BAD DESTINY

.

.

.

.

Proudly Present :

Kai

Kyungsoo

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER

.

.

.

ENJOY THE FICTION

.

.

.

.

CHAPTER 1

Hutan yang dipenuhi pepohonan rindang menghalau cahaya masuk kedalam hutan. Hutan lembab yang banyak ditumbuhi jamur tampak begitu suram dan gelap. Walaupun diluar hutan terlihat terik tapi didalam hutan nampak gelap dan hanya beberapa sinar matahari yang masuk. Pohon-pohon yang menjulang tinggi dengan daunnya yang lebat tampak kokoh walaupun usianya sudah ratusan tahun.

Terlihat seorang namja berjalan sendiri ditengah hutan yang gelap. Namja itu tak tampak ketakutan sedikitpun walaupun sendiri. Suara-suara daun yang saling bergesek menambah aura menyeramkan dihutan itu. Suara gemericik air dari kejauhan samar terdengar. Pemuda itu tetap berjalan menembus hutan yang kelam. Tapi ada yang aneh dengan pemuda itu. pemuda itu berjalan hanya menggunakan celana jeans yang dirobek hingga selutut. Tubuh kekarnya jelas terlihat. Otot lengannya tampak kekar dan kencang. Dada bidangnya terkspos begitu saja menampilakan six pack yang membuatnya tambah menawan. Rambutnya dibiarkan acak-acakan diterpa angin. Matanya berwarna merah darah memancarkan kebuasan. Kukunya tajam dan dapat merobek daging yang sangat tebal.

Pemuda itu terus menembus masuk ketengah hutan. Ditengah hutan terdapat sebuah rumah sederhana yang cukup luas. Rumah itu berdiri tanpa merobohkan pohon disekitarnya. Pohon yang menjulang tinggi digunakan sebagai pondasi rumah itu. semacam rumah pohon tapi rumah itu berada tepat diatas tanah. Atap rumah itu lebih rendah dibandingkan pohon-pohon disekitarnya. Jadi jika dilihat dari atas hutan tak akan nampak ada sebuah rumah didalam hutan. Rumah itu dibuat secara khusus agar tak ada orang yang menemukannya. Apalagi hutan tempat rumah itu berada dihuni oleh ratusan serigala yang menjaganya.

Pemuda itu memasuki rumah itu dan duduk disofa tempat berkumpul para penghuninya. Pemuda itu memejamkan matanya. Perlahan-lahan kuku tajam yang ada ditangannya menghilang. Matanya terbuka dan memperlihatkan mata hitam pekat yang sangat indah. Pemuda itu menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya kesofa.

"Kau sudah pulang? Bagaimana acara berburu tadi, Kai?" Pemuda yang dipanggil Kai menolehkan kepalanya kearah suara.

"Lumayan. Anak-anak terlihat kurang bersemangat jadi aku memutuskan mengajak mereka kearah barat"

"Dimana Sehun dan Chanyeol hyung?" Kai membalas bertanya kepada pemuda yang duduk dihadapannya.

"Sama sepertimu. Mereka mengajak anak-anak berburu"

"Bolehkah aku keluar dari sini, Kris hyung?" Kris -pemuda yang ada dihadapan Kai memandang Kai penuh tanya.

"Bukankah kau baru saja keluar?" tanya Kris yang tak tau maksud Kai.

"Aku ingin pergi ke dunia luar dan mencari-'nya', hyung" mohon Kai.

"Tak bisa Kai. Aku tak mengijinkan kalian pergi dari hutan ini! Lupakan keinginanmu itu!" tolak Kris tegas.

"Tapi hyung...aku ingin.."

BRAK

Meja kayu yang berada diantara Kris dan Kai rusak karena Kris dengan kasar menggebraknya. Mata Kris berubah merah dan kuku-kuku tajamnya muncul. Kris menggeram menahan amarahnya. Dipandanginya Kai yang berada didepannya.

"Aku tak menerima penolakan!" tegas Kris.

"Apa kau tak ingin membalaskan dendam mereka, hyung?" ucap Kai keras kepala. Kris mencengkeram leher Kai penuh amarah. Kai mengerang kesakitan dan berusaha melepaskan cengkeraman Kris.

"HYUNG!"

Kris membanting Kai keras kearah dinding saat ada yang datang mengganggu mereka. Benturan keras terdengar seiring tubuh Kai yang menghantam dinidng. Dua pemuda yang berteriak tadi menghampiri Kai yang terkapar dilantai. Keduanya membantu Kai berdiri. Kai menahan rasa sakitnya yang menjalar keseluruh tubuh.

"Jangan pernah mengatakan hal yang tidak perlu dan aku tak ingin mendengar keinginan konyolmu itu lagi!" ujar Kris dan berlalu pergi. Kedua pemuda yang membantu Kai merebahkan tubuh Kai disofa yang ditempati Kai tadi. Keduanya terlihat cemas melihat Kai yang kesakitan.

"Kau membuat Kris hyung marah lagi" ucap salah satu pemuda berkulit putih susu.

"Aku rasa kau harus menyingkirkan keinginanmu itu Kai atau Kris hyung akan membunuhmu" imbuh pemuda lain dengan tinggi diatas rata-rata dan mempunyai telinga aneh.

"Aku hanya ingin membalaskan dendam kedua orang tua kita, Sehun-ah, Chanyeol hyung" lirih Kai yang masih kesakitan.

Kekuatan Kris tak bisa diragukan lagi. Dari keempat pemuda itu Krislah yang mempunyai kekuatan paling besar. Kris merupakan ketua sekaligus kakak tertua dari klannya. Keempat pemuda itu adalah seorang warewolf. Dan satu-satunya klan warewolf yang tersisa. Kris sangat menjaga ketiga saudaranya dan kelompok serigalanya. Kris tak akan membiarkan ketiga saudaranya itu pergi meninggalkan daerah mereka. Terlalu berbahaya untuk mereka dan para manusia. Kris tau betul rasa pedih yang Kai derita karena kehilangan kedua orang tua mereka. Karenanya Kris tak mengijinkan adik-adiknya untuk balas dendam yang akan membuat mereka dalam bahaya.

Kekuatan Kris memang yang paling besar tapi kekuatan Kai yang terpendam merupakan ancaman bagi mereka dan para manusia. Kai masih belum bisa mengontrol semua kekuatannya jadi sangat susah jika kekuatan itu muncul dan tak ada yang bisa menghentikannya. Rasa dendam Kai lebih besar dibandingkan ketiga saudaranya. Karena saat kedua orang tua mereka dibunuh, Kai adalah satu-satunya orang yang menyaksikan kejadiaan mengerikan itu. Dengan kedua matanya sendiri Kai melihat orang tuanya dibunuh secara kejam dan saat itulah Kai hidup dengan perasaan dendam yang mendalam.

Kris tau dia tak akan mampu menahan Kai selamanya. Tapi Kris hanya ingin mengulur waktu. Waktu yang tepat untuk Kai hidup di dunia luar dan bisa membalaskan dendam.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Kris memasuki kamar Kai. Kai masih terbaring ditempat tidurnya.

"Sudah lebih baik, hyung. Tak bisakah kau menegurnya dengan cara yang lebih halus hyung?" pinta saudara termuda mereka –Sehun yang duduk dipinggir ranjang. Kris menghela nafasnya panjang.

"Tak bisa, Sehunnie. Terkadang kita perlu memberinya sedikit perilaku kasar agar dia mendengarkan" balas Kris dan mengusap rambut Sehun penuh sayang.

"Anak-anak terlihat khawatir, hyung" ucap Chanyeol yang berada disisi Kris.

"Aku akan menemui mereka. Jaga Kai" Chanyeol dan Sehun mengangguk patuh. Kris meninggalkan kamar Kai. Mungkin kalian agak bingung siapa yang dipanggil 'anak-anak' oleh Chanyeol. Mereka adalah serigala penghuni hutan. Keempat pemuda itu menganggap serigala yang ada disana sebagai saudara mereka karena mereka merupakan satu kaum dengan para serigala.

"Apa kau juga ingin membalas dendam, hyung?" tanya Sehun.

"Bodoh jika aku tak menginginkannya. Sebenarnya aku mendukung keingian Kai tapi aku tak bisa melawan perintah Kris hyung"

"Apakah tak ada cara lain agar kita bisa keluar dari sini, hyung?"

"Eobseo. Kris hyung akan segera tau jika kita pergi dari sini. Turuti saja kemauan Kris hyung untuk saat ini" Chanyeol menepuk pundak Sehun dan dibalas anggukan lemah oleh Sehun.

Sehun menatap nanar Kai. Sehun tau apa yang dirasakan Kai karena Kai selalu menceritakan semuanya kepadanya dibandingkan hyung-hyungnya. Ingin sekali Sehun membantu Kai keluar dari hutan dan membalaskan dendam kedua orang tuanya. Tapi Sehun benar-benar tak mampu menandingi kekuatan Kris yang jauh lebih besar.

"Kau temani Kai dulu. Aku akan melihat Kris hyung" Chanyeol meninggalkan kamar Kai setelah mendapat anggukan dari Sehun.

.

.

Chanyeol membuka pintu dan menginjakkan kaki keluar rumah. Samar-samar dia mendengar gonggongan serigala dan suara Kris dari kejauhan. Chanyeol berjalan kearah suara yang berada tak jauh dari rumah mereka. Perlahan Chanyeol mendekatkan langkahnya dan sedikit bersembunyi dibalik pohon untuk mendengar percakapan Kris dan para serigala.

"Kai baik-baik saja jadi kalian tak perlu khawatir"

"Worf...worf.."

"Kalian hanya boleh menemuinya jika dia sudah pulih"

"Worf"

"Aku tau. Jadi kembalilah ketempat kalian"

Para serigala menunduk dan berbalik menjauhi Kris yang masih setia berdiri ditempatnya. Kris menghela nafasnya. Tak disangkanya dia akan berbuat sejauh itu kepada Kai. Emosi menguasainya sesaat hingga ia hilang kendali. Kris berbalik menuju rumahnya.

"Eoh...Chanyeol-ah" kejut Kris saat melihat Chanyeol keluar dari balik pohon.

"Sejak kapan kau disana?" tanya Kris.

"Baru saja. Kau membuat anak-anak semakin cemas hyung. Kau tau sendiri jika mereka sangat dekat dengan Kai"

"Arra. Maka dari itu aku menyuruh mereka bersabar"

"Kali ini kau benar-benar keterlaluan hyung" Chanyeol menatap dalam mata Kris.

"Kau bisa membunuhnya, hyung" lanjut Chanyeol menatap Kris sedih.

"Mianhae. Aku...aku..."

"Kau harusnya meminta maaf ke Kai bukan kepadaku, hyung. Kau juga membuat kecewa Sehun" potong Chanyeol cepat.

"Aku tahu. Tapi aku tak bisa menuruti keinginannya untuk saat ini" Kini giliran Kris menatap sedih Chanyeol.

"Lalu sampai kapan hyung? Puluhan tahun kita hidup seperti ini dan kau tak melakukan apa-apa untuk membalas dendam" Chanyeol sedikit menaikan nadanya diakhir kalimat.

"Jika kita sudah membalas dendam lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Kris dingin. Chanyeol bungkam. Dirinya tak pernah memikirkan sampai sejauh itu. Kris tersenyum remeh melihat ekspresi Chanyeol yang bingung.

"Tak bisa menjawab bukan? Jadi jangan pernah lagi membahas tentang balas dendam. Aku tak ingin mendengarnya" Kris melewati Chanyeol setelah mengatakan itu. Chanyeol masih terdiam ditempat.

.

.

.

Kai membuka matanya perlahan. Tubuhnya masih sangat kaku untuk digerakan. Benturan kemarin masih membuat tulang-tulangnya linu. Mata Kai terbuka sepenuhnya, ditengokkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk melihat jika Sehun atau Chanyeol berada disisinya. Saat mengetahui tak ada orang dikamarnya selain dirinya, Kai mencoba mendudukkan diri dengan seluruh tenaganya. Nafasnya terengah-engah setelah berhasil duduk dengan kekuatannya. Walaupun dia memiliki kekuatan penyembuh yang cepat tapi benturan keras dari Kris tetap saja membuatnya kesusahan.

Kai membuang nafas perlahan agar nafasnya kembali normal. Kai menatap keluar jendela yang berada lumayan jauh dari ranjangnya. Seberkas cahaya masuk melalui celah-celah pepohonan yang rindang. Suara burung dari luar hutan terdengar jelas ditelinganya yang peka.

KRIET

Kai menoleh kearah pintu kamarnya. Kai melihat Chanyeol yang tersenyum dengan tampang bodohnya dan mendekatinya. Chanyeol menyerahkan nampan yang berisi tumpukan daging matang dan segelas air.

"Makanlah. Aku yakin setelah kau memakan ini kau akan kembali sehat" Kai menggeleng.

"Aku akan berburu saja hyung"

"Andwe! Kau masih belum sembuh total" cegah Chanyeol saat Kai hendak berdiri.

"Gwenchana, hyung. Kau terlalu berlebihan" cibir Kai dan berdiri dibantu dengan Chanyeol.

Kai berjalan kearah jendela kamarnya. Kai bersiul lumayan keras. Seekor serigala dengan bulu hitam datang mendekati jendela kamar Kai. Kai tersenyum dan mengusak pelan bulu serigala itu.

"Aku akan pergi sebentar, hyung"

Setelah mengatakan itu Kai meloncati jendela kamarnya dan duduk dipunggung Serigala itu. Kai memberi isyarat serigala itu untuk pergi kemudian serigala itu langsung berlari kencang menuju hutan dan menghilang dalam kegelapan hutan. Chanyeol mendesah pelan. Kai sangat keras kepala dan Chanyeol sangat tau itu. Chanyeol membawa nampan yang berada diranjang Kai. Baru saja Chanyeol membalikkan badan tiba-tiba saja ada sosok yang sudah berdiri dihadapannya.

"Ya! Kau mengagetkanku!" teriak Chanyeol kaget.

"Dimana Kai?" tanya Sehun tanpa mempedulikan teriakan Chanyeol. Chanyeol mendengus sebal dan menunjuk jendela dengan dagunya. Chanyeol berlalu meninggalkan Sehun. Sehun mendekati jendela yang terbuka lebar dan melongokkan kepalanya kearah kiri dan kanan. Sehun bersiul hingga seekor serigala putih mendatanginya.

"Temukan Kai dan bilang jika aku mencarinya" perintah Sehun ke serigala itu. Serigala itu menggonggong dan berlari menjauhi rumah. Sehun menutup jendela kamar Kai dan meninggalkan tempat itu.

.

.

.

Kris menatap Chanyeol yang kembali membawa makanan yang masih utuh diatas namapan. Chanyeol menaruh nampan itu kemeja makan dan duduk dikursi.

"Kenapa kau membawa makanan itu lagi?" tanya Kris heran.

"Dia tak mau makan dan memilih berburu" ketus Chanyeol.

"Padahalkan aku sudah susah-susah memasakannya tapi dia malah pergi tanpa memakannya sedikitpun" gerutu Chanyeol. Kris menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dongsaengnya yang sedang merajuk.

"Makan saja. Lagipula kau juga belum makan kan?"

"Shirreo"

"Jika begitu buatku saja" Sehun datang dan langsung mengambil nampan yang berada didepan Chanyeol tanpa permisi.

"Ya! Itu untuk Kai!" protes Chanyeol tak terima dan menarik nampannya.

"Tapi dia tak mau, hyung! Jadi berikan saja kepadaku!" eyel Sehun dan kembali menarik nampan itu. Perang tarik menarikpun terjadi. Chanyeol tak mau mengalah dan menyerahkan nampan makanannya sedangkan Sehun juga ngotot ingin makan makanan dinampan itu. Keduanya beradu kekuatan hingga nampan yang dipegang keduanya terlempar. Daging-daging yang berada dinampan berterbangan. Dengan cekatan Kris menangkap semua isi namapan itu. Tak ada satupun makanan yang tercecer bahkan air putih didalam gelas sama sekali tak tumpah.

Sehun dan Chanyeol melongo melihat gerakan reflek Kris yang luar biasa cepat. Kris mengambil satu piring dan meletakkan beberapa daging keatas piring itu. Kris menyodorkan piring tadi kearah Sehun dan sisa daging dipiring yang dibawanya kearah Chanyeol. Sehun dan Chanyeol melihat tumpukan daging yang berada dihadapan mereka dengan bingung.

"Makan dan jangan buat keributan. Aku akan memasakkan makanan untuk Kai jika dia sudah kembali" suruh Kris.

"Aku tak menerima penolakan" ucap Kris saat Sehun dan Chanyeol membuka mulut mereka. Sehun dan Chanyeol pasrah dan melahap makanan mereka.

.

.

.

Kai menatap serigala kesayangannya yang sedang memakan bangkai rusa. Sebenarnya Kai hanya menjadikan berburu sebagai alasan saja. Dia hanya ingin sendiri dan sedikitpun tak lapar walaupun melihat daging rusa yang lezat tergeletak didepannya. Nafsu makannya berkurang dan saat ini yang ada dipikirannya hanya bagaimana cara untuk balas dendam. Ingin sekali Kai kabur dan mencari pembunuh kedua orang tuanya tapi itu hanya akan menambah amarah Kris saja dan bisa-bisa dia akan dibunuh oleh saudaranya sendiri sebelum menemukan pembunuh orang tuanya.

Kai merebahkan tubuhnya ditanah dan menatap daun-daun yang berada jauh diatasnya. Pikiran Kai melayang-layang tak jelas. Baru saja ia akan menutup matanya hingga sebuah suara menginterupsinya.

WORF

Kai menolehkan pandangannya kearah serigala putih yang mendekatinya. Bahkan serigala kesayangan Kai sampai berhenti makan hanya untuk melihat siapa yang mengganggu majikannya. Kai duduk saat serigala putih itu berada disampingnya. Kai membelai pelan bulu serigala itu. Serigala itu menggonggong berkali-kali. Kai yang tau akan maksudnya hanya menganggukkan kepalanya. Kai berdiri dan beranjak dari tempatnya. Langkah Kai terhenti saat serigala hitam kesayangannya mengikutinya.

"Kau tak perlu ikut. Lanjutkan makanmu dan ajak dia makan bersamamu" ucap Kai kepada kedua serigala yang menatapnya. Kedua serigala itu menggonggong. Kai meninggalkan kedua serigala itu.

Kai berjalan menyusuri pepohonan yang tinggi menjulang. Suara langkahnya terdengar jelas ditelinganya. Hening dan sepi sudah menjadi kehidupan sehari-hari Kai. Puluhan tahun dia tinggal disini bersama saudaranya membuatnya terbiasa dengan suasana ini. Kai masih melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Sebenarnya bisa saja berubah menjadi serigala dan berlari ke rumahnya. Tapi dirinya terlalu malas melakukan itu.

Dari kejauhan Kai dapat melihat rumahnya dan saudaranya. Kai mempercepat langkahnya hingga tiba didepan pintu. Kai mengulurkan tangannya hendak membuka pintu tapi pintu sudah terbuka menampakan laki-laki tinggi dengan rambut blonde. Kai memasang wajah datarnya saat tau siapa yang berada dihadapannya. Sedangkan namja yang berada diambang pintu bingung harus berbuat apa.

Kai masuk tanpa mengucapkan permisi dan menyenggol pundak namja blonde itu. Namja blonde itu mendesah kecewa menerima perlakuan dingin dari dongsaengnya. Kris kembali menutup pintu. Sedangkan Chanyeol dan Sehun yang mengintip dari dapur hanya saling tatap tanpa ingin mencampuri urusan mereka.

Kris memandang aneh kedua dongsaengnya yang berada didapur. Sehun dan Chanyeol gelagapan saat Kris berada didepan mereka. Bagaikan maling yang tertangkap basah mencuri, keduanya langsung pergi.

.

.

.

Kai mendiamkan Kris selama beberapa hari. Keduanya tak saling tergur sapa walaupun bertemu dirumah. Kris selalu yang memulai pembicaraan hanya dianggap angin lalu oleh Kai. Seolah-olah Kai tak menganggap keberadaan Kris dirumah. Kris tak ambil pusing dengan tingkah Kai. Karena nantinya akan kembali seperti semula.

Kris terlihat sedikit cemas. Sebentar lagi bulan purnama akan datang. Dan bulan purnama kali ini sedikit berbeda. Akan ada sesuatu yang terjadi dan lebih buruknya Kris harus membuat keputusan yang teramat berat baginya. Keputusan ini dapat membuat keluarganya hancur.

Sehun tau jika sebentar lagi akan purnama tapi Sehun tak pernah melihat Kris secemas ini hanya karena purnama akan datang. Kris lebih banyak diam dan merenung. Bahkan Kris jarang keluar rumah. Hal itu juga dirasakan Chanyeol. Hyungnya itu membuatnya bingung.

"Kenapa kau seresah itu, hyung? Ini kan hanya purnama biasa" tanya Chanyeol.

"Kali ini berbeda Chanyeol-ah"

"Berbeda bagaimana?"

"Ini merupakan purnama penentu kita. Karena nasib kita akan ditentukan setelah purnama ini selesai"

"Maksudmu, hyung?"

"Kita akan mengalami pendewasaan dan kita diharuskan memiliki 'mate' sebelum purnama selanjutnya"

Sehun dan Chanyeol melebarkan matanya. Harus memiliki 'mate'? Sebelum purnama selanjutnya? Itu adalah berita buruk. Karena yang mereka tau adalah 'mate' itu berasal dari dunia manusia.

.

.

.

.

TBC

Aku kembali. Maafkan prologku kemarin. Bener-bener ga tau klo ternyata seamburadul itu. Ini dia chapter perdananya...Gimana? sesuai ekspetasi kalian atau biasa aja? Udah lama banget aku pengen buat cerita berbau warewolf gini. Sebenernya ini epep udah lama dekem dilepi. Tapi ide kadang ngadat buat nglanjutin. Dan kebetulan ada ide lagi akhirnya aku lanjutin deh. Ini epep dibuat sebelum jamannya ICTLY. kkkk. udah tua pokoknya

Aku ga akan banyak cuap-cuap. Silahkan review. Aku terima segala kritik saran kok.

REVIEW JUSEYO~~~~~~