The Mysterious Babysitter

Penulis: evi

Remake: mydhdiah

Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)

Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll

Genre: romance, keluarga, misteri

Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG/?

...

Chap 8

"rekaman CCTV juga tidak bisa menangkap dengan jelas wajah kang dong yoon setelah keluar dari gedung kantor ny. Hong?" tanya chen

"ne.. aku dan yang lainnya sudah memeriksan rekaman CCTV yang dipasang didepan jalan. Memang ada seorang pria yang masuk kedalam geundae. wajahnya tak terlihat jelas karena terhalang topi yang dipakainya dan lagi. CCTV hanya merekam setengah sosok pria itu setelah keluar dari gedung kantor korban" jawab inguk.

"merekam setengah?apa pelaku merusak CCTV?"

"sepertinya dia merusak kabel CCTV dengan senjata tajam miliknya"

"aissh. dia semakin membuat kita sulit melakukan penyelidikan kalau bukti rekaman CCTV hanya terekam setengah"

"eng.. chen, Inspektur Jung memberikanku sesuatu"

Chen menaikkan sebelah alisnya dengan wajah bingung saat inguk meletakkan sesuatu diatas telapak tangannya.

"untuk berjaga-jaga. Katanya sih begitu" ucap inguk. Chen menatap benda bulat diatas telapak tangannya.

"aku akan berkeliling lagi. kau kembali awasi namja itu saja" ucap inguk seraya berjalan meninggalkan chen.

...

"aku minta maaf tuan. keadaan pasien belum stabil. Kami akan menginjikan anda melihat keadaan pasien jika kondisi nya sudah stabil. Mohon pengertiannya" ucap suster.

"ya, aku mengerti. terimakasih" ucap sehun.

Pluk~~

Sehun tersentak kaget saat merasakan pundak sebelah kirinya ditepuk seseorang, ia menoleh kebelakang dan melihat chen yang berdiri dibelakangnya.

"kopi.." ucap chen menunjukkan gelas plastic berisi kopi didepan sehun.

"terimakasih" ucap sehun segera menerima gelas kopi yang diberikan chen. Chen mengangguk kecil dan melepaskan tangannya dari pundak sehun.

...

"apa belum ada titik terang?" tanya sehun.

"hem? Belum, rekaman cctv di jalan hanya merekam setengah karena kabel cctv terpotong tiba-tiba"

"pria itu yang merusaknya"

"e..eoh sehun-ssi, apa kau tahu kenapa ayah tirimu sangat terobsesi membunuhmu?"

"pria itu, ingin menghabisi nyawaku karena aku mirip seperti eomma. dia membunuh ibu ku karena menyalahkan ibu ku atas kegagalan usahanya. Menurutnya, aku dan ibu ku adalah beban untuknya. itulah kenapa dia harus menghabisi orang yang menjadi bebannya. Orang itu berubah karena uang. Itulah manusia"

"pria itu benar-benar tidak waras"

"polisi Lee. kau harus menjaga dirimu. Pria itu akan menghabisi orang-orang yang berada disekelilingku hingga dia berhasil mendapatkanku"

"tidak usah cemas. Aku ini polisi yang tak akan lengah"

sehun mengangguk kecil, kedua matanya beralih menatap isi kopi miliknya.

...

Resto

"APA!" pekik baekhyun dengan wajah histeris mendengar penjelasan jongin barusan.

"aih, baek. suaramu nyaring sekali" gerutu chanyeol sambil menutup sebelah kupingnya.

"kau tak membuat gossip kan, jong? Oh seh-"

Jongin langsung melotot kearah baekhyun memberi tanda jangan menyebut nama sehun dengan keras mengingat ada taeoh didalam resto saat ini.

"namja itu putra buronan?" tanya baekhyun.

"anak tiri hyeong" koreksi jongin.

"sulit dipercaya" ucap baekhyun.

"bagaimana keadaan nyonya Hong?" tanya suho.

"chen baru saja menelfon. Keadaannya masih sama, dia belum siuman dan masih berada didalam ruangan intensif. Belum boleh ada yang menjenguknya" jawab jongin.

"aigoo. sadis sekali kang dong yoon sampai membuat keadaan nyonya Hong begitu" ucap chanyeol bergidik ngeri.

"bukankah sehun dalam bahaya saat ini?" tanya suho.

"tidak usah khawatir. polisi menjaga daerah rumah sakit selama 24 jam penuh. Mereka juga menjaga ketat ruangan nyonya Hong agar tak terjadi hal yang diinginkan. Chen sendiri bertugas mengawasi nya. Kang dong yoon tak mungkin berani melakukan hal aneh jika dia berada di tempat yang dikelilingi banyak polisi begitu" jelas jongin.

"heh. baguslah" ucap suho lega.

"jangan lega dulu. kang dong yoon itu buronan yang selama belasan tahun selalu gagal di tangkap oleh polisi. Dia pasti memiliki celah untuk menerobos masuk kedalam rumah sakit dan melukai anak tirinya itu" ucap kris.

"kau benar tapi berharap saja tidak, hyeong. Namja itu benar-benar menjalani kehidupannya dengan sangat amat sulit, dia selalu diselimuti perasaan takut. Aku tak bisa membayangkan jika dia bertatap muka dengan orang yang membunuh ibu dan orang tua angkat nya nanti" ucap jongin

...

"taeoh, byebye. kalau ayahmu menitipkanmu kita main game lagi ya" ucap suho yang mengantar kepergian jongin dan taeoh.

"eemm. kita makan ice cream lagi" ucap taeoh.

"eissh, kau bisa batuk jika makan ice cream tengah malam" ucap jongin. Taeoh menepuk pelan mulutnya.

"rahasia kita terbongkar" ucap suho.

"hyeong, kami pulang dulu" ucap jongin.

"ya. jika kau sempat, aku akan menjemput anakmu di nursery nya" ucap suho

"gomawo hyeong" jongin pun segera masuk kedalam mobilnya bersama anaknya.

...

Taesan Kindergarten

"taeoh, siapa yang kau gambar itu?" tanya yujin.

"sehun hyung" jawab taeoh.

"sehun hyung? siapa?ibumu?"

"bukan. Dia orang yang ada di no.2 setelah eomma"

"benarkah? Aku tak pernah melihat namja ini. apa dia khayalanmu?"

"aniyo. Sehun hyung sering datang untuk menjemputku"

"ahh.. pengasuhmu yang seperti robot itu?"

"sehun hyung tidak seperti robot, bodoh"

"yya, dia seperti robot. dia tak tersenyum, kau tidak menggambarkan sosoknya"

"nanti dia akan tersenyum. akan ku tunjukkan kepadamu senyumannya" ucap taeoh sambil menjulurkan lidahnya.

Taeoh berjalan keluar dari gerbang sekolah nya sambil celingak-celinguk kekanan-kekiri mencari sosok pamannya yang akan menjemputnya atau sosok pengasuhnya yang sangat diharapkannya akan menjemputnya kembali.

"adik manis, kau belum di jemput?"

Taeoh mengangkat wajahnya dan menatap seorang pria berkumis tebal yang memakai kacamata bingkai cokelat berlensa tebal.

"ahjussi, siapa?"

"aku? Anggap saja aku orang baik penyuka anak kecil"

"geure? Apa kau seperti peri yang ada didalam buku cerita yang selalu dibacakan sehun hyung?"

"sehun..hyung?"

pria itu menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman.

"ya, sehun hyung. dia orang yang selalu menjagaku jika appa belum pulang. tapi, dia tak bersama kami lagi. ini salahku"

"salahmu?"

"iya, karena aku suka menangis jadi sehun hyung pergi. Aku merindukan sehun hyung"

"kau merindukan pengasuhmu?"

"taentu"

"bagaimana kalau-"

Tttiinn~~

Taeoh langsung menoleh dan melihat mobil xiumin mendekat kearahnya.

"xiumin samchon" ucap taeoh. xiumin bergegas turun dari mobilnya dan menatap heran kearah pria yang tiba-tiba berjalan pergi dari hadapan taeoh.

"taeoh, kau bicara dengan siapa?" tanya xiumin

"ahjussi tadi? Dia bilang dia penyuka anak kecil" jawab taeoh.

"hm? penyuka anak kecil?" fikir xiumin.

"samchon, aku ingin makan pasta suho samchon. ayo makan" ajak taeoh.

"ah, ya, ayo" xiumin segera membawa taeoh masuk kedalam mobil nya.

Sementara itu dibalik tiang, dong yoon menyipitkan kedua matanya menatap kepergian mobil xiumin yang sudah menjauh.

...

Rumah sakit

"dimana dia?" tanya jongin.

"didepan ruang ICU. jong, tolong awasi dia ya. Aku sudah tak tahan." ucap chen sambil mengelus perutnya yang mules.

"baiklah, baiklah"

Chen mengangguk dan langsung berlari masuk kedalam toilet. Jongin hanya geleng-geleng kepala dan segera berjalan kearah sehun yang kini duduk diatas bangku yang berhadapan dengan ruang ICU. Jongin menundukkan kepalanya sedikit untuk melihat wajah sehun.

"oh sehun, kau tidur?" panggilnya. Tiba-tiba kepala sehun bergerak kearah kanan, jongin yang melihat nya dengan sigap langsung menahan kepala sehun agar tak oleng. Kedua mata sehun langsung terbuka saat merasakan posisi kepalanya terasa aneh. Ia terkejut melihat kepalanya jatuh diatas pundak seseorang, didorong nya pelan pundak jongin.

"maaf" ucap sehun dan kembali duduk dengan posisi benar.

"kau kurang tidur. apa tak sebaiknya kau pulang dan beristirahat sebentar?" tanya jongin.

"pulang? Kantor ahjumma masih dijadikan polisi sebagai TKP" jawab sehun.

"aku tau. pulang ke rumahku" ucap jongin.

"maafkan aku. Aku tidak tidur di rumah orang asing" ucap sehun.

"orang asing? Ya! aku mantan majikanmu, kau menyebutku orang asing? Lagipula, nyonya Hong menitipkanmu kepadaku itu artinya kau bisa pulang ke rumahku kecuali jika nyonya Hong tak lagi menitipkanmu kepadaku, kau bisa tidak pulang ke rumahku" oceh jongin.

"tidak, terima kasih" ucap sehun.

"benar-benar. aku sudah menawarimu bantuan tapi kau menolak. Kau ini, kalau begitu tidurlah. disini.."

Sehun mengerutkan dahinya begitu jongin menepuk pundaknya. "aku akan meminjamkannya sebagai bantal"

"aku tidak ingin menggunakan apapun sebagai bantal" ucap sehun.

"baiklah. Aku tak akan menawarkan lagi" ucap jongin sambil mengeluarkan ponsel dari saku jas nya.

"eo, hyung ada apa?"

"…"

"ya? Orang asing? Siapa?"

"…"

"tidak usah khawatir berlebihan. Paling hanya ahjussi yang iseng bicara dengan anak kecil. Kau takut taeoh di culik? Tidak usah khawatir"

"…"

"aku akan bicara dengan taeoh nanti"

Sehun menatap jongin yang baru selesai bicara. Jongin langsung menoleh kearah sehun.

"kau mau bertanya mengenai taeoh?" tanya jongin.

"tidak" jawab sehun.

"dia baik-baik saja. kau tahu dia menggambar sosokmu untuk tugas sekolah nya" ucap jongin. Sehun hanya diam, tak merespon ucapan jongin.

"tapi aku rasa dia salah menggambarkan sosokmu diatas kertas gambarnya. Dia menggambarmu sedang tersenyum" kedua mata sehun berkedip bersamaan mendengar ucapan jongin.

"aku baru sadar kau tak pernah tersenyum untuk taeoh. Sepertinya dia banyak berkhayal memikirkanmu yang sedang tersenyum. Apa kau tak ingin membuat khayalannya menjadi kenyataan?"

Sehun mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia mengalihkan pandangan kedua matanya kearah lain.

"kau tahu kan taeoh merin-"

"bukankah sudah kubilang kepadamu untuk menjauh. kau dan putri mu.. kalian tak boleh dekat denganku" potong sehun.

"kau takut kami berdua menjadi korban? Tidak akan. Kami berdua tidak akan kenapa-napa, berhentilah berfikiran hal aneh yang bisa membuatmu terus-menerus merasa takut" ucap jongin.

"apa kau tak paham setelah melihat keadaan ahjumma saat ini? Suatu saat mungkin saja kau atau anakmu yang akan mengalami hal serupa. Mengerti dan turuti kata-kata ku" ucap sehun dengan nada tegas. Jongin mendesah keras, ia segera bangkit berdiri dan menatap sehun sebentar.

"aku mengerti kekhawatiranmu tapi setidaknya kau harus mengerti akan perasaanmu. Berhentilah bersikap seperti orang yang tidak memiliki hati. Kau membuatku mengasihanimu" sehun hanya diam mendengar ucapan jongin "aku pergi.." jongin segera berjalan meninggalkan sehun.

"kau sudah mau pulang jong?" tanya chen yang baru keluar dari toilet.

"ya. ini hampir jam makan malam. Taeoh akan menanyaiku nanti. kau harus mengawasinya lebih ketat lagi" ucap jongin. "aku pergi.." pamitnya.

...

"taeoh, jika ada pria yang tak dikenal mengajakmu bicara sebaiknya jangan ladeni, kau mengerti?" ucap kris.

"kenapa?" tanya taeoh

"karena kau tak tahu apa pria yang mengajakmu bicara itu orang baik atau tidak. Kau tahu kalau penculik itu semakin banyak diluar sana"

"samchon, penculik itu apa?"

"penculik itu orang jahat yang suka menyiksan anak kecil dan menjauhkan mereka dari orang tua mereka. Kau mau dijauhkan dari appa, samchon?"

"shireo. aku tidak ingin dijauhkan dari kalian"

"maka dari itu kau harus dengarkan kata-kata samchon. Jika pria itu mengajakmu bicara dan hendak membawamu pergi kemana-mana, kau semprot saja pria itu dengan ini lalu segera lari dan minta ?" taeoh menatap semprotan merica yang baru saja dikeluarkan kris dari saku mantelnya.

"apa ini?" tanya taeoh.

"ini alat untuk membela diri. Kau harus menggunakannya hanya di saat-sata bahaya. Samchon akan memberikannya 1 kepadamu untuk berjaga-jaga. kau mengerti?"

"eemm. Aku mengerti"

Taeoh langsung meletakkan semprotan merica yang diberikan sunggyu kedalam tas nya.

"anak pintar"

"eo.. appa" seru taeoh saat melihat jongin yang baru tiba didalam resto.

"samchonmu melaporkan kepada appa kau bicara dengan orang asing tadi" ucap jongin.

"eemm.. hanya sebentar. ahjussi itu menyukai anak kecil makanya mengajakku bicara" ucap taeoh.

"Tapi kau tidak harus meladeni pertanyaan orang yang tak dikenal, mengerti?"

"araso. Kris samchon sudah mengatakannya kepadaku tadi"

"benarkah? Tumben hyeong"

"yaya, aku ini kan paman yang baik yang selalu menasehati keponakan tercinta tak seperti paman-paman nya yang lain selalu mengajaknya main dan makan" ucap kris.

"yayaya terserah kau lah hyeong" ucap jongin

"kris samchon yang terbaik"

Kris mengangguk-anggukkan kepalanya begitu taeoh mengacungkan ibu jari kearahnya.

...

"appa" panggil taeoh saat jongin tengah menyelimutinya.

"apa?" tanya jongin.

"aku ingin bertemu sehun hyung. sebentar saja" pinta taeoh.

"taeoh-ya, sehun..dia belum ingin bertemu denganmu" ucap jongin sambil menatap sendu putranya.

"kenapa belum? Apa dia masih marah denganku? Appa, bilang kepadanya kalau aku sudah berhenti menangis"

"appa sudah mengatakannya"

"benarkah? Appa sudah bertemu sehun hyung? lalu?"

"dia bilang dia belum bisa bertemu denganmu. entah kapan, dia pasti akan menemuimu"

"Sepertinya dia masih marah denganku"

"tidak usah kau pikirkan. Sebaiknya kau segera tidur"

"ne, appa selamat malam"

"malam"

...

Esok harinya

Rumah sakit

"kau tetap berjaga selama 2 hari ini?" tanya jinsung.

"emm" gumam sehun.

"bersabarlah. Kami pasti akan menemukan keberadaan kang dong yoon" ucap jinsung.

"ne, ahjussi. terimakasih" ucap sehun.

"jangan pernah bersembunyi lagi. Kau tahu kan obsesi kang dong yoon menghabisimu? Jika kau lepas dari pengawasan kami. entah apa jadi nya"

"aku ingin menghentikan semua ini. Tidakkah memberikanku kepadanya cukup untuknya? Dengan begitu tak akan ada korban-korban jatuh di tangannya? Ahjussi, kau tahu perasaanku saat melihat orang disekelilingku satu per satu pergi? Aku semakin membenci dan menyalahkan diriku. jika hari itu aku ikut terbunuh bersama ibuku, mungkin orang tua angkatku tak akan meninggal dan mirae ahjumma tak akan terbaring koma didalam"

"jangan berfikiran sempit, oh sehun. Memberikanmu kepada pria itu dan membuat tak ada korban lagi, itu artinya kami mempermainkan nyawamu. Aku juga memiliki perasaan yang sama sepertimu saat melihat para korban yang habis di tangan kang dong yoon. Aku seorang polisi yang bertugas melindungi warga nya tapi aku gagal, aku merasa malu akan statusku sebagai seorang polisi. Bahkan hingga aku pensiun pun, aku masih tetap tak berhasil menangkap kang dong yoon dan membuatmu terus hidup dalam ketakutan selama belasan tahun. Jika waktu bisa di ulang, aku ingin bisa bergerak lebih cepat untuk menyelamatkan ibu mu dan langsung membekukkan kang dong yoon saat ia hendak menikam ibu mu" sehun yang mendengarnya hanya tersenyum pahit.

...

Taesan kindergarten

"ah bagaimana ini? Aku lupa memberitahu kalau hari ini akan pulang cepat" gumam taeoh sambil celingak-celinguk diluar gerbang sekolahnya. Ia menghela nafas, sepertinya ia akan kembali duduk dibangku ayunan hingga ia dijemput oleh pamannya.

"gadis kecil.."

Taeoh yang hendak berjalan masuk kedalam taman sekolahnya langsung mengurungkan niatnya, ia menoleh sedikit dan melihat pria yang kemarin mengajaknya bicara sudah berdiri didepannya.

"eo.. ahjussi" ucap taeoh.

"kau belum di jemput?"

"ne. aku lupa memberitahu appa bahwa aku pulang cepat. Jadi, paman tak bisa menjemputku sekarang. aku akan menunggu mereka"

"kenapa kau tak ikut paman? Menunggu seorang diri pasti akan membosankan"

"ikut ahjussi? Tapi, kris samchon dan appa bilang aku tak boleh pergi kemana-mana bersama orang asing"

"tenang saja. paman tidak akan membawamu ke tempat aneh. Paman ini orang baik, paman akan membawamu menemui orang yang kau rindukan"

"sehun hyung? Ahjussi mau membawaku menemui sehun hyung? benarkah?"

"tentu, sehun bilang dia ingin menemuimu makanya dia memberitahu paman untuk membawamu kepadanya"

"ahh aku ingin bertemusehun hyung"

"kalau begitu ikut paman"

Taeoh memandang sebentar tangan kanan pria yang kini terulur kearahnya. Taeoh tersenyum dan meraih tangan kanan pria itu.

...

"sehun, kau mau ikut kami ke cafeteria? Ini sudah waktu nya makan" ajak chen.

"aku tidak lapar. kalian bisa pergi, aku tak akan kemana-mana" ucap sehun.

"baiklah. Jika kau butuh bantuan, kau bisa meminta bantuan kepada petugas polisi yang berjaga di depan koridor ini ya" pesan chen.

"ya" ucap sehun

...

"aku baru sadar kau tak pernah tersenyum untuk taeoh. Sepertinya dia banyak berkhayal memikirkanmu yang sedang tersenyum. Apa kau tak ingin membuat khayalannya menjadi kenyataan?"

Sehun mengepalkan kedua tangannya mengingat ucapan jongin kemarin kepada nya. Bisakah ia tersenyum didepan taeoh? Ia tak yakin.

"tuan oh?"

Sehun mengangkat wajahnya dan menatap seorang suster yang berdiri didepannya.

"ada telfon untukmu.."

Sehun mengerutkan dahinya dan segera mengikuti suster menuju ke meja ruangan tempat para suster berkumpul.

"silahkan.." sehun mengangguk dan segera meraih gagang telfon.

"sehun hyung, aku merinduhkan mu. aku ingin bertemu dengan hyung"

sehun membulatkan kedua matanya saat mendengar suara hye gyul disebrang telfon.

"y…yoboseyo.." ucapnya.

"kau dengar ucapan bocah kecil tadi?" raut wajah sehun langsung berubah tegang saat suara seorang pria di telfon.

"si..siapa kau?"

"kau lupa suara ayah tirimu sehun? Kau terlalu lama bersembunyi dariku hingga kau lupa suara ayahmu ini. Berhentilah bermain-main denganku, aku bisa bermain-main dengan bocah kecil menggemaskan ini"

"ka..kau"

Sehun melirik seidkit kearah suster yang berdiri didekatnya. Ia berbalik memunggui suster dan menundukkan wajahnya ke bawah sedikit.

"jangan melukai nya. jangan menyentuhnya, aku mohon"

"hahaha.. tergantung dirimu, anakku"

"a..apa maksudmu?"

"datang ke alamat…"

Sehun mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan mendengarkan baik-baik ucapan dong yoon di telfon. "cepatlah datang sebelum tanganku gatal untuk menghabisi nyawa bocah manis ini"

"a..araso"

"jangan bawa polisi. Aku tahu mereka mengawasimu dan jangan coba-coba memberitahukan kepada keluarga bocah kecil ini kalau kau tak ingin mengambil resiko"

"a..aku mengerti"

"aku tunggu kedatanganmu"

Sehun langsung menutup telfon nya setelah dong yoon memutuskan sambungan telfonnya terlebih dahulu.

"sehun-ssi"

sehun tersentak kaget saat chen menepuk pundak nya. Ia langsung berbalik kebelakang.

"apa yang kau lakukan? Aku membelikanmu roti. kau belum mengisi perutmu dari tadi pagi kan?" ucap chen.

"a..aku mau ke kamar mandi" ucap sehun

"ahh ayo. aku akan menunggu didepan kalau begitu"

Sehun mengangguk kecil dan segera berjalan didepan sementara chen berjalan dibelakangnya. Sembari berjalan menuju toilet, sehun berkali-kali melirik kearah kanan dan kirinya, banyak petugas polisi berkeliaran disekitar lorong rumah sakit ini. Bagaimana caranya ia bisa pergi meninggalkan gedung rumah sakit yang di awasi puluhan petugas kepolisian?

"aku akan menunggu disini" ucap chen berdiri tegak didepan pintu masuk toilet.

"n..ne" ucap sehun dan segera masuk kedalam toilet.

...

"apa?! apa maksudmu nursery taeoh sudah sepi?" tanya jongin.

"para guru yang masih ada didalam bilang kalau hari ini anak-anak dipulangkan lebih awal karena ada rapat guru, bagaimana ini jong? Taeoh tidak ada di taman sekolahnya" ucap xiumin panik.

"astaga.. kau cari ke rumah teman-temannya. Aku akan ikut mencari juga" jongin segera menutup telfonnya dan bergegas meninggalkan kantor nya.

..

"ahjussi, kau mengenal sehun hyung ya?" tanya taeoh.

"ya" ucap dong yoon.

"uwwaah, aku tak sabar bertemu sehun hyung" ucap taeoh senang.

"tenanglah, anak manis. kau akan segera bertemu orang yang ingin kau rindukan itu" ucap dong yoon. "diakhirat" lirih dong yoon sambil tersenyum sinis.

...

"tidak ada. semua teman-teman taeoh dusah ku datangi, tapi taeoh tak ada disana" ucap xiumin.

"astagah. Dia di dekat sungai ataupun taman juga tak ada. Kemana dia pergi?" fikir jongin

"jong, apa taeoh di bawa pergi ahjussi yang mengajaknya bicara?" tanya xiumin.

" Orang asing yang kau bilang kemarin?"

"ya, firasatku mengatakan taeoh pasti di bawa pria itu. Taeoh bilang pria itu menyukai anak kecil, dia pasti mempunya motif mendekatitaeoh kemarin. jong, kita lapor polisi sekarang."

"a..araso, ayo"

...

Rumah sakit

"ey ini sudah 15 menit lamanya oh sehun di toilet. Aneh sekali. apa dia sakit perut? Dia kan belum mengisi perutnya daritadi pagi" fikir chen.

"jangan-jangan.."

Chen langsung masuk kedalam toilet, ia membuka satu per satu bilik toilet dan hingga tiba di bilik yang ada diujung, kedua matanya terbelalak kaget melihat jendela di toilet terbuka.

"sial.." umpatnya dan langsung berlari keluar untuk melaporkannya kepada petugas yang berjaga di luar.

Sehun langsung bersembunyi dibalik tiang saat melihat sosok chen yang kini tengah bicara dengan petugas kepolisian yang berjaga didepan.

"dia menyadari nya lebih cepat" gumam sehun. Petugas kepolisian yang berjaga didepan langsung berpencar setelah bicara dengan chen, ia pun menggunakan kesempatan itu untuk segera keluar dari lingkungan rumah sakit.

"taxi…" panggilnya. Ia langsung masuk kedalam taxi yang ia berhentikan.

...

Kantor polisi

"ada. rekaman CCTV didepan taesan kindergarten" ucap inguk.

"cepat buka" ucap xiumin. Inguk mengangguk dan segera mengarahkan membuka rekaman CCTV yang merekam daerah sekitar nursery taeoh.

"yaaa! Pria itu, Aku benar kan" pekik xiumin saat melihat sosok seorang pria yang terekam di kamera CCTV tengah berbicara dengan taeoh.

"sial!" desis jongin dengan wajah kesal.

"tunggu. pria ini tidak asing." fikir inguk sambil mengusap dagunya.

"yya, cepat minta bantuan kepada teman-temanmu. ini namanya kasus penculikkan" ucap xiumin.

"aahh. aku tahu orang ini, yaya, orang ini yang sedang kami cari-cari dari kemarin. Kang dong yoon"

kedua mata xiumin dan jongin membulat tak percaya mendengar ucapan inguk.

"tidak salah. sosok pria ini mirip dengan sosok pria yang terekam di kamera CCTV dekat kantor ny. Hong yang menjadi korban penusukkan beberapa hari yang lalu" ucap inguk.

"taeoh dalam bahaya jika dia bersama pembunuh berantai itu. Jongin, bagaimana ini?" tanya xiumin panik.

"tidak mungkin"

jongin segera berlari meninggalkan kantor polisi, ia masuk kedalam mobilnya sambil menghubungi chen.

"yoboseyo"

"jong, oh sehun menghilang. kau bisa telfon nan-"

"apa?! Oh sehun juga menghilang?"

"y..ya, apa maksudmu dengan 'juga', siapa lagi yang menghilang?"

"taeoh. kang dong yoon menculik anakku. Ya! Mereka pasti menggunakan taeoh sebagai umpan untuk memancing sehun. cari tahu keberadaan oh sehun sekarang."

"baiklah, baiklah"

.

"apa maksudmu oh sehun menghilang?" pekik jae soon.

"menurut laporan dari orang yang berjaga di rumah sakit, oh sehun kabur lewat jendela toilet" ucap petugas kepolisian lain.

"ini pasti berhubungan dengan kang dong yoon" ucap jinsung.

"paman, paman" panggil xiumin.

"eo, xiumin, ada apa kau kemari?" tanya jaesoon.

"paman, tolong aku. keponakanku di culik, dia di culik kang dong yoon. paman, tolong selamatkan taeoh paman" pinta xiumin.

"mwo? kang dong yoon? Bagaimana kau bisa tahu.."

"cctv. paman, tolong suruh bawahan untuk mencari taeoh. cepat!"

"inspektur, kami sudah melacak keberadaan oh sehun lewat alat pelacak yang dipasang di tubuhnya. Dia berada didaerah incheon" lapor inguk.

"incheon? Apa keponakanku juga di situ?" tanya xiumin.

"ya. Xiumin, kau tunggu disini ya. kalau kau ikut akan berbahaya. siapkan yang lain untuk segera pergi ke incehon" perintah jae soon.

"siap laksanakan" ucap inguk.

...

Incheon

Sehun memandang sebentar rumah tua dihadapannya sekarang. Ia menggenggam kedua tangannya yang gemetaran saat ini, dihembuskan nafas nya sebelum kedua kakinya melangkah masuk kedalam rumah tua yang kelihatan tak berpenghuni itu.

"taeoh-ya" panggil sehun begitu masuk kedalam.

Bbrraakk~~

Sehun langsung menoleh kebelakang dan melihat pintu rumah tertutup rapat. Ia kembali berjalan hingga tak sengaja menyandung sesuatu di atas lantai, ia menundukkan kepalanya ke bawah dan terbelalak kaget melihat sebuah tas berwarna oranye di lantai. Ia kenal tas ini. Tas oranye milik taeoh yang selalu dipakainya ke sekolah.

"taeoh.." sehun langsung memungut tas oranye tersebut.

"taeoh-ya" panggilnya.

"dia tidur tenang.."

Sehun menoleh kebelakang dan terkejut melihat dong yoon berdiri didekat tangga sambil tersenyum.

"lama tidak bertemu, anakku" sapa dong yoon.

"diaman taeoh?!" tanya sehun.

"dia tidur tenang"

"ka..kau, bagaimana bisa kau-"

"hahahaha. menipu anak kecil polos nan lugu seperti itu bukan hal susah untukku. Menggunakan namamu dengan mudahnya dia langsung terperangkap"

"kau bukan manusia. bagaimana kau bisa tega?!dia masih kecil. dia tak tahu apa-apa" bentak sehun

"itu bukan urusanku. Tugasku sekarang adalah menghabisimu dengan begitu aku bisa hidup tenang karena kau dan ibu mu akan membusuk di dunia akhirat"

"kau tidak waras. Gunakan otakmu. kenapa harus aku?! Kenapa harus aku dan ibu ku?!" teriak sehun.

"kenapa? Karena kau dan ibu mu adalah pembawa sial dalam kehidupanku. Jika aku tak tergoda oleh ibu mu yang sialan itu, aku tak akan jatuh bangkrut, semua teman-temanku tak akan menjauhiku hingga tak mau menolongku. Itulah kenapa aku menghabisi mereka. aku menghabisi mereka yang menolak membantuku. keinginanku sekarang hanya kau, Wajahmu mirip seperti ibu mu. melihatmu semakin aku ingin mengoyak tubuhmu dengan pisau ini seperti yang aku lakukan kepada ibu mu"

Sehun berjalan mundur perlahan saat dong yoon mulai melangkah kearahnya.

"kau sakit. kau akan di hukum seberat-berat nya atas perlakuanmu!" ucap sehun dengan suara gemetar.

" yang akan menghukumku, eoh? Siapa? Polisi? Mereka hanya pekerja bodoh yang selalu gagal menangkapku. Tuhan? Jangan bercanda" ucap dong yoon sinis.

"kau akan mendapatkan balasan atas perlakuanmu. kau membunuh orang tua angkatku"

dong yoon malah tertawa dan semakin berjalan mendekati sehun. Semakin dong yoon mendekat, sehun semakin berjalan mundur hingga ia terjatuh karena kedua kakinya yang gemetaran. Dipeluknya tas milik hye gyul yang tadi di pungutnya.

"titipkan salamku untuk ibu mu yang sialan itu"

Sehun memejamkan kedua matanya saat dong yoon mengarahkan pisau kearahnya.

Bbrraaakk~~

Dong yoon mengalihkan pandangan kedua matanya kearah pintu yang terbuka.

"berhenti. kang dong yoon-ssi"

Sehun membuka kedua matanya saat mendengar suara jongin. Kedua matanya beralih kearah isi tas taeoh yang terbuka.

"hentikan perbuatanmu sampai disini. Kau tak mendengar? Malaikat kematianmu akan tiba disini sebentar lagi"

dong yoon memasang telinganya baik-baik, ia mengernyitkan dahinya saat samar-samar mendengar suara sirine mobil polisi.

"Kau! Kau tak menepati janjimu untuk datang sendirian. Kau harus-"

sebelum dong yoon sempat mengacungkan pisau kearahnya dengan gerakan cepat sehun segera menyemprotkan bubuk merica ke mata dong yoon yang ada didalam tas taeoh. Entah dari mana taeoh memiliki benda seperti itu yang jelas, itu bisa membantunya untuk lari dari dong yoon. Sehun langsung bangkit berdiri dan berlari kearah jongin yang berdiri di ambang pintu.

"aaakh" teriak dong yoon sambil menutup kedua matanya yang terasa perih.

"taeoh, dia ada didalam ruangan rumah ini. Kita tak bisa pergi, Kita harus mencarinya" ucap sehun.

"segera keluar dari rumah ini. aku akan mencari taeoh" ucap jongin. Sehun menganggukkan kepalanya. Jongin segera berlari menghampiri anak tangga dan saat hendak menaiki anak tangga tiba-tiba kaki nya di tahan oleh dong yoon.

Sehun menoleh kebelakang dan terbelalak kaget mendapati dong yoon tengah mencekik leher jongin.

"kau harus mati karen aberani ikut campur" ucap dong yoon.

"di..mana put..traku' ucap jongin susah payah. Dong yoon tersenyum sinis, ia segera mengambil pisau nya yang tergelatak diatas lantai. Jongin berusaha bangun setelah kedua tangan dong yoon terlepas dari lehernya. Begitu ia berhasil mendudukkan tubuhnya dan hendak berdiri tiba-tiba kedua matanya melihat ujung pisau yang siap ditancapkan dong yoon ke tubuhnya.

"Tidak!"

Jongin membulatkan kedua matanya saat wajah sehun muncul didepannya. Tangan kiri sehun langsung mencengkram pundak jongin untuk menopang tubuhnya yang sebentar lagi akan ambruk.

"se..sehun-ssi" ucap jongin.

"un..tunglah" gumam sehun sebelum tubuhnya ambruk. Jongin melotot kaget saat melihat darah segar keluar dari punggung sehun.

"tidak. Sehun, sehun bangun" Panggil jongin panik sambil menutup luka tusukan di punggung sehun.

Dddooorrr~~

Dong yoon langsung tersungkur diatas lantai saat kaki kirinya kena tembakan.

"nice shot.." pekik chen saat pelurunya berhasil mengenai kaki dong yoon.

"chen, cari taeoh. cepat!" teriak jongin sambil mengangkat tubuh sehun kedalam gendongannya.

"a..apa yang terjadi?" tanya chen.

"taeoh ada di atas.. tolong cari dia.. cepat" ucap jongin bergegas keluar dari rumah tua tersebut untuk segera membawa sehun ke rumah sakit.

"antar aku ke rumah sakit" ucap jongin.

"ikut mobilku" ucap inguk segera masuk kedalam mobil diikuti jongin yang duduk dibangku belakang bersama sehun.

"tolong lebih cepat" ucap jongin sambil melihat sehun yang terus mengeluarkan darah

"ne" inguk segera menjejal gas nya dalam-dalam dan menambah kecepatan mobilnya.

"hhh.. maaf" lirih sehun.

"jangan banyak bicara. Kita akan segera tiba di rumah sakit.. bertahanlah" ucap jongin.

"maaf"

"oh sehun, berhenti bicara"

"ucapkan maafku untuk anakmu"

kedua mata jongin membulat saat melihat kedua mata sehun perlahan terpejam dan tangannya semakin dingin.

"sehun, oh sehun bangunlah!" panggil jongin.

TBC

maaf baru update..jangan lupa review dan makasih yang udah review