The Mysterious Babysitter

Penulis: evi

Remake: mydhdiah

Cast: oh sehun, kim jongin (kaihun)

Other cast: chanyeol, baekhyun, kris, suho, lay, chen, taeoh, xiumin, taemin, kim seo ra, dll

Genre: romance, family, misteri

WARN: Yaoi, BOYSLOVE, BXB, MPREG/?,DLDR, OOC

...

Chap 11

Jongin memiringkan sedikit wajahnya, membuat jarak bibir nya dengan sehun semakin dekat dan tiba-tiba setetes air dingin jatuh diatas wajah kedua nya. Sontak, kedua nya langsung mengangkat wajah mereka keatas dan butiran air dingin kembali menetes diatas wajah mereka.

"hujan" gumam jongin. sehun segera bangkit berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah. jongin menatap kepergian sehun kedalam rumah sebentar.

"apa yang mau kulakukan tadi? Aku belum merasa mabuk" jongin menatap kaleng sojunya yang masih penuh.

"chogi"

Jongin kembali menoleh kebelakang begitu sehun menyembulkan kepalanya dari balik pintu teras.

"anda mau kebasahan?" tanya sehun.

"ne? a..aniya, aku masuk" jongin segera bangkit berdiri dan berjalan masuk kedalam.

"uh… sehun-ssi, yang tadi-" jongin mengusap tengkuk lehernya.

"ini sudah malam. selamat malam, tuan" potong sehun dan segera berjalan menuju kamarnya.

"ahh jongin pabo" gumam jongin mendudukkan tubuhnya diatas sofa dan kembali meneguk soju nya.

...

"hyung, selamat pagi" sapa taeoh begitu tiba di ruang makan dan mendapati pengasuhnya tengah mengoleskan selai diatas roti tawar. Taeoh mengerutkan dahinya karena pengasuhnya sama sekali tak memberi respon apa-apa begitu disapa olehnya. Sehun masih terus mengoles selai tanpa menyadari bahwa alas roti tersebut sudah penuh oleh selai.

"appa"

sehun membulatkan kedua matanya begitu mendengar suara taeoh menyerukan ayahnya. Ia langsung meletakkan roti yang sudah di olesnya diatas piring dan berbalik kearah jongin.

"selamat pagi" ucap sehun dengan kepala sedikit tertunduk kebawah.

"e..eoh, pagi" balas jongin dengan wajah kikuk. Taeoh menoleh kearah sehun dan ayahnya bergantian beberapa kali.

"taeoh, cepat sarapan" taeoh mengangguk dan segera menuruti ucapan ayahnya.

"hyung, ayo makan bersama" ajak taeoh. Kedua mata sehun melirik sedikit kearah jongin.

"duduklah, taeoh mengajakmu makan" ucap jongin sambil meminum susu putih nya.

Sehun menghela nafas dan segera menarik bangku kosong. Begitu tangan kanannya terulur kedepan untuk mengambil selembar roti tiba-tiba sebuah tangan dari samping ikut terulur kedepan. Sehun melirik sedikit kearah jongin kemudian kembali beralih kearah tangannya yang kini berada di bawah telapak tangan jongin. Taeoh yang melihat pemandangan didepan kedua matanya hanya bisa menatap lurus ekspresi ayah dan pengasuhnya.

"m..mian… mianhae" jongin segera mengangkat tangan nya. "ambillah duluan" sehun mengangguk kecil dan segera mengambil selembar roti. Sama seperti sebelumnya, kali ini kedua tangan mereka bergerak bersamaan saat hendak meraih sendok selai. Taeoh yang melihatnya hanya memasang wajah heran melihat tingkah orang dewasa didepannya kini.

"aku selai cokelat." ucap jongin segera berpindah ke selai yang ada disebelah selai strawberry.

….

"hyung, byebye" ucap taeoh sembari masuk kedalam mobil. Sehun mengangguk kecil sembari berjalan kesamping, memberikan jongin untuk jalan.

"kalau yimo datang ke rumah segera telfon aku, ne" ucap jongin.

"ne, allgesseumnida"

"kami berangkat"

"semoga hari kalian menyenangkan" sehun menatap kepergian mobil jongin yang perlahan mulai menjauh.

...

"appa, kau dan sehun hyung kenapa?" tanya taeoh.

"hoh? Apa nya yang kenapa?" tanya jongin sambil fokus menyetir.

"kalian bersikap aneh sejak kemarin. Appa, apa kau membuat sehun hyung marah denganmu?"

"appa? Aniya. kenapa appa membuat sehun marah?"

"ah tidak. hanya saja, kalian terlihat aneh" gumam taeoh.

...

"Mwo? jongin menyuruhmu meminta maaf kepada babysitter itu?" pekik taemin.

"ne. pemuda itu benar-benar sudah meracuni pikiran jongin dan anak kecil itu" dumel seo ra.

"aissh, sudah ku duga kalau dia itu pasti memiliki motif dengan mau bekerja kembali di rumah jongin. Dia pasti memanfaatkan taeoh yang menyukai keberadaannya untuk mendapatkan jongin"

"cih. dia tak akan berhasil mendapatkan keinginannya. Lihat saja nanti"

...

Pandangan kedua mata sehun kosong sementara tangan kanannya bergerak kekanan dan kekiri diatas meja pajangan sambil memegang lap basah. Gambaran akan peristiwa semalam tiba-tiba terlintas dipikirannya dan membuatnya berhenti melamun. Ia buru-buru mengelap meja dan menyenggol bingkai foto di atas meja, untung saja tidak sampai pecah. Ia segera meletakkan bingkai foto itu di posisi semula, kedua matanya menatap kyungsoo yang ada didalam bingkai foto.

Ia mendesah pelan dan mengalihkan pandangan kedua matanya kearah jam dinding. Waktu berlalu begitu cepat rupanya. Ia harus menjemput taeoh di nursery nya sekarang.

Taesan kindergarten

"hyung, hyung" seru taeoh sembari berjalan menghampiri sehun yang berdiri didepan gerbang nursery nya.

"hyung, sonsaengnim memberikanku nilai A untuk test bahasa inggris" lapor taeoh.

"Chukae" ucap sehun.

"hyung, aku ingin makan sup daging. eomma suka membuatkan sup daging jika nilai tes ku bagus, ne?" pinta taeoh

"ne, kajja" taeoh tersenyum senang dan segera meraih tangan kanan sehun kedalam genggamannya.

"appa akan senang melihat nilaiku yakan?" oceh taeoh.

"ne"

"ini berkat sehun hyung, gomawo hyung " sehun mengangguk kecil.

"hyung"

"apa?"

"apa kau masih marahan dengan appa?"

"animnida. Aku tidak pernah marahan dengan ayahmu"

"jincaa? Kenapa tadi pagi kalian bersikap aneh? Kalian saling menghindar"

"tidak, kita tidak saling menghindar"

Toko daging

"selamat datang" sapa penjual daging begitu melihat taeoh dan sehun masuk kedalam tokonya.

"350 gr daging sapi nya" ucap sehun.

"ahjussi, kami akan membuat sup daging untuk merayakan nilai ku yang bagus di sekolah" ucap taeoh.

"geure? Ahjussi akan memberikan daging yang segar untukmu, adik kecil" ucap penjual daging.

"ne, mani juseyo" ucap taeoh dengan wajah senang.

"ah, hyung setelah ini kita beli buah jeruk. Aku akan tunjukkan toko buah langganan eomma" ucap taeoh.

"ne" ucap sehun.

….

Toko buah

"omo! Adik kecil. lama tidak melihatmu di toko ini" ucap seorang wanita paruh baya yang memakai make up tebal khususnya di bagian matanya.

"hyung, bukankah dia mirip seperti taemin ahjussi?" ucap taeoh pelan. Sehun mengangguk kecil.

"kami ingin beli buah jeruk" ucap sehun.

"geure? Aku akan memilih jeruk yang segar untuk kalian" ucap ahjumma penjual buah.

"taemin ahjussi harus datang kemari agar dia percaya dengan ucapanku, maja hyung?" sehun mengangguk kecil.

...

"kenapa memintaku datang kemari?" tanya jongin sambil menatap seo ra yang kini duduk dihadapannya.

"tentu saja untuk bicara. Tidak mungkin kita bicara di rumahmu itu"

"geure. yimo selalu membuat kekacauan jika datang ke rumahku"

"m..mwo? Ke..kekacauan? Jelas-jelas kekacauan kemarin bersumber dari orang yang kau pekerjakan dan anakmu itu"

"jangan menyalahkan sehun dan taeoh atas masalah kemarin. Mereka berdua tak akan membuat yimo kesal kalau yimo tak mengatakan sesuatu kepada mereka"

"yak namja itu benar-benar mencuci habis otakmu, huh?"

"yimo, berhentilah menuduh hal aneh mengenai sehun. Apa tak cukup tuduhan aneh yang selalu kau ucapkan kepada kyungsoo dulu? Kenapa yimo selalu saja menuduh orang-orang yang ada disekelilingku dengan hal negative?"

"karena mereka memang membuatmu bersikap negative. Setelah istri mu meninggal sekarang malah namja itu yang membuat sikapmu semakin melonjak kepada bibi. Ayah dan ibu mu tak akan senang melihat sikap melawanmu begini jongin"

"kenapa tidak senang? Eomma dan ahboji akan senang akan semua tindakan yang ku ambil jika itu membuatku senang. justru akan menjadi kebalikan jika aku selalu menuruti kemauan yimo yang tak bisa membuatku senang"

"n..neo!"

"aku akan memperingatkan yimo untuk kali terakhir. Berhenti mengganggu taeoh dan sehun. jangan pernah ucapkan kata kasar dan jangan perlakukan mereka dengan kasar. Cukup hanya kyungsoo yang kau sakiti. Aku tidak ingin ada yang tersakiti akibat sikap yimo"

"jongin, berani nya kau bilang seperti itu kepada yimo"

"aku harus pulang. Aku tidak ingin telat untuk makan malam bersama anakku. Permisi." jongin beranjak berdiri dan meninggalkan seo ra yang memasang wajah kesal.

...

"appa" seru taeoh sembari berlari kecil menghampiri jongin yang baru melepas sepatu nya dan menggantinya dengan sandal rumah.

"appa, ayo makan" taeoh langsung menarik tangan ayah nya menuju ruang makan. Jongin menatap hidangan di atas meja makan dengan seksama.

"sup daging?" gumamnya.

"untuk merayakan nilai test ku. aku mendapatkan nilai A" ucap taeoh girang.

"jincaa? Ey putra appa benar-benar pintar" ucap jongin sambil mengusap puncak kepala taeoh.

"ini karena sehun hyung yang mengajariku" ucap taeoh. jongin tersenyum sambil menatap sehun yang baru saja meletakkan dua mangkuk sup di atas meja.

"hyung, ayo kita makan bersama" taeoh langsung mendudukkan sehun diatas bangku yang berada disampingnya. Jongin tersenyum kecil dan segera meminum kuah sup daging nya.

"uwwah, masitta" ucap jongin.

"mmn masitta. Seperti sup buatan eomma" ucap taeoh

"seperti biasa, sehun. masakanmu tak pernah mengecewakan" ucap jongin.

"taerimakasih" ucap sehun.

…..

"aku bertemu dengan yimo sebelum pulang ke rumah" sehun mematikan kran bak cucian piring dan beralih menatap jongin yang berdiri disampingnya dengan tubuh yang disandarkan di meja counter.

"aku sudah memberi peringatan tegas kepada yimo. Jadi jangan khawatir kalau yimo melakukan sesuatu yang buruk kepadamu dan taeoh. Kali ini aku tak akan melunak kepada sikap yimo lagi" ucap jongin. Sehun mengangguk kecil.

Kkkrrriinngg

jongin segera merogoh ponsel dari saku celananya dan mengangkat telfon yang masuk.

"yoboseyo"

"…"

"oh, ahjummoni" sehun langsung menatap jongin.

"…"

"kami baik-baik saja. kau sudah pulang?"

"…"

"kau ingin bicara dengan sehun? kebetulan dia di sebelahku sekarang"

"…"

jongin segera memberikan ponselnya kepada sehun dan memintanya untuk bicara dengan sehun. Ia pun berjalan meninggalkan dapur, memberi privasi untuk sehun bicara dengan nyonya Hong di telfon.

...

"appa, yimo tak akan kemari lagi kan?" tanya taeoh.

"emm.. kenapa kau bicara begitu? Kau tak suka jika yimo datang kemari?"

"ne. yimo selalu mengatakan hal aneh mengenai eomma. Sekarang dia juga mengatakan hal aneh kepada sehun hyung. Aku tidak menyukai itu"

"tidak usah khawatir. yimo tak akan mengganggumu lagi dari sekarang" taeoh menghela nafas lega.

"taeoh-ya, kau benar-benar menyukai sehun?"

"ne. Aku benar-benar menyukainya."

"geure? Jika dia pergi lagi bagaimana?"

"aku akan ikut pergi dengannya"

"ne? kau mau meninggalkan appa?" taeoh terdiam sambil memasang wajah berfikir.

"dia tak akan mengijinkanmu untuk pergi bersamanya" ucap jongin.

"mm waeyo? Taeoh tak ingin jauh dari sehun hyung. appa, jangan minta hyung pergi ya."

"ne, appa tak akan memintanya untuk pergi darimu"

"chogi"

Jongin dan taeoh sama-sama menoleh kebelakang dan melihat sehun sudah berdiri dibelakang mereka.

"ini, terimakasih" ucap ehun mengembalikan ponsel milik jongin.

"ah, sama-sama. kau sudah selesai bicara dengan ny. hong?" tanya jongin.

"y..ya" jawab sehun. "aku akan kembali ke belakang. Permisi." sehun segera berjalan kebelakang, meninggalkan jongin dan taeoh di ruang tengah.

"appa."

jongin kembali mengalihkan pandangan kedua matanya kearah taeoh "apa kau kesepian?"

"ne? kenapa appa harus merasa kesepian jika ada taeoh disini?" tanya jongin.

"apa appa sudah lari kedalam pelukan seseorang yang baru makanya tidak kesepian?"

"yya, siapa yang mengajarimu bertanya hal seperti itu?"

"aku mendengarkan ucapan chen samchon"

"aissh, chen hyung itu kalau bicara suka lupa diri akan keberadaan anak di bawah umur" desis jongin.

"appa, apa kau sudah menemukan seseorang yang kau cintai?" tanya taeoh

"apa eomma tidak akan marah jika appa mencintai orang lain?" tanya jongin.

"sehun hyung bilang namja yang kesepian harus segera menemukan seseorang yang baru untuk dicintainya. Eomma tak akan marah jika appa mencintai orang lain, bukankah eomma akan senang?"

"Apa kau akan marah jika appa mencintai orang lain selain eomma?"

"aniyo. appa, apa ada orang yang kau cintai selain eomma?"

"isseo"

"jincaa? Nugu?"

"taeoh"

"tidak ada lagi?" jongin tersenyum tipis.

"tidak mungkin sehun hyung kan?" tanya taeoh asal. Jongin langsung tersentak mendengar pertanyaan dari anaknya.

"n..ne?"

"sehun hyung bilang appa bukan orang yang dicintainya"

"geure? taeoh, apa kau tahu siapa yang dicintai sehun?"

"molla." jongin mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah mengerti

...

Sehun mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang, ia membuka laci meja kecil yang ada disamping tempat tidurnya dan mengambil sebuah syal rajutan yang belum diselesaikannya. Ia menatap syal rajutan tersebut lalu menatap kearah jendela, menatap langit berwarna hitam pekat.

"bogoshipo" lirihnya.

...

Esok harinya

"aigoo. ahjummoni, kau baik sekali membawakan aku dan taeoh oleh-oleh dari Busan" ucap jongin.

"gwenchana. aku tak merasa kerepotan membelikan oleh-oleh untukmu dan anakmu. Oiya, tolong berikan ini kepada Oh ya"

jongin menatap kotak perlatan merajut yang diberikan mirae.

"Oh itu suka merajut. selama mengurung diri 4 tahun, kegiatannya hanya ia habiskan dengan merajut dan merajut tapi hanya 1 syal yang tak juga diselesaikannya. Mungkin dia kehabisan benang makanya aku membelikannya banyak benang wol dan melengkapi alat-alat untuk merajut"

"ah, pantas saja dia bisa membetulkan sweater kyungsoo yang rusak waktu itu" gumam jongin.

"bagaimana keadaan Oh? Apa dia mulai menunjukkan perkembangan selama bekerja di rumah anda?"

"ehm. Lumayan, dia mulai membiasakan diri jika taeoh mengajaknya makan bersama di ruang makan. Bahkan sehun selalu meluangkan waktunya untuk menemani taeoh belajar dan bermain. mereka benar-benar dekat, aku hingga cemburu melihat taeoh lebih akrab dengan pengasuhnya daripada ayahnya"

"hohoho sudah kubilang kan bahwa Oh menyukai anak anda"

"eng ahjummoni. ada yang ingin aku tanyakan mengenai sehun"

"apa lagi?"

"beberapa hari yang lalu aku tak sengaja mengikuti sehun pergi ke kedai ice cream. Disana, aku melihat sehun duduk seorang diri namun dia memesan dua mangkuk ice cream yang sama sekali tak disentuhnya. Apa.. apa dia sedang menunggu seseorang yang tak bisa datang sampai sekarang?"

"mungkin dia hanya mengingat temannya"

"teman? kau tahu dimana temannya sekarang?"

"tidak tahu. Oh sendiri pun tak tahu kemana teman dekatnya itu pergi"

"engg. teman dekatnya itu yeoja atau namja?"

"namja. dia pria yang tampan, sama sepertimu tuan kim"

"n..ne? namja? Apa dia orang yang dicintai sehun?"

"dicintai Oh?"

"ne, taeoh bilang kalau sehun mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki seseorang yang dicintainya. Apa teman dekatnya itu yang kemungkinan adalah orang yang dicintai sehun?"

"hhmm. entahlah. Bisa jadi, Yang aku tahu saat di Busan dulu, Oh memang selalu terlihat berduaan dengan teman pria nya karena Oh memang tidak begitu banyak memiliki teman. Setiap hari mereka berangkat dan pulang sekolah bersama dan temannya itu tak lagi kelihatan sosoknya setelah orang tua angkat Oh meninggal"

"m..mwo? dia pergi tiba-tiba?"

"sepertinya begitu, itulah kenapa Oh memintaku untuk mengajaknya pergi menjauh dari Busan"

"ahjummoni, jika teman namja nya adalah orang yang dicintainya, apakah itu artinya sehun hanya akan tersenyum jika dia bersama orang yang dicintainya?"

"jika saat bersama ayah tirinya dia tak bisa tersenyum mungkin saat bersama temannya, Oh bisa tersenyum. Tapi bisa saja dia akan tersenyum saat bersamamu dan putramu, yakan?"

"n..ne"

...

"bunganya kembali bermekaran seperti dulu" ucap taeoh sambil menatap bunga-bunga yang sudah mekar ditaman belakang rumahnya.

"ne" ucap sehun sambil menyiram bunga-bunga tersebut.

"eomma sangat menyukai dua bunga ini" ucap taeoh mengelus kelopak bunga dahlia dan bergenia dengan hati-hati. "setelah eomma pergi tak ada yang bisa mengurusi tanamannya. untung saja hyung merawat kembali tanaman eomma" sehun menatap dua bunga yang dibilang taeoh adalah kesukaan ibu nya.

"hyung, kau suka bunga apa?" tanya taeoh.

"iris" jawab sehun.

"geure? Kita akan menanamnya, eotte?" sehun menganggukkan kepalanya.

"kenapa kalian ada di luar?"

Sehun dan taeoh sama-sama menoleh kebelakang begitu mendengar suara jongin.

"appa, kau sudah pulang" ucap taeoh sambil memeluk ayahnya.

"ne. apa yang sedang kalian lakukan?" tanya jongin.

"menyiram tanaman" jawab sehun. jongin menatap bunga-bungan yang kembali di tanam ulang oleh sehun di taman belakang rumahnya. Setelah istri nya meninggal, tanaman di taman rumahnya tak ada lagi yang bisa mengurusnya, untunglah sehun mau berbaik hati untuk kembali mengurus urusan tanaman di taman rumahnya.

"appa, sehun hyung bilang dia menyukai bunga iris. appa, ayo kita tanam itu di rumah" usul taeoh

"araso, kita akan ke toko bunga nanti" ucap jongin.

"hyung, kau dengar? Kita akan menanam bunga kesukaanmu" ujar taeoh. sehun mengangguk.

"taeoh-ya, kita makan di luar hari ini, eotte?" ajak jongin.

"baiklah, tapi sehun hyung di ajak kan?" jongin mengangguk.

"aku akan mencuci tangan kalau begitu" taeoh segera berlari masuk kedalam rumahnya meninggalkan sehun dan jongin berdua di taman belakang.

"iris. kenapa kau menyukai bunga iris?" tanya jongin.

"hanya-" sehun terdiam sejenak, pikirannya kembali melayang entah kemana. jongin memerhatikan sejenak raut wajah sehun.

"apa seorang namja pernah memberikanmu bunga iris?" kedua mata sehun melotot mendengar perkataan jongin.

"bunga iris itu bunga lambang asmara yang artinya sendiri adalah kesetiaan dan harapan. Apa seorang namja pernah memberikan bunga iris kepadamu?" tanya jongin. Saat sehun hendak membuka suaranya tiba-tiba taeoh berteriak.

"appa, kajja" teriak taeoh

"taeoh pasti ingin segera makan, ayo"

sehun mengangguk dan segera berjalan mengikuti jongin dari belakang.

...

"sudah lama sekali kalian tidak makan di restaurantku" ucap suho sembari meletakkan hidangan makan malam yang dipesan jongin.

"kalau kami keseringan memakan makananmu nanti kami akan bosan, hyeong" ucap jongin.

"aissh, dulu saja kau bilang jiwa mu hilang kalau tak memakan makananku" desis suho.

"apa maksudnya dengan jiwa yang hilang?" tanya taeoh

"ah, hyeong. jangan bicara hal aneh didepan taeoh"

"arra, mianhae. eng. Sehun-ssi, ini pertama kali nya kau datang ke restaurant ku ya?" tanya suho.

"n..ne" jawab sehun.

"makan yang banyak. kalau ada keluhan kau bisa sampaikan kepadaku. taeoh selalu bilang masakanmu itu sangat enak, aku jadi penasaran untuk mencicipi masakanmu. Mungkin saja kau bisa menjadi juru masak di resto ku" ucap suho.

"andwae. Sehun hyung tak boleh bekerja disini, samchon" sela taeoh

"arayo. Aku hanya bercanda. aku tinggal kebelakang kalau begitu. Selamat menikmati" ucap suho.

…..

"kau tidak ada tugas mengintai lagi?" tanya kris.

"tidak hyung, Setelah Kang Dong Yoon ditangkap, rasanya kota seoul kembali tentram" jawab chen. Kris mengernyitkan dahinya. "ini berkat jasa ku yang berhasil melumpuhkan kang dong yoon"

"astaga. kau masih saja membanggakan diri karena menembak kaki kang dong yoon"

Kris geleng-geleng kepala seraya berjalan memasuki restaurant suho. Begitu kedua kakinya masuk kedalam ruangan resto, kedua mata sipitnya dengan cepat menangkap pemandangan disalah satu meja yang seperti pemandangan keluarga bahagia.

Chen yang berjalan di belakang kris otomatis berhenti berjalan karena orang didepannya kini malah berdiri, ia pun menggeser tubuhnya kesamping dan mengarahkan pandangan kedua matanya kearah yang tengah dilihat hyeong nya.

"o..omo! Itu jongin dan oh sehun kan?" ucap chen kaget saat melihat sehun yang tengah menyeka noda saus di sudut bibir jongin dengan tisu.

...

Jongin tersentak kaget saat tangan sehun yang memegang tisu tiba-tiba terulur kearahnya dan menyeka sudut bibirnya.

"makan anda berantakkan" ucap sehun sambil menatap jongin.

"ne? m..mian" jongin segera mengambil tisu yang dipegang sehun dan mengelap sendiri mulutnya.

"appa selalu belepotan kalau makan-makanan kuah begini, hyung" ucap taeoh. sehun mengangguk dan langsung menoleh kesamping, menatap dua orang pria yang berdiri tak jauh dari meja nya.

Kris dan chen tersentak kaget begitu kepala sehun tiba-tiba menoleh kearah mereka dan menatap mereka dengan wajah datarnya seperti biasa.

"samchon" panggil taeoh

"eoh.. kalian" ucap jongin.

"annyeong" sapa chen sambil tersenyum kikuk.

"kalian makan malam bertiga?" tanya kris.

"eoh. kami sedang ingin makan malam di luar" jawab jongin.

"ah, begitu rupanya" gumam kris.

"se..sehun-ssi, lama kita tak bertemu ya" sapa chen.

"annyeonghasimnikka" balas sehun sambil menundukkan kepalanya.

...

"yya, barusan apa artinya?" tanya chen.

"apa?" tanya jongin sambil meminum habis lemon tea nya.

"kau dan oh sehun, lap-lapan gitu. kalian seperti keluarga bahagia yang tengah makan malam di restaurant ini" ucap chen.

"a..apa? Dia hanya membantuku menyeka saus yang berbekas. Keluarga bahagia apa nya?" ucap jongin.

"kelihatannya sikap oh sehun tidak begitu kaku lagi seperti dulu" ucap kris.

"begitulah. Aku dan taeoh sedang membantu nya untuk tidak bersikap kaku didepan banyak orang. Ny. Hong bilang sehun bersikap kaku karena kelamaan menutup diri dunia luar. hyung , kalian harus membantuku juga" ucap jongin. kris menganggukkan kepalanya.

"urusan namja cantik seperti dia serahkan saja kepada ku. polisi tangguh sepertiku pasti bisa meluluhkan sikap oh sehun itu" ucap chen sambil menepuk dada bidangnya berkali-kali.

Kris dan jongin berdehem sedikit saat melihat sosok sehun yang berdiri dibelakang bangku tempat duduk chen.

"kalian tahu para polwan dan polisi cantik di kantor kepolisian di berbagai macam daerah sudah mengenal yang namanya kim jongdae aka chen. mereka mengenalku karena ketampanan dan kehebatanku dalam menangkap pencuri apalagi setelah aku berhasil melu- akhh" chen langsung memekik begitu kris menendang tulang kering nya agar dia tak lagi bicara.

"hyeong, appo" teriak chen sambil mengelus tulang keringnya yang di tendang kris.

"belakangmu ekhm" ucap kris pelan. Chen menoleh kebelakang sedikit dan terbelalak kaget melihat sehun berdiri dibelakangnya dengan kedua mata tengah menatap dirinya.

"taeoh ingin memakan pudingnya di taman. Permisi" ucap sehun sembari mengambil semangkuk pudding cokelat diatas meja dan pergi ke taman restaurant.

"omo! apa dia mendengar ucapanku?" tanya chen histeris. Kris dan jongin mengedikkan kedua bahu mereka.

"aigoo. Bisa-bisa dia berfikir aku ini polisi mesum lagi" ucap chen. Jongin geleng-geleng kepala.

"siapa yang mesum?" tanya suho yang datang sambil membawa nampan berisi dua mangkuk sup pesanan chen dan kris.

"polisi sok tangguh ini" jawab kris.

"sok tangguh apa maksudmu hyeong?" dumel chen.

"dimana taeoh dan sehun?" tanya suho sambil celingak-celinguk.

"di taman. Taeoh sedang bermain ayunan bersama sehun" jawab jongin.

"ahh jong, kau sudah bertanya kepada ny. Hong mengenai teman dekat nya oh sehun?" tanya suho menggabungkan diri di meja jongin.

"eoh. Tadi siang aku datang ke tempatnya. Aku sudah bertanya mengenai teman dekatnya dan sepertinya benar" ucap jongin.

"benar apa?" tanya chen penasaran.

"teman dekat sehun seorang namja yang kemungkinan adalah namja yang disukainya. Aku rasa itu menjawab mengenai dua mangkuk ice cream yang dipesannya setiap pergi ke kedai" jawab jongin.

"apa dia dicampakkan oleh namja yang disukainya?"

"entahlah. nyonya Hong tak bilang kalau sehun pernah berpacaran, yang ia katakan sehun dan teman dekatnya itu selalu bersama-sama dan teman dekatnya itu tak lagi terlihat setelah orang tua angkat sehun meninggal"

"geure? Dia pergi tiba-tiba?"

"mungkin pindah" ucap suho.

"kemungkinan besar dia pindah ke luar kota atau luar negeri yang membuat sehun dan teman dekatnya kehilangan kontak sampai sekarang" ucap jongin.

"heh sunyi sekali hidup namja itu. Selalu saja di tinggal pergi oleh orang-orang terdekatnya" ucap chen.

"aiya, dimana xiumin hyung?" tanya jongin.

"dia sedang dinas ke Jepang. biasa urusan kantor" jawab suho.

"ah, pantas saja aku tak melihat dia 1 minggu ini" ucap jongin.

...

"pudingmu sudah habis. Ayo masuk" ajak sehun.

"sebentar lagi. aku masih ingin main ayunan" ucap taeoh.

"hanya 5 menit" ucap sehun.

"ne.." sehun segera berjalan kebelakang, mendorong pelan ayunan yang diduduki taeoh

"hyung, appa bilang seseorang yang dicintainya adalah taeoh. apakah itu aneh?" tanya taeoh.

"tidak" jawab sehun.

"apa appa belum mencintai seseorang selain eomma dan taeoh?" tanya taeoh

"aku tak bisa menjawabnya. Hanya ayah mu yang bisa menjawabnya" jawab sehun

"hyung, apa kau dan orang yang kau cintai saling mencintai?" tanya taeoh

"aku tidak tahu" jawab sehun.

"kenapa tidak tahu?" tanya taeoh

"ini sudah 5 menit. Ayo, masuk" ucap sehun mengalihkan topic pembicaraan. Taeoh memanyunkan bibirnya dan segera turun dari bangku ayunan. Ia meraih tangan kanan sehun dan berjalan masuk kedalam restaurant.

"kalian sudah selesai bermain di taman?" tanya jongin.

"ne, appa" jawab taeoh.

"ah, aku baru ingat. aku menyisakan beberapa kotak kimchi untuk kalian" ucap suho beranjak berdiri dari bangkunya.

"sehun-ssi, kau bisa ikut suho hyeong untuk mengambil kimchi didapurnya. Bukankah kimchi dikulkas sudah kosong?" tanya jongin.

"ya, aku kebelakang dulu. permisi" sehun segera berjalan bersama suho menuju dapur.

"taeoh, apa pengasuhmu menceritakan hal-hal baru kepadamu?" tanya che. Taeoh menggeleng-gelengkan kepalanya.

"yya, kau menjadikan anakku sebagai mata-mata, eoh?" omel jongin.

"tak apa. Anak kecil biasanya lebih mudah mendapatkan informasi. Taeoh-ya, kalau ada info baru segera beritahukan kepada samchon ya" ucap chen.

"ne, allgesseumnida" ucap taeoh patuh.

"yya, jongin. siapa yang mengajari anakmu ini untuk mengikuti ucapan namja itu" ucap chen.

"dia belajar sendiri" ucap jongin.

"itu artinya taeoh memang menyukai pengasuhnya makanya dia selalu meniru nya" ucap kris.

"aigoo. suka sih suka tapi tidak mengikuti gaya bicara nya juga" ucap chen.

...

Jongin memberhentikan mobilnya begitu memasuki halaman rumahnya. Ia segera mematikan mesin mobilnya kemudian menoleh ke samping, menatap taeoh yang tertidur pulas di pangkuan sehun dan juga sehun yang ikut tertidur dengan kepala tertunduk ke bawah.

Jongin menghela nafas dan segera turun dari mobilnya dan berjalan membukakan pintu samping kemudi, ia mengangkat pelan tubuh taeoh kedalam gendongannya dan membawanya masuk kedalam rumah terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian, jongin kembali menghampiri mobilnya dan melihat sehun masih tertidur.

"sepertinya dia sangat kelelahan" ucap jongin. Ia menundukkan kepala nya agar bisa melihat wajah sehun.

"sehun-ssi" panggil jongin

"sehun, bangunla-"

kedua mata jongin membulat begitu kepala sehun yang menunduk semakin bergerak ke bawah dan membuat dahi sehun membentur dahinya. Kedua mata sehun yang terpejam perlahan terbuka sedikit demi sedikit, begitu kedua matanya terbuka secara utuh, satu hal pertama yang dilihatnya adalah kedua bola mata hitam jongin yang berada didepannya.

"jwesonghamnida" sehun segera mengangkat wajahnya sambil mengelus dahinya yang terbentur dengan dahi jongin.

"g..gwenchana" ucap jongin mengusap dahi nya. sehun segera melepas seat belt nya dan beranjak turun dari mobil.

"kimchi"

Jongin segera membuka pintu belakang dan mengambil sekotak kimchi yang diberikan suho tadi.

"aku akan menaruhnya didalam kulkas" ucap sehun mengambil kotak berisi kimchi tersebut dan berjalan masuk kedalam rumah. Jongin menatap punggung sehun yang mulai menghilang dari pandangan kedua matanya, ia mengusap dahinya lagi.

"matanya indah" gumam jongin sambil tersenyum.

...

Sehun memasukkan kimchi didalam kulkas dan menatap sebentar isi kulkas dengan pandangan kosong. Tangan kanannya bergerak ke dahinya, mengusap pelan dahinya yang membentur dahi myungsoo tadi di mobil.

Jongin yang hendak mengambil segelas air, mendapati sehun tengah duduk diatas lantai sambil menatap isi kulkas. Ia pun beranjak duduk disamping sehun sambil memerhatikan sehun yang sepertinya tak menyadari kehadirannya.

"sehun-ssi" ucap jongin dengan suara setengah berbisik tepat ditelinga sehun. Raut wajah sehun langsung berubah tegang saat mendengar suara bisikan jongin ditelinganya, ia langsung menoleh kesamping kirinya dan disaat yang bersamaan ujung hidung nya dengan jongin bersentuhan karena jarak wajah mereka yang kini begitu dekat.

TBC

Cie tbc yang tidak tepat... readernim mianhae aku baru updateT.T baru ada waktu luang buat ngeditnya.. maaf ya mianhaeee

Btw kan aku beli album exo yang monster k ver lucky one m ver... AKU DAPET PC KAIHUNNNN OMGHHH SO LUCKYYYY KYAAA SERIUS AKU SENENG BANGET PAS TAU PC DAPETNYA KAIHUN GEESSS, TERUS POSTERNYA HARUSNYA 4 MALAH DAPET 5 YUHUUUU LUCKY SEKALI AKU INI. tapi serius deh aku kesel ama SM masa ngeluarin ls versi 2.0 cuma kek beda warna gitu doang ish uang menipis ini thr dari keluarga belom turun :' wkwk #curhat

Oh iya aku mau tanya, kalian nntn exomentary bowling? Uhhh banyak chanbaek moment so ciwitttt ada KAIHUN moment juga lohhh kyaaa aku liatnya seneng banget otp bersatu saoloh mana kai sexy sehun cute abis,, terus terus pas fansign tadi ada kaihun moment hiks aku sangat senang hari ini tak bisa berkata-kata. Udh ah curcolnya..maapin ya

Jangan lupa review dan maafkan aku kalo masih ada typooo.. terimakasih atas review kaliannnn...lope yuhhh semuanya #ketjupbasahkaihun #ditampolreader

Ps: mau nanya lagi kata kalian mening istri atau suami untung menggambarkan sosok kyungsoo? Aku bingung nih chap kemarn sih suami tapi kesanya gmana gitu tapi kalo istri juga kan kyungsoo cowo-_-, tapi chap ini aku nulisnya istri bukan suami.. menurut kalian gimana?tolong kasih saranya ya terserah mau direview atau bisa line or pm aku..makasih

Pss: bocoran, konflik baru udah mau didepan mata