The Mysterious Babysitter
Penulis: evi (purplequeens)
Remake: mydhdiah
Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)
Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll
Genre: romance, keluarga, misteri
Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?
...
chap 6
Kris meletakkan cangkir kopinya yang masih panas diatas meja usai meminumnya sedikit, kedua tangannya meraih Koran yang berada disampingnya.
"hehh 1 minggu selalu saja ini yang menjadi berita utama. Apa Korea sudah kehilangan berita utama hingga semua Koran berisi berita 'Kang Dong Yoon' yang kemungkinan ada di Seoul" oceh kris sambil menatap lembar pertama Koran nya.
"yya hyeong. wajar saja berita itu menjadi tajuk utama. Berita begitu membuat semua masyarakat resah, mereka takut akan menjadi incaran pembunuh berantai itu" ucap suho.
"heh… resah? Memang bikin resah apalagi eomma. Dia bahkan menyuruhku membawa semprotan merica ini kemana-mana agar aku tak di serang orang asing tiba-tiba. Membuat saku jaket ku membesar saja" gerutu kris mengeluarkan semprotan merica dari saku jaket nya.
"Mmpphh ..."
kedua mata kris langsung melirik kearah chanyeol dan baekhyun yang menahan tawa.
"apa? Apa yang lucu?" tanya kris.
"hyeong, kau kan namja bukan yeoja. Kalau kau yeoja, wajar saja ibu mu menyuruhmu membawa semprotan merica kemana-mana. Tapi ini tidak wajar kalau kau yang membawa semprotan merica itu" ucap chanyeol sambil cekikikan.
"YA! Setidaknya ini alat pertahanan yang baik daripada harus melawan dengan cara berkelahi. Kalau berkelahi dengan pembunuh berantai itu bisa-bisa aku dijadikan salah satu korbannya. Kalau pakai semprotan ini, pembunuh berantai itu akan langsung tunduk" oceh kris .
"aigoo.. hyeong" baekhyun hanya geleng-geleng.
"bicara mengenai 1 minggu. bukankah sudah 1 minggu pengasuh itu tak ada kabar nya?" sahut suho.
"yya, oh sehun sudah tak berhubungan dengan jongin dan taeoh. Dia tak ada kabarnya itu bukan urusan kita" ucap chanyeol.
"tapi taeoh…"
...
"shireo!" ucap taeoh keras sambil melipat tangannya di dada dengan wajah kesal.
"taeoh, makan saja sesuap. Kau bisa sakit jika tak sarapan sebelum sekolah. Samchon sudah sengaja membuatkan telur kukus kesukaanmu" ucap xiumin.
"shireo.. Rasa nya tak seperti masakan eomma atau sehun hyung. Aku tidak ingin makan" tolak taeoh.
"jong…" xiumin langsung menoleh kebelakang, menatap jongin yang menghela nafas frustasi.
"aku ingin makan masakan sehun hyung. Kalau tidak ada masakannya, aku tak mau makan" ucap taeoh segera turun dari bangku dan berjalan kedepan.
"t..taeoh-ya " panggil xiumin. "dia kembali seperti dulu saat kyungsoo meninggal" xiumin mendesah pelan.
...
"ah, jadi kau mantan majikan Oh" ucap nyonya Hong sambil menatap jongin yang kini duduk dihadapannya.
"n..ne.. ahjummoni, bisa kau beritahu aku tempat tinggal sehun?" tanya jongin.
"omo! Ada apa tiba-tiba kau menanyakan tempat tinggal mantan pengurus rumahmu? Apa kau tertarik dengannya?"
"ti..tidak, bukan itu.. Aku ingin memintanya menemui anakku. Anakku belum rela di tinggal pengasuhnya. Dia bahkan mogok makan dengan alasan hanya ingin makan masakan sehun. Maka dari itu, ahjummoni.. bisa kau bantu aku untuk membujuknya mau bertemu anakku?"
"hhmm.. bagaimana ya? Aku ingin membantu sayang nya aku juga tak bisa membantu"
"Maksudmu?"
"aku sendiri juga tak tahu dimana keberadaa Oh saat ini"
"Ka..kau tak tahu? Memangnya dia belum dapat pekerjaan baru?"
"belum.. Oh itu orang baru dan tempat pertama nya bekerja adalah di rumahmu. Sayangnya, dia seperti tidak nyaman bekerja di rumah anda hingga dia memutuskan mengundurkan diri.. bukankah begitu, tuan kim?"
"e..eng.. sebenarnya… Aku sendiri juga tidak mengerti dengan jelas alasannya yang tiba-tiba mengatakan tidak nyaman bekerja di rumah hingga dia mengundurkan diri. Jika, dia merasa tak nyaman karena taeoh selalu merengek menanyai ibu nya, aku bisa bicara dengan taeoh agar tak lagi merengek dan tak membuat pengasuhnya kerepotan. Tapi dia bilang bukan karena taeoh, bukan mengenai gaji juga"
"mungkin Oh tak nyaman dengan anda, tuan kim"
"a..apa? A..aku? Kenapa sehun tak nyaman denganku?"
"eiyy..bagaimanapun anda ini terbilang pria yang cukup menarik perhatian kaum wanita dan pria walaupun anda sudah memiliki anak. Mungkin saja Oh tak tahan berdekatan dengan anda karena anda begitu menarik"
"Karena itu tiba-tiba dia mengundurkan diri?"
"hahaha.. aku hanya berpendapat asal. Tapi tuan kim, anda benar-benar membuang waktu untuk datang kemari dan menanyai Oh. Dia benar-benar tak mungkin bisa anda temui"
"heh. Aku mengerti. Kalau dia menghadap anda, bisakan beritahu aku. Aku akan tinggalkan nomor telfonku kepadamu"
"ya, aku mengerti"
"aku pamit. Terimakasih"
...
"aissh.. bagaimana dia tidak tahu keberadaan pekerja nya sendiri?" fikir jongin setelah keluar dari kantor penyaluran babysiiter.
"eiyy. bagaimanapun anda ini terbilang pria yang cukup menarik perhatian kaum wanita dan pria walaupun anda sudah memiliki anak. Mungkin saja Oh tak tahan berdekatan dengan anda karena anda begitu menarik"jongin mengerutkan dahinya saat mengingat ucapan nyonya Hong barusan kepadanya.
"yaa! Apa kejadian malam itu benar-benar nyata? Jangan-jangan dia mengundurkan diri karena melakukan itu…" ucap jongin.
"tidak.. kalau masalahnya itu, dia harusnya mengatakannya kepadaku. Apa dia takut jika aku sadar itu bukan mimpi maka aku akan memecatnya jadi dia memilih mengundurkan diri terlebih dahulu?"
Jongin terus berfikir keras didepan mobilnya tanpa menyadari tatapan sepasang mata seseorang yang berasal dari jendela lantai 2 gedung penyaluran babysitter yang baru saja ia datangi.
"anak pria itu merindukanmu"
Sehun langsung menutup gorden kamarnya saat mendengar suara nyonya Hong yang berasal dari belakangnya. Ia langsung menoleh dan menatap nyonya Hong dengan tatapan tak mengerti.
"anak nya selalu menanyaimu bahkan dia mogok makanya dengan alasan hanya ingin makan masakanmu. Oh, kau benar-benar sudah membuat keputusan bulat untuk tidak kembali bekerja di rumah itu dan memilih mengurung diri disini seperti 4 tahun sebelum nya?" tanya nyonya Hong
"aku tidak ingin menambah korban" jawab sehun.
"Oh.. kau yakin pria itu adalah ayahmu?"
"dia bukan ayahku. Aku tak punya ayah"
"aku mengerti… Kau yakin pria di stasiun itu adalah dia?"
"yakin.. sangat yakin, dikoran jelas tertulis bahwa dia ada di seoul. Lagipula, sorot mata nya.. aku tak mungkin lupa sorot mata membunuh nya itu. Sorot mata nya masih sama seperti 13 tahun yang lalu saat ia menghabisi nyawa ibu ku"
"Oh, kau bisa menyerahkan urusan ini kepada polisi dengan begitu kau bisa hidup aman"
"polisi tak akan bisa. Jika pun polisi bisa, hidupku sudah aman selama belasan tahun. Orang tua angkat ku tak akan meninggal terbunuh dan dia tidak akan pergi juga"
Sehun mengepalkan kedua tangannya, sorot mata nya berubah serius saat ia mengingat sesuatu.
"heh… yasudah, aku terima keputusanmu. Berharap saja anak itu bisa merelakanmu walaupun seperti nya anak itu sudah terlanjur menyukaimu hingga membuat ayah nya yang tampan datang kemari menanyai keberadaanmu" sehun terdiam dan kembali melirik kearah jendela, menatap mobil jongin yang baru saja pergi.
...
"apa? Nyonya Hong juga tak tahu keberadaan oh sehun?" tanya kris. Jongin mengangguk.
"aku tak tahu harus berbuat apalagi untuk menghadapi taeoh. Dia benar-benar bersikap sama saat kyungsoo pergi dulu. ahh, kenapa sehun mengundurkan diri tiba-tiba?" gerutu jongin.
"aku tak tahu alasan dia itu mengundurkan diri tapi yang jelas oh sehun itu memiliki kehidupan yang cukup kelam" ucap kris.
"kehidupan yang berhubungan dengan ucapan nyonya Hong itu? Pengalaman yang jauh dari kata senyum?" tanya jongin.
"eoh, chanyeol dan baekhyun pernah mengikuti sehun saat dia sedang cuti sehari
"a..apa? Mereka berdua mengikuti sehun? Jangan-jangan saat mereka mengajak taeohseharian, mereka bertiga benar-benar"
"tak usah di besarkan. Mereka bermaksud baik, mereka hanya ingin tahu seperti apa oh sehun itu. Tapi hasilnya nihil, jawaban tak dapat yang ada rasa penasaran semakin tinggi"
"maksudmu?"
"oh sehun memiliki banyak kenangan bersama seseorang, aku tak tahu entah orang itu adalah ayah, ibu, sahabat atau mungkin kekasihnya. Yang jelas siapapun orang-orang itu pasti berhubungan dengan pengalaman nya yang jauh dari kata senyum. Kau kan tinggal seatap dengannya, apa kau tak merasakan kejanggalan saat bersamanya?"
"di rumah? Tidak. Aku tak merasakan kejanggalan apa-apa tapi.." jongin mengerutkan dahinya.
"apa? Ada sesuatu yang aneh?"
"ah, Beberapa jam sebelum dia memutuskan untuk mengundurkan diri, aku memintanya mengantarkan map cokelat ke kantor ku dan setibanya di kantor dia bersikap aneh"
"aneh bagaimana?"
"wajahnya pucat, sorot mata nya seperti orang ketakutan dan dia berkata 'tolong aku'. dia bilang itu berulang kali. Saat aku tanya, dia malah tak menjawab. Apa kau tahu maksud perkataannya, hyeong?"
"meminta tolong berulang kali? aneh sekali" fikir kris.
"mungkin dia bertemu sesuatu yang menyeramkan"
kris dan jongin langsung menoleh kebelakang.
"annyeong.." sapa chen sambil tersenyum dan segera menghampiri kris dan jongin "dimana suho hyung?"
"supermarket. Membeli bahan keperluan dapur nya." Ucap kris.
"eemm.. kalian sedang membicarakan namja aneh itu ya? Oh sehun?" tanya chen.
"yya, dia tidak aneh.. berhentilah menyebutnya aneh" ucap jongin.
"aissh, kau ini selalu saja ngeyel kalau diberitahu. Pengasuh anakmu itu, oh sehun. dia itu pria aneh, Kau tahu kalau dia menatapku rasanya membuatku merinding, harusnya kan dia takut denganku karena aku ini polisi tapi dia malah membuatku yang takut dengannya" ucap chen sambil bergidik ngeri.
"aissh. kenapa kau datang kemari? Kau tak ada tugas mengintai atau menangkap pencuri?" tanya jongin.
"tidak, aku di beri waktu libur beberapa hari karena beberapa minggu ini aku benar-benar full bekerja. Kau tahu kan aku baru selesai menginterogasi beberapa penjahat 24 jam penuh. Aigoo.. benar-benar melelahkan" dumel chen sambil menguap.
"kau masih mengintai Kang Dong Yoon?" tanya kris.
"hoh? Pembunuh berantai itu?tidak. tugas itu menjadi tugas utama inspektur jung dan mantan polisi yang pernah mengurusi kasus pembunuh itu di gwang-ju. Kalian tahu motif pembunuh berantai itu di seoul?" kris dan jongin menggelengkan kepala mereka bersamaan.
"menurut sumber terpercaya, pembunuh itu sedang mengincar putranya yang kemungkinan ada di kota ini" ucap chen.
"ah, yang diceritakan xiumin waktu itu. Anak nya yang berhasil diselamatkan petugas kepolisian yang mengawasi didekat rumah nya kan?" tanya jongin.
"eoh. Saat ini inspektur jung dan mantan polisi itu sedang mencari tahu keberadaan anak kang dong yoon, mereka harus melindungi putra nya sebelum kang dong yoon mengetahui keberadaan putranya" jawab chen.
"yya, aku masih penasaran sampai sekarang. Kenapa kang dong yoon berniat sekali menghabisi nyawa putranya? Aku rasa ada yang salah dengan jalan pikirannya sampai bisa membunuh istri nya dan terobsesi membunuh anak nya" ucap kris.
"entahlah, hyeong. seniorku banyak yang bilang bahwa kang dong yoon itu seorang psikopat, ada juga yang bilang kalau itu tekanan batin karena usaha nya bangkrut dan dia tak menerima bantuan dari teman-teman yang ia mintai tolong. Mencari uang dengan bermain judi pun ia selalu kalah, aku rasa itu alasan kenapa dia bisa membunuh teman-teman main judi nya dan teman-teman dekat nya yang tidak mau menolongnya. Berita terbaru yang aku dengar juga, kang dong yoon terlibat dalam kasus kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami-istri di busan beberapa tahun silam"
"sepasang suami-istri?"
"eoh.. sepasang suami dan istri itu adalah orang yang mengadopsi anaknya. Setelah anak nya diselamatkan, dia dititipkan dipanti dan diadopsi oleh sepasang suami-istri yang tinggal di busan. Setelah sepasang suami-istri itu meninggal, aku dengar lagi anak kang dong yoon menghilang tiba-tiba dan sampai sekarang tak diketahui keberadaannya"
"mungkin dia bersembunyi" ucap jongin.
"bersembunyi? Kenapa?" tanya chen.
"tentu saja dia harus bersembunyi. Dia pasti tahu kalau ayah nya yang membuat orang tua adopsi nya meninggal, dia harus menyelamatkan dirinya sebelum ayah nya menghabisi nyawa nya. Jika aku jadi anak pembunuh itu, aku pasti sudah bersembunyi dari dunia luar walaupun harus menanggung beban ketakutan seumur hidup" jawab jongin.
"kau benar. kalau anak itu bersembunyi, kang dong yoon tak mungkin bisa menemukan keberadaannya kan? Baguslah, berarti inspektur Jung tak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga untuk mencari keberadaan putra kang dong yoon yang berada di seoul. Seoul kan luas, kang dong yoon juga tak mungkin bisa menemukan keberadaan putranya di kota sebesar ini dalam waktu dekat" ucap chen.
"siapa bilang? Justru dia akan mudah menemukan keberadaan putranya jika dia sudah berada di kota yang sama dengan anaknya. Kang dong yoon itu orang yang selama belasan tahun menjadi buronan polisi, dia pintar bersembunyi dari kejaran polisi dan itu artinya dia bisa dengan mudah menemukan keberadaan anak nya. Dia pasti mengetahui sedikit info mengenai keberadaan putranya makanya dia bisa sampai kemari" sahut kris.
"kau benar hyeong. Pembunuh itu tak mungkin bisa kemari kalau dia hanya mengira-ngira anak nya ada di sini. Dia pasti memiliki info mengenai keberadaan anaknya yang ada di seoul, entah itu info apa" ucap chen sambil berfikir keras.
...
"taeoh. kau masih tak mau makan? Appa akan membelikan makanan yang kau inginkan.. beritahukan kepada appa kau mau makan apa?" tanya jongin.
"aku mau makan masakan sehun hyung" jawab taeoh
"taeoh, kau tak akan bisa memakan masakan sehun lagi sekalipun kau meminta beribu-ribu kali"
"appa, minta ahjummoni untuk menyuruh sehun hyung bekerja disini,ya? Aku mohon"
"tidak bisa, taeoh-ya. Sehun sudah pergi, dia benar-benar pergi dan tak ada yang tahu mengenai keberadaannya sampai sekarang"
Taeoh langsung merengut mendengar ucapan ayahnya.
"aku tidak menangis tapi dia malah pergi. dia berjanji tidak akan pergi makanya aku tak menangis. Eomma dan sehun hyung tidak bisa menepati janji mereka. Aku tidak suka" ucap taeoh.
"taeoh, jangan bicara seperti itu. Mereka semua punya alasan untuk pergi" ucap jongin.
"mereka pergi tiba-tiba. aku membenci mereka" ucap taeoh dan berlari masuk kedalam kamarnya.
"Aissh ..."
Kkrrriingg ~~
Jongin segera merogoh ponsel dari saku celananya dan mengangkat telfon yang masuk tanpa melihat nama penelfonnya.
" Yoboseyo"
"jong, kau belum mengajak taemin makan malam denganmu?"
"bibi, itu tidak penting. Aku harus menjagataeoh, tak ada waktu untuk makan malam bersama nya"
"menjaga taeoh? Untuk apa kau pekerjakan babysitter kalau kau juga yang menjaga anakmu itu"
"tidak. pengasuh taeoh sudah tak bekerja lagi"
"benarkah? Aigoo.. sudah kuduga, namja itu pasti akan mengundurkan diri cepat atau lambat karena tak tahan bekerja mengurusi anakmu yang menyebalkan itu"
"bibi, jaga ucapanmu"
"kata-kata itu benar. Dia tak mau membuang masa mudanya dengan terkurung bersama anakmu yang rewel itu"
"ck.. aku tutup" jongin langsung memutuskan sambungan telfonnya dengan kesal.
"aissh, oh sehun" desis nya.
...
"bagaimana?" tanya taemin
"dia sibuk menjaga anak nya karena babysitter nya mengundurkan diri" jawab seo ra.
"namja itu tak bekerja di rumah jongin lagi? baguslah. Berarti anak itu tak akan memanggil pengasuhnya hyung lagi"
"kau harus memanfaatkan keadaan ini. kau harus mengambil hati taeoh dan membuatnya menyukaimu seperti dia menyukai babysitter nya itu, mengerti?"
"aku mengerti. aku tak akan melakukan hal yang salah lagi seperti sebelumnya. Jangan khawatir, saem"
...
Esok harinya
Taesan TK
"aish kalau bukan demi mengambil hati anak kecil itu, aku tak akan mau menunggu didepan nursery begini" gerutu taemin yang kini berdiri didepan gerbang nursery taeoh. Taemin langsung melepas kacamata nya saat ia melihat sosok taeoh yang berjalan keluar dari gedung dengan wajah lesu.
"taeoh" panggil taemin kencang. Taeoh mengangkat wajahnya dan menatap taemin yang kini tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"ahjussi? Ahjussi kenapa ada disini?" tanya taeoh
"aku menjemputmu. Pengasuhmu tak bisa menjemputmu lagi kan? Makannya aku yang menjemput" jawab taemin. Taeoh memasang wajah cemberut.
"taeoh. bagaimana kalau kita jalan-jalan? Kau ingin makan apa? Ice cream? Burger, Crepes atau jalan-jalan ke mall?" tanya taeoh.
"ahjussi, kau mau mengabulkan permintaanku?"
"tentu, tapi tidak aneh-aneh"
"benarkah?" taemin mengangguk.
"antar aku ke suatu tempat"
"hah? kemana?"
...
"apa?taeoh di jemput orang lain?" pekik jongin.
"ya.. ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya keluar melihat taeoh pergi bersama seorang pria yang wajahnya suka muncul di majalah fashion" ucap xiumin.
"apa? Jangan bilang..."
" Ya, Lee Taemin. Dia mengundang taeoh itu. Sepertinya dia melancarkan aksinya dalam kaitannya dengan pendekatan anak taeoh Anda tidak lagi dirawat oleh babysitter"
"aissh, kenapa dia tak memberitahuku akan menjemput hye gyul?hyung, maaf ya.. kau sudah sengaja meluangkan wkatu untuk menjemput taeoh tapi taeohnya tak ada"
"tidak, tidak apa. lagipula aku juga sedang tak sibuk. Beritahu aku ya kalau taeoh sudah pulang, kalau keponakanku kenapa-napa, aku akan mencakar wajah namja eyeliner itu"
"ya hyung" jongin menghela nafas setelah menyudahi percakapannya di telfon.
"pasti bibi yang menyuruh nya"
...
"omo! anak kecil yang manis ini ada apa tiba-tiba datang kemari?" tanya nyonya Hong sambil menatap taeoh yang datang ke kantor nya bersama taemin.
"ahjumma, beritahu sehun hyung aku datang mencarinya. Aku mohon?" pinta taeoh. Taemin yang mendengarnya hanya mendengus kesal, ia tak menyangkan taeoh akan meminta dirinya untuk membawanya ke kantor penyaluran jasa babysitter.
"apa ayah mu tak memberitahumu kalau mantan pengasuhmu tak tahu ada dimana sekarang?"
"ahjumma, kau pasti tahu kan? Kalau kau punya nomor nya telfon dia, aku ingin bicara dengannya"
"maafkan aku anak manis, Aku tak bisa melakukannya"
"taeoh, nyonya ini sudah bilang dia tak tahu dimana sehun kan? Sudahlah, jangan memaksanya. Sebaiknya kita pergi saja"
"tidak mau. Aku tak mau pergi sebelum aku melihat atau mendengar suara sehun hyung"
"taeoh, kau ini keras kepala sekali sih kalau diberitahu. Nyonya ini bilang dia tahu dimana pengasuhmu sekarang. Apa kau tak mengerti? Pengasuhmu itu benar-benar sudah pergi dan tidak mau menemuimu lagi makanya dia menghilang tanpa jejak" omel taemin.
"hiks… jahat, ahjussi jahat" teriak taeoh dan berlari keluar dari kantor nyonya Hong.
"aku minta maaf. anak itu memang menyebalkan. Mohon di maklumi" ucap taemin dan segera menyusul taeoh keluar.
"mereka sudah pergi. keluarlah, oh" ucap nyonya Hong sambil menoleh kebelakang dan menatap sehun yang baru saja keluar dari pintu ruang kerja nyonya Hong.
"kau dengar kan? Anak pria itu benar-benar merindukanmu" ucap nyonya Hong. Sehun hanya diam, tak merespon ucapan nyonya Hong.
"setidak suka nya kau dengan anak kecil tapi kau malah membuat anak kecil begitu menyukaimu. Tidakkah harusnya kau ubah jalan pikiranmu?" ucap nyonya Hong.
"tidak, tidak ada yang harus ku ubah" ucap sehun.
"oh, jangan memandang anak kecil itu seperti dirimu dulu. Mereka semua berbeda" ucap nyonya Hong.
Sehun memasang wajah dingin, ia langsung beranjak naik ke lantai 2 tanpa sedikitpun menoleh kearah nyonya hong.
"Mau sampai kapan dia hidup seperti itu?" gumam nyonya Hong.
...
"jangan bawa-bawa taeoh kemana-mana tanpa izinku" omel jongin.
"anakmu yang memintaku mengantarnya. Aku tak bisa menolaknya" ucap taemin.
"tapi tidak dengan mengantarnya untuk bertanya mengenai pengasuhnya. Seharusnya kau bisa mengelabuinya dan tak mengantarnya kemana. Kau lihat kan akibatnya? Dia jadi mengurung diri"
"jongin, sudahlah. jangan salahkan taemin. Dia sudah bersikap baik untuk mau mengabuli permintaan anakmu itu. Jangan kau omeli dia, omeli saja anakmu yang susah sekali diberitahu itu" ucap seo ra.
"bibi, kenapa kau selalu membela muridmu ini? Yang keluargamu itu taeoh dan aku bukan dia" ucap jongin.
"sudahlah jangan bawa masalah hubungan keluarga. Anakmu itu harus dididik dengan keras agar dia tak bersikap manja seperti itu. Aku tak heran pengasuhnya sampai mengundurkan diri. Dia pasti tak betah mengurus anakmu yang selalu merengek setiap hari. Dia akan membuang tenaga nya jika harus mau berlama-lama mengurusi nya" ucap seo ra.
"bibi, taeoh bisa mendengarnya. berhentilah bicara hal jelek mengenai taeoh. Aku mengerti jika kau tak suka dengan kyungsoo, tapi rasa tidak suka mu tidak usah kau limpahkan kepada taeoh. Dia masih kan kalau dia bersikap begini"
"inilah kenapa anakmu menjadi keras kepala, kau terlalu memanjakannya. Ini pasti turunan dari sifat ibu nya itu yang pandai merayumu hingga kau bisa bertekuk lutut dengannya"
"bibi! Sebaiknya kalian berdua pergi dari rumahku" usir jongin yang sudah habis kesabaran.
"omo! kau baru saja mengusir bibi mu?" ucap seo ra kaget.
"aku bisa menyeret bibi keluar jika bibi tak mau angkat kaki dari rumahku sekarang" ucap jongin tegas.
"kau akan menyesal, jongin" ucap seo ra dan segera berjalan pergi dari rumah myungsoo bersama taemin.
….
"taeoh, appa membelikanmu ice cream. Kau tak mau makan bersama appa?" tanya jongin membuka sedikit pintu kamar taeoh dan mendapati taeoh sudah berbaring diatas kasur dengan posisi memunggungi dinding pintu.
"appa akan menyimpan ice cream nya di kulkas agar kau bisa memakannya" ucap jongin lalu menutup kembali pintu kamar taeoh.
Selang beberapa detik setelah pintu kamar tertutup, terdengar suara isak tangis yang berasal dari taeoh. Anak itu mendengar semua ucapan bibi nya tadi dengan sangat jelas.
...
Esok harinya
"aku menyukai hyung seperti eomma. Eomma ada di no.1 dan kau ada di no. 2. Jadi kau tak boleh pergi ya?"
Sehun menghela nafas mengingat ucapan taeoh dulu kepadanya.
"maaf" lirihnya pelan.
"oh, bisa kau bantu aku?" seru nyonya hong dari luar.
Sehun yang mendengar suara ny. Hong yang meminta bantuan langsung beranjak keluar dari kamarnya dan bergegas menuju lantai 1. Begitu kedua kakinya berpijak di lantai paling bawah, raut wajahnya langsung berubah menjadi raut wajah orang terkejut saat melihat sesosok pria yang berdiri didepannya.
"annyeong, sehun-ssi" ucap jongin. Sehun mengerutkan dahinya dengan wajah bingung.
"ahjummoni menelfonku dan memberitahu kalau kau baru pulang dari kampung halamanmu dan sudah berada disini. Jadi aku langsung datang kemari untuk menemuimu" ucap jongin.
"a..apa?" tanya sehun.
"aku tidak akan memaksamu untuk mau bekerja kembali karena kau bilang kau tak nyaman bekerja di rumahku, kan? Aku tidak memaksamu untuk mau kembali tapi kali ini aku benar-benar butuh bantuanmu untuk mau menemui taeoh dan bicara dengannya. Taeoh masih berat untuk di tinggal pergi olehmu, dia kembali menjadi taeoh yang sama saat ibu nya pergi dulu. Aku mohon bantu aku, ucapkan selamat tinggal kepada taeoh. Aku yakin jika kau berpamitan dengannya, dia bisa merelakanmu pergi" jelas jongin.
Sehun terdiam, ia ingin berpamitan kepada taeoh dan meminta maaf karena tak bisa menepati janjinya untuk tidak pergi tapi ia takut. Takut jika ia melangkah keluar ke dunia luar, rasa takut akan kembali menyelimuti dirinya.
"Oh, turuti saja kemauan mantai majikanmu. Kau tak akan kenapa-napa jika pergi dengan pria ini" ucap nyonya Hong memberikan isyarat kepada sehun, bahwa dirinya akan baik-baik saja karena tidak pergi seorang diri di luar sana.
"sehun-ssi, bantu aku" pinta jongin.
…..
"terima kasih sudah mau menerima bantuanku" ucap jongin sambil menyetir. Sehun mengangguk kecil.
"apa kau senang?" tanya jongin.
"hem. a..apa?" tanya sehun.
"pulang ke kampung halamanmu. Kau pasti merindukan keluargamu makanya kau pulang kampung" sehun tak bersuara, ia hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat.
Dddrrtt ~~
Jongin segera mengambil ponselnya yang ada didalam dashboard mobil.
"eoh, hyung ada apa?" tanya jongin.
"taeoh menghilang"
"a..apa?! Me..menghilang? Bagaimana bisa? Bukankah kau sudah menjemputnya?"
"aku memang menjemputnya tapi dia bilang dia akan bermain ke rumah temannya. Jadi aku mengantarkannya ke rumah temannya tapi saat aku ingin menjemputnya, temannya bilang hye gyul sudah pulang. Bagaimana ini?!"
"cari ke nursery nya. Dia selalu bermain ayunan disana kalau belum di jemput. Aku akan menyusul kesana segera"
Jongin segera menyudahi percakapannya di telfon dan menjejal gas dalam-dalam.
"kau lihat kan, sehun? Taeoh benar-benar merindukanmu" ucap jongin. Sehun mendesah pelan sambil menggenggam erat kedua tangannya.
...
"o..oh jongin. kau datang bersama oh sehun? Ba..bagaimana bisa?" tanya xiumin kaget melihat jongin turun dari mobil bersama sehun.
"akan aku jelaskan. Bagaimana? Kau sudah mencarinya ke nursery nya?" tanya jongin.
" ya, aku sudah mencari ke taman bermain di sekolahnya tapi dia tak ada. Di rumah teman-temannya juga dia tak ada" jawab xiumin
"aaisshh, dia kemana?sehun, kau tahu keberadaan taeoh?bukanka- e..eoh kapan dia pergi?" ucap jongin kaget begitu menoleh kebelakang dan tak mendapati sosok sehun dibelakangnya.
"cepat sekali sudah menghilang" ucap xiumin dengan wajah bingung.
...
Taeoh memungut batu-batu kecil di pinggir sungai dan melempar jauh batu yang dipungutnya hingga masuk kedalam sungai. Ia terus melakukan hal itu berkali-kali dengan wajah murung. Ia kembali berjongkok untuk memungut batu dipinggir sungai, tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan menariknya dan membuat ia langsung berdiri.
"hyung? Sehun hyung" ucap taeoh dan langsung memeluk sehun. Sehun menghela nafas dan melepaskan taeoh yang memeluknya.
"h..hyung, kau marah denganku?" tanya taeoh
"ya. aku marah denganmu"
"ke..kenapa?"
"Berhentilah menyusahkan kami semua dengan tingkahmu. Kau membuat ayah dan pamanmu panik karena kau pergi tiba-tiba. Kenapa kau ada disini bukannya pulang ke rumahmu?"
"m..mianhae"
"Jangan meminta maaf kepadaku. Seharusnya kau mengucapkan kata itu untuk ayah dan pamanmu. Kita pulang"
"hyung. kau tak akan pergi lagi kan? Seo ra yimo bilang kau pergi karena aku. seo ra yimo berkata tidak benar kan? yakan?"
"tidak, dia benar. Aku pergi karena kau. Aku tidak suka menjagamu, kau membuatku berisik dengan rengekanmu, telingaku terasa sangat panas saat kau selalu menangisi ibumu. Ibu mu sudah meninggal, dia sudah hidup tenang tanpa peduli denganmu. Seharusnya kau bisa terima kepergian ibumu dan berhenti merengek. Kau membuat ayah, semua pamanmukerepotan mengurusmu"
"hiks.. mianhae, Aku janji. Aku tak akan merengek lagi, aku tak akan membuat appa, samchon, dan kau kerepotan. Maka dari itu jangan pergi, aku mohon"
"tidak bisa. Cepat atau lambat aku akan pergi dan kau harus bisa menerima kepergianku. Aku tak ingin di rindui bahkan di tanya-tanya oleh anak kecil sepertimu. Aku tidak suka"
"tidak..jangan membenciku"
"maka berhenti merindukanku. Aku tak akan rindu denganmu bahkan menanyai kabarmu jadi kau harus berhenti juga"
"hyung, aku akan berubah. aku akan menurut dengan appa tapi jangan pergi"
"apa kau bodoh? Aku sudah katakan kalau aku akan tetap pergi. Kau bukan siapa-siapa untuk bisa melarangku"
"hyung, kau tak menyukaiku?"
"ya. Aku tak suka dengan anak kecil sepertimu, kau juga harus berhenti menyukaiku"
Taeoh menatap sehun dan beberapa detik kemudian suara isak tangis keluar dari bibirnya. Sehun hanya diam, tak turun tangan untuk berusaha mendiami taeoh yang menangis keras didepannya.
"Taeoh-ya ..."
Sehun menoleh kebelakang dan melihat jongin dan xiumin tengah berlari kearahnya.
"ya ampun. Taeoh kenapa kau menangis?" tanya xiumin sambil mengusap punggung taeoh.
"aku pergi" pamit sehun dan segera pergi.
"hyung, bawa taeoh pulang" ucap jongin lalu bergegas menyusul sehun yang sudah berjalan cukup jauh.
….
"sehun-ssi.. sehun-ssi berhenti sebentar"
Sehun langsung menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya menghadap jongin dengan wajah datarnya.
"tugasku selesai. Aku harus pulang" ucap sehun.
"apa kau benar-benar tidak nyaman bersama kami? Kau tak lihat taeoh sekarang? Dia menangis karena kau. Dia hanya menangis keras saat mengingat eomma nya dan sekarang dia menangis karena kau. Apa kau tak merasa kau adalah orang yang penting untuknya?" tanya jongin.
"animnida" jawab sehun.
"Anak kecil menangis karena dirimu dan kau masih bisa bersikap seperti ini? Oh sehun, apa kau tak punya hati?" tanya jongin
"opsoyo" jawab sehun
"a..apa?" jongin membulatkan kedua matanya mendengar ucapan sehun.
"bagaimana kau bisa berkata kau tak punya hati? Apa di dunia ini tak ada satupun orang yang kau sayangi hingga kau bisa bilang kau tak punya hati?" sehun terdiam mendengar ucapan jongin
"ah, apakah orang yang menyayangimu pergi darimu satu per satu?" raut wajah sehun menegang mendengar ucapan jongin
"tentu saja mereka pergi. kau tak memiliki hati, itulah kenapa mereka pergi meninggalkanmu dan membuatmu menjadi orang seperti ini"
"itu bukan urusanmu, jongin-ssi" ucap sehun dengan nada dingin dan perlahan berbalik meninggalkan jongin yang mematung.
TBC
Yahhhhh sehun kau kenapa seperti itu hun, tidak kasihan kah sama taeoh? beruntung loh bisa dianggap penting sama taeoh, aku aja mau #plakwkwk
Ps: kaihun momentnya masih jauh kawand mianhaeeeee T.T
