The Mysterious Babysitter
Penulis: evi
Remake: mydhdiah
Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)
Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll
Genre: romance, keluarga, misteri
Peringatkan: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG /?
...
chap 9
Kris dan suho langsung menggeser tubuh mereka kesamping begitu melihat dua petugas kepolisian tengah menggiring keluar Kang dong yoon dari dalam rumah tua sembari membantunya berjalan dikarenakan kaki kiri kang dong yoon yang sedikit pincang akibat terkena tembakan tadi.
"heh. akhirnya dia akan berada di tempat yang seharusnya" ucap kris sambil menatap sosok kang dong yoon yang baru saja masuk kedalam mobil polisi.
"aku harap dia diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya" ucap suho.
"eoh…taeoh" kris dan suho langsung berlari kecil menghampiri chen yang baru saja keluar dari rumah tua sambil menggendong taeoh
"taeoh baik-baik saja kan?" tanya kris.
"ne, hyeong. sepertinya kang dong yoon memberikan dia sesuatu yang mengandung obat tidur" jawab chen. "dia tertidur pulas sekali."
"phew syukurlah, pria itu tak sempat melukai taeoh" ucap suho lega.
"bagaimana jongin? Dia sudah menelfon mengabari keadaan oh sehun?" tanya chen.
"eoh.. sehun berada di ruang operasi saat ini. Luka nya cukup parah, dia kehilangan banyak darah" jawab kris.
...
Esok harinya
"Samchon ..."
Suho langsung mematikan kompor dan berbalik begitu mendengar suara taeoh yang baru bangun tidur.
"taeoh, kau sudah bangun?" tanya suho.
"ne.. kenapa aku menginap di rumah samchon?"
Suho duduk berjongkok didepan taeoh, membuat tubuhnya setara dengan keponakan kecilnya itu.
"taeoh-ya, kau membuat kami semua khawatir karena kau menghilang tiba-tiba. Bukankah samchon sudah memberitahumu untuk tidak ikut kemana-mana dengan orang asing?"
"aku tau, tapi ahjussi itu bilang dia akan menemaniku bertemu sehun hyung. Dia bilang sehun hyung ingin bertemu denganku juga. Aku merindukan sehun hyung."
"tidak taeoh-ya. dia berbohong. kau tahu kalau ahjussi itu adalah penculik"
"kris samchon bilang penculik adalah orang yang suka menyiksa anak kecil"
"benar. apa penculik itu memberikanmu sesuatu?"
"hhmm.. ahjussi itu membelikanku jus alpukat yang enak setelah itu aku mengantuk. Aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu"
"penculik itu memasukkan obat tidur kedalam minumanmu, untung saja dosis nya tidak tinggi. Kalau dosisnya tinggi, kau pasti tak akan ada disini"
"obat tidur? Apa itu samchon?"
"ung..obat yang selalu di minum kris samchon kalau susah tidur. Pokoknya itu obat untuk orang dewasa bukan obat yang bagus diminum anak kecil ?"
"ya siap, aku mengerti. Eoh samchon appa dimana?"
"ayahmu akan pulang sebentar lagi. dia berpesan bahwa kau akan kena omel olehnya karena mengabaikan ucapannya"
"Aku tidak ingin di omeli appa. Samchon ayo kita jalan-jalan kalau appa pulang"
"eisssh, kau ini"
...
Rumah sakit
kedua mata sehun perlahan terbuka, ia mengedipkan kedua matanya berkali-kali sambil menatap langit ruangan tempatnya berada sekarang.
"kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?"
kedua bola mata sehun bergerak kesamping kirinya, menatap wajah jongin.
"kena- shh akh"
baru saja ingin menggerakkan tangannya tiba-tiba ia merasakan rasa sakit di sekitar punggungnya.
"ke..kenapa? Apa punggungmu masih sakit?" tanya jongin. Sehun menoleh sedikit ke bawah, dilihatnya perban yang melilit pundak kiri nya.
"aku akan panggil dokter" ucap jongin segera berlari keluar dari kamar opname sehun.
"taeoh.." lirihnya pelan.
...
"kau harus meminum obat pereda rasa sakit nya. Luka mu belum kering.." ucap jongin sembari membantu sehun untuk duduk diatas ranjang.
"taeoh?" kedua mata sehun langsung menatap jongin dengan tatapan penuh tanya.
"dia baik-baik saja. aku menitipkannya kepada suho hyung. Kang dong yoon memberi obat tidur kepada taeoh. chen menemukan taeoh sedang tertidur didalam salah satu kamar rumah tua tersebut. Tidak usah khawatir, taeoh baik-baik saja" jelas jongin. Sehun mengangguk kecil sambil menghela nafas lega. Jongin tersenyum kecil.
"pria itu-"
"polisi sudah menangkapnya. Dia akan di adili sebentar lagi. tenanglah, inspektur jung dan pak han bilang akan menghukum kang dong yoon seberat-beratnya. Kau tak perlu takut lagi"
"lalu kau?"
"hhmm. aku? Apa?"
"kenapa disini?"
"aku menunggu disini semalaman. Kenapa pakai bertanya?"
"kau tak menemui anakmu?"
"aku akan menemuinya setelah dia puas bersenang-senang dengan paman-pamannya. Aku akan memarahinya nanti karena melanggar janjinya dengan mengikuti orang asing"
"kau akan membuatnya menangis seperti dulu"
"benarkah? Aku akan membuat taeoh menangis jika aku memarahinya, yang bisa mendiami dia hanya ibu nya dan kau" sehun terdian mendengar ucapan jongin.
"aku akan memarahinya setelah kau sembuh kalau begitu"
"a..apa?"
"sudah hampir siang. Taeoh pasti akan menanyaiku lewat pamannya. Kalau begitu aku.."
Sehun memundurkan sedikit wajahnya begitu jongin mencondongkan tubuhnya kedepan. Jongin tersenyum kecil melihat wajah tegang sehun.
"aku pulang.." kedua mata sehun langsung menatap kunci mobil yang baru saja diambil jongin diatas meja yang ada disamping kanan ranjangnya.
"istirahat yang baik. jangan mencoba untuk kabur kembali, dua orang polisi menjaga didepan sini" ujar jongin seraya berjalan meninggalkan ruang rawat sehun. Kedua mata sehun menatap lurus dinding pintu yang baru saja ditutup rapat oleh myungsoo.
...
restoran
"aku langsung turun dari mobil, mendobrak pintu rumah tua dan mengacungkan pistol ku ke kaki penculik itu dan ddoorr .tembakanku tepat sasaran. Wwuuhh . bagaimana? Bukankah aku seperti James Bond?" oceh chen sambil mempraktekkan ulang gerak-geriknya malam kemarin saat menyelamatkan keponakannya.
"James Bond? Eyy baru melumpukan penculik itu saja kau sudah kesenangan setengah mati begini" ucap kris sambil geleng-geleng.
"aigoo. hyeong, kau tahu kan atasanku sangat bangga akan tindakanku yang langsung menembak kaki penculik itu. Aku di beri banyak bonus libur. sunbae ku bilang aku harus belajar latihan menembak untuk menangkap orang jahat di masa depan. YA! Aku ini calon penyelamat kota Seoul. Kalian harus bangga kepadaku" celoteh chen.
"chen samchon jjang" seru taeoh sambil bertepuk tangan.
"lihat. Taeoh saja mengakui kehebatanku" ucap chen.
"yayaya, hyeong. kami mengakui kehebatanmu" ucap baekhyun malas
"hoh. eomma dan ahboji di busan bisa mengadakan pesta besar kalau kuceritakan kehebatan anaknya ini" ucap chen sambil cekikikan.
Kris dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng sementara taeoh malah semakin bertepuk tangan dan tak sengaja kedua matanya melihat sosok jongin yang tengah berjalan kearah pintu resto.
"appa datang" ucap taeoh panik dan segera turun dari bangku dan berdiri dibalik punggung hoya.
"eo kenapa kau sembunyi dari appa mu?" tanya chen bingung.
"aku datan." seru jongin seraya berjalan masuk kedalam resto suho.
"kenapa kalian menatapku begitu?" jongin menatap heran kearah teman-temannya. Suho mengarahkan jari telunjuknya kearah chen. Jongin mengalihkan pandangan kedua matanya kearah chen dan melihat sedikit sosok taeoh yang bersembunyi dibalik tubuh chen.
"kim taeoh, kau mau lari dari appa, eoh?" panggil jongin. Taeoh mendesah pelan dan segera keluar dari tempat persembunyiannya.
"maafkan aku appa"
"Kau harus mengatakan maaf kepada paman-pamanmu yang mencemaskanmu dan-"
Taeoh mengangkat sebelah alisnya menunggu kelanjutan ucapan ayahnya. Jongin membuka mulutnya dan menutup nya kembali.
"appa, siapa lagi? Beri tau aku" tanya taeoh sambil mengayunkan tangan ayahnya.
"pengasuhmu" ucap jongin dengan suara pelan namun masih bisa didengar jelas oleh taeoh.
"sehun hyung? Benarkah? Benarkah appa?" tanya taeoh dengan wajah girang. Jongin mengangguk sambil tersenyum.
...
"oh sehun sudah siuman? Tanya kris
"hm, dia baru siuman tadi pagi. Untung saja luka tusukannya tak mengenai organ vital didalam tubuh nya. Dia hanya perlu menjalani pemulihan" jawab jongin sambil menyantap makanannya.
"Jadi dia bisa datang ke pengadilan nanti?" tanya chen.
"aku tidak tau. Aku rasa sehun tak mau bertemu dengan kang dong yoon lagi" jawab jongin
"tentu saja tak mau. cukup kemarin dan itu adalah terakhir kalinya dia bertemu dengan orang yang selalu menghantui kehidupannya" sahut suho. yang diangguki oleh jongin
"ah, aku baru ingat. di tempat kejadian ada botol semprotan merica. Saat di interogasi, dong yoon bilang sehun yang menyemprot kedua matanya dengan itu. Darimana namja itu punya semprotan merica?" tanya chen.
"hah? Semprotan merica?" ucap jongin dengan wajah bingung. Suho, lay, chanyeol minus baekhyun yang tengah menemani taeoh bermain langsung menoleh kearah kris yang memasang wajah sok cool.
"kris hyung" Ucap ketiga nya.
"a..apa? Semprotan merica itu kuberikan kepada taeoh untuk berjaga-jaga. aku tak tahu darimana sehun bisa dapatkan semprotan merica itu. Sudahlah tak usah dipermasalahkan.. bukankah semprotan merica nya berguna? Oh sehun menggunakannya untuk melindungi dirinya kan?" ucap kris
"yah, barangmu berguna. tapi tetap saja aneh kalau barang seperti itu hanya kau yang punya" ucap chanyeol.
"apa maksudmu? Eomma ku yang memberikannya kepadaku." sahut kris
"sudahlah tak usah mempermasalahkan semprotan merica. Setidaknya taeoh dan sehun sudah baik-baik saja" sela jongin
"inguk baru mengirim pesan bahwa nyonya Hong sudah sadar. jika kondisinya memungkinkan, kami akan menjadikan ny. Hong sebagai saksi di pengadilan nanti." ucap chen sambil membaca pesan di inbox nya.
"hoh syukurlah, Suzy pasti lega mendengar ny. Hong sudah siuman" ujar jongin
"tapi jong, kau akan tetap memakai jasa babysitter dari kantor nyonya Hong?" tanya suho
"oh hmm aku belum memikirkannya. Aku akan mendiskusikannya dengan nyonya Hong kalau dia sudah membaik" jawab jongin.
"usahakan dapatkan babysitter yang tidak datar seperti sebelumnya" ucap chanyeol. Jongin hanya tersenyum kikuk dan kembali menyantap makanannya.
...
Rumah sakit
Sehun menatap datar judul berita di halaman pertama surat kabar yang diminta dari suster rumah sakit. Kedua matanya menatap lurus wajah orang yang selalu menghantui kehidupannya diatas halaman Koran. Ia menghela nafas lega saat membaca artikel berita tersebut, tak ada satu pun nama nya atau nama mirae tertulis didalam artikel, semuanya diganti dengan nama samaran.
Cklek ~~
Sehun segera mengalihkan pandangan kedua matanya kearah pintu yang terbuka. Kedua matanya melotot kaget saat melihat jongin yang membuka pintu namun bukan sosok jongin yang membuatnya kaget, ia terkejut karena jongin tak datang seorang diri.
"sehun hyung" ucap taeoh sembari berjalan menghampiri pinggir ranjang sehun. Kedua mata sehun menatap taeoh sebentar kemudian beralih menatap jongin dengan tatapan penuh tanya.
"taeoh mau menjengukmu. dia bahkan membawakanmu buah-buahan yang segar agar kau segera sembuh" ucap jonginsembari meletakkan keranjang buah diatas meja.
"sakitkah?" tanya taeoh sambil menatap perban putih yang melilit pundak sehun. Bibir sehun masih teraktup rapat, kedua matanya menatap lekat wajah taeoh.
"taeoh-ya, jangan berbuat aneh disini ya? Appa mau ke toilet." Taeoh mengangguk patuh sambil menatap kepergian ayah nya.
"hyung, maaf" ucap hye gyul.
"appa bilang kau mengkhawatirkanku saat aku di culik. Maaf, aku membuatmu marah lagi" sehun menatap wajah taeoh yang tengah memasang raut wajah bersalah.
"hyung, maafkan aku. Aku akan lebih dengarkan kata appa jadi jangan marah ya" sehun menghela nafas nya.
"baiklah. jangan ulangi lagi" ucap sehun
"ya aku berjanji. Hyung pegang janjiku ya?" sehun menatap kelingking taeoh yang tiba-tiba terulur kearahnya. "hyung, berikan jari kelingking mu" sehun mengangkat jari kelingking tangan kanannya. Taeoh tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking sehun.
"yaksok" ucap taeoh sambil tersenyum.
….
"mirae ahjumma sudah siuman?" tanya sehun.
"eoh. Chen memberitahuku kemarin. Dia sedang melakukan pemulihan sebelum pengadilan memanggilnya sebagai saksi" jawab jongin sambil mengupas kulit jeruk.
"appa, saksi pengadilan itu apa artinya?" tanya taeoh. jongin menatap gemas putra nya, ia menyuapkan sepotong buah jeruk kedalam mulut taeoh
"kau mungkin akan di beri pengecualian. kau tak perlu datang ke pengadilan sebagai saksi dan bertatap muka dengan terdakwa jika kau tak mau. Para petugas kepolisian yang akan memintamu memberi keterangan malam itu secara pribadi" jelas jongin.
"appa, terdakwa itu apa?" tanya taeoh
"buka mulutmu" ucap jongin yang hendak menyuapkan sepotong buah jeruk kedalam mulut taeoh lagi.
"tidak mau" ucap taeoh merebut buah jeruk yang dipegang jongin dan mengarahkannya kemulut sehun.
"hyung, buka mulutmu. kau kan sakit jadi harus makan buah, bukan aku. Yakan?" ucap taeoh
Kedua mata sehun menatap jongin sebentar. Jongin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Taeoh tersenyum saat sehun membuka mulutnya dan menerima suapan buah dari nya.
"maniskan?" sehun mengangguk kecil sambil mengunyah buah nya. "hyung, makan yang banyak ya" taeoh kembali menyuapkan sepotong jeruk kedalam mulut sehun.
...
Teng tong teng tong!
"ung. Apa jongin dan anaknya tak ada di rumah?" gumam taemin sambil memencet bel rumah jongin berkali-kali.
"aissh, untuk apa aku membelikan pie untuk mereka kalau mereka tak ada di rumah" gerutu taemin
Ttiiinn.. taemin langsung mengalihkan pandangan kedua matanya kesamping, senyum di bibirnya merekah saat melihat mobil jongin yang berhenti didepan gerbang.
"ahjussi" seru taeoh begitu turun dari mobil.
"apa yang kau lakukan didepan rumahku?" tanya jongin.
"aku mengantarkan ini. 100% tidak mengandung kacang" jawab taemin. Jongin mengernyitkan dahinya sambil geleng-geleng kepala, ia segera membuka pintu gerbang rumahnya dan mempersilahkan taemin masuk.
...
"taeoh, kau dan appa mu habis jalan-jalan?" tanya taemin.
"tidak. kami dari rumah sakit" jawab taeoh sambil memakan pie nya.
"rumah sakit? Siapa yang sakit? Kau atau ayahmu?"
"sehun hyung"
"h..hah? siapa?"
"sehun hyung.."
"kenapa kau menjenguk dia? Kau kan tak ada hubungan apa-apa lagi dengannya"
"kenapa? Sehun hyung ada di posisi no. 2 setelah eomma "
"a..apa? No. 2..Apa pengasuhmu itu sudah meracuni banyak pikiranmu hingga kau memuja nya begini?"
"ahjussi, apa itu meracuni pikiran?"
"YA! Lee taemin. sudah kubilang berapa kali jangan bicara hal aneh didepan taeoh" tegur jongin yang datang membawakan segelas jus.
"maaf" ucap taemin segera meneguk jus yang diberikan myungsoo.
"taeoh bilang kalian habis menjenguk mantan pengurus rumahmu itu" jongin mengangguk.
"untuk apa menjenguknya? Kalian kan tak ada hubungan dengan namja aneh itu lagi. dia hanya mantan pembantumu"
"berhentilah mengurusi kehidupanku dan taeoh" omel jongin.
"jong, kau belum mendapatkan pengurus rumah dan pengasuh untuk taeoh kan?"
"e..eoh"
"bagaimana kalau aku membantumu mencarikannya? Orang yang ku rekomendasikan untuk bekerja di rumahmu akan bekerja berkali-kali lipat lebih bagus dari pada mantan pengurus rumah mu itu"
"tidak mau! Sehun hyung yang terbaik" sahut taeoh. taemin mendelik sebal kearah taeoh.
"berhentilah berbuat hal aneh. Aku tak butuh bantuanmu untuk mencarikan pengurus rumah dan pengasuh taeoh. Aku akan mencarinya sendiri" taemin hanya mendengus kesal mendengar ucapan jongin
...
"appa, apa sehun hyung akan kembali?" tanya taeoh.
"eemm.. kau masih berharap dia akan kembali kemari?" tanya jongin.
"tentu. Aku menyukai sehun hyung, jadi aku ingin dia kembali bersama kita seperti dulu. Aku rindu masakan sehun hyung yang seperti eomma" ucap taeoh.
"begitukah? Kau tak akan suka jika ayah memperkerjakan orang baru?" taeoh mengangguk. Jongin menghela nafas sambil memasang wajah berfikir.
*...
Rumah sakit
"ahjummoni, kau baik-baik saja?" tanya jongin.
"aku baik-baik saja" jawab mirae sambil mengunyah biskuit cokelatnya.
"kapan kau bisa keluar dari rumah sakit?"
"mungkin lusa. dokter bilang luka di perutku ini sudah membaik, lagipula aku tak lagi merasakan kesakitan. Tapi bagaimana dengan Oh?"
"dia baik-baik saja. dia belum bisa banyak berjalan karena punggungnya masih terasa sakit akibat operasi"
"dia terluka di punggung nya lagi?"
"lagi?"
"ne, saat masih kecil dia juga pernah terluka di punggungnya saat hendak menolong ibu nya. Sepertinya luka nya masih ada atau mungkin luka lama nya sudah menyatu dengan luka baru yang didapatnya karena kejadian itu. Kasihan dia"
"mm.. ahjummoni, setelah kang dong yoon sudah tertangkap. bagaimana nasib oh sehun selanjutnya? Apa dia akan tetap bekerja untukmu?"
"hhmm. Aku belum memikirkannya. Oh tidak meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah karena dia menutup dirinya dari dunia luar. Kau tahu kan sebabnya tanpa aku harus mengatakannya?" jongin mengangguk.
"tapi dia berbakat dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga itulah kenapa aku memintanya untuk bekerja di rumahmu walaupun sebenarnya dia harus sedikit dipaksa"
"sedikit di paksa? kenapa?"
"dia mau bekerja sebagai pengurus rumah di rumah siapa saja asalkan dengan satu syarat"
"apa?"
"dia tak ingin ada anak kecil"
"a..apa? Tidak ingin ada anak kecil tapi dia bekerja sebagai babysitter. kau membuatku bingung, ahjummoni"
"begini, Oh sedikit memiliki perasaan tidak nyaman saat berada bersama anak kecil. Menurutnya anak kecil itu manusia yang lemah dan tak berdaya. Kalau melihat anak kecil terkadang dia selalu mengingat masa lalu nya. dia teringat akan dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa saat ibu nya di bunuh didepan kedua matanya sendiri. Itulah kenapa dia bersikap kaku didepan banyak orang. Dia terlalu banyak menutup diri hingga jarang berinteraksi dengan orang luar" jongin mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah paham.
"tapi aku rasa dia mulai sedikit melunak terhadap anak kecil"
"ne? Melunak dalam arti?"
"dia mulai menujukkan sisi kepedulian terhadap anak kecil khususnya putramu, tuan kim"
"Taeoh?"
"ya. Alasan oh mengundurkan diri dari pekerjaannya tiba-tiba agar kau dan putri mu tak berada dalam bahaya. Dia tak ingin kau dan putri mu senasib dengan orang tua angkatnya yang tewas terbunuh di tangan kang dong yoon. Itulah kenapa dia selalu menghindar dengan kau dan khususnya anakmu"
"Ge..geure?"
"inspektur Jung bilang Oh nekat pergi menemui kang dong yoon seorang diri karena dia tahu anak mu dijadikan umpan untuk memancing dirinya datang menghadapnya kan?" jongin mengangguk. "bukankah dari kejadian itu bisa terlihat jelas bahwa oh menyukai anak anda? Bahkan dia peduli dengan keselamatan anak anda hingga dia bisa melawan perasaan takut nya untuk bertatap muka dengan ayah tiri nya itu?"
"kau benar tapi sikap nya"
"jika es bisa mencair tak salah nya mencairkan es batu dalam diri Oh lewat putra kecil mu itu. Yakan? Tuan Kim, katakan saja tujuanmu mengajakku bicara mengenai oh"
" Apa kau ini peramal?"
"hoho. aku hanya mudah menebak situasi. Katakan pada ku"
"begini.."
Mirae mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mendengarkan ucapan jongin dengan teliti.
...
1 minggu kemudian
Rumah sakit
"bagaimana perasaanmu setelah kabel infuse itu di lepas?" tanya jinsung.
"lebih baik" jawab sehun sambil meregangkan tangan kanannya yang sudah lepas dari jarum infuse.
"kau harus menjalani kehidupanmu lebih baik lagi. Jangan bersembunyi dari dunia luar. Tak ada orang yang akan menghabisi nyawamu. Kang dong yoon tak akan pernah bisa keluar dari jeruji besi seumur hidupnya"
"ne, gomawo ahjussi"
Cklek ~~
Sehun dan jinsung langsung menoleh kearah pintu yang tiba-tiba terbuka. Jongin membungkukkan sedikit tubuh dan kepalanya sebagai tanda hormat didepan jinsung yang ia dapati ada didalam kamar rawat sehun.
"jika kami butuh keterangan tambahan, petugas kepolisan lain akan menanyakannya secara langsung kepadamu, mengerti?" ucap jinsung.
"ne, ahjussi" ucap sehun
"yasudah, aku tinggalkan kalian berdua kalau begitu. Permisi." pamit jinsung seraya berjalan meninggalkan ruang rawat sehun.
"kau pulang hari ini?" tanya jongin. Sehun mengangguk kecil.
"pulang kemana? Kau tahu kan nyonya Hong sedang mengunjungi kerabatnya di luar kota? Kantor nya juga masih di tutup setelah insiden malam itu. apa kau tahu tujuanmu setelah keluar dari rumah sakit ini?" sehun terdiam sambil memasang wajah berfikir.
"aku hanya bicara basa-basi. Ayo" ucap jongin sambil membawa tas berisi pakaian sehun.
"a..apa maksudmu?" tanya sehun.
"ayo pulang."
"ke..kemana?"
"tentu saja rumah tuan mu. rumah ku"
"a..apa? Aku tidak bekerja untukmu"
"selama kau masih belum pulih, kau memang tak akan bekerja. setelah kau pulih, kau akan bekerja untukku seperti dulu lagi"
"aku sudah mengundurkan diri"
"benarkah? Tapi aku merekrutmu lagi, Lihat" jongin mengeluarkan secarik kertas dari saku jas nya dan memperlihatkannya didepan sehun.
"ini surat kontrakku dengan nyonya Hong bahwa aku sudah merekrutmu untuk kembali bekerja dan mengasuh taeoh seperti dulu disertai syarat bahwa hanya aku yang bisa memberhentikanmu bekerja jadi kau tak bisa mengundurkan diri seenaknya seperti dulu. Aku juga sudah mentransfer gaji + komisi Nyonya Hong kedalam rekening nya. Surat ini sah karena di tanda tangani diatas materai. kau bisa lihat jika tak percaya" tunjuk jongin. Kedua mata sehun menatap datar kearah jongin, ia mendesah pelan.
"kajja." ucap jongin sembari menarik tangan kanan sehun untuk meninggalkan ruangan rumah sakit.
...
"hyung, hyung kau kembali" seru taeoh sembari berlari kecil menghampiri sehun yang baru tiba di rumahnya. Sehun menundukkan kepalanya ke bawah.
"appa, sehun hyung benar-benar kembali?" tanya taeoh.
"tentu. dia kembali di rumah ini seperti dulu tapi taeoh, karena pengasuhmu baru keluar dari rumah sakit dan luka di punggungnya belum sembuh, kau tak bisa menyuruh-nyuruhnya melakukan sesuatu dan memberikannya beban berat. Kau mengerti?" ucap jongin
"ne, allgesseumnida" ucap taeoh dengan raut wajah yang sama persis seperti raut wajah sehun yang dulu sering mengucapkannya. Jongin tertawa kecil melihat tingkah taeoh, ia melirik kearah sehun yang tetap memasang wajah datar.
"Sekarang bantu appa membawakan barang-barang nya kedalam kamar" taeoh mengangguk dan segera mengangkat tas milik sehun berdua bersama jongin. Kedua mata sehun menatap kepergian taeoh dan jongin dengan tatapan yang sulit diartikan.
...
"hyung, duduk saja" sehun hanya pasrah saat taeoh mendudukkan tubuhnya diatas kursi meja makan.
"tunggu sebentar ya" ucap taeoh dan berlari kearah dapur.
"bawa mangkuk ini pelan-pelan, appa akan bawa mangkuk berisi sup ini ke atas meja. Hati-hati " ucap jongin. Taeoh mengangguk dan segera berjalan hati-hati menuju meja makan sambil membawa 3 mangkuk kosong.
Sehun menatap makanan diatas meja makan, sup kerang dan tumis irisan daging sapi. Ia mengernyitkan dahinya melihat hidangan diatas meja. Setahunya, taeoh tak bisa memasak masakan seperti ini selain membuat mie ramen. Taeoh tak mungkin. Jika hidangan ini bukan di buat oleh jongin atau taeoh. berarti pilihan terakhir adalah makanan ini pasti delivery dari restauran suho.
"suho samchon hebat" ucap taeoh sambil mengunyah tumis dagingnya dengan lahap.
"eo taeoh, appa tak mengajarimu untuk makan terlebih dahulu. Kau lupa?" tegur jongin. Taeoh meletakkan sendok nya diatas meja dan duduk dengan rapih.
"selamat makan.." ucap jongin dan taeoh bersamaan. Kedua mata sehun menatap mangkuk nasinya yang kini dipenuhi irisan daging yang diletakkan oleh jongin dan taeoh bersamaan.
"hyung, makan yang banyak ya" ucap taeoh
"kau harus banyak makan daging agar tulang mu itu kuat" ucap jongin.
"berhenti.." taeoh dan jongin langsung berhenti menyumpit irisan daging begitu sehun bersuara.
"aku bisa mengambil sendiri makananku tanpa di bantu" ucap sehun.
"ah baiklah, taeoh makan makananmu" ucap jongin. Taeoh mengangguk dan segera menyantap makan malamnya.
"makan makananmu sebelum dingin atau kau ingin di suapi?" ujar jongin. Sehun melirik kearah jongin dengan tatapan datar.
"anminida" ucap sehun dan langsung menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Jongin tersenyum dan segera menyantap makan malamnya.
….
"perlakukan Oh seperti anggota keluargamu sendiri agar dia tak lagi bersikap kaku. Dia perlu berinteraksi dengan banyak orang agar kepribadiannya yang suka menyepi itu menghilang, tuan kim. Kau bisa kan? Kau dan putramu sangat mengambil peran besar untuk merubah kepribadiannya itu"
...
"aku akan tidur nyenyak bahkan bermimpi indah malam ini" ucap taeoh yang sudah berbaring diatas ranjangnya. Sehun mengangguk kecil sambil membuka buku cerita yang akan dibacakannya untuk taeoh seperti biasa.
"hyung kau masih berharap hidupmu akan memiliki kisah bahagia seperti yang ada didalam buku cerita?" tanya taeoh.
"Animnida"
"wae? Kenapa kau tak berharap? Apa kau tak memiliki seseorang yang bisa menyelamatkanmu dari kesendirian?"
"Animnida"
"jeongmalyo?"
"aku tak akan membacakan buku cerita ini jika kau belum menunjukkan tanda siap akan mendengarkan"
"ne, jwesonghamnida" taeoh segera berbaring rapih diatas ranjangnya.
...
Sehun menutup rapat pintu kamar hye gyul pelan-pelan agar tak menimbulkan suara yang bisa membangunkannya. Begitu ia berbalik, dilihatnya jongin yang sudah berdiri dibelakangnya.
"taeoh sudah tidur?" tanya jongin.
"sudah"
"setelah kau pergi dia menjadi sulit tidur. Sekarang kau kembali dan taeoh tidur lebih cepat dari sebelumnya. Ajaib bukan?"
"tidak" jongin menghela nafasnya.
"jika punggungmu masih sakit jangan paksakan untuk melakukan pekerjaan rumah. Jika butuh bantuan kau bisa katakan kepadaku, aku akan membantumu mengerjakan beberapa urusan rumah. jika urusan dapur, aku akan menelfon resto suho hyeong untuk delivery makanan. Kau mengerti?"
"Tidak, allgesseumnida"
"yasudah, kau bisa kembali ke kamarmu. ini sudah malam juga"
"jongin-ssi"
Jongin kembali menoleh kebelakang begitu sehun memanggilnya.
"bisa bantu aku?" ucap sehun.
"membantumu? Apa?" tanya jongin. Sehun tak menjawab dan segera berjalan mendahului jongin.
"apa?" gumam jongin seraya berjalan dibelakang sehun.
...
"kenapa membawaku ke kamarmu? Kau mau minta tolong apa? Apa disini ada kecoa dan kau ingin aku menangkapnya?" tanya jongin
"tidak. aku meminta bantuanmu hanya karena kau yang bisa membantuku disini" jawab sehun.
"hanya aku? Bantuan apa?"
Sehun membuka kancing kemeja yang dipakainya yang paling atas sambil menatap jongin.
"yayaya, apa yang mau kau lakukan?" kedua mata jongin melotot melihat sehun melepas kancing kemeja nya. Sehun berbalik kebelakang. Kedua mata jongin melotot saat sehun menurunkan sedikit kemeja nya hingga ke bagian pundaknya.
"aku tak bisa mengganti perban jika posisi nya disini" ucap sehun sambil menunjuk punggung sebelah kiri nya yang di perban. "kau bisa membantuku?"
"hah? A..ah ya " ucap jongin sambil menggaruk kepalanya dan segera mengambil kotak P3k diatas meja dekat ranjang sehun.
Sehun menggigit bibir bawahnya saat merasakan perban yang menempel dilukanya perlahan dilepaskan oleh jongin dengan hati-hati agar luka jahit di punggungnya tak terasa nyeri.
"sakit?" tanya jongin.
"tidak" jawab sehun.
"kau pasti sulit tidur jika punggungmu terluka begini" ucap jongin sambil membuka tutup salep yang akan di olesi nya di luka sehun.
"apa menyeramkan?" tanya sehun.
"apa nya yang seram?"
"luka nya?"
"ti..tidak, Luka nya nanti pasti akan mengering dan hanya meninggalkan bekas. Jangan khawatir. tekonologi zaman sekarang sudah canggih, bekas luka seperti ini pasti bisa dihilangkan oleh dokter kulit. Kau tak perlu merasa takut punggungmu akan terlihat menakutkan karena luka ini"
"aku tidak takut dengan punggungku. aku hanya mengkhawatirkan luka lama disitu yang sepertinya sudah di tambah dengan luka baru"
"a..ah.. nyonya Hong bilang kau juga pernah terluka di bagian punggungmu saat masih kecil. Sepertinya luka lama yang kau punya sudah diganti dengan luka yang baru"
"Pria itu begitu teliti menancapkan senjata tajamnya, bukan? Dia kembali meninggalkan tanda di tubuhku"
"kau tak akan tertusuk jika kau tak menghalangi tubuhku didepan pria itu"
"kau yang akan tertusuk dan mungkin senjata tajamnya akan menancap pas tepat di bagian jantungmu. Dibandingkan muncul korban lagi di tangannya lebih baik aku segera menyelesaikannya"
"dengan membuatmu menjadi korban terakhir nya? Jangan bodoh, oh sehun. Kau pikir dengan kau dihabisi oleh pria itu maka para polisi dan masyarakat akan lega karena tujuan kang dong yoon sudah tercapai dan mereka tak perlu khawatir bahwa diri mereka yang akan menjadi salah satu korban kang dong yoon? Kau salah. Seseorang yang pernah membunuh sekali akan menjadi keterusan. Jika kau mati di tangannya, tak menutup kemungkinan akan ada korban selanjutnya setelah kau di habisi olehnya. Pria itu seorang psykopat" sehun terdiam mendengarnya.
"luka ini bukan luka terakhir yang di tinggalkan kang dong yoon untukmu. Luka ini sebagai tanda bahwa seorang oh sehun pernah menyelamatkan nyawa seseorang"
"y..ya" gumam sehun.
"perbanmu sudah ku ganti"
Jongin segera menutup kotak P3K dan bangkit berdiri. Sehun segera mengancingi kemeja nya dengan benar dan berbalik menghadap jongin.
"selamat malam" ucap sehun.
"malam.." balas jongin seraya berjalan keluar dari kamar sehun.
TBC
hiks hiks ceye hiksT-T kau jahat mas yatuhan ku galau ceye kissscene ama mebel bangunan hiks sedih dedek mas, ada kah yang kit ati sama kek aku?
btw aku bakal update ga setiap hari /kayanya/ tapi aku usahain kalo bisa aku update setiap hari
makasih reviewnya kawan
