The Mysterious Babysitter
Penulis: evi
Remake: mydhdiah
Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)
Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll
Genre: romance, keluarga, misteri
Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?
...
chap 7
"petugas kepolisian di Busan tidak mendapatkan tanda-tanda mengenai keberadaan anak kang dong yoon" ucap jin sung.
"hem. Benar-benar di telan bumi. Sulit sekali mencari keberadaan anak kang dong yoon atau jangan-jangan dia sudah meninggal?" tanya jae soon.
"tidak. kalau dia sudah meninggal, dong yoon tak mungkin datang ke kota yang luas yang banyak resiko untuk dirinya. Dia pasti memiliki sesuatu yang berhubungan dengan keberadaan putranya" jawab jin sung.
"apa teman-teman di sekolah nya dulu tak ada yang tahu mengenai kabarnya saat ini?"
"tidak. Putra kang dong yoon bukan orang yang terbuka, menurut para guru yang masih mengajar di sekolah nya, dia hanya berteman dengan 1 orang tapi teman dekat nya itu sudah pindah ke luar negeri. Aku rasa mustahil untuk temannya itu tahu mengenai keberadaan anak kang dong yoon"
"kau benar. heh… Benar-benar menguras tenaga dan fikiran"
...
"taeoh, appa membawakanmu ice cream. ayo, makan bersama" ajak myungsoo seraya berjalan menghampiri taeoh yang duduk diatas karpet, memudahkannya untuk menggambar diatas kertas. Jongin meletakkan mangkuk ice cream diatas meja dan ikut duduk diatas karpet tepat disamping anaknya yang tengah menggambar.
"kau dapat tugas menggambar lagi?" tanya jongin.
"eem.. sonsaengnim menyuruh kami menggambar apa yang kita inginkan" jawab taeoh menaruh crayon berwarna cokelatnya dan menggantinya dengan warna merah.
"benarkah? Apa yang kau gambar? Appa akan mengabulkannya karena kau menggambar keinginanmu" tanya jongin sambil mendekatkan wajahnya kearah kertas gambar diatas meja.
"sehun hyung" ucap taeoh menggoreskan crayon merahnya diatas kertas gambarnya.
Jongin menatap gambar taeoh sejenak. Gambaran sesosok pria, berkulit putih pucat dan memiliki bibir berwarna merah. Myungsoo mengerutkan dahinya dan kembali memandangi gambar taeoh
Apa anaknya tidak salah menggambarkan sosok mantan pengasuhnya? Kedua bola matanya menatap kearah bibir gambaran tersebut. Bentuk bibir yang berwarna merah itu melengkung, membentuk sebuah senyuman yang benar-benar bahkan sangat jarang atau mungkin tidak pernah dilihatnya dari sosok mantan pengurus rumahnya itu.
Oh sehun tidak pernah tersenyum selama ia berada disini. Apa karena ia merasa tak nyaman berada disini makanya ia tak pernah tersenyum? Tidak, Nyonya Hong bilang kalau mantan pengurus rumahnya itu memiliki kenangan yang jauh dari kata senyum.
Apa pengalaman itu berhubungan dengan dirinya yang bilang tidak memiliki hati? Entahlah Ia tidak seharusnya memiliki rasa penasaran akan sosok mantan pengasuhnya itu. Oh sehn bukan siapa-siapa untuk dirinya dan anaknya mulai sekarang. Itu kan yang diinginkan oh sehun sendiri?
"appa, kau akan susah mewujudkan keinginan gambarku ini. Sehun hyung tak pernah tersenyum. tapi jika kau bisa membuatnya tersenyum, itu luar biasa" oceh taeoh.
"mm.. taeoh, kau menyukai pengasuhmu?" tanya jongin
"eem ya, aku menyukainya"
"kenapa? Apa kau menyukai pengasuhmu sama seperti rasa suka mu kepada eomma?"
"ne..taeoh sama-sama menyukai hyung dan eomma. Masakan mereka rasa nya enak dan mereka orang baik"
"baik? Kenapa kau bisa bilang dia baik? Dia bahkan tak pernah tersenyum, kenapa kau bisa bilang dia orang baik? Bukankah orang baik selalu tersenyum?"
"tidak tau. Aku merasa nyaman berada didekat sehun hyung. Dia memili harum yang sama seperti eomma tapi aku kasihan dengan sehun hyung"
"kasihan kenapa?"
"karena dia sebatang kara. dia sendirian itulah kenapa wajahnya selalu seperti orang bersedih. Hyung bilang kalau kisah bahagia itu hanya ada didalam buku cerita, di dunia nyata tidak ada. Bukankah dia benar-benar kasihan?" jongin mengangguk kecil.
...
"Oh, kau tak ingin pergi menghirup udara walaupun hanya semenitpun? Kenapa kau betah sekali duduk didalam kamar sambil merajut seharian. Apa kau tak pegal?" tanya nyonya Hong.
"tidak" jawab sehun
"kau tak ingin pulang ke busan? Mengunjungi makan orang tua angkatmu? Menemui teman-teman sekolahmu?" tanya nyonya Hong. Sehun menghentikkan aktivitas merajut saat mendengar ucapan nyonya Hong.
"aku tak punya teman" ucap sehun
"tentu saja kau punya. kau lupa dengan Dia?" sehun menggenggam erat rajutan nya. "mungkin saja dia sudah kembali dan sudah ada di Busan. Dia pasti mencari-cari kau"
"tidak mungkin. 0,01% dia mencariku. 99,99% dia berharap untuk tidak bertemu denganku bahkan tidak memiliki niat untuk mencariku" ucap sehun.
"tentu dia mencarimu. Dia selalu datang pagi dan menunggu didepan rumah untuk bisa berangkat bersamamu ke sekolah. Dia pasti akan mencarimu jika dia sudah kembali" ucap nyonya Hong. Sehun hanya diam.
"kau tak percaya. Aku ini kan tetangga mu yang sangat perhatian dulu di busan" sehun masih tak merespon, ia kembali melanjutkan aktivitas merajutnya yang sempat terhenti.
…
"penyaluran jasa babysitter" ucap seorang pria yang berdiri dibelakang tiang dengan kedua mata nya yang tengah memandang bangunan tingkat 2 didepannya saat ini. "Hong Mi rae… dia pasti bersamanya"
"kang dong yoon benar-benar yah…"
pria yang berdiri dibelakang tiang itu langsung merapatkan tubuhnya agar dua orang yang tengah berjalan tak menyadari keberadaannya di tengah malam hari ini.
"kenapa dia datang ke Seoul ya? Aku jadi takut menjadi salah satu incarannya kalau keluar malam sendirian. Untung saja kau mau menemani"
"entah apa tujuannya kemari. Aku harap para polisi segera bisa menahannya, dia benar-benar membuat kita semua tak aman"
pria yang bersembunyi dibalik tiang itu hanya meyunggingkan senyuman sinis nya saat mendengar percakapan dua orang yang baru saja berjalan melewatinya.
"para polisi? Cih.." desis nya.
...
Restoran
"taeoh sudah berhenti merengek menanyai pengasuhnya?" tanya kris sambil melirik taeoh yang tengah bermain ular tangga bersama lay dan baekhyun.
"e..eoh.. Dia bilang dia akan berhenti merengek dan menangis agar pengasuhnya mau kembali. Entah itu pertanda baik atau tidak" ucap jongin.
"oh sehun benar-benar tak akan kembali bekerja? Walaupun dia tahu taeoh menginginkannya?" tanya suho. Jongin terdiam sejenak, ia kembali mengingat perkataan suzy waktu itu.
….
"apa kau benar-benar tidak nyaman bersama kami? Kau tak lihat hye gyul sekarang? Dia menangis karena hanya menangis keras saat mengingat eomma nya dan sekarang dia menangis karena kau. Apa kau tak merasa kau adalah orang yang penting untuknya?"
"tidak"
"Anak kecil menangis karena dirimu dan kau masih bisa bersikap seperti ini? Oh sehun, apa kau tak punya hati?"
"ya, aku tidak punya"
…
"tidak, Dia tak akan kembali" ucap jongin
"hhmm.. kau tak mencoba mencari babysitter lain? Aku bisa menebak dapur rumahmu mulai kembali seperti 10 bulan yang lalu" ucap kris. Jongin hanya terkekeh pelan sambil menyeduh kopi panasnya.
"aku akan telfon nyonya Hong untuk menanyai apa ada pekerja yang dimilikinya bisa mengerjakan pekerjaan double seperti pekerja sebelumnya" ucap kris.
"minta yang bisa tersenyum, hyeong. jangan yang berwajah datar" sahut chanyeol
"yya, kau minta babysitter atau minta calon istri?" omel kris
"aku akan datang sendiri ke tempatnya" ucap jongin
"ahh kau takut ya kalau kami menelfon nanti yang datang model nya sama seperti oh sehun lagi?" tanya suho
"hoh? Ti..tidak" jawab jongin.
"eng… hyeong, aku titip taeoh ya" jongin segera mengambil kunci mobilnya di atas meja dan berjalan keluar dari resto suho.
"mau pergi kemana dia?" tanya chanyeol
"entah. apa dia mendatangi kantor ahjummoni itu?" tanya suho
"langsung didatangi? Heh.. Lihat saja nanti" jawab kris
...
"kubilang juga apa. menghirup udara di akhir pekan seperti ini memang menyegarkan. Kau tak perlu datang ke taman, berdiri didepan sini juga menyegarkan" ucap nyonya Hong –Mi rae-, sambil menoleh kearah sehun yang berdiri disampingnya. Saat ini kedua nya tengah berdiri di halaman kantor milik mi rae sekaligus tempat tinggal nya.
Sehun sama sekali tak bersuara, ia hanya berdiri mematung sambil menatap pot-pot bunga yang di tanam oleh mirae sendiri di halaman bangunan kantor nya. Kedua mata sehun langsung beralih kearah pintu pagar saat mendengar suara pintu terbuka.
"kau pasti mau mengambil gajimu? Ayo, masuk"
sehun bergeser kesamping, mempersilahkan pekerja mirae yang ingin mengambil gajinya bisa masuk kedalam.
"sehun-ssi, aku tinggal ya" sehun mengangguk dan kembali berdiri dihalaman kantor, menikmati sinar matahari yang menerpa kulitnya. Sudah lama, dia tak merasakan kehangatan sinar matahari di tubuhnya akibat terlalu sering mengurung diri didalam kamar. Kedua mata sehun kembali beralih ke pintu pagar yang terdengar, kedua matanya membulat saat melihat sosok jongin yang membuka pintu pagar dan berjalan masuk.
"nyonya hong mirae ada kan?" tanya jongin sambil menatap sehun yang berdiri dihadapannya. Sehun mengangguk kecil dan langsung mengalihkan wajahnya kearah lain. Sepertinya ia masih merasa kesal dan tersinggung mendengar ucapan jongin saat itu.
"aku bertanya kepadamu. kenapa kau tak menjawab?" tegur jongin. Kedua mata sehun kembali beralih kearah jongin dengan tatapan dingin.
"dia ada didalam. Anda bisa masuk untuk menemuinya" ucap sehun dengan nada datar.
"taerimakasih" ucap jongin lalu bergegas masuk kedalam.
…..
"hati-hati dijalan" ucap sehun mengantar kepergian pekerja mirae yang baru saja mengambil gaji. Kedua matanya menatap sebentar kepergian pekerja mirae itu, setelah sosok nya sudah jauh, sehun bergegas menutup pintu pagar hingga ia merasakan tatapan sepasang mata yang membuat bulu kuduknya merinding. Raut wajah sehun langsung berubah tegang, dengan gerakan cepat ia segera menutup pintu pagar dan berjalan tergesa-gesa masuk kedalam.
"kau mau memakai jasa babysitter dari tempatku lagi?" tanya mirae.
"ya..apa ada pekerja mu yang bisa mengerjakan dua pekerjaan juga seperti pekerja sebelumnya?" tanya jongin.
"hhmm.. sepertinya akan sulit mencari babysitter yang mau melakukan pekerjaan rumah juga. Tunggu, aku lihat sebentar" ucap mirae sambil membuka catatannya.
"ahjummoni, oh sehun tinggal bersamamu?" tanya jongin basa-basi.
"begitulah" jawab mirae dengan mata fokus kearah buku catatannya.
"darimana kau kenal dia?" tanya jongin. Mirae berhenti membaca kata demi kata di dalam buku catatannya saat mendengar pertanyaan jongin.
"dia-"
buse
Jongin dan mirae langsung menoleh kesamping dan terbelalak kaget melihat sehun tersungkur diatas diambang pintu depan.
"omo! Oh, ada apa denganmu?" tanya mirae sembari menghampiri sehun dan membantunya berdiri.
"dia disini.. dia disini" ucap sehun histeris.
"apa? Dia? Dia siapa?" tanya mirae.
Sehun menatap tajam kearah mirae dengan wajah pucat. Jongin menyipitkan kedua matanya sambil menatap ekspresi wajah sehun. Ia ingat ekspresi seperti itu. Itu eskpresi yang sama yang ditujukan sehun saat tiba di kantornya.
"oh, kau pasti salah orang" ucap mirae sambil menenangkan sehun.
"tidak. dia disini.. dia menemukanku" ucap sehun panik. Kedua matanya membulat saat melihat sosok jongin didalam, ia langsung menghampiri jongin.
"kau?! Cepat pergi" ucap sehun.
"a..apa? YA! Kau mengusirku?" tanya sehun.
"cepat pergi" ucap sehun dengan wajah memohon.
"tidak. Aku ada urusan dengan atasanmu" tolak jongin.
"kau harus pergi. kalau tid-"
TING TONG!
Sehun tersentak kaget saat mendengar bunyi bel yang di tekan, ia langsung menatap mirae yang berdiri diambang pintu.
"tuan kim, tolong bawa Oh ke lantai 2 ya. Usahakan jangan sampai dia melakukan sesuatu yang menimbulkan suara" pinta mirae.
"hoh? A..aku mengerti" jongin segera menarik sehun untuk naik ke lantai 2.
"pergi..sekarang!" ucap sehun.
"aku akan pergi tapi nanti" ucap jongin.
...
Mirae membuka pintu pagar nya yang digembok oleh sehun dan menatap sesosok pria yang tinggi nya sekitar 178 Cm, kedua mata mirae menatap penampilan pria dihadapannya dengan teliti.
Kemeja cokelat bergaris, kumis tebal dan kacamata bingkai cokelat dengan lensa yang cukup tebal ditambah menggunakan topi dengan warna yang senada dengan baju nya. Penyamaran yang cukup lihai, batin mirae.
"anda tak mempersilahkan saya masuk?" tanya pria itu.
"ne? N..ne.. silahkan" mirae segera mempersilahkan pria itu untuk masuk kedalam kantor nya.
"kantor anda terasa nyaman ya"
kedua mata sehun membulat saat samar-samar mendengar suara seseorang yang terdengar dari bawah. Kedua tangannya yang gemetaran kini mencengkram kuat ujung jaket jongin yang kini berdiri dihadapannya.
"silahkan duduk" ucap mirae mempersilahkan pria itu untuk duduk.
"ah, anda kedatangan tamu tadi?" tanya pria itu melirik cangkir teh milik jongin yang belum sempat diminumnya.
"ne? Ti..tidak, itu milik pekerjaku yang tadi datang untuk mengambil gajiannya. Ia tak sempat menyeduh minumannya ternyata" jawab mirae sambil tertawa kecil.
"anda sendirian sekarang?" tanya pria itu.
"ya..tentu, aku tinggal sendiri" jawab mirae.
"benarkah?"
"ya, emm bisa saya tahu siapa anda?"
"ah, aku belum mengenalkan diri. Namaku Jung Hoon. Oh Jung Hoon"
"o..oh Jung Hoon?" ucap mirae. Pria yang mengaku bernama oh jung hoon itu mengangguk sambil tersenyum sinis.
….
"pembohong" gumam sehun pelan dan semakin kuat meremas ujung jaket jongin.
"sehun-ssi, ada apa denganmu sebenarnya? Siapa yang bertamu di bawah?" tanya jongin dengan suara yang pelan juga.
"kau harus pergi setelah ini" ucap sehun
"kau masih mengusirku? Aku akan pergi tapi nanti" ujar jongin.
"jangan. kau harus pergi secepat mungkin dan jangan datang lagi kemari" ucap sehun dengan penuh penekanan.
"apa maksudmu menyuruhmu untuk tidak datang lagi kemari?" tanya jongin bingung.
"kau harus ikuti kata-kata kalau kau tidak ingin dalam bahaya. Jangan pernah datang ke tempat ini lagi" ucap sehun dengan suara setengah berbisik, membuat jongin yang hanya bisa mendengarnya.
"bahaya? Apa?" tanya jongin.
"boleh aku ke toilet?"
Sehun melotot kaget mendengar ucapan pria itu. Toilet di tempat ini hanya ada satu dan letaknya ada di lantai 2. Pria yang ada di bawah tak bisa datang kemari.
"tolong aku" ucap sehun pelan sambil menatap jongin.
"Ya?"
"aku mohon"
….
"eng. tuan oh jung hoon, maaf kebetulan toilet disini pipa air nya sedang rusak" cegat mirae sebelum pria bernama oh jung hoon itu berpijak menaiki anak tangga.
"benarkah? Kebetulan aku ahli dalam membetulkan pipa air yang rusak. Bagaimana kalau aku melihat-lihat?" ucap jung hoon.
"a..ah… tidak usah"
"tidak apa-apa. Aku ingin membantu" raut wajah mirae langsung berubah tegang saat jung hoon berjalan menaiki anak tangga.
"tuan, anda tak perlu repot-repot. saya sudah memanggil tukang untuk datang membetulkannya" ucap mirae mencegah jung hoon untuk membuka pintu kamar mandi.
"ah, geure? Baiklah. Eng..di lantai ini ada banyak kamar ya" ucap jung hoon dua pintu kamar yang tertutup rapat.
Sehun memejamkan kedua matanya, berharap orang yang ada diluar tak memiliki niat untuk membuka salah satu pintu kamar apalagi kalau yang terbuka adalah pintu kamar tempatnya dan jongin bersembunyi.
"sisanya hanya gudang. tuan, sebaiknya anda jelaskan tujuan anda kemari di bawah. Anda mau memakai jasa babysitter kan?" tanya mirae mengalihkan topic pembicaraan.
"hhmm.. sepertinya aku masih memikirkan akan menggunakan jasa babysitter atau tidak" ucap jung hoon.
"Kalau begitu anda bisa menghubungi saya jika anda berubah pikiran" ucap mirae.
"araso" ucap jung hoon.
Sehun menghela nafas lega saat mendengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga. Ia tak bisa memikirkan jika pria yang menyamar menggunakan nama 'Oh Jung Hoon' memeriksa kamar dilantai ini.
"kau baik-baik saja? Sebenarnya siapa pria bernama Oh jung hoon itu? Kenapa kau takut sekali?" tanya jongin heran.
"cepat pergi"
"kenapa kau mengusirku terus-menerus? Beritahu aku kenapa aku bisa dalam bahaya jika aku tidak pergi?"
"turuti kata-kataku. Kau akan dalam bahaya jika kau ingin tahu. Aku mohon. pergi"
Cklek ~~
Sehun tersentak kaget saat mendengar bunyi pintu kamarnya terbuka, ia dan jongin langsung menghela nafas lega melihat sosok mirae.
"tuan kim, bisa tinggalkan kami berdua?" pinta mirae.
"ah, ya" jongin segera keluar dari kamar sehun dan meninggalkan mirae dan sehun berdua.
"oh, pria itu-"
"pembunuh itu?"
"ya, Kang Dong Yoon, dia melakukan penyamaran yang cukup cerdik untuk menyembunyikan wajah aslinya, dia juga memakai nama ayah kandungmu sebagai samaran" sehun mengepalkan kedua tangannya.
"pria itu akan datang sekali lagi untuk memastikan kau ada tidak. Aku yakin itu. maka dari itu sebaiknya kau segera sembunyi ke tempat lain yang jauh dari sini agar pria itu tak bisa menemukanmu"
"ahjumma, kau bisa dalam bahaya jika kau bersama dengannya"
". Dia tak akan melakukan apa-apa kepadaku karena aku memang tak menyembunyikanmu disini. Oh, ikut tuan kim. kau akan aman bersamanya. Percaya kepadaku"
"tidak. aku akan membuat keluarga nya dalam bahaya jika mereka bersamaku. Aku akan pergi ke tempat lain yang tak akan melibatkan siapa-siapa"
"oh, kali ini saja tolong ikut tuan kim"
"ahjumma"
"masuklah" ucap jongin begitu sudah masuk kedalam mobilnya dan melihat sehun berdiri didepan pagar.
"oh, aku akan memberitahumu kalau pria itu tak muncul lagi. Kau akan aman bersama nya" ucap mirae pelan. Sehun menghela nafas, ia langsung masuk kedalam mobil jongin.
"taeoh akan senang melihatmu" ucap jongin.
"jangan"
"Ya?"
"Saya tidak ingin melihat anak Anda"
"oh sehun, taeoh-"
"aku berjanji tidak akan menemuinya. aku tidak ingin melanggar janjiku"
"kau harus jelaskan alasanmu setibanya kita di rumah" ucap jongin sembari mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
…..
sisa
"ne, menginapkan taeoh?" tanya suho
"eoh. Aku ada urusan mendadak.. hyeong, kau bisa kan bantu aku untuk menjaga taeoh semalam saja" ucap jongin.
"baiklah. kebetulan chanyeol akan menginap di tempatku, taeoh akan menginap bersamaku dan chanyeol kalau begitu"
"gomawo hyeong. Kututup"
"appa kemana?" tanya taeoh.
"taeoh, appa mu ada pekerjaan mendadak jadi dia tak bisa pulang. Malam ini kau menginap bersama suho samchon dan chanyeol samchon ya?" ucap suho
"ya, kita akan main game semalaman kan?" tanya taeoh.
"tentu" jawab suho.
" aku mau menginap bersama samchon" ucap taeoh.
...
Sehun menatap sekeliling rumah jongin yang pernah ia tinggali selama hampir sebulan dulu. Keadaan rumah jongin sepertinya kembali ke keadaan dimana dirinya yang baru pertama kali datang kemari. Rumah nya kembali berantakkan, bahkan piring kotor banyak bertumpuk didalam bak cucian.
"maaf, rumahku sedikit berantakkan" ucap jongin sambil membuka lemari gelas dan menuangkan segelas air yang lalu diberikannya kepada sehun.
"minumlah. kau tamu disini jadi aku yang akan menyuguhkanmu minuman" ucap jongin. Sehun hanya diam sambil menatap isi gelas tersebut.
"sekarang jelaskan kepadaku. apa yang akan membuatku dalam bahaya?" tanya jongin..
"semakin kau ingin tahu maka kau akan semakin dalam bahaya" jawab sehun.
"yya, aku bisa mencarikanmu bantuan kalau ada sesuatu yang bahaya"
"tidak bisa. tidak boleh ada yang celaka lagi"
"apa? Celaka? Apa maksudmu?"
"tidak seharusnya aku disini. kau harus menjauhkanku dari putramu. Dia tak boleh ada didekatku"
"taeoh menyukaimu, mana mungkin aku menjauhkanmu darinya"
"tidak boleh. kalian harus menjauh, Hubungi mirae ahjumma. aku ingin bicara dengannya"
…..
Mirae menatap foto di halaman pertama surat kabar, foto buronan yang tengah dicari para polisi saat ini atau lebih tepatnya pria yang tadi sore mengunjungi kantor nya.
Teng tong!
Mirae menaruh Koran miliknya di atas meja setelah mendengar bunyi bel. Siapa yang malam-malam begini kemari?
"an..anda" ucap mirae kaget saat melihat tamu yang datang adalah pria yang mengaku sebagai Oh Jung Hoon.
"sepertinya aku berubah pikiran.. bisa kita bicara didalam?"
"n..ne, silahkan"
"anda benar-benar tinggal seorang diri ya?"
"tentu. Aku sudah bilang bukan.. aku tak punya keluarga diseoul"
"bernarkah? Kau orang Busan?"
"ne? Bagaimana anda tahu saya orang Busan?"
"hanya menebak. Walaupun pun cara bicara mu tak menggunakan dialek kota sana, aku masih bisa mengetahui bahwa kau orang sana"
"g..geure? Anda teliti sekali"
"tentu.. Aku ini teliti sangat-sangat teliti apalagi saat menghabisi seseorang" mirae membulatkan kedua matanya.
Kkkrrriinngg ~~
Mirae segera mengangkat telfon yang tiba-tiba berdering.
" Yoboseyo"
"ahjumma kau baik-baik saja?"
"ah, anda mau memakai jasa babysitter dari tempat saya?"
Sehun mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan mirae yang aneh di telfon.
"ahjumma, aku sehun"
"ya, tuan kim.. saya akan mengirim pekerja saya ke rumah anda segera-"
mirae berhenti bicara saat merasakan ada seseorang yang berdiri tepat dibelakangnya. Ia menoleh kebelakang perlahan, kedua matanya membulat.
…
" Ttuutt ... "
Jongin memerhatikan ekspresi wajah sehun yang kelihatan kebingungan.
"ada apa?" tanya jongin
"to..tolong aku" ucap sehun sambil menatap jongin
"Apakah?"
"ahjumma… mirae ahjumma dalam bahaya. Aku mohon, tolong aku"
...
Kantor Polisi
"aigoo.. pegal nya" ucap chen usai menginterogasi penjahat yang baru di tangkapnya.
"Anda tidak mengambil hari libur lagi?" tanya Anguk.
"heh.. mana sempat. Kriminal sekarang makin banyak saja.. Bagaimana caranya menemukan pembunuh berantai disekian banyaknya orang-orang criminal di kota ini yang semakin hari semakin tinggi"
"yya, sudahlah tak usah mengeluh. Sudah tugas seperti kita untuk menghadapi hal seperti ini"
"Yaya .."
Ddrrtt~~ chen segera merogoh ponsel dari saku celananya.
"jongin? tumben sekali" ucap chen segera mengangkat telfon masuk.
"kenapa jong?"
"..."
"ne? datang kesana? Untuk apa?"
"..."
"bahaya? Yya, bicara yang benar, jangan cepat-cepat.."
"..."
"mwo? Nyawa seseorang dalam bahaya?"
"... ."
"a..araso, araso.." chen segera mengakhiri percakapannya di telfon. "yya, inguk.. ayo ikut aku.. ini darurat"
...
Sehun segera turun dari mobil begitu jongin memberhentikan mobilnya didepan kantor mirae. jongin pun bergegas turun dari mobil dan saat hendak masuk, ia langsung menoleh kesamping dan tak sengaja melihat bayangan seseorang yang bersembunyi dibalik tiang listrik.
"siapa?" gumamnya.
…
"ahjumma.. ahjumma.." panggil sehun begitu masuk kedalam kantor yang kondisi pintu nya tak terkunci. Sehun menghela nafas lega melihat sosok mirae yang tengah tertidur diatas kursi kerja nya dengan kepala tertunduk kebawah.
"ahjumma.." panggil sehun sambil menghampiri mirae.
Sehun mengerutkan dahinya karena mirae tak menunjukkan respon saat dipanggil olehnya. Ia pun mendekati kursi yang diduduki mirae dan saat jari telunjuknya menyentuh pundak mirae disaat yang bersamaan tubuh mirae langsung terjatuh keatas lantai. Sehun membulatkan kedua matanya melihat darah disekitar perut mirae.
"andwae.. ahjumma, ahjumma, ireona." panggil sehun sambil mengguncang tangan mirae.
"sehun, ada apa?" panggil jongin begitu tiba didalam. Sehun menoleh kebelakang dan menatap jongin sambil menangis. Kedua mata jongin beralih menatap tangan sehun yang kini berlumuran darah.
"panggil ambulan. Cepat!" ucap sehun.
….
Kang Dong Yoon mengumpat didalam hati saat ia mendengar suara sirine mobil polisi didekatnya. Niatnya untuk masuk kedalam kantor mirae sekali lagi langsung di urungkannya karena tak mengira polisi akan tiba begitu cepat.
"sial.." desisnya dan kembali bersembunyi dibalik tiang.
...
"Ada apa dengan ahjumma ini?" tanya chen kaget saat melihat keadaan mirae.
"ambulans dan petugas kepolisian yang lain akan segera tiba disini" lapor inguk.
"jong, kau lihat pelakunya?" tanya chen.
"tidak, kami tiba disini dan keadaan ahjumma sudah begini. Entah siapa yang melakukannya" jawab jongin
"dia… dia yang melakukannya" ucap sehun
"dia? Dia siapa? Yya, kau tahu siapa pelakunya? Kami akan menangkap pelakunya.. katakan" pinta chen
"kang dong yoon…" chen dan inguk melotot kaget mendengar ucapan sehun barusan.
...
Kantor polisi
"jae soon, kau yakin kejadian yang menimpa pemilik kantor penyaluran jasa babysitter adalah ulah babysitter?" tanya jinsung.
"ne, sunbae. bawahanku yang baru saja melaporkannya bahwa kang dong yoon adalah pelakunya" jawab jae soon.
"siapa yang mengatakannya?"
"seorang namja"
"m..mwo? ja..jangan-jangan"
…..
Rumah sakit
"jong, bagaimana mantan pengasuh taeoh bisa menebak bahwa pelakunya adalah pembunuh berantai itu?" tanya chen sambil melirik sehun yang kini duduk didepan ruang operasi dengan kepala tertunduk kebawah.
"aku tidak tau, tapi aku rasa dia tak main-main saat mengatakan bahwa pembunuh berantai itu pelakunya" ucap jongin.
Dddrrtt ~~
"ah, ini atasanku. aku keluar sebentar" ucap chen segera berjalan keluar untuk mengangkat telfon. Setelah hoya pergi, jongin berjalan menghampiri sehun yang masih terduduk, dilihatnya sehun yang kini tengah memainkan jari-jemarinya dengan kepala tertunduk kebawah.
"ehm, tidak usah khawatir. Dokter pasti bisa menyelamatkan nyonya Hong" ucap jongin sembari duduk disamping sehun, ia mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan meraih kedua tangan sehun yang masih berbekas darah.
"bagaimana kau bisa yakin bahwa buronan itu yang melakukannya?" tanya jongin sambil membersihkan darah ditelapak tangan sehun. Tak ada jawaban yang keluar dari bibir sehun, jongin tak lagi bertanya, ia kembali membersihkan telapak tangan dan tak lama butiran air hangat menetes diatas telapak tangan sehun. Jongin mengangkat wajahnya keatas dan menatap kedua mata sehun yang kini berair.
"ada apa?" tanya jongin
"ini salahku. Semua orang yang didekatku selalu terancam bahaya. Ini salahku" tangis sehun.
"apa maksudmu? Ini bukan salahmu. buronan itu memang terkenal seorang pembunuh berantai. Jelas ini bukan salahmu" ucap jongin.
…
"inspektur, pria itu disana yang memberitahuku bahwa pelaku nya adalah kang dong yoon" tunjuk chen kearah sehun yang tengah berbicara dengan jongin.
"sunbaenim, kau yakin namja itu adalah-"
jinsung langsung menganggukkan kepalanya sebelum jaesoon sempat menyelesaikan ucapannya. Ia langsung menghampiri kearah sehun. Melihat ada yang berjalan mendekat, jongin langsung bangkit berdiri.
"oh sehun"
sehun mengangkat wajahnya dan menatap pria paruh baya yang kini berdiri didepannya. Kedua mata jinsung membulat saat menatap wajah sehun
...
"apa?! Pria..pria itu putra kang dong yoon?" pekik chen.
"yya, kecilkan suaramu. Ini masih di rumah sakit" ucap jongin sambil menyikut pelan chen.
"ya, dia yang menjadi motif kang dong yoon datang ke seoul. Sepertinya dia mengetahui keberadaan putranya karena sudah menduga bahwa wanita bernama Hong Mirae yang saat ini berada didalam ruang operasi adalah satu-satu nya orang yang berhubungan dengan anaknya setelah dia membunuh orang tua angkat putranya di Busan" jelas jaesoon.
"Jangan-jangan dia melukai korban karena korban tak mau memberitahu keberadaan anaknya kepadanya" ucap chen.
"sepertinya. Para petugas kepolisian juga melapor bahwa kamar-kamar dalam kondisi berantakkan, sepertinya kang dong yoon benar-benar mengira anaknya tinggal bersama korban" ucap jaesoon. "kau.. bersama namja itu sedaritadi?" kedua mata jaesoon langsung menatap kearah jongin.
"ah, ya. Oh sehun dulu bekerja di rumahku untuk mengasuh anakku. Nyonya Hong memintaku untuk membawa dia ikut bersamaku saat ini setelah kejadian aneh tadi siang" ucap jongin.
"kejadian aneh?"
"iya, tadi siang aku ke kantor ny. Hong dan tiba-tiba dia kedatangan tamu seorang pria yang bernama Oh Jung Hoon. Aku tak melihat wajah pria bernama oh jung hoon tersebut karena ny. hong memintaku dan sehun untuk bersembunyi. Aku rasa itu ada hubungannya dengan kejadian ini"
"tolong kau luangkan waktu nanti untuk datang ke kantor polisi. Kami akan meminta keterangan darimu ya" ucap jae soon.
"ya, aku mengerti" ucap jongin
"pantas saja namja itu menyeramkan ternyata ayahnya adalah seorang pembunuh berantai" ucap hoya.
"geure?" lirih jongin sambil menatap sehun yang tengah bicara dengan jinsung.
...
"maafkan kelalaian kami karena selalu gagal menangkapnya. Kalau kami berhasil menangkap pria itu dari dulu, kau tak akan hidup seperti ini sehun-ssi" ucap jinsung.
"ahjussi, dia pasti akan menemukanku, a..aku takut" ucap sehun.
"tidak usah khawatir. para polisi akan mengawasimu dan menjaga ruang rawat nyonya Hong.. jangan takut. Kau sudah aman sekarang"
"ahjussi, dia membunuh orang tua angkatku. sekarang dia melukai orang yang menolongku untuk bersembunyi selanjutnya adalah aku. Dia pasti akan menghabisiku sebentar lagi"
"sehun, jangan takut. Kau sudah aman sekarang. Polisi akan menjagamu selama 24 jam penuh mulai dari sekarang"
…..
"kopi?"
Sehun mengangkat wajahnya dan menatap segelas kopi yang disodorkan jongin didepannya. Ia segera menerimanya dan memandang isi kopi tersebut.
"dokter sudah memindahkan nyonya Hong ke ruang ICU. untuk saat ini dia belum bisa di jenguk karena kondisinya yang koma. Setidaknya kita bisa bersyukur karena dia masih bisa selamat" ucap jongin.
"kenapa kau masih disini? Apa kau tak takut duduk disini? Kau duduk disebelah anak seorang pembunuh, kau tau?" tanya sehun.
"tidak, kenapa aku harus takut? Kang Dong Yoon, dia suami kedua ibu mu kan? Dia ayah tirimu, kau bukan anak pembunuh. Kau kaget aku tahu? Inspektur Jung tadi memberitahukan kepadaku"
"Oh Jung Hoon. itu nama ayah kandungku yang sudah meninggal. Pria itu tadi siang menggunakan nama ayahku sebagai samarannya"
"aku tau"
"jongin-ssi, kau tak boleh berada didekatku. kau harus menjauh"
"yya, puluhan polisi berjaga di rumah sakit ini. Hidupku dan hidupmu tak akan terancam, sebentar lagi dia pasti akan tertangkap"
"selama dia belum tertangkap. kau harus menjauh, termasuk anakmu" jongin tersenyum kecil.
"kau masih peduli dengan taeoh?" tanya jongin. Sehun hanya diam.
"aku akan menjaga taeoh, dia tak akan kenapa-napa. Tak usah takut kalau nyawa kami berdua terancam. Kau lupa paman taeoh ada yang berprofesi sebagai seorang polisi?"
"dia sudah membunuh kedua orang tua angkatku, menghabisimu dan anakmu bukan hal susah untuknya. Sebelum dia mengetahui tentang dirimu sebaiknya kau dan anakmu menjauh. A..aku tak ingin ada korban lagi. Mengertilah" ucap sehun sambil menatap myungsoo.
...
Esok harinya
"samchon, aku merindukan appa" ucap taeoh begitu bangun dari tidurnya.
"eoh? Kau sudah rindu dengan appa mu? Kau baru sehari tidak tidur bersamanya" ucap suho
"appa pergi kemana?" tanya taeoh
"sebentar ya, samchon akan menelfon ayahmu" suho mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan segera menghubungi ponsel jongin
...
Rumah sakit
Jongin membuka kedua matanya perlahan saat dirasanya ponsel didalam saku mantelnya berdering. Ia segera merogoh saku mantelnya dan mengangkat telfon yang masuk tanpa melihat nama penelfon.
"yoboseyo" ucap jongin dengan suara parau.
"jong, kau dimana? Taeoh menanyaimu" tanya suho.
"eoh? Aku…"
Jongin melirik kesamping kirinya, ia sedikit terkejut saat menyadari kepala sehun yang kini tersandar diatas pundaknya.
"dirumah sakit"
"apa? rumah sakit? kenapa kau bisa ada disana? Apa kau sakit?"
"tidak, ceritanya panjang. Hyeong, bisa kau jaga taeoh sebentar lagi sampai aku pulang?"
"baiklah. Kau harus segera cerita kepadaku ya"
" Araso"
Sehun langsung mengangkat kepalanya dari pundak jongin setelah jongin selesai bicara ditelfon. Ia menoleh kekanan dan kekiri dengan tatapan waspada.
"tak ada yang mengincarmu. Polisi berjaga didepan gedung rumah sakit ini. Pembunuh itu tak mungkin berani kemari jika melihat petugas polisi. Kamar ny. Hong juga dijagai oleh dua petugas kepolisian. kau bisa tenang" ucap jongin
"emm.." gumam sehun. "kenapa kau masih disini? Bukankah sudah ku bilang kau harus menjauh?"
"kau hobi sekali menyuruhku pergi. Tenanglah, aku pasti akan pulang ke rumah setelah chen kemari. dia akan bertugas mengawasimu untuk sementara ini"
"baguslah"
...
"sudah mendapatkan tanda?" tanya jongin yang berpapasan dengan chen di lobi rumah sakit.
"belum. Petugas kepolisian lain masih mencari senjata yang digunakan pelaku untuk melukai korban. Menurutku, pembunuh berantai itu selalu membawa senjata tajam kemana-mana" ucap chen
"Kau dan teman-temanmu harus berjaga-jaga jika mau menangkapnya"
"tentu, eng..oh sehun. dia dimana?"
"didepan ruang ICU. Kau tolong jaga dia, jangan bicara hal aneh kepadanya"
"aku tau. Aku juga tak mau bicara banyak-banyak kepadanya. aku masih merasa takut"
"yya, kau tahukan dia juga termasuk korban kang dong yoon? Apa yang kau takuti dari oh sehun? Dia anak tiri bukan anak kandung. Kau takut sehun juga seorang psikopat seperti ayah tirinya itu?"
"t..tidak sih"
"sudahlah tak usah berlebihan. Aku harus pulang, taeoh sudah menanyaiku. kau bekerja yang benar"
"aku tau, itukan memang tugasku. Hati-hati ya"
Jongin mengangguk dan segera berjalan meninggalkan rumah sakit. Saat tengah berjalan menuju parkiran mobilnya, jongin berhenti berjalan dan menoleh sedikit kebelakang saat ia merasakan ada seseorang yang tengah mengawasinya. Setelah dirasanya tak ada yang aneh, ia bergegas masuk kedalam mobil nya dan menjalankan mobilnya.
...
"appa" seru taeoh seraya berlari menghampiri ayahnya yang baru turun dari mobil.
"kau bersikap baik kan selama tinggal bersama suho samchon?" tanya jongin meraih taeoh kedalam gendongannya.
"tentu, Appa kau pergi kemana?" tanya taeoh
"hem… rahasia"
"benarkah? Taeoh tak akan bertanya kalau itu rahasia"
Jongin tersenyum kecil, kedua matanya kembali beralih kesamping saat ia lagi-lagi merasakan ada sepasang mata yang tengah mengawasinya.
"Jong"
Jongin kembali mengalihkan pandangan kedua matanya kedepan begitu mendengar suara suho.
"taeoh, samchon sudah membuatkan sarapan untukmu didalam"
Jongin segera menurunkan taeoh dari gendongannya dan menyuruh anaknya untuk segera masuk kedalam restaurant suho.
"yya, chen tadi memberitahuku saat sarapan disini. Apa benar oh sehun.." jongin mengangguk.
"sulit dipercaya" pekik suho.
"polisi akan mengawasi rumah sakit selama 24 jam penuh, chen juga akan mengawasi gerak-gerik sehun selama berada di rumah sakit untuk merawat ny. Hong yang belum sadarkan diri. Aku juga harus ke kantor polisi untuk memberikan keterangan"
"aku mengerti. aku akan menjaga taeoh kalau pergi"
"emm.. gomawo hyeong"
Jongin kembali menoleh kesamping saat lagi-lagi ia merasakan tatapan mata yang tertuju kearahnya.
"ada apa denganmu?" tanya suho.
"tidak, aku baik-baik saja, sebaiknya kita masuk kedalam, aku ingin sarapan" ajak jongin seraya berjalan masuk kedalam resto tanpa menyadari sosok seorang pria yang berdiri dibalik gang tengah tersenyum licik.
TBC
Tuhhtuhh ada kaihun momentnya walaupun seiprit kekeke.
Makasih reviewnya jangan bosen ya
