakukan hal seperti itu kepada istri dan anaknya. Menyeramkan." ucap jongin sambil geleng-geleng kepala.
...
"kau pria tinggi yang datang bersama pria tinggi yang satu lagi itu kan?" tanya nyonya Hong
"ne" ucap chanyeol.
"aigoo. kau datang bersama teman pria mu yang lain dan…" kedua mata nyonya Hong menatap kearah taeoh yang duduk dipangkuan baekhyun. "anak kecil yang lucu"
"dia keponakan kami. Anak yang di asuh oleh pekerjamu" ucap chanyeol.
"ah, jadi dia yang di asuh oleh Oh" ucap nyonya Hong sambil tersenyum kearah taeoh. "kau suka biskuit? Ini rasa cokelat" nyonya Hong memberikan sebungkus biskuit kepada taeoh.
"terimakasih" taeoh segera menerimanya dan memakannya.
"ada kepentingan apa lagi kemari?" tanya nyonya Hong
"ahjummoni, bisakah kau beritahukan kepada kami latar belakang oh sehun itu. Kami benar-benar penasaran dengannya. Dia benar-benar orang yang sangat aneh, kami tak tenang jika keponakan kami di asuh oleh orang seperti oh sehun" jelas sungyeol.
"hohoho. Tidak usah khawatir seperti itu Oh bukan orang yang pantas untuk ditakuti. Walaupun wajahnya datar sebenarnya ia orang baik."
"tapi-"
"siapa namamu?" taeoh berhenti mengunyah biskuitnya begitu nyonya Hong menatapnya.
"taeoh, kim taeoh" jawab taeoh.
"baik-baik dengan pengasuhmu ya " taeoh mengangguk dan kembali memakan biskuitnya.
"ahjummoni, memangnya pengalaman menyedihkan apa yang dialami oh sehun itu hingga dia tak tersenyum?" tanya baekhyun.
"pengalaman yang biasa dialami kebanyakan orang lainnya" jawab nyonya Hong
"apa ada hubungan dengan asmara?" tanya baekhyun.
"kekekeke..mungkin saja" jawab nyony Hong sambil tertawa dan melirik jam dinding.
"10 detik lagi Oh akan tiba disini." kedua mata chanyeol dan baekhyun membulat mendengar ucapan nyonya Hong.
"dia pasti akan heran melihat anak yang di asuhnya dan kalian berdua disini" ucap nyonya Hong.
"yaya, sembunyi disitu baek" ucap chanyeol sambil menunjuk kolong meja kerja nyonya Hong.
"yaa taeoh, jangan bersuara" taeoh mengangguk patuh sembari duduk dibawah kolong meja bersama kedua pamannya.
Begitu jarum panjang jam dinding bergerak diangka 12 disaat yang bersamaan pintu ruangan nyonya Hong terbuka dan sehun melangkah masuk kedalam.
"kau sudah datang. kau sangat tepat waktu, oh" ucap nyonya Hong. Sehun hanya diam dan menghampiri nyonya Hong
"ini gaji pertamamu di minggu ini. Sudah kubilang kan, gaji mu akan lebih tinggi dibandingkan babysitter lainnya karena bekerja double" ucap nyonya Hong sembari memberikan amplop putih kepada sehun.
"terimakasih" ucap sehun. "aku pergi"
"Oh sehun"
Sehun menoleh sedikit kebelakang.
"anak yang kau asuh..tidak membuatmu susah kan?" tanya nyonya Hong. chanyeol dan baekhyun memasang telinga baik-baik, begitu juga dengan taeoh.
"tidak..aku pergi" ucap sehun lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan nyonya Hong.
"kalian bisa keluar sekarang"
Chanyeol, baekhyun dan taeoh langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dengan wajah lega.
"kalian tak mau mengikuti nya? Kali saja kalian akan tahu apakah dia seaneh yang kalian kira atau tidak" ucap nyonya Hong
"ah, ya, kami pergi. Terimakasih banyak ahjummoni" ucap chanyeol segera meninggalkan ruangan nyonya Hong bersama baekhyun dan taeoh.
...
Kedai ice cream
Chanyeol, baekhyun dan taeoh menurunkan sedikit buku menu yang menutupi wajah mereka sampai ke bawah mata.
"yya baek, dia memesan dua mangkuk ice cream? Apa tak salah dia memesan sebanyak itu untuk dirinya?" tanya chanyeol saat melihat pelayan meletakkan dua mangkuk ice cream diatas meja sehun.
"entahlah. mungkin dia kepanasan sampai pesan dua ice cream" jawab baekhyun.
"samchon, aku mau." ucap taeoh.
"sssttt.." chanyeol dan baekhyun meletakkan jari telunjuk di bibir, mengisyaratkan agar taeoh jangan bersuara keras.
"chogi" panggil chanyeol dengan suara pelan kearah pelayan yang tengah membersihkan meja disamping mereka.
"ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan.
"taeoh, kau mau pesan apa?" tanya chanyeol.
"ini" tunjuk taeoh.
"strawberry banana sundae" ucap baekhyun membacakan ice cream yang di tunjuk taeoh.
"hanya itu?"
Baekhyun mengangguk.
"di tunggu 10 menit" ucap pelayan itu lalu melangkah pergi kebelakang.
"apa dia sedang menunggu seseorang?" tanya chanyeol.
"tidak tahu. mungkin kekasihnya" jawab baekhyun.
"kekasihnya? Siapa pria yang bisa berpacaran dengan wajah sedatar dia?" fikir chanyeol sambil memerhatikan sehun yang duduk disalah satu meja yang tak jauh darinya.
...
Kedua mata sehun menatap dua mangkuk ice cream chocolate dan vanilla itu dengan tatapan kosong. Tangan kanan nya tak sekalipun bergerak untuk meraih sendok ice cream dan menyuapkan makanan dingin itu kedalam mulutnya. Ia terus duduk termenung menatap dua ice cream yang perlahan mulai mencair karena didiamkan begitu saja.
"dia belum menyentuh ice cream nya" ucap baekhyun.
"aneh, dia tak menyentuh ice cream nya, kenapa sampai pesan 2?" ucap chanyeol.
"taeoh-ya, jangan belepotan makannya" baekhyun segera menyeka noda ice cream yang belepotan di bibir taeoh dengan tisu.
"dia bangkit berdiri" ucap chanyeol sambil menepuk pundak baekhyun. "ayo, ikuti lagi" chanyeol beranjak berdiri.
"yaya, sebentar" seru baekhyun.
…
"aigoo. dia pergi kemana?" ucap chanyeol sambil celingak-celinguk kenanan dan kekiri. "ah, baek kita kehilangan jejak nya kan karena kelamaan"
"aissh, taeoh belum menghabiskan ice cream nya. sudahlah, kita hentikan saja mengikutinya. Ini sudah sore, jongin pasti akan menelfon menanyai anak nya sebentar lagi" ucap baekhyun.
"heh baiklah" ucap chanyeol.
"mungkin sehun hyung pergi ke langit" ucap taeoh polos. Baekhyun dan chanyeol mendongak keatas.
"tidak mungkin" ucap kedua nya sambil geleng-geleng kepala.
...
"aigoo. kalian membawanya jalan-jalan kemana seharian sampai pulang sesore ini?" tanya jongin .
"haha maaf, kami lupa waktu saking asyiknya bermain. Yakan, taeoh?" ucap chanyeol.
"ne. appa, chanyeol samchon dan baekhyun samchon membelikanku ice cream yang enak" ucap taeoh.
"aku tau, noda ice cream nya masih tersisa di sudut bibirmu" ucap jongin sambil menyeka noda ice cream yang masih menempel di mulut anaknya.
"kalau begitu aku dan taeoh akan pulang dulu. Anak ini kelihatan sudah lelah" ucap jongin.
"eoh,taeoh annyeong" taeoh melambaikan tangannya kearah dua pamannya.
…
"kedua pamanmu membawamu jalan-jalan kemana?" tanya jongin.
"rahasia" jawab taeoh.
"yyaa kau bermain rahasia dengan appa sekarang?"
"samchon menyuruhku untuk merahasiakannya"
"baiklah, appa tidak akan bertanya lagi"
"eung, sehun hyung?" tunjuk taeoh saat melihat sehun berdiri didepan gerbang rumah.
"ah, appa lupa dia tak punya kunci duplikat" ucap jongin segera memberhentikan mobilnya didepan dan turun dari mobil.
"maafkan aku sehun-sssi, kau sudah berdiri didepan cukup lama ya?" tanya jongin membuka gembok gerbang rumahnya.
"tidak apa" jawab sehun.
"aku akan membuatkan kunci duplikat untukmu agar kau tak perlu berdiri berlama-lama untuk menunggu kami" sehun mengangguk dengan wajah mengerti.
...
"apa? Memesan dua mangkuk ice cream tapi tidak disentuh nya?" tanya xiumin.
"ya, dia hanya memandangi dua ice cream itu sampai mencair tanpa pernah menyuapkannya kedalam mulutnya. Aneh kan" ucap chanyeol.
"aneh sekali sikapnya itu" gumam xiumin.
"kami kira dia sedang menunggu seseorang seperti kekasihnya tapi kami menunggu selama 1 jam di kedai, tak ada yang menghampiri mejanya. Ia duduk sendirian" ucap baekhyun.
"mungkin dia tidak menunggu seseorang tapi mengingat sesuatu dari dua mangkuk ice cream itu" sahut suho.
"mengingat sesuatu? Maksudmu dia memiliki kenangan bersama seseorang di kedai ice cream?" tanya lay.
"begitulah. Banyak pelanggan resto ku yang putus cinta dan suka memesan makanan yang sering dimakannya bersama pasangannya dulu. Mungkin saja oh sehun itu sedang mengingat kenangannya bersama seseorang" jawab suho.
"kenangan bersama seseorang? Namja?yeoja?" tanya chanyeol.
"tidak tau"
"jangan-jangan dia begitu karena ulah kekasihnya yang pergi dan memutuskannya makanya dia jadi dingin begitu"
"aku rasa bukan hanya cinta membuat sikapnya aneh. Itu berlebihan sekali, putus cinta hingga merubah kepribadiannya menjadi begitu. Aku rasa dia memiliki pengalaman yang tidak enak semasa hidupnya. seperti menyaksikan sesuatu yang mengenaskan mungkin"
"eyy, memikirkan pengasuh itu membuatku merinding"
...
Teng tong ...
Sehun membuka pintu rumah dan menatap datar taemin yang berdiri didepannya saat ini. Taemin melepas kacamata hitamnya dan menatap sehun dengan wajah masam.
"dimana tuanmu? Ah, tidak, hye gyul dimana anak kecil itu?" tanya taemin.
"main" jawab sehun datar.
"panggilkan dia"
"ne" sehun berbalik dan berjalan menuju kamar taeoh.
"huh. Semoga saja anak kecil itu tidak marah kalau ku beri brownies cokelat" ucap taemin sambil melirik kantung berisi kue yang dibelinya untuk taeoh. Taemin mengangkat wajahnya begitu mendengar suara langkah kaki.
"kenapa kau datang sendiri? dimana taeoh?" tanya taemin heran melihat sehun berjalan seorang diri. Sehun menggeser tubuhnya kesamping, membuat orang yang berdiri dibelakangnya sosoknya bisa dilihat taemin.
"taeoh-ya, annyeong" sapa taemin sambil tersenyum manis.
"ahjussi, ngapain disini? Mau berbohong lagi?" tanya taeoh ketus.
"tidak, aku ingin minta maaf sudah membuat marah denganku. Aku membelikanmu kue cokelat. Lihat.."
"benarkah? Untukku?"
"tentu"
"wwaah, sepertinya enak. hyung, kita makan bersama yaa" ucap taeoh sambil menatap sehun. taeoh mendelik sebal begitu taeoh malah mengajak sehun makan bersama bukannya dengan dirinya.
"yya, lee taemin apa yang kau lakukan disini?" tanya jongin.
"jongin, kau muncul juga" ucap taemin sambil menghampiri jongin.
"Apa keperluanmu kemari?"
"aku hanya meminta maaf kepada anakmu atas kesalahanku di hari ulang tahunnya. Lihat, aku juga membelikannya kue cokelat kesukaannya"
"kau mau menyogok taeoh agar memaafkanmu dengan kue cokelat?"
"tidak, aku tak memiliki niat menyogok anakmu dengan makanan. Aku membelikannya karena aku ingat taeoh suka cokelat. Bukan begitu, taeoh?"
"ne. hyung, aku ingin makan kue nya" pinta taeoh.
"aku akan memotongnya" ucap sehun segera kedapur sambil membawa kantung berisi kue tersebut.
….
"aku saja yang membawanya. kau kembali saja bekerja" ucap taemin mengambil alih piring kue yang sudah di potong sehun dan membawanya menuju ruang tengah. Sehun berbalik, menatap punggung taemin yang mulai menjauh.
"kacang…" lirihnya.
"sehun hyung, dimana?" tanya taeoh heran melihat taemin yang muncul membawa piring berisi kue yang sudah di potong.
"didapur" jawab taemin.
"aku ingin makan bersamanya" ucap taeoh segera memindahkan potongan kue nya keatas piring kosong dan pergi kedapur.
"ohoo, dia meninggalkanku berduaan dengan ayahnya" batin taemin sambil terkekeh pelan.
"aku akan mengecek email yang masuk.." ucap jongin.
" .."
"ne, aku akan membacanya.."
"jong, ini kue untukmu. cicipi" pinta taemin mendekatkan sepotong kue kemulut jongin.
"jangan ganggu aku" ucap jongin pelan dan kembali berbicara di telfon.
"aku suapi, makan ya" ucap taemin mendekatkan potongan brownies kemulut jongin. Tak ingin di ganggu lama-lama oleh taemin, jongin terpaksa menyuapkan potongan kue itu kedalam mulutnya tanpa memerhatikan isi kue tersebut yang sudah terlanjur masuk kedalam mulutnya.
"wwaah.." kedua mata taemin berbinar-binar melihat jongin menerima suapannya.
"pro..uhuk… posal.. uhuk.. uhuk… aku minta maaf.. aku akan menghubungimu nanti"
jongin segera menyudahi percakapannya saat merasakan ada yang salah dengan tenggorokkannya. Ia menepuk-nepuk dadanya, saat ia merasa sulit bernafas.
"jong, kau kenapa?" tanya taemin bingung.
"appa… appa" seru taeoh sambil berlari menghampiri jongin.
"omo! Appa, kau makan kue nya?" pekik taeoh.
"ke..kenapa? uhuk.. uhuk… jangan-jangan…" jongin menepuk-nepuk dadanya dan menatap potongan kue yang disuapkan taemin kepadanya. Kedua mata nya membulat saat melihat potongan kacang didalam kue brownies.
"ahjussi, appa alergi kacang. kenapa kau membiarkannya makan kue yang ada kacangnya?" sahut taeoh.
"a..apa? a..alergi kacang? Be..benarkah?" ucap taemin kaget.
"appa, wajahmu sudah merah" ucap taeoh dengan mata berkaca-kaca.
"kau..pulanglah segera..uhuk.." jongin segera berjalan kebelakang dan masuk kedalam kamar mandi.
"jongin, maafkan aku.. aku tidak tau" ucap taemin.
"maaf, aku harus menutup pintu rumahnya sekarang" ucap sehun sambil membuka lebar pintu rumah.
"aissh. salah lagi" dumel taemin dan segera berjalan keluar dari rumah jongin.
….
"appa, diminum ya" ucap taeoh memberikan segelas air hangat kepada jongin.
"terimakasih"
Jongin segera meneguk air hangatnya hingga habis. Ia menarik nafas dan membuangnya kembali sambil menepuk-nepuk dadanya.
"appa, kau baik-baik saja?" tanya taeoh
"appa baik-baik saja, taeoh lekas tidur ya. kau harus sekolah besok pagi" jawab jongin.
"tapi…"
"appa baik-bak saja. sehun-ssi, tolong tidurkan taeoh"
"Ne"
"appa, selamat malam" ucap taeoh sembari memberi kecupan kecil di pipi jongin sebelum pergi ke kamarnya bersama sehun.
"aish" erang jongin sambil menepuk-nepuk dadanya agar mudah bernafas. Ia segera bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air hangat.
Sehun menutup buku cerita usai menyelesaikan cerita untuk taeoh seperti biasa. Kedua matanya menatap lurus kearah taeoh yang sudah tertidur pulas. Ia meletakkan buku cerita diatas meja lalu berjalan ke tepi ranjang, ia membenarkan selimut taeoh dengan benar lalu keluar dari kamarnya.
"uhuk…uhuk"
Sehun menutup pelan pintu kamar taeoh dan segera berjalan kearah dapur saat mendengar suara batuk-batuk yang diyakininya berasal dari jongin. Setibanya didapur, dilihatnya wajah jongin yang benar-benar sudah merah ditambah ia semakin sering batuk-batuk.
"apa yang anda cari?" tanya sehun.
"heh.. obat… heh" jongin menarik nafas nya pelan-pelan dan menghembuskannya namun semakin ia menarik nafas, dada nya semakin sakit.
"anda duduk saja. aku akan mencarinya" ucap sehun segera membuka isi lemari dapur satu per satu untuk mencari obat.
"se..sehun-sii"
Sehun langsung menoleh kesamping saat mendengar suara jongin yang semakin berat.
memilih ~~
Kedua mata sehun membulat saat dahi jongin jatuh diatas pundaknya, sebelah tangannya dengan sigap menahan tubuh jongin agar tak jatuh.
"Heh ... heh"
sehun mengerutkan dahinya saat mendengar deru nafas jongin yang terdengar tak normal. Sepertinya, jongin mulai kesulitan bernafas. Bukankah biasanya orang alergi makanan memiliki cirri-ciri seperti itu? Entah apa yang dipikirkan sehun, ia perlahan membaringkan tubuh jongin diatas lantai. Kedua matanya memerhatikan wajah jongin yang sudah merah ditambah dada nya yang naik-turun.
Sehun mendongakkan kepala jongin sementara tangan kirinya menutup hidung jongin dengan jari telunjuk dan ibu jarinya dan tangan kanannya digunakannya untuk menggerakkan dagu jongin keatas. Sehun menarik nafas dalam-dalam sebelum ia menempelkan mulutnya dengan mulut myungsoo. Kedua mata sehun memerhatikan gerakan dada jongin untuk memastikan apakah tiupan nafas penolong darinya masuk kedalam paru-paru jongin atau tidak.
Sehun menjauhkan bibirnya dari bibir jongin saat dirasanya jongin tak lagi kesusahan nafas. Kedua mata sehun menatap wajah jongin sementara tangan kananya bergerak naik meraba bibir nya sendiri.
...
Jongin membuka kedua matanya dan menatap langit kamar nya dengan kedua mata berkedip. Ia beranjak duduk diatas ranjangnya dengan wajah bingung. Siapa yang membawanya kemari? Begitu kepalanya menoleh kesamping, dilihatnya botol kaca berisi obat dan segelas air putih.
"sehun menemukannya" ucap jongin lega melihat obat yang ada diatas meja adalah obat yang dicari-cari olehnya. Ia segera meminum obat tersebut dan meneguk air nya.
"appa"
Jongin menoleh kearah pintu dan melihat taeoh yang sudah memakai seragam sekolah berlari masuk kedalam kamarnya.
"taeoh-ya, annyeong" ucap jongin sambil tersenyum.
"appa kau sudah sembuh? wajahmu tak merah seperti kemarin" ucap taeoh menepuk pelan pipi myungsoo.
"ne, appa sudah sembuh" ucap jongin.
"syukurlah" ucap taeoh menghela nafas lega. Jongin tersenyum dan saat kedua matanya beralih keambang pintu, dilihatnya sosok sehun yang tengah berdiri dengan kedua mata menatap kearahnya dan taeoh.
"selamat pagi" ucap sehun. Jongin mengangguk kecil sambil tersenyum.
"appa, kau istirahat di rumah. aku akan berangkat ke sekolah bersama sehun hyung saja" ucap taeoh.
"baiklah, appa akan menuruti perkataanmu" ucap jongin.
"kalau begitu aku berangkat. appa, byebye" pamit taeoh.
"emm.. byebye" balas jongin.
"sehun-ssi…" Sehun yang baru berbalik langsung menoleh kearah jongin lagi.
"hati-hati di jalan. Pastikan taeoh masuk kedalam kelas nya ya"
"ya, tuan" ucap sehun.
"hyung, ayo"
Jongin tersenyum menatap sosok sehun dan taeoh yang sudah menjauh. Tak lama, senyum di wajahnya memudar, raut wajahnya berganti menjadi raut wajah orang bingung.
"apa aku bermimpi kemarin?" fikir jongin sambil menyentuh bibirnya.
TBC
Ayay aku mau nanya deh feelnya dapet ga? Atau kurang dapet? Kata kalian bahasa koreanya diubah keindo atau biarin korea? Dapet feelnya ga kalo diubah? aku dichap 4 ngubah kata-kata koreanya, kata kalian dapet atau engga? Atau dibiarin ada bahasa koreanya?
Fyi untuk skinship itu sangaaaaat jauh, Masih lama. Sedikit bocorn chap ini nembus 20 chap loh jadi jangan bosen ya, keluh kesal atau kurang dapet feelnya bilang aja,bisa chat aku kok.
Ps: masalah datang bertubi-tubi jadi jaga hati jangan sampe kesel wkwk. Byebye jangan lupa review
